KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengelar upacara Hari Lahir Pancasila ke - 80 di lapangan belakang sekda Senin (2/6/2025). Upacara ini mengusung tema "Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya" yang dipimpin oleh Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Edi Herijanto, S.Sos, M.A.P.
Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke - 80 diikuti seluruh ASN dan Siswa - Siswi yang berada dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Sesuai Amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A, Ph.D yang dibacakan Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalogan dengan memiliki tujuan besar yaitu "marilah terus bergotong-royong, menjaga persatuan, menghargai perbedaan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa dan bernegara".
Pj Sekretaris Daerah Edi Herijanto, S.Sos, M.A.P menekankan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila ke - 80 dengan berharap memperkokoh jiwa kesatuan dengan menyikapi dengan baik tentang berita hoaks yang beredar dimasyarakat khusus di Kabupaten Pekalongan.
"Saat ini kita harus bisa menyikapi terkait media infomasi, kita harus memerangi berita - berita yang bersifat hoak dan harus cermat dalam menanggapi berita - berita yang ada di media massa". Pungkas Pj Sekda
Kemudian Pj Sekda juga memaparkan bahwa pedoman anak muda di Kabupaten Pekalongan dengan cara memberikan pengertian - pengertian tentang pergaulan anak muda sekarang dengan melalui arahan serta pembinaan dengan melibatkan keluarga ataupun sekolah.
"Dengan memberikan pengertian - pengertian yang ada di media informasi, serta pergaulan anak muda sekarang perlu adanya arahan serta pembinaan dengan melibatkan unsur keluarga ataupun sekolah". Papar Pj Sekda
Upacara ini dihadiri dari beberapa unsur di Lingkungan Kabupaten Pekalongan seperti Pj Sekretaris Daerah, Kapolres Pekalongan, Dandim 0710 Pekalongan, Kajari Kabupaten Pekalongan, Seluruh Kepala OPD, Seluruh ASN, serta Siswa dan Siswi dilingkungan Kabupaten Pekalongan.
Senin, 2 Juni 2025
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menunjukkan optimisme tinggi dalam penilaian kinerja penurunan angka stunting yang dilaksanakan pada hari Rabu, 28 Mei 2025, di ruang rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pekalongan. Asisten Setda 1 Kabupaten Pekalongan, Drs. Ali Riza, M. Si., menyampaikan kepada dewan juri dari Provinsi Jawa Tengah mengenai langkah-langkah strategis dan inovasi yang telah dilakukan oleh Pemkab Pekalongan dalam upaya menekan angka stunting.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan di wakilkan kepada ketua DPRD Drs. H. Abdul Munir beserta Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Ali Riza, M.Si hadir dalam acara peletakan batu pertama sebagai tanda pembangunan gedung MWC NU Wonopringgo hari Rabu (28/5). Acara tersebut berlangsung di Jalan Raya Wonopringgo, Rowokembu, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan.
KAJEN – Acara Sedekah Bumi Desa Sinangohprendeng pada Selasa malam (27/05/2025) berlokasi di Lapangan Desa Sinangoprendeng berlangsung meriah dengan dihadiri Bupati Pekalongan Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E, M.M yang secara langsung menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas limpahan rezeki yang diberikan. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa dan seluruh masyarakat Desa Sinangohprendeng yang telah sukses menggelar acara dari pagi hingga malam hari.
