Kamis, 7 November 2019
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si didampingi Ketua Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Gus Eko Ahmadi secara simbolis kembali menyerahkan kunci rumah kepada salah satu warga kurang mampu di Desa Limbangan Kecamatan Karanganyar. Pembangunan rumah tersebut merupakan hasil program Abang Rudi (Ayo Bangun Rumah Sendiri), Rabu (06/11/2019) sore.
KAJEN – Sebanyak 110 guru SD dan SMP di wilayah Kabupaten Pekalongan mengikuti Pelatihan Penguatan Pendidikan Karakter Guru IDEAL (Inspiratif, Dedikatif, Empatik, ber-Akhlak Mulia dan Luhur Budi) yang diselenggarakan Charoen Phokphand Foundation Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan dan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip). Pelatihan dibuka Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH, M.Si, Senin (4/11/2019) pagi, di Pendopo Bupati Pekalongan.
KAJEN - Pagi ini di kawasan Alun Alun Kajen begitu meriah, terlihat 20 ribu masyarakat Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya memadati tempat tersebut untuk mengikuti kegiatan jalan sehat dan sepeda santai untuk memperingati hari ulang tahun TNI ke-74 yang digelar oleh Kodim 0710 Pekalongan di Alun-Alun Kajen, Minggu (3/11).
“Hari ini kita kembali menyerahkan kunci untuk pembangunan rumah yang sesuai program Pemkab Pekalongan yaitu Abang Rudi (Ayo Bangun Rumah Sendiri). Kegiatan ini diinisiasi oleh Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan bekerjasama Pemkab Pekalongan dan swadaya masyarakat setempat. Dan saat ini kita membangun rumah untuk Saudara Sumito yang berada di Desa Limbangan Kecamatan Karanganyar,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, kata Bupati, program Abang Rudi melebihi program RTLH. “Inilah yang saya sebut kita berbagi bersama berat sama dipikul ringan sama dijinjing yakni bergotong-royong dalam kebaikan bagi sesama. Insya Allah dengan cara seperti itu, pemerataan pembangunan di Kabupaten Pekalongan bisa semakin cepat,” terang Bupati.
“Membangun bukan saja otorisasi Pemerintah, akan tetapi siapapun yang memiliki kesempatan dapat berpartisipasi karena ujung dari manfaat membangun adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Dijelaskan Bupati, sesuai data di Kabupaten Pekalongan jumlah rumah tidak layak huni itu jumlahnya masih banyak yaitu sekitar 14.000. Akan tetapi dengan ikhtiar kita bersama-sama seperti dengan program Abang Rudi dan program yang sistematis dari Pemerintah, Bupati meyakini permasalahan itu akan selesai.
“Saya mengajak kepada saudara-saudara para lembaga-lembaga donasi maupun perorangan mari bergabung dengan Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan melalui program Abang Rudi untuk bisa menyelesaikan rumah-rumah warga Kabupaten Pekalongan,” tutur Bupati.
Bupati KH. Asip Kholbihi mengungkapkan, bahwa untuk program Abang Rudi ini yang sudah masuk daftar sudah banyak sekali dan dalam waktu dekat akan kita bangun di wilayah Kecamatan Kesesi.
“Semua ini akan bisa terlaksana karena semangat bergotong-royong dalam kebaikan untuk sesama yang menjadi prinsip kita. Selain itu juga dalam rangka menghidupkan kembali budaya gotong-royong yang merupakan budaya adiluhung bangsa Indonesia, karena kalau bukan kita yang melaksanakan, terus siapa lagi,” tandas Bupati.
Dengan telah dibangun rumahnya itu, Sumito (31) merasa bersyukur sekali dan berterima kasih khususnya kepada Bupati Pekalongan dan Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan. “Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi dan Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan yang telah membangunkan rumah untuk saya dan keluarga. Kami sangat bersyukur dan bahagia,” kata Sumito.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Rabu, 6 November 2019
Pelantikan dilakukan secara langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si., di Aula lantai 2 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Rabu (6/11/2019). Disaksikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Ali Riza, M.Si, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Hari Suminto, SH.MH, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hj. Sumarwati, S.Pd, M.AP beserta seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP se Kabupaten Pekalongan, dan para Kepala OPD Kabupaten Pekalongan lainnya.
Bupati dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada anggota Dewan Pendidikan yang dilantik. “Selamat bertugas, selamat menjalankan amanah dan selamat bergabung dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk bersama-sama berikhtiar memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Pekalongan. Yang paling utama kita akan menyisir dengan cara yang lebih cepat dan tepat untuk mengantisipasi agar sudah tidak ada lagi anak yang seharusnya sekolah tetapi tidak sekolah,” ungkap Bupati.
Lebih lanjut, kata Bupati, kita juga harus melakukan upaya-upaya yang efektif, intensif, dalam menjaga agar disparitas atau kesenjangan wilayah berkaitan dengan dunia pendidikan antara daerah pegunungan dan daerah perkotaan tidak terjadi.
