KAJEN - Dalam rangka untuk merajut Kebhinekaan dan mempererat silaturahmi serta rasa kebangsaan, Pemkab Pekalongan bersama Polres Pekalongan dan Kodim 0710 Pekalongan menggelar Pengajian Kebangsaan Bersama ASN, TNI/Polri, Ormas/Orpol dan Masyarakat Kabupaten Pekalongan, di Pendopo Bupati Pekalongan di Kajen, Minggu (14/7/2019) pagi.
Pengajian menghadirkan KH. Ahmad Muwafiq atau lebih dikenal Gus Muwafiq dari Jogjakarta sebagai penceramah tunggal.
Hadir Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH. M.Si, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS., Sekda beserta para Kepala OPD se Kabupaten Pekalongan, perwakilan ormas/orsospol dan masyarakat.
Bupati dalam sambutan singkatnya menyampaikan ucapan terima kasih kepada ASN, TNI, Polri, Ormas/Orsospol yang mengikuti pengajian kebangsaan.
"Sekali-kali kita mengaji di pendopo dengan tema yang agak berbeda yakni bagaimana kita merajut kebhinekaan, memperkuat rasa kebangsaan sekaligus meneguhkan bahwa NKRI adalah Harga Mati," ujar Bupati.
.
Menurutnya, ternyata kegiatan seperti itu ada dasar hukumnya, ada legal standingnya berkaitan dengan pemahaman spiritual keagamaan kita.
"Bukan hanya persoalan formalitas bernegara tetapi ini adalah bagian dari implementasi keimanan kita. Dan untuk hal semacam ini harus ada ahlinya dan Gus Muwafiq dari Jogjakarta alhamdulillah sudah hadir di tengah kita untuk memberikan penerangan hati bagi kita semua," imbuhnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melepas peserta Jalan Sehat dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional ke-72, Minggu (14/7/2019) pagi.
Jalan sehat mengambil start dan finish di UMKM Center Kabupaten Pekalongan di Jalan Raya Wonopringgo. Dihadiri beberapa Kepala OPD, para pengurus Dekopinda. Dan diikuti ratusan perwakilan pegiat koperasi yang ada di Kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Tak terasa sudah tiga tahun lebih satu bulan, pasangan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dan Ir. Hj. Arini Harimurti menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan. Di bawah kepemimpinan keduanya Kota Santri terus berkembang.
KAJEN – Keberhasilan Pemkab Pekalongan dalam membina dan mengembangkan Koperasi dan UKM dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat diapresiasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI.
Atas keberhasilannya dalam membina dan mengembangkan Koperasi dan UKM di Kabupaten Pekalongan, Bupati KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mendapat sebuah penghargaan dari Kementerian Koperasi dan UKM RI.
KAJEN - Resourches is limited but creatifity unlimited. Statment tersebut rupanya berbanding terbalik dengan kondisi Kabupaten Pekalongan dalam sektor pariwisata.
KAJEN - Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap II tahun anggaran 2019 di Desa Lolong Kecamatan Karanganyar, resmi dibuka Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH, M.Si, Kamis ( 11/7/19 ).
KAJEN - Upacara HUT Bhayangkara ke-73 tingkat Polres Pekalongan Dipusatkan di Mapolsek Kesesi, Rabu (10/7/2019) pagi. Sebagai Inspektur upacara adalah Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menerima penghargaan dari Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel atas kerjasama yang terjalin dengan apik antara jajaran Pemkab Pekalongan dengan Polres Pekalongan. Penghargaan itu diberikan saat resepsi HUT Bhayangkara ke-73 tingkat Jateng di Gedung Borobudur Komplek Polda Jateng di Semarang, Rabu (10/7/2019) siang.
KAJEN - Akses masyarakat Indonesia terhadap perbankan baru 20 persen. Artinya, 80 persen masyarakatnya belum terakses perbankan. Oleh karena itu, Lembaga Keuangan Mikro Badan Kredit Desa (LKM BKD) Kabupaten Pekalongan diharapkan dapat memberikan kemudahan akses keuangan kepada masyarakat.
