KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan mengusahakan mencari sumber air baru untuk mengatasi bencana kekeringan di Desa Kaliboja Kecamatan Paninggaran.
Selama musim kering tahun ini, warga Desa Kaliboja mengalami krisis air bersih, dan sejak bulan Oktober yang lalu masyarakat mencari air sampai ke Kalibening Banjarnegara.
“Hari ini kita droping air bersih ke sini, namun masalah tidak cukup hanya itu, kita akan mencari sumber air baru, dan kita akan lakukan pipanisasi dan masukkan ke instalasi yang sudah ada, sehingga Insya Allah ke depan daerah ini sudah tidak kekeringan lagi,” kata Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat melakukan bantuan air bersih di Desa Kaliboja Kecamatan Paninggaran, Senin (11/11/2019) sore.
Bupati mengungkapkan, dirinya jika datang ke daerah kekeringan selalu memberikan solusi agar di tahun mendatang daerah tersebut dapat terbebas dari krisis air bersih jika kemarau tiba.
“Seperti yang sudah kita lakukan di Rawacacing Kecamatan Kedungwuni dan di Desa Lambanggelun yang sekarang sudah tidak dikirim lagi, kemudian di Kesesi dalam jangka menengah panjang sedang kita carikan solusinya Insya Allah musim kemarau yang akan datang daerah-daerah yang mengalami bencana kekeringan itu bisa kita kurangi,” terang Bupati.
Selain itu, jelas Bupati Pekalongan KH. Asip, Pemkab juga punya water management untuk mengatasi kekeringan yang ada di Kabupaten Pekalongan karena sebenarnya Kabupaten Pekalongan kaya dengan sumber air baku dan air tanah.
“Ini yang perlu kita pahami. Memang ada moratorium untuk eksploitasi air tanah udara daerah tertentu seperti daerah pantai, sambil menyiapkan air baku ini bisa masuk ke daerah-daerah perkotaan,” paparnya.
Bupati menambahkan, ada beberapa sebab mengapa daerah atas kering duluan, yang pertama mungkin area tangkapan airnya sudah berkurang karena lahan, terus sekarang kita harus menanam kembali pohon-pohon yang punya daya serap air tinggi.
“Saya kira teknologi biopori itu penting untuk digalakkan di desa-desa ini supaya air itu langsung masuk ke dalam tanah. Ini problem yang harus kita atasi jangka menengah panjang, sedang. Untuk jangka pendek ini bagaimana supaya potensi air yang ada di daerah yang lebih tinggi itu bisa kita alirkan ke daerah yang lebih rendah utamanya di pegunungan,” ujar Bupati KH. Asip.
Sementara itu, Direktur Perusda Air Minum Tirta Kajen, Nur Wachid mengatakan, pihaknya senantiasa akan bersinergi dengan Dinas Perkim LH untuk memetakan daerah rawan kekeringan di Kabupaten Pekalongan.
“Nanti skenarionya itu harus kita lakukan oleh Perkim atau PDAM, untuk daerah Kaliboja sendiri nanti akan kita lakukan pengambilan air dari daerah yang ada di atas untuk segera kita alirkan ke sini, sehingga ke depan kekeringan sudah tidak terjadi lagi di daerah ini,” katanya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
- Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November memiliki makna tersendiri bagi setiap orang. Tak ketinggalan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si yang memaknai Hari Pahlawan sebagai spirit bagi generasi muda mengisi kemerdekaan dengan cara-cara kekinian sesuai dengan era revolusi 4.0 saat ini.
KAJEN - Dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh pada tanggal 7 November, Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) menggelar wayang Golek Semalam Suntuk di Halaman Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Kamis (7/11/2019). Pagelaran wayang tersebut menampilkan Ki dalang Hadi Asmoyo dari Desa Sampih Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan dan mengambil cerita dari babad Pekalongan dengan
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si melakukan sharing pengalaman dengan para Pemuda Pelopor Kabupaten Pekalongan Tahun 2019, di WARS Cafe and Coffee, Jumat (8/11/2019) sore.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si kedatangan tamu kehormatan yaitu pesulap nasional Joe Thunder yang sudah sangat terkenal, Jumat (8/11/2019) siang.
