Senin, 8 Juli 2019
KAJEN - Sebanyak 100 Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) di Kabupaten Pekalongan menerima bantuan sosial dari Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si., Jumat (05/07/2019) pagi di Aula Dinas Sosial setempat.
Bupati mengatakan bantuan sosial ini bertujuan untuk mendukung WRSE menjadi mandiri. Kemudian WRSE ini dapat menggunakan bantuan tersebut sebagai modal usaha.
KAJEN – Pengurus Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan Kabupaten Pekalongan periode 2019-2022 secara resmi dilantik. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Prof. DR. Ir. Saratri Wilonoyudho, M.Si., disaksikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimuti beserta para perwakilan Forkopimda dan Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten, Selasa (2/7/2019) di aula lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.
Minggu, 7 Juli 2019
"Saya berpesan kepada ibu-ibu yang menerima bantuan benar-benar memanfaatkannya untuk mengembangkan kegiatan ekonominya, karena yang paling utama untuk mencukupi kebutuhan keluarga yang sudah tidak ada kepala keluarga laki-laki yang menanggungnya," kata Bupati.
Menurut Bupati Asip, pemerintah memberikan bantuan tidak berupa uang melainkan barang seperti kompor gas, mixer, sepeda.
"Kita memberikan apa yang diminta oleh penerima manfaat. Misalnya, penerima ingin sepeda untuk berjualan kerupuk pemerintah memberikan. Kemudian, minta kompor gas untuk berjualan makanan kita kasih dan harapannya bisa menambah omzet dagangannya," jelasnya.
"Ada 100 orang penerima manfaat ini dan bantuan ini berupa barang bukan uang tunai. Mereka berasal 9 desa di 7 kecamatan," jelasnya.
Tujuan bantuan tersebut diberikan kepada wanita yang memiliki usaha dasar seperti penjahit, salon, penjual kue atau gorengan, yang dianggap belum mampu untuk mengembangkan usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
"Penerima manfaat yang termasuk dalam kategori WRSE yakni para perempuan dewasa menikah, belum menikah ataupun janda," imbuhnya.
Adapun ke-100 WRSE penerima bantuan berasal dari Kecamatan Kedungwuni (6 orang), Kecamatan Wiradesa (16 orang), Kecamatan Kajen (14 orang), Kecamatan Buaran (17 orang), Kecamatan Karangdadap (10 orang), Kecamatan Kesesi (20 orang), dan Kecamatan Talun (17 orang).(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Jumat, 5 Juli 2019
Tradisi ini, sangat baik untuk dijaga dan dilestarikan. Adanya kegiatan ini juga menunjukkan kehidupan masyarakat yang rukun dan turun-temurun yang dilaksanakan oleh masyarakat Pekalongan.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si. didampingi Asisten I Drs. Ali Riza, M.Si menghadiri kegiatan serupa memberikan apresiasinya terhadap kegiatan tradisi legenonan yang dilaksanakan di Desa Sumurjomblangbogo Kecamatan Bojong, Jumat (05/07/2019) malam kemarin.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan menyampaikan pentingnya menjaga kerukunan, keamanan, dan ketertiban apalagi dengan adanya Kampus IAIN Pekalongan di sekitar Desa Sumurjomblangbogo yang dapat meningkatkan perekonomian warga.
“Sekarang ini di dekat Desa Sumurjomblangbogo sudah ada perguruan tinggi IAIN Pekalongan. Yang mana jumlah mahasiswanya ribuan. Kehadiran mereka dapat kita manfaatkan dengan baik sebagai sumber peningkatan perekenomian masyarakat Desa Sumujomblangbogo. Oleh karena itu, saya mohon agar kerukunan, ketertiban dan kenyamanan desa untuk bersama-sama kita jaga,” terang Asip.
Lebih lanjut, Bupati menambahkan adanya peraturan dari Pemerintah mengenai program pemberdayaan yang dapat memajukan ekonomi desa. “Melalui acara ini kita tingkatkan partisipasi terhadap kebangkitan pembangunan dan keamanan di desa,” ujar Bupati.