KAJEN - Bupati Pekalongan Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E, M.M beserta Forkomimda Kabupaten Pekalongan melakukan aksi tanam pohon di Kampung Semonet Baru, Tratebang, Wonokerto pada hari selasa (27/5). Kegiatan ini digelar dalam bagian program penghijauan dalam rangka Hut Indosiar ke - 30 yang tersebar di 30 titik di seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Pekalongan beserta Bea Cukai Tegal adakan sosialisasi mengenai Gempur Rokok Ilegal yang mengambil tema "Sinau Cukai 2025" pada hari rabu (21/5). Kegiatan ini diselenggarakan di Aula BPL Kecamatan Doro dengan audiensi dari Komunitas pencinta burung "LAREDO" yang bertujuan memberikan pengetahuan tentang cukai rokok.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam sidang paripurna. Dalam kesempatan ini, pemerintah daerah menegaskan komitmennya terhadap pemerataan pembangunan, penanggulangan bencana, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi inklusif, hingga penuntasan kemiskinan ekstrem.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Koperasi, Usah Kecil dan Menengah, dan Tenaga Kerja (Dinkop, UKM, dan Naker) menggelar kegiatan Job Fair Kajen 2025 sebagai upaya mempertemukan langsung antara pencari kerja dan perusahaan penyedia lowongan. Seperti yang disampaikan oleh pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinkop UKM dan Naker Argo Yudha Ismoyo Acara berlangsung selama dua hari, 20–21 Mei 2025 bertempat di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen. Dengan adanya Job Fair ini diharapan dapat menyerap hingga 2.000 tenaga kerja secara serentak di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Dalam penjelasannya, Drs. Ali Riza mengungkapkan bahwa berbagai intervensi telah dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja tahun 2023. Langkah-langkah inovatif tersebut menyasar berbagai kelompok usia dan kondisi, mulai dari pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri, intervensi gizi untuk ibu hamil, hingga melibatkan peran aktif lansia (simbah) yang diyakini memiliki pengaruh dalam pengasuhan anak di beberapa wilayah.
"Alhamdulillah, berkat langkah-langkah dan inovasi yang telah kita lakukan, indikator-indikator menunjukkan kenaikan yang signifikan, sehingga angka stunting di Kabupaten Pekalongan berhasil turun menjadi 16,5%," ujar Drs. Ali Riza dengan optimis.
Tim penilai dari Provinsi Jawa Tengah memberikan perhatian khusus terhadap inovasi-inovasi yang telah diimplementasikan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Pertanyaan mendalam diajukan terkait aspek pembiayaan, sistem monitoring, kelembagaan, serta potensi replikasi program di wilayah lain. Tim penilai ingin memastikan keberlanjutan dan efektivitas program, termasuk kemungkinan replikasi program sukses dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Drs. Ali Riza menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk mendukung penuh upaya penurunan stunting, termasuk melalui alokasi anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pekalongan jika diperlukan.
Lebih lanjut, Drs. Ali Riza juga menyoroti adanya partisipasi aktif dari berbagai pihak dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Pekalongan. Kontribusi positif datang dari pengusaha konveksi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta dukungan dari Dana Desa yang turut dialokasikan untuk program-program terkait pencegahan dan penanganan stunting.
Di akhir penyampaiannya, Drs. Ali Riza menyampaikan harapan besar agar hasil penilaian yang positif ini dapat menjadi pemicu, ajakan, dan landasan untuk upaya yang lebih intensif dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Pekalongan. Pemerintah Kabupaten Pekalongan optimis bahwa dengan kerja keras, inovasi berkelanjutan, dan kolaborasi dari berbagai pihak, target penurunan stunting yang lebih signifikan dapat tercapai di masa mendatang. Hasil penilaian dari tim provinsi diharapkan dapat memberikan masukan konstruktif untuk penyempurnaan program dan mempercepat terwujudnya generasi Kabupaten Pekalongan yang sehat dan berkualitas.
Senin, 2 Juni 2025
Peletakan batu pertama ini menjadi babak baru bagi MWC NU Wonopringgo dalam memberikan pelayanan ekstra kepada Masyarakat Kecamatan Wonopringgo khususnya warga Nadhatul Ulama (NU). Pemerintah Kabupaten Pekalongan hadir dengan memberikan dukungan serta kolaborasi kepada semua unsur - unsur penting yang ada di dalam masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir menjelaskan bahwa dalam pengembangan Gedung MWC NU di Wonopringgo merupakan langkah kongkrit NU dalam 4 Bidang yaitu Dakwah, Ekonomi, Pendidikan, dan Sosial. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Pekalongan agar pendidikannya bisa maju, pengembangan Kesehatan, pembinaan remaja dan pemuda serta menjadi pusat dalam pengembangan masyarakat dan keagamaan.
