Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si menghadiri dan memberikan sambutan pada acara Malam Pengantar Tugas Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan dari Ibu Yeni Trimulyani, SH., M.Hum kepada
Bapak Mardani, SH.
Kegiatan bertempat di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati Pekalongan di Kajen, Kamis (16/1/2020) malam.
Dihadiri Anggota DPR RI Komisi X H. Bisri Romly, MM., Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti beserta suami, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH besert suami, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si bersama istri, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP., MMS beserta istri.
Selanjutnya, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan, para Camat dan Kades, para Pimpinan Instansi Vertikal, BUMN/BUMD, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para stakeholder lainnya.
Ibu Yeni Trimulyani, SH., M.Hum selanjutnya promosi sebagai Kepala Subdirektorat Eksekusi dan Eksaminasi pada Direktorat Tindak Pidana Terhadap Keamanan Negara dan Ketertiban Umum dan Tindak Pidana Umum Lainnya Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Sedangkan Bapak Mardani, SH sebelumnya menjabat Kajari Aceh Besar Provinsi Banda Aceh.
”Selama 3 tahun lebih kita bersama sama mengemban amanah di kabupaten Pekalongan ini ada 2 kutub kebersamaan yang alhamdulilah kita bisa jalankan bersama. Jadi kami bersama sama dengan kejari melaksanakan mandat keadilan sesuai dengan tugas pokok fungsi masing masing”, papar Bupati
Bupati menerangkan Keadilan dalam sebuah terminology diartikan sebagai sebuah perilaku, yang pertama adalah memenuhi aspek hukum positif, kontekstual. Itu adil. Tidak hanya kita terpaku pada aturan aturan yuridis formal saja tetapi ada makna yang sangat lekat dengan keadilan, yaitu rasa kasih sayang.
“Ketika kita mampu memadukan aturan hukum positif dengan rasa kasih sayang maka disitulah nilai keadilan yang hakiki akan bisa kita hadirkan. Alhamdulilah dalam perspektif ini, Kita sudah berjalan baik, pertama, dari aspek kuantias penyelenggaraan keuangan daerah, ketatausahaan keuangan daerah”, lanjut bupati
“Kita daya serapnya rendah karena berbagai hal. Faktor eksternal dan internal. Kemudian kondisi kita perbarui. Dengan mekanisme yang kita ciptakan bersama, Akhir tahun 2019 kami melaksanakan kegiatan tidak kurang dari 1325 kegiatan, baik yang berbentuk lelang maupun non lelang. Semua kegiatan berjalan dengan baik . Sekarang dana pemerintah yang tersimpan di rekening umum kas daerah kita sekitar 30-40 Milyar. Ini sebuah capaian yang luar biasa. Dari belanja modal,belanja langsung kita yang nilainya hampir 400 milyar. Ini tidak mudah”, tegasnya
Bupati menyadari hasil yang telah dicapai merupakan kerjasama berbagai pihak. "Tentu kita tidak bisa bekerja sendiri. Kerjasama yang baik antar sektor, kemudian tanggungjawab yang besar bagaimana agar anggaran ini betul-betul kita dedikasikan untuk kesejahteraan masyarakat dan tentu saja dikelola dengan professional dan bertanggungjawab”, imbuhnya
“Saya ucapkan marhaban ahlan wasahlan kepada bapak Mardani dan keluarga, selamat datang di Kajen. Mudah mudahan kehadiran bapak semakin memberikan nilai tambah terhadap akselerasi pembangunan di kabupaten Pekalongan serta semakin mempererat rasa persatuan dan kesatuan kita”, ucap bupati ( Humas Koninfo )
Publisher : aris
Jumat, 17 Januari 2020
KAJEN – Mengantisipasi terjadinya bencana pada musim hujan kali ini PMI kabupaten Pekalongan mengadakan Rakor PMI. “ BMKG sudah menyampaikan kewaspadaannya, oleh karena itu walaupun mungkin agak terlambat kita mengadakan koordinasi, kita tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu sangat perlu konsolidasi agar kita tahu bagaimana penanganan apabila itu terjadi dan juga apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah kejadian bencana”. Demikian diucapkan wakil bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti selaku Ketua PMI Kabupaten Pekalongan usai menghadiri rakor PMI kabupaten Pekalongan di Rumah Dinas Wakil Bupati, Kamis (16/01) pagi
Jumat, 17 Januari 2020
“ Karena kesiapsiagaan itu tidak hanya kalau sudah terjadi bagaimana, tetapi juga bagaimana cara mencegahnya. Dan sesudah terjadi SOP nya bagaimana. Jangan sampai salah memperlakukan para korban. Dan kita dalam berkoordinasi ini, apa yang ada di kami, apa yang ada disitu, mudah mudahan bisa dikoordinir sehingga apabila nanti benar benar terjadi bencana, evakuasinya bisa berjalan dengan baik.” tutur Arini
“Harapan saya justru bukan menanti bagaimana bencana terjadi, tetapi bagaimana kita mencegah. Misalnya untuk bencana banjir, apa yang harus kita lakukan, kemudian edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai. Juga bagaimana kalau ada longsor, ayo kita menanam bersama”, pintanya.
