KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si menghadiri dan memberikan sambutan pada acara Pengajian Akbar dalam rangka Peringatan Haul Almaghfurlah KH. Amir Idris ke-82 di Kelurahan Simbang Kulon Gang 3 Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan, Sabtu (7/12 /2019) malam.
Pengajian menghadirkan Ketua Umum PBNU Prof. DR. KH. Said Aqil Siradj, MA dan DR. Sabilal Rosyad, M.Si sebagai penceramah. Dihadiri jajaran Pengurus PCNU Kabupaten Pekalongan, antara lain Rois Syuriah KH. Muhammadun Jundi, Ketua Tanfidz PCNU KH. Muslih Khudori, M.Si., Ketua GP Ansor Kabupaten Pekalongan beserta kyai lainnya.
Bupati dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk terus-menerus mensuritauladani apa yang sudah ditorehkan oleh Romo KH. Amir Idris. “Melalui Haul Mbah KH. Amir Idris ini, mari kita sebagai santri khususnya yang ada di Pekalongan untuk terus-menerus mensuritauladani apa yang sudah ditorehkan oleh Romo KH. Amir Idris,” ajak Bupati.
Dijelaskan Bupati, pihaknya mendengar bahwasannya murid-murid Almaghfurlah KH. Amir Idris semua menjadi kyai, antara lain Kyai Mahsum Lasem, kemudian Kyai Mahrus Ali Lirboyo dan masih banyak lagi.
“Sudah banyak sejarah beredar tentang KH. Amir Idris. Untuk itu sebagai warga Pekalongan kita sangat bangga. Mudah-mudahan tidak hanya membanggakan saja, tetapi kita semua bisa meneruskan perjuangan beliau terutama dalam kerangka membimbing masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk mencapai cita-cita yang diharapkan yaitu masyarakat yang baik, sejahtera lahir dan bathin, masyarakat yang memiliki jatidiri sekaligus mengembangkan nilai-nilai lokal, menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal,” ujar Bupati KH. Asip Kholbihi.
“Ini juga selaras dengan visi misi kami sebagai Bupati adalah bersama-sama mewujudkan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang religius yaitu seperti tadi yakni kalau tidak jadi santri ya jadi kyai. Alhamdulillah kebanyakan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang tidak jadi kyai banyak, jadinya ya jadi santri meskipun santri “mbeling”,” imbuhnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher :aris
Minggu, 8 Desember 2019
- Hari Sabtu kemarin 2.500 kyai dari seluruh Indonesia hadir pada acara Silaturahim Nasional Ulama, Umaro, TNI dan Polri yang digelar di Pendopo Kabupaten Pekalongan di Kajen. Hari Minggu siang ini sekitar 20.000 ibu-ibu Nyai hadir di pengajian Maulid Nabi Lajnah Thoriqoh Muslimat Wathonah. Ini menjadi energy positif yang luar biasa. Hal ini menandakan bahwa Kabupaten Pekalongan merupakan Kabupaten yang barokah. Amin Allahumma Amiiin.
KAJEN - Kemitraan organisasi Guru PGRI dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan hingga saat ini telah terjalin hubungan yang sangat erat. "Kemitraan solid yang terjalin terbangun dapat mewujudkan komitmen hingga membawa pendidikan di Kabupaten Pekalongan semakin baik"terang Rejo ketua PGRI saat pada saat acara Ngopi Bareng Bupati dan PGRI dalam rangka resepsi Peringatan HUT PGRI di Wars Cafe And Resto Kajen, Rabu (4/12/2019) ma
KAJEN – Ny. Munafah Asip Kholbihi mendapatkan Penghargaan Perempuan Inspirasi Indonesia dari IPEMI (Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia) untuk kategori Penggiat Sosial. Penghargaan diserahkan oleh Gati Wibawaningsih selaku Dirjen IKM Kementrian Perindustrian didampingi Ketua IPEMI, Inggrid Kansil, S.Sos di Ballroom Garuda Kementrian Perindustrian, Jakarta pada Senin (2/11/2019).
