KAJEN – Sosialisasi Keuangan melalui Pagelaran Wayang Kulit di Desa Api-api, Kecamatan Wonokerto, Minggu (15/9/2019) dibanjiri warga. Kegiatan berupa Sosialisasi Peran dan Fungsi Bank Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Keuangan melalui Pagelaran Wayang dengan dalang Sigid Wardono dari Pemalang. Sosialisasi dihadiri Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia (BI) Tegal Uke Sumajana.
Dalam sambutannya, Uke Sumajana, memperkenalkan mengenai Bank Indonesia kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. “Bank Indonesia berbeda dengan bank pada umumnya. Tugasnya diatur Undang-Undang, terutama UU Bank Indonesia. Bank Indonesia hanya menerima setoran dari bank lain. Bisa dikatakan BI adalah Bank nya bank,” jelas Uke.
Lebih lanjut dijelaskan tugas utama BI yakni menjaga stabilitas keuangan, antara lain yakni bagaimana menjaga inflasi. “Inflasi adalah kondisi naiknya harga-harga. Di daerah ada tim pemantau inflasi daerah, di Kabupaten diketuai oleh Bupati. BI akan memberikan informasi atau masukan kepada pemkab terkait harga-harga kebutuhan pokok,” tutur Uke. Untuk mencegah terjadinya inflasi atau stabilitas harga yang kurang baik, pihaknya akan memberikan masukan kepada bupati, langkah-langah apa yang harus diambil.
Dicontohkan, kenaikan harga biasanya disebabkan karena terbatasnya ketersediaan barang kebutuhan masyarakat seperti daging sapi pada waktu menjelang Idul Fitri. “Karena persediaannya yang terbatas, harga menjadi naik,” imbuh dia. Untuk mencegah hal tersebut, dalam jangka pendek, biasanya diambil langkah bagaimana memenuhi kebutuhan daging, sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dan harga stabil. Dalam jangka panjang, pemerintah bisa meningkatkan produksi peternakan, sehingga dari waktu ke waktu kebutuhan daging terpenuhi dan tidak terjadi kenaikan harga yang memberatkan masyarakat pada umumnya.
Tugas Bl lainnya, yakni, terkait kelancaran sistem pembayaran. “Kelancaran sistem pembayaran akan mendukung stabilitas keuangan,” tandas Uke. Selain tugas-tugas tersebut, BI juga bertugas mencetak dan mengedarkan uang. “Uang lecek yang diterima BI dari bank-bank akan dimusnahkan oleh BI dan akan dicetak uang baru,” ungkapnya. Uang yang dicetak BI sebesar uang yang dimusnahkan atau dihancurkan dan tidak sembarangan dalam mencetak uang, karena dalam bekerja, BI diawasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti mewakili Bupati Asip Kholbihi, SH, M.Si dalam sambutannya berharap kegiatan bisa diselenggarakan secara rutin dan menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, terlebih dengan kondisi wilayah Kecamatan Wonokerto yang cenderung membaik dengan adanya tanggul penahan rob. Dengan adanya sosialisasi oleh pihak yang berkompeten dan disajikan dengan hiburan wayang kulit, diharapkan masyarakat lebih tertarik untuk menghadiri acara.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pekalongan Periode 1996 – 2001 dan Periode 2006-2011, Drs. H. Amat Antono, M.Si, Staf Ahli Anggota DPR RI Dr. Heriyono Tarjono SH, MKM dan Jacob Widodo, Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, Camat Wonokerto serta Perangkat Desa Api-api.
Sebelumnya, Kepala Desa Api-api, Komarudin, juga berharap sama dengan Wabup Arini. “Kegiatan baru pertama kali digelar. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi momentum tersendiri, sebagai kenang-kenangan, yang akan selalu dinanti-nanti untuk tahun-tahun berikutnya,” ungkap Komarudin
Dalam Pagelaran Wayang Kulit sekaligus Sosialisasi Keuangan oleh Pihak BI malam itu yang bertemakan Greget Mangayun yang artinya Semangat Membangun, Komarudin juga berharap rasa persatuan, gotong royong yang hampir hilang di tengah-tengah masyarakat saat ini kembali bisa dibangun. (red)
Publisher : aris
Minggu, 15 September 2019
KAJEN – Puluhan warga lanjut usia (lansia) Jum’at (13/9) mengikuti senam bersama di Halaman Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan. Tampak hadir Wakil Bupati, Ir. Hj. Arini Harimurti dalam kegiatan tersebut.
