KAJEN - Peraturan perundang-undangan mengenai jasa konstruksi dan peraturan lainnya yang terkait, Rabu (24/4/2019) didiseminasikan. Acara itu diadakan di aula lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.
Kepala Bagian Pembangunan Setda Kabupaten Pekalongan, Abdul Cholik, menyampaikan tujuan dilaksanakan acara sosialisasi dan diseminasi peraturan perundang-undangan jasa konstruksi dan peraturan lainnya yang terkait adalah agar pengelolaan kegiatan baik pejabat pengadaan, tim teknis dan pengawas serta penyedia jasa konstruksi memahami dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Menyamakan persepsi antara pengelola kegiatan dan penyedia barang atau jasa terhadap peraturan yang ada. Kemudian temuan pemeriksaan dalam pelaksanaan pekerjaan pada konstruksi 2019 dapat diminimalisir," kata dia.
Adapun peserta dari kegiatan ini dari penyedia barang dan jasa, unsur organisasi perangkat daerah (OPD) dan kepala Badan usaha milik daerah (BUMD). "Narasumber dari lembaga kebijakan pengadaan barang dan jasa pemerintah dan lembaga pengembangan jasa konstruksi," kata dia.
Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM yang membacakan sambutan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyampaikan, sosialisasi dan diseminasi peraturan perundang-undangan jasa konstruksi dan peraturan lainnya yang terkait merupakan agenda penting sebagai sarana evaluasi kinerja yang telah berjalan selama ini.
"Saya berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan pengetahuan serta mendorong kinerja para penyelenggara jasa konstruksi dalam mengembangkan kemitraan yang solid dan produktif dengan pemerintah daerah dalam pembangunan khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan fisik dan infastruktur," jelasnya.
Menurut Bupati dalam sambutannya yang dibacakan Sekda, pekerjaan konstruksi merupakan salah satu penopang penting dalam segi kehidupan karena secara tidak langsung dapat meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, usaha mikro serta usaha kecil sebagaimana diatur dalam PP Nomor 16 tahun 2018 dengan prinsip 'value for money' yang diartikan setiap uang yang dibelanjakan pemerintah diukur dari aspek kualitas, jumlah waktu, biaya dan lokasi serta penyedia.
Hal tersebut telah diikuti dengan perkembangan teknologi seperti aplikasi Sirup, Sikap dan aplikasi lainnya. Artinya, kata bupati, bagi para pelaku usaha konstruksi lokal, penyelenggara seperti PPK, PPTK dan lainnya harus mampu mengadopsi perkembangan ilmu pengetahuan melalui pelatihan, sertifikasi dan lainnya termasuk sosialisasi jasa konstruksi ini.
Pada kesempatan itu, Sekda Mukaromah Syakoer menekankan untuk para peserta agar bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik serta tanyakan persoalan dan permasalahan sedetil mungkin kepada narasumber. "Jangan sampai kegiatan yang ada di Kabupaten Pekalongan ada hal yang tidak diinginkan," tandas dia.
Apabila lagi, lanjut Sekda, Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan asosiasi badan usaha telah menandatangani pernyataan komitmen bersama. Menurut dia, penandatanganan komitmen bersama ini bukan sekedar tanda tangan, namun harus dilaksanakan secara komprehensif atau menyeluruh. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN – Peringatan Hari Kartini Kabupaten Pekalongan diramaikan sholawat yang dilantunkan oleh 23.000 warga perempuan dan laki-laki Kota Santri dengan iringan rebana dan alat musik lainnya. Peringatan Hari Kartini ke-140 di Kabupaten Pekalongan kali ini dipusatkan di Alun-alun Kajen dalam bentuk Apel Besar yang dipimpin oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH, M.Si.
KAJEN - Di Kabupaten Pekalongan saat ini ada 2 methodologi pengajaran Al-Quran. Yang pertama adalah methodologi tradisional atau methodologi Al-Baghdadi dan yang kedua adalah methodologi modern atau methodologi transformasi.
