Rabu, 4 Desember 2019
KAJEN – Ny. Munafah Asip Kholbihi mendapatkan Penghargaan Perempuan Inspirasi Indonesia dari IPEMI (Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia) untuk kategori Penggiat Sosial. Penghargaan diserahkan oleh Gati Wibawaningsih selaku Dirjen IKM Kementrian Perindustrian didampingi Ketua IPEMI, Inggrid Kansil, S.Sos di Ballroom Garuda Kementrian Perindustrian, Jakarta pada Senin (2/11/2019).
KAJEN - Dalam menghadapi tantangan jaman yang semakin cepat, Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengusung tagar inisiatif-progresif yang memberikan ruang bagi para pelaku kebijakan untuk terus-menerus melakukan inovasi agar dapat melakukan pekerjaan dengan lebih cepat dan lebih baik guna menjawab tantangan jaman.
Kegiatan dihadiri General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta Feby Joko Priharto serta Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, S.H. M.Si beserta jajarannya.
Dalam kegiatan tersebut, selain melakukan penyambungan listrik gratis, PLN APJ Pekalongan juga menggelar pengobatan dan pembagian sembako gratis untuk warga yang membutuhkan. Kegiatan merupakan salah satu aksi sosial hasil kolaborasi dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN.
Bantuan OMOH dan Aksi Sosial YBM PT. PLN (Persero) UPJ Pekalongan kepada warga Desa Lebakbarang diserahkan langsung oleh Bupati Pekalongan dan General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta.
GM PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & DIY, Feby Joko Priharto dalam sambutannya mengutarakan, kegiatan merupakan gerakan sosial yg dilakukan oleh seluruh pegawai PLN seluruh Indonesia. “Dimana kami ikut berpartisipasi bersama-sama masyarakat sekitar sebagai simbol dari kami, sedikitnya meringankan beban masyarakat. Kami mengiur, satu pegawai bisa memasangkan gratis (termasuk instalasinya) satu KK yg dikategorikan tidak mampu dan masuk dalam data basis terpadu (DBT),” tutur Feby.
Gerakan ini disebut oleh pihak PLN sebagai one man one hope (OMOH). “Adalah program kegiatan donasi setiap kami, satu satu. Sasaran dari program ini adalah RTTM diutamakan tidak terbatas rumah tangga yg masuk dalam basis data terpadu,” imbuh Feby. Sebanyak 76 pelanggan di Lebakbarang telah dialiri listrik gratis dari program OMOH.
Dengan adanya program OMOH ini diharapkan hasil elektrifikasi di Jateng yg semula 98,8% sudah mencapai angka 99,91%. “Ini memperlihatkan bahwa hadirnya program ini sedikit banyak membantu masyarakat kita,” tandasnya.
Sedangkan untuk Kabupaten Pekalongan sendiri, dikatakan Feby, meningkat dari 99,99% menjadi 100%. “Program OMOH ini adalah program corporate nasional, dengan hadirnya program ini diharapkan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian,” harapnya.
Selaras dengan pernyataan General Manager Unit Induk distribusi Jateng & DIY, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dalam sambutannya, menyatakan bahwa kegiatan merupakan bentuk nyata sinergitas dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan PLN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Saya berharap dengan terpasangnya listrik di setiap rumah di Kecamatan Lebakbarang ini masyarakat dapat menggunakan listrik dengan arif dan untuk meningkatkan produktifitas. Dengan meningkatnya produktifitas tentunya akan meningkatkan kesejahteraan dan tentunya ini akan bermuara kepada menurunnya angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan" ungkap Bupati Asip.
Lebih lanjut Bupati Asip Kholbihi berterimakasih kepada PLN yg telah secara langsung berpartisipasi aktif dalam program pengentasan kemiskinan di Wilayah Kabupaten Pekalongan melalui program-program Corporate Social Responsibility (CSR)nya.*) Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan
Publisher : aris
Selasa, 3 Desember 2019
Anugerah Penghargaan Perempuan Inspirasi Indonesia sekaligus Launching Buku Perempuan Inspirasi Indonesia 2019 yang mengambil tema “Nuansa Tanpa Batas” dibuka oleh Wakil Ketua MPR RI Syarifudin Hasan.
Hadir dalam acara tersebut Ketua BKPM ( Badan Koordinasi Penanaman Modal ) Bahlil Lahadalia,SE serta Sekjen Kementrian Koperasi Prof. Dr. Ruli Indrawan. Keduanya memberikan sambutan dalam acara tersebut.
Usai menerima penghargaan, Munafah mengungkapkan terima kasih kepada IPEMI yang telah memberikan apresiasi kepadanya sebagai salah satu dari 86 Perempuan Inspirasi Indonesia 2019 dari kategori Penggiat Sosial.