Usai senam bersama, Arini, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dengan para lansia pagi itu. Senam bersama merupakan program Komisi Daerah (Komda) Lansia dan diselenggarakan pertama kalinya. Arini menilai kegiatan senam bersama tersebut sangat positif. “Namun tidak hanya ini, kami juga mohon masukan dari para lansia semua, apa kira-kira program Komda Lansia ini agar lansia tetap sehat, tetap produktif. Kapan kita kumpul-kumpul, kapan tanggalnya,” ungkap Arini.
KAJEN – Casmani, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di SMKN Karangdadap dan merupakan warga Desa Kedungkebo Kecamatan Karangdadap menjadi pemenang 1 unit mobil dalam Pengundian Hadiah Tabungan Bima Bank Jateng Periode Pertama Tahun 2019 yang digelar di Halaman Bank Jateng Cabang Kajen, Jum’at (13/9/2019).
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengajar Kuliah Umum di kelas D3 Akuntansi PSDKU Universitas Diponegoro (Undip) Pekalongan. Dengan materi bertajuk "Era Millenial: Mampukah Akuntan Sebagai Pemersatu Bangsa", Bupati didampingi DR. Redyanto Noor, M.Hum (Ketua Lembaga Pengelola PSDKU Undip), Drs. Sudarno, M.Si., P.hD, (Kaprodi D3 Akuntansi PSDKU Undip), dan M. Agus Suryono, SE.Ak. (Narasumber kedua).
KAJEN - 1500 Mancing Mania dari seluruh penjuru Indonesia Ikuti Turnamen Baramundi Tingkat Nasional Bupati Pekalongan Cup III dan Santunan Anak Yatim, di Sungai Pencongan (Kali Sengkarang) Desa Pacar Kecamatan Tirto. Turnamen dibuka oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, ., Sabtu (7/9/2019) malam.
Ke depan juga diharapkan semua lansia dari berbagai kelompok bisa dilibatkan. “Ini adalah titik awal kita mudah-mudahan ke depan lebih giat lagi, lebih semangat lagi, lebih sehat lagi,” pungkasnya. Acara dilanjutkan dengan foto bersama.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Dra. Hj. Siti Masruroh, M.Si menyampaikan Dinas Sosial sebagai Sekretariat Komda Lansia menyelenggarakan senam sehat bersama ibu-ibu komunitas lansia alun-alun Kajen dan Karanganyar. “Ini adalah bagian dari salah satu kegiatan Komda lansia dan kegiatan ini dilaksanakan tiap dua minggu sekali,” katanya. (Lilik, Diyon)
Publisher : aris
Jumat, 13 September 2019
Pemenang lainnya dengan hadiah berupa 5 keping emas 10 gram, masing-masing yaitu Imam Khoirudin (Bank Jateng Capem Doro), Arifin (Capem Kedungwuni), Hendhy Setyo Pambudi (Cabang Kajen), Dakir (Cabang Kajen), Murdiarso (Capem Wiradesa).
Pemenang hadiah sepeda motor, masing-masing yaitu Vivi Yuliana (Capem Wiradesa), Daliman (Cabang Kajen), Pemdes Pamutuh Kecamatan Lebakbarang (Cabang Kajen), Agustina Saparwati (Capem Kedungwuni), Santoso (Capem Doro).
Direktur Bank Jateng Cabang Kajen Herdinanto dalam laporannya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Pekalongan atas segala dukungan dan doa restunya kepada Bank Jateng Cabang Kajen. Selain itu, dia juga berterima kasih kepada para nasabah yang telah setia menabung di Bank Jateng.
Dilaporkan, sampai dengan Bulan Agustus 2019, khususnya untuk tabungan dana mencapai Rp. 169 Miliar. Angka ini mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dibanding Agustus tahun lalu yang angkanya sekitar Rp 147 Miliar. “Ini menunjukkan bahwa dominasi tabungan ini masih cukup besar untuk penghimpunan dana di Bank Jateng Kajen,” jelas dia.
Dia berharap angka bisa terus meningkat sehingga operasional bank bisa dilaksanakan dengan baik. “Sekali lagi terima kasih dan kami sampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bupati dan para nasabah Bank Jateng,” ungkap Herdinanto.
Selain tabungan, penghimpunan lainnya yaitu giro dan deposito yang totalnya berjumlah Rp 624 miliar. “Perkembangan cukup pesat dibandingkan bulan Agustus 2018 yang angkanya sebesar Rp 563 miliar atau mengalami pertumbuhan 10%,” jelas dia.
Dia berharap pihaknya dapat mengemban amanat dari pemerintah dan para nasabah untuk mengelola dana yang dititipkan pada pihaknya. Dana tersebut, kata Herdinanto, merupakan salah satu sumber atau media bagi Bank Jateng untuk bisa turut serta dalam pembangunan di Kabupaten Pekalongan.
Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH,M.Si usai menyerahkan hadiah kepada para pemenang, dalam sambutannya mengatakan, menabung itu penting. Dikatakan, Bank Jateng merupakan bank milik Pemprov dan Pemkab/ Pemkot di wilayah Jawa Tengah. “Sehingga perlu diberdayakan dan didukung penuh, karena hasilnya untuk membangun Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” tutur Bupati.
Selain oleh OJK, kata Bupati, Bank Jateng juga diawasi oleh Pemkab Pekalongan. “Matur nuwun panjenengan sedoyo warga Kabupaten Pekalongan sampun mempercayakan kepada Bank Jateng untuk menabung sekaligus melakukan transaksi perbankan lainnya,” ungkap Bupati.
Karena, menurut Bupati, saat ini, kita tidak bisa lepas dari hal yang bersifat perbankan. Oleh karena itu, kepercayaan masyarakat terhadap bank menjadi kunci pelayanan bagi para penyedia jasa bank.
Dikatakan, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan cukup tinggi, yakni 5,76%. Secara makro kondisi perekonomian di Kabupaten Pekalongan baik dan cocok untuk berinvestasi. “Banyak pihak ke tiga yang berminat untuk berinvestasi di Kabupaten Pekalongan. Hal ini perlu ditangkap sebagai peluang untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan pada tahun 2020 sebesar 6%,” tandasnya.
Bupati mengucapkan selamat kepada para pemenang undian. Namun, juga tak lupa juga berpesan agar para pemenang bersedekah kepada para tetangga yang kurang mampu. Bupati berdoa para pemenang dan nasabah rejekinya bertambah dan barokah. (Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Publisher : aris
Jumat, 13 September 2019
Dan diperkirakan pengunjung pameran tahun ini ditargetkan kurang lebih 25.000 pengunjung terdiri dari siswa, mahasiswa, karyawan karyawati dan masyarakat umum. Selain itu pameran juga menghadirkan acara pendukung seperti berbagai lomba yang pesertanya dari anak PAUD pelajar dan masyarakat umum. Juga beberapa workshop diantaranya workshop tentang pengelolaan peepustakaan desa, penulisan artikel ilmiah dan lainnya. Ada pula seminar, bedah buku dan wisata buku, juga Pentas budaya dan seni.
Pada kesempatan yang sama Sekretarias Daerah Kab Pekalongan Mukaromah Syakoer, MM mewakili Bupati, menyambut baik pameran buku dan arsip tersebut. “Kami menyambut baik, karena dengan adanya pameran buku dan arsip ini kami berharap bahwa buku yang dikelola dapat ditayangkan kepada masyarakat untuk dibaca” tuturnya.
Dan arsip yang kita simpan, dijadikan sebagai informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dan Kegiatan pameran buku dan arsip ditingkatkan agar semakin baik karena,animo masyarakat Kabupaten Pekalongan terhadap membaca dan terhadap literasi semakin baik, semakin respek. (red)
Publisher : aris
Jumat, 13 September 2019
Ia berharap dengan berkumpulnya bersama para alim-ulama, mudah-mudahan masyarakat Kabupaten Pekalongan senantiasa dimudahkan dalam mencari rezeki yang halal, umur panjang sampai kelak berkumpul kembali tentunya bersama Rosulullah. "Kalau kita ingin punya ilmu, kita mencintai saja orang yang punya ilmu, Insya Alloh kita akan mendapat ilmu yang manfaat". ujar Bupati
Ada tiga hal yang ditekankan Bupati. Pertama, bupati menghimbau agar masyarakat kalijambe pada khususnya senang bersedekah. Kedua, dalam hal kerukunan antar warga jangan sampai terjadi pertengkaran, masalah beda pilihan itu biasa. Dan ketiga kepada orang tua harus mendukung program Pemerintah dengan menyekolahkan putra putrinya minimal 12 tahun atau tamat SMA/Aliyah
Pengajian yang diadakan di Kalijambe Sragi dengan menghadirkan tokoh ulama KH. Anwar zahid dari Bojonegoro Jawa Timur , pada rabu ( 11/09) berlangsung meriah. Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi dalam sambutan singkatnya mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan pengajian dari tahun ke tahun samakin baik. " Alhamdulilah masyarakat Kalijambe dari tahun ke tahun masih istiqomah dalam rangka menebar kebaikan, melaksanakan hal hal baik , yakni menyantuni anak yatim. Semoga tahun depan lebih meningkat lagi", tuturnya.(red)
Publisher : aris
Kamis, 12 September 2019
“Saya ucapkan terima kasih kepada Rektor Undip beserta jajaran Akademika yang secara terus-menerus melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Kemudian saya ucapkan selamat datang kepada para mahasiswa yang kebanyakan hampir 90 persen berasal dari luar Kabupaten Pekalongan,” ujar Bupati Pekalongan usia mengajar di Kampus PSDKU Undip Pekalongan di Kajen, Senin (9/9/2019) pagi.