Mengenai UDD (Unit Donor Darah) PMI, Arini menegaskan bahwa Unit Donor Darah adalah hal yang sangat penting. Yang mana selama ini PMI diberi kepercayaan oleh Pemerintah untuk melakukan pengelolaan donor darah.
Pada Rapat Koordinasi PMI kali ini juga dilakukan seleksi pemimpin baru. “sehingga karena sudah habis masa tugasnya, kita gantikan dengan cara seleksi . Para pengurus rembugan bagaiman cara menyeleksinya. Terpilihlah dokter Suryadi sebagai penggantinya”, ujarnya
Arini menambahkan UDD itu, darah itu sekarang mengarahnya bagaimana darah itu sebagai obat. sehingga diberikan tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi bagaimana darah itu mempunyai beberapa komponen, lalu dipisah pisahkan sesuai yang diperlukan oleh pasien. Maka dari itulah menurut Arini tugas UDD semakin lama semakin berat, namun demikian fungsinya semakin lama juga semakin beragam.
“Kesiapan kami baik tenaga,perawatan, itu sudah kita inventarisir kita upayakan untuk diadakan secepat mungkin”, lanjutnya ( Humas Kominfo )
Publisher : aris
Kamis, 16 Januari 2020
Lebih lanjut, AKBP Aris menerangkan bahwa agenda yang juga termasuk dalam program “Polda Jateng Go Green” ini bertujuan untuk menciptakan kelestarian penghijauan lingkungan serta untuk mengurangi dampak abrasi gelombang laut.
“Aksi peduli lingkungan ini dalam rangka mendukung Program Go Green untuk satu juta pohon di Jawa Tengah. Untuk Polres Pekalongan melakukan penanaman pohon mangrove di tiga titik yang berbeda yakni di pantai Asri Api-api Kecamatan Wonokerto ini sebanyak 5.000 bibit pohon mangrove,” ujar Kapolres.
“Kemudian yang kedua di Mako Polsek Kesesi sebanyak 120 bibit pohon yang terdiri dari 25 Pohon Duren, 25 Pohon Jambu, 50 Pohon Alpukat, 12 Pohon Pucuk merah dan 8 Pohon kemuning. Dan untuk lokasi ketiga di Mako Polsek Kajen sebanyak 60 bibit pohon yang terdiri dari 40 pohon Alpukat dan 20 Pohon Durian,” imbuhnya.
Sementara itu Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melalui Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Pekalongan dengan aksinya menanam pohon mangrove di pantai Api-Api Wonokerto dan wilayah lainnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Pekalongan beserta jajarannya atas gerakan hari ini dalam rangka penghijauan Pantai Api-Api ini guna meminimalisir karena kondisi Pantai ini abrasinya sudah mulai meluas,” ujar Sekda.
“Dan saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk senantiasa menjaga lingkungannya agar semakin baik. Tolong buang sampah pada tempatnya, kemudian tanam tanaman tidak harus menunggu yang seremonial seperti hari ini. Mohon kesadarannya untuk menanam pohon seperti di pantai ini,” imbuh Sekda. (didik/dinkominfo kab,pekalongan)
Publisher : aris
Jumat, 10 Januari 2020
Pengajian yang digelar perdana pada tahun ini menghadirkan pembicara KH. Muhammad Dzilqon yang merupakan Pengasuh Pondok Pesentren Al Fusha, Rowocacing, Kedungwuni. Pengajian dijadwalkan akan digelar secara rutin, setiap Jum’at Kliwon.
Bupati Pekalongan, K.H. Asip Kholbihi, SH, M.Si dalam sambutan kegiatan tersebut mengutarakan, pengajian digelar sebagai ikhtiar Pemerintah Kabupaten Pekalongan menjadikan aparaturnya sebagai pelayan umat yang baik. “Tahun 2020 ini harus beda. Orang yang ingin baik, harus lebih barik dari tahun kemarin. Maka hal-hal yang perlu kita tingkatkan, kita tingkatkan,” pinta Bupati.
Menurut Bupati, ada beberapa cara agar kita menjadi lebih baik. Yang pertama, disebutkan bupati, jadilah seperti kiai. “Mondoknya lama, tirakatnya lama. Tapi ini langka. Sedikit yang bisa seperti kiai. Dari Pondok Pesantren, hanya 10 hingga 30 persen, sisanya menjadi orang biasa,” kata Bupati.
