KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si beserta Forkopimda melaksanakan Buka Puasa Bersama istri Presiden RI keempat KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Dra. Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, M.Hum, di aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (13/5/2019).
Kegiatan dihadiri oleh Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si., Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto,S.IP.,MMS, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Pekalongan Drs. H. Suwoto, SH, MH., perwakilan Kejaksaan Negeri Kajen, Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., beserta para Kepala OPD se Kabupaten Pekalongan, beberapa anggota DPRD perempuan Kabupaten Pekalongan, Ketua TP PKK Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi, dan tamu undangan lainnya.
Bupati Asip Kholbihi dalam sambutannya menyampaikan jika kehadiran istri Gus Dur (alm) di Kajen membawa barokah untuk kita semua karena Dra. Hj. Shinta Nuriyah telah mengajarkan kita semua bagaimana menghargai sesama.
“Hari ini kita mendapat kehormatan menerima kunjungan Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid (Gusdur) dalam acara Berbuka Puasa Bersama Kaum Dhuafa, anak yatim-piatu, para petani, nelayan, tokoh lintas agama untuk mendengarkan tausiyah beliau yang pada intinya agar kita semakin kokoh dalam mencintai bangsa dan negera karena kita adalah satu yaitu satu bangsa, satu nusa dan satu bahasa yaitu Indonesia,” ujar Bupati.
Kata Bupati, dengan kehadiran Dra. Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid ini kita akan melakukan penyusunan kembali program-program dan insya Allah kehidupan itu tambah makmur barokah.
“Semoga beliau akan membimbing kita semua sebagai anak bangsa menuju bangsa yang menghargai sesama bangsa. Insya Allah akhirnya adalah menjadi bangsa yang baldatun toyyibatun warofuun ghofur,” ujar Bupati.
Sementara itu Ibu Shinta Nuryah Abdurrahman Wahid dalam tausiyahnya mengatakan, di Indonesia ini terdapat banyak suku, bahasa, budaya, pulau, dan agama. "Bhineka Tunggal Ika yang sebagai kebhinekaan Indonesia itu harus dijaga bersama. Jangan sampai gontok-gontokan, saling hujat, apalagi saling menyebarkan berita hoaks," katanya.
Lebih lanjut, Shinta Nuriyah mengatakan bahwa pada hakikatnya semua adalah satu, yaitu satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. “Oleh karena itu dengan acara ini, saya mengajak semua orang yang hadir di sini untuk menjaga kerukunan, kedamaian, dan mengeratkan kembali tali persaudaraan," katanya.
Istri Presiden RI ke-4 ini juga menceritakan, selama ini dirinya memang kerap melaksanakan sahur bersama dengan kaum dhuafa dan masyarakat yang terpinggirkan. Bahkan, dia juga pernah menyebut pernah melaksanakan sahur bersama kaum dhuafa di kolong jembatan.
"Seringkali kali juga saya sahur bersama dengan warga binaan di Lapas Nusakambangan, sama tukang becak, kemudian pedagang pasar," ungkapnya.
Sebelum melaksanakan buka puasa bersama, Shinta Nuriyah Wahid menyerahkan bantuan kepada kaum dhuafa. Kemudian, mengajak semua orang yang hadir di lokasi tersebut untuk menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa dan menyayikan syi'ir milik berjudul Tanpo Waton.
Kegiatan bertema "Dengan Berpuasa Kita Padamkan Kobaran Api Kebencian dan Hoax" itu dihadiri sekitar 500 orang.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Senin, 13 Mei 2019
KAJEN – International Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Miftakhul Ulum Pekajangan yang mempunyai ratusan santri ini bisa menjadi kebanggaan Kabupaten Pekalongan dan dapat menumbuhkan generasi-generasi muda yang berakhlakul karimah, berilmu, alim dan amil.
