KAJEN – Pembangunan sejumlah kampus perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Pekalongan dinilai memacu pertumbuhan ekonomi di Kota Santri secara signifikan. Hal itu disampaikan Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi SH.,M.Si saat sambutan pada acara Groundbreaking Ceremony Pembangunan Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan ( UMPP ), di wilayah Kelurahan Pekajangan, Kecamatan Kedungwuni, Rabu (16/10/2019) pagi.
“Dengan hadirnya delapan Perguruan Tinggi di Kabupaten Pekalongan, membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan yang ternyata melampaui pertumbuhan ekonomi Kota Pekalongan. Sepanjang sejarah baru terjadi. Pertumbuhan ekononi kita meningkat di angka 5,76%. Insya Allah akhir tahun ini kalau seluruh program berhasil, maka bisa mencapai angka 6”, tutur Bupati.
Selain itu, dengan banyaknya Perguruan Tinggi, menurutnya, juga berdampak pada tingkat penggangguran yang makin turun. Tingkat pengangguran terbuka di wilayah Kabupaten Pekalongan saat ini pada kisaran 4 persen, dari sebelumnya yang mencapai 6 persen. Menurut Bupati, hal itu karena semakin banyak tenaga kerja yang terserap diantaranya melaui job fair-job fair yang rutin dilaksanakan.
Pemkab juga akan membuka kawasan industri di wilayah Kecamatan Siwalan. “Banyak investor dari Dalam maupun Luar Negeri yang siap menanam modal di Kabupaten Pekalongan,” imbuhnya.
Groundbreaking pembangunan gedung rektorat UMPP dihadiri oleh tokoh Muhammadiyah, di antaranya, K.H. Farid Akhwan, Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten/Kota, Pengurus Daerah Aisyiyah, Rektor UMPP dan jajarannya, para dosen dan karyawan UMPP serta tamu undangan lainnya.
Bupati atas nama Pemkab Pekalongan menyatakan sangat mendukung berdirinya UMPP yang melengkapi iktiar-ikhtiar yang lain karena di Kabupaten Pekalongan sudah ada delapan perguruan tinggi, baik yang diinisiasi oleh kalangan swasta maupun pemerintah. “Sampai saat ini , atas inisiasi pemkab. telah lahir 3 Perguruan Tinggi yaitu PSDKU Undip, Politeknik Kajen ( Polban ) dan IAIN di Kajen,” sebut Asip.
Bupati Asip berterima kasih pada Pengurus Daerah Muhammadiyah beserta jajarannya yang terus-menerus berikhtiar untuk memulai lagi pembangunan UMPP yang sejarahnya sudah ada sejak Tahun 1960-an. “Hal ini menunjukkan semangat sarikat warga Muhammadiyah Pekajangan untuk tollabul ilmi (mencari ilmu) luar biasa, tak heran jika akhirnya sekarang terlaksana pembangunan gedung UMPP ini ” , ungkapnya.
Di akhir sambutannya, bupati berharap kehadiran UMPP dapat menjadikan masyarakat Kabupaten Pekalongan menjadi warga yang terdidik. “Manfaat UMPP ini hendaknya bisa dirasakan tidak hanya oleh kalangan akademik yang ada di UMPP saja, tapi saya minta nanti supaya bisa bergandeng tangan dengan pemkab agar kebijakan-kebijakan pemerintah yang memerlukan dukungan dari para pemuka agama dan akademisi betul-betul berorientasi pada kepentingan masyarakat,” pungkasnya.*(Tim Humas Dinkominfo Kab. Pekalongan)
KAJEN - Perpustakaan diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mencintai budaya lokal, lebih dekat dengan buku menjadikan Perpustakaan sebagai sahabat terbaik, sekaligus sebagai pusat sumber belajar dan berkegiatan bagi masyarakat sehingga berujung pada meningkatnya kualitas Sumber Daya Manusia.
– Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si meyakini pada akhir tahun 2019 ini Kabupaten Pekalongan akan bebas banjir rob. Pasalnya, pembangunan tanggul penanggulangan banjir dan rob selesai dibangun. Keyakinan itu disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat meninjau penutupan Sungai Mrican di Desa Wonokerto Kulon, Kecamatan Wonokerto, Selasa (15/10/2019) sore.
