KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama para kakak-adiknya beserta ratusan warga Kranji Kedungwuni Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya menghadiri peringatan haul ke-15 salah satu tokoh penyebar Islam dan perintis NU di Pekalongan bagian selatan, KH. Anwar Amin. Almarhum adalah ayah dari Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dan kakak-adiknya.
Dipimpin oleh sesepuh kyai Kedungwuni Kyai Zawawi Dured, mereka membaca Surat Yasin, melantunkan zikir, tahlil, dan doa untuk KH. Anwar Amin di kompleks pemakaman Nurul Anam Kranji, Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (8/6/2019) sore.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si selaku salah satu putra dari KH. Anwar Amin mengungkapkan sekilas perjuangan dakwah ayahnya. “Dulu, ayah kami diperintahkan gurunya Mbah Gendon Kesesi untuk berdakwah ke daerah selatan,” terang Bupati Asip Kholbihi.
Untuk itu, KH. Anwar Amin kemudian mulai berdakwah di daerah sekitar wilayah kabupaten Pekalongan bagian selatan dan kabupaten Banjarnegara. Di daerah itu pula, KH. Anwar Amin juga merintis berdirinya Nahdlatul Ulama.
“Di daerah Kalibening, KH. Anwar Amin kemudian mendirikan masjid pertama. Selain itu, juga melakukan dakwah keliling ke kampung-kampung,” lanjut Bupati.
Perlahan, dakwah KH. Anwar Amin pun membuahkan hasil. Banyak penduduk setempat yang ikut mengaji kepadanya. Banyak warga mengenal agama Islam ala Aswaja NU.
Tahun 2004, KH. Anwar Amin wafat dan dimakamkan di tanah kelahirannya, Dukuh Kranji Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Tempe Asli Pekalongan ternyata tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat pada umumnya, namun ternyata Istana Negara juga memanfaatkannya pada even-even tertentu.
KAJEN - Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari luar daerah mengikuti upacara peringatan Hari Kelahiran Pancasila yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan, di Lapangan belakang Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (1/6/2019).
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali menerima penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Tengah yang keempat kalinya. Dalam kurun empat tahun yakni 2016, 2017, 2018, dan 2019 ini Pemkab berhasil mempertahankan penghargaan ini.
KAJEN – Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan menggelar apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2019 di Jalan Mandurorejo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Diikuti ratusan personel Polres Pekalongan, TNI, Satpol PP, serta instansi terkait, Selasa (28/5/2019).
KAJEN - Sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Wiradesa dan Gudang Bulog Bondansari Wiradesa memantau ketersediaan dan stabilitas bahan pokok menjelang Lebaran, Senin (27/5/2019).
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menargetkan infrastruktur berupa jalan di daerah atas atau wilayah pegunungan Kota Santri mulus pada tahun 2020. Demikian disampaikan dalam acara Silaturahmi dan Doa Bersama Tokoh Masyarakat Kabupaten Pekalongan bersama Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH ,M.Si di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Minggu (26/5/2019) malam.
KAJEN - Menjelang Lebaran 2019, atlet dan pelatih peraih medali di ajang Porprov Jateng 2018 tampak bahagia. Pasalnya, mereka mendapatkan bonus besar dari Pemkab Pekalongan.
KAJEN - Dalam upaya mengendalikan kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) pada saat bulan suci Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Pekalongan bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menggelar Pasar Murah Rakyat dan Bhakti Sosial, Minggu (26/5/2019) di halaman Mushola Nurul Janah Desa Kertijayan Kecamatan Buaran.
Seperti yang disampaikan salah satu pengusaha tempe asal Desa Karangjompo Kecamatan Tirto, Kang Boni (41 tahun), produksi tempenya sudah menjadi langganan Istana Negara sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini.
"Iya sejak Presiden SBY hingga Jokowi saat ini, pada even-even tertentu Istana Negara membeli tempe buatan kami," katanya pada saat acara Kopdar Akbar Sahabat Pengrajin Tempe Pekalongan (SPTP) Indonesia, Jumat (7/6/2019) kemarin di lapangan Desa Siwalan Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan.
