KAJEN – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dan Bersih Jumat Pagi (BERJUMPA) Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat bergotong-royong membersihkan sampah Sungai Mrican, di antara Desa Wonokerto Wetan dan Wonokerto Kulon Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan, Jumat (22/3/2019).
Ratusan orang tersebut berasal dari berbagai kalangan, baik pelajar, pemerintahan, TNI, Polri, hingga komunitas pecinta lingkungan. Tercatat lebih dari 500 orang terlibat dan berjibaku membersihkan sampah di sepanjang bantaran sungai, menggunakan alat seadanya, yang dibawa dan dimiliki mereka. Bahkan, kedua tangan mereka pun menjadi alat untuk memunguti sampah yang berada di sepanjang aliran Sungai Mrican tersebutBupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan bersih. Sekaligus pula menjadi bagian upaya menyukseskan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). "Kegiatan ini rutin dilakukan masyarakat setiap Jumat pagi. Tidak hanya di Wonokerto, bahkan kecamatan lain di Kabupaten Pekalongan," jelasnya.
Bupati merasa senang karena masyarakat semakin sadar akan kebersihan lingkungan. "Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Bupati Pekalongan Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pengurangan Sampah Plastik. Kami juga mewacanakan jadi Kabupaten terbebas dari sampah plastik pada 2025 mendatang," katanya.
Dengan adanya Peraturan Bupati (Perbup), sampah plastik menurutnya perlu dibatasi agar tidak semakin mencemari lingkungan. "Setiap pemukiman akan disediakan tong sampah untuk menampung sampah, terutama sampah plastik. Karena sampah plastik di Kabupaten Pekalongon mencapai 40 ton setiap harinya," paparnya.
Bupati berharap, Perbup itu ditambah semakin tinggi kesadaran masyarakat, bisa menekan jumlah sampah plastik. "Sampah plastik tidak bisa diurai oleh alam dan giat kebersihan semacam ini sangat diperlukan sebagai stimulan kesadaran masyarakat lainnya," tambahnya.
Tampak hadir dalam kegiatan HPSN tersebut Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., para Asisten Sekda dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi, Camat beserta Muspika Kecamatan Wonokerto dan Kepala Desa se Kecamatan Wonokerto.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : arif
Jumat, 22 Maret 2019
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengukuhkan dewan pengurus Forum Persaudaraan Bangsa Indonesia (FPBI) Kabupaten Pekalongan periode 2017-2022, di aula lantai I Sekretariat Daerah, Kamis (21/3/2019).
Dikatakan Bupati dibentuknya FPBI merupakan upaya untuk menjaga persatuan dan keamanan. "Di Kabupaten Pekalongan belum pernah terjadi konflik tentang suku dan ras, namun terjadinya gesekan di masyarakat perlu diwaspadai," katanya.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melakukan pelaporan pajak di ruang kerjanya menggunakan sistem e-filing atau online, yang sudah mulai diberlakukan secara nasional, Kamis (21/3/2019). Laporan SPT Tahunan PPh orang pribadi tahun pajak 2019 yang disampaikan Bupati ke kantor pajak tersebut, dipertontonkan secara langsung kepada sejumlah awak media bersama Kepala Kantor Pajak Pratama Pekalongan.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melantik Kepala Desa Antar Waktu Desa Kalimojosari Kecamatan Doro, Mohammad Syahirul Alim, S.Ag. Pelantikan tersebut bersamaan dengan penyerahan SK CPNS Formasi 2018 Kabupaten Pekalongan di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati di Kajen, Selasa (19/3/2019).
KAJEN – Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyerahkan sebanyak 374 Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lolos seleksi rekrutmen CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan Formasi Tahun 2018 di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati di Kajen, Selasa (19/3/2019).
Mereka terdiri atas 246 formasi tenaga guru, 56 formasi tenaga kesehatan dan 72 formasi tenaga teknis. Mereka mendapat SK setelah melengkapi berkas persyaratan dan mendapat Nomor Induk Kepegawaian (NIK) dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Regional I Yogyakarta.
Bupati Asip menceritakan, pada 1950 pernah terjadi peristiwa yang hampir memecah belah persatuan masyarakat Kabupaten Pekalongan. "Pada saat itu etnis Tionghoa dipersenjatai oleh Belanda, mereka hampir bentrok dengan pemuda di Kedungwuni. Dan hampir terjadi pertumpahan darah," jelasnya.
Namun permasalahan tersebut, dipaparkan Bupati, bisa diselesaikan dengan perundingan seluruh elemen masyarakat. "Kami berharap model penyelesaian seperti yang sudah diwariskan oleh para leluhur, bisa diterapkan FPBI Kabupaten Pekalongan ketika mendapati permasalahan di masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Haryanto Nugroho, S.STP dalam laporannya menyampaikan FPBI mempunyai tugas yaitu menyelenggarakan forum dialog dengan pimpinan ormas, pemuka masyarakat, etnis, suku dalam rangka mengidentifikasi dan mencegah potensi konflik yang mungkin timbul serta upaya penyelesaiannya.