"Saya pikir pembangunan Gedung MWC NU Wonopringgo ini sebagai pusat pengembangan Masyarakat serta keagaman warga Nadhatul Ulama (NU) di Kecamatan Wonopringgo," Tutur Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan
Selain itu, Beliau juga akan memberikan dukungan penuh kepada Nadhatul Ulama (NU) untuk pembangunan Gedung MWC NU Wonopringgo dalam pengembangan Masyarakat Kabupaten Pekalongan khususnya warga Nadhatul Ulama (NU) di Kecamatan Wonopringgo
"Tentu Dewan sangat apresiasi dan memberikan dukungan penuh, persoalan yang lainnya bisa dikomunikasikan kepada anggota DPRD Kabupaten Pekalongan," Tambahnya
Kemudian Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Ali Riza, M.Si mengungkapkan bahwa sesuai dengan pesan Bupati Pekalongan yang mengucapkan selamat atas pembangunan gedung MWC NU Wonopringgo. Ini sebagai bukti bahwa Nadhatul Ulama (NU) ikut serta dalam pembangunan di Kabupaten Pekalongan.
"Dengan Pembangunan ini menunjukan kerjasama yang baik. Hal itu diharapkan terus terjalin dan kolaborasi yg positif antara komponen Masyarakat khususnya Nadhatul Ulama dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan," Tuturnya
Senin, 2 Juni 2025
“Saya sangat senang bisa hadir di tengah-tengah Bapak Ibu semua. Acara Sedekah Bumi ini sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah. Kalau kita bersyukur, insya Allah rezekinya akan bertambah, bahkan berlipat-lipat,” ujarnya.
Di sela-sela acara, Bupati juga menyoroti kondisi penerangan jalan di desa tersebut yang dinilai masih kurang memadai. “Tadi saya lihat lampunya masih kurang banyak, agak gelap di beberapa titik. Insya Allah nanti saya tambah 10 titik penerangan lagi. Ibu Kepala Desa silakan tentukan lokasi yang paling membutuhkan,” tambahnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan, khususnya bagi pengendara sepeda motor pada malam hari, terutama perempuan.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya mempersiapkan anak-anak untuk tahun ajaran baru. Ia mendorong agar siswa-siswi SD, SMP, dan SMA segera melakukan pendaftaran, khususnya bagi yang akan melanjutkan pendidikan di wilayah Kajen. Ia juga mengingatkan bahwa sistem penerimaan siswa baru saat ini mengikuti aturan domisili dari pemerintah pusat.
“Saya hanya mengikuti aturan. Kalau saya pribadi, saya ingin anak-anak dari keluarga mampu memberikan kesempatan kepada yang kurang mampu untuk masuk sekolah negeri,” jelasnya.
Bupati juga mengimbau agar anak-anak yang sedang menghadapi musim ujian dapat mengatur waktu belajar dengan baik. “Menonton wayang boleh, tapi jangan sampai mengganggu waktu belajar, apalagi saat ujian,” pesannya.
Di akhir acara, Bupati memberikan apresiasi kepada Kepala Desa dan suaminya yang merupakan mantan Kepala Desa atas kepemimpinan yang membawa kemajuan bagi desa. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum untuk memperbaiki jalan-jalan kabupaten yang rusak.
“Prioritas kita adalah memperbaiki jalan-jalan yang dilalui masyarakat banyak, meskipun dengan anggaran yang terbatas. Yang penting kita utamakan yang memang mendesak,” pungkasnya.
Acara Sedekah Bumi ini menjadi momentum kebersamaan dan gotong royong seluruh warga Desa Sinangoprendeng, sekaligus momen untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat dari pemerintah daerah.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Desa Sinangohprendeng Titi Istiyaningsih, S. Pd.AUD bahwa kegiatan Sedekah Bumi ini adalah wujud rasa syukur masyarakat desa Sinangoprendeng kepada Tuhan yang Maha Esa. Semoga dengan adanya kegiatan ini semua usaha yang dilakukan oleh masyarakat khususnya masyarakat Sinangohprendeng bisa berhasil dan membawa kemakmuran.
"Ini merupakan bentuk ungkapan Syukur kepada Allah SWT Bahwa kita selaku masyarakat desa harus banyak-banyak bersyukur Karena kita berada di desa ini
bumi ini, di desa yang kita cintai Desa Sinangohprendeng ini Dengan sangat rukun, Guyub, makmur. Mudah-mudahan Dengan sudah diadakannya kegiatan Sedekah bumi, setiap tahun Ini sudah memberikan keberkahan. Mudah-mudahan hasil pertanian ataupun Hasil usaha panjenengan semuanya ditambahkan rezekinya, dan tambah makmur," ujar Kades Titi dalam sambutannya sebelum acara pagelaran wayang berlangsung.