KAJEN - Setelah teken MoU dengan beberapa perusahaan Jepang, kembali dua perguruan tinggi milik PCNU Kabupaten Pekalongan yaitu Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) dan Politeknik Pusmanu Pekalongan, Jumat (3/5/2019) menandatangani draf kerjasama dengan China University of Science and Technology, Nangang District Taipei (Taiwan).
Minggu, 12 Mei 2019
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat melakukan testimoni dalam rangka pembuatan film dokumenter oleh PT. PLN (Persero) Tbk., di obyek wisata Lolong Kecamatan Karanganyar, Senin (6/5/2019).
Dikatakan Bupati, kolaborasi antara CSR PLN dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Pemerintah Desa Lolong ini manfaatnya sangat banyak. “Setidaknya ada 4 hal yang dapat kita dapatkan, yaitu yang pertama, terjadi pertumbuhan ekonomi yang dipantik dari sektor pariwisata rata-rata per tahun itu hampir 800 hingga 1.000 orang yang menggunakan jasa rafting ini,” ujar Bupati.
Kemudian kedua, disamping kita memberikan manfaat untuk pengembangan wisata, ada juga Sekolah Sungai Sengkarang. “Saya kira proses edukasinya juga masuk karena siapapun bisa belajar tentang bagaimana mengelola sungai, manfaat sungai agar sumberdaya alam sungai ini akan kita jaga sebagai karunia dari Allah SWT khususnya untuk Kabupaten Pekalongan,” tutur Bupati.
Ketiga, kata Bupati, di Desa Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan adalah salah satu desa yang mengusung Festival Durian sebagai sebuah kekuatan ekonomi dan budaya. Setiap tahun kita menyelenggarakan Festival Durian bersamaan dengan Panen Raya Durian.
“Produksi rata-rata durian Lolong yang memiliki rasa khas dengan spesifikasi khusus, jika dinominalisasi per musim sekitar Rp 2-3 Milyar. Itu adalah sebuah proses yang perlu kita hargai karena para petani durian Desa Lolong sangat menjaga tradisi untuk keberlangsungan tanaman durian dengan berbagai varietas,” tegasnya.
Dan keempat, ditambahkan Bupati, bahwa kita juga menekankan agar apa yang sudah dilakukan oleh PLN sebagai salah satu perusahaan Negara yang peduli terhadap pengembangan budaya, pendidikan, ekonomi, olah raga prestasi yakni arung jeram yang sudah tingkat nasional atlitnya dari Lolong.
“Dahulu Desa Lolong ini zero income dari sektor pariwisata, sekarang sudah menjadi salah satu penyumbang income walaupun ini in-out dimanfaatkan langsung oleh masyarakat,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten, kata Bupati, sesuai dengan tupoksinya memerankan dua hal. Pertama, dari aspek regulasi yakni kita tata agar dasar hukumnya kuat dalam hal anak-anak melakukan kegiatan kepariwisataan dan kegiatan-kegiatan yang lain.
Kedua, memfasilitasi. Jadi kolaborasi antara perusahaan PLN dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan saya kira akan memberikan manfaat yang lebih besar, lebih baik lagi terhadap pengembangan di desa-desa di Kabupaten Pekalongan.
“Starting up Lolong Adventure sudah bagus, peminatnya sudah banyak, pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia sudah nampak sinerginya. Kita akan kembangkan terus,” ujar Bupati.
Orang nomor satu di Kota Santri itu mengatakan bahwa daerah yang bisa berkembang dan bisa menumbuhkan inovasi adalah daerah yang menang. Bukan daerah yang besar dan bukan juga daerah yang kuat, akan tetapi siapa yang cepat berinovasi. “Saya kira ini akan menjamin kelangsungan pengelolaan sumber daya alam yang dilakukan oleh anak-anak muda di Desa Lolong. Insya Allah ke depan Lolong akan semakin memikat karena akan ada inovasi-inovasi baru yang lahir dari anak-anak muda kita untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam sebagai karunia Allah SWT yang harus kita syukuri, kemudian kita jadikan sebagai wahana pendidikan besar menjaga kelestarian lingkungan alam,” tandas Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Senin, 6 Mei 2019
Demikian diungkapkan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat meresmikan gedung asrama baru santri Hj. Siti Walidah dan sekaligus peresmian foodcourt di kompleks kampus IMBS Miftakhul Ulum Pekajangan di Desa Ambokembang Gang 9 Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, Sabtu (4/5/2019) kemarin.