Dijelaskan Boni, Istana Negara biasanya memesan tempe buatannya sebanyak 500 pak (20 biji tiap paknya) dalam sekali pemesanan.
"Alhamdulillah dan kami bersyukur tempe Asli Pekalongan produksi kami bisa masuk Istana Negara. Semoga akan terus berlanjut di masa-masa yang akan datang. Terimakasih Bapak Presiden," ujarnya.
Boni memiliki tempat usaha di Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta sejak tahun 2004. "Tempe kami juga menjadi langganan Bupati Gunung Kidul. Dan bahkan oleh Bupati Gunung Kidul, kami dimasukkan dalam daftar UMKM disana," katanya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si yang hadir bersama istri Ny. Munafah, dalam sambutanya menyampaikan rasa bersyukurnya karena para pengrajin tempe asal Kota Santri yang tergabung dalam wadah SPTP (Sahabat Pengrajin Tempe Pekalongan) Pekalongan terlihat sukses semua. Hal itu kata Bupati karena melihat parkiran sepanjang jalan menuju lapangan berjejer mobil mobil mewah para peserta yang hadir.
"Semoga para pengrajin tempe di seluruh Indonesia bahkan yang di luar negeri, terutama pengrajin asal Kabupaten Pekalongan hidupnya makmur semua. Amiiin," kata Bupati.
Tidak lupa, orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan itu menyampaikan dukungannya atas kegiatan yang diselenggarakan panitia.
"Kopdar kedua ini diselenggarakan di lapangan Desa Siwalan ini. Untuk tahun depan, silahkan gunakan Pendopo di Kajen. Hal ini sekaligus agar para anggota SPTP Indonesia tahu akan Kajen sebagai ibukota Kabupaten Pekalongan," terang Bupati.
Lebih lanjut, Bupati Pekalongan menyampaikan dibalik sukses usaha dan sejahtera hidupnya para pengrajin tempe, sudah seharusnyalah dibarengi dengan rasa syukur kepada Allah SWT. Dan wujud syukur itu dapat diwujudkan dengan berbagi kepada sesama umat yang belum beruntung.
Bupati juga mengajak para pengrajin tempe yang tergabung dalam SPTP Indonesia untuk dapat berkontribusi dengan menyisihkan rezekinya bagi daerah asal.
"Saat ini kami Pemkab Pekalongan melalui TP PKK Bekerjasama dengan para Camat memiliki program pengentasan ODF yakni masyarakat yang memiliki rumah tetapi belum memiliki jamban atau WC. Untuk itu, kami mengajak anggota SPTP Indonesia yang memiliki rezeki lebih bisa berkontribusi dalam pengentasan ODF tersebut," sahut Bupati.
Dalam acara Kopdar Akbar Sahabat Pengrajin Tempe Pekalongan (SPTP) Indonesia tersebut, Bupati Asip Kholbihi didampingi istri dan para pengurus memberikan santunan kepada anak-anak kurang mampu di Desa Siwalan Kecamatan Siwalan tersebut.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Salah seorang ASN Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Sigit Santoso mengaku mengikuti upacara Hari Kelahiran Pancasila di Kabupaten Pekalongan karena saat ini tengah mudik di kota santri kelahirannya.
"Saya bekerja di Kementrian Perhubungan RI dan saya asli warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Karena tidak bisa mengikuti upacara di Jakarta, sehingga saya mengikuti upacara hari kelahiran Pancasila di Pemkab Pekalongan," kata Sigit Santoso.
Sementara itu Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyampaikan apresiasianya kepada para ASN yang tetap antusias mengikuti upacara meskipun tengah melakukan mudik lebaran 2019.
"Saya mengapresiasi kepada seluruh ASN yang hadir dalam upacara ini. Hal ini menunjukkan bahwa jiwa ASN di Kabupaten Pekalongan sangat Pancasilais dan tidak perlu di ragukan kembali," ujar Bupati.