“Pada sistem pengajaran Al-Quran ini hingga sekarang terus-menerus dipikirkan oleh ulama untuk mencari metodologi yang baru yang muaranya agar umat Islam bisa membaca Al-Quran dengan lebih baik dan cepat” terang Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH M.Si saat membuka acara Bimbingan Muqri’ Yanbu’a di MWC NU di Kajen baru baru ini (20/4/2019).
– Kabupaten Pekalongan menempati peringkat ketiga jumlah pernikahan anak usia dini terbanyak di Jawa Tengah, dengan 2.024 kasus pada 2017. Untuk ini kami berharap Fatayat NU bisa bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten dalam konteks pemberdayaan pasangan pernikahan usia dini.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan monitoring dan pemantauan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara Pemilu Pilpres dan Pileg tahun 2019 ke sejumlah TPS di Kabupaten Pekalongan, Rabu (17/4/2019) siang hingga sore hari.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyoroti peristiwa tertukarnya surat suara di wilayah yang dipimpinnya pada pelaksanaan Pemilu 2019.
"Saya baru mendapatkan laporan ada peristiwa surat suara tertukar di dapil 3 dan dapil 4. Kejadian ini saya minta segera diselesaikan. Saya yakin persoalan ini hanya human eror, dan sebaiknya segera diselesaikan supaya cepat diselesaikan dan masyarakat b
KAJEN – Menjelang Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif pada 17 April 2019, Pemkab Pekalongan, Pemkot Pekalongan bersama TNI-Polri dan masyarakat menggelar doa bersama sekaligus memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di halaman Makodim 0710 Pekalongan, Minggu (14/04/2019) malam.
Bupati Pekalongan Pastikan UNBK di Kabupaten Pekalongan Berjalan dengan Baik
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si meninjau langsung hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019 di Kabupaten Pekalongan, Senin (22/02/2019).
Kunjungan di dua sekolah, SMPN 1 Kedungwuni dan SMPN Wonopringgo 1, Bupati memastikan kelancaran ujian di hari pertama untuk pelajar tingkat SMP/MTs.
Kedatangan Bupati ke sekolah untuk mengetahui kesiapan dan fasilitas yang secara teknis sudah dilengkapi oleh pihak sekolah. Jumlah komputer yang disediakan pihak sekolah juga tidak luput dari pemantauan tersebut.
"Secara teknis, saya melihat tidak ada masalah. Komputer sudah tersedia, jaringan, server dan sarana lain juga sudah ada dan saya pastikan pelaksanaan UNBK di Kabupaten Pekalongan berjalan dengan baik," kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi usai melakukan tinjauan pelaksanaan UNBK di SMPN 1 Kedungwuni.
Tidak hanya itu, kedatangannya juga untuk memberikan motivasi kepada seluruh peserta untuk mengerjakan soal dengan percaya diri dan jangan lupa berdoa.
Menurut Bupati Asip, di SMPN 1 Kedungwuni pesertanya cukup banyak ada 246 peserta dan di bagi tiga sesi.
Pihaknya juga melihat anak-anak sekarang sudah semakin terbiasa dengan UNBK dan ini menunjukkan adanya peningkatan secara kuantitas dan kualitas kepesertaan UNBK di Kabupaten Pekalongan.
"Dulu kita masih sekitar 60 persen dan sekarang sudah 91 persen, yang 9 persen akan diselesaikan pada tahun 2020," jelas Bupati Pekalongan.
Terpisah Anggun Ayunaia (15) salah satu peserta UNBK dari SMPN 1 Kedungwuni mengatakan persiapan sebelum ujian, selain belajar, berusaha, dan berdoa. Ia meminta doa restu kepada orang tua dan guru.
"Saya ikut sesi yang kedua dan mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia. Saya berharap dapat nilai yang bagus agar bisa masuk ke SMAN 1 Kota Pekalongan," katanya.
