KAJEN – Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., berpesan kepada para calon jamaah haji Kloter 12 asal Kabupaten Pekalongan agar memanfaatkan kesempatan beribadah di Tanah Suci untuk memanjatkan doa terbaik, tidak hanya untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi juga untuk para pemimpin bangsa dan daerah.
Hal tersebut disampaikan Sukirman dalam acara pelepasan calon jamaah haji Kloter 12 Kabupaten Pekalongan di Halaman Setda Kabupaten Pekalongan, Jumat (24/4/2026). Ia menegaskan bahwa doa dari Tanah Suci merupakan salah satu ikhtiar spiritual yang memiliki makna besar, terlebih saat jamaah berada di tempat-tempat mustajab.
“Saya yakin Bapak/Ibu sudah memiliki rencana doa yang akan dipanjatkan di Tanah Suci. Doakan yang terbaik untuk kehidupan Bapak/Ibu dan keluarga,” ungkapnya.
Namun demikian, Sukirman mengingatkan bahwa seringkali masyarakat lupa untuk mendoakan para pemimpin. Ia pun meminta jamaah haji turut mendoakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar senantiasa diberikan kesehatan serta kekuatan dalam memimpin bangsa.
Selain itu, Sukirman juga memohon doa untuk Gubernur Jawa Tengah, agar diberikan kelancaran dan keberkahan dalam menjalankan amanah kepemimpinan di provinsi Jawa Tengah.
Tak hanya itu, ia juga meminta jamaah haji mendoakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan beserta unsur Forkopimda, agar senantiasa diberikan kekuatan, keselamatan, serta mampu menjalankan tugas melayani masyarakat secara optimal.
“Secara pribadi, dan atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, saya nyuwun didoakan agar kami tetap istiqamah, selamat dari segala cobaan dan godaan, serta mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati Sukirman juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jamaah apabila selama memimpin dan melayani masyarakat Kabupaten Pekalongan masih terdapat kekurangan. Ia mengajak seluruh jamaah untuk saling memaafkan agar ibadah haji dapat dijalankan dengan hati yang bersih dan langkah yang ringan.
“Saya juga menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak/Ibu sekalian apabila selama kepemimpinan dan pelayanan kami masih banyak kekurangan. Mari kita saling memaafkan lahir dan batin agar langkah Bapak/Ibu ringan, ibadahnya lancar, dan mendapatkan ridha Allah SWT,” tuturnya.
Ia berharap seluruh jamaah haji asal Kabupaten Pekalongan dapat melaksanakan ibadah dengan lancar, kembali ke tanah air dengan selamat, serta memperoleh predikat haji mabrur.
Sabtu, 25 April 2026
KAJEN - Keberangkatan jamaah calon haji Kelompok Terbang (Kloter) 11 menjadi penanda dimulainya rangkaian pemberangkatan haji Kabupaten Pekalongan tahun 2026. Sebanyak 91 jamaah diberangkatkan pada Jumat dini hari (24/4/2026) menuju Asrama Haji Donohudan, Solo, sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Polres Pekalongan menggelar latihan simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Kamis (23/4/2026) pagi. Kegiatan berlangsung di Jalan Alun-alun Utara, depan Kantor Bupati Pekalongan.
DORO - Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama TNI resmi membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Desa Sawangan, Kecamatan Doro, Rabu pagi (22/04/2026). Program yang dilaksanakan oleh Kodim 0710/Pekalongan ini mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 dengan mengusung tema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi”, bertempat di Aula Setda Lantai 1 Kajen, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah serta mendorong kesetaraan gender di berbagai bidang kehidupan.
KAJEN - Sebagai bentuk apresiasi atas peran dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah, Pemerintah Kabupaten Pekalongan salurkan insentif kepada 900 marbot atau petugas kebersihan masjid se-Kabupaten Pekalongan. Penyaluran insentif sebesar Rp 1 juta secara simbolis disampaikan Plt Bupati Pekalongan, Sukirman di Masjid Al-Muhtarom, Kajen, Selasa (21/4/2026).