“Hari ini kita melaksanakan Jalan Sehat dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-72 tahun 2019. Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh pegiat koperasi di Kabupaten Pekalongan yang terus-menerus berusaha agar Kabupaten Pekalongan sebagai kabupaten yang koperasinya maju”, ujar Bupati.
Menurutnya, sejak jaman penjajahan Belanda koperasi di Kabupaten Pekalongan sudah maju dan diharapkan saat ini dapat lebih maju lagi. “Insya Allah dengan hari Jadi Koperasi akan menjadikan spirit kita semua agar terus-menerus memberdayakan koperasi di Kabupaten Pekalongan,” imbuhnya.
Sementara Kepala Dinperindagkop dan UKM Ir. Hurip Budi Riyantini menyampaikan bahwa selain jalan sehat, dalam rangka memperingati Hari Koperasi digelar bazar UMKM, sarasehan dan donor darah.
Ir. Hurip Budi Riyantini juga menuturkan bahwa dalam rangka Hari Koperasi tahun 2019, 3 tokoh penggerak Koperasi di Kabupaten Pekalongan mendapatkan penganugerahan tanda penghargaan bhakti koperasi dan UKM dari Menteri Koperasi RI. Mereka adalah Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, H. Soebarno (Ketua Pengurus KSU Kota Santri) dan H. Ahmad Suud, M.Si (Penggerak KSPPS Sekunder Pusat BTM Jawa Tengah).
Di samping itu pula, masih menurut TIning, Kontingen Grebeg Kabupaten Pekalongan meraih Juara 2 pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-72 tahun 2019 yang dilaksanakan di Purwokerto, Minggu (14/7/2019) kemarin.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Setelah dilantik pada 27 Juni 2016 lalu, Asip dan Harimurti langsung tancap gas. Salah satu program yang digelorakan yaitu penerbitan Kartu Kajen Sehat dan Kajen Cerdas.
Dengan membawa visi terwujudnya masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sejahtera, religius, dan berkelanjutan berbasis potensi lokal. Pasangan ini terus menggenjot pembangunan dan menumbuhkan ekonomi di Kabupaten Pekalongan. Antara lain, pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, pertanian, pendidikan, wisata, melestarikan seni budaya dan mendorong pertumbuhan UMKM.
"Alhamdulillah, tahun 2019 kita telah melaksanakan pembangunan mulai dari sektor pendidikan, infrastruktur jalan dan jembatan, ekonomi, dan pendidikan," kata Asip usai menggelar acara refleksi tiga tahun kepemimpinan yang dilaksanakan di Kedai Kopi Kapeo di Bumi Perkemahan Linggoasri, Sabtu (13/7/2019).
Bupati Asip mengatakan, bahwa indikator kemajuan di suatu daerah dapat dilihat dari salah satunya yaitu kondisi makro ekonomi.
"Secara umum kita bisa lihat dari kondisi makro ekonomi dan ini menjadi trand mark dalam penyelengaraan pemerintahan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Secara pertumbuhan, ekonomi di Kabupaten Pekalongan mengalami kenaikan. Tahun 2015 pertumbuhan ekonomi mencapai 4,78 persen dan pada tahun 2018 menjadi 5,35 persen," ujarnya.
Kemudian untuk inflasi dapat ditekan hingga mencapai 3,08 atau lebih rendah 0,93% dari tahun 2017.
Bupati mengungkapkan angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan tahun 2018 sebesar 10,06% jauh lebih rendah dibandingkan capaian 2017 yang mencapai 12,61%.
Penurunan dikarenakan dampak intervensi mendasarkan analisis data Basis Data Terpadu (BDT) yang salah satu usahanya adalah pelaksanaan laboratorium penanganan kemiskinan melalui pendekatan mikro, by name, by address, dan by problem.
