KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si memaparkan mandat yang diberikan oleh Presiden RI Joko Widodo ke masyarakat Kelurahan Kedungwuni Barat di Kantor Kecamatan Kedungwuni, Selasa (19/2/2019) sore.
Mandat yang disampaikan tentang pembagian sertifikat tanah untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan. “Saya dapat mandat dari Presiden untuk membagikan sertifikat tanah kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan. Sebenarnya Presiden ingin membagikan secara langsung, namun terkendala kesibukan dan saya ditunjuk menjadi kepanjangan tangan beliau,” katanya kepada ratusan warga Kelurahan Kedungwuni Barat.
Asip menceritakan pernah melakukan diskusi bersama Presiden terkait sertifikat tanah untuk warga Kabupaten Pekalongan. “Karena masyarakat membutuhkan kepastian hukum atas tanah, jadi Presiden menggagas program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL),” jelasnya.
PTSL dipaparkan Asip, merupakan program untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia termasuk Kabupaten Pekalongan. “Kami selaku Pemerintah Daerah mempunyai kewajiban mewujudkan kebijakan yang sudah digagas oleh Presiden, yaitu pembangunan untuk mempercepat kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat,” terangnya.
Pihaknya menuturkan PTSL juga berperan dalam memajukan kesejahteraan masyarakat di Kota Santri. “Pada Juni 2016 saat saya dilantik angka kemiskinan hampir 13 persen dari total warga Kabupaten Pekalongan yang mencapai 836.000 jiwa, pada 2018 turun manjadi 10 persen. Hal ini bisa menjadi indikator kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Karena pentingnya sertifikat tanah, Asip berharap masyarakat yang sudah mendapatkan sertifikat melalui program PTSL bisa menjaga secara baik. “Jika tanah sudah disertifikat dan nama pemiliknya tercacat dalam sertifikat hak atas tanah hukumnya sudah tidak bisa diganggu gugat. Jadi sertifikat atas hak tanah harus benar-benar dijaga,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Selasa, 19 Februari 2019
KAJEN – Dalam waktu dekat ini Kodim 0710/Pekalongan akan melaksanakan kegiatan TMMD sengkuyung 1 tahun 2019 di Desa Kutorojo Kecamatan Kajen yang pelaksanaannya bersama TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan segenap komponen masyarakat untuk membantu memperbaiki infrastruktur jalan yang digunakan dalam melaksanakan roda perekonomian.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si beserta istri, Dandim 0710/Pekalongan yang baru Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS dan Kapolres Pekalongan beserta jajaran Polres Pekalongan berbaur bersama sekitar 3.000 peserta Millenial Road Safety Festival memadati Jalan Raya Mandurorejo depan Alun-alun Kajen Kab. Pekalongan, Minggu (17/2/2019) pagi.
KAJEN – Dalam rangka mendorong para pelajar mengonsumsi makanan higienis dan bergizi, Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pekalongan dibawah komando Ny. Hj. Munafah Asip Kholbihi bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan berkeliling ke sekolah-sekolah dasar yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan. Tidak terkecuali Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah (MIS) Desa Ngaliyan Kecamatan Tirto yang menjadi salah satu sasarannya pada Jumat (15/2/2019).
Gerakan Masyarakat Stop Kematian Ibu Melahirkan dan Anak atau Gema Setia yang Diinisiasi oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan menargetkan Kabupaten Pekalongan zero Kematian Ibu Hamil Dan Balita.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Munafah Asip Kholbihi mengatakan, Gema Setia telah di canangkan sejak dua tahun yang lalu, dan ditahun 2018 telah memeriksa 150 ibu hamil di masing-masing kecamatan di Kota Santri. "program ini juga turut didukung relawan dari Aisyatul Aisiyah, umroh Rifaiyah, Fatayat dan juga PKK serta di support oleh dua perusahaan besar yakni Amway dan TBIG," kata Munafah yang didampingi Ketua PKK Kecamatan Kesesi Tuti Haryati saat menghadiri acara Gema Setia di Kecamatan Kesesi, Kamis (14/2/2019).