Bupati Pekalongan menegaskan juga perihal pesta demokrasi atau Pemilu yang telah usai. Ia meminta masyarakat untuk senantiasa menjaga kerukunan, tidak berselisih paham dan harus menjadi satu kesatuan lagi tanpa melihat apa pilihan mereka.
“Hidup di Kabupaten Pekalongan itu yang paling penting adalah warganya rukun, tidak boleh bertengkar antar sesama meskipun beda pilihan. Masalah pilihan Pilpres dan Pileg telah usai. Mari kita doakan Presiden dan Anggota Dewan yang terpilih bisa menjalankan amanah dan bisa memimpin bangsa dengan baik,” tegas Bupati Asip.
Terkait pagelaran wayang kulit dalam sedekah bumi atau legenonan malam itu, Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.,M.Si. berharap masyarakat dapat mengambil pesan moral yang terdapat dalam pementasan wayang tersebut.
Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri tersebut juga membagi-bagikan bantuan kepada masyarakat Desa Sumurjomblangbogo Kecamatan Bojong. Bantuan tersebut antara lain bantuan beasiswa bagi pelajar SD, SMP dan SMA, serta bantuan biaya tambahan hidup bagi beberapa lansia di desa setempat.(red)
Publisher : aris
Jumat, 5 Juli 2019
Selasa, 2 Juli 2019
Baru saja dihebohkan dengan wisata “Bengkelung Park” di Kecamatan Doro yang menjadi tranding warga Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya, kini Kabupaten Pekalongan telah menghadirkan destinasi wisata baru lagi “Ciblon Si Gesing”.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, S.H., M.Si memantau wisata anyar “Ciblon Si Gesing “ di Desa Watu Gajah, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Senin ( 01/07/2019) kemarin siang.
Pemantauan tersebut dilakukan dengan berkeliling menelusuri Muara Bendungan Gembiro dengan menggunakan kapal yang menjadi salah satu transportasi di tempat itu. Luas Muara Bendungan Gembiro kurang lebih 5 hektar yang akan di eksplorasi, dan rencananya luas area wisata akan ditambah.
“Tempat ini sangat luar biasa sekali untuk perikanan darat. Pinggir-pinggirnya juga akan dibuat café-cafe, apalagi saat sunset datang pasti sangat exotis, murah dan memperdayakan.” terang Bupati.
Selanjutnya, Bupati juga akan menambah anggaran untuk pembuatan perahu. Sehingga, dana pembangunan dapat teralokasikan dengan baik. Pemberian dana tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan sarana dan prasarana objek wisata “Ciblon Si Gesing”.
Di daerah wisata, dahulu belum dilakukan budidaya sebagai tempat wisata, namun saat ini sudah dibudidayakan oleh pemuda di bawah pimpinan Kepala Desa. “Airnya tidak kering disaat Jawa Tengah sedang dilanda kekeringan. Silahkan datang ke Pekalongan ciblon sak geleme dewe.” ujar Asip.
Bupati Asip Kholbihi berharap wisata Ciblon Si Gesing bisa menjadi destinasi sarana rekreasi warga Kabupaten Pekalongan dan luar Pekalongan, karena letaknya yang strategis dekat dengan jalur Provinsi.
“Pesan dari Pak Gubernur, seluruh tempat wisata di Kabupaten Pekalongan harus bersih dari sampah. Untuk itu saya mengajak kepada seluruh pengelola dan pengunjung tempat wisata untuk secara bersama-sama menjaga kebersihannya” ujar Bupati Pekalongan.
Penelusuran Muara Bendungan Gembiro, Bupati ditemani oleh Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Ir. M. Bambang Irianto, M.Si, dan Camat Kesesi Ajid Suryo Pratondo, S.STP.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk pengembangan wisata air di daerah Kabupaten Pekalongan. Kata Bupati, Bendungan Gembiro di Wisata “Ciblon Si Gesing” dulunya dibangun oleh pemerintahan Kolonial Belanda, yang sekarang sedang dibenahi oleh konsultan.