Munafah menuturkan, apresiasi ini diberikan dalam rangka Peringatan Hari Ibu kepada para perempuan dari seluruh wilayah Indonesia yang telah mencurahkan ide dan fikiran juga kerja nyata mewakili berbagai bidang. “Ada yang dari politisi, akademisi, praktisi, pejabat politik, pengusaha dan lain sebagainya,” ujarnya.
Termasuk dirinya, selaku ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pekalongan dinilai telah melakukan beberapa program yang melibatkan jejaring nasional dan dianggap sebagai inovasi gerakan sosial. Berbagai program tersebut antara lain dalam penurunan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, kebersihan lingkungan, peningkatan gemar makan ikan, pengembangan UMKM, pendidikan reproduksi remaja dan penundaan usia perkawinan
Program inovasi yang dilakukan oleh Ny. Munafah selaku Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan dalam 4 tahun ini, antara lain yaitu, GEMA SETIA (Gerakan Masyarakat Stop Kematian Ibu dan Anak), GENTONG HEBAT (Gerakan Gotong Royong Hidup Bersih dan Sehat), GEMMAS MAKIN BAIK (Gerakan Menanam, Makan Sayur, Makan Ikan, Buah, Anak Indonesia Kreatif). Untuk mendukung program tersebut, dirinya menjalin kerjasama dengan beberapa pihak dan kementrian.
Ketua Umum IPEMI Inggrid Kansil pada acara Anugerah Penghargaan Perempuan Inspirasi Indonesia mengatakan, kegiatan diselenggarakan sebagai upaya partisipatif dari IPEMI atas peran multitasking perempuan Indonesia yang mampu berkontribusi dan menorehkan prestasi namun disaat bersamaan tak melupakan kodratnya dalam mengurus keluarga, melahirkan dan membesarkan generasi generasi-penerus terbaik bangsa Indonesia ke depan.
Sementara itu Sekretaris Jenderal IPEMI, Nurwahidah Saleh berharap ikhtiarnya bersama organisai IPEMI dalam menyelenggarakan Ajang Penghargaan Perempuan Inspiratif ini mampu memberikan contoh keteladanan yang menginspirasi perempuan Indonesia lainnya dan mendorong agar mereka juga bisa berprestasi serta berkontribusi dalam pembangunan nasional.*) Tim Humas Dinkominfo Kab. Pekalongan
Publisher : aris
Selasa, 3 Desember 2019
Demikian disampaikan Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti saat membuka Seminar dan Talkshow HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan, di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (3/12/2019).
Dengan mengambil tema "Bersama Masyarakat Meraih Sukses 3 Zero HIV/AIDS Tahun 2030", kegiatan menghadirkan narasumber dari RSUP Karyadi Semarang, pegiat HIV/AIDS, dan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Pekalongan.
Tampak hadir Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi.
Wakil Bupati menyampaikan bahwa epidemi HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan melajunya cukup lumayan cepat. Tercatat, sejak 2015 hingga September 2019 terdapat 394 kasus, yang terdiri 211 kasus HIV dan AIDS 183 kasus. Dan dudah meninggal sebanyak 183 kasus.
“Oleh karena itu dalam rangka Hari HIV/AIDS ini memang kita diingatkan karena HIV/AIDS maupun Narkoba ini menjadi tantangan maupun menentukan masa depan bangsa, sehingga kita perlu diingatkan, upaya-upaya apa yang harus kita lakukan untuk mencegah kedua hal tersebut,” terang Arini.
Dijelaskan Arini, kalau melihat data diatas, 54 persen merupakan kontribusi kaum laki-laki dan kaum perempuan sisanya yakni 46 persen. Tetapi, kata Arini, tidak menutup kemungkinan bahwa akan terjadi kenaikan kasus pada kaum perempuan. Hal ini karena adanya relasi seksual antara laki-laki dan perempuan.
“Sebagaimana kita ketahui bahwa HIV/AIDS ini kaitannya sangat erat dengan seksual, walaupun penyebab lain misalnya transfusi dengan jarumnya yang tidak diganti dan sebagainya. Dan kasus yang terbanyak justru pada usia yang produktif yaitu usia 15 sampai 34 tahun. Sehingga produktivitas dan kualitas sumber daya manusia akan terancam. Kemudian dengan jenis pekerjaan menunjukkan bahwa ibu rumah tangga berada pada posisi pertama, kemudian disusul oleh wiraswasta. Ini menunjukkan bahwa epidemic HIV/AIDS mulai memasuki kepada masyarakat. Dan tentu saja akan berdampak pada penularan HIV/AIDS dari ibu dan anak, papar Wakil Bupati.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Wawan Dwiantoro, M.Kes dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan seminar dan talkshow adalah untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian dan keterlibatan masyarakat dalam mencegah dan penanggulangan HIV/AIDS untuk mewujudkan 3 Zero pada tahun 2030 yakni Zero New HIV Infection, Zero AIDS Related Death dan Zero Discrimination (Nol Infeksi Baru, Nol Terkait AIDS, dan Nol Diskriminasi).