“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan telah melakukan upaya-upaya yang serius. Sehingga kalau saya cek sekolah-sekolah yang ada di desa-desa atau di wilayah gunung mereka itu senantiasa merasa senang atau enjoy dan para gurunya pun sudah tidak mengeluh lagi karena seiring dengan perbaikan infrastruktur yang kita lakukan,” kata Bupati.
Disamping itu, kata Bupati, agar bagaimana fasilitas pendidikan ini kita bangun dan kita kontrol standar kualitasnya agar tidak terjadi lagi kecelakaan yang diakibatkan karena kita abai terhadap fasilitas pendidikan. Ini juga menjadi prioritas kita.
“Tapi prinsip, bahwa pembangunan pendidikan di Kabupaten Pekalongan berjalan cukup baik karena kita punya target yaitu mengejar IPM kita yang 68,9 menjadi 71. Insya Allah ini bisa kita lakukan dengan berbagai gerakan termasuk gerakan KUDU Sekolah, kemudian ada aplikasi RODO Kajen yaitu aplikasi yang mendeteksi tentang siapa yang tidak sekolah, mengapa dan dimana. Itu ada semua,” paparnya.
Dewan Pendidikan Kabupaten Pekalongan periode 2019-2024 berasal dari berbagai unsur yaitu organisasi sosial kemasyarakatan, pakar pendidikan, pengusaha, tokoh masyarakat, akademisi, penyelenggara pendidikan, dan praktisi pendidikan.
Mereka adalah H. Siswoyo, S.IP.,M.Si, kedudukan dalam Dewan Pendidikan sebagai Ketua, Narimo, S.Pd sebagai Sekretaris, H. Mohammad Asyir, S.Pd.,M.Si sebagai bendahara. Kemudian, Bidang Pertimbangan Pendidikan yakni Dr. H. Sabilal Rosyad, M.S.I dan, Nurkholis, MA.
Selanjutnya, Bidang Pendukung Penyelenggaraan Pendidikan yaitu M. Isbiq Syatho, M.S.I dan Mufit Bani Adam, S.Pd.,M.Pd. Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Pendidikan Dr. Hj. Sopiah, M.Ag dan Rumaenur, S.Pd.I. Dan Bidang Mediasi antara Eksekutif dan Legislatif dengan Masyarakat yakni Mardi Raharjo, S.Pd.I dan Hj. Bintan Islahyati, M.Pd.I. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Rabu, 6 November 2019
Selasa, 5 November 2019
Selasa, 5 November 2019
Senin, 4 November 2019
Senin, 4 November 2019
Bupati H. Asip Kholbihi, SH, M.Si dalam sambutannya mengungkapkan terima kasih kepada pihak Charoen Phokphand Foundation atas terselenggaranya kegiatan pelatihan ini di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Dalam kesempatan tersebut, bupati juga mengajak kepada seluruh yang hadir agar bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan, terutama membangun pendidikan, karena menurut Bupati, pendidikan merupakan modal utama dalam membangun suatu daerah atau negara.
Lebih lanjut Bupati mengutarakan, indikator makro ekonomi Kabupaten Pekalongan sudah bagus. “Pertumbuhan Ekonomi kita sudah di atas Nasional dan Provinsi dan angka kemiskinan di bawah Provinsi. Tinggal Indeks Pembangunan Manusia (IPM)nya perlu terus ditingkatkan. Saya titip agar anak-anak yang belum selesai sekolah 9 tahun nanti bisa menyelesaikan wajib belajar sembilan tahun,” tutur Bupati.
Pemkab akan membentuk Satgas Zero DO untuk mencari anak-anak yang DO agar kembali bersekolah atau mengikuti Kejar Paket. “Target IPM 71 dari sekarang 69 dan pada tahun 2021, Pemkab Pekalongan berharap tidak ada lagi yang tidak sekolah,” ujar Bupati.
Di akhir sambutannya, Bupati berpesen kepada para peserta agar bersungguh-sungguh mengikuti program pengembangan diri tersebut dan nantinya bisa mengimplementasikan ilmu yang didapatkan di sekolah. “Saya harap tidak ada peserta yang meninggalkan tempat selama pelatihan. Karena dari 4.474 guru di Kabupaten Pekalongan, 110 guru yang berkesempatan mengikuti pelatihan,” pungkas Bupati.
Sebelumnya, Sekjen Charoen Phokphand Foundation Andi Magdalena Siadari dalam sambutannya mengutarakan, pelatihan ini merupakan program Corporate Social Responsibilty (CSR) PT Charoen Phokphand. “Hampir 70 persen CSR Charoen Phokphand adalah Bidang Pendidikan. Kami menyentuh mulai dari PAUDnya hingga perguruan tinggi,” tutur Andi Magdalena.