“Wisata ini memang belum diresmikan secara resmi, namun sudah ada banyak pengunjung yang datang. Tiket masuk dalam wisata ini sementara masih gratis, sedangkan untuk manaiki kapal biayanya Rp 10 ribu per orang,” terang Sudarwanto Kepala Desa Watu Gajah. (red)
Publisher : aris
Selasa, 2 Juli 2019
Bupati dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap pengurus yang dilantik. Pelantikan tersebut, kata Bupati, sebagai salah satu ikhtiar kita untuk bersama-sama mengatasi persoalan kependudukan khususnya yang ada di Kabupaten Pekalongan.
“Karena tentu Pemerintah tidak mungkin berdiri sendiri dan harus melibatkan banyak pihak seperti koalisi ini. Saya yakin koalisi kependudukan dan pembangunan akan mampu mengemban tugas dengan baik sekaligus memberikan masukan yang konstruktif kepada pemerintah dalam mengambil langkah-langkah dalam mengurai masalah kependudukan,” ujar Bupati.
Berdasarkan sumber data dari Proyeksi Penduduk Kabupaten Pekalongan, disebutkan bahwa pada tahun 2018, jumlah penduduk Kabupaten Pekalongan tercatat sebanyak 891.892, sedangkan tahun 2017 adalah 886.197., sehingga ada kenaikan sebesar 5.695 jiwa. Kenaikan ini diikuti dengan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) sebesar 0,69 persen.
“Meskipun kondisi ini masih dibawah LPP Provinsi Jawa Tengah (0,71) namun apabila dibandingkan dengan LPP Kabupaten di wilayah Pantura (Brebes 0,41, Tegal 0,30, dan Pemalang 0,30), LPP Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi. Untuk itu diperlukan upaya dan langkah konkrit menurunkan laju pertumbuhan dan meningkatkan kualitas penduduk,” terang Bupati.
Upaya dan langkah konkrit tersebut, kata Bupati, setidaknya melalui penyerasian kebijakan kependudukan dengan program pembangunan di segala bidang, baik aspek kuantitas, kualitas dan pengarahan mobilitas serta penyebaran penduduk, sesuai dengan daya dukung alam dan daya tampung di setiap wilayah.
Dijelaskan Bupati, program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) menjadi tumpuan harapan, karena tidak saja bertujuan mengurangi jumlah kelahiran, namun juga bertujuan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia. “Untuk itu, penduduk perlu diarahkan baik itu pertumbuhannya, penyebarannya, kesehatannya, ekonominya, bahkan keluarganya dengan tepat sesuai dengan arah pembangunan itu sendiri,” tandas Bupati.
Orang nomor satu di Kota Santri itu berharap dengan terbentuknya Koalisi Kependudukan di Kabupaten Pekalongan, maka Pemerintah Daerah akan terbantu dalam mengarahkan kebijakan kependudukan dan KB, mengingat tugas utama Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan adalah memberikan solusi kepada Pemerintah tentang pembangunan kependudukan melalui sumbangan pemikiran terutama dari pemikiran akademis.
Adapun susunan pengurus Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan Kabupaten Pekalongan periode 2019-2022 adalah DR. H. Muhlisin, M.Ag dari IAIN Pekalongan (Ketua Umum), Aida Rusmariana, MAN dari STIKES Muhammadiyah (Ketua I), M. Nasrullah, M.Pd dari STAIKAP Pekalongan (Ketua II), Dra. Hj. Siti Masruroh, M.Si Staf Ahli Bupati Pekalongan (Ketua III), M. Abdillah Abadi, SH.,M.Pop,HR Sekretaris Dinas PMD P3A dan PPKB (Sekretaris) dan Sri Gunawati, SE. Kasie P4 Dinas PMD P3A dan PPK sebagai Bendahara.