KAJEN – Pemkab Pekalongan menargetkan pada tahun 2019 ini bebas kumuh dengan menyelesaikan penanganan wilayah kumuh seluas 162,05 Hektare hingga akhir Tahun 2019 ini. Target bebas kumuh pada tahun 2019 ini disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH, M.Si pada saat tinjauan ke Sungai Mrican yang ditutup di wilayah Kecamatan Wonokerto, Selasa (15/10/2019) sore.
KAJEN - Sebanyak 200 Penyandang Disabilitas dan Lansia di Kota Santri menerima bantuan berupa alat bantu dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Sosial, Selasa (15/10/2019).
KAJEN - Pemkab Pekalongan menyiapkan anggaran hingga Rp 200 juta untuk membantu pembuatan sumur di wilayah terkena dampak kekeringan. Hal tersebut disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si pada saat kunjungan kerja ke wilayah yang terdampak kekeringan yaitu Desa Rowocacing, tepatnya di Dukuh Rowocacing Gede, Kecamatan Kedungwuni, Senin (14/10/2019).
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, beserta ribuan Jama’ah dari berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan menghadiri Kegiatan pengajian Thoriqoh Al Mu’tabaroh Annahdliyah Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Pekalongan, bersama Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya di Halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Ahad (13/10/2019).
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan mempunyai target tahun 2021 semua anak di Kota Santri tamat Sekolah Menengah Pertama atau SMP. Untuk memenuhi target tersebut Pemkab Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melaunching Aplikasi Kajen Zero Drop Out atau Kajen Rodo.
KAJEN - Kesebelasan sepak bola Sabaqo Pondok Pesantren Baitul Muqodas yang diasuh oleh Kyai Tajudin Soreh dari Kranji Kedungwuni berhasil menumbangkan kesebelasan sepak bola Persaba Pondok Pesantren Nurul Huda Banat Simbangkulon Buaran asuhan Kyai Muslikh Khudlori dalam Final Liga Santri Pekalongan 2019 yang berlangsung di Stadion Widya Manggala Krida Kedungwuni, Jumat (11/10/2019) sore.
Demikian harapan yang disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia dalam sambutan yang dibacakan oleh Inspektur Perpustakaan Nasional RI, Darmadi S.IP, MM pada kegiatan Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca di Pendopo Bupati Pekalongan, Kamis (17/10/2019).
Kegiatan dihadiri Hadir Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Staf Ahli Bupati dan Asisten Sekda, Kepala Dinas Perpustakaan Dan Arsip Jawa Tengah yang diwakili Sekretaris Dinas Sapta Hermawati SH, MM, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pekalongan, Tuti Irianti SH, M.Si, Kepala OPD, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi, Ketua TP PKK Kecamatan & Desa/Kelurahan se-Kabupaten Pekalongan, Pimpinan Perguruan Tinggi dan Kepala SD, SMP, SMA, para tokoh masyarakat pegiat perpusatakaan, pejuang dan tokoh literasi, pemerhati perpusataan dan budaya baca, Bapak Ibu Guru Kepala Sekolah, Camat, pengelola perpustakaan, para guru dan siswa, media massa serta tamu undangan lainnya.
Dalam acara tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi dikukuhkan sebagai Bunda Baca.
Perpustakaan secara umum, kata inspektur, mempunyai peranan mewujudkan manusia yang cerdas, yang diharapkan memiliki kegemaran membaca, serta usaha dan terus mewujudkan masyarakat pembelajar.
Perkembangan perpustakaan saat ini, mulai dari Tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten dan Kota hingga tingkat Desa dan kelurahan, merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat terhadap peningkatan kegemaran membaca di masyarakat. Kami yakin perpustakaan hadir menjadi sarana pusat peradaban suatu bangsa dan menjadi lentera dalam pembangunan masyarakat di Indonesia.
“Kita semua percaya perkembangan perpustakaan sangat penting dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas. Pemerintah telah melakukan koordinasi dengan berbagai lembaga maupun komponen baik itu pemda, akademisi, lembaga swasta, komunitas maupun masyarakat umum mengenai peran perpustakaan dan pengembangan kegemaran membaca masyarakat di Indonesia,” tutur inspektur.