Sementara itu, terkait persiapan siswa dalam UNBK, Waka Kurikulum SMPN 1 Kedungwuni Djatmiko menjelaskan pihak sekolah mengadakan try out sebanyak enam kali dan ujian ini diikuti peserta sebanyak 246 peserta.
"Sesi ujian di bagi menjadi tiga. Sesi pertama dari pukul 07.30 WIB sampai pukul 09.30 WIB, sesi kedua di mulai pukul 10.30 WIB hingga 12.30 WIB, dan sesi ketiga dari pukul 14.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB.
Menurut Djatmiko mata pelajaran yang diujikan selama empat hari yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, bahas Inggris, dan IPA.
"SMPN 1 Kedungwuni sudah melaksanakan UNBK dua tahun ini. Antisipasi apabila ada gangguan listrik, sekolah sudah menyiapkan genset dan secara keseluruhan persiapan UNBK di SMPN 1 Kedungwuni sudah siap semua," imbuhnya. (red)
KAJEN - Proyek renovasi Pasar Ngebrak yang berlokasi di Kelurahan Bligo, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah rampung. Kondisi pasar yang dulu kumuh dan hampir roboh, kini dipoles menjadi lebih modern, bersih dan lebih tertata.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kolbihi, SH.,M.Si saat meresmikan Pasar Ngebrak pada Senin (22/04/2019) berharap proyek revitalisasi pasar ini diharapkan menjadi awal kebangkitan perbaikan bangunan pasar lain di Kabupaten Pekalongan.
"Pasar Ngebrak di Kelurahan Bligo tersebut dibangun dengan bantuan pemerintah pusat lewat dana alokasi khusus atau DAK sebesar Rp 1,2 milyar," kata Bupati usai meresmikan Pasar Ngebrak.
Dalam tinjauannya Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan pasca di revitalisasi pihaknya melihat wajah-wajah para pedagang lebih senang dan ceria.
"Pasar Ngebrak ini ditempati sebanyak 134 pedagang baik los dan kios," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga menggandeng OJK tegal dan pihak perbankan untuk membantu dan memudahkan permodalan dengan skema kredit sesuai KUR dengan bunga 0,58.
"Kita namai program ini dengan program Nongol karena untuk menolak bank tongol yang biasanya memberikan bunga yang besar kepada pedagang sehingga memberatkan pelaku UMKM,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Pekalongan Hurip Budi Riyantini menjelaskan, ada 134 pedagang yang ada di Pasar Ngebrak, terdiri dari pedagang kios 22 dan sisanya yakni 112 adalah pedang los.
"Pasar ini dikerjakan selama kurang lebih 6 bulan dan harapannya dengan direvitalisasi pasar ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” terang Riyantini.
Nur aminah (47) penjual sembako di Pasar Ngebrak mengatakan ia sudah berjualan di pasar ini hampir 15 tahun dan ia optimis desain bangunan yang modern dan bersih bisa mendongkrak penjualannya.
"Senang sih mas tempatnya sekarang bagus, enak, dan bersih. Enggak seperti pasar dulu, kumuh dan hampir ambruk. Saya optimis pembeli bisa banyak,”ujarnya. (red)
Kegiatan dihadiri oleh Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, perwakilan unsur Forkopimda lainnya. Hadir pula Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta seluruh Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan.
Bupati Pekalongan menyampaikan peringatan Hari Kartini ke-140 tahun 2019 di Kabupaten Pekalongan, selain diselenggarakan apel, juga diisi dengan penampilan budaya lokal yaitu budaya “terbangan (samprohan)” yang merupakan budaya warisan para ibu-ibu Muslimat terdahulu.
“Budaya terbangan/samprohan ini sudah menjadi ciri khas kegiatan para ibu dan remaja putri di Kabupaten Pekalongan sejak jaman dahulu. Oleh karena itu dalam momentum Hari Kartini ini kita angkat kembali agar anak-anak muda/para milenial juga tahu bahwa ada budaya kita yakni budaya bersholawat sekaligus menggunakan instrument/alat musik tradisional ini,” terangnya.