Selanjutnya, Komisi I Bidang Kependudukan dan KB, sebagai Ketua yaitu Cicih Eko Atmawati, S.TP (Kabid PPKB Dinas PMD P3A dan PPKB), Komisi II Bidang Ketenagakerjaan dan Pemberdayaan diketuai oleh Ahmad Khambali, SE dari Politeknik Muhammadiyah Pekajangan, Komisi III Bidang Pelembagaan dan Peraturan diketuai oleh Muh. Arifin, SH.,MH (Kabag Hukum Setda Kabupaten Pekalongan), Komisi IV Bidang Statistik Kependudukan diketuai oleh Ir. Nuringtijas Priharjani, MM (Kasie Statistik Sosial BPS Kabupaten Pekalongan), Komisi V Bidang Kemiskinan, Gizi dan Kualitas SDM diketuai oleh Nuniek Nizmah Fajriyah, SKP.,M.Kep.Sp.KMB (Stikes Pekajangan), dan Komisi VI Bidang Humas dan Kemitraan diketuai oleh Muh. Irkham, M.Pd.I (Kementerian Agama). (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Selasa, 2 Juli 2019
Senin, 1 Juli 2019
KAJEN – Adanya laporan dan berita di media Sindonews.com hari Selasa ini (18/6/2019), dengan judul “Kakek Seorang Diri Hidup di Gubuk Sempit Bersama Ternaknya”, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Siti Masruroh, M.Si didampingi Kasi Layanan Anak dan Lansia Bidang PPRS Dinsos, Kades Tunjungsari, TKSK Siwalan dan 3 orang pendamping PKH, Babinsa langsung mendatangi lokasi yakni Dukuh Gempol RT.017 RW.04 Desa Tunjungsari Kecamatan Siwalan.
Sebelumnya juga Camat Siwalan Sugino, S.STP., bersama Kepala Puskesmas Siwalan bersama bidan, perawat, Kades dan perangkat Desa Tunjungsari, Kantor Kesbangpol dan unsur terkait juga mendatangi lokasi yang sama.
Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Hj. Siti Masruroh menyampaikan bahwa berita yang dimuat Sindo News.Com hari Selasa ini, ada beberapa hal yang perlu diluruskan.
Dijelaskan, sebagian besar berita yang ditulis tidak benar bahwa Bapak Slamet tinggal di gubuk selama dua tahun. Hal ini, kata Masruroh, berdasarkan informasi dari Kepala Desa Tunjungsari M. Iskandar bahwa gubuk yang dibuat di pinggir kali yang perbatasan Desa Tunjungsari Kecamatan Siwalan dengan Sragi itu adalah dibuat baru 2-3 bulan yang lalu.
“Gubug itu sebagai tempat pak Slamet istirahat manakala ia walaupun sudah lansia (84 tahun) namun masih aktif beraktivitas dengan memelihara bebek dan menanam di lahan milik pengairan. Jadi, Pak Slamet beraktivitas dan tidur di gubuk di tanah bantaran pengairan itu memang pada saat siang hari,” terang Masruroh.
Lebih lanjut, Plt. Kepala Dinsos itu mengungkapkan bahwa hingga hari ini Pak Slamet masih tercatat sebagai penerima manfaat PKH Lansia. Dan menurut pak Kades, pak Slamet walaupun usianya sudah 84 tahun, akan tetapi sebagaimana aktivitas masyarakat pada umumnya ia masih aktif mengikuti kegiatan sosial seperti mengaji, sholat Jumat dan berjamaah secara rutin di masjid atau mushola terdekat.
“Dan salah satu anaknya yang kami temui yaitu Ibu Junaenah merasa marah dengan berita yang dimuat di media karena dianggapnya menelantarkan bapaknya, padahal tiap hari bapaknya selalu pulang ke rumah kami, bukan tinggal di gubuk itu,” imbuhnya.
Camat Siwalan, Sugino, S.STP menambahkan berkaitan dengan layanan kesehatan, selama ini Bapak Slamet sudah mendapat pelayanan kesehatan denga baik dari Puskesmas, dan yang bersangkutan sudah mmpunyai KIS (Kartu Indonesia Sehat), dan rutin cek kesehatan ke Puskesmas Siwalan. Hal ini sesuai laporan Kepala Puskesmas Siwalan, Suwondo.
“Beliau secara rutin masih mampu bersepeda untuk aktifitas ke masjid, ke rumah anaknya, juga ke Puskesmas Siwalan,” tandas Camat Siwalan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Selasa, 18 Juni 2019