Rasa aman adalah syarat utama untuk melakukan nilai kehidupan dengan baik. “Aman menjadi persyaratan kita untuk hidup dengan baik, dalam menjalankan rutinitas dan aktifitas serta berkaitan dengan hal–hal yang bersifat spiritualitas sesuai keyakinan kita, tak ada kata lain kecuali rasa aman”, ungkap Bupati Asip KHolbihi, SH MSi.
Demikian disampaikan oleh Bupati dalam acara pisah sambut Komandan Kodim 0710 dari Letkol Infanteri M. Ridha ke pejabat yang baru yakni Letkol Inf Arfan Johan Wihananto di Pendopo Bupati Pekalongan, Selasa (12/2/2019) malam.
Demikian disampaikan Dandim 0710/Pekalongan yang baru, Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto,S.IP., M.MS. selaku inspektur upacara dalam Upacara Pengibaran Bendera Bulanan Bersama Forkopimda Kabupaten Pekalongan, di Mapolres Pekalongan Jl. Rinjani No. 1 Kajen, Senin (18/2/2019) pagi.
Dandim 0710/Pekalongan mengungkapkan, selain melaksanakan kegiatan TMMD, Kodim juga melaksanakan kegiatan pendampingan terhadap para petani guna mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Pekalongan serta kegiatan kemasyarakatan yang membantu kesulitan di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Dandim menerangkan bahwa di tahun politik saat ini banyak pemberitaan di media sosial yang belum jelas kebenarannya yang bersifat mengadu domba sehingga dapat menimbulkan permusuhan, memecah persatuan bangsa oleh kelompok tertentu yang tidak menginginkan Indonesia aman, damai dan bersatu dalam bingkai NKRI.
“Saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar selektif dalam membaca berita, mengetahui secara pasti fakta dan sumber beritanya dan jika terjadi keragu-raguan dalam menanggapi berita tertentu agar menanyakan kebenarannya untuk menghindari berkembangnya berita hoax,” terang Dandim.
Dandim juga menuturkan terkait curah hujan yang masih tinggi. Dandim mengajak semua elemen masayarak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca yang ekstrem, untuk daerah di sekitar pegunungan agar mengantisipasi jika terjadi curah hujan yang dapat mengakibatkan tanah longsor di daerah sekitar dataran rendah untuk waspada terhadap bencana banjir
“Maraknya wabah demam berdarah agar kita semua peduli membersihkan saluran saluran pembuangan di sekitar lingkungan kita dengan tidak membuang sampah sembarangan dan melestarikan hutan di daerah dataran tinggi untuk mencegah dan mengurangi dampak bencana banjir dan tanah longsor,” ajaknya kepada seluruh undangan dan peserta upacara.
Upacara rutin bulanan itu dihadiri oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si., Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH, S.IK.M.Si., Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Wakapolres Kompol Mashudi. SH.,. Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., Kajari Kab. Pekalongan yang diwakili Kasubag Pembinaan, Edy Purwanto, SH., dan beberapa Kepala OPD Kabupaten Pekalongan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Senin, 18 Februari 2019
Sekitar 3.000 peserta berasal dari Unsur Forkompinda, Komunitas Club Pekalongan,Perwakilan Pelajar SMA dan SMP serta Masyarakat Pengunjung Car Free Day Kab. Pekalongan.
Acara diawali dengan jalan sehat dengan mengambil start di depan Mapolres dan finish di depan panggung utama di Jalan Mandurorejo. Dilanjutkan dengan senam bersama yang dipandu oleh pelatih senam ternama yaitu Oot.
Usai senam bersama, acara dilanjutkan dengan penampilan Atraksi Road Safety oleh siswa siswi dari Polisi Cilik SD Pekuncen Wiradesa, dilanjutkan oleh siswa-siswi dari SMA I Kajen dan SMP 2 Kajen. Acara juga diisi dengan Deklarasi Road Safety Riding yang diikuti oleh Bupati beserta seluruh tamu undangan dan peserta.
Bupati Asip mengungkapkan acara yang diinisiasi oleh Kapolres yakni Millenial Road Safety Festival bertujuan agar generasi milenial ini cinta lalu lintas, sekaligus supaya Indonesia ini gemilang. Disamping itu juga, kata Bupati, agar masyarakat menjadi tertib dalam berlalu lintas karena itu mencerminkan budaya bangsa.