KAJEN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan memastikan sebanyak 941 calon jemaah haji (CJH) tahun 2026 telah memenuhi syarat kesehatan atau lulus istitoah. Kepastian tersebut diperoleh setelah serangkaian pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di puskesmas dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
KAJEN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU TARU) Kabupaten Pekalongan melalui Bidang Bina Marga melakukan penanganan kerusakan jalan serta pembersihan saluran drainase di sejumlah titik pada Senin (20/04/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
KEDUNGWUNI – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan resmi menggelar pelatihan khusus bagi pemuda di Kecamatan Kedungwuni. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (21-22 April 2026), ini merupakan bagian dari program unggulan "Kecamatan Berdaya" melalui Program Zilenial, (21/04/26).
Pelepasan jamaah berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman menyampaikan bahwa Kloter 11 bukan sekadar rombongan pertama yang berangkat, tetapi juga menjadi simbol dimulainya pelayanan dan fasilitasi ibadah haji bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan tahun ini.
“Alhamdulillah, Kloter 11 ini menjadi awal dari seluruh rangkaian pemberangkatan jamaah haji Kabupaten Pekalongan tahun 2026. Total ada 943 jamaah yang terbagi dalam empat kloter, yaitu 11, 12, 13, dan 14,” ujar Sukirman.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji, mulai dari persiapan hingga pemberangkatan. Keberangkatan kloter pertama ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi kloter-kloter berikutnya.
Sukirman juga menyampaikan doa agar seluruh jamaah, khususnya Kloter 11 sebagai pembuka, diberikan kelancaran, kesehatan, dan keselamatan dalam menjalankan ibadah haji.
“Semoga Kloter 11 ini menjadi pembuka yang baik, diberikan kelancaran dalam perjalanan dan ibadahnya, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” katanya.
Dalam sambutannya, ia mengingatkan para jamaah untuk memanfaatkan kesempatan berhaji dengan memperbanyak ibadah, doa, dan zikir, serta menjaga niat dan kekhusyukan selama di Tanah Suci.
Menurutnya, keberangkatan haji merupakan panggilan istimewa dari Allah SWT yang tidak semua orang mendapatkannya, sehingga harus disyukuri dengan kesungguhan dalam beribadah.
Selain itu, Sukirman juga mengajak para jamaah untuk mendoakan Kabupaten Pekalongan agar terus berkembang dan pemerintah daerah diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat.
Keberangkatan Kloter 11 ini menjadi momentum awal yang menandai dimulainya musim haji 2026 bagi Kabupaten Pekalongan. Pemerintah daerah berharap seluruh proses pemberangkatan hingga pemulangan jamaah berjalan lancar, tertib, dan aman.
Diakhir sambutannya Sukirman juga menghimbau Jamaah calon haji untuk tidak perlu risau dengan peperangan yang terjadi antara Iran dan Amerika, pasrahkan saja semuanya kepada Allah SWT. sehingga bapak ibu jamaah bisa fokus dengan rangkaian ibadah haji baik syarat dan rukunnya.
"Sekali lagi kita tidak perlu takut dengan adanya perang Di Iran dan Amerika, karena Bapak-Ibu harus fokus dengan rangkaian ibadah haji, serahkan semua kepada Allah SWT. dan mari bersama sama kita berdoa agar perjalanan Bapak ibu bisa lancar menjadi Hajjah dan haji yang mabrur dan mabruroh kemudian bisa berjumpa kembali dengan keluarga dengan penuh kebahagiaan," Ucap Sukirman sesaat sebelum melepas calon jamaah haji kloter 11 Kabupaten Pekalongan.
Disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Dra. Siti Masruroh, M.Si, dalam sambutannya sesaat sebelum keberangkatan.
Ia menjelaskan, Kloter 11 menjadi rombongan pertama yang diberangkatkan pada Jumat dini hari (24/4/2026) dengan jumlah 91 jemaah. Rinciannya, 76 jemaah berasal dari KBIHU Asma Husnah dan 15 jemaah mandiri. Kloter ini dijadwalkan masuk Asrama Haji pada hari yang sama pukul 09.00 WIB.
