Selasa, 24 Desember 2019
KAJEN – Dalam rangka mendukung kelancaran perayaan natal 2019 dan tahun baru 2020, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan monitoring dan evaluasi ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar Kajen, SPBE Bojong, dan Gudang Bulog Sub Drive Pekalongan di Bondansari Kecamata Siwalan, Senin (23/12/2019) sore
KAJEN – Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti memimpin upacara Hari Bela Negara ke-71 tahun 2019, bertempat di Lapangan Kompi Senapan C Yonif 407/PK Wonopringgo Kecamatan Wonopringgo, Kamis(19/12/2019). Upacara yang didahului dengan pembacaan ikrar Bela Negara oleh perwakilan TNI, Polri, ASN dan pelajar ini dilaksanakan dengan khikmat.
Bupati KH. Asip Kholbihi, didampingi istri Ny. Munafah, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti dan Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH menyerahkan hadiah dan penghargaan, secara berturut-turut. Pertama, piagam penghargaan evaluasi kinerja pelayanan publik pada kecamatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tahun 2019 diberikan kepada (1) Terbaik I Kecamatan Talun, (2) Terbaik II Kecamatan Tirto dan (3) Terbaik III Kecamatan Kajen.
Kedua, piagam penghargaan evaluasi kinerja pelayanan publik tahun 2019 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi diberikan kepada (1) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, (2) Dinas Penanaman Modal, Perijinan Terpadu Satu Pintu dan (3) Ketenagakerjaan, dan RSUD Kajen.
Ketiga, piagam penghargaan pada kompetisi inovasi pelayanan publik tingkat Provinsi Jawa Tengah, diberikan kepada (1) Terbaik 1 Bappeda dan Litbang dengan inovasi Laboratorium Kemiskinan sebagai Top 20; (2) Terbaik 2 Puskesmas Karangdadap dengan inovasi Kampung IVA sebagai Top 20; dan (3) Terbaik 3 Kecamatan Wiradesa dengan inovasi Kursus Samara sebagai Top 40.
Sedangkan untuk para pemenang dalam lomba-lomba Hari Ibu ke-91 antara lain, Lomba Fruit Carving atau Ukir Buah, untuk Juara I Kecamatan Kajen, Juara II Kecamatan Petungkriyono, juara III Kecamatan Kesesi, Juara Harapan I Kecamatan Karanganyar, Juara Harapan II Kecamatan Lebakbarang dan Juara Harapan III Kecamatan Buaran.
Selanjutnya, lomba desain kreasi busana batik khas daerah, Juara I Kecamatan Kandangserang, Juara II Kecamatan Wonokerto, Juara III Kecamatan Petungkriyono, Juara Harapan I Kecamatan Kedungwuni, Juara Harapan II Kecamatan Karangdadap dan Juara Harapan III Kecamatan Sragi.
Untuk lomba Bunda PAUD dalam rangka Hari Ibu ke-91, Juara I Kecamatan Kesesi, Juara II Kecamatan Karanganyar, Juara III Kecamatan Tirto, Juara Harapan I Kecamatan Siwalan, Juaran Harapan II Kecamatan Talun.
Disamping penyerahan penghargaan dalam rangka Hari Ibu ke-91, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si didampingi istri, Wakil Bupati dan Ketua DPRD menyerahkan bantuan kepada (1) Ponpes Kyai Kajoran Desa Kajongan Kecamatan Kajen berupa hibah sarana dan prasarana budidaya ikan lele; (2) Ponpes Syarif Hidayatullah Wonopinggo berupa hibah sarana dan prasarana budidaya ikan lele; (3) Kelompok Pokdakan Pekalongan Gandrung Desa Pantianom Kecamatan Bojong berupa hibah sarana dan prasarana budidaya ikan lele berupa uang sebesar Rp 20 juta; (4) Poklashar Berkah Melati Sari Desa Pecakarang Kecamatan Wonokerto berupa hibah Coolbox sebanyak 11 unit; dan (5) PKK Desa Bebel Kecamatan Wonokerto berupa hibah benih ikan Nila sebanyak 190 ribu ekor. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Senin, 23 Desember 2019
Perempuan berkebaya tersebut datang dari berbagai pelosok 285 desa yang ada di 19 kecamatan, Kabupaten Pekalongan. Dari pagi mereka sudah berkumpul memenuhi lapangan rumput hijau Alun-Alun Kajen tersebut.
