KAJEN - Menindaklanjuti perintah Gubernur Jateng untuk meningkatkan kewaspadaan bencana banjir dengan melakukan cek langsung ke lapangan, siang ini Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si, melakukan pengecekan ke Bendung Gembiro dan Rumah Pompa Sengkarang di Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto, Kamis (02/01/2020).
Dalam tinjauannya, Bupati didampingi Kepala DPU Taru, Kadis Perkim & LH, Kadis Perindagkop UKM, dan Agus Korlap Paket II Rumah Pompa Sengkarang. "Kewaspadaan masyarakat dan utamanya penjaga bendungan lebih ditingkatkan, karena sebagai kontrol point laju dan debit air ke daerah bawah. Semoga Kabupaten tetap dalam kondisi aman," tegas Bupati.
Peninjauan lapangan di Bendungan Gembiro bagian dari kewaspadaan penanganan bencana banjir di hulu daerah atas, dilanjutkan dengan tinjauan lapangan oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH.M.Si, ke hilir yakni Rumah Pompa Sengkarang di Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto.
Di rumah pompa tersebut, Bupati melihat langsung kerja polder mesin pompa yang telah berfungsi dengan baik sejak Desember 2019 kemarin di Wonokerto, sehingga dapat mengatasi rob serta menanggulangi bencana banjir di wilayah yang biasanya tergenang rob.
“Hari ini kita melakukan pengecekan untuk pengoperasionalan Pompa Sengkarang. Alhamdulillah ini berjalan dengan baik, kemudian bisa mengurangi banjir yang biasanya terjadi di Desa Pesanggrahan, Wonokerto dan lain-lain. Alhamdulillah sekarang sudah tidak banjir lagi,” ujar Bupati.
Tetapi yang paling penting, kata Bupati, kesiapsiagaan dari seluruh jajaran Pemerintah. Saat ini, katanya, mungkin belum sampai pada puncak musim penghujan, namun setidaknya kita sudah melakukan antisipasi. “Pertama, tadi kita cek Bendung Gembiro di Bojong mengenai fungsionalisasinya dan aparat kita sudah standby di sana untuk menjaga pengaturan gerak bendungannya bisa disesuaikan dengan volume air. Itu di hulu. Kemudian di hilir, kita cek lagi efektivitas pembangunan tanggul penanggulangan rob yang dianggarkan oleh APBN, kemudian ada sindikasi APBD Provinsi dan APBD Kabupaten. Ini sudah tahun kedua, anggarannya multi years dari tahun 2017 hingga tahun 2019. Dan fungsionalisasinya kita cek, Alhamdulillah berjalan dengan baik. Dan nanti pada tahun 2020 ini masih ada pekerjaan-pekerjaan penyempurnaan,” papar Bupati.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan tahun 2020 akan fokus pada penuntasan pekerjaan infrastruktur perbaikan jalan sampai 100 persen mulus, sebagai kelanjutan kegiatan di tahun 2019. Untuk kenyamanan masyarakat, serta melesatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan terus memantau dan memperhatikan perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya untuk barang dagangan makanan. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya pelatihan kewirausahaan bagi pelaku UMKM kerjasama antara Pemkab dengan PT. Indomaret di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (30/12 /2019).
KAJEN - Rapat Akhir Tahun (RAT) yang diadakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pekalongan tahun 2019 terasa spesial, betapa tidak, selain dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI, juga mengundang secara langsung Bupati Pekalongan.
KAJEN - Menjelang akhir tahun 2019 ini, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si mendapat penghargaan dari Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan sebagai Tokoh Pengayom Masyarakat Kabupaten Pekalongan bersama penasehat PDM Muhammadiyah H. Farid Ahwan yang mendapat penghargaan sebagai Inovator Sejati tahun 2019.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si membuka sosialisasi Sensus Penduduk 2020 dan Penandatanganan Komitmen Bersama Dukungan OPD terhadap pelaksanaan sensus penduduk 2020 di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Kamis (26/12/2019) pagi.