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat memberikan sambutan pada Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Lajnah Thoriqoh Muslimat Wathonah (Warga Thoriqoh An Nahdliyah) Muslimat NU Kabupaten /Kota Pekalongan dan Kabupaten Pemalang, di Kompleks Islamic Center Kedungwuni, Minggu (8/12/2019) siang.
Hadir antara lain Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Muhammadun Raden Jundi, Ketua Tanfidziyah PCNU KH. Muslih Khudori, M.Si beserta para Kyai baik dari Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan dan Kabupaten Pemalang.
Selanjutnya, hadir pula anggota DPR RI H. Bisri Romly, M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH., beserta beberapa anggota DPRD lainnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus Ketua Umum Muslimat NU Kabupaten Pekalongan H. Sumarwati, S.IP.,M.AP dan Camat beserta Muspika Kecamatan Kedungwuni.
Bupati mengungkapkan bahwasanya Kanjeng Nabi Muhammad SAW memerintahkan agar umat Islam mewujudkan pembangunan lingkungan yakni menjaga kebersihan. Terkait hal itu, Bupati menyampaikan bahwa saat ini Pemkab Pekalongan serius dengan program menjaga kebersihan lingkungan.
“Hikmah dari kegiatan Maulid Nabi hari ini agar kita tidak hanya mengaji semata, akan tetapi juga bagaimana kita mengamalkan dari apa yang kita dapatkan di pengajian hari ini. Untuk itu saya minta tolong untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ajak Bupati.
Dijelaskan Bupati, walau kelihatan sederhana apabila kita melakukannya dengan sungguh-sungguh, dampaknya akan sangat baik dan luar biasa. Karena Indonesia adalah Negara penghasil sampah terbesar kedua di dunia.
“Sungai-sungai di Kabupaten Pekalongan akan saya bersihkan agar anak cucu kita mendapatkan lingkungan yang bersih, air yang bersih. Karena dengan air bersih kita dapat digunakan untuk kehidupan kita. Mulai hari ini mari kita tumbuhkan kesadaran baru yaitu tidak membuang sampah semaunya sendiri. Dan tolong dijaga sungainya, dilarang buang sampah di sungai karena sungai adalah sumber air, sumber kehidupan kita,” tegas Bupati.
Dalam kesempatan sore hari itu, orang nomor satu di Kota Santri tersebut secara khusus mengharapkan barokah doa dan restu dari seluruh jamaah pada umumnya dan dari Maulan Habib Luthfi khususnya agar pihaknya dalam memimpin Kabupaten Pekalongan akan membawa perubahan yang lebih baik dan masyarakatnya sejahtera lahir dan batin.
“Melalui momentum pengajian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, saya mengharapkan doa restu dari Maulana Habib Luthfi agar dalam memimpin Kabupaten Pekalongan ini membawa perubahan yang lebih baik, semoga masyarakatnya sejahtera. Dan saya harapkan doa dari seluruh yang hadir agar cita-cita Pemkab Pekalongan mewujudkan masyarakat yang semakin baik akan mendapat hijabah dari Allah SWT ,” pinta Bupati.
Acara diawali dengan penampilan memukau dari paduan suara Muslimat NU Anak Cabang Kedungwuni Pimpinan Ny. Munafah Asip Kholbihi dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars NU SHUBANNUL WATHON.
Dan sebagai pamungkas acara diisi penyampaian mauidhoh khasanah oleh Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Minggu, 8 Desember 2019
Kegiatan dibuka oleh Gubernur Jawa H. Ganjar Pranowo, SH., M.IP., dan dihadiri Menko Polhukam Prof. Dr. Mahfudz MD, Staf Khusus Menteri Dalam Negeri, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Tampak pula anggota DPR RI asli Kabupaten Pekalongan H. Bisri Romly, MM., para pejabat TNI maupun Polri dari Jawa Tengah.