“Jadi kita lebih-lebih para generasi milenial (generasi Y) khususnya yang berada di Kabupaten Pekalongan agar mentaati seluruh peraturan lalu lintas. Kemudian ketika berkendara mengutamakan safety riding dengan melengkapi alat-alat yang diperlukan seperti keharusan pakai helm, membawa SIM dan STNK dan kendaraannya tidak bermasalah,” ujar Bupati.
Berkaitan kegiatan Polres tersebut, Bupati atas nama Pemkab Pekalongan sangat mendukung acara ini. Buapti berharap agar ke depan bisa dielaborasi lagi dengan mengejawantahkan dalam bentuk yang lebih konkret yaitu aksi-aksi di setiap sekolah, kelompok-kelompok pemuda.
“Pokoknya akan kita sasar generasi milenial agar sadar berlalu lintas karena itu cermin dari kepribadian dari bangsa kita,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si mengatakan kegiatan Millenial Road Safety Festival dilatarbelakangi banyaknya kecelakaan yang sangat besar terutama di usia 17 tahun hingga 35 tahun. Dimana angka kecelakaan ini menduduki peringkat ke-5 sedunia. Oleh karena itu supaya anak-anak remaja kita (kaum milenial) tidak menjadi korban, kita gelorakan jiwa tertib berlalu lintas, jiwa kesadaran diri untuk keselamatan diri dan orang lain.
“Kegiatan ini akan dilaksanakan secara terus-menerus baik event-event kecil maupun event-event besar, yang mana sasaran kita adalah mereka yang berusia 17 hingga 35 tahun,” kata Kapolres.
Di Kabupaten Pekalongan angka kecelakaan anak-anak pelajar pada tahun 2018 sejumlah 34 anak. Mereka masih usia 17 hingga 35 tahun. Kebanyakan mereka pelajar atau karyawan. Maka dari itulah Polri dan Pemerintah melaksanakan program ini secara masif di seluruh Indonesia.
“Dengan kegiatan pada hari ini harapannya semakin tumbuh kesadaran dari jiwa-jiwa kaum milenial ini dalam tertib berlalu lintas,” harapnya.
Acara diakhiri dengan acara hiburan yang dipandu oleh tim dari Polres Pekalongan, serta pembagian hadiah-hadiah untuk para peserta yang beruntung. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Minggu, 17 Februari 2019
TP PKK Kabupaten Pekalongan berkeliling ke sekolah dasar untuk mengedukasi pentingnya konsumi makanan bergizi untuk pelajar. Adapun TP PKK memberikan edukasi Gerakan menanam sayur, makan sayur, buah dan ikan anak Indonesia kreatif (Gema Semakin Baik).
Istri Bupati Pekalongan Asip Kholbihi yaitu Munafah Asip Kholbihi selaku Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan menerangkan, tujuan Gema Semakin Baik untuk mendorong agar anak-anak mengonsumsi makanan sehat. “Kami berkeliling ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk memberi contoh, dan mengedukasi makanan bergizi pada para pelajar,” katanya.
Selain mengedukasi para pelajar, pihaknya juga memberi arahan kepada pengajar dan orang tua murid tentang penyajian menu makanan bergizi. “Ibu guru dan orang tua murid harus bisa menyajikan menu olahan ikan, sayur dan buah bervariasi agar para pelajar tidak bosan,” jelasnya kepada para pengajar dan orang tua murid.
Variasi olahan makanan sehat diterangkan Munafah perlu dilakukan, karena anak-anak cenderung susah diajak untuk mengonsumsi makan sehat. “Misalnya olahan ikan bisa dibuat bakso ikan, buah dan sayur bisa dijadikan salad. Kami juga membawa contoh makanan sehat saat berkeliling ke sekolah, dan anak-anak menyukainya,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Publisher : aris
Jumat, 15 Februari 2019
Giat tersebut dilakukan dengan mendatangi sekolah di Kecamatan Tirto yaitu Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah (MIS) Ngaliyan, dan SDN Ngaliyan untuk mengenalkan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN).