Cara yang kedua, lanjutnya, yakni menjadi santri. “Pak Kiai Dzilqon jadi kiainya, kita jadi santrinya,” ujar Bupati.
Cara yang ke tiga, yakni, menjadi pendengar atau menjadi orang yang mencintai, alim ulama, orang sholeh maupun cerdik pandai.
Melalui pengajian pagi itu, Bupati berharap, dirinya dan para ASN bisa menjadi khodimul ummah atau pelayan masyarakat yang betul-betul baik hati, bekerja dengan ikhlas, sehingga hasilnya bisa betul-betul dirasakan masyarakat.
“Jika proses ini berjalan, insya allah Kabupaten Pekalongan ini akan menjadi kabupaten yang hebat dan berkah, kabupaten yang masyarakatnya sejahtera, generasi kita diselamatkan dari hal-hal yang tidak diinginkan dan Pemerintahnya dalam menjalankan tugas, diselamatkan dunia dan akhirat, amin,” ungkap Bupati.
Bupati menyayangkan jika ada golongan yang membenci terhadap hal-hal yang berkaitan dengan keilmuan, kebaikan, dan kesolehan. Oleh karena itu, Bupati mengajak kepada para ASN untuk mengikuti pengajian, mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh para kiai dan alim ulama.
“Agar proses kehidupan kita seimbang. Kadang-kadang ada hal-hal yang kontradiktif. Sehari saja kita makan tiga kali, pengajian hanya kliwonan saja. Padahal kebutuhan jasmani dan rohani harusnya seimbang. Tapi saya percaya, Bapak Ibu sekalian memanfaatkan berbagai media untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat,” tutur Bupati.
Sementara itu, K.H. Dzilqon, dalam tausiyahnya menyampaikan antara lain mengenai hikmat dan ajakan agar masyarakat mematuhi Ulil Amri atau Pemerintah sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an.
Terkait hal tersebut, Bupati Asip Kholbihi dalam wawancara kepada Humas Pemkab Pekalongan dan sejumlah awak media menyampaikan bahwa ASN di Kabupaten Pekalongan sudah terbiasa bekerja hingga di luar jam kerja sebagai bentuk hikmat terhadap tanggung jawab kerja dan tanggung jawab sebagai pengemban amanah masyarakat.
Menurut Bupati, tugas pemerintahan adalah tugas yg mulia dan dalam Al Qur’an disebutkan ajakan agar menaati Pemerintah, sepanjang yang tidak mengajak kepada hal-hal yang maksiat. Ini hukumnya wajib, karena jika tidak ada pemerintah, rusak semua, tidak ada yang bisa menjalankan ibadah dengan baik dan aman,” terang Bupati.*) Tim Bidang Kehumasan Dinkominfo Kabupaten Pekalongan
Publisher : aris
Jumat, 10 Januari 2020
Kamis, 9 Januari 2020
Selasa, 7 Januari 2020
Sabtu, 4 Januari 2020
Dikatakan, ketika musim hujan desa ini selalu menjadi langganan banjir. Sehingga, Pemerintah Kabupaten Pekalongan sedang membuat rekayasa agar Desa Pacar tidak menjadi langganan banjir. "Daya tampung Sungai Miduri ketika musim hujan sudah over, kemudian pembuangan dari desa-desa sekitar juga mempengaruhi. Oleh karenanya, kita membutuhkan treatment khusus untuk menangani bencana ini," ungkapnya.
Bupati KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyampaikan kondisi saat ini di Kabupaten Pekalongan masih aman. Bahkan, pada saat mengecek tanggul dan pompa penyedot air sudah berfungsi dengan baik. "Memang ada genangan air tapi tidak tinggi seperti tahun 2019. Walaupun ada banjir tapi sedikit, ini menjadi konsen pemerintah untuk menanggulanginya. Mudah-mudahan tahun ini Kabupaten Pekalongan sudah tidak terkena banjir lagi," tambahnya.
Terpisah, Imron perangkat Desa Pacar mengatakan ada 62 rumah yang menjadi korban banjir. Menurutnya, banjir ini disebabkan karena curah hujan di Kabupaten Pekalongan yang tinggi. "Kondisi saat ini warga resah dan terganggu aktifitasnya. Bahkan untuk makan dan minum warga membeli. Kemudian, rata-rata ketinggian air di dalam rumah mencapai 40 cm," ungkapnya.
Imron menambahkan warga berharap ada penambahan pompa untuk mengurangi debit air, karena pompa yang dimiliki saat ini kondisinya rusak.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Sabtu, 4 Januari 2020