KAJEN - Bupati Pekalongan, KH. Asip KHOLBIHI, SH.M.Si beserta jajaran menggelar Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Program Pencegahan Korupsi di Kabupaten Pekalongan yang dihadiri oleh Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) KPK. Acara Rapat sendiri dilakukan di Ruang Rapat Bupati Pekalongan, Kamis (7/11/2019).
KAJEN – Dugaan adanya beberapa desa fiktif di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara sebagaimana diberitakan sejumlah media akhir-akhir ini, Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mendorong agar dilakukan verifikasi desa di seluruh wilayah Republik Indonesia.
KAJEN
Menurut Bupati KH. Asip, pahlawan masa kini adalah figur masyarakat Indonesia termasuk masyarakat Kabupaten Pekalongan yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Seperti menebar kebajikan, menciptakan kemaslahatan dan tidak melakukan hal-hal yang bersifat kontra produktif.
"Di era baru seperti sekarang ini, semangat kepahlawanan juga harus dirumuskan dengan pandangan yang baru. Senjata yang digunakan untuk melakoni bukan lagi hunusan senjata, tapi dibutuhkan kreativitas dan inovasi untuk meningkatkan daya saing bangsa," kata Bupati Asip usai menjadi Inspektur Upacara Hari Pahlawan di alun-alun Kajen, Minggu, (10/11/2019).
Selain itu juga, peringatan Hari Pahlawan ini juga sebagai bentuk wujud rasa cinta kasih kita kepada pahlawan.
"Peringatan 10 November itu menjadi penting, untuk terus-menerus melakukan refleksi terhadap apa yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan kemerdekaan," ungkapnya.
Bupati Pekalongan KH. Asip menambahkan melalui peringatan Hari Pahlawan ini, dapat mengingatkan masyarakat terhadap perjuangan pahlawan di masa lampau. Selain itu, dia mengajak masyarakat untuk menanamkan di dirinya jiwa pahlawan.
"Caranya, berperan aktif dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tambahnya.
Usai Upacara di Alun-alun Kajen, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH. Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si., Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP., MMS., beserta unsur Forkopimda, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta seluruh tamu undangan lainnya melakukan ziarah nasional ke Taman Makam Pahlawan Bakti Wiratama di Bojong.(didik /dinkominfo kab.pekalongan)
diiringi penampilan campur sari Mulyo Raras dari Desa Bulak pelem Kecamatan Sragi.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi yang diwakilkan Ali Riza, Msi Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pekalongan dalam sambutannya menyampaikan, pagelaran wayang golek tersebut bagian dari komitmen Pemerintah Daerah terhadap penetapan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang Nasional. “hal itu juga sesuai dari misi Pemerintah Daerah yang tertuang dalam 12 mandat rakyat diantaranya adalah pengembangan dan penguatan nilai budaya bentuk-bentuk semacam ini adalah upaya pemerintah daerah untuk melestarikan nilai budaya,” katanya
Pagelaran wayang ini, kata Ali, sekaligus sebagai pelestarian budaya khususnya bagi generasi muda sebagai langkah nyata Pemkab dalam melestarikan budaya .“wayang sebagai warisan budaya tak benda diakui dunia, berasal dari Indonesia dan ini harus terus dilestarikan khususnya oleh teman-teman seniman dan seluruh komponen masyarakat yang ada di Kabupaten Pekalongan,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Hari Wayang Nasional Tingkat Kabupaten Pekalongan Sumarwati menuturkan, tujuan diadakan pagelaran wayang diantaranya sebagai sarana komunikasi dan silaturohim bagi seniman dalam upaya pemajuan kebudayaan di Kabupaten Pekalongan dan meningkatkan kesadaran dan kecintaan masyarakat dalam upaya pemajuan wayang di Indonesia khususnya di Kabupaten Pekalongan,” jelasnya yang juga sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan.
Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Ismu Syamsudin menambahkan, pagelaran wayang dalam rangka peringatan Hari Wayang Nasional baru pertama kali di laksanakan, dan kegiatan ini serentak dilaksanakan secara nasional. “wayang ini sudah diakui dunia sebagai warisan tak benda bangsa indonesia, tentu sebagai bangsa yang menghargai budayanya, wayang ini harus terus dilestarikan dan dibudayakan,” ujarnya.