Selanjutnya, Kloter 12 berjumlah 353 jemaah yang terdiri atas 292 jemaah dari KBIHU An-Nahdiyah, 59 jemaah dari KBIHU Asofa, serta dua Petugas Haji Daerah (PHD). Kloter ini dijadwalkan masuk asrama pada Jumat (24/4/2026) pukul 16.00 WIB.
Kloter 13 juga berjumlah 353 jemaah yang berasal dari KBIHU An-Nahdiyah, KBIHU Miftahul Ulum, serta jemaah mandiri. Rombongan ini dijadwalkan masuk asrama pada pukul 19.00 WIB di hari yang sama.
Sementara itu, Kloter 14 terdiri dari 143 jemaah yang berasal dari KBIHU An-Nahdiyah, KBIHU Nusa Madinah, KBIHU Rahmatul Ummah, serta satu jemaah mandiri. Kloter ini direncanakan masuk asrama pada Sabtu (25/4/2026) pukul 06.00 WIB.
Adapun Kloter 18 menjadi kloter terakhir dengan jumlah tiga jemaah yang berasal dari KBIHU An-Nahdiyah yang diikutkan dengan kabupaten Batang. Rombongan tersebut dijadwalkan masuk asrama pada Ahad (26/4/2026) pukul 13.00 WIB.
Siti Masruroh menegaskan, seluruh proses pembagian kloter dan jadwal keberangkatan telah disusun sesuai ketentuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Haji dan Umrah.
“Total calon jemaah haji Kabupaten Pekalongan tahun 2026 sebanyak 943 orang yang tersebar dalam lima kloter. Kami berharap seluruh jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat,” ujarnya.
Jumat, 24 April 2026
Simulasi diawali dengan apel pasukan, dilanjutkan skenario penanganan unjuk rasa yang berkembang dari kondisi kondusif (hijau), meningkat menjadi tidak terkendali (kuning), hingga situasi anarkis (merah). Dalam setiap tahapan, aparat memperagakan langkah persuasif hingga tindakan tegas, mulai dari negosiasi, pengendalian massa, penanganan provokator, hingga evakuasi pejabat dan korban.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, mengapresiasi inisiatif jajaran Polres Pekalongan dan Kodim 0710/Pekalongan dalam menyelenggarakan simulasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi di muka umum.
“Kami mengapresiasi apa yang diinisiasi oleh Kapolres dan Dandim dalam kerangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat. Apalagi menjelang 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional, ini menjadi bagian dari komunikasi kita,” ujarnya.
Sukirman menegaskan, Pemkab Pekalongan akan terus bersinergi dengan TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya pada momentum aksi demonstrasi.
“Penyampaian pendapat ini bagian dari prosedur yang biasa. Kepolisian dan TNI menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dalam menciptakan suasana kamtibmas yang kondusif. Pemerintah daerah tentu akan terus bersinergi,” tambahnya.
Terkait dinamika yang berkembang di media sosial, Sukirman menilai hal tersebut sebagai bagian dari ekspresi masyarakat. Namun, pemerintah tetap fokus pada langkah konkret, termasuk efisiensi anggaran untuk pembangunan infrastruktur.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf mengatakan, simulasi Sispamkota bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gangguan keamanan.
“Latihan ini sebagai bentuk kesiapsiagaan Polres Pekalongan bersama pemerintah daerah dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan yang berimplikasi pada situasi kontinjensi,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 643 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta elemen masyarakat dari berbagai organisasi kemasyarakatan.
“Alhamdulillah para personel sudah memahami tugas dan tanggung jawab dari setiap tahapan pelayanan aksi unjuk rasa,” imbuhnya.
Kapolres juga memastikan kondisi wilayah Kabupaten Pekalongan saat ini masih kondusif. Pihaknya telah menjalin komunikasi dengan serikat buruh dan pemerintah daerah agar peringatan May Day diisi dengan kegiatan positif.
“Kami berharap apabila nanti ada aksi, tidak mengganggu ketertiban masyarakat. Kami mendukung peringatan May Day dapat berjalan aman dan lancar,” tuturnya.
