KAJEN - Di era digital, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) diminta berlari untuk bisa memberikan informasi yang akurat, cepat, dan updating. Pesan itu disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat melakukan Groundbreaking pekerjaan Pembangunan Gedung Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Pekalongan di Jalan Krakatau, Kompleks Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (7/8/2019) pagi.
Dikatakan Bupati, pembangunan gedung Kominfo Kabupaten Pekalongan menggunakan dana APBD Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 4.479.234.300, "Pembangunan gedung ini dikerjakan dalam waktu 150 hari. Saya berharap, gedung ini diselesaikan sesuai dengan kalender kerja, mutunya bagus, dan bermanfaat dalam memberikan pelayanan terkait komunikasi dan informasi di seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pekalongan," harap Bupati.
Apalagi sekarang ini, lanjut Bupati, eranya digital. Oleh karena itu, semuanya harus bergerak serba cepat. "Pemerintah harus akurat dan cepat dalam memberikan informasi yang update terhadap apa saja kejadian-kejadian di Kabupaten Pekalongan," ujar Bupati.
Jika peristiwa itu baik, kata dia, maka akan memberikan efek yang baik. Dikatakan, ada deviasi kebijakan pemerintah yang ternyata diterima kurang baik oleh masyarakat dan itu dikabarkan pula oleh media. "Ini juga bagian penting dari fungsi kontrol dari media. Tentu pemerintah akan membenahinya," katanya.
Ditambahkan Bupati, gedung Kominfo akan dilengkapi dengan pers room. "Teman- teman bisa buat rilis di kantor ini, dan teman-teman bisa tukar-menukar informasi. Intinya, masyarakat Kabupaten Pekalongan membutuhkan informasi yang cepat, akurat, dan perlu pula diselingi hiburan lah. Ini juga penting agar kita bekerja tidak terlalu spaneng. Ini tugas panjenengan semua. Saya berharap kinerja Kominfo yang sudah baik bisa ditingkatkan dan tadi yang saya sampaikan harus sering-sering bekerjasama dengan para wartawan terutama wartawan medsos dan wartawan cetak. Seringlah diajak berdiskusi untuk kebaikan, atau untuk kredibilitas berita di Kabupaten Pekalongan," imbuhnya.
Hadir dalam groundbreaking Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Dandim 0710 Pekalongan, Ketua Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) A. Syaeful Anwar dari Kejari Kajen Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Camat se- Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Palang Merah Indonesia Kabupaten Pekalongan baru baru ini dikunjungi oleh Perwakilan Palang Merah dari Negeri Jepang, Mereka berkunjung dalam rangka menilai kelayakan untuk memperoleh dukungan Program bantuan dari Palang Merah Jepang. Karena PMI Kabupaten Pekalongan yang
KAJEN - Kepala desa (Kades) di Kabupaten Pekalongan berikrar untuk menekan angka stunting di Kota Santri. Komitmen itu dibacakan saat peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas), Hari Anak Nasional (HAM), Hari Kesatuan Gerak PKK, dan penutupan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat kabupaten yang dipusatkan di Lapangan Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (6/8/2019) pagi.
KAJEN - Keringnya Telaga Sigebyar Mangunan Desa Tlogohendro Petungkriyono menjadi perhatian Bupati Pekalongan Asip Kholbihi. Ia bersama dinas terkait baru baru ini melaksanakan kegiatan Kunjungan Kerja di Telaga tersebut. Tinjauan itu dilakukan untuk melakukan observasi langsung penyebab telaga itu bisa kering pada musim kemarau tahun 2019 ini.(1/8)
KAJEN - Menanggapi Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan dalam Rapat Paripurna 2 Agustus 2019 lalu, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si memberikan jawaban atas pandangan umum Fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2019 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, selasa (6/8/2019).
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si menjadi salah satu narasumber dalam seminar Sosialisasi UU APBN 2019 dengan tema Kebijakan Anggaran untuk Penanggulangan Rob dan Banjir di Kota dan Kabupaten Pekalongan di Auditorium Adaro Lt. 8 Gedung F Unikal, Senin (5/8/2019).