Dalam acara sedekah bumi kali ini desa Sinangohprendeng menghadirkan pagelaran wayang kulit yang digawangi oleh Ki dalang Mangun Yuwono dengan membawakan lakon "Wahyu Katentreman". Tidak hanya itu Sinden Ciblek Banyumasan dan Gareng pun turut dihadirkan untuk menghibur masyarakat Desa Sinangohprendeng.
Rep. Reza
Rabu, 28 Mei 2025
Kegiatan ini ada dalam dukungan Emtek dan Yayasan Peduli Kasih dalam memberikan bantuan kepada Masyarakat Indonesia khususnya Kabupaten Pekalongan berupa 275 pohon serta 100 bingkisan untuk warga Kampung Baru Semonet, Tratebang, Wonokerto. Dalam Hal ini, Di Kabupaten Pekalongan dipilih dari hasil Dedikasi Bupati Pekalongan untuk Masyarakatnya.
Bupati Pekalongan Dr. Hj. Fadia Arafiq mengucapkan terimakasih untuk Indosiar yang telah menepati janji dalam memperhatikan Kabupaten Pekalongan. Kampung Semonet dipilih karena untuk mengurangi banjir serta membuat Masyarakat sadar akan pentingnya menanam pohon bagi lingkungan sehingga banjirnya tidak meluas.
"Pertama saya mengucapkan terimakasih kepada Indosiar yang sudah menepati janjinya memberikan hadiah untuk Kabupaten Pekalongan berupa pohon kurang lebih 275 buah. Karena penanaman pohon yang saya pilih diwonokerto untuk mengurangi banjir dan supaya masyarakat sadar penanamam pohon ini baik untuk menjaga lingkungan dari banjir". Jelas Bupati Pekalongan
Selain Itu, Bupati Pekalongan mengungkapkan rencana kedepan untuk Kabupaten Pekalongan tidak hanya penanaman pohon ini saja tetapi akan dibangun rumah pompa untuk menyedot air untuk dialirkan ke laut untuk mengurangi banjir di wilayah Wonokerto.
"Bukan hanya penanaman pohon ini saja, kita masih upayakan membangun rumah pompa di wilayah Wonokerto untuk menyedot air dan diteruskan ke laut untuk mengurangi banjir serta kemarin ada tanggul jebol sedang kita siapkan untuk diperbaiki". Pungkasnya
Acara ini dihadiri oleh Bupati Pekalongan, Pihak Emtek dan Yayasan Peduli Kasih, Forkomimda Kabupaten Pekalongan, Plt Sekda Kabupaten Pekalongan, Kepala OPD Kabupaten Pekalongan, Camat Se - Kabupaten Pekalongan, Lurah Se - Kabubaten Pekalongan Serta Masyarakat Kampung Semonet Baru, Tratebang, Wonokerto.
Rabu, 28 Mei 2025
Plt Camat Doro Hendi Purwanto, S.T mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang sudah memberikan ruang terhadap kecamatan doro dalam kegiatan sosialisasi gempur rokok ilegal.
"Kita mengucapkan terimakasih, kita sudah diberikan ruang dan waktu kepada Kecamatan Doro. Saya bahagia dan senang karena Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendukung kegiatan di Kecamatan Doro". Jelas Plt Camat Doro
Selain Itu dirinya mengucapkan bahwa komunitas Laredo ini menggunakan rokok yang legal tetapi juga harus diberikan sosialisasi mengenai rokok ilegal yang sudah banyak beredar di Masyarakat.
"Pencinta burung kicau mania sedang mengadakan kegiatan kicau burung tetap merokok semua tetapi rokoknya legal. Alhamdulilah yang jelas teman teman dari pencinta burung perlu dikasih sosialisasi betapa pentingnya gempur rokok ilegal". Pungkasnya
Kemudian Plt. Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Pekalongan Budi Rahardjo, A.P, M.A.P mengungkapkan bahwa salah satu bentuk dukungan Pemerintah Kabupatan Pekalongan dalam upaya untuk mencegah peredaran rokok Ilegal di Kabupaten Pekalongan.