Dikatakan, kegiatan safari ini dilaksanakan melalui program promosi yang informatif, implementatif dan komunikatif dalam menunjang penyebaran informasi yang lebih luas atas keberadaan dan arti penting perpustakaan serta membaca bagi peningkatan wawasan pengetahuan bagi masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan amanah UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Yang menyatakan Perpustakaan Nasional mempunyai tugas sebagai Perpustakaan Pembina, perpustakaan rujukan, perpustakaan deposit, perpustakaan penelitian, dan pusat jejaring perpustakaan,” jelas inspektur.
Lebih lanjut inspektur mengutarakan, Penguatan Literasi untuk Kesejahteraan menjadi kegiatan prioritas untuk mendukung program prioritas percepatan pengurangan kemiskinan. “Peran perpustakaan adalah menghubungkan antara sumber pengetahuan dan pengguna pengetahuan. Perpustakaan sebagai rumah, sumber pengetahuan dan pustakawan adalah katalisator dalam usaha mempercepat proses diseminasi sumber pengetahuan tersebut,” ujar Darmadi.
Atas nama pimpinan Perpustakaan Nasional mewakili Pemerintah dan atas nama pribadi, Inspektur Perpusnas, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, M.Si beserta jajarannya yang selama ini telah memberikan dukungan terhadap program pengembangan perpustakaan dan pembudayaan gemar membaca guna peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Pekalongan. Selain itu, pihaknya juga menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan kehadiran para tamu undangan sekalian.
Safari Nasional Gemar Membaca Tahun 2019 Dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, mewakili Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi yang pada kesempatan yang sama masih berada di Jakarta untuk menghadiri rapat Koordinasi Lintas Sektor Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Purbalingga dan Kota Cilegon.
Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti dalam sambutannya mengungkapkan, menyambut dengan gembira kegiatan safari tersebut. Arini berterima kasih dan berharap kegiatan serupa bisa digelar pada tahun-tahun berikutnya. “Karena dengan safari ini, kami semua menjadi termotivasi untuk gemar membaca, untuk melakukan literasi, sehingga memahami dan menganalisa keadaan sebenarnya,” ujar Wabup Arini.
Arini mencontohkan, sering mendapat informasi atau berita melalui whatsapp, sebagian orang sering kemudian langsung meneruskan berita atau informasi yang didapatkan dari grup whatsapp tanpa mengecek terlebih dahulu. “Padahal kita tidak tahu persis apakah informasi tersebut benar atau tidak. Dengan motivasi membaca ini, saya berharap jika kita menerima suatu informasi, kita membaca dulu, ini benar tidak, kemudian memahami, menganalisa, ini benar atau tidak sebelum kita teruskan,” ucap Arini.
Tangkal Hoax
Oleh karena itu, dengan kegiatan ini, diharapkan juga dapat menangkal adanya berita-berita hoax. “Jadi literasi semacam ini, setelah kita mendapat pencerahan dari Pusat maupun Provinsi, kita ingin semakin ingin tahu berita-berita yang kita terima, kita seleksi, kalau memang itu hoax, tentu saja jangan sampai tersebar,” ungkap Wabup.
Menurut Wabup, literasi mempunyai peran yang penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat yang sangat menentukan masa depan bangsa.”Karena dengan membaca, kemudian menganalisa, kita akan tahu masa depan, gambaran dan tantangannya seperti apa. Kalau kita tidak tahu tantangan masa depan seperti apa, bagaimana kita menyiapkan masa depan bangsa ini. Kalau kita tidak membaca, menganalisa, bagaimana kita tahu permasalahan yang akan datang,” kata Arini.
Wabup mengatakan, pernah membaca, bahwa UNESCO pada tahun 2016 program literasi bisa menghasilkan manfaat, antara lain untuk memunculkan kepercayaan diri dan , empowerment (pemberdayaan), dengan mekanisme pembiayaan yang sama efektifnya dengan pendidikan sekolah, sehingga program literasi ini, sama sefektifnya dengan sekolah-sekolah formal. “Saya berharap, dengan adanya gerakan membaca atau literasi ini, masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa lebih sejahtera,” ucap Arini.
Senada dengan Inspektur Perpusnas, Arini juga sepakat sudah saatnya mengubah paradigma atau melakukan transformasi bahwa perpustakaan yang dulu sebagai gudang buku, hendaknya saat ini menjadi tempat berkegiatan masyarakat, untuk pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan. “Sehingga bukan hanya sebagai gudang buku saja, tetapi bagaimana menarik perhatian anggota kita dan masyarakat agar lebih cinta pada perpustakaan, melakukan kegiatan di perpustakaan yang bermuara untuk peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat,” terang Arini. (Tim Humas Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Dalam tinjauan itu, Bupati didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sirhan, Kepala Bappeda dan Litbang Bambang Irianto, Kepala Dinas Perkim dan LH Trinanto, dan Kepala BPBD Budi Raharjo.