"Kinerja penurunan angka kemiskinan yang mencapai 2,55 persen ini patut kita syukuri dan menduduki peringkat enam besar Jawa Tengah dari angka penurunannya," ujarnya.
Bupati Asip mengatakan dalam beberapa tahun ke depan kemiskinan masih merupakan urusan yang sangat serius di Kabupaten Pekalongan. Sehingga diperlukan peningkatan efektifitas dan optimalisasi program-program penanggulangan kemiskinan baik melalui pengembangan etos kerja, semangat kewirausahaan, penciptaan lapangan kerja baru, dan pemberdayaan ekonomi kreatif.
"Sementara dilihat dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada tahun 2018 mengalami sedikit perlambatan, dari 4,39% pada tahun 2017 menjadi 4,41% pada tahun 2018. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat angkatan kerja yang tidak terserap pada pasar kerja," tuturnya.
Bupati menambahkan dari aspek kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator kinerja pembangunan manusia yang dihitung berdasarkan empat indikator utama, yaitu Angka Harapan Hidup, Harapan Lama Sekolah, Rata-rata Lama Sekolah dan Pengeluaran Perkapita.
"Pada tahun 2018 angka IPM mencapai 69,07% lebih tinggi 0,67% jika dibandingkan dengan capaian IPM tahun 2017 yang sebesar 68,40%," tambahnya.
Sementara itu untuk infrastruktur kondisi jalan di Kabupaten Pekalongan naik. Tahun 2017 mencapai 75 persen dan tahun 2018 sudah 86,7 persen.
Selain itu rasio Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) turun. Pada tahun 2017 angka RTLH 9,80 persen ini mengalami penurunan menjadi 9,07 persen.
"Untuk presentase kawasan pemukiman kumuh sangat turun drastis dari 64,34 persen pada tahun 2017, pada tahun 2018 menjadi 29,00 persen," jelasnya.
Kemudian untuk sektor kesehatan pihaknya menjelaskan ada penurunan di Angka Kematian Ibu dan Bayi. Dari 16 kasus pada tahun 2017, sekarang menjadi 11 kasus kematian ibu. Sedangkan untuk kematian bayi dari 131 kasus, pada tahun 2018 menjadi 115 kasus.
"Gizi buruk di Kabupaten Pekalongan juga mengalami penurunan. Tahun 2017 ada 53 kasus dan pada tahun 2018 menjadi 48 kasus," imbuhnya.
Untuk dua tahun ke depan, Bupati menegaskan akan merevitalisasi tempat wisata, menyelesaikan kebutuhan dasar yang belum selesai dan membangun sarana irigasi untuk tanaman padi.
"Kita juga akan memperbanyak Ruang Terbuka Hijau atau RTH yang muaranya untuk menaikkan tingkat kesenangan masyarakat, nanti akan kita buat disekitar gedung UMKM dan nanti di setiap kecamatan juga akan ada RTH," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Penghargaan Jasa Bakti Koperasi dan UKM diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM RI Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Hotel Java Harritage Purwokerto Kabupaten Banyumas, Kamis (11/7/2019) malam.
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof. Rully Indrawan mengatakan penghargaan ini merupakan bentuk apreasiasi pemerintah terhadap insan koperasi di tanah air. Pemerintah menilai koperasi di tanah air telah mengalami banyak perkembangan dan memberikan kesejahteraan bagi anggotanya. Diharapkan koperasi di Indonesia semakin maju dan setara koperasi dunia.
"Penghargaan ini untuk meningkatkan citra koperasi di masyarakat dan sekaligus memberikan motivasi bagi koperasi untuk berkarya lebih baik," kata Rully.
Menteri Puspayoga memberikan tanda penghargaan Jasa Bakti Koperasi, diberikan kepada pihak yang berperan aktif dalam mensukseskan pembinaan dan pengembangan koperasi dan UKM di wilayah kerjanya sehingga menjadi contoh bagi masyarakat lain. Penghargaan atau Jasa Bakti Koperasi dan UKM diberikan kepada bupati/wali kota, kepala dinas, pengurus koperasi dan tokoh masyarakat.