Selain itu juga, kata Bupati, kedisplinan yang sudah ada ini sebagai modal utama kita untuk lebih terus-menerus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) untuk menuju dinamisasi pembangunan.
"Tanpa ASN yang displin, profesional dan patriotik saya kira susah mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan alhamdulillah RPJMD Pemkab Pekalongan sudah ada beberapa yang terlampaui, ini berkat kerja keras ASN selama ini,"jelasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH., menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2018, di Gedung BPK RI Perwakilan Jawa Tengah di Semarang, Selasa (28/05/2019). LHP diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah Ayub Amali, SE.,MM.,Ak.,CA.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi mengatakan dalam aspek pengelolaan keuangan, Pemkab sejak tahun 2016, 2017, 2018, dan tahun 2019 ini berturut-turut mempertahankan opini dari BPK yaitu Wajar Tanpa Pengecualian.
"Saya kira ini karena ada aspek-aspek tertentu seperti aspek-aspek pengelolaan aset, kepatuhan terhadap regulasi, dan ketepatan program yang dijalankan dengan baik, sehingga BPK memberikan penghargaan ini," ucap Bupati.
Bupati berharap pihaknya bisa mewujudkan WTP yang berkualitas. Yakni, program-program pemerintah didedikasikan untuk kepentingan masyarakat. Kemudian, berkaitan dengan aset sudah tercatat dengan bagus.
"Mengenai aset-aset kabupaten sudah teriventaris dengan baik dan pada aspek percatatannya sudah bagus namun pada pemanfaatannya perlu ditingkatkan lagi," jelasnya.
Bupati Asip mengatakan aset-aset tercatat dengan baik dari aspek akuntasinya. Tetapi dari utilitas aset ini akan terus dikembangkan. Seperti mengembangkan aset-aset yang berada di Kota Pekalongan, di Kajen dan di seluruh Kabupaten akan didata kembali. Apalagi, setelah itu akan ditindaklanjuti oleh pemeriksaan kinerja.
"Saya berterima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan terutama Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama pada pengelola aset yang telah bekerja dengan baik dan sabar. Selain itu juga BPK juga memberikan petunjuk-petunjuk yang bisa ditindaklanjuti, sehingga opini WTP bisa dipertahankan. WTP ini bukan hadiah tapi memang kinerja tata kelola Pemkab Pekalongan," imbuhnya.
Sementara itu Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pekalongan Wiryo Santoso mengatakan pihaknya akan terus melakukan upaya-upaya untuk mempertahankan WTP, diantaranya dengan penataan aset dan pengelolaan keuangannya. "Kita akan terus pertahankan WTP ini dan akan terus berupaya melakukan perbaikan," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Selaku pembina Apel yaitu Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si dan Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS. Dihadiri oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dan perwakilan unsur Forkopimda, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM, beserta tamu undangan lainnya.
Kapolres Pekalongan mengatakan, apel pasukan jelang Lebaran itu bagian dari persiapan pemberlakuan Operasi Ketupat Candi 2019 secara serentak. Operasi akan dilakukan dari selama 13 hari atau dimulai pada 29 Mei hingga 10 Juni 2019. "Selain dari Polres Pekalongan, pengamanan juga dibantu oleh TNI, Dinhub, Satpol PP, Pramuka, dan ormas seperti Banser GP Ansor dan lain-lain," ungkapnya.
Menurutnya, operasi akan dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan tahapan pemilu. Hal tersebut membuat potensi kerawanan yang akan dihadapi dalam operasi ini semakin kompleks. "Kami meminta personel untuk menyiapkan secara optimal seluruh aspek penyelenggaraan operasi. Hal ini bertujuan agar operasi dapat terselenggara sukses, aman, dan lancar," jelasnya.