Senam stunting berdurasi 8 menit tersebut, berisi gerakan-gerakan yang memperkuat otot. Semua bergerak dengan diiringi musik. Untuk menambah semarak, dilengkapi dengan tarian lagu Moumere dan lagu Apa Salah Aku yang lagi viral saat ini. Semua bergerak gembira sambil meregangkan otot. Tak terkecuali Bupati Pekalongan KH. Asip Kholibhi, SH., M.Si bersama sang isteri Ny. Munafah Asip, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK.,M.Si beserta istri, Dandim 0710 Pekalongan beserta istri dan seluruh tamu undangan lainnya.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholibhi menjelaskan anak-anak stunting (bertubuh lebih pendek) di Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi. “Untuk mencegahnya semua masyarakat mau bekerja sama memperhatikan asupan gizi pada anak-anaknya. Ayo kita kerja sama mengatasinya,” ujar Bupati Asip.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kab. Pekalongan Ny. Munafah Asip menuturkan senam stunting diperlukan agar ibu-ibu bisa mengingat, dan memperhatikan asupan gizi anak-anaknya.
Dijelaskan Ny. Munafah Asip, secara nasional PHI tahun ini diperingati pada Minggu, 22 Desember di Semarang. Sementara di Kabupaten Pekalongan rangkaian PHI sudah diadakan sejak awal Desember ini.
“Kami sudah melakukan seminar tentang stunting bekerja sama dengan Yayasan Amway Peduli yang diikuti seribuan ibu-ibu. Juga ada acara Tutur Batik. Tutur Batik pada Minggu malam, 22 Des. Menceritakan Legenda Bumi Batik Nusantara, dengan penampilan teaterikal, kolosal, dan monolog, bertema Batik Hidup dan Menghidupi. Juga tak ketinggalan kuliner khas Kab. Pekalongan.” Papar Ny. Munafah Asip.
“Bersamaan dengan Peringatan Hari Ibu ini, Kabupaten Pekalongan juga memperingati Hari Nusantara ke-19, dan Hari Ikan ke-6,” imbuhnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Senin, 23 Desember 2019
Senin, 23 Desember 2019
Senin, 23 Desember 2019
Senin, 23 Desember 2019
"Tutur batik adalah sebuah acara yang berisi tentang bagaimana kita menarasikan tentang batik dan menutur sejarah panjang perjalanan batik di kab Pekalongan. Tentu tidak lepas dari legenda batik yang ada di kabupaten". Demikian disampaikan bupati pekalongan KH Asip Kholbihi SH MSi usai pagelaran selesai.
Asip mengatakan event event yang berkaitan dengan pemberdayaan batik harus kontinyu. "Ada salah satu yang sangat iconic di kabupaten Pekalongan, yaitu tutur batik",ucapnya
Pada kesempatan itu Pemerintah memberikan apresiasi kepada 5 pembatik yang sudah melahirkan karya karya yang diakui baik di tingkat nasional maupun internasional, seperti Utoyo slamet, Failasuf( Wiradesa), Sapuan ( Wiradesa) , Liem Ping Wei Kedungwuni dan oey soe tjun (Kedungwuni)
"Dari semua itu kita memberikan apresiasi atau penghargaan agar karya karya beliau tetap bertahan dan mewariskan kepada generasi muda, agar mereka mencintai batik tulis sekaligus mengembangkan karya tersebut sesuai dengan perkembangan jaman ", ungkapnya.
Menurut Asip, pemerintah mempunyai fungsi memfasiliatsi dan melakukan penataan regulasi terkait dengan bagaimana lingkungan harus dijaga, diversifikasi pemasaranya harus dibantu karena ekonomi kreatif itu juga didukung sistem bisnis yang baik. "Jadi nanti kalau hasil produksinya itu laku keras maka tentu hal ini akan menunjang sekali terhadap produktifitas para pembatik di kabupaten Pekalongan", tandasnya.
Asip juga mengatakan pihaknya terus menerus melakukan upaya yang terorganisir dengan baik terutama pemerintah menjadi inisiasi. Seperti pada malam itu, pembelajaran tentang batik harus diajarkan sedini mungkin. Kemudian yang lebih penting lagi, lanjut Asip, adalah riset tentang batik.
"Tentu harus ada kolaborasi pemerintah, para pelaku dan pengusaha batik dan akademisi. Kalau 3 komponen ini terus menerus melakukan kolaborasi, saya meyakini keberadaan batik tulis di kabupaten Pekalongan ini akan semakin baik. Batik pekalongan ini anti kemapanan. Warnanya sangat bervariasi, dinamis dan boketannya tidak terlalu terikat serta lebih realis", tuturnya
Selanjutnya pemkab akan teeus menerus melakukan upaya pemberdayaan terhadap para pembatik, melakukan kerjasama dengan pemerintah kab/kota di seluruh Indonesia untuk memperkenalkan batik Pekalongan sekigus memberikan pemberdayaan terhaap batik batik lokal yang ada di seluruh Indonesia.