KAJEN - Sebagai bentuk kunjungan balasan kepada Walikota Tebing Tinggi, Bupati Pekalonga KH. Asip Kholbihi, SH. M.Si menghadiri acara Hari Jadi Kota Tebing Tinggi Sumatera Utara ke 102 dengan berbagai kegiatan salah satunya Pawai Budaya Kota Tebing Tinggi yang diikuti oleh 1500 orang dari tuan rumah Tebing Tinggi yang terdiri dari lintas etnis atau suku, sekolah dan Perguruan Tinggi serta perwakilan Kabupaten dan Kota sekitarnya.
KAJEN - Sebagai bentuk kerjasama yang telah terjalin, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si bersama istri Ny. Munafah didampingi beberapa Kepala OPD memenuhi undangan Pemkot Tebing Tinggi Sumatera Utara hadir dalam acara Tebing Tinggi Expo 2019 dalam rangka hari jadi Kota Tebing Tinggi ke-102 yang dipusatkan di Anjung Sri Mersing Lapangan Merdeka, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Sabtu (3//8/2019) malam.
menjadi salah satu kandidat.
Ketua PMI Kabupaten Pekalongan. Hj. Arini Harimurti bersama pengurus Kepala Markas PMI Kabupaten Pekalongan Adi Prabowo, dan Tim PMI Pusat, JRCS dan PMI Provinsi Jateng, menerima perwakilan Palang Merah Jepang yang dipimpin oleh Yana Maulana di markas PMI Kabupaten Pekalongan (6/8)
Palang Merah Jepang akan membantu program Palang Merah Indonesia Kabupaten Pekalongan dalam program penguatan kesiapsiagaan di masyarakat. Program ini dilaksanakan di dua Provinsi, yaitu Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Saat ini kita sedang dalam tahap pemilihan wilayah Kabupaten yang akan kita dampingi secara penuh. Kebetulan di Jawa Tengah rencana kandidatnya ada Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Kebumen.” Ujar Yana Maulana perwakilan Palang Merah Jepang di Indonesia.
Sementara Itu Ketua PMI Kabupaten Pekalongan Ir. Arini Harimurti menyampaikan bahwa PMI kab pekalongan menerima perwakilan palang merah Jepang, dimana PMI kab. Pekalongan salah satu nominasi penerima dukungan program kegiatan dari Palang Merah Jepang.
‘ Mereka melihat potensi yang ada di Kabupaten Pekalongan menjadi sasaran kegiatan dalam penanggulangan bencana berbasis masyarakat, dan harapannya semoga kabupaten terpilih sebagai penerima kegiatan tersebut “ tandasnya.(Red)
Dalam empat kegiatan tersebut disemarakan dengan Festival Kades Memasak, permainan keluarga bahagia, dan pameran produk dan dihadiri sekitar 2 ribu peserta.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si., didampingi istri Ny. Munafah, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH dan unsur Forkopimda serta Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM meninjau langsung festival Kades memasak sebelum mengikuti rangkaian acara utama yang dihadiri pula oleh Kepala Dinas P3AKB Jateng Retno Sudewi dan Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Wagino.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengharapkan, dengan peringatan tersebut sinergitas masyarakat tercipta dengan baik. Menurutnya, gotong-royong sebagai salah satu kohesivitas sosial bisa digelorakan terus menerus. Minimal pada gerakan bersih Jumat pagi, lanjut dia, yang juga manifestasi dari gerakan gotong-royong.
"Pada seluruh jajaran PKK, saya mengucapkan terima kasih karena sudah berupaya terus menerus menurunkan angka kematian ibu melahirkan, dan mengangkat kasus gizi buruk yang kemarin fenomena gunung es yang tidak terurai. Sekarang kita urai, data kita validasi dan treatment kita lakukan, sehingga secara statistik angka ini semakin berkurang. Kepala desa juga sudah berkomitmen mengurangi angka stunting," ujar Bupati.
Selain itu, kata Bupati, seluruh warga, khususnya para kades, sudah sepakat jika pada Pilkades nanti mengusung tagar tolak anduman. "Saya kira ini bagus sebagai bentuk komitmen dan mudah-mudahan bisa terimplementasi dengan baik," tandasnya.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Dra. Hj. Hindun, MH., sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Hindun menerangkan bahwa kegiatan itu bisa memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bisa memasak tentunya dengan gizi yang seimbang. Tetapi yang disayangkan yaitu tentang informasi yang disampaikan belum bisa menjelaskan manfaat dari masakan yang disajikan.
"Saya melihat bahwa yang disajikan itu rata-rata mereka belum bisa menerangkan apa yang disajikan, sehingga ini kurang tertata juga dalam pembuatan masakan gizi seimbang," ucap Hindun.