“Penutupan Sungai Mrican ini sebagai satu bagian dari desain besar penanggulangan rob di Kabupaten Pekalongan. Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan didukung oleh para pemilik kapal. Ini ada puluhan kapal yang dulunya ada di selatan tanggul kita geser ke utara tanggul,” ujar Bupati.
Tujuannya, lanjut dia, sesuai dengan persoalan teknis, yakni sesuai dengan perencanaan dimana salah satu sumber rob diyakini akibat tingginya volume Sungai Mrican. “Sumber rob yang menggenangi wilayah Wonokerto dan sekitarnya ini adalah sumbernya dari Sungai Mrican. Oleh karena itu pada hari ini Sungai Mrican kita tutup,” ujar Bupati.
Dikatakan, air yang masuk ke Sungai Mrican hanya air rumah tangga. Jika hujan lebat dan volumennya bertambah, maka akan dipompa ke longstorage. “Ini upaya kita untuk penanggulangan rob secara maksimal. Alhamdulillah progresnya berjalan dengan baik, dari paket 1,2 dan 3. Saya berterima kasih terutama kepada seluruh pelaksana, yaitu dari BBWS Semarang yang terus-menerus melakukan koordinasi sehingga apapun yang terjadi selalu bisa kita komunikasikan. Dan dukungan penuh masyarakat Kecamatan Wonokerto, khususnya para pemilik kapal yang dengan kesadaran sendiri memindahkan kapal yang tonasenya besar,” katanya.
Ditandaskan, Sungai Mrican secara resmi sudah ditutup, artinya air tidak mengalir ke laut karena sudah dibendung tanggul. “Masyarakat juga senang karena lingkungan bersih, dan tambat labuh kapal lebih dekat dengan laut. Nanti akan dilengkapi sarana-prasarana untuk istirahat para nahkoda dan ABK (anak buah kapal),” ujarnya.
Asip meyakini, jika tanggul selesai dibangun wilayah yang terdampak rob pada tahun 2019 ini akan bebas rob. “Wilayah yang selama ini tergenang rob mudah-mudahan bisa bebas sehingga masyarakat bisa normal kembali,” harapnya.
Selain menanggulangi rob, tanggul itu juga ada longstorage sepanjang 4 kilometer, lebar 30 meter, dan dengan kedalaman air 5 meter yang akan dikembangkan sebagai tempat wisata dan olahraga air. Manfaat lainnya, lanjut dia, ada akses jalan yang bisa dilalui warga untuk ke tambak, dan akses baru dari satu desa ke desa lainnya.
Sementara itu, perwakilan pelaksana proyek, Agus Yanto, menerangkan, progres tanggul rob sudah 98 persen. Target pembangunan tanggul sepanjang 4 km itu pada Desember 2019. “Kita tinggal perapian saja dan proteksi di atasnya. Di atasnya nanti akan dikasih sirtu sehingga nanti bisa untuk akses lalu lintas para nelayan,” terang dia.
Salah satu pemilik kapal, Slamet mengaku tidak keberatan tambat labuh kapal dipindahkan ke sisi utara tanggul. Ia meminta agar di lokasi itu dibangun sarana prasarana untuk nahkoda, ABK, dan nelayan seperti mushola dan lainnya. Selain itu, akses ke lokasi itu agar diberi lampu penerangan jalan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Dijelaskan Bupati, pada Tahun 2014, Kabupaten Pekalongan menyandang predikat daerah terkumuh se-Jawa Tengah dengan luas kekumuhan mencapai 614, 52 ha. Namun, berkat penanganan dengan baik dan kerjasama dengan berbagai pihak, kata Bupati, saat ini terjadi penurunan wilayah kumuh yang sangat drastis. Bahkan pada Tahun 2019 ini Bupati KH. Asip menargetkan Kabupaten Pekalongan bebas kumuh.
Berdasarkan SK Bupati Pekalongan Nomor 663/ 408 Tahun 2014 tentang Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh dan Pemukiman Kumuh sebesar 671,84 Ha. Namun yang diakui oleh Nasional yakni seluas 614,52 Ha di 34 Desa/ 7 Kecamatan.