Selanjutnya, Walikota Pekalongan HM. Saelany Machfudz, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP, M.MS, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK, M.Si, Pengurus Jatman Pusat di bawah Rois Jatman Maulana Habib Luthfiy bin Ali bin Yahya dan para ulama.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si selaku tuan rumah dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya karena telah diberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan hajat besar itu.
"Kabupaten Pekalongan baru tiga kali diberikan kepercayaan dalam penyelenggaraan hajat besar seperti sekarang ini. Harapan kami semoga ke depan akan diberikan kepercayaan lagi. Karena kami meyakini dengan hadirnya para Habaib, para Kyai dan para Pejabat Tinggi di Negeri tercinta ini di Kabupaten Pekalongan akan membawa barokah kepada kami. Amiiin, "ungkap Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si.
Hal itu, lanjut Bupati, salah satunya dibuktikan dengan hadirnya 8 perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa tidak kurang dari 12.000 di Kabupaten Pekalongan. " Semua itu tidak lepas dari doa para Habaib, para Kyai dan para Pejabat Tinggi Negeri ini yang hadir di Kota Santri Kabupaten Pekalongan ini," ujarnya.
Silaturahim Nasional 2019 diikuti sekitar 2.500 peserta dari sembilan kabupaten/kota dan dari Luar Jawa. Para peserta dari Luar Jawa disediakan penginapan di Pondok Pesantren Gus Nasir di Wonopringgo dan rumah-rumah penduduk.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan pemerintah akan menindak tegas organisasi masyarakat yang mencoba memecah persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, silahturahim nasional ini digelar untuk membahas tentang peran ulama, umaro, TNI, dan Polri dalam mempertahankan empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Pemerintah akan membubarkan ormas yang melanggar empat pilar. Contohnya ada, seperti HTI yang sudah dibubarkan oleh pemerintah karena mencoba mengusung khilafah," katanya.
Mahfud mengungkapkan pihaknya tidak melarang, adanya kelompok masyarakat yang mengajukan ijin untuk membuat sebuah organisasi masyarakat asal sesuai peraturan yang sudah ada.
"Secara hukum, pancasila tidak boleh menjadi pilar, karena pancasila adalah Ideologi. Lawan dari 4 pilar adalah ateisme.Kenapa ateisme dimusuhi?Karena ateisme tidak mengakui Tuhan berbanding terbalik dengan negara kita," ungkapnya.
Menkopolhukam menambahkan pembeda itu adalah anugrah, jangan diantara perbedaan kita bertengkar." Indonesia banyak perbedaan, jangan menjadi pembeda akan tetapi, menjadi pemersatu dan hormati perbedaan yang ada," tambahnya. (didik /dinkominfo kab.pekalongan).
Publisher : aris
Sabtu, 7 Desember 2019
Jumat, 6 Desember 2019
Komitmen ini diwujudkan keperdulian Pemkab hingga kesejahteraan para pengajar wiyata bakthi semakin meningkat dan pemberian intensif untuk tenaga guru yang mengajar di kecamatan atas sudah diwujudkan.
Sementara itu Bupati Pekalongan mengajak seluruh guru Kabupaten Pekalongan untuk bersama melakukan kerja keras, kerja ikhlas dan kerja cerdas guna memajukan pendidikan di Kabupaten Pekalongan.
Demikian disampaikan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi
Dalam kegiatan tersebut hadir Asisten 1 Setda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumarwati, pengurus PGRI Kabupaten Pekalongan, pengurus 19 Cabang dan 3 cabang khusus.
“Para guru di Kabupaten Pekalongan siap melakukan perubahan yang disesuaikan dengan kondisi saat ini, utamanya di era digitalisasi dan revolusi industri 4.0, disamping memberikan ruang apresiasi terhadap murid,” kata Bupati.