Hindun berharap agar kedepan harus diberikan narasi-narasi tentang masaknya apa?, nilai gizinya seberapa?. Sehingga benar-benar memberikan edukasi kepada masyarakat.
Ditanyai tentang masakan yang sudah dicicipi dan menggugah selera, Hindun tertarik dengan Sup Tahu Bakso Ikan dari Desa Tengengwetan Kecamatan Siwalan. menurutnya itu merupakan kombinasi yang bagus antara sup, tahu, bakso dan ikan. Karena banyak gizi dan omega 3 dari ikan serta ada sayur-sayurannya.
"Tadi saya sudah mencicipi dan rasanya enak sekali. Sajiannya menarik dan sudah layak untuk bisa dijual. Bahan-bahannya juga sangat mudah dicari," terang Hindun.
Desa itu merupakan bagian terkecil dari daerah kabupaten dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu kalau diberikan edukasi, nantinya akan tersampaikan kepada masyarakat secara keseluruhan.
"Yang jelas kita sangat mengapresiasi sekali kegiatan festival kepala desa memasak ini dan mudah-mudahan ke depan bisa lebih bagus lagi," harap Hindun.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Hj. Munafah Asip dalam sambutannya menerangkan bahwa selama 47 tahun pelaksanaan gerakan PKK dalam mendukung proses pembangunan, ternyata telah menunjukan keberhasilan yang mendapat pengakuan dan penghargaan dari berbagai pihak.
Sudah 2 tahun Inovasi Gema Setia dan Gentong Hebat sejak dilaunching 29 Agustus 2017 lalu, kini inovasi tersebut telah banyak membantu pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan bersih dan sehat serta menurunkan AKI, AKB di Kabupaten Pekalongan.
"Semoga di masa depan, PKK Kabupaten Pekalongan semakin bisa memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan SDM manusia di Kabupaten Pekalongan," ujar Munafah Asip.
Diharapkan TP PKK sebagai mitra kerja pemerintah mampu menjalani kewajiban untuk secara konsisten tetap mengiringi dan mendukung garis kebijakan program pemerintah.(didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menjelaskan telaga itu kering karena sumber airnya untuk mengaliri lahan pertanian di wilayah pegunungan tersebut, dan untuk sumber kehidupan masyarakat. Dan adanya kekeringan ini malah membawa hikmah karena sebagai sarana untuk membersihan telaga sehingga permukaan lebih sehat lagi. “ Dan selanjutnya akan ditata dirancang untuk dikembangkan kolam renang batu alami seluas kurang lebih 1 atau 2 hektar lebih” terangnya.
Menurut Bupati jika beberapa waktu lalu wisata di Telaga Sigebyar ini hanya bermain perahu kolekan saja , nanti setelah ditata diharapkan bisa untuk menyelam dan selfie didalam air. “ Penataan itu sedang dirancang oleh Kepala desa Tlogohendro dan Pokdarwis agar dapat diwujudkan segera” tandasnya.
Ia menjelaskan bahwa di Telaga Sigebyar ini ada dua telaga,yaitu telaga Lanang dan telaga Wadon . Telaga lanang ini diindentikkan sebagai tempat hulu ekosistem hidrologi dimana sumber air berasal,. Saat ini sumbernya masih besar dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pertanian dan sumber air.
Hal ini menunjukan bahwa keberadaan wisata ini tidak mempengaruhi kelestarian alam karena eksisenti mata air dijaga dan debit air dari masih besar untuk keperluan masyarakat, telogo lanang sebagai hulunya dan telogo wadon sebagai hilir digunakan untuk penyiraman tamanan dan rumah tangga sisanya untuk keperluan pariwisata.
“ Besyukur kita di Kabupaten Pekalongan karena kaya air baku diantaranya di petungkriyono hal ini akan kita jaga. Bahkan nantii setelah dikaji cukup matang , kita kembangkan wisata yang berbasis air agar akan berfungsi lebih banyak lagi seperi pengobatan mengingat airnya yang alami dan lain sebagainya” terangnya.(Red)
Bupati KH. Asip memberikan 3 jawaban atas pandangan umum Fraksi PAN terkait dengan optimalisasi penetapan program, kegiatan dan pendanaan tugas pembantuan, dilakukan dengan mendorong organisasi perangkat daerah yang kementeriannya memiliki dana tugas pembantuan untuk pro aktif menyampaikan usulan-usulan dan pendekatan program ke kementerian tersebut serta mengundang kementerian dalam rangka implementasi pelaksanaan program di daerah.