KAJEN : Pembangunan gedung kantor bersama yang berlokasi di lingkungan Pemkab Pekalongan, Jalan Sindoro No 1 Kajen, kini sudah selesai. Dalam waktu dekat, sekitar bulan Januari tahun depan bisa segera diresmikan dan difungsikan. Demikian dikatakan Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat meninjau hasil pembangunan di gedung kantor bersama, Kamis (26/12 /2019) pagi.
KAJEN - Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbhi, SH.M.Si mengukuhkan keberadaan Pramuka Garuda yang ada di Kabupaten Pekalongan, yang berlangsung di pendopo rumah dinas Jabatan Bupati Pekalongan di Kajen, Kamis (26/12/2019) siang.
KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi meresmikan Gedung Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purbo, yang berada di Desa Jolotigo, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu, (25/12/2019) sore.
Tapi secara umum, lanjut Bupati, masyarakat di pantai utara sudah merasakan bahwa kemarin tahun baru itu curah hujan begitu tinggi, tetapi alhamdulillah tidak terjadi banjir. Ini menunjukkan bahwa apa yang kita lakukan selama ini oleh seluruh jajaran Pemerintahan membawa dampak yang positif bagi masyarakat. Akan tetapi kita juga perlu waspada karena banjir ini datangnya tidak memberi tahu. Yang paling penting adalah kesiapsiagaan yang kita miliki kita optimalisasi.
Sementara itu Kepala Korlap Paket II Rumah Pompa Sengkarang, Agus mengutarakan bahwa jumlah pompa yang dimiliki sebanyak 3 unit dengan kapasitasnya 2 kubik per detik, sehingga dengan 3 pompa kapasitas kerja pompa sebanyak 6 kubik per detik, dengan dioperasikan lebih kurang 1 minggu ini. “Alhamdulillah untuk mengurangi debit-debit air hujan yang masuk ke permukiman warga sudah masuk ke long storage dan kita alirkan ke Sungai Sengkarang. Dan long storage berjalan sesuai dengan yang kita rencanakan,” tuturnya.
Bupati menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan, dalam menghadapi musim penghujan agar senantiasa menjaga kebersihan dan keamanan, serta jangan membuang sampah sembarangan karena mesin pompa sudah berfungsi dengan baik.
“Kita harus bersama-sama turut menjaganya dengan cara menjaga kebersihan sungai dari sampah agar tidak merusak pompa. Ini adalah tugas kita semua sebagai warga Kabupaten Pekalongan. Nanti dari dinas terkait bekerjasama dengan seluruh komponen masyarakat akan menata sistem persampahannya,” tandas Bupati. (red)
Publisher : aris
Hal itu dikatakan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH,M,Si disela-sela kegiatan perayaan malam pergantian tahun 2019-2020, di taman boulevard pendopo rumah dinas bupati, Rabu dini hari (1/1/2020).
Hadir Anggota DPR RI H. Bisri Romly, MM., Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti beserta suami, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH beserta suami, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP., MMS beserta istri, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si bersama istri.
Selanjutnya, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan, para alim-ulama, tokoh agama dan tamu undangan lainnya.
Perayaan malam tahun baru dengan mengusung sajian religi di Masjid Al Muhtaram Kajen, pentas wayang kulit, dan pertunjukan band, berlangsung meriah dihadiri puluhan ribu masyarakat, serta diakhiri dengan peluncuran kembang api.
Pada kesempatan tersebut di hadapan pengunjung perayaan malam tahun baru, bupati menyebutkan bahwa tahun 2020 pihaknya akan memberikan banyak peluang kesempatan kerja bagi pemuda yang masih belum mendapat pekerjaan atau pengangguran, kemudian pemberian beasiswa, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi warga belum tercover, penyelesaian sertifikat tanah, penuntasan masalah rob, dan sebagainya.
"Kemudian untuk perayaan tahun baru sebanyak 21 destinasi wisata alam eksotis di Kabupaten Pekalongan, mulai Petungkriyono, Bengkelung park, Watu Bahan, Watu Ireng, Pantai, Linggoasri, dan sebagainya siap menyuguhkan pesona mengesankan di awal tahun 2020, untuk seluruh masyarakat luas, termasuk wisatawan luar daerah," kata bupati.