"Para penerima penghargaan adalah orang-orang yang memberikan kontribusi lebih dari seharusnya demi kemajuan koperasi," kata Rully.
Bupati penerima penghargaan adalah Bupati Pekalongan, Bangka Tengah, Bulukumba, Lombok Barat, Tana Toraja, Semarang, Purworejo, Penukal Abab Pematang Ilir, Tanjung Jabung Barat, Grobogan, Luwu Timur dan Subang serta Wakil Bupati Demak.
Adapun wali kota penerima penghargaan adalah dari Tanjung Balai, Salatiga, Madiun, Palopo, Demak, dan Wakil Walikota Banjar Baru.
Menanggapi pemberian penghargaan tersebut, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan kunci utama strategi pengembangan koperasi dan UKM adalah dengan kebersamaan dan gotong-royong.
“Kita mendapatkan penghargaan dari Menteri Koperasi RI karena kita memang sedang melakukan revitalisasi koperasi yang ada di Kabupaten Pekalongan. Kemudian kita juga sedang menggerakan UKM baik persoalan hulu maupun hilirnya. Termasuk kemarin kita meresmikan PT. Lembaga Keuangan Mikro Badan Kredit Desa (PT. LKM BKD),” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menuturkan bahwa dalam memajukan koperasi, Pemkab Pekalongan melakukan pembinaan terus-menerus melalui Dinas Perindagkop dan UKM. Juga memberikan bantuan dalam network (jaringan) di pasar online yang dikerjasamakan dengan berbagai vendor.
“Intinya dengan berdayanya koperasi dan makin kuatnya UKM, kami meyakini ini akan menjadi salah satu pemantik dari pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan,” imbuhnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kabupaten Pekalongan memiliki banyak potensi pariwisata seperti kawasan Hutan Hujan Alam Petungkriyono dengan beragam destinasi wisata alam dan budayanya, kawasan Watu Ireng Kandangserang, kawasan Watubahan Lemahabang Doro, kawasan Lolong, kawasan pantai utara nan elok, kawasan Linggo Asri dan kawasan lain yang sangat potensial untuk dikembangkan.
Namun realitanya dari sekian banyak sumber daya alam yang sangat memungkinkan dikembangkan menjadi destinasi wisata yang luar biasa itu hingga saat ini perkembangannya masih sangat lambat bahkan stagnant. Semua potensi tersebut belum mampu memberikan kontribusi nilai tambah yang cukup signifikan baik dalam hal income daerah, kunjungan wisatawan maupun kemanfaatan secara sosial ekonomi masarakat khususnya sekitar kawasan wisata.
Kondisi riil tersebut salah satu yang mendorong Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si untuk melaksanakan kunjungan kerja sekaligus studi komperasi ke Kabupaten Malang dan kawasan Wisata Kota Batu, Senin (8/7/2019) lalu.
Di Kabupaten Malang, Bupati Asip dan rombongan diterima langsung oleh Plt. Bupati Malang, HM. Sanusi, MM., beserta Sekretaris Daerah Ir. Didik Budi Mulyono, MT., dan beberapa Dinas terkait.
Sedangkan di Lokasi Wisata Selecta Kota Batu, Bupati Asip dan rombongan diterima langsung oleh Direktur Utama PT.Selecta, Samuel Rusdi dan wakil Direktur Sujud Haryadi.
"Strategi dan regulasi terkait pengembangan kawasan wisata, manajemen pengelolaan dan kemitraan, sistem kerja sama dan pemberdayaan merupakan beberapa hal yang menjadi titik berat fokus kunjungan," ujar Bupati usai kunjungan.
Pasca kegiatan tersebut Bupati Asip menginstruksikan kepada seluruh rombongan khususnya dinas pemangku kepentingan seperti Dinporapar untuk menindak lanjuti dengan membuat rencana aksi khususnya kemitraan dan kerja sama pihak ketiga dan pemberdayaan masarakat sekitar kawasan wisata.