Dijelaskan Bupati, disamping bersholawat di acara Apel Hari Kartini juga dilaksanakan bernyanyi Lagu Ibu Kita Kartini secara bersama-sama oleh seluruh peserta yang jumlahnya 23.000 orang. Sehingga masuk Museum Rekor Muri Dunia-Indonesia. “Saya kira ini hal yang baik dan akan kita dukung terus-menerus. Apalagi ini momentum setelah pelaksanaan Pemilu Presiden dan Pileg,” ujar Bupati.
Bupati mengungkapkan bahwa pelaksanaan Pemilu Pilpres dan Pileg di Kabupaten Pekalongan berjalan lancar. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, utamanya dari Polres yang sudah terus-menerus membantu mewujudkan stabilitas daerah yang mantap, sehingga Kabupaten Pekalongan selama proses Pemilu tidak ada gejolak, tidak ada kejadian yang berarti, semuanya berjalan lancar.
“Mari kita tunggu hasilnya melalui keputusan KPU. Saya harap masyarakat berdoa dan tetap bersabar agar diberikan pemimpin-pemimpin terbaik untuk bangsa dan Negara kita,” tandas Bupati.
Dalam gelaran ini, peserta apel perempuan mengenakan kebaya nasional dan peserta laki-laki mengenakan baju koko putih, bersarung dan ikat kepala batik. Peserta apel juga membawa alat musik rebana atau alat musik tradisional lainnya yang bisa digunakan untuk bermain musik.
Kegiatan dengan tajuk “23.000 Ribu Kartini Bersholawat untuk Persatuan NKRI” ini dicatatkan di Museum Rekor Dunia - Indonesia (MURI). Panitia melibatkan peserta dari berbagai unsur, antara lain yakni dari PKK, Kepala Desa dan Perangkatnya, GOW, ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Instansi Vertikal, Kantor Kemenag, PGRI, Himpaudi, IGRA, Polwan, Siswa-siswi SMP/ MTs/ SMA/ SMK/ MA dan mahasiswa Perguruan Tinggi, serta masyarakat umum.
Usai apel, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi memimpin para peserta untuk menabuh rebana maupun alat musik lainnya untuk mengiringi sholawat yang dilantunkan. Sebelumnya, grup rebana Polwan Polres Pekalongan tampil bersholawat dalam pra acara serta mengiringi para tamu undangan dan peserta yang hendak meninggalkan lokasi apel.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Karena orang sekarang ini menginginkan sesuatu yang serba cepat karena terpengaruh budaya globalisasi, sehingga secara tidak langsung mempengaruhi pemikiran kita supaya melakukan hal-hal serba cepat termasuk diantaranya belajar agar bisa cepat membaca Al Quran .
”Menurut beliau, Methode-methode harus segera diciptakan karena seiring dengan perkembangan jaman” terang Bupati.
Methode pengajaran Al-quran ini memang sangat dibutuhkan mengingat, keberadaan TPQ di Kabupaten Pekalongan yang mengalami perkembangan yang signifikan.
“Saat ini di Kabupaten Pekalongan ada sekitra 1.115 lokal TPQ dan 500 lebih madrasah Iniyah dan awaliyah “ terangnya.
Selanjutnya Pemkab Pekalongan menyampaikan terimakasih karena para ustad dan ustadzah telah mendidik generasi kita, supaya menjadi anak-anak yang berakhlakul karimah, menjadi generasi yang Qurani mampu membaca quran dengan benar.
“Insya Allah dengan bekal itu kelak nanti akan menjadi generasi-generasi yang bermanfaat bagi masyarakat terutama bermanfaat bagi Agama, Nusa,Bangsa dan Negara ini.