Sebagai bentuk perhatian pemkab terhadap kesenian wayang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan pendataan seluruh anggota Persatuan Pedalangan Indonesia atau Pepadi Kabupaten Pekalongan, setelah itu akan dilakukan sharing untuk peningkatan wayang di Kabupaten Pekalongan, baik dari sisi kemasan, teknis maupun market. “anggota Pepadi Kabupaten Pekalongan itu yang aktif sekitar 70, namun diluar itu banyak. Dan wayang golek yang ditampilkan malam ini merupakan wayang asli dari Kabupaten Pekalongan,” jelasnya.(red)
Bupati didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Ali Riza, M.Si., Kepala Dinporapar Ir. M. Bambang Irianto, M.Si., Kepala Dindikbud Hj. Sumarwati, S.Pd.,M.AP., dan Kepala Dinkominfo H. Anis Rosidi, S.Sos., M.Si dan perwakilan Dinperindagkop dan UKM.
Bupati mengungkapkan niatnya untuk bagaimana potensi yang dimiliki para Pemuda Pelopor Kabupaten Pekalongan itu bisa dioptimalkan peran dan fungsinya.
"Saya punya niatan agar potensi yang dimiliki oleh para Pemuda Pelopor Kabupaten Pekalongan yang pada Upacara Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2019 lalu mendapatkan penghargaan dari Pemkab Pekalongan dan sebagian Provinsi itu kita optimalkan lagi peran dan fungsinya," ujar Bupati.
Untuk itu, kata Bupati, para Pemuda Pelopor kita kumpulkan, kita ajak sharing pengalaman. Kira-kira peran Pemerintah dimana, sehingga mereka itu lebih berdaya guna.
"Seperti pencipta pavling block dari sampah. Pemkab Pekalongan akan memfasilitasi dan menghubungkan antara TPA dengan pabrik yang akan dirancang," terang Bupati.
Disamping itu, kata Bupati, ada lagi yang lainnya yakni permen herbal untuk kesehatan, juga ada pengembangan dari para programer komputer.
"Kemudian juga ada yang ingin mewujudkan Kabupaten Pekalongan ada sebuah entitas yang bergerak khusus untuk pemberdayaan bahasa Inggris. Lalu, pemberdayaan organisasi yakni bagaimana anak-anak muda kita juga terlibat penurunan angka stunting seperti dari Nasiyatul Aisyiyah, Iqro, IPPNU yang terus-menerus berupaya agar pendidikan pranikah ini bisa terus berjalan dengan baik, pendidikan keremajaan putri ini bekerja dengan baik. Semua diinisiasi dan dipelopori oleh mereka semua, " papar Bupati Pekalongan.
Tentu, jelas Bupati, Pemerintah akan memfasilitasi dan mendukung terus agar program ini berjalan semakin baik.
" Ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena kami melihat potensi yang ada di mereka sungguh luar biasa untuk mempercepat dinamika pembangunan di Kabupaten Pekalongan," tandas Bupati.
Dalam acara sharing pengalaman tersebut, satu persatu para Pemuda Pelopor berbagi pengalamannya dengan Bupati Pekalongan dan seluruh yang hadir.
Para Pemuda Pelopor dan organisasi kepemudaan yang berprestasi dari berbagai bidang. Antara lain untuk Bidang Pendidikan, juara I Bayu Taufan H, juara II Isnah Kharimah dan juara III Galang Setianto.
Selanjutnya, Bidang SDA, Lingkungan dan Pariwisata. Juara I M. Kuswoto (juga juara III tingkat Provinsi), juara II M. Rusbiyana dan juara III Siti Umi Kulsum. Dan di Bidang Pangan, untuk juara I Ainun Muthoharoh, juara II Abdul Basir dan juara III Silvi Amalia. Serta Bidang Organisasi, juara I yaitu Nasiyatul Aisyiyah, juara II Iqro dan juara III IPPNU Kabupaten Pekalongan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kata Bupati, tujuan beliau ke sini di samping silaturahmi, juga untuk memupuk rasa persaudaraan, perkawanan dan sekaligus menyapa masyarakat Kabupaten Pekalongan melalui magic yang beliau miliki nanti akan ditampilkan sesuatu yang tidak pernah terjadi di Indonesia.