"Kegiatan ini merupakan salah satu dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mencegah peredaran rokok ilegal khususnya di Kabupaten Pekalongan". Terangnya
Dirinya juga berharap bahwa pencinta burung mania bisa memanfaatkan sosialisasi gempur rokok ilegal dengan menanyakan kepada para narasumber yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
"Dalam kesempatan ini, silahkan dimanfaatkan waktu yang sebaik - baiknya apabila ada hal - hal yang perlu ditanyakan tentang ketentuan cukai serta rokok illegal". Pungkas Plt Dinkominfo
Acara ini dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan seperti Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pekalongan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Bea Cukai Tegal, Camat Doro, Serta Komunitas pencinta Burung Kicau "LAREDO".
Selasa, 27 Mei 2025
Dalam agenda rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan yang berlangsung hari Kamis (22/05/2025) siang ada tiga Raperda yang akan dijawab oleh Bupati Pekalongan yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Bupati Pekalongan Sukirman, S.S, M.S, atas pandangan umum yang diberikan oleh anggota DPRD Kabupaten Pekalongan yaitu mengenai:
1. RPJMD Kabupaten Pekalongan tahun 2025-2029
2. Pengarusutamaan Gender
3. Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak
Menanggapi pandangan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan bahwa visi dalam RPJMD 2025–2029 adalah mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang maju, adil, dan sejahtera. Pemerintah berkomitmen memastikan pembangunan merata di seluruh wilayah—baik pesisir, perkotaan, maupun pegunungan—sesuai kebutuhan dan potensi daerah masing-masing.
Terkait penanganan bencana, pemerintah daerah menyelaraskan kebijakan dengan misi keempat RPJMD, yakni memperkuat ketahanan bencana dan pelestarian lingkungan hidup berkelanjutan. Langkah yang diambil meliputi penguatan kapasitas SDM, koordinasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi, edukasi kesiapsiagaan masyarakat, serta penyusunan sistem penanganan bencana yang terintegrasi.
Sementara itu, dalam menjawab pandangan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terkait sektor pendidikan dan kesehatan, pemerintah menekankan strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Upaya ini diwujudkan melalui penyediaan sarana-prasarana yang layak dan peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan.
Menanggapi Fraksi Partai Amaat Nasional (PAN) yang menyoroti kemiskinan ekstrim pemerintah menyatakan sependapat dan menyampaikan bahwa langkah percepatan dilakukan melalui penguatan sektor pertanian serta kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah pusat, provinsi, perguruan tinggi, dan sektor swasta.
Fraksi PDI Perjuangan menyoroti strategi anggaran untuk mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan pusat. Pemerintah menanggapi dengan menyatakan akan mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) serta meningkatkan koordinasi terkait transfer dana seperti DAK, DID, bantuan provinsi, dan bagi hasil.
Terakhir, menjawab Fraksi Partai Gerindra, pemerintah menguraikan sejumlah strategi penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Di antaranya melalui edukasi dan sosialisasi, penguatan lembaga layanan seperti P2TP2A dan UPTDPPA, pemberdayaan perempuan secara ekonomi dan sosial, serta pelatihan keterampilan. Selain itu, koordinasi lintas sektor juga digalakkan demi menciptakan perlindungan yang menyeluruh.
Dengan disampaikannya tanggapan ini, diharapkan seluruh fraksi DPRD dapat memahami arah dan pembangunan Kabupaten Pekalongan ke depan, serta memperkuat sinergi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Wabup Sukirman juga menjelaskan apabila ada pendapat yang belum terakomodir masih bisa dibahas baik dalam forum formal dan informal lain guna menghasilkan Raperda yang baik dan tepat sasaran
"Sekali lagi, bila mana belum terakomodir, masih ada tempat khusus melalui pembahasan-pembahasan khusus dan juga dalam forum-forum informal lainnya yang bisa kita diskusikan dengan baik. Tentu saja untuk menghasilkan keputusan-keputusan yang penting terhadap Raperda terkait. Untuk hal-hal yang bersifat tenis akan kami sampaikan dalam pembahasan selanjutnya," tandasnya.