Disebutkan, untuk tahun 2020 bagi Pemkab Pekalongan adalah melakukan refleksi apa yang sudah di capai di tahun 2019, dengan ukuran-ukuran normatif yang dituangkan dalam bentuk visi misi, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP).
"Berdasarkan hasil dari lembaga independen yang sudah disampaikan kepada publik, hasil capaian kinerja Pemkab Pekalongan tahun 2019 sangat memuaskan, bahkan beberapa penghargaan tingkat nasional untuk kinerja Pemkab berhasil kami terima, dan Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu terbaik di Jawa Tengah," tandas Asip.
Keberhasilan pembangunan tahun 2019, diantaranya adalah merampungkan pembangunan infrastruktur, baik dasar, jalan, jembatan dan pendidikan kesehatan, maupun infrastruktur ekonomi seperti pasar. Kemudian pembangunan kampus baru, juga mengambil bagian menjadi inisiasi, regulasi, sekaligus memfasilitasi.
"Tidak terasa sekarang ini kita sudah punya 8 perguruan tinggi, hal ini dirasa sangat cepat, dan memicu pertumbuhan lainnya, sehingga Kabupaten Pekalongan menjadi terbaik di tahun 2019. Pertumbuhan ekonomi juga berlangsung bagus di atas nasional. Ini memberikan peluang pada pelaku usaha untuk investasi, karena potensi bagus mulai alam, sumber air, sampai ketersediaan lahan industri," ungkap bupati.
Kendati demikian orang nomor satu di Kota Santri itu menyebut, untuk pembangunan infrastruktur jalan masih menyisakan pekerjaan sekitar 600 kilometer lebih, dan akan diselesaikan tuntas di tahun 2020.
"Pekerjaan itu memang sudah sesuai jadwalnya, dan tahapan penyelesaian atau penuntasan memang sudah masuk dalam perencanaan tahun 2020," ungkapnya. (didik /dinkominfo kab.pekalongan)
Hadir dalam acara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH,M.Si., Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., dan Branch Manajer Indomaret Semarang, Riyanto Budi serta jajarannya.
Bupati menjelaskan, bentuk perhatian Pemkab Pekalongan terhadap pelaku UMKM dengan menggandeng sejumlah pihak, salah satunya PT. Indomaret. Dalam hal ini, pihak Indomaret memberikan bantuan berupa delapan gerobak dagangan kepada beberapa pedagang makanan. Sebelumnya, kerjasama seperti itu juga pernah dilakukan oleh Indomaret sehingga sebagai Bupati memberikan apresiasi terhadap pihak tersebut. ''Tapi perlu diingat, gerobak pemberian ini jangan sampai dijual,'' kata dia disambut tertawa peserta pelatihan.
Bukan hanya gerobak yang ditawarkan dalam kerjasama tersebut, namun pihak Indomaret juga akan menampung usaha mereka. Dan hal ini, apapun bentuk maupun jenis makanannya, salah satu toko moderen ini siap menerima dan memasarkan hasil produksi warganya. Namun dengan catatan, sebelum dikirim harus sudah memenuhi sejumlah persyaratan seperti diterbitkan oleh pemerintah bahwa makanan itu layak dan halal untuk dikonsumsi.
Kemudian apabila memang sudah diterima, jika ingin lebih meningkat usahanya supaya menjaga kwalitas seperti kebersihan maupun kontinuitas. Setelah barangnya laris ternyata barangnya tidak ada atau tidak memproduksi lagi jenis makanan tersebut.
Asip Kholbihi menjelaskan, yang lebih penting lagi adalah pelaku UMKM harus punya niat untuk mengembangkan usahanya. Fungsi pemerintah dalam hal ini terus memfaslitasi mereka, namun jika mereka ''nglokro'' atau tidak ingin mengembangkan usahanya maka hal itu menjadi sia-sia. Sekali lagi dia berharap, fasilitas tersebu supaya dimanfaatkan dengan baik sehingga ke depannya akan menjadi sejahtera.