Kepala Dinlutkan Kabupaten Pekalongan - Drs. Sirhan menjelaskan, tahun lalu prosentase konsumsi ikan perkapita di Kota Santri mencapai 22,30 kilogram per tahun. “Kami targetkan tahun ini konsumsi ikan perkapita mencapai 22,90 kilogram,” jelasnya saat mendatangi MIS Ngaliyan di Kecamatan Tirto, Jumat (15/2/2019).
Selain target konsumsi ikan perkapita, Sirhan menuturkan akan mensosialisasikan gemar makan ikan ke 1000 pelajar. “Awal tahun ini baru sekitar 200 pelajar sekolah dasar, kedepan 1000 pelajar akan kami sosialisasi terkait program gemar makan ikan,” paparnya.
Ditambahkannya produksi ikan laut di Kabupaten Pekalongan mencapai 5000 ton pada 2018 lalu. “Sedangkan ikan tawar 6000 ton, jumlah tersebut menjadi potensi untuk sosialisasi gemar makan ikan di Kabupaten Pekalongan,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Jumat, 15 Februari 2019
Pada tahun 2019 ini, kata Munafah, gema setia telah melakukan kegiatan di empat kecamatan yakni di Kecamatan Tirto dan Wiradesa pada Bulan Januari dan Kecamatan Bojong dan Kesesi pada bulan Februari. "di Kecamatan Kesesi dan Bojong kematian ibu hamil sampai saat ini masih zero, saya berharap diikuti oleh Kecamatan yang lain, kita akan terus canangkan program ini ke seluruh kecamatan yang ada," ujarnya.
Khusus untuk kerjasama dengan TBIG, katanya, untuk memeriksa ibu hamil terutama yang berisiko tinggi. "sedang kerjasama dengan Amway untuk mengatasi balita kurang gizi, tahun ini kami mendapat 23 ribu bok bantuan Nutrilite Little Bitts sedang anak kurang gizi di Kabupaten Pekalongan hanya 492 anak, selebihnya nanti kita akan berikan untuk menambah gizi balita yang lain," terangnya.
Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Kesesi Tuti Haryati menyampaikan pihaknya mendukung program gema setia yang diinisiasi oleh ibu ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan. Karena hal tersebut salah satu ikhtiar dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi khususnya di Kecamatan Kesesi.
Adapun upaya yang dilakukan dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi ini, pihaknya tidak hanya dengan mengingatkan para suami dan keluarga dari Ibu hamil saja akan tetapi mengajak seluruh stakeholder terkait untuk ikut peduli terhadap bumil. Baik melalui sosialisasi penyuluhan kesehatan, mengingatkan bumil untuk pemeriksaan secara teratur dan juga konsultasi kepada bidan desa terkait kehamilan. (red)
Publisher : aris
Kamis, 14 Februari 2019
Rasa aman ini tidak lepas dari dukungan Kodim 0710 Pekalongan, yang selama ini yang telah bersama sama dengan POLRi serta stake holder lainnya. Dalam konteks segala kerjasama yang di bangun demi menciptakan rasa aman di Kabupaten Pekalongan.
“Oleh Karena itu pihaknya berterima kasih kepada Letkol Infanteri M. Ridha selaku Dandim yang telah bertugas di Pekalongan sejak 2017 ini dan semua stake holder atas dukungan menciptakan dan menjaga rasa aman masyarakat Kabupaten Pekalongan”, tandas Bupati
Bupati berharap semoga Kabupaten Pekalongan dapat menjadi wilayah yang sejahtera lahir dan bathin. “Mari bersama – sama menciptakan rasa aman, sejahtera lahir-batin dan bersama menjadi pelayan masyarakat yang dihargai oleh masyarakat”.
Bupati menambahkan, kepada dandim lama dirinya mengucapkan selamat jalan dan semoga ke depan akan meningkat karirnya dan semakin bermanfaat, dan kepada dandim baru semoga bisa segera bergabung untuk memajukan Kota Santri. "kami atas nama forkompimda dan masyarakat Kabupaten Pekalongan mohon maaf jika ada sesuatu yang tidak berkenan selama berada disini." ujarnya.