Kita mengenal metode qiroati , methode Iqra , methode Anawiyah , adalagi methode yang disebut dengan methode Amuyasyar ini yang berasal dari Riau, ada puluhan methode baru, semua bertujuan untuk memudahkan anak-anak didik kita supaya lebih mudah dalam memahami Al-quran.
Dalam kesempatanya kali ini Bupati mengajak para ustad dan ustadzah untuk menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya, untuk mendapat transfer ilmu sesuai methodologi penelitian. Sehingga dengan adanya kegiatan ini semoga dapat bermanfaat dan semoga dapat memperbaiki pembangunan manusia di Kabupaten Pekalongan.
Beliau juga berpesan kepada para ustad dan ustadzah untuk dapat menguasai methode Muqri’ Yanbu’a itu dan diharapkan dapat menyebarkannya kepada anak-anak muda yang masih sangat fresh dan mudah sekali untuk diberikan ajaran-ajaran yang baik.
“Oleh karena itu, sampaikan methode-methode ini dengan ikhlas,sabar dan dengan standar yang baik” tandasnya. (red)
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat menghadiri Resepsi Hari Lahir (Harlah) ke-69 Fatayat NU Kabupaten Pekalongan dan Peringatan Hari Kartini, Jumat (19/04/2019) sore. Acara diselenggarakan di Aula Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kajen di Jalan Raya Rowolaku Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Hadir dalam kesempatan itu antara lain Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH selaku penasehat Fatayat NU, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan sekaligus istri Bupati yakni Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi, Pengurus Cabang NU Kabupaten Pekalongan. Hadir pula para perwakilan gabungan organisasi wanita (GOW) di Kabupaten Pekalongan seperti Dharma Wanita, Persit, Bhayangkari, Aisyiyah, Nasiyatul Aisyiyah, Umri Rifaiyah, dan lain sebagainya.
Menurut Bupati Asip di Kabupaten Pekalongan angka pernikahan dini sangat tinggi. Oleh karena itu, melalui kerjasama dengan Fatayat NU, nantinya akan diberikan pencerahan dan motivasi agar anak-anak Kabupaten Pekalongan tidak cepat-cepat menikah tapi betul-betul menyiapkan lahir batinnya.
"Sehingga pada saat melahirkan bisa melahirkan generasi yang sehat dan bisa menekan angka kematian ibu pada saat melahirkan," ujar Bupati.
Lebih lanjut Bupati berharap, Harlah ke-69 Fatayat NU agar dapat dijadikan refleksi dan muhasabah atas kinerja yang telah dilakukan Fatayat NU.
“Melalui harlah ke-69 Fatayat NU ini saya juga meminta kepada Fatayat NU untuk melakukan penguatan kelembagaan organisasi,. Selain itu juga meningkatkan kapasitas anggota. Dan yang tidak kalah pentingya adalah agar Fatayat NU menyuarakan kebaikan dan kesantunan di masyarakat," tandas Bupati Asip Kholbihi.
Sementara itu, Dra. Hj. Mufasiroh, M.S.I – Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Pekalongan mengatakan tema yang diambil dalam Harlah ini yaitu mengkokohkan NKRI dengan melestarikan tradisi Islam nusantara.
"Keluarga besar Fatayat NU memiliki kewajiban untuk berperan aktif menjaga kondusifitas, kerukunan antar umat beragama karena kita hidup di Indonesia yang mempunyai banyak perbedaan ras, suku, agama, golongan maupun budaya namun tetap dalam satu bingkai NKRI dengan Bhineka Tunggal Ika,” katanya.
Menurut Mufasiroh peserta yang mengikuti Harlah Fatayat NU ke 69 kali ini ada 1.500 orang. Kemudian, Harlah tahun ini berbeda dengan Harlah tahun kemarin. Karena, di tahun ini Harlah di laksanakan setelah pesta demokrasi 17 April 2019 kemarin.