Menurutnya, ada beberapa gerakan ataupun inisiasi masyarakat yang punya andil besar untuk penurunan kekumuhan, seperti GENTONG HEBAT (Gerakan Gotong Royong Hidup Bersih dan Sehat ), BERJUMPA (Bersih Jum’at Pagi), GEMA SAHE (Gerakan Masyarakat Sapu Bersih Sampah dan Bongkar Helikopter/ jamban liar) serta ABANG RUDI (Ayo Bangun Rumah Sendiri).
“Setelah semua program tersebut terakumulasi dan dijalankan dengan baik, kita juga mendapatkan bantuan yang signifikan dari program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh), dengan capaian pengurangan kumuh yang luar biasa,” ujar KH. Asip.
Disebutkan, pada tahun 2016 capaian pengurangan kumuh seluas 84,94 hektare (sisa 529,58 Ha). Pada tahun 2017 seluas 50 Ha (sisa 479,58 Ha) dan pada tahun 2018 seluas 317,53 Ha (sisa 162,05 Ha). Capaian Penanganan Kumuh seluas 162,05 Ha ditargetkan selesai pada tahun 2019 ini, sehingga Kabupaten Pekalongan bebas kumuh tahun 2019 ini. ( Tim Humas Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Pemberian bantuan secara simbolis diberikan oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti bersamaan dengan Rapat Koordinasi Komisi Daerah (Komda) Lansia Kabupaten Pekalongan, di Aula Dinas Sosial setempat.
Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti mengatakan, bantuan berupa alat tersebut bertujuan agar dapat memudahkan para penerima dalam beraktivitas.
“Penyandang Disabilitas dan Lansia memerlukan alat-alat bantu yang dapat membantu mereka dalam beraktivitas sehari-hari,” katanya.
Arini berharap, dengan bantuan tersebut, para Penyandang Disabilitas dan Lansia dapat lebih produktif dan punya kesempatan untuk ikut membangun Kabupaten Pekalongan.
“Utamanya agar mereka beraktivitas lebih lancar dan mengurangi beban dari keluarga,” terangnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial, Siti Masruroh menuturkan, pada tahun 2019 ini pemkab melalui dinsos memberikan bantuan kepada 200 Penyandang Disabilitas dan Lansia sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Ini juga sebagai sosialisasi bagi masyarakat apabila ada keluarga miskin Penyandang Disabilitas dan Lansia yang membutuhkan alat bantu bisa mengajukan permohonan kepada Bupati melalui desa dan nanti akan disampaikan ke dinsos,” paparnya.
Masruroh menambahkan, pemberian bantuan akan diberikan berdasarkan prioritas dan jumlah anggaran, untuk tahun 2019 ini, anggaran bantuan sebesar 160 juta yang di berikan kepada warga di 18 kecamatan.
“Satu kecamatan yang tahun ini tidak mengajukan yakni Kecamatan Kandangserang, adapun jumlah bantuan yakni 200 alat bantu, berupa kursi roda 62 buah, walker 26 buah, kruk 5 buah, alat bantu dengar 55 buah, protase atau kaki palsu 13 buah, tongkat netra 10 buah, kacamata netra 23 buah dan tripod 6 buah,” terangnya.
Untuk bantuan seperti ini, lanjut Masruroh, pengajuan setiap tahun sebanyak 300 orang, namun pada tahun ini baru bisa membantu 200 orang.
“Kita berharap melalui bantuan ini para Penyandang Disabilitas dan Lansia dapat meningkat kesejahteraanya, memudahkan aktivitas agar mereka lebih produktif dan lebih sejahtera, dan pada tahun depan Pemkab bantuan yang diberikan bisa lebih banyak lagi,” harapnya.(red)
“Untuk kekeringan di Rowocacing ini salah satu solusinya adalah sharing, warga menyiapkan lahan sekitar 6 x 6 meter, dan bantuan sumurnya dari Pemkab yang anggarannya sampai Rp 200 juta,“ tandas Bupati Asip.
Menurut Bupati, trennya kalau musim kemarau, mereka sudah tidak bisa mengambil air dari sumur permanen mereka. “Nanti kita meminta kepada warga agar menyediakan lahan, nanti kita akan bantu membuat pompa sumur dalam. Insya Allah dengan pompa sumur dalam ini bisa memenuhi kebutuhan air rumah tangga dari 1000 jiwa ini. Makin cepat makin baik, sekaligus untuk menyelesaikan persoalan kekeringan yang ada di Rowocacing,” terang Bupati.