"Atraksinya menjelaskan betapa Indonesia kaya dengan sumber daya manusia, kaya sekali dengan sumber daya sumber daya yang terus-menerus. Dan ini memberikan inspirasi bagi kita semua untuk mempelajari sesuatu yang tidak mungkin, yang irasional ternyata nanti bisa dijelaskan secara rasional, " katanya.
Dijelaskan, Indonesia mempunyai kekayaan budaya yang adiluhung, apalagi di Kabupaten Pekalongan ini. "Oleh karena itu, kehadiran Joe Thunder di Kabupaten Pekalongan saya sangat mengapresiasi dan mudah-mudahan nanti bisa menghibur masyarakat Kabupaten Pekalongan sekaligus informasi kepada generasi muda kita agar jadilah orang yang bermanfaat untuk sesama karena itu adalah cita-cita ideal kita semua," ujar Bupati.
Sementara itu, Joe Thunder menyampaikan inilah yang bisa diberikannya untuk negeri tercinta Indonesia dan semuanya itu datangnya dari Allah.
"Demi bangsa Indonesia bersatu saya merelakan bagian dari pada organ tubuh saya ini yang akan saya berikan. Ini adalah warna yang berbeda dari perbedaan itu," kata Master Joe.
Diterangkan, ternyata indah sekali ibarat kata dalam mencetak/menciptakan pelangi walaupun berbeda warna tapi indah di tatap mata. Di situlah keindahan.
"Jadi misi daripada apa yang saya atraksikan adalah menyatukan perbedaan dan bijak dalam pengabdian apapun bentuknya saya. Saya minta doa dari semua yang hadir di sini untuk menarik mobil dengan bagian tubuh saya itu dengan alat vital saya ya bagian yang terlemah daripada organ tubuh kita ini saya korbankan demi bangsa Indonesia bisa bersatu", tuturnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Bupati Asip menerangkan bahwa Pemkab Pekalongan sedang berupaya keras agar bagaimana mandat dalam mengelola APBD itu bahwa masyarakat harus tahu dan merasakan impact dan benefit serta outcome dari APBD yang dikelola. Sisi lain dari hasil yang seperti itu prosesnya harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku karena pengawasan dari aparatur terkait.
"Kita dikenal dengan negara yang terlalu banyak pengawasan, saya kira wajar karena masih negara berkembang. Melalui tim monitoring ini mudah-mudahan nanti prosesnya bagus dan hasilnya bagus," ujarnya.
Kemarin kami mendapatkan penghargaan dari Kementerian Keuangan berkaitan dengan tata kelola kita yang sudah WTP ke 4 kali. "Saya ingat kata dari Bu Sekda bahwa WTP kita ini harus berkualitas. Saya cari sumber referensinya dan ternyata WTP berkualitas itu diukur dari aspek outcomenya. Serapannya seperti apa dan nilai manfaatnya seperti apa, ini banyak dinilai oleh lembaga lain," pungkasnya.
Dua minggu yang lalu kami juga mendapatkan penghargaan Pandu Negeri. Salah satu indikatornya adalah mereka mengukur dari aspek outcome yang kita miliki dan juga progres dari indikator makro ekonomi yang kita lakukan per tahun anggarannya.
Ke depan, Insya Allah juga akan mendapatkan penghargaan lagi dari Kata Data. "Kemarin sudah presentasi di sana dari beberapa Bupati yang diundang dan juga membedah bagaimana outcome dari APBD kita itu mampu memberikan perubahan ditingkat paling dasar pertama yaitu tingkat penurunan kemiskinan," ungkapnya.
Stimulus ABPD yang kita kelola secara efektif ini harus bisa memberikan keuntungan dari aspek outcomenya. Tentu ini harus dikelola dengan baik dan juga banyak aspek lain yang harus kita pedomani, kita perdalam dan kita lakukan dengan baik.