"Kita telah mendapat pengalaman dan pelajaran-pelajaran yang bagus terkait pengelolaan kawasan wisata Selecta khususnya kreatifitas dan keterlibatan sektor swasta dan masyarakat sekitar kawasan dalam pengembangan wisata, pengalaman ini hendaknya segera di tindaklanjuti oleh dinas pemangku kepentingan yang kebetulan ikut dalam rombongan, dengan membuat rencana aksi untuk diterapkan di Kabupaten Pekalongan," tegas Bupati.(didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Upacara Pembukaan yang dilaksanakan di kompleks obyek wisata Lolong, Bupati menjadi inspektur upacara, diikuti kurang lebih 300 orang. Dihadiri Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto S.IP, M.M.S, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, S.H, S.I.K, M.Si, Ketua Pengadilan Agama Kajen Suwito, SH.MH perwakilan Kejari Kajen.
Selanjutnya, dari jajaran pejabat Pemkab Pekalongan antara lain Asisten I, II dan III serta para Kepala OPD, Camat Karanganyar dan Kades se Kecamatan Karanganyar.
Usai membacakan sambutan Gubernur, Bupati Pekalongan memberikan beberapa stressing antara lain, pertama, bahwa pembangunan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan sudah berjalan cukup baik, yakni dari 12,98% pada tahun 2016 turun menjadi 10,06% pada tahun 2018.
"Ini belum berhenti, karena cita-cita kita adalah single digit. Sehingga keberadaan TMMD yang berbasis di desa saya meyakini juga akan menyumbang angka penurunan kemiskinan," ungkapnya.
Kedua, kata Bupati, pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten Pekalongan, hari ini sudah 87%. Artinya tinggal 13%. Pada tahun 2019 ini ada kegiatan-kegiatan cukup besar juga ada di Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Lebakbarang ini juga akan semakin menambah.
"Saya meyakini pada tahun 2021 nanti seluruh jalan Kabupaten yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten akan selesai semua," ujar Bupati.
Kemudian yang ketiga, kita berbicara tentang desa-desa yang ada di Kabupaten Pekalongan. Sering Bupati ingatkan bahwa Kabupaten kita ini adalah Kabupaten yang subur makmur gemah ripah loh dijawi, toto tentrem kertoraharjo, rojo koyo mulih kandange dewe-dewe, mantu sing durung kerjo melu mangan moro mertuo saklawase. Ini hanya ada di Kabupaten Pekalongan.
"Ketika daerah lain kekeringan, seluruh desa di Kabupaten Pekalongan belum mengkhawatirkan adanya bencana kekeringan, sehingga saya juga belum menetapkan darurat kekeringan," papar Bupati.
Di hadapan tamu undangan dan masyarakat Lolong, Bupati menuturkan bahwa desa-desa di Kabupaten Pekalongan mempunyai sumber daya yang terus-menerus didayakan, sinergikan dan dioptimalkan, sehingga nanti akan mencerminkan wajah desa yang betul-betul makmur, adil, sejahtera masyarakatnya.
Sumber daya itu, kata Bupati, pertama adalah sumber daya manusia yang sekarang anak-anak kita sudah banyak yang tamat perguruan tinggi. Kedua adalah sumber daya alam, hampir semua desa yang ada di Kabupaten Pekalongan mempunyai sumber daya alam yang luar biasa. Seperti Desa Lolong ini, mempunyai sungai, mempunyai kebun durian dan tanaman lain yang dapat tumbuh dengan baik. Semua ini adalah berkah dari Allah SWT yang wajib kita syukuri, Sumber daya alam ini juga harus dijaga dengan baik.
Ketiga, seluruh desa yang ada di Kabupaten Pekalongan mempunyai sumber daya sosial. Gotong-royong, guyub rukun, toleransi, untuk senantiasa kita jadikan energi pembangunan agar seluruh desa betul-betul bisa kita wujudkan kemajuannya.