Disampaikan Bupati KH. Asip, setiap pihaknya mengunjungi daerah yang berpotensi kekeringan, harus memberikan solusi jangka pendek, menengah maupun panjang. “Kemarin, di Desa Lambanggelun Paninggaran, alhamdulillah kita sudah mengalirkan air sejauh 8 kilometer. Bantuan jangka pendek bentuknya seperti bantuan air bersih dengan tanki air bersih. Di Rowocacing ini nanti setelah ada musyawarah warga untuk menentukan lokasi pembangunan sumur dalam di mana, nanti kita akan survei secara teknis, dan tidak akan lama kita kerjakan, sehingga kemudian kekeringan di Dukuh Rowocacing Gede ini bisa kita atasi,” tegas Bupati.
Namun demikian, Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada sejumlah organisasi masyarakat yang telah membantu menyalurkan air bersih. Kekeringan sudah dialami warga Dukuh Rowocacing Gede sejak sekitar 1,5 bulan terakhir. Bupati berusaha menyelesaikan masalah kekeringan satu per satu. Pihaknya akan mendorong PDAM agar memperluas jaringan layanan air bersih. Saat ini Sambungan Rumah Tangga yang terpasang sebanyak 14.000 SR. Ditargetkan, pada tahun 2023-2024 30.000 SR sekaligus untuk memeratakan. selain itu juga ada program Petanglong, untuk wilayah perkotaan. (red)
Kegiatan yang mengambil tema “Melalui Thoriqoh Kita Optimalkan Peran Muslimat Dan Santri Indonesia Menuju Ridho Allah SWT" dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH., Wakapolres Pekalongan Kompol H. Mashudi, SH dan Para Kiyai dan Ibu Nyai serta jamaah Muslimat Thoriqoh.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi memberikan informasi berkaitan dengan BPJS karena menurutnya banyak warga yang menanyakan. Dijelaskan Bupati, bahwa jumlah penduduk Kabupaten Pekalongan kurang lebih ada 900 ribu jiwa, yang sudah mempunyai Kartu Indonesia Sehat sebanyak 730 ribu orang, sedangkan yang sudah punya kartu jaminan kesehatan dari Pemkab atau Jamkesda sebanyak 80 ribu orang.
“Sehingga total sisanya sebanyak 63 ribu warga Kabupaten Pekalongan yang belum mempunyai kartu jaminan, tapi semoga baik, yang sudah punya maupun yang belum semuanya selalu dalam keadaan sehat,” katanya.
Selain itu, kata KH. Asip, pembangunan di Kota Santri berjalan dengan aman dan lancar, tidak hanya sektor fisik dan non fisik saja, akan tetapi sektor budaya juga dibangun.
“Beberapa waktu yang lalu Seni Tari Sintren Kabupaten Pekalongan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda, itu wujud pemerintah peduli dengan budaya,” ujarnya.
Belum lama ini, tambah Bupati, Kabupaten Pekalongan mendapatkan banyak penghargaan, salah satunya yakni penghargaan di bidang lingkungan.
“Untuk itu saya minta kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dan kerapian, dan selalu membuat lingkungan adem untuk mengantisipasi pemanasan global dan jangan buang sampah sembarangan, karena slogan kita sekarang kaline resik rejekine apik, dalane padang rejekine gampang,” lanjutnya.
Sementara itu, Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dalam mauidhoh khazanah menyampaikan, pentingnya thoriqoh di jaman sekarang, sebagai salah satu obat bagi iman. Menurutnya, jika thoriqoh selalu diamalkan dengan baik, maka nuraninya akan baik.
“Bagaimana tidak? karena thoriqoh itu tersambung dan menembus ke hati setiap manusia yang berthoriqoh, dan thoriqoh bukan hanya sekedar penghias hati,” katanya
Ditambahkan Habib, orang yang membiasakan mengamalkan sunnah Nabi, maka akan menjadi gerak reflek karena dilakukan setiap hari.
“Maka orang tersebut akan terlatih karena setiap hari mengikuti sunah, seperti memakai pakaian dengan mendahulukan yang kanan dan sunnah-sunah lainnya,” ujarnya.
