KAJEN - Kecamatan Petungkriyono merupakan salah satu wilayah yang memiliki tempat atau objek wisata terbanyak di Kabupaten Pekalongan. Di antara lokasi tersebut, masih ada yang masih perlu pantauan khusus supaya bisa menjadi destinasi wisata unggulan baru di Kota Santri yakni Telaga Sigebyar Mangunan yang berada di Desa Tlogohendro.
Tempat itu cukup eksotik dengan pemandangan alam yang sangat bagus dan berada di daerah pegunungan sehingga hanya cukup sejuk.
''Tempat ini cukup sunyi dan sangat cocok untuk bertafakur, menikmati karunia dari Allah SWT,'' ujar Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si., saat meninjau telaga tersebut, Minggu (19/1/2020).
Karena masih perlu adanya tambahan agar lokasi ini lebih bagus lagi maka saat ini kawasan Telaga Sigebyar Mangunan masih dalam tahap revitalisasi. Di sekitar telaga, tepatnya di tengah-tengah, terdapat cukup banyak gambut sehingga perlu dikeruk.
"Hingga sekarang, proses pengerukan sekitar 60 persen dan untuk mempercepat kegiatan itu perlu adanya peralatan tambahan dan Pemkab akan menyediakannya," terang Bupati.
Dijelaskan Bupati, agar pelaksanaan perbaikan cepat selesai, maka untuk sementara ini di kawasan telaga ditutup. Nanti kalau sudah selesai dan kondisinya jauh lebih bagus lagi maka akan segera dibuka.
Bupati yakin, telaga itu bisa menjadi destinasi wisata unggulan di wilayah kerjanya dan bakal bisa menarik masyarakat luar kota maupun wisatawan untuk mengunjunginya.
Sebelumnya, sudah cukup lama Pemkab Pekalongan menghibahkan tanah agar dibuat pendopo. Paling tidak, dengan adanya tempat itu juga membuat suasana di Telaga Sigebyar Mangunan semakin apik dan diminati pengunjung.
Sementara itu, Kasi Pemasaran Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Dody Purwanto membenarkan belum lama ini Bupati Pekalongan meninjau untuk melihat perkembangan lebih lanjut telaga yang berada di Kecamatan Petungkriyono.
Saat musim kemarau, air di telaga memang sempat berkurang atau mengering dan pada saat itu muncul gambut di tengah telaga. Sekarang, air di lokasi itu sudah cukup banyak, namun gambut yang merupakan tumpukan dari tumbuh-tumbuhan masih tetap ada.
''Keberadaan gambut ini cukup menganggu pemandangan sehingga perlu adanya pengerukan. Sudah dilakukan beberapa kali pengerukan dan sampai sekarang realisasinya sekitar 60 persen, '' tandasnya.
Jika sudah selesai revitalisasi, maka Telaga Sigebyar Mangunan bisa menjadi pilihan wisata bagi wisatawan yang datang ke Petungkriyono. Selama ini, ada beberapa destinasi serupa yang sudah banyak dikunjungi masyarakat lokal maupun luar kota seperti Curug Sibedug, Curug Lawe, Welo Asri, Black Canyon, Curug Bajing, dan tempat berkemah.
Kemudian sekarang juga terdapat kafe Kopi yang diharapkan menjadi lokasi peristirahatan para pengunjung setelah melihat-lihat sejumlah destinasi wisata di Petungkriyono. Selain menikmati kehangatan kopi setempat, pengunjung juga bisa mengabadikannya dengan selfi atau mengambil gambar pemandangan sekitar. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si menghadiri dan memberikan sambutan pada acara Malam Pengantar Tugas Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan dari Ibu Yeni Trimulyani, SH., M.Hum kepada
KAJEN - Belum lama ini, jembatan jambu atau sering disebut jembatan ''begal'' di Desa Kalijoyo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan mengalami longsor. Padahal, jembatan itu fungsinya sangat fital karena menghubungkan Kecamatan Kajen dengan Kecamatan Kandangserang. Namun karena kondisinya yang tidak memungkinkan, akhirnya akses jalan untuk sementara ditutup, khususnya untuk kendaraan roda empat atau lebih.