Dijelaskan Bupati, Kabupaten Pekalongan dahulu bisa dikatakan zero perguruan tinggi. Berbeda dengan sekarang yang sudah hadir banyak perguruan tinggi seperti PSDKU Undip, IAIN, ITS NU, Politeknik Pusmanu, UMPP.
“Mungkin akan segera menyusul perguruan tinggi lainnya karena wilayah Kabupaten Pekalongan sangat kondusif untuk pengembangan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta,” terang Bupati.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan, dengan kehadiran mahasiswa di Kabupaten Pekalongan ini sangat memberikan peran yang positif. Pertama, dapat memberikan motivasi para pelajar yang masih belajar di pendidikan menengah (SMA sederajat). Kedua, bisa mewarnai kegiatan-kegiatan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Dan yang ketiga, mereka akan menjadi agen bagi Kabupaten Pekalongan di daerahnya masing-masing guna memperkenalkan potensi yang ada di Kabupaten Pekalongan ini seperti batik, dan potensi-potensi lainnya.
“Disamping itu juga yang lebih penting lagi adalah menumbuhkan perekonomian di Kabupaten Pekalongan seperti industry makanan, kos-kosan, laundry dan lainnya,” tuturnya.
Akan tetapi, kata Bupati, misi besar hadirnya perguruan tinggi adalah bagaimana agar Kabupaten Pekalongan ini mendukung Pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena angka partisipasi kasar perguruan tinggi masih jauh dari harapan kita. Dan dengan hadirnya perguruan tinggi di Kota Santri ini akan meningkatkan angka partisipasi kasar perguruan tinggi di Indonesia.
“Kami sangat terbuka bagi perguruan-perguruan tinggi lain yang akan membuka di Kabupaten Pekalongan. Karena semakin banyak perguruan tinggi akan semakin baik seperti kota-kota yang lain di Jawa Tengah semisal Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Salatiga, Purwokerto. Mudah-mudahan Kabupaten Pekalongan akan menyusul sebagai pusat untuk pertumbuhan perguruan tinggi baru di Jawa Tengah melengkapi kota-kota yang sudah ada,” harap Bupati.
Dalam kesempatan mengajar tersebut, Bupati memberikan doorprize kepada beberapa mahasiswa, yang sebelumnya disampaikan pertanyaan oleh Bupati kepada mahasiswa yang bisa menjawab pertanyaan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Publisher : aris
Senin, 9 September 2019
Minggu, 8 September 2019
Minggu, 8 September 2019
Dipilihnya sungai Pencongan ini karena merupakan sungai terbaik di pantura, selain ketinggian air yang konsisten dan ideal untuk hidup ikan burumundi atau kakap putih serta letaknya yang strategis sehingga pas untuk kegiatan turnamen ini , Ungkap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.
"Potensi Ikan Kakap Baramundi di Sungai Pencongan (Kali Sengkarang) Ini tolong dijaga. Jangan sampai ada yang buang sampah atau limbah kesini, karena sudah tidak jamannya lagi. Karena sungai adalah beranda depan rumah kita yang harus selalu bersih. Sehingga potensinya bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin".tandasnya.
Selanjutnya ia berharap agar sungai pencongan ini dapat dikembangkan lebih lanjut oleh BUMDES desa yang berada disekitarnya. Hal ini bentuk inovasi yang hendaknya dapat dikembangkan untuk kemajuan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten sedang mendorong agar pergerakan wisata wisata lokal ini yang mengandalkan keindahan alam yang potensi alam menyebar tidak hanya di wilayah pegunungan dan daerah pantai saja tapi sungai juga untuk dapat dimanfaatkan.” Kita sedang mendesain untuk pariwisata berbasis air yang dapat dikelola oleh bumdes desa setampat tentunya setelah memperhatikan aspek keamanan dan ijin dari instasi vertical” terang Bupati.
Sementara itu ketua panitia tunamen Dedi menjelaskan bahwa kegiatan ini ikuti peserta 1500 macing mania baik dari 50 komunitas dan sisanya perorangan. “Mereka berasal dari Banten hingga Jawa Timur, seperti Banten, Indramayu, Cirebon, Tegal, Gresik dan Surabaya”tandasnya.(Red)
Publisher : aris
Minggu, 8 September 2019