"Memang masih ada beberapa desa dalam kategori tertinggal. Tapi mohon maaf, ketertinggalan desa di Kabupaten Pekalongan ini tidak seperti di daerah lain. Infrastrukturnya masih dapat dilalui, listrik sudah hampir 100% sampai ke tingkat Dukuh di Kabupaten Pekalongan. Angka elektrasi kita sudah melebihi angka elektrasi Jawa Tengah dan nasional," tutur Bupati.
"Inilah beberapa hal yang menurut saya harus terus-menerus kita kelola dengan baik. Kepada seluruh Aparatur Pemerintah (ASN) untuk kerja lebih keras, ikhlas, giat dan lebih cerdas lagi agar kehadiran kemakmuran ini jangan terlalu lama. Segera cangcut tali wondo untuk mewujudkan kemakmuran di desa," imbuhnya.
TMMD akan berlangsung sejak 10 Juli hingga 8 Agustus, dengan sasaran fisiknya yaitu pengaspalan jalan desa Lolong Kecamatan Karanganyar sepanjang 1.727 m dan lebar 2,5 m yang akan menghubungkan ke Desa Mendolo Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan.
Usai upacara, Bupati beserta Forkopimda meninjau lokasi TMMD dengan membonceng sepeda motor yang telah disiapkan oleh pasukan Kodim 0710 Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Dihadiri oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si., Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS., Perwakilan Kompolnas, perwakilan Pengadilan Negeri Pekalongan, perwakilan Kejaksaan Negeri Kajen.
Selanjutnya, dari jajaran pejabat ASN Pemkab Pekalongan, tampak hadir beberapa Kepala OPD, pengurus FKUB dan para tokoh agama dan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Dalam upacara tersebut, Kapolres Pekalongan membacakan amanat Presiden RI Ir. Joko Widodo.
Usai upacara digelar acara resepsi tasyakuran di Mapolsek Kesesi yang baru selesai dibangun.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si pada kesempatan itu mengapresiasi kinerja jajaran Polres Pekalongan yang menjaga keamanan di Kota Santri.
"Kondisi keamanan di Kabupaten Pekalongan selama ini kondusif. Tidak ada gangguan yang menonjol karena sinergitas TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kabupaten Pekalongan," ujar Bupati.
Dikatakan, keamanan merupakan kebutuhan pokok dalam beribadah. Jika situasi tidak aman, lanjut dia, masyarakat akan sulit untuk beribadah. Bupati pun menggambarkan situasi keamanan di Palestina yang masyarakatnya sulit untuk beribadah.
"Kita patut berterima kasih kepada jajaran Polres Pekalongan yang telah menjaga keamanan selama ini, karena keamanan merupakan manifestasi keimanan. Pembangunan juga tidak akan berjalan jika kondisi tidak aman. Bagaimana bisa mbangun, bagaimana bisa melaksanakan amanah jika kondisinya tidak aman," ujar Bupati.
Sementara Kapolres Pekalongan membacakan amanat dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-73 itu, Polres Pekalongan menyerahkan penghargaan-penghargaan dan hadiah-hadiah bagi anggota Polri maupun masyarakat.
Dan sebagai ungkapan rasa syukur kehadirat Allah SWT, dalam resepsi HUT Bhayangkara ke-73 tersebut dilakukan pemotongan tumpeng oleh Kapolres Pekalongan. Kemudian diserahkan kepada anggota Polri termuda. Dan disaksikan oleh seluruh tamu undangan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, M.Si ditemui usai menerima penghargaan menyatakan, kerja sama antara jajaran Pemkab Pekalongan dengan Polres Pekalongan berjalan dengan baik, dan akan terus ditingkatkan. Atas jalinan kerja sama itulah penghargaan tersebut diterimanya.
"Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan Polres Pekalongan sudah berjalan cukup baik, dan akan kita tingkatkan. Dari itu kita mendapatkan apresiasi dari Bapak Kapolda dalam rangka HUT Bhayangkara ke-73 itu atas kerja samanya, dan kita menghibahkan beberapa bidang tanah dan bangunan untuk kelancaran tugas jajaran Polres Pekalongan. Mudah-mudahan itu akan semakin memotivasi kita untuk terus menerus melakukan kerja sama dengan jajaran Polres Pekalongan," ujar Bupati.
Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si mengatakan, Kapolda memberikan penghargaan atas partisipasi Bupati Pekalongan dalam mendukung tugas-tugas kepolisian. Di antaranya, atas dihibahkannya tanah seluas 17,3 hektare yang tentunya ini sangat bermanfaat bagi Polri.
"Kami sangat apresiasi atas kerjasamanya dalam menjaga keamanan di Kabupaten Pekalongan," katanya.
Sementara itu, resepsi HUT Bhayangkara ke-73 tingkat Polres Pekalongan dipusatkan di Mapolsek Kesesi, yang baru selesai dibangun beberapa bulan silam.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi pada kesempatan itu mengapresiasi kinerja jajaran Polres Pekalongan yang menjaga keamanan di Kota Santri.
"Kondisi keamanan di Kabupaten Pekalongan selama ini kondusif. Tidak ada gangguan yang menonjol karena sinergitas TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kabupaten Pekalongan," ujar Bupati.
Dikatakan, keamanan merupakan kebutuhan pokok dalam beribadah. Jika situasi tidak aman, lanjut dia, masyarakat akan sulit untuk beribadah. Bupati pun menggambarkan situasi keamanan di Palestina yang masyarakatnya sulit untuk beribadah.
"Kita patut berterima kasih kepada jajaran Polres Pekalongan yang telah menjaga keamanan selama ini, karena keamanan merupakan manifestasi keimanan. Pembangunan juga tidak akan berjalan jika kondisi tidak aman. Bagaimana bisa mbangun, bagaimana bisa melaksanakan amanah jika kondisinya tidak aman," ujar Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat melaunching PT. LKM BKD Kabupaten Pekalongan di Pendopo Rumdin Bupati di Kajen, Rabu (10/7/2019) siang.
"Di negara-negara maju akses masyarakat terhadap perbankan hampir sudah 100 persen. Di Indonesia masih orang-orang tertentu saja. Lapisan masyarakat menengah ke bawah belum tersentuh," ujar Bupati.
Oleh karena itu, lanjut dia, kehadiran BKK, BPR, dan LKM-LKM sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Menurutnya, semakin banyak LKM maka akan mempermudah akses masyarakat ke perbankan.
"Lembaga-lembaga keuangan mikro ini penting. Di negara-negara yang sudah maju tata kelola keuangannya seperti di Cina itu yang berkembang LKM dulu. LKM membiayai unit-unit produksi yang mereka produksi. Di sini mudah-mudahan setelah hari ini kita launching menjadi LKM BKD yang profesional, manfaatnya akan terasa, karena ini melayani kredit yang ultra mikro," ujarnya.
Dikatakan, Pemkab Pekalongan bekerjasama dengan BPR BKK memiliki program Nongol, yakni No Bank Tongol. "Program nongol ini hampir sinergi dengan ini (LKM BKD), karena nongol itu no bank tongol. Nanti ke depan Pemkab bisa bekerja sama dengan LKM untuk bisa memberikan kredit dengan sangat ringan, mungkin tanpa agunan, dan tanpa bunga," harapnya.
Bupati berpesan kepada jajaran dewan komisaris, dewan direksi, dan karyawan PT. LKM BKD Kabupaten Pekalongan untuk amanah dan berhati-hati dalam mengelola dana publik tersebut. Bupati berpesan, agar LKM BKD bisa memberikan kemudahan akses keuangan kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Karena ini ultramikro ya, maka Rp 250 ribu, Rp 100 ribu, ini sudah luar biasa, daripada mereka kena bank tongol," katanya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)