KAJEN – Mengantisipasi terjadinya bencana pada musim hujan kali ini PMI kabupaten Pekalongan mengadakan Rakor PMI. “ BMKG sudah menyampaikan kewaspadaannya, oleh karena itu walaupun mungkin agak terlambat kita mengadakan koordinasi, kita tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu sangat perlu konsolidasi agar kita tahu bagaimana penanganan apabila itu terjadi dan juga apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah kejadian bencana”. Demikian diucapkan wakil bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti selaku Ketua PMI Kabupaten Pekalongan usai menghadiri rakor PMI kabupaten Pekalongan di Rumah Dinas Wakil Bupati, Kamis (16/01) pagi
KAJEN – Jum’at (10/01/2020) sejak jam 07.30 Wib bertempat di Pantai Api-Api Kecamatan Wonokerto, Polres Pekalongan bersama masyarakat setempat melaksanakan penanaman 5.180 bibit pohon Mangrove.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan mengawali aktivitas rohaniyah pada tahun 2020 ini dengan menggelar pengajian. Kegiatan digelar di Aula Lantai 1 Gedung Setda, Jum’at (10/1/2020). Pengajian diikuti oleh seluruh ASN di lingkungan Pemkab Pekalongan.
KAJEN - Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH.,M.IP meresmikan 3 jembatan secara bersamaan, yakni Jembatan Kesesi di Desa Kesesi Kecamatan Kesesi dan Jembatan Kali Keruh di Desa Luragung Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan, serta Jembatan Polaga di Desa Pasir Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang pada selasa (07/01/20) pagi. Perersmian dipusatkan di Jembatan Kesesi Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Awal Tahun 2020 warga Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah sudah bisa menikmati suasana desa tanpa banjir.
Bapak Mardani, SH.
Kegiatan bertempat di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati Pekalongan di Kajen, Kamis (16/1/2020) malam.
Dihadiri Anggota DPR RI Komisi X H. Bisri Romly, MM., Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti beserta suami, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH besert suami, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si bersama istri, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP., MMS beserta istri.
Selanjutnya, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan, para Camat dan Kades, para Pimpinan Instansi Vertikal, BUMN/BUMD, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para stakeholder lainnya.
Ibu Yeni Trimulyani, SH., M.Hum selanjutnya promosi sebagai Kepala Subdirektorat Eksekusi dan Eksaminasi pada Direktorat Tindak Pidana Terhadap Keamanan Negara dan Ketertiban Umum dan Tindak Pidana Umum Lainnya Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Sedangkan Bapak Mardani, SH sebelumnya menjabat Kajari Aceh Besar Provinsi Banda Aceh.
”Selama 3 tahun lebih kita bersama sama mengemban amanah di kabupaten Pekalongan ini ada 2 kutub kebersamaan yang alhamdulilah kita bisa jalankan bersama. Jadi kami bersama sama dengan kejari melaksanakan mandat keadilan sesuai dengan tugas pokok fungsi masing masing”, papar Bupati
Bupati menerangkan Keadilan dalam sebuah terminology diartikan sebagai sebuah perilaku, yang pertama adalah memenuhi aspek hukum positif, kontekstual. Itu adil. Tidak hanya kita terpaku pada aturan aturan yuridis formal saja tetapi ada makna yang sangat lekat dengan keadilan, yaitu rasa kasih sayang.