Kegiatan dihadiri oleh Prof. Dr. Yunahar Ilyas, M.Ag dari Pimpinan Pusat Muhamamdiyah, Ketua DPD Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan H. Farid Achwan beserta para pengurus beserta perwakilan pengurus DPC dan Ranting Muhammadiyah se Kabupaten Pekalongan, para Kepala OPD terkait Kabupaten Pekalongan, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan H. Imronuddin, Muspika Kecamatan Kedungwuni dan undangan lainnya.
Dijelaskan Bupati, Pemerintah Kabupaten Pekalongan mempunyai program untuk terus-menerus mendinamisir pembangunan, utamanya adalah pembangunan pada aspek jasmani dan rohani, yakni pada aspek yang menyangkut tentang kerohanian, pembangunan mentalitas generasi.
“Ini tentu kita minta tolong dengan sangat kepada seluruh tokoh agama, utamanya kepada pengurus daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan dan pengurus cabang Muhammadiyah Pekajangan yang sejak Kabupaten Pekalongan ini ada terus-menerus memberikan kontribusi yang positif sehingga seluruh proses pembangunan yang ada di Kabupaten Pekalongan tidak lepas dari peran serta dan keaktifan perserikatan Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan,” tutur Bupati.
Bupati mengatakan, di Kabupaten Pekalongan terdapat 120 pondok pesantren, baik yang dikelola NU maupun Muhammadiyah. Khusus untuk IMBS pihaknya akan memberikan bantuan yang berasal dari dana alokasi khusus (DAK) dari Kementerian PUPR melalui Dinas Perkim LH Kabupaten Pekalongan untuk membangun komunitas sanitasi komunal dengan MCK.
“Jadi nanti sanitasi MCK yang dikelola dengan cara modern sehingga manfaatnya akan tidak seperti MCK biasa. Dengan anggaran Rp 427,5 juta, insya Allah pembangunannya akan kita mulai Juni dan selesai bulan Oktober 2019 nanti. Saya berharap ini bisa dimanfaatkan oleh para santri IMBS ini. Dan untuk IMBS ini juga insya Allah akan kita bantu mobil operasional,” ungkap Bupati.
Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri itu juga mendorong agar cita-cita besar untuk mendirikan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) akan segera terwujud. “Proses yang menyangkut tentang administrasi pemerintahan akan kami dukung terus. Mudah-mudahan tahun 2019 sudah mulai pembangunannya,” paparnya.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si berharap pengurus IMBS bisa mencetak generasi-generasi Islam yang bukan saja alim tetapi juga menjadi santri-santri yang mampu menjawab tantangan jaman (arifan fi jamani). Karena kalau kita tidak mencetak santri-santri yang seperti itu maka kita akan kalah dengan bangsa-bangsa lain bahkan dengan agama lain.
“Sekarang itu bukan siapa yang kuat yang menang, bukan pula yang besar yang menang, akan tetapi siapa yang cepat itulah yang akan memenangkan pertarungan untuk bisa menuju kemenangan tersebut, supaya kita bisa berlari dengan cepat, bersaing dengan kelompok-kelompok lain, agama-agama yang lain yang sudah sangat maju,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Sabtu, 4 Mei 2019
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di aula PCNU Kabupaten Pekalongan di Kedungwuni dan disaksikan langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi dan mahasiswa.