Sementara salah satu pembicara, KH. Abdullah Saad Pengasuh Ponpes AL Inshof Karanganyar Solo saat memberikan tausiyahnya mengatakan, bahwa filosofi hidup adalah mengenal Allah Swt, karena hakekat manusia diciptakan untuk beribadat kepadan-Nya.
Menurutnya, menganal kepada sesama manusia saja penting agar kalau suatu saat kita butuh pertolongan tentu orang yang kita kenal yang bisa dimintai pertolongan.
“Apalagi kenal kepada Allah dzat yang maha kuasa segalanya yang bisa kita minta pertolongannya sehingga manusia harus lebih mengenal Allah, dengan salah satu sarananya yakni ibadah, dengan kenal kepada Allah maka akan lebih mudah doa kita dikabulkan,” katanya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Launching Aplikasi Kajen Rodo dilakukan langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersamaan dengan pembukaan Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan Forum Lintas MGMP SMP Kabupaten Pekalongan dengan tema “Adiresy Smart Teaching Indonesia” di Hotel Daffam Kota Pekalongan, Sabtu (12/10/2019) pagi.
Workshop diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan didukung oleh Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN).
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi mengungkapkan, aplikasi Kajen Rodo merupakan program yang bagus karena dengan aplikasi ini bisa diidentifikasi permasalahan anak putus sekolah. “Dengan aplikasi ini kita tahu mengapa anak tidak sekolah, alasannya apa, sekolah dimana, desanya mana dan mereka ada dimana, terdeteksi semua,” katanya.
Menurutnya, Pemkab Pekalongan mempunyai cita-cita pada tahun 2021 semua anak sudah tamat SMP, untuk memenuhi mandat Wajib Belajar (Wajar) 9 tahun. “Mudah-mudahan program ini terlaksana, karena kita akan running menuju Wajar 12 tahun,. Mustahil kita mengejar Wajar 12 tahun kalau kita tidak menyelesaikan Wajar 9 tahun,” terang Bupati.
Dijelaskan Bupati, dengan aplikasi tersebut Pemkab bisa melacak satu persatu anak putus sekolah. Pada prinsipnya Pemkab ingin anak-anak di Kabupaten Pekalongan agar bisa mendapatkan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak. “Pokok e kudu sekolah, bisa lewat kejar paket atau kita rayu agar mau kembali ke sekolah. Dengan tujuan agar mereka mempunyai kompetensi dan daya saing sehingga menjadi generasi yang kompetitif dan lebih berhasil, lebih berakhlak. Minimal kita didik sampai SMP,” ujarnya.
Untuk itu, Bupati KH. Asip meminta kerjasama dari seluruh pihak tidak hanya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan saja, akan tetapi juga dari orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi masyarakat untuk bersama-sama bergerak menyukseskan Wajar 9 tahun sambil pelan-pelan mewujudkan Wajar 12 tahun.
“Aplikasinya sudah ada tinggal treatment yang cepat dan tepat dan yang paling penting menumbuhkan kesadaran agar anak-anak dapat dididik kembali, terutama mentalitas orang tuanya,” paparnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Atas kemenanganya tersebut, Kesebelasan Pondok Pesantren Baitul Muqodas berhasil menjadi juara dalam ajang sepakbola antar pesantren se Kabupaten Pekalongan.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, yang hadir dalam final Liga Santri Pekalongan 2019 mengatakan, final liga santri kali ini merupakan final yang keempat dan selama gelaran kompetisi ini berjalan dengan baik dan lancar. “Saya atas nama Pemkab Pekalongan mengapresiasi kompetisi ini dan berharap ke depan akan diselenggarakan lebih meriah lagi,” katanya.
Bupati menyampaikan terima kasih atas perjuangan Kesebelasan Pondok Pesantren Baitul Muqodas yang telah mencurahkan segalanya untuk menjadi juara dan Pondok Pesantren Nurul Huda Banat Simbang Kulon yang telah mendapat runner up. “Kami ucapkan selamat bagi pemenang dan bagi yang lain ayo tingkatkan prestasi,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, tambah Bupati, Kabupaten Pekalongan menjadi tuan rumah Liga santri Nusantara yang tadi telah dibuka ketua tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan. “Ayo ramaikan gelaran ini dengan berpartisipasi secara maksimal dan jadi tuan rumah yang baik dengan spirit didalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat,” terangnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)