“Ketika kita mampu memadukan aturan hukum positif dengan rasa kasih sayang maka disitulah nilai keadilan yang hakiki akan bisa kita hadirkan. Alhamdulilah dalam perspektif ini, Kita sudah berjalan baik, pertama, dari aspek kuantias penyelenggaraan keuangan daerah, ketatausahaan keuangan daerah”, lanjut bupati
“Kita daya serapnya rendah karena berbagai hal. Faktor eksternal dan internal. Kemudian kondisi kita perbarui. Dengan mekanisme yang kita ciptakan bersama, Akhir tahun 2019 kami melaksanakan kegiatan tidak kurang dari 1325 kegiatan, baik yang berbentuk lelang maupun non lelang. Semua kegiatan berjalan dengan baik . Sekarang dana pemerintah yang tersimpan di rekening umum kas daerah kita sekitar 30-40 Milyar. Ini sebuah capaian yang luar biasa. Dari belanja modal,belanja langsung kita yang nilainya hampir 400 milyar. Ini tidak mudah”, tegasnya
Bupati menyadari hasil yang telah dicapai merupakan kerjasama berbagai pihak. "Tentu kita tidak bisa bekerja sendiri. Kerjasama yang baik antar sektor, kemudian tanggungjawab yang besar bagaimana agar anggaran ini betul-betul kita dedikasikan untuk kesejahteraan masyarakat dan tentu saja dikelola dengan professional dan bertanggungjawab”, imbuhnya
“Saya ucapkan marhaban ahlan wasahlan kepada bapak Mardani dan keluarga, selamat datang di Kajen. Mudah mudahan kehadiran bapak semakin memberikan nilai tambah terhadap akselerasi pembangunan di kabupaten Pekalongan serta semakin mempererat rasa persatuan dan kesatuan kita”, ucap bupati ( Humas Koninfo )
Melihat kondisi salah satu daerahnya mengalami longsor, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si bersama sejumlah pejabat lainnya langsung menyempatkan waktunya menuju ke Jembatan Jambu, Jumat siang (17/1/2020).
Setelah menyaksikan dan mamantau sendiri di lokasi kejadian, Bupati meminta agar segera dilakukan perbaikan jembatan dan maksimal waktunya tiga minggu lamanya.
''Paling lama tiga minggu kita akan kembalikan fungsi jembatan ini seperti sedia kala,'' tandasnya.
Pemkab bakal menyiapkan anggaran melalui dana tak terduga supaya secepatpun mungkin perbaikan jembatan selesai. Masalahnya, jalan ini sangat fital karena masyarakat yang ada di Kajen maupun sebaliknya, Kandangserang yang naik mobil tidak bisa melintas.
Sambil menunggu perbaikan, Bupati meminta kepada seluruh jajaran yang terkait dengan kondisi tersebut agar menyiapkan jalur alternatif, terutama kendaraan roda empat. Meski harus memutar, yang penting akses jalannya tetap lancar sampai perbaikan jembatan jambu selesai.
"Imbas dari longsornya jembatan itu memang cukup besar yakni menghambat roda perekonomian masyarakat sekitar. Makanya perlu adanya jalur alternatif yang menghubungkan kedua kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Kemudian untuk kendaraan besar, seperti truk supaya tidak melintas di jalur alternatif dan dirinya sudah berkoordinasi supaya menutup jalan bagi kendaraan jenis itu," ujar Bupati.
Selanjutnya dijelaskan, selama bulan Januari, kekhawatiran terjadinya bencana di Kabupaten Pekalongan memang cukup tinggi. Selain di Jembatan Jambu, juga ada beberapa titik atau lokasi yang mengalami hal serupa. Kemudian bencana banjir, khususnya di wilayah utara, meski skalanya masih kecil atau genangan airnya belum terlalu tinggi, namun masih ada terjadi.
Walau begitu, dengan kesiapan dan dukungan dari semua pihak, insya allah Pemkab Pekalongan berusaha menanganinya dengan baik. Hal itu sudah dilakukannya, masyarakat perangkat desa, maupun dari jajaran TNI dan Polri bekerjasama membantu warga yang terkena longsor.
''Semua hal yang ada kaitannya dengan becana alam, seperti longsor dan banjir akan segera diperbaiki,'' tegasnya.