Asip mengajak kepada seluruh anggota PGRI agar selalu menyesuaikan dengan perkembangan jaman, dengan terus melakukan inovasi sekalipun dalam lingkup kecil atau di sekolah. Serta memberikan ruang kreativitas kepada siswa agar tumbuh kembang kecerdasan dan emosional siswa seperti yang diharapkan. “karena nantinya anak-anak kita ini tidak hanya bersaing dengan SDM bangsanya sendiri melainkan akan bersaing dengan SDM dari bangsa lain sehingga mereka perlu disiapkan sejak dini,” tuturnya.
Dalam momentum hari PGRI, bupati menekankan bahwa guru adalah profesi yang mulia yang harus senantiasa terus dijaga dan dikembangkan. “masing- masing individu guru harus mengembangkan potensinya dan tetap menghargai jasa para pendahulunya,” kata Asip.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Sumarwati mengatakan, PGRI adalah organisasi profesi yang di dalamnya adalah para guru. “Tentunya kita berharap agar guru ini selalu meningkatkan profesionalitasnya, kompetensi-kompetensi yang seharusnya dimiliki seorang guru harus senantiasa ditingkatkan,” terangnya.
Peringatan hari PGRI ini, kata Sumarwati, harus menjadi semangat untuk menaikkan kualitas pendidikan dengan selalu mengacu pada standar lulusan yakni knowledge, skill dan sikap yang ditekankan oleh Menteri Pendidikan. “selain itu yang perlu ditekankan adalah kemerdekaan belajar siswa, dan disini peran guru sangat penting sehingga guru harus punya inovasi, guru harus punya teladan dan mampu membangkitkan siswa agar belajar secara deskriptif, analisa dan sintesa,” paparnya.*Dinkominfo Kab. Pekalongan
Publisher : aris
Kamis, 5 Desember 2019
Kamis, 5 Desember 2019
Rabu, 4 Desember 2019
Kegiatan dihadiri General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta Feby Joko Priharto serta Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, S.H. M.Si beserta jajarannya.
Dalam kegiatan tersebut, selain melakukan penyambungan listrik gratis, PLN APJ Pekalongan juga menggelar pengobatan dan pembagian sembako gratis untuk warga yang membutuhkan. Kegiatan merupakan salah satu aksi sosial hasil kolaborasi dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN.
Bantuan OMOH dan Aksi Sosial YBM PT. PLN (Persero) UPJ Pekalongan kepada warga Desa Lebakbarang diserahkan langsung oleh Bupati Pekalongan dan General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta.
GM PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & DIY, Feby Joko Priharto dalam sambutannya mengutarakan, kegiatan merupakan gerakan sosial yg dilakukan oleh seluruh pegawai PLN seluruh Indonesia. “Dimana kami ikut berpartisipasi bersama-sama masyarakat sekitar sebagai simbol dari kami, sedikitnya meringankan beban masyarakat. Kami mengiur, satu pegawai bisa memasangkan gratis (termasuk instalasinya) satu KK yg dikategorikan tidak mampu dan masuk dalam data basis terpadu (DBT),” tutur Feby.
Gerakan ini disebut oleh pihak PLN sebagai one man one hope (OMOH). “Adalah program kegiatan donasi setiap kami, satu satu. Sasaran dari program ini adalah RTTM diutamakan tidak terbatas rumah tangga yg masuk dalam basis data terpadu,” imbuh Feby. Sebanyak 76 pelanggan di Lebakbarang telah dialiri listrik gratis dari program OMOH.
Dengan adanya program OMOH ini diharapkan hasil elektrifikasi di Jateng yg semula 98,8% sudah mencapai angka 99,91%. “Ini memperlihatkan bahwa hadirnya program ini sedikit banyak membantu masyarakat kita,” tandasnya.
Sedangkan untuk Kabupaten Pekalongan sendiri, dikatakan Feby, meningkat dari 99,99% menjadi 100%. “Program OMOH ini adalah program corporate nasional, dengan hadirnya program ini diharapkan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian,” harapnya.