Dia berharap dengan pelatihan ini, para peserta bisa mendapatkan ilmu baru, atau setidaknya merefresh ilmu yang sudah ada pada masing-masing peserta. Dikatakan, konsep pelatihan, 80 persen berupa games / role play, sehingga diharapkan peserta tidak akan bosan saat mengikuti pelatihan.
Khawatir banyak masyarakat yang bertanya apa itu Charoen Phokphand, Magdalena menjelaskan, dari nama perusahaan tersebut berasal dari Bahasa Thailand, artinya Tumbuh dan Berkembang. Perusahaan bergerak di bidang peternakan.
“Di Kajen ada di Kalijoyo, berupa kandang ayam. Kami juga memproduksi dan memasarkan day old chicken (DOC/ bibit ayam umur 1 hari). Usaha lainnya yaitu pakan ternak, khususnya pakan unggas di Kaligawe Semarang,” jelasnya.
Bisnis lainnya yakni kemitraan. Andi Magdalena dalam kesempatan itu menawarkan kepada para peserta jika berminat untuk menjadi mitra pihaknya. Disebutkan, produk lainnya yang dihasilkan perusahaannya yakni olahan daging ayam seperti Fiesta dan Champ Chicken Nugget dan beberapa lainnya. Dan produk terbarunya yakni berupa produk beverage / minuman, black tea dan frozen drink.
Hadir pada Pembukaan Bhakti pada Guru, Bupati Pekalongan, Unsur Forkompinda, Asisten Pemerintahan Dan Kesra, Kepala Dindikbud, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian selaku pembimbing usaha peternakan, Dinas PTSP Naker. Dekan Fakultas Psikologi Undip dan jajarannya, Manajemen Charoen Phokphand Jawa Tengah dan Kalimantan. (Tim Humas Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Publisher : aris
Senin, 4 November 2019
Jalan sehat ini sendiri merupakan puncak acara dari rangkaian yang digelar Kodim 0710/Pekalongan untuk memperingati HUT TNI ke-74. Sebelumnya ada kegiatan pesta rakyat dan stand kuliner, Jeep Adventure dan trail Adventure dan juga ada Pengajian Kebangsaan oleh Maulana Habib Lutfhi dan KH Syam’ani Syaroni yang dimeriahkan oleh Hadroh 400 Raiders dan hadroh dari Polres Pekalongan.
Pada kesempatan ini Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti atas nama pemerintah Kabupaten Pekalongan menyampaikan dirgahayu TNI ke 74 dengan harapan semoga TNI semakin profesional dan menjadi kebanggaan rakyat." Terima kasih TNI yang selama ini ikut kerja keras bersama-sama dengan Polri menjaga keamanan khususnya di kabupaten pekalongan. Semoga jalinan persahabatan kita terus terjalin sehingga kabupaten pekalongan tetap aman dan kondusif ", tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pencanangan bulan dana PMI yang dimaksudkan untuk melatih rasa kemanusiaan." Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini kita semakin guyub, rukun, galang persatuan,dan kesatuan kita", ucap Arini.
Senada dengan Wakil Bupati Pekalongan, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si, menambahkan semoga TNI ke depan semakin profesional dan menjadi kebanggaan rakyat dan semoga kegiatan tersebut berkelanjutan sebagai bentuk sinergi TNI,Polri dan pemerintah daerah Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu Komandan Kodim 0710 Pekalongan Letkol Infanteri Arfan Johan Wihananto mengatakan, kegiatan peringatan HUT TNI ini digelar dari rakyat untuk TNI. “ Kita ajak masyarakat untuk bersama-sama merayakan HUT TNI sehingga masyarakat dapat ikut merasakan bahwa TNI merupakan bagian dari masyarakat,” katanya.
Dandim Arfan menambahkan, dengan adanya perayaan HUT TNI ini, dirinya berharap TNI akan semakin bisa bersinergi dengan masyarakat khususnya di Kabupaten Pekalongan. “kita juga berharap selalu bersinergi dengan pemkab dan Polres Pekalongan dan semoga TNI semakin Profesional dan selalu menjadi pengayom masyarakat,” harapnya.
Pihaknya berharap ke depan event event seperti itu terus dilanjutkan dan semakin banyak kelompok masyarakat yang bisa dirangkul untuk bersama sama meramaikan Pekalongan. "Kita bisa berkreasi, untuk menambahkan bakat dan kemampuan masing masing. Yang suka olahraga silakan, yang suka musik silakan. Yang penting kegiatannya positif", lanjutnya.
Selanjutnya Johan berharap juga semoga TNI semakin dekat dengan masyarakat, solid, bersinergi dengan Polda dan Polres Pekalongan khususnya dalam rangka mewujudkan kondisi situasi Pekalongan yang aman damai.(red)
Publisher : aris
Minggu, 3 November 2019