Ada fase atau tahapan yang namanya rehabilitasi rekontruksi, tapi sampai sekarang skalanya masih kecil atau lokal. Mumpung belum terlambat, Bupati menyampaikan di bulan januari, musim hujan belum berakhir sehingga masyarakat harus waspada. Kemudian Pemkab dan isntansi terkait juga sudah on call dan siap siaga guna mengantisipasi datangnya bencana alam secara tiba-tiba atau mendadak. (red)
“ Karena kesiapsiagaan itu tidak hanya kalau sudah terjadi bagaimana, tetapi juga bagaimana cara mencegahnya. Dan sesudah terjadi SOP nya bagaimana. Jangan sampai salah memperlakukan para korban. Dan kita dalam berkoordinasi ini, apa yang ada di kami, apa yang ada disitu, mudah mudahan bisa dikoordinir sehingga apabila nanti benar benar terjadi bencana, evakuasinya bisa berjalan dengan baik.” tutur Arini
“Harapan saya justru bukan menanti bagaimana bencana terjadi, tetapi bagaimana kita mencegah. Misalnya untuk bencana banjir, apa yang harus kita lakukan, kemudian edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai. Juga bagaimana kalau ada longsor, ayo kita menanam bersama”, pintanya.
Mengenai UDD (Unit Donor Darah) PMI, Arini menegaskan bahwa Unit Donor Darah adalah hal yang sangat penting. Yang mana selama ini PMI diberi kepercayaan oleh Pemerintah untuk melakukan pengelolaan donor darah.
Pada Rapat Koordinasi PMI kali ini juga dilakukan seleksi pemimpin baru. “sehingga karena sudah habis masa tugasnya, kita gantikan dengan cara seleksi . Para pengurus rembugan bagaiman cara menyeleksinya. Terpilihlah dokter Suryadi sebagai penggantinya”, ujarnya
Arini menambahkan UDD itu, darah itu sekarang mengarahnya bagaimana darah itu sebagai obat. sehingga diberikan tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi bagaimana darah itu mempunyai beberapa komponen, lalu dipisah pisahkan sesuai yang diperlukan oleh pasien. Maka dari itulah menurut Arini tugas UDD semakin lama semakin berat, namun demikian fungsinya semakin lama juga semakin beragam.
“Kesiapan kami baik tenaga,perawatan, itu sudah kita inventarisir kita upayakan untuk diadakan secepat mungkin”, lanjutnya ( Humas Kominfo )
Acara diawali dengan Apel yang dipimpin oleh Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK, M.Si. Diikuti Wakapolres Kompol H. Mashudi, SH dan seluruh jajaran Polres Pekalongan dan Polsek se Kabupaten Pekalongan.
Aksi penghijauan dengan penanaman 5.180 bibit pohon Mangrove dipimpin Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si, bersama Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si yang diwakili Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., diikuti Pejabat Utama Polres, Dandim 0710 Pekalongan diwakili Danramil Wiradesa Kapten Cpm Hadi Wahyudi, Kadin Perkim dan LH Trinanto Agus Maryono, Kapolsek Wiradesa, Personil Polres dan Polsek jajaran, Bhayangkari cabang Polres Pekalongan, serta warga sekitar.
Kapolres Pekalongan mengatakan bahwa sebelumnya program serupa telah dilaksanakan pada bulan November lalu. Dan penanaman pohon kali ini merupakan program lanjutan dari penanaman pada bulan November sebelumya yaitu sebanyak 163 bibit pohon.
Lebih lanjut, AKBP Aris menerangkan bahwa agenda yang juga termasuk dalam program “Polda Jateng Go Green” ini bertujuan untuk menciptakan kelestarian penghijauan lingkungan serta untuk mengurangi dampak abrasi gelombang laut.
“Aksi peduli lingkungan ini dalam rangka mendukung Program Go Green untuk satu juta pohon di Jawa Tengah. Untuk Polres Pekalongan melakukan penanaman pohon mangrove di tiga titik yang berbeda yakni di pantai Asri Api-api Kecamatan Wonokerto ini sebanyak 5.000 bibit pohon mangrove,” ujar Kapolres.