Berkaitan dengan pemberian stimulan kepada perusahaan-perusahaan agar tetap berada di Kabupaten Pekalongan salah satunya menciptakan kondusivitas wilayah termasuk stabilitas hubungan ketenagakerjaan.
“Terkait dukungan anggaran pemerintah terhadap penanggulangan kemiskinan, dilakukan secara bersama-sama tidak hanya oleh pemerintah daerah namun juga mengoptimalkan dana desa, CSR, dan partisipasi masyarakat luas,” ujar Bupati.
Menanggapi pandangan umum Fraksi PDIP, Bupati menyampaikan bahwa pendapatan daerah yang bersumber dari dana perimbangan/ dana transfer dari pemerintah pusat diupayakan dengan pelaksanaan kegiatan tepat waktu serta mengupayakan Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari semua sektor yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Untuk Fraksi Merah Putih, Bupati memberikan 2 jawaban, yakni berkaitan penurunan pendapatan daerah pada Perubahan APBD Tahun 2019 dikarenakan berkurangnya dana bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019. Dan penganggaran kebencanaan khususnya infrastruktur penunjang dilakukan berdasarkan kesesuaian wilayah bencana, kemudian untuk mengantisipasi hal-hal yang belum direncanakan disediakan melalui anggaran dana tak terduga.
Menanggapi pandangan umum Fraksi PKB, Bupati KH. Asip memberikan 3 jawaban. Yakni untuk meningkatkan geliat pariwisata, Pemerintah Kabupaten Pekalongan membangun infrastruktur penunjang dan mempromosikan pariwisata melalui penyelenggaraan event-event dan paket wisata.
Langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah dalam rangka pengembangan UMKM adalah melalui memberikan pelatihan-pelatihan kepada UMKM agar melek teknologi perdagangan online yang salah satunya dengan mengundang manajemen bukalapak dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Berkaitan dengan penanganan pasien di rumah sakit berdasarkan ketersediaan kamar, namun dalam kondisi darurat dapat dilayani di ruang lain yang bisa dimanfaatkan,” terang Bupati.
Untuk Fraksi Golkar yang berkaitan tentang penyerapan anggaran tahun 2019, dijelaskan Bupati bahwa sampai dengan akhir bulan Juli 2019 sebesar 37 persen. Hal ini, kata Bupati, dikarenakan sebagian kegiatan masih dalam proses pelaksanaan pekerjaan.
Terakhir jawaban untuk Fraksi Persatuan Pembangunan Sejahtera, Bupati memberikan 3 jawaban. Yakni, pertama, berkenaan dengan peningkatan daya saing untuk pengembangan produk lokal yang mendukung ekonomi masyarakat dilakukan melalui perbaikan infrastruktur jalan untuk kelancaran distribusi barang dan pembinaan terhadap kualitas produk UMKM.
Kedua, berkaitan dengan penyediaan PJU dilakukan berdasarkan prioritas sesuai kemampuan keuangan daerah dengan mempertimbangkan luasnya jangkauan jalan yang membutuhkan penerangan jalan.
“Dalam rangka antisipasi kekeringan di Kabupaten Pekalongan, telah dilakukan droping air di daerah yang membutuhkan dengan kemampuan armada tangki air sebanyak lima buah siap dioperasikan,” tandas Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Dalam kegiatan tersebut ada 3 pemateri yakni Drs. H.A. Hakam Naja, M.Si (Anggota DPR RI Dapil jateng X), Perwakilan BBWS Pemali Juwana Jateng, dan Dr. Heri Andreas, ST. MT (Peniliti Feodesi Fakultas Ilmu & Teknologi Kebumian ITB).
Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi menerangkan bahwa masalah rob ini memang akan mendapat perhatian khusus, karena itu merupakan salah satu tugas penting yang diperintahkan Gubernur Jateng kepada Pemkab Pekalongan.
"Saya bersama Ibu Arini setelah dilantik mendapatkan pesan khusus dari Pak Ganjar untuk mengurangi angka kemiskinan dan mengatasi rob. Jadi Rob memang akan menjadi perhatian khusus buat Pemkab Pekalongan," terang Bupati.