AKBP Wawan menambahkan, pihaknya akan mengamankan tempat-tempat vital seperti rumah ibadah. "Untuk menjaga keamanan, kami juga akan melakukan penjagaan di tempat-tempat vital yang ada di wilayah hukum Polres Pekalongan," imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan, pemerintah daerah (Pemda) juga akan terlibat dalam pengamanan Operasi Ketupat Candi 2019. "Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan akan diterjunkan untuk membantu dalam operasi ini," ungkapnya.
Menurut Bupati Asip secara umum kondisi di wilayah Kabupaten Pekalongan aman. Tidak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan infrastruktur pendukung seperti jalan alternatif. "Kondisi di Kabupaten Pekalongan, baik di pasar dan pemukiman secara keseluruhan aman. Bahkan H-8 Lebaran, harga kebutuhan pokok di pasar-pasar masih terjaga," tambahnya.
Dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2019 tersebut Polres Pekalongan memusnahkan 1.725 botol minuman keras (miras). Botol miras yang dilindas dengan kendaraan alat berat merupakan hasil kegiatan Kepolisian yang ditingkatkan di Kabupaten Pekalongan bertepatan menyambut Ramadhan 2019.
"Pemusnahan miras ini adalah hasil Kepolisian yang ditingkatkan yang dilakukan sejak dua bulan yang lalu, tidak hanya miras pabrikan ada juga miras tradisional dan oplosan yang hari ini kita musnahkan,"kata Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan.
Operasi miras tidak hanya digelar saat Ramadhan saja, namun kegiatan akan terus dilaksanakan berkelanjutan. Menurutnya, tidak hanya miras, operasi peredaran dan penggunaan narkoba juga terus ditingkatkan. "Jika miras dan narkoba tidak diawasi dengan baik, dan tidak ada penindakan yang serius, maka akan berdampak buruk pada lingkungan dan kehidupan masyarakat," ungkapnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Tak hanya melakukan sidak, bupati yang didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Ali Riza, M.Si., Kepala Dinperindagkop UKM HB. Riyantono, Kepala Bappeda Litbang Ir. Bambang Irianto, M.Si., Kepala Dinkominfo Anis Rosidi, SH.,M.Si dan pejabat Pemkab juga sekaligus mensosialisasikan kepada pedagang dan pembeli terkait produk makanan yang aman dari bahan berbahaya seperti formalin.
"Kami ingin mengetahui langsung ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran, termasuk harganya di pasaran apakah mengalami kenaikan atau masih stabil," ujar Bupati.
Bupati mengatakan, hasil sidak lapangan diketahui ketersediaan seluruh komoditas bahan pokok mencukupi sehingga menjelang Lebaran dipastikan aman dan tidak kekurangan stok. Sementara, lanjut dia, harga hampir seluruh komoditas stabil dan tidak mengalami kenaikan berarti dan seluruhnya sudah terdata di Kantor Dinperindag.
"Harapan kami, ketersediaan barang mencukupi sehingga tidak berdampak terhadap kenaikan harga meski pun bisa dipastikan permintaan meningkat jelang Idul Fitri," pungkasnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan).
"Masyarakat di daerah atas seperti Kandangserang, Lebakbarang jangan khawatir. Nanti 2020 insya Allah jalan di daerah atas akan mulus," katanya.
Sehubungan dengan infrastruktur perekonomian Pemkab Pekalongan sudah membangun enam pasar dalam tiga tahun terakhir. Selanjutnya program peningkatan hasil panen tanaman padi di daerah atas juga sudah menunjukkan hasil positif. Biasanya, kata bupati, hasil panen per hektare sawah tanaman padi hanya bisa menghasilkan 3 ton, pada tahun 2018 hasil panennya sudah mencapai 6 ton.
"Saya juga ucapkan terima kasih kepada masyarakat atas peranannya menurunkan angka kemiskinan. Penurunan angka kemiskinan dari sekitar 12,98 persen sekarang turun menjadi 10,06 persen," ujar Bupati.