“Kemudian yang kedua di Mako Polsek Kesesi sebanyak 120 bibit pohon yang terdiri dari 25 Pohon Duren, 25 Pohon Jambu, 50 Pohon Alpukat, 12 Pohon Pucuk merah dan 8 Pohon kemuning. Dan untuk lokasi ketiga di Mako Polsek Kajen sebanyak 60 bibit pohon yang terdiri dari 40 pohon Alpukat dan 20 Pohon Durian,” imbuhnya.
Sementara itu Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melalui Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Pekalongan dengan aksinya menanam pohon mangrove di pantai Api-Api Wonokerto dan wilayah lainnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Pekalongan beserta jajarannya atas gerakan hari ini dalam rangka penghijauan Pantai Api-Api ini guna meminimalisir karena kondisi Pantai ini abrasinya sudah mulai meluas,” ujar Sekda.
“Dan saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk senantiasa menjaga lingkungannya agar semakin baik. Tolong buang sampah pada tempatnya, kemudian tanam tanaman tidak harus menunggu yang seremonial seperti hari ini. Mohon kesadarannya untuk menanam pohon seperti di pantai ini,” imbuh Sekda. (didik/dinkominfo kab,pekalongan)
Pengajian yang digelar perdana pada tahun ini menghadirkan pembicara KH. Muhammad Dzilqon yang merupakan Pengasuh Pondok Pesentren Al Fusha, Rowocacing, Kedungwuni. Pengajian dijadwalkan akan digelar secara rutin, setiap Jum’at Kliwon.
Bupati Pekalongan, K.H. Asip Kholbihi, SH, M.Si dalam sambutan kegiatan tersebut mengutarakan, pengajian digelar sebagai ikhtiar Pemerintah Kabupaten Pekalongan menjadikan aparaturnya sebagai pelayan umat yang baik. “Tahun 2020 ini harus beda. Orang yang ingin baik, harus lebih barik dari tahun kemarin. Maka hal-hal yang perlu kita tingkatkan, kita tingkatkan,” pinta Bupati.
Menurut Bupati, ada beberapa cara agar kita menjadi lebih baik. Yang pertama, disebutkan bupati, jadilah seperti kiai. “Mondoknya lama, tirakatnya lama. Tapi ini langka. Sedikit yang bisa seperti kiai. Dari Pondok Pesantren, hanya 10 hingga 30 persen, sisanya menjadi orang biasa,” kata Bupati.
Cara yang kedua, lanjutnya, yakni menjadi santri. “Pak Kiai Dzilqon jadi kiainya, kita jadi santrinya,” ujar Bupati.
Cara yang ke tiga, yakni, menjadi pendengar atau menjadi orang yang mencintai, alim ulama, orang sholeh maupun cerdik pandai.
Melalui pengajian pagi itu, Bupati berharap, dirinya dan para ASN bisa menjadi khodimul ummah atau pelayan masyarakat yang betul-betul baik hati, bekerja dengan ikhlas, sehingga hasilnya bisa betul-betul dirasakan masyarakat.
“Jika proses ini berjalan, insya allah Kabupaten Pekalongan ini akan menjadi kabupaten yang hebat dan berkah, kabupaten yang masyarakatnya sejahtera, generasi kita diselamatkan dari hal-hal yang tidak diinginkan dan Pemerintahnya dalam menjalankan tugas, diselamatkan dunia dan akhirat, amin,” ungkap Bupati.
Bupati menyayangkan jika ada golongan yang membenci terhadap hal-hal yang berkaitan dengan keilmuan, kebaikan, dan kesolehan. Oleh karena itu, Bupati mengajak kepada para ASN untuk mengikuti pengajian, mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh para kiai dan alim ulama.
“Agar proses kehidupan kita seimbang. Kadang-kadang ada hal-hal yang kontradiktif. Sehari saja kita makan tiga kali, pengajian hanya kliwonan saja. Padahal kebutuhan jasmani dan rohani harusnya seimbang. Tapi saya percaya, Bapak Ibu sekalian memanfaatkan berbagai media untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat,” tutur Bupati.