Naskah kerjasama ditandatangani oleh Wakil Rektor ITSNU Ali Imron dan Direktur Politeknik Pusmanu Abdul Haris dengan Mr Rex yang mewakili Taiwan. Dimana nota kesepemahaman itu diantaranya berisi kerjasama untuk pertukaran dalam bidang penelitian dan pendidikan untuk mahasiswa dan dosen.
Kerjasama itu juga membuka peluang lulusan ITSNU Pekalongan dan Politeknik Pusmanu untuk berkarir di Taiwan. Sebelumnya ITSNU juga menandatangani kerjasama dengan beberapa perusahaan di Jepang.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, KH. Muslikh Khudori, M.Si mengatakan, kerjasama tersebut diprioritaskan untuk meningkatan pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama baik di Politeknik Pusmanu maupun ITS NU Kabupaten Pekalongan. "Kami menginginkan kerjasama MoU ini bisa segera meningkat ke Memorandum of Action (MoA) agar bisa lekas terlaksana," katanya.
Menurut Muslikh, kerjasama dalam bentuk beasiswa diberikan kepada Mahasiswa Reguler, yang tidak mendapatkan beasiswa dari Bidik Misi maupun beasiswa PCNU Kabupaten Pekalongan.
"Ratusan mahasiswa reguler dari kampus ITS maupun Pusmanu, kami berikan prioritas beasiswa dari Taiwan. Tentunya dengan persyaratan harus memenuhi kriteria," jelasnya.
Muslikh menjelaskan calon mahasiswa yang mendaftar ke ITS dan Pusmanu melalui jalur Bidik Misi mencapai ribuan mahasiswa. Padahal
ITS NU dan Pusmanu masing-masing mendapatkan jatah kuota Bidik Misi hanya 100 mahasiwa. "Kami masih berusaha kuota Bidik Misi bisa bertambah lagi, saya berharap ITS NU bisa memperoleh 200 kuota dan Pusmanu 150," ungkapnya.
Selain Bidik Misi, PCNU Kabupaten Pekalongan memberikan beasiswa sejumlah 10 mahasiswa, dengan kriteria santri tidak mampu dan mengabdi di pondok pesantren yang bersangkutan. "Mahasiswa yang mendapat bidik misi dan beasiswa dari PCNU, kami mohon maaf tidak bisa mengikuti program beasiswa dari Taiwan ini, karena diprioritaskan untuk mahasiswa reguler," terangnya.
Sementara itu perwakilan China University of Science and Technology, Mr Rex menuturkan, Kampusnya memiliki berbagai jurusan teknologi. Ada beberapa jurusan favorit diantaranya teknologi membuat pesawat terbang, teknologi kecantikan dan lainnya.
"Kami berharap ITS NU dan Pusmanu bisa berbahagia dan bergabung bersama kami, kampus yang memiliki jaringan ke perusahaan-perusahaan besar yang bisa menampung para mahasiswa," katanya.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Universitas Sains dan Teknologi Taiwan. Melalui kerjasama ini, semoga bermanfaat khususnya untuk pengembangan sains dan teknologi.
Bupati berjanji Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan mensuport penuh kerjasama ini, dengan cara memberikan beasiswa tambahan kepada para mahasiswa yang akan dikirim ke Taiwan.
"Harapannya kerjasama ini tidak hanya masalah pendidikan saja, tapi bisa meningkat ke hal yang lebih luas, semisal mengembangkan dunia industri di Kabupaten Pekalongan," tambahnya.
ITSNU Pekalongan yang akan memulai pelayanan pendidikan tahun ini masih membuka pendaftaran di empat program studi yaitu Teknik Informatika, Teknik Komputer, Teknik Industri dan Fisika untuk sarjana keahlian (D4) setara S1. Sementara Politeknik Pusmanu membuka pendaftaran Prodi Teknik Batik, Administrasi Perkantoran dan Akuntansi. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Jumat, 3 Mei 2019
Kegiatan dihadiri Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, Pabung Kodim 0710 Pekalongan mewakli Dandim, perwakilan Kejari Kajen, para Kepala OPD Kabupaten Pekalongan terkait. Tampak pula Ketua KPU beserta seluruh anggota, Ketua Bawaslu beserta anggota dan para perwakilan Parpol peserta Pemilu, para Saksi Pasangan Capres Cawapres, para PPK seluruh Kecamatan di Kabupaten Pekalongan.