"Di harlah ini saya berpesan kepada seluruh anggota maupun kader Fatayat NU untuk lebih merapatkan barisan. Kemudian mengenai pesta demokrasi bagi Fatayat itu sangat berarti dan 90 persen Fatayat di Kabupaten Pekalongan kut menggunakan hak suaranya," jelasnya.
Resepsi Harlah Fatayat NU ke-69 ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Pekalongan Hj. Mufasiroh dan diserahkan kepada Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si didampingi istri dan Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH.
Dan Hari Lahir ke-69 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) tersebut dimeriahkan oleh penampilan 50 grup rebana se Kabupaten Pekalongan Selain itu tarian Saman yang dibawakan oleh siswa-siswi MTs Salafiyah Paninggaran. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Tampak bersama Bupati antara lain Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si., Perwira Penghubung mewakili Dandim 0710 Pekalongan, perwakilan Pengadilan Negeri Pekalongan, perwakilan Kejaksaan Negeri Kajen, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Adapun TPS pertama yang dituju adalah TPS 12 Dukuh Bubak Desa Kebonagung Kecamatan Kajen. TPS 12 ini daftar pemilih tetap (DPT) 252 orang. Kemudian, TPS 4 Desa Langensari Kecamatan Kesesi dengan DPT 278 orang. Dilanjutkan ke TPS 9 Kelurahan Sragi Kecamatan Sragi dengan DPT 260, TPS 1 Desa Siwalan Kecamatan Siwalan, dengan DPT 264, TPS 7 dan TPS 8 Kelurahan Kepatihan Kecamatan Wiradesa dengan DPT masing-masing 226 untuk TPS 7 dan 174 untuk TPS 8, serta berakhir di TPS 4 Desa Tanjung Kecamatan Tirto dengan DPT 221 orang.
Bupati mengungkapkan secara umum Pemilu serentak berjalan dengan baik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena masyarakat sudah terbiasa menggunakan hak politiknya dengan baik.
“Mudah-mudahan partisipasi pemilih bisa capai 80 persen. Kami optimis target bisa terpenuhi," ujar Bupati di sela-sela monitoring dan pantauannya bersama Forkopimda.
Hanya saja, kata bupati, untuk para pemilih yang berusia lanjut dalam proses membuka dan melipat surat suara usai mencoblos perlu membutuhkan waktu. Sebab ukuran surat suara cukup lebar sehingga ketika melipat kembali untuk dimasukkan ke tempat suara perlu waktu lebih. Meski begitu, hal demikian berdasarkan pantaunnya sudah dipersiapkan oleh penyelenggara bagaimana penanganannya.
Menurutnya, pelaksanaan secara serentak eksekutif dan legislatif ini merupakan kali pertama. Dalam pelaksanaan tidak ada perbedaan dengan pemilu lainya. Pada aspek hak demokrasi bisa berjalan dengan luber dan jurdil.
Bupati juga mengharapkan siapapun yang terpilih memegang prinsip falsafah jawa yaitu menang ora umuk, kalah ora ngamuk. Kepada caleg DPRD Kabupaten Pekalongan yang nanti terpilih pihaknya mengajak untuk bekerja sama dengan spirit membangun Kabupaten Pekalongan sehingga cita cita mulia mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
isa menggunakan hak suaranya," katanya, di sela-sela menggunakan hak suaranya di TPS 27 di MIS Walisongo 2 Kranji, Kelurahan Kedungwuni Timur, Rabu (17/4/2019).
"Secara umum Pemilu serentak berjalan dengan baik tidak ada perlu dikhawatirkan masyarakat sudah terbiasa menggunakan hak politiknya dengan baik. Mudah-mudahan partisipasi pemilih bisa capai 80 persen. Kami optimis target bisa terpenuhi," sambungnya.
Hanya saja, kata bupati, untuk para pemilih yang berusia lanjut dalam proses membuka dan melipat surat suara usai mencoblos perlu membutuhkan waktu. Sebab ukuran surat suara cukup lebar sehingga ketika melipat kembali untuk dimasukkan ke tempat suara perlu waktu lebih. Meski begitu, hal demikian berdasarkan pantaunnya sudah dipersiapkan oleh penyelenggara bagaimana penanganannya.