Sementara itu, K.H. Dzilqon, dalam tausiyahnya menyampaikan antara lain mengenai hikmat dan ajakan agar masyarakat mematuhi Ulil Amri atau Pemerintah sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an.
Terkait hal tersebut, Bupati Asip Kholbihi dalam wawancara kepada Humas Pemkab Pekalongan dan sejumlah awak media menyampaikan bahwa ASN di Kabupaten Pekalongan sudah terbiasa bekerja hingga di luar jam kerja sebagai bentuk hikmat terhadap tanggung jawab kerja dan tanggung jawab sebagai pengemban amanah masyarakat.
Menurut Bupati, tugas pemerintahan adalah tugas yg mulia dan dalam Al Qur’an disebutkan ajakan agar menaati Pemerintah, sepanjang yang tidak mengajak kepada hal-hal yang maksiat. Ini hukumnya wajib, karena jika tidak ada pemerintah, rusak semua, tidak ada yang bisa menjalankan ibadah dengan baik dan aman,” terang Bupati.*) Tim Bidang Kehumasan Dinkominfo Kabupaten Pekalongan
KAJEN - Menindaklanjuti disposisi Bupati Pekalongan pada nota dinas nomor 065.5/03 tanggal 3 Januari 2020 tentang penggunaan pakaian dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, Pemkab Pekalongan, Jawa Tengah mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) untuk memakai sarung batik setiap hari Jumat.
Sekertaris Daerah Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM mengatakan tujuan pemakaian sarung batik bagi ASN ini, sebagai upaya melestarikan kerajinan batik dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Pemakaian sarung batik ini sama persis kayak Kota Pekalongan. Tapi yang paling penting yaitu untuk nguri-nguri budaya," kata Sekda Mukaromah Syakoer, Kamis (9/1/2020). Menurutnya, pemakaian sarung batik ini mulai diterapkan pada besok Jumat (10/1/2020).
Mukaromah mengungkapkan pakaian dinas sebelumnya, untuk pria menggunakan baju koko warna putih, celana hitam. Sedangkan, wanita menggunakan atasan berwarna putih dan rok hitam.
"Pakaian dinas yang baru ini untuk pria yaitu baju koko warna putih, bawahan sarung batik, peci hitam, dan sepatu atau sandal selop. Kemudian, untuk wanita baju berwarna putih, bawahnya kain batik, sepatu, atau sandal selop," ungkapnya.
Saat disinggung, apabila ada ASN yang tidak menggunakan pakaian dinas sarung batik, pihaknya akan memaklumi. "Surat edaran penggunaan sarung batik kan baru sore tadi, jika besok ada ASN yang belum menggunakan saya maklumi. Tapi, untuk Jumat yang akan datang semua ASN harus wajib menggunakan pakaian dinas yang baru ini," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kunjungan Gubernur didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah serta jajarannya, diterima langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si., Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK.,M.Si., Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS serta unsur Forkopimda lainnya. Tampak juga Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan.
Gubernur Ganjar berharap dengan dibangunnya ketiga jembatan tersebut mudah mudahan bisa membantu kelancaran transportasi serta meningkatkan perekonomian masyarakat. “Namun ini tidak ada artinya kalau kita tidak merawat. Sampahnya, tamannya juga konstruksinya agar dijaga betul. Mudah-mudahan apa yang dikerjakan kontraktor bagus. Sehingga kita akan diuji langsung di musim hujan yang curahnya cukup tinggi, dan kita harapkan masyarakat bareng-bareng membantu”, tuturnya
“Masyarakat saya pesan jangan buang sampah di sungai, dikelola dengan baik, agar tidak menimbulkan persoalan baru nantinya”, imbuhnya
Menjawab pertanyaan seputar penanganan bencana di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar mengungkapkan bahwa ritmenya sudah mulai kelihatan, misal menjelang kemarau apa yang harus dilakukan, demikian juga menjelang musim penghujan apa yang harus dilakukan. “Sekarang tinggal kita mendistribusikan seluruh informasi yang paling actual. Kita ada bencana di hampir setiap kabupaten/kota, kita dilapori tiap hari dan kita tangani. Kemarin kita mengirimkan bantuan logistik ke DKI Jakarta, Jabar dan juga Banten”, tambahnya.