Selaras dengan pernyataan General Manager Unit Induk distribusi Jateng & DIY, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dalam sambutannya, menyatakan bahwa kegiatan merupakan bentuk nyata sinergitas dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan PLN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Saya berharap dengan terpasangnya listrik di setiap rumah di Kecamatan Lebakbarang ini masyarakat dapat menggunakan listrik dengan arif dan untuk meningkatkan produktifitas. Dengan meningkatnya produktifitas tentunya akan meningkatkan kesejahteraan dan tentunya ini akan bermuara kepada menurunnya angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan" ungkap Bupati Asip.
Lebih lanjut Bupati Asip Kholbihi berterimakasih kepada PLN yg telah secara langsung berpartisipasi aktif dalam program pengentasan kemiskinan di Wilayah Kabupaten Pekalongan melalui program-program Corporate Social Responsibility (CSR)nya.*) Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan
Publisher : aris
Selasa, 3 Desember 2019
Anugerah Penghargaan Perempuan Inspirasi Indonesia sekaligus Launching Buku Perempuan Inspirasi Indonesia 2019 yang mengambil tema “Nuansa Tanpa Batas” dibuka oleh Wakil Ketua MPR RI Syarifudin Hasan.
Hadir dalam acara tersebut Ketua BKPM ( Badan Koordinasi Penanaman Modal ) Bahlil Lahadalia,SE serta Sekjen Kementrian Koperasi Prof. Dr. Ruli Indrawan. Keduanya memberikan sambutan dalam acara tersebut.
Usai menerima penghargaan, Munafah mengungkapkan terima kasih kepada IPEMI yang telah memberikan apresiasi kepadanya sebagai salah satu dari 86 Perempuan Inspirasi Indonesia 2019 dari kategori Penggiat Sosial.
Munafah menuturkan, apresiasi ini diberikan dalam rangka Peringatan Hari Ibu kepada para perempuan dari seluruh wilayah Indonesia yang telah mencurahkan ide dan fikiran juga kerja nyata mewakili berbagai bidang. “Ada yang dari politisi, akademisi, praktisi, pejabat politik, pengusaha dan lain sebagainya,” ujarnya.
Termasuk dirinya, selaku ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pekalongan dinilai telah melakukan beberapa program yang melibatkan jejaring nasional dan dianggap sebagai inovasi gerakan sosial. Berbagai program tersebut antara lain dalam penurunan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, kebersihan lingkungan, peningkatan gemar makan ikan, pengembangan UMKM, pendidikan reproduksi remaja dan penundaan usia perkawinan
Program inovasi yang dilakukan oleh Ny. Munafah selaku Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan dalam 4 tahun ini, antara lain yaitu, GEMA SETIA (Gerakan Masyarakat Stop Kematian Ibu dan Anak), GENTONG HEBAT (Gerakan Gotong Royong Hidup Bersih dan Sehat), GEMMAS MAKIN BAIK (Gerakan Menanam, Makan Sayur, Makan Ikan, Buah, Anak Indonesia Kreatif). Untuk mendukung program tersebut, dirinya menjalin kerjasama dengan beberapa pihak dan kementrian.
Ketua Umum IPEMI Inggrid Kansil pada acara Anugerah Penghargaan Perempuan Inspirasi Indonesia mengatakan, kegiatan diselenggarakan sebagai upaya partisipatif dari IPEMI atas peran multitasking perempuan Indonesia yang mampu berkontribusi dan menorehkan prestasi namun disaat bersamaan tak melupakan kodratnya dalam mengurus keluarga, melahirkan dan membesarkan generasi generasi-penerus terbaik bangsa Indonesia ke depan.
Sementara itu Sekretaris Jenderal IPEMI, Nurwahidah Saleh berharap ikhtiarnya bersama organisai IPEMI dalam menyelenggarakan Ajang Penghargaan Perempuan Inspiratif ini mampu memberikan contoh keteladanan yang menginspirasi perempuan Indonesia lainnya dan mendorong agar mereka juga bisa berprestasi serta berkontribusi dalam pembangunan nasional.*) Tim Humas Dinkominfo Kab. Pekalongan
Publisher : aris
Selasa, 3 Desember 2019