“Disamping itu, tugas FPBI adalah memberikan rekomendasi kepada Bupati, sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan yang berkaitan dengan persaudaraan bangsa Indonesia,” terang Haryanto.
Selaras dengan tugas FPBI tersebut, kata Haryanto, usai pengukuhan pengurus digelar kegiatan harmonisasi kerukunan antar umat beragama dan kepercayaan, dengan harapan output yang ingin dicapai yaitu menghasilkan poin-poin rekomendasi FPBI Kabupaten Pekalongan yang dapat disampaikan kepada Bupati untuk dijadikan bahan pertimbangan membuat kebijakan.
Pengukuhan dewan pengurus FPBI dihadiri oleh Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si., Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS, Ketua Pengadilan Agama Kajen, perwakilan Kejari Kajen, para Asisten Sekda, para Staf Ahli Bupati, para Kepala OPD terkait dan pengurus FKUB Provinsi Jawa Tengah dan FKUB Kabupaten Pekalongan, serta pengurus FPBI Jawa Tengah dan FPBI Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Kamis, 21 Maret 2019
"Warga Kabupaten Pekalongan, sudah lapor SPT Tahunan belum? Saya sudah. Saya menggunakan layanan e-filling. Ini lho saya hanya menggunakan gadget saya, cepat dan tidak ribet, bisa dimana saja dan kapan saja. Sekarang semua serba online, lapor pajaknya online juga. Mari warga Kabupaten Pekalongan, laporkan SPT Tahunan anda sebelum batas waktu 31 Maret 2019. Lapor pajak kereeeenn, lebih nyaman gunakan e-filling," kata Bupati.
Disebutkan, keberadaan sistem aplikasi baru yang diterapkan oleh kantor pajak dinilai sangat memudahkan, karena semua orang bisa melakukan di mana saja, bahkan ketika sedang bersantai di kafe maupun tempat lainnya. "Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh wajib pajak Kabupaten Pekalongan khususnya, ayo rame-rame mengisi SPT tahunan 2019 ini, jangan sampai melebihi tanggal 31 Maret 2019. Karena sekarang medianya cukup banyak, bervariasi melalui e-filling, kalau tidak, bisa langsung melalui kantor pajak," tandas Bupati.
Di Kabupaten Pekalongan, kata Bupati, partisipasi masyarakat masih kurang. Sampai Kamis ini (21/3/2019) masih 50 persen. Untuk itu Bupati mengajak seluruh warga masyarakat Kota Santri untuk mengisi SPT Tahunan.
Dengan aplikasi online e-filing, selain bisa memberikan laporan secara langsung, juga mendapatkan bukti penerimaan secara elektronik. Sehingga, memberikan kemudahan bagi semua masyarakat, dan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, dalam melaporkan pajak mereka.
Kepala Kantor Pajak Pratama Pekalongan, Taufik Wijayanto menambahkan, melalui laporan pajak e-filing mampu mempermudahkan wajib pajak dalam laporan tahunan. Tidak perlu mengantri, karena selama ini yang dikeluhkan masyarakat adalah lamanya mengantri. "Terbukti sejak diberlakukannya laporan pajak menggunakan sistem e-filling, jumlah partisipasi masyarakat melaporkan pajak, di kantor wilayah kami mengalami peningkatan, bahkan sudah lebih dari target," ungkap Taufik. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : arif
Kamis, 21 Maret 2019
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dalam acara Peringatan Haul Mbah Nurul Anam dan Sesepuh Kranji, di Dukuh Kranji Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni, Rabu (20/3/2019).
Bupati menjelaskan, pemimpin di Kota Santri sejak zaman dahulu memegang teguh dan melestarikan budaya. "Bupati Pekalongan dari zaman Belanda merupakan orang yang pintar dalam menejemen pemerintahan, selain itu menjunjung tinggi tradisi keagamaan dan budayanya," katanya.
Bupati menuturkan, kini tugasnya untuk meneruskan perjuangannya Bupati yang lebih dahulu memimpin Kabupaten Pekalongon. "Saya diberi tugas untuk memimpin dan mensejahterakan masyarakat Kota Santri, dan akan saya lakukan sebaik baiknya. Budaya dan tradisi para leluhur akan terus kami lestarikan termasuk Haul dan Tahlil," paparnya.
Pemerintah Kabupaten Pekalongon dikatakan Bupati Asip Kholbihi, akan membangun kembali makam para wali dan sesepuh. "Jika sudah menjadi situs cagar budaya makam para wali dan sesepuh akan terlindungi, karena sudah masuk dalam undang-undang. Perlu diketahui Kabupaten Pekalongan merupakan daerah subur, Kecamatan Kesesi, Bojong dan Sragi dulu menjadi lumbung padi untuk pasukan Mataram. Hal tersebut juga berkat perjuangan para sesepuh, dan perjuangan mereka akan kami teruskan," imbuhnya.