Oleh karena itu, kehadiran dari Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) KPK ini sangat kami apresiasi untuk lebih meningkatkan lagi value atau nilai kepengelolaan kita terhadap anggaran belanja daerah dan bantuan-bantuan lain. Karena selama 3 tahun ini kami juga mendapatkan kepercayaan dari dana dekonsentrasi yang lumayan besar tetapi posisi kita sama-sama mengawasi karena semua dilakukan oleh pusat.(didik /dinkominfo kab.pekalongan)
“Ada 15 desa yang diduga fiktif dan tersebar di beberapa provinsi. Kebanyakan berada di Luar Jawa. Harapannya, ke depan, tidak ada desa fiktif, terlebih di Kabupaten Pekalongan,” tutur Wamendes PDTT, Budi Arie Setiadi saat meninjau Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, pada Kamis (07/11/2019) pagi.
Untuk mengantisipasi adanya desa fiktif, menurutnya, sekarang ini ada sistem keuangan desa yang transparan. “Sistem yang transparan, semuanya terukur, terpantau,” imbuh wamen. Pengawasan dana desa, menurut Budi Arie Setiadi, harus berbasis pada keterlibatan masyarakat. “Masyarakat harus mengawasi penggunaan dana desa. Rakyat sekarang sudah cerdas, semua sudah transparan, “ ujarnya.
Dari hasil perjalanannya meninjau beberapa daerah, pihaknya melihat dana desa secara umum memberi manfaat bagi kemajuan desa. “Jika masih ada persoalan, maka harus kita benahi bersama”, pungkasnya.
Lebih lanjut wamen mengutarakan, pembangunan dan keadilan sosial harus menyentuh seluruh masyarakat Indonesia. Namun kondisi APBN yang terbatas, menurut wamen, perlu dicari sumber lain dan perlu keterlibatan berbagai pihak dalam pembangunan.
Plt. Kepala Desa Mulyorejo dalam kesempatan tersebut menyampaikan permasalahan yang dihadapi desanya yang memiliki luas wilayah 72,38 hektare. Permasalahan tersebut yakni adanya genangan air rob yang semakin tahun semakin meningkat debit airnya.
“Air rob Mulyorejo bermula dari tahun 2006 sampai sekarang. Terakhir kondisi di wilayah ini, pada bulan Januari 2019 genangan air tinggi sekali. Dalam kurun waktu 2015-2019 rob mengalami kenaikan sekitar 31 %,” ungkap Plt Kades Mulyorejo.
Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti dalam sambutan saat menerima kunjungan rombongan Wamendes PDTT menyatakan terima kasih atas kunjungan Wamen, karena, menurutnya, dengan kunjungan ini, pihak kementrian bisa melihat langsung kondisi Kabupaten Pekalongan khususnya Desa Mulyorejo. Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, maka program- program dari Pusat dapat bersinergi dengan program-progam dari Daerah. ”Kami harapkan nanti ada sinergitas, apa yang akan dilakukan pemkab, apa yang diprogramkan desa, apa yang diprogramkan Pusat, termasuk tidak hanya dana-dana pemerintah, barangkali dana-dana dari swasta, apakah itu dari CSR, atau yang lain, nanti bisa kita sinergikan,” tutur Arini.
Menurut Arini, desa adalah produsen kehidupan, produsen pangan, apakah itu padi, paternakan,mungkin perikanan. Desa juga menjadi produsen oksigen yang baik. Oleh karena itu, lanjutnya, apabila desa dikelola dengan tepat, maka tentu saja pembangunan menjadi seimbang antara desa dengan kota maupun Pemerintah Pusat. “Oleh karena itu, harapan kami pembangunan desa ini, hendaknya betul-betul tepat sesuai kebutuhan dan kondisi lingkungan yang riil”, ungkap Arini.
Dalam kegiatan kunjungan Wamen tersebut tampak hadir Kepala Dinas PMD PPPA kab Pekalongan, M. Afib S Sos, Camat Tirto beserta unsur forkopimcam, unsur pemerintah dan non pemerintah serta masyarakat Desa Mulyorejo. *)Tim Humas Dinkominfo Kab. Pekalongan