Jumat, 23 Mei 2025
Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke - 117 diikuti seluruh ASN yang berada dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Sesuai Amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Viada Hafid yang dibacakan Kapolres Pekalongan dengan memiliki tujuan besar yaitu "membangun masa depan yang tidak hanya lebih maju tetapi benar - benar berpihak pada rakyat sehingga menetapkan Asta Cita sebagai kompas utama Kebangkitan Nasional".
Pj Sekretaris Daerah Edi Herijanto, S.Sos, M.A.P menjelaskan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke - 117 dengan berharap tingkatkan kinerja dengan disiplin serta rasa nasionalisme dengan meninggalkan ego sehingga bisa bangkit bersama - sama.
"Kita berharap di era sekarang bersemangat dengan tingkatkan kinerja dengan displin dan rasa nasionalisme serta jangan menanamkan ego masing-masing tetapi mari kita bangkit bersama dan wujudkan kebersamaan". Pungkas Pj Sekda
Kemudian Pj Sekda juga memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan baik OPD dilingkungan Kabupaten Pekalongan sebagai Abdi Negara harus menjamin pelayanan yang prima kepada masyarakat untuk kesejahteraan rakyat di Kabupaten Pekalongan.
"Seluruh Kabupaten Pekalongan kita bersama Pemerintah baik OPD sebagai Abdi Masyarakat, kita melayani masyarakat dengan prima dan optimal. Kita sebagai Aparatur Negara yang tugas utama kita melayani kesejahteraan masyarakat". Papar Pj Sekda
Upacara ini dihadiri dari beberapa unsur di Lingkungan Kabupaten Pekalongan seperti Pj Sekretaris Daerah, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Kapolres Pekalongan, Dandim 0710 Pekalongan, Kajari Kabupaten Pekalongan, Seluruh Kepala OPD, Serta Seluruh ASN dilingkungan Pemerintahan.
Jumat, 23 Mei 2025
Hadir mewakili Bupati Pekalongan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Edy Herijanto menekankan bahwa dalam proses perekrutan yang berlangsung pada Job Fair Kajen 2025 tidak dipungut biaya sepeserpun sehingga siapapun bisa mendaftar tentunya dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan.
"Dalam proses rekrutmen kami tekankan tidak ada pungutan biaya sepeserpun, hal ini sekaligus menampik informasi yang beredar di masyarakat," tegasnya.
Usai membacakan sambutan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Pj Sekda kemudian membuka pelaksanaan Job Fair Kajen 2025 dengan ditandai pemukulan gong dan dilanjutkan dengan berkunjung ke stand-stand perusahaan yang ikut serta dalam kegiatan Job Fair Kajen 2025.
Dalam laporan resminya, Plt. Kepala Dinkop UKM dan Naker Argo Yudha Ismoyo menyebutkan bahwa per 20 Mei 2025 sekitar pukul 10.00 WIB, jumlah pendaftar telah mencapai 1.203 orang dan masih akan terus bertambah seiring berjalannya kegiatan.
"Ini adalah upaya kami untuk menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Pekalongan melalui pertemuan langsung antara pencari kerja dan perusahaan," ujar Argo sapaan akrabnya
Sebanyak 34 stand perusahaan dan instansi ikut ambil bagian dalam gelaran ini. Tidak hanya perusahaan swasta, Polres Pekalongan dan Kodim 0710 Pekalongan juga turut membuka stand untuk memberikan informasi terkait pendaftaran serta persyaratan menjadi anggota TNI dan Polri.
Menambah semarak kegiatan, Job Fair 2025 juga menggandeng Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) serta salah satu penerbit dari Yogyakarta untuk menggelar bazar buku murah, sebagai bentuk edukasi dan promosi literasi kepada masyarakat.
Menariknya, seluruh kegiatan ini terlaksana dengan dukungan dana APBD Kabupaten Pekalongan tahun 2025 sebesar Rp67 juta. Meskipun tergolong minim, pelaksanaan Job Fair tetap berjalan optimal berkat dukungan dari Bank Jateng, BPR BKK Kabupaten Pekalongan, serta sponsor-sponsor lainnya.
Dengan kolaborasi berbagai pihak dan antusiasme masyarakat, Job Fair 2025 diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam menekan angka pengangguran dan membuka akses kerja seluas-luasnya bagi warga Pekalongan.
Jumat, 23 Mei 2025