Di samping ada penurunan angka kemiskinan, selama tiga tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan juga menunjukkan angka positif pada posisi 5,35. Angka ini, lanjut bupati di atas angka pertumbuhan ekonomi nasional pada posisi 5,17.
Salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Pekalongan, Bisri Romly yang juga Anggota DPR RI dari Fraksi PKB pada kesempatan menghadiri acara tersebut mengapresiasi positif atas capaian prestasi pembangunan selama tiga tahun terakhir ini.
Terutama keberhasilan peningkatan hasil panen lahan pertanian sawah tanaman padi di daerah atas yang tadinya satu hektar hanya 3 ton, sekarang bisa mencapai 6 ton. "Mudah-mudahan pak bupati bisa terus menjadi pemimpin yang bagus," katanya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Untuk atlet peraih medali emas mendapatkan bonus Rp 50 juta, peraih medali perak Rp 30 juta, dan atlet peraih medali perunggu mendapatkan bonus Rp 20 juta.
Sementara itu, untuk pelatih yang atletnya berhasil meraih medali emas mendapat bonus Rp 20 juta, pelatih dengan medali perak Rp 15 juta, dan pelatih dengan medali perunggu dapat bonus Rp 12,5 juta.
Bonus diberikan secara langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si di Wars Coffee and Resto, sekaligus buka bersama dengan atlet, pelatih, dan pengurus KONI Kabupaten Pekalongan, Sabtu (25/5/2019) petang.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si usai buka bersama mengatakan, pemberian bonus tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada para atlet yang berprestasi di Porprov Jateng tahun 2018. Menurutnya, Kabupaten Pekalongan dalam Porprov 2018 menempati peringkat ke-28.
Dikatakan, untuk atlet peraih emas mendapatkan bonus Rp 50 juta, peraih perak Rp 30 juta, dan peraih perunggu Rp 20 juta. Penghargaan juga diberikan kepada para pelatihnya. "Dengan bonus ini semoga bisa mendorong lagi atlet ini untuk berprestasi, mengangkat nama baik Kabupaten Pekalongan," harap Bupati.
Disinggung soal sarana dan prasarana olahraga di Kabupaten Pekalongan, Asip menyatakan, pemkab tengah mengusulkan pembangunan gedung olahraga (GOR) di Desa Madukaran, Kecamatan Kedungwuni. Lokasi GOR ini direncanakan bersebelahan dengan Gedung UMKM. Menurutnya, anggaran untuk pembangunan GOR tersebut sekitar Rp 30 miliar.
"Sudah jadi semua, tinggal kita mencari skema pembiayaannya. Tanah sudah ada, gambar sudah jadi, dan tengah kita usulkan ke pemerintah pusat. Mudah-mudahan ini kita dapat dari pemerintah pusat, tapi ini kita siapkan beberapa skemanya untuk pendanaannya," terang Bupati.
Selain rencana membangun GOR, Pemda juga berencana merevitalisasi Stadion Widya Mandala Krida Kedungwuni. Selain itu, Pemkab Pekalongan juga akan membuka cabang olahraga berkuda yang lapangannya dipusatkan di Desa Kedungpatangewu, Kecamatan Kedungwuni.
"Yang lebih penting nanti ada revitalsasi Stadion Kedungwuni dalam jangka menengah-panjang, karena itu menjadi keharusan bagi kita. Jadi sarana prasarana kita tingkatkan. Kabupaten Pekalongan juga akan membuka cabang olahraga Pordasi, Persatuan Olahraga Berkuda, di Desa Kedungpatangewu, Kecamatan Kedungwuni. Pacuan ini akan kita launching habis Lebaran," imbuh Bupati.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, Bambang Supriyadi, menambahkan, bonus tersebut merupakan bentuk kesepakatan bersama pemda dengan KONI. Disebutkan, atlet peraih medali emas dapat Rp 50 juta, perak Rp 30 juta, dan perunggu Rp 20 juta.