Sementara Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan SH M.Si menyampaikan kesan terhadap Dandim M Ridha merupakan sosok yang humoris dan luas wawasan mengenai Pekalongan, baik Wilayah Kotamadya maupun Kabupaten. “Bapak Ridho ini memiliki pengetahuan yang sangat luas baik di kota maupun kabupaten. Berbeda dengan saya, kalau saya, hanya di Kabupaten Pekalongan saja. Beliau ini juga sosok yang menghibur, kalau ada pak dandim ini semua beban pikiran serasa hilang semua”. Terangnya.
Sementara itu Dandim 0710 Pekalongan yang baru yakni Letkol Inf Arfan Johan Wihananto meminta arahan dan bimbingan dari semua pihak termasuk bupati dan forkompinda sehingga dapat terjalin hubungan yang baik dan kondusifitas kerja yang baik pula. "saya akan meneruskan hal-hal yang baik yang sudah dijalin oleh Dandim sebelumnya, terutama kerjasama yang baik dengan seluruh stakeholder di Kabupaten Pekalongan," pungkasnya.(red)
Publisher : aris
Kamis, 14 Februari 2019
Rasiwan, Kasub Drive Bulog Bondansari Wilayah VI menuturkan, total di Gudang bulog yang ada di seluruh Eks Karesidenan Pekalongan terdapat 28.000 ton. “Karena awal tahun 2019 tidak ada bantuan beras untuk bansos, kemungkinan stok yang ada di Gudang Bulog Bondansari bisa digunakan untuk satu tahun lebih,” jelasnya saat mendampingi Staf Teritorial Angkatan Darat (Sterad) di Gudang Bulog Bondansari, Kamis (14/2/2019).
Pihaknya menuturkan awal tahun 2019 sudah melakukan penyetabilan harga beras di pasaran Pekalongan dengan cara operasi pasar. “Kami melakukan operasi pasar dan menyediakan beras medium, dengan tujuan agar harga beras tetap stabil saat memasuki musim tanam,” ujarnya.
Rasiwan menjelaskan saat petani padi di Pekalongan memasuki panen raya pihaknya juga berkewajiban melakukan penyetabilan harga. “Memang tugas kami untuk menyetabilkan harga sesuai dengan harga beras yang ditentukan Pemerintah Pusat,” kata Rasiwan.
Sementara itu Sterad Kolonel Inf J.LBN Toruan dari Mabes TNI menerangkan, kunjungannya bertujuan untuk mengetahui secara langsung ketersediaan stok beras di wilayah Pekalongan.
“Kami ingin memastikan tidak ada permainan harga di lapangan dan memastikan ketersedian beras di gudang cukup untuk tahun ini. Jangan sampai saatnya panen dan masa tanam harga beras tidak stabil karena ada oknum yang bermain harga,” tambahnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Kamis, 14 Februari 2019
Karena kerap dilanda banjir rob, pada 2018 Kampus IAIN ditempatkan di Jalan Kajen - Bojong tepatnya di Desa Rowolaku Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan.
Dikatakan Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Kementerian Agama RI Prof. DR. Arskal Salim, BA., 2018 lalu dua gedung baru sudah dibangun dan digunakan sebagian mahasiswa untuk proses belajar.
“Karena lokasi kampus yang lama sering dilanda banjir rob jadi tidak kondusif untuk digunakan untuk proses belajar mahasiswa,” katanya usai menghadiri acara peresmian Gedung SBSN Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pekalongan, di Kampus II IAIN Pekalongan yang terletak di Desa Rowolaku Kecamatan Kajen, Kamis (14/2/2019).
Prof. Arskal menuturkan setelah pembangunan dua gedung baru pada 2018 lalu, IAIN bersama Pemkab Pekalongan kembali akan membangun satu gedung. “Pemkab sangat mendukung adanya perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Pekalongan. Pemkab sudah menghibahkan tanah seluas 4,8 hektar yang rencannya akan dibangun satu lagi gedung baru dengan target penyeselesaian akhir 2019,” imbuhnya.
Pembangunan gedung baru tersebut ditambahkannya sebagai langkah relokasi bertahap yang dilakukan oleh IAIN. “Relokasi akan dilakukan secara bertahap, target kami pada 2020 seluruh mahasiswa IAIN Pekalongan bisa melakukan proses belajar di kampus II yang ada di Desa Rowolaku,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : arif
Rabu, 13 Februari 2019