Pemkab Pekalongan sebelumnya juga sudah bekerjasama dengan Belanda untuk membuat tanggul darurat yang berada di Mulyorejo. Dengan pola yang sederhana dan dibikin sendiri dengan anggaran APBD dana tak terduga senilai Rp 2 miliar.
"Alhamdulillah setelah kita buat tanggul sendiri di Mulyorejo, bisa mengurangi rob di 3 desa yaitu Tegaldowo, Mulyorejo dan Karangjompo," ujarnya.
Itu juga merupakan bahan penelitian agar tanggul rob ini setelah jadi tidak lagi meninggalkan banyak persoalan, baik persoalan sosial, budaya, ekonomi dan lain-lain bisa segera teratasi.
"Ada 9 rekomendasi yang akan dijalankan oleh Pemkab Pekalongan dan akan konsen untuk mengatasi rob," tandas Bupati Asip.
Kami juga akan bekerjasama dengan Hakam Naja selaku anggota DPR RI yang akan memperjuangkan anggaran tentang rob di daerah Kota dan Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu, Heri Andreas menjelaskan bahwa penanganan rob di Pekalongan masih terlalu fokus dengan pembuatan tanggul dan sebagian menggunakan mangrove, padahal jika kita ketahui bahwa penanganan rob menggunakan tanggul itu merupakan solusi sementara atau bukan permanen.
"Penahan tanggul itu sifatnya sementara dan berjangka menengah, karena jika air sudah pasang dan bisa mencapai puncak tanggul, maka air juga akan masuk ke permukaan," ujarnya.
Selain masalah meningginya air laut, juga ada permasalahan lain yaitu penurunan permukanan tanah (Land Subsidence). Di Pantura sendiri ditemukan land subsidence dengan rata-rata 1-25 centimeter per tahun. Faktor yang mempengaruhi yaitu banyaknya pengambilan air tanah yang berlebihan.
"Pengambilan air tanah yang berlebihan juga merupakan faktor yang mempercepat penurunan permukaan tanah. Sehingga jika kita bisa menghentikan pengambilan air tanah, itu juga bisa memperlampat atau mengatasi penurunan air tanah," terang Andreas.(didik/dinkominfo kab.pekalongan).
KAJEN - Musibah yang menimpa Kapal Motor (KM) Pieces di Selat Makasar Sulawesi Selatan mengundang keprihatinan semua pihak, tak terkecuali Pemkab Pekalongan. Di ketahui KM Pieces memiliki jumlah manifest 37 orang ABK, untuk saat ini data 15 KTP yang dari Pekalongan. Pencarian korban saat ini dilakukan oleh tim SAR Banjarmasin
Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti melakukan takziah atau melayat ke salah satu Korban Kecelakaan KM Pieces yang kemarin tiba di Pekalongan di Desa Bebel Kecamatan Wonokerto, Senin (05/08/2019) pagi.
Wakil Bupati Ir. Arini Harimurti mewakili Bupati dan jajaran pemerintah Kabupaten Pekalongan menyampaikan bela sungkawa atas musibah KM Pieces ini kepada keluarga korban. “Kami ke sini dalam rangka takziah dan turut prihatin atas musibah ini, dan atas nama pemerintah kami Pemkab Pekalongan mengucapkan bela sungkawa” ujar Wakil Bupati.
Pada kesempatan ini juga diserahkan santunan kematian serta beberapa bantuan dari pusat. Wakil Bupati Ir. Arini berharap semoga mereka segera diketemukan dalam keadaan selamat.
Selanjutnya ke depan Pemerintah bisa hadir dalam antisipasi jika ada kejadian kecelakaan kapal. "Hadir dalam arti mengantisipasi apakah itu berkaitan dengan kelayakan kapal atau perlu pelatihan bagaimana dalam menghadapi kondisi tertentu ” terang Wakil Bupati.
Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Drs. Sirhan terkait dengan masalah asuransi mejelaskan bahwa mereka sudah didaftarkan dan memiliki kartu nelayan. Dan Pemerintah akan membantu hingga premi asuransi mereka bisa keluar.(red)
Walikota Tebing Tinggi, Umar Zunaidi Hasibuan mengucapkan terima kasih kepada para kepala daerah yang menyaksikan karnaval budaya itu. Dia juga mengatakan, kegiatan ini dimulai dari tanggal 3 Agustus 2019 dan puncaknya 7 Agustus, dengan menampilkan Tebingtinggi Expo 2019 yang dipusatkan di Anjungan Sri Mersing Lapangan Merdeka.