Di lokasi yang sama, Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0710/Pekalongan, Mayor Cpl Yulian Cahyono, mewakili Dandim, menegaskan kesiapan TNI dalam mendukung pengamanan sesuai prosedur.
“Untuk pengamanan Hari Buruh, TNI akan bertindak sesuai SOP, yakni menunggu permintaan bantuan dari kepolisian. Setelah ada surat resmi, kami siap melaksanakan perbantuan keamanan,” tegasnya.
Kamis, 23 April 2026
Meski ditengah guyuran gerimis tidak menyurutkan semangat para peserta untuk mengikuti Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung tahap II tahun 2026. Seperti yang disampaikan oleh pelaksana tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., bahwa upacara ini adalah kegiatan yang wajib dilakukan dan tidak boleh diundur sehingga dirinya pun tetap menjadi pemimpin upacara meski pagi itu hujan mengguyur hampir wilayah Kecamatan Doro dan sekitarnya.
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud nyata pengabdian dan kolaborasi seluruh elemen dalam membangun masyarakat.
“Program ini merupakan bentuk pengabdian dan pengorbanan kita bersama untuk masyarakat. Mari kita laksanakan TMMD ini dengan penuh semangat kebersamaan selama satu bulan ke depan,” ujarnya.
Sukirman juga mengajak seluruh elemen, baik TNI, Polri, perangkat daerah, maupun masyarakat, untuk terlibat aktif dalam menyukseskan program tersebut. Menurutnya, selain mempererat persaudaraan, TMMD juga menjadi momentum untuk mendorong pemberdayaan masyarakat dan peningkatan perekonomian desa.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun era baru perekonomian masyarakat Desa Sawangan,” tambahnya.
Kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Plt. Bupati Pekalongan Sukirman ditandai dengan pembacaan surat Al-fatihah. Dirinya berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0710/Pekalongan, Mayor Cpl. Yulian Cahyono menjelaskan bahwa program TMMD kali ini difokuskan pada kegiatan fisik dan nonfisik. Untuk kegiatan fisik, dilakukan pengaspalan jalan sepanjang kurang lebih 400 meter dengan lebar 3 meter pada segmen pertama, serta 150 meter dengan lebar yang sama pada segmen kedua.
“Pembangunan ini bertujuan menghubungkan akses hingga Jembatan Garuda, sehingga dapat mempermudah mobilitas masyarakat,” jelasnya.
Selain pembangunan infrastruktur, TMMD juga diisi dengan berbagai kegiatan nonfisik, seperti sosialisasi UMKM, kesehatan, serta wawasan kebangsaan.
Yulian menambahkan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program yang sejalan dengan arahan pemerintah pusat guna meningkatkan konektivitas dan memperlancar transportasi masyarakat, khususnya di Desa Sawangan, Kecamatan Doro.
Melalui program TMMD Sengkuyung ini, diharapkan terwujud sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Rabu, 22 April 2026
Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, yakni Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Dr. Galuh Kirana Dwi Areni, S.S., M.Pd., Hakim Pengadilan Agama Kajen Ulfa Nurwindiasari, S.H.I., serta akademisi dari Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, Dr. Phil. Nuriyatul Lailiyah, S.Sos, M.I.Kom.
Peringatan Hari Kartini ini diikuti oleh perwakilan organisasi perempuan, perangkat daerah terkait, para pelaku UMKM, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap isu pemberdayaan perempuan.
Plt. Bupati Pekalongan yang diwakilkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Pekalongan, Dra. Siti Masruroh, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Ia menegaskan bahwa perempuan saat ini telah terbukti memiliki peran strategis, baik sebagai pilar ekonomi keluarga, penjaga nilai budaya, pemimpin komunitas, inovator, maupun pelaku usaha.
“Perempuan memiliki kontribusi besar dalam memperkuat ketahanan keluarga dan kemajuan daerah. Karena itu, sinergi dan kolaborasi organisasi perempuan harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Siti Masruroh juga mengajak seluruh organisasi perempuan untuk turut berperan aktif dalam mengatasi berbagai persoalan sosial yang masih menjadi perhatian, di antaranya pernikahan dini, stunting, hingga peningkatan keterwakilan perempuan dalam bidang politik.