Dalam acara Haul tersebut, Bupati Asip Kholbihi berpesan agar masyarakat menjunjung tinggi kerukunan jelang pelaksanaan Pemilu dan tidak mudah terpecah-belah. "Karena kerukunan merupakan syarat untuk melaksanakan kegiatan keagamaan dan pelaksanaan pelayanan pemerintah ke masyarakat," tambahnya.
Acara Haul Mbah Nurul Anam dan Sesepuh Kranji selalu diselenggarakan tiap tahunnya. Untuk kali ini menghadirkan KH. Fatkhurrohman dari Banyumas sebagai penceramah dan dihadiri oleh Maulana Habib Baqir Ahmad Al Athos, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Muhammadun Jundi beserta para kyai lainnya dan ribuan jamaah dari dan luar wilayah Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Rabu, 20 Maret 2019
Rabu, 20 Maret 2019
Selasa, 19 Maret 2019
Selasa, 19 Maret 2019
Bupati dalam sambutannya mengharapkan Kades yang baru saja dilantik untuk segera melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggungjawab yang dibebankan.
“Saya berharap pak Kades bersama ibu beserta seluruh jajaran yang ada di Pemerintah Desa Kalimojosari Kecamatan Doro sudah mulai bergerak karena saat ini sudah pelaksanaan APBDes 2019,” ujar Bupati.
Menurut Bupati, ada beberapa program yang perlu menjadi perhatian yaitu penurunan angka kematian ibu melahirkan dan anak stunting. Karena kedua program ini sudah menjadi komitmen Pemkab Pekalongan dan sudah menjadi isu nasional.
“Angka stunting di Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi. Hal ini karena kesadaran warga dalam memberikan asupan gizi kepada anaknya masih kurang. Disamping itu karena faktor lingkungan sekitarnya kurang bersih. Makanya kedua hal itu menjadi penyebab stunting,” papar Bupati.
Oleh karena itu, Bupati meminta Kades Kalimojosari - Mohammad Syahirul Alim, S.Ag, untuk bergerak cepat sebelum akhir masa jabatan yang hanya 10 bulan ke depan.
“Lakukan dengan baik dan diniati ikhlas dalam bekerja, insya Allah hasilnya akan bagus karena mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Kepada unsur BPD dan jajaran aparatur desa Kalimojosari yang telah mengemban tugas yakni memfasilitasi pemilihan Kepala Desa Antar Waktu ini kami mengucapkan terima kasih,” tutur Bupati.
Orang nomor satu di Kota Santri itu juga sangat mengharapkan Kepala Desa yang baru saja dilantik untuk segera bergerak dan kuasai regulasi desa dengan berbagai fasilitasi di desa seperti Siskeudes dan lain sebagainya yang bisa dikembangkan.
Terkait pesta demokrasi pada 17 April mendatang, Bupati berharap Kepala Desa bisa menjadi panutan seluruh warga masyarakat untul lancarnya pelaksanaan Pileg dan Pilres.
Pelantikan Kepala Desa Antar Waktu Desa Kalimojosari Kecamatan Doro disaksikan oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan Staf Ahli Bupati serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Selasa, 19 Maret 2019
Dalam sambutannya, Bupati mengucapkan selamat kepada para CPNS Formasi 2018 di lingkungan Pemkab Pekalongan. Mereka adalah orang terpilih dari ribuan bahkan jutaan pelamar, untuk itu mereka dituntut untuk dapat mengabdi dengan baik.
“Kami berharap saudara semua dapat bekerja dengan sebaik-baiknya sesuai dengan amanah yang telah dibebankan ke pundak saudara selaku CPNS. Tunaikanlah amanah tersebut sebagai bagian dari rasa syukur atas diterimanya Keputusan CPNS. Hal ini dikarenakan tidak semua orang dapat diterima sebagai CPNS. Oleh karena itu, amanah dan kepercayaan ini patut diwujudkan dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Bupati.
Bupati berpesan ada beberapa hal yang harus dilaksanakan CPNS dalam mengemban amanahnya sebagai Aparatur Negara, Abdi Negara, dan Abdi Masyarakat yang berkualitas.
“Suatu amanah yang luar biasa ini tidak semua orang mendapatkan kesempatan. Oleh karena itu manfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan penuh tanggungjawab, dengan kejujuran, profesional, mempunyai integritas dan loyalitas. Kami berharap agar para CPNS dapat mengabdi kepada negara dan masyarakat, mendedikasikan ilmunya demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” imbuh Bupati.
Penyerahan SK CPNS Formasi tahun 2018 disaksikan oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan Staf Ahli Bupati serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Selasa, 19 Maret 2019