Rapat pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Pekalongan dijaga anggota TNI dan Polri dengan sangat ketat. Setiap saksi, Parpol, petugas KPU, Bawaslu, dan awak media harus membawa id card yang disediakan oleh KPU.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi dalam sambutan mengungkapkan semua kendala pemilu harus dapat diuraikan dengan baik, penyelenggara dan peserta pemilu harus bekerja ikhlas dan profesional sehingga tetap terjalin kesatuan dan tetap aman kondusif.
“Kita harus mempunyai spirit yang menjunjung tinggi kebersamaan. Ayo kita kawal pemilu secara ketat agar menghasilkan pemilu yang baik dan tidak ada ekses,” tuturnya.
Bupati berharap pemilu 2019 di Kabupaten Pekalongan akan melahirkan legislatif yang bagus yang nantinya bersama-sama dengan eksekutif untuk mensejahterakan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Dikatakan Bupati, untuk mengantisipasi jatuhnya korban sakit dan meninggal karena kelelahan dalam menjalankan tugas saat Pemilu 2019, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menerjunkan tim medis yang selalu standby saat jalannya rekapitulasi suara pemilu di tingkat Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya tim medis ini akan selalu standby di KPU dari pembukaan hingga selesainya rekapitulasi. "Tim medis ini akan memeriksa kesehatan komisioner KPU, Bawaslu, saksi, dan petugas yang menjaga di KPU Kabupaten Pekalongan," kata Bupati.
Asip menjelaskan, diterjunkannya anggota tim medis di KPU guna mengantisipasi hal-hal yang tidak inginkan saat jalannya rekapitulasi. "Kinerja petugas pemilu saat ini memang sangat tinggi. Terkadang para petugas kurang istirahat sehingga mengakibatkan stamina dan daya tahan menurun," tambahnya.
Sementara itu, Ketua KPU Abi Rizal mengatakan di seluruh Indonesia banyak KPPS meninggal dunia sejumlah 321 orang karena melaksanakan tugas pemilu 2019. Sementara di Kabupaten Pekalongan sendiri terdapat korban 2 KPPS meninggal yakni di Kecamatan Kesesi dan Kecamatan Wonopringgo, 2 orang keguguran dan 6 orang sakit, serta 1 orang hampir stres.
“KPU berharap bahwa dengan upaya kita yang sangat menguras waktu dan tenaga kiranya pemilu 2019 menghasilkan demokrasi yang betul-betul berkualitas. Dan kami ucapkan banyak terimakasih kepada jajaran Kepolisian dan TNI yang telah mengamankan semua proses pemilu sehingga di Kabupaten Pekalongan berjalan aman dan lancar,” ujarnya.
Rizal menambahkan masyarakat bisa mengakses hasil Pemilu itu melalui website KPU maupun website yang dikelola oleh masyarakat sipil.
Sedangkan Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si mengatakan pihaknya menerjunkan puluhan anggota baik seragam dan tidak seragam untuk mengawal jalannya rekapitulasi surat suara yang digelar selama dua hari. Selain Polres Pekalongan yang ikut mengamankan, Kodim 0710 Pekalongan juga menerjunkan belasan anggotanya.
"Untuk di dalam KPU ada 15 anggota dari Polres dan 15 dari Kodim dan semuanya berseragam. Kemudian untuk di luar KPU juga ada puluhan anggota yang tidak menggunakan pakaian dinas dan mereka ditempatkan di titik-titik yang dinilai rawan," kata Kapolres Pekalongan.