Ia menyebutkan, berdasarkan data hingga Maret 2026, angka pernikahan dini di Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi. Selain itu, prevalensi stunting juga masih perlu ditekan agar dapat mencapai target nasional.
“Dengan sinergi bersama, kita optimistis persoalan-persoalan tersebut dapat diatasi secara bertahap, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Dr. Galuh Kirana Dwi Areni, menekankan pentingnya peran perempuan dalam membangun keluarga yang berkualitas. Menurutnya, semangat Kartini harus terus ditanamkan sebagai inspirasi lintas generasi, terutama bagi perempuan muda agar mampu menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan berkontribusi bagi lingkungan.
Dalam sesi pemaparan materi, Hakim Pengadilan Agama Kajen Ulfa Nurwindiasari, S.H.I. turut mengulas persoalan pernikahan dini dari aspek hukum dan sosial. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan edukasi dan pendampingan kepada remaja agar mampu merencanakan masa depan secara lebih matang.
Sedangkan Dr. Phil. Nuriyatul Lailiyah dari Universitas Diponegoro memaparkan pentingnya komunikasi publik dan literasi media dalam mendukung pemberdayaan perempuan. Ia menekankan bahwa perempuan perlu memiliki ruang yang lebih luas dalam menyuarakan aspirasi serta meningkatkan kapasitas diri agar mampu beradaptasi di era digital.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab, di mana para peserta turut menyampaikan berbagai pandangan dan pengalaman seputar peran perempuan dalam keluarga, masyarakat, maupun pembangunan daerah.
Melalui peringatan Hari Kartini Tahun 2026 ini, Pemkab Pekalongan berharap semangat perjuangan R.A. Kartini dapat terus hidup dan menjadi inspirasi lintas generasi dalam mewujudkan perempuan yang tangguh, berdaya, serta berperan aktif dalam pembangunan Kabupaten Pekalongan.
Selasa, 21 April 2026
Disampaikan Sukirman, Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperhatikan peran marbot yang selama ini kerap luput dari perhatian. Menurutnya, meskipun nilai insentif yang diberikan belum besar, program tersebut mencerminkan keberpihakan anggaran kepada kelompok yang memiliki kontribusi langsung terhadap kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
“Ini adalah wujud perhatian pemerintah daerah. Kami menyisihkan anggaran untuk honorarium Bapak-Ibu sekalian yang telah menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan masjid,” terangnya.
Ditambahkan, Jumlah insentif yang diterima belum sepenuhnya memenuhi harapan para marbot. Namun demikian, ia berharap bantuan tersebut dapat diterima sebagai bentuk kepedulian sekaligus penguatan hubungan antara pemerintah dan masyarakat di tingkat akar rumput.
Lebih jauh, Sukirman menekankan pentingnya peran marbot dalam menjaga standar kebersihan masjid. Menurutnya, kebersihan merupakan aspek mendasar dalam menjaga kesucian tempat ibadah. “Kalau kebersihannya terjaga, insya Allah kesuciannya juga akan terjaga dalam kita melaksanakan ibadah,” katanya.
Selain fungsi teknis, pemerintah daerah juga melihat marbot sebagai mitra strategis dalam penyebaran informasi. Sukirman meminta para marbot turut membantu mensosialisasikan program-program pemerintah kepada masyarakat luas, mengingat posisi mereka yang berada langsung di tengah komunitas.
“Kami titip agar apa yang telah dilakukan pemerintah bisa disampaikan kepada masyarakat. Pemerintah hari ini bekerja serius untuk memenuhi kebutuhan dan memberikan pelayanan,” ujarnya.
Dikesempatan yang sama, Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, Siti Masruroh menjelaskan bahwa program insentif tersebut telah dianggarkan dalam APBD Kabupaten Pekalongan dan mengacu pada keputusan bupati tertanggal 26 Februari 2026. Ia menyebutkan, total penerima mencapai 900 marbot yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.