Sasaran kegiatan, kata Wawan, adalah 400 peserta yang terdiri dari anggota KPA Kabupaten Pekalongan, kelompok kerja KPA, kelompok dukungan sebaya, tim penggerkan PKK Kabupaten Pekalongan, gabungan organisasi wanita Kabupaten Pekalongan, karang taruna, pemilik usaha dan jasa organisasi profesi masyarakat, dan juga dokter Puskesmas, mahasiswa, pelajar, PMI, PMR.
Bentuk kegiatan adalah pemaparan dari para narasumber dan pemeriksanaan HIV/AIDS bagi seluruh peserta yang hadir. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Selasa, 3 Desember 2019
Pembukaan ditandai dengan kick off yang dilakukan oleh Bupati Pekalongan, disaksikan Ketua KONI Kabupaten Pekalongan yang baru yakni Eko Ahmadi atau yang biasa disapa Gus Eko. Kemudian Camat Kedungwuni Sugino, S.STP., MM beserta Muspika, serta para pengurus dan panitia Pekajangan HW Cup.
Senin, 2 Desember 2019
Senin, 2 Desember 2019
Jumat, 29 November 2019
Demikian disampaikan oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si., saat menghadiri dan memberikan sambutan pada Silaturahmi dan Tasyakuran HUT Korpri ke 48 Pemerintah Kabupaten Pekalongan, di Lapangan Tenis Indoor Rumdin Bupati Pekalongan, Jumat malam (29/11 /2019).
Kegiatan dihadiri oleh Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta beserta para Asisten Sekda, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pekalongan.
Serta para pensiunan pejabat dan staf yang pernah mengabdi di Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Tampak hadir antara lain mantan Kepala DPU Wahyudi Ponco Nugroho, mantan Sekda Susiyanto, mantan Inspektur Umaidi, dan para mantan Kepala Dinas.
Bupati menjelaskan, pada saat sekarang ini, kita memasuki era zaman revolusi 4.0 yang serba digitalisasi, tanpa batas dan serba cepat. “Di dalam era yang seperti ini, kita harus melakukan inovasi agar harapan bersama dapat diwujudkan yakni kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Bupati Pekalongan KH. Asip menyampaikan, bahwa makna silaturahmi hakekatnya ada dua, yaitu reintrospeksi dan refresh. Untuk itu, di momen HUT Korpri, Bupati mengharap agar seluruh ASN Kabupaten Pekalongan untuk mengintrospeksi diri apa yang telah dikerjakan dan merefresh apa yang akan dilakukan ke depan.
“Tugas kita selanjutnya, meneruskan apa yang sudah dicapai oleh pendahulu yang baik dipertahankan, dan melakukan inovasi-inovasi karena kehidupan sifatnya dinamis,” terangnya.
Dilanjutkan Bupati, kinerja eksekutif diukur dari dua pendekatan, yakni pendekatan proses dan pendekatan hasil. Pendekatan proses harus dipertanggungjawabkan secara administratif. Untuk itu diperlukan soliditas persatuan dan kesatuan untuk menjalankan pendekatan proses ini.
“Pendekatan selanjutnya yakni pendekatan hasil, yang selalu dituntut oleh atasan dan mayarakat. Ekpektasi masyarakat terlalu tinggi terhadap kinerja para ASN utamanya yang masih aktif, untuk itu perlu dijawab dengan kinerja yang tepat waktu, tepat aturan dan tentu saja yang bermanfaaat,” ujar Bupati KH. Asip.
Bupati dalam kesempatan malam hari itu mengharapkan para sepuh yang sudah purna untuk senantiasa tetap menjaga tali silaturahmi baik antar sesama pensiunan maupun dengan pejabat Pemkab Pekalongan yang masih aktif, termasuk dengan dirinya sebagai Bupati.
“Karena bagaimanapun para sepuh telah meletakkan pondasi pembangunan di Kabupaten Pekalongan, tugas kita selanjutnya adalah melanjutkan program-program tersebut agar Kabupaten Pekalongan dapat lebih maju lagi, lebih sejahtera,” paparnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur kepada Allah SWT. Bupati Asip Kholbihi, menyerahkan tumpeng tersebut secara berurutan kepada Sekda Mukaromah Syakoer, mantan Kepala DPU Ponco Nugroho, mantan Sekda Susiyanto, mantan Inspektur Umaidi dan R. Pujotomo Satoto Ketua PWRI Kab Pekalongan.(didik /dinkominfo kab.pekalongan).
Publisher : aris
Jumat, 29 November 2019
Jumat, 29 November 2019