Selain itu juga, ada petugas yang menggunakan senjata lengkap juga ikut menjaga pelaksanaan rekapitulasi dan penjagaan di KPU akan dilakukan sampai rekapitulasi selesai.
Sedangkan untuk arus lalu lintas sendiri yang akan masuk ke KPU dialihkan ke beberapa ruas alternatif. "Petugas bersenjata lengkap akan patroli di wilayah KPU dan penutupan arus lalu lintas akan dilakukan secara selektif," ungkapnya.
Kapolres Pekalongan menambahkan untuk pelaksanaan rekapitulasi pihaknya memastikan berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Rabu, 1 Mei 2019
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si di sela-sela memimpin apel Hari Otonomi Daerah ke-23 dan Hari Kesiapsiagaan Bencana, Jumat (26/4/2019) di lapangan belakang Sekretariat Daerah menyampaikan, Kabupaten Pekalongan masih memiliki daerah yang masuk zona merah bencana.
"Kita masih memiliki daerah atas yang masuk zona merah bencana, ada empat daerah atas yang masuk daerah merah bencana. Untuk itu, saya menekankan agar instrumen kebencanaan dipersiapkan dengan baik. Tahap demi tahap dilaksanakan, termasuk kesiapsiagaan aparaturya,” ujar Bupati.
Pihaknya juga menyampaikan saat ini Pemkab Pekalongan tengah menangani persoalan rob di wilayah pesisir Kota Santri. Berdasarkan hasil rapat dengan Satker, pembangunan tanggul melintang untuk penanganan rob di daerah pesisir Kabupaten Pekalongan selesai akhir tahun 2019.
"Masyarakat tentu sudah memahami bahwa pembangunan tanggul raksasa penahan rob untuk mengatasi persoalan masih dalam proses. Saat ini rob juga sedang naik. Mungkin rob agak tinggi pada bulan April, Mei dan Juni. Insya Allah setelah pembangunan tanggul permasalahan rob bisa teratasi," katanya.
Pada kesempatan itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS, Ketua Pengadilan Negeri Pekalongan Dewa Ketut Kartana, S.H., M.Hum., dan Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM mencoba makanan hasil masakan petugas mobil dapur portable. Hasil masakannya, kata dia, sudah sesuai standar gizi. Bahkan dirinya menyantap habis hasil masakan dari petugas yang mengelola mobil dapur portable.
Sehubungan dengan kerusakan mobil pemadam kebakaran, Pemkab Pekalongan akan memperbaiki serta menginventarisir kebutuhan atas kerusakan mobil kebakaran yang ada. Semua kebutuhan dengan unit mobil kebakaran akan diinvetarisir termasuk alat-alat kesiapsiagaan bencana.
"Biasanya soal mobil pemadam kebakaran itu lintas tidak hanya untuk kepentingan Kabupaten Pekalongan. Jadi apabila daerah tetangga butuh mobil pemadam kebakaran kita ke sana. Sebaliknya kalau kita butuh ya bisa mendatangkan mobil pemadam kebakaran daerah tetangga. Jadi saling melengkapi, dan ada kerja sama," ujar Bupati.
Pada apel tersebut juga diserahkan piagam penghargaan kepada para pemenang lomba. Yakni piagam penghargaan lomba pos siskampling lingkungan, juara I Gembong Selatan RT.001 RW.001 Kelurahan Kedungwuni Timur, juara II Dukuh Sicowet RT.02 RW.06 Desa Pododadi Kecamatan Karanganyar dan juara III Dukuh Watubelah RT. 13 RW.02 Kelurahan Kajen.
Selanjutnya, piagam penghargaan lomba gerakan Indonesia sadar administrasi kependudukan dalam rangka hari Otonomi Daerah, yakni juara I Desa Paninggaran, juara II Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan juara III Puskesmas Karanganyar.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Jumat, 26 April 2019
Kamis, 25 April 2019
Kamis, 25 April 2019