Setiap marbot menerima insentif sebesar Rp1.000.000, dengan jumlah bersih Rp950.000 setelah dipotong pajak penghasilan sesuai ketentuan. Penyaluran dilakukan melalui transfer rekening Bank Jateng untuk mempermudah proses pencairan tanpa prosedur yang berbelit.
Masruroh menambahkan, penyaluran dilakukan secara bertahap. Pada Senin (20/4/2026), sebanyak 429 marbot dari tujuh kecamatan telah menerima insentif. Sementara sisanya disalurkan pada Selasa (21/4/2026) kepada marbot dari sejumlah kecamatan lainnya, termasuk Buaran, Doro, hingga Wonokerto.
Program ini dinilai tidak hanya sebagai bantuan finansial, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun kepercayaan publik. Dengan melibatkan marbot sebagai mitra sosial, Pemkab Pekalongan berharap pesan pembangunan dapat tersampaikan lebih efektif sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung program daerah.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Bapperida Trisno Suharsanto, Kepala BPKD Edi Harijanto, jajaran Baznas, BPJS, perwakilan Kementerian Agama, serta para kepala organisasi perangkat daerah dan Camat Kajen.
Senin, 20 April 2026
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Pekalongan, H. Muhammad Khoirudin, S.Kep., Ns., M.Kes., saat ditemui tim RKS di ruang kerjanya pada Selasa (21/04/2026) siang, mengatakan bahwa jemaah yang dinyatakan lulus istitoah berhak diberangkatkan karena kondisi kesehatannya telah memenuhi standar.
“Sebanyak 941 calon jemaah haji telah dinyatakan lulus istitoah. Artinya, mereka dalam kondisi sehat dan telah mendapatkan keterangan resmi dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai oleh calon jemaah saat melaksanakan ibadah di Tanah Suci, antara lain meningitis, polio, COVID-19, influenza, heatstroke, dan gagal jantung. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinkes melakukan tes kebugaran atau ROKPOT sebelum pemberangkatan.
Tes tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah, suhu tubuh, serta detak jantung setelah aktivitas fisik seperti jalan kaki. Bagi jemaah lansia, diberikan waktu berjalan kaki sekitar 6–7 menit, sementara jemaah non-lansia menjalani rute jalan kaki dengan jarak lebih panjang.
“Dari hasil tes kebugaran ini, kami bisa mendeteksi dini jika ada kelainan. Jika ditemukan indikasi tertentu, akan kami rekomendasikan untuk dirujuk,” jelasnya.
Khoirudin menambahkan, sebagian besar jemaah lansia memiliki risiko penyakit degeneratif seperti diabetes melitus dan hipertensi. Kondisi tersebut, menurutnya, juga dipengaruhi oleh pola hidup yang kurang sehat.
Untuk itu, pihaknya mengimbau calon jemaah haji agar rutin berolahraga ringan, seperti jalan kaki setelah salat subuh, guna menjaga kebugaran tubuh. Hal ini penting karena rangkaian ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima.
“Ibadah haji memerlukan kekuatan fisik, mulai dari tawaf, sa’i, hingga lempar jumrah. Karena itu, kebugaran harus dipersiapkan sejak dini,” tambahnya.
Pada musim haji 2026, Kabupaten Pekalongan terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni kloter 11, 12, 13, 14, dan 18. Setiap kloter akan mendapatkan pendampingan tenaga kesehatan sejak keberangkatan hingga kepulangan.
Dinkes juga menyiapkan dua unit ambulans serta tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat untuk mengawal jemaah dari Alun-Alun Kajen menuju Asrama Haji Donohudan.
Selain itu, selama perjalanan hingga di pesawat dan di Tanah Suci, jemaah akan didampingi oleh Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD) dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang bertugas melakukan pemantauan kesehatan secara berkala.
“Kami akan memastikan kesehatan jemaah terjaga mulai dari keberangkatan, selama di Tanah Suci, hingga kembali ke Kabupaten Pekalongan,” tegasnya.