Menanggapi usulan pelajaran batik dimasukkan ke sekolah, Asip mengaku pihaknya akan mengkaji, mendiskusikan dan menginstruksikan dindikbud untuk mengajarkan batik pada pelajaran ekstra aebagai bentuk menyambung kelangsungan batik di pekalongan. "Ini harus diwariskan dari generasi ke generasi , supaya anak anak kita mengenal batik dan tradisi batik di wilayah Kabupaten Pekalongan tidak akan hilang", ungkap Asip.
Sementara itu kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Sumarwati, SPd, MAP mengungkapkan harapan pagelaran tutur batik tersebut bisa mengedukasi masyarakat terkait sejarah batik.
"Pada saat penjajahan kita belum mengenal batik. Tadi disampaikan atau dituturkan sehingga muncul batik di Pekalongan", papar Sumarwati.
Dari tema tersebut, yang ingin ditonjolkan dari Dindikbud terhadap batik adalah seni dan budaya dikolaborasikan antara batik dan kesenian modern. ( humas kominfo kab. Pekalongan )
Publisher : aris
Senin, 23 Desember 2019
Sabtu, 21 Desember 2019
Dalam amanat Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo yang dibacakan oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi bangsa dan negara kita, semakin hari semakin berat dan beragam bentuknya.
Sebagaimana yang telah diingatkan oleh Bung Karno, bahwa perang modern bukan sekedar perang militer, melainkan peperangan yang menyangkut seluruh aspek kehidupan masyarakat.
“Dengan demikian, tidak hanya militer yang berperan membangun ketahanan Indonesia, tapi juga menuntut peran seluruh komponen bangsa demi kelangsungan hidup dan keutuhan NKRI,” ungkap Presiden.
Lebih lanjut dikatakan Wakil Bupati Pekalongan, tanpa adanya sikap dan perilaku bela negara, maka pengelolaan negeri kita yang besar dan luas dengan sumber daya alamnya yang melimpah, tak akan mencapai keadilan dan kemakmuran yang di cita-citakan oleh seluruh pendahulu bangsa.
“Penanaman nilai-nilai dasar bela negara harus dilakukan secara terus menerus kepada seluruh komponen masyarakat dari beragam profesi tanpa memandang usia, suku, agama dan ras sebagai hak dan kewajiban tiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang,” harapnya.
“Bagi yang berbakti dalam birokrasi pemerintahan, teruslah mereformasi diri serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik. Yang belajar dan mengajar, teruslah meningkatkan kearifan dan pengabdian masyarakat berbasis nilai-nilai kebangsaan kita. Yang mengabarkan berita, teruslah menjadi penerang informasi masyarakat secara jujur, berimbang dan bertanggungjawab. Yang menjalankan usaha, tingkatkanlah terus daya saing secara sinergis dengan segenap tujuan Negara,“ tutup Wakil Bupati Pekalongan mengutip amanat Presiden Republik Indonesia.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Haryanto Nugroho, S.STP, MM., selaku ketua penyelenggara kegiatan, usai upacara menyampaikan bahwa dalam rangka memperingati Hari Bela Negara ke-71 tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Pekalongan melaksanakan dua kegiatan pokok, yakni upacara dan kegiatan peningkatan kesadaran bela Negara.
Dikatakan haryanto, upacara dihadiri para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan, perwakilan unsur Forkopimda dan para Kepala Sekolah SMA sederajat di Kabupaten Pekalongan. Diikuti oleh ratusan peserta perwakilan dari TNI, Polri, ASN, mahasiswa, pelajar, dan organisasi kemasyarakatan yang ada di Kabupaten Pekalongan.
Dalam upacara, secara simbolis Wakil Bupati memasang tanda peserta yang akan mengikuti peningkatan kesadaran bela Negara selama dua hari ke depan.
“Kegiatan peningkatan kesadaran bela negara yang pesertanya ada di adik-adik siswa pelajar SMA sederajat sebanyak 125 anak, dilaksanakan selama 2 hari. Diisi materi dari para instruktur dan narasumber yang berasal dari TNI dan Polri serta unsur terkait lainnya,” tutur Haryanto.
“Selama dua hari materinya di dalam ruangan, outbound, baris-berbaris. Selain itu juga ada kegiatan malam yang tujuannya untuk memberikan kemampuan awal bela Negara bagi generasi muda,” imbuhnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Kamis, 19 Desember 2019