Sementara itu Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi SH.M.Si yang mendampingi Gubernur menyatakan bahwa jembatan Kalikeruh Luragung Kecamatan Kandangserang sudah diresmikan oleh Bapak Gubernur karena sumber pendanaannya adalah dari Propinsi dengan nilai kontrak proyek sebesar 14, 6 milyar.
“Dulu jembatan ini roboh/runtuh karena salah satu penyebabnya adalah penambangan pasir liar. Oleh karena itu saya menghimbau kepada seluruh masyarakat, tolong jangan menambang pasir atau batu dekat jembatan”, tutur Bupati Asip
Dalam kesempatan tersebut Bupati menghimbau kepada kades, camat, agar memberi tahu masyarakat jangan sampai terulang kembali melakukan penambangan liar. “Ini beban berat bagi sebagian masyarakat akibat robohnya jembatan ini, antara lain banyak guru yang berdomisili di wilayah Kabupaten Pekalongan mengajar di Kabupaten Pemalang,” terang Bupati.
Selanjutnya, menurut bupati yang paling penting, sesuai dengan pesan dari Gubernur yang menitipkan agar jembatan Kali Keruh untuk dijaga dan dirawat karena menggunakan uang rakyat yang tidak sedikit jumlahnya. “Mudah-mudahan semua warga Luragung yang nyambung dengan jembatan ini, ekonominya lancar, tinggal penerangannya nanti kita buat”, pungkasnya. (red)
"Dulu, setiap memasuki tahun baru, warga Desa Jeruksari merasakan kesedihan karena kondisi jalan, balai desa, dan rumah terendam air. Namun, Januari awal tahun 2020 masyarakat Desa Jeruksari sudah bisa tertawa karena kondisi desa saat ini sudah tidak dilanda banjir," kata Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat meninjau kondisi Desa Jeruksari, Sabtu (4/1/2020).
Menurutnya adanya tanggul penahan rob bisa mengurangi banjir maupun rob di pesisir utara Kabupaten Pekalongan. "Ada sedikit genangan air di beberapa titik Jalan Desa Jeruksari. Tapi, ini bukan karena rob melainkan air hujan, karena beberapa hari ini intensitas hujan di Kabupaten Pekalongan tinggi," ungkapnya.
Asip mengungkapkan mudah-mudahan banjir yang ada di Desa Jeruksari sudah berakhir. Tapi, pihaknya menekankan untuk masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan mitigasi bencana.
"Apabila terjadi sesuatu, aparatur dari desa, camat, hingga pemkab sudah siap dalam menghadapi bencana," jelasnya.
Menurut Bupati KH. Asip saat ini pemerintah akan menata drainase yang ada di Desa Jeruksari. "Semua drainase tidak boleh ada bangunan, jika ada bangunan dibersihkan. Hal ini, untuk menata kawasan ini agar tidak terjadi banjir kembali," tuturnya.
Sementara itu, Kades Jeruksari Budiharto menceritakan berkat adanya tanggul penahan rob, Desa Jeruksari tidak mengalami kebanjiran. "Dulu pada saat banjir dan setiap tahun baru warga Desa Jeruksari selalu ditemani banjir, namun sekarang alhamdulilah tidak banjir lagi. Bahkan, dulu warga Jeruksari setiap bulan belinya jajan sertu atau tanah untuk meninggikan rumahnya. Tahun 2020, sudah bisa beli jajan bakso," ungkapnya.
Pihaknya berharap semoga Desa Jeruksari terhindar dari bencana banjir pasca adanya tanggul penahan rob. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)