"Sore ini cash. Ada kategori beregu dan perorangan, emas Rp 50 juta, perak Rp 30 juta, dan perunggu Rp 20 juta. Pelatih yang mendapat emas dapat Rp 20 juta, perak Rp 15 juta, dan perunggu Rp 12,5 juta. Dalam Porprov kita dapat 5 emas, 3 perak, dan 10 perunggu. Dibandingkan tahun lalu prestasinya meningkat," katanya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kegiatan dibuka Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dan dihadiri oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pekalongan terkait, Camat Buaran beserta para Muspika, Kepala Desa Kertijayan beserta para perangkatnya, para pimpinan Bank Jateng Cabang Kajen, PD BPR BKK Kabupaten Pekalongan, PD BKK Kajen, Perumda Air Minum Tirta Kajen dan Hiswana Migas serta para tokoh agama dan masyarakat.
Bupati dalam sambutannya menyampaikan pasar murah rakyat tahun 2019 merupakan implementasi kegiatan TPID Kabupaten Pekalongan dalam rangka menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) terutama moment bulan suci Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.
“TPID Kabupaten Pekalongan bersama BUMD dalam rangka mengantisipasi lonjakan inflasi terutama pada bulan puasa ini terutama pada kebutuhan konsumtif seperti minyak goreng dan lain-lain, maka kita pada hari ini Minggu (26/5/2019) mengadakan operasi pasar di Desa Kertijayan Kecamatan Buaran sebanyak 1000 paket,” kata Bupati.
Dijelaskan, paket yang berisi delapan kepokmas dengan harga per paketnya Rp 100.000, masyarakat hanya membayar 60% atau Rp 60.000, sementara yang 40% atau Rp 40.000 disubsidi oleh BUMD.
“Pasar murah rakyat ini juga didukung dengan penyediaan kebutuhan pokok penting lainnya yaitu gas LPG 3 kilogram subsidi sebanyak 560 tabung, dengan harga Rp 15.500 per tabung dari Hiswana Migas Kabupaten Pekalongan,” terang Bupati.
Orang nomor satu di Kota Santri itu mengungkapkan bahwa kegiatan pasar murah adalah bentuk kepedulian dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk melakukan langsung intervensi pasar ke basis-basis masyarakat dengan harapan dapat mengurangi nilai belanja masyarakat untuk kepentingan lainnya. “Dengan kegiatan seperti ini masyarakat bisa mendapatkan pengurangan dari belanja seharusnya,” ungkapnya.
Bupati meyakinkan bahwa pihaknya akan memasifkan kegiatan serupa ke depannya. “Kegiatan seperti ini akan kita masifkan. Saya punya gagasan, ke depan tiap desa dengan kemampuan keuangan yang dimiliki, setiap bulan puasa harus mengadakan pasar murah desa. Pasar murah desa ini penting, diinisiasi oleh desa dan BUMDes. Khusus untuk golongan masyarakat tertentu, mereka dapat memperoleh sembilan bahan pokok dengan harga subsidi. Dengan demikian maka beban masyarakat akan berkurang,” tandas Bupati.
Sementara itu, Hari Suminto, SH.,MH, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Pekalongan dalam laporannya menyampaikan bahwa ada 1000 paket sembako senilai 100 ribu rupiah yang dibagikan untuk masyarakat yang sudah mendapatkan kupon. Berisi ada 17 item barang, masyarakat hanya membayar 60% sisanya dibantu oleh pemkab dan BUMD sehingga sangat menguntungkan masyarakat.
“Isi paket sembako tersebut meliputi beras premium 2,5 kg, minyak goreng kemasan 1 liter, gula pasir 1 kg, mie instan goreng 5 bungkus, sirup botol 1 buah, teh dan kecap, dan tepung terigu 1 kg. Ada juga 560 tabung gas LPG 3 Kg subsidi seharga 15.500 rupiah pertabung dari hiswana migas Kabupaten Pekalongan yang biasanya dipasaran seharga 20 ribu rupiah,” terangnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)