"Ini semua kami lakukan demi suksesnya pembangunan di kota kami, dengan mengembangkan daya tarik wisata agar orang mau datang ke Tebing Tinggi. Selain itu juga kota ini merupakan kota perdagangan dan kota smart city," terang Umar, Sabtu (3/8/2019).
Titik Start Karnaval dimulai dari Kantor Koramil 13 Jalan KF Tandean menuju Lapangan Jalan Sutomo yang dilepas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Pemkot Tebing Tinggi, Jumpa Ukur Sembiring. Dalam karnaval kontingen Kecamatan banyak menyuguhkan atraksi budaya, seperti Jawa, Simalungun, Melayu dan barongsai, sehingga masyarakat terhibur dan antusias menyambutnya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si menerangkan bahwa tujuannya datang ke Kota Tebing Tinggi ini sebagai kunjungan balasan karena Walikota Tebing Tinggi pada Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke 396 tahun 2018 lalu datang ke Kabupaten Pekalongan memenuhi undangan dari Bupati Pekalongan.
"Tahun lalu Walikota Tebing Tinggi datang pada acara Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke 396, kali ini giliran dari rombongan Kabupaten Pekalongan datang ke Tebing Tinggi untuk menghadiri acara Hari Jadi Kota Tebing Tinggi ke 102. Juga untuk menegaskan kembali bahwa hubungan antar daerah sangat bermanfaat untuk pemgembangan UMKM terutama yang berkaitan dengan Batik," jelas Bupati Asip.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi diwakilkan Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah secara resmi membuka ‘Tebing Tinggi Expo 2019’, Peresmian Tebing Tinggi Expo ini diikuti 61 stand.
Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi menjelaskan bahwa ini merupakan program pengembangan dari Batik Nusantara. Pemkab Pekalongan menjalin kerjasama dengan Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Batik Lokal sekaligus memperkenalkan Keunggulan Batik Pekalongan.
"Ini merupakan bentuk simbiosis mutualisme antar daerah, Pemkab Pekalongan hadir untuk melihat hasil dari kerjasama yang sudah terjalin untuk pengembangan Batik Nusantara," ujar Bupati.
Diterangkan, bahwa keunggulan dari Batik Pekalongan yaitu tentang pewarnaannya yang ada seribu warna yang bisa diciptakan oleh perajin batik pekalongan. selain itu juga tentang motifnya yang beragam mulai dari flora, fauna dan buketan.
"Ternyata setelah saya keliling ke berbagai daerah di Indonesia, sebagian perajin batik lokal sudah bersentuhan atau berkomunikasi dengan perajin batik Pekalongan. Seperti kemarin di Toba juga galery batiknya juga tidak lepas dari informasi dan batik dari pekalongan," ujarnya.
Tidak hanya di Toba saja, ternyata di Tebing Tinggi Expo 2019 ini banyak produk batik yang dihadirkan. Dan tentu saja ada Batik Pekalongan.
"Jadi memang kabupaten Pekalongan sebagai Legenda Batik Nasional itu memang terus kita tingkatkan, karena banyak rumah produksi batik yang memproduksi batik dengan berbagai keunggulan. Ini tentu sangat bermanfaat untuk ditularkan kepada seluruh Nusantara," ujar Bupati Asip.
Sementara itu, Wakikota Tebing Tinggi, Umar Zunaidi Hasibuan juga sangat berterimakasih bahwa Bupati Pekalongan berkenan menghadiri berbagai acara hari jadi Kota Tebing Tinggi dan juga Tebing Tinggi Expo 2019.
"Saya sangat berterimakasih sekali kepada Bupati Pekalongan karena sudah bekerjasama dengan kami terkait tentang pengelolaan dan juga mendesain serta pewarnaan batik sehingga bisa meningkatkan kualitas dari batik lokal kami," ucapnya.
Umar Zunaidi berharap agar kerjasama ini dengan Bupati Pekalongan tetap terjalin dengan baik untuk meningkatkan dan mensejahterakan rakyat kita di daerah masing-masing.
Acara pembukaan Tebing Tinggi Expo 2019 ini ditandai dengan pemukulan gong dan pengguntingan pita oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara dan dilanjutkan dengan peninjauan stand peserta expo.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)