Dari Kabupaten Pekalongan, tercatat empat tenaga kesehatan tergabung dalam TKHD, sementara TKHI merupakan tim dari Kementerian Kesehatan yang ditugaskan di setiap kloter melalui proses seleksi.
Senin, 20 April 2026
Kepala DPU TARU Murdiyarso, S.P., M.T., melalui Kepala Bidang Bina Marga DPU TARU Kabupaten Pekalongan, Al-Faruq, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan keprasan aspal pada ruas jalan Kedungwuni-Doro, Doro-karangdadap, dan Karangdadap-Kota Pekalongan. Ruas tersebut merupakan jalan kabupaten yang mengalami kerusakan akibat beban kendaraan berat, khususnya truk bermuatan.
“Kerusakan menyebabkan permukaan jalan menggunung atau mletot sehingga membahayakan masyarakat. Oleh karena itu, kami melakukan pemaprasan untuk meratakan kembali jalan agar aman dilalui,” ujarnya.
Selain penanganan jalan, pada hari yang sama DPU TARU juga melakukan pembersihan gorong-gorong di sepanjang ruas jalan dari SMA Negeri 1 Kajen hingga wilayah Sibedug, Desa Kebonagung. Meski ruas tersebut merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Kajen dengan Karanganyar, pihaknya tetap mengambil langkah responsif guna mengatasi genangan air yang kerap terjadi saat hujan.
Menurut Al-Faruq, genangan air di lokasi tersebut disebabkan oleh tersumbatnya saluran drainase akibat tumpukan material seperti sampah, tanah, serta kerusakan pada saluran air.
“Kami menerjunkan tim lapangan untuk membersihkan gorong-gorong agar aliran air kembali lancar dan tidak terjadi genangan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan sementara, kondisi aliran air saat ini sudah membaik dan belum ditemukan laporan genangan kembali. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi.
“Harapannya, upaya ini dapat menjadi solusi terbaik bagi masyarakat, meskipun lokasi tersebut merupakan kewenangan provinsi. Ini bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan yang optimal,” pungkasnya.
Senin, 20 April 2026
Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas kewirausahaan pemuda, khususnya di bidang desain konten kreatif dan strategi pemasaran digital.
Kabid Kepemudaan Dinporapar Kabupaten Pekalongan, Ari Lanang, menjelaskan bahwa pemilihan materi videografi dan digital marketing didasarkan pada kebutuhan zaman. Menurutnya, pemuda Kedungwuni yang dikenal memiliki jiwa usaha tinggi harus dibekali keterampilan teknis agar mampu bersaing.
"Materi yang diberikan meliputi teknik dasar videografi, pengambilan gambar, hingga editing. Tujuannya agar mereka menjadi konten kreator yang mandiri. Mengingat banyak pemuda di Kedungwuni yang bergerak di bidang usaha, materi digital marketing diharapkan bisa meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan mereka," ujar Ari Lanang saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ari menambahkan, sebanyak 75 peserta yang ikut serta tidak akan dilepas begitu saja. Pihaknya telah membentuk grup pendampingan khusus untuk memastikan para peserta bisa menciptakan peluang usaha baru dan menekan angka pengangguran di wilayah tersebut.
"Harapannya, mereka bisa menularkan 'virus kebaikan' dan keterampilan ini kepada pemuda lainnya, sehingga dampak ekonomi dari program ini bisa dirasakan secara luas di Kecamatan Kedungwuni," imbuhnya.
Program ini disambut antusias oleh para peserta. Ferry Kurniawan, salah satu peserta asal Desa Rengas, mengaku bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, bahkan ini momen yang kami tunggu-tunggu. Materinya sangat pas untuk bekal kami terjun ke masyarakat dan berkarya ke depannya," kata Ferry.
Selain pelatihan teknis, para peserta juga dibekali dengan kartu Zilenial sebagai bagian dari program Kecamatan Berdaya yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kartu ini diharapkan menjadi simbol kesiapan para pemuda dalam menyongsong dunia kerja dan membangun kemandirian ekonomi desa.
"Harapan saya, acara semacam ini terus ada secara berkelanjutan untuk membekali kami di masa depan," tutupnya.
Senin, 20 April 2026