Bupati Pekalongan memberikan hak suara didampingi sang istri dan putranya. "Kita sudah melaksanakan hak konstitusional mencoblos lima kartu. Alhamdulillah masyarakat di TPS 27 Kedungwuni Timur. Jumlah DPTnya cukup banyak sebab di daerah perkotaan. Masyarakat pun menjalaninya dengan suka cita dan secara umum semua memahami pelaksanaan pemungutan surara di TPS," katanya.
Menurutnya, pelaksanaan secara serentak eksekutif dan legislatif ini merupakan kali pertama. Dalam pelaksanaan tidak ada perbedaan dengan pemilu lainnya. Pada aspek hak demokrasi bisa berjalan dengan luber dan jurdil.
Ia juga mengharapkan siapapun yang terpilih memegang prinsip falsafah jawa yaitu menang ora umuk, kalah ora ngamuk. Kepada caleg DPRD Kabupaten Pekalongan yang nanti terpilih pihaknya mengajak untuk bekerja sama dengan spirit membangun Kabupaten Pekalongan sehingga cita cita mulia mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu, Ketua KPPS TPS 27 Kelurahan Kedungwuni Timur, M Agus Faizin menyebutkan, jumlah DPT yang ada di TPS 27 sebanyak 262 orang. "Animo masyarakat untuk menggunakan hak suaranya antusias. Dari pagi mereka sudah antri," katanya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Doa bersama dalam rangka mewujudkan pemilu 2019 yang aman, damai, dan kondusif ini dihadiri oleh Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Wakil Walikota Pekalongan yang baru H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si dan tuan rumah Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS serta perwakilan Forkopimda lainnya.
Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS dalam sambutannya mengatakan, memasuki hari tenang dalam pemilu hendaknya seluruh masyarakat untuk menjaga kondusifitas Pemilu agar berjalan aman dan damai.
"Harapannya dengan kegiatan doa bersama ini, pesta demokrasi yang sudah memasuki masa tenang dan sebentar lagi pencoblosan bisa tercipta suasana di Pekalongan menjadi aman,sejuk dan kondusif," jelasnya.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dalam sambutannya menyampaikan acara doa bersama digelar sebagai upaya mendekatkan diri dengan Tuhan. Salah satunya yaitu gelaran doa bersama menyambut pesta demokrasi 17 April pekan ini.
"Jaga kondusifitas Pemilu agar berjalan dengan aman dan damai. Saya juga berpesan agar setiap warga untuk datang ke TPS memilih sesuai hati dan pikirannya," katanya.
Bupati berharap semoga Pemilu ini berlangsung damai, sukses dan lancar. Maka ada istilah manusia merencanakan Allah yang menentukan. "Maka kegiatan kali ini kita serahkan kepada Allah. Mudah-mudahan damai dan terpilihnya Presiden dan wakil rakyat yang berintegritas, peduli kepada kesejahteraan masyarakat, dan kemajuan pembangunan," imbuhnya.
Sementara itu, Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menyambut pesta demokrasi Pemilu 2019 dengan suka cita, bertoleransi, dan senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan.
"Pesta demokrasi dilaksanakan lima tahun sekali. Kita harapkan sejuk tanpa adanya gesekan atau hal tidak diinginkan yang dapat memecah kesatuan dan persatuan bangsa," ujar Habib Luthfi.
Lebih lanjut, Maulana Habib Luthfi menjelaskan karena Pemilu ini adalah sejarah di Indonesia, jangan sampai rakyat mau dipecah-belah dengan berbeda pendapat. "Mari kita jaga persatuan dan kesatuan karena kita adalah saudara. Walaupun kita ada perbedaan tapi jangan mau dipecah belah," tandas Habib Luthfi.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)