Sementara itu, Branch Manajer Indomaret Semarang, Riyanto Budi menjelaskan bantuan gerobak dagangan ini diberikan agar mereka bisa lebih memperluas maupun meningkatkan usahanya. Kemudian juga diharapkan bisa menjadi mitra Indomaret dalam menjual barang dagangannya.
''Kami siap menampung semua produk dari masyarakat yang ingin memasarkan lewat Indomaret, tapi harus sesuai prosedur,'' tegasnya. (didik /dinkominfo kab.pekalongan)
Namun dalam kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si berhalangan hadir karena ada keperluan dinas dan diwakilkan oleh Asisten 1 Sekda H. Totok Budi Mulyanto, SE. Disamping itu, turut hadir perwakilan Dinporapar, Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Pengurus KONI periode 2019-2023 dan juga seluruh cabang olah raga yang ada.
Totok Budi Mulyanto yang mewakili Bupati saat dikonfirmasi mengatakan, kehadiran anggota DPR RI diharapkan dapat membantu peningkatan prestasi, khususnya terkait dengan kebijakan pusat untuk membantu pembinaan cabang olahraga terutama yang mempunyai potensi untuk berprestasi.
“RAT ini sangat luas biasa, baru pertama kali bupati diuandang langsung dalam RAT, juga ada Anggota DPR RI, DPRD Kabupaten Pekalongan dan seluruh pegiat olahraga di Kota Santri,” katanya, Sabtu (28/12/2019) di Pendopo Bupati Pekalongan.
Pemkab sendiri, Lanjut Totok, sesuai keinginan bupati yakni prestasi terus ditingkatkan, utamanya terkait rangking di Jawa tengah yang ke depan harus berada diangka puluhan dan seterusnya masuk dalam 10 besar.
"Pada gelaran Porprov tahun lalu kita diperingkat 28 dari 35 Kota/Kabupaten se Jateng. Pemkab berjanji bahwa permasalahan anggaran bukan hal yang sulit dan akan diback up, selama ada garis lurus antara prestasi dengan anggaran yang diberikan,” paparnya.
Totok berharap, fondasi kuat yang telah dibangun oleh pengurus Koni yang baru ini terus dijaga, sehingga dapat terus berkesinambungan yang muaranya adalah prestasi olahraga.
“Saya lihat geliat semangat pada RAT ini sudah tumbuh, semoga fondasi yang kuat ini tidak seperti rumah bedeng yang kuat dibawah namun atasnya rapuh. Untuk itu, semangat ini harus dijaga sampai masa berakhirnya periode kepengurusan,” harapnya
.
Hal senada juga disampaikan Kabid Olahraga pada Dinas Pemuda, Oalhraga dan Pariwisata M. Syamsul Helmi, dirinya mengapresiasi kali ini karena diberi undangan untuk hadir. Menurutya RAT merupakan hal yang strategis bagi Koni untuk mempersiapkan program kerja di tahun mendatang. "Di bawah pengurus yang baru, saya optimis geliat prestasi olahraga di Kabupaten Pekalongan akan dapat maksimal,” ujarnya.
Pasca RAT ini, pihaknya akan mendatangi Koni untuk bersama-sama melakukan pendataan atau mapping cabang unggulan yang bisa di bawa ke tingkat regional maupun nasional.
“Seperti yang dikatakan oleh pak Bisri Romly, kita diminta untuk mempunyai satu atau dua atlet yang bisa berprestasi di tingkat nasional baik memperoleh medali emas atau perak. Untuk itu kita sendiri yang akan datang ke Kantor Koni,” papar Helmi.
Dalam RAT Koni 2019, diresmikan 10 cabang olahraga baru yakni, Aeromodeling, Perkemi, Biliard, Pentaque, Bridge, Dansa, IMI, Woodball, Gulat dan Sepatu Roda, sehingga cabang olahraga yang bernaung di bawah Koni Kabupaten Pekalongan saat ini berjumlah 33 Cabor.(red)
Penghargaan diserahkan oleh H. Mulyono Kastari (Ketua PDM Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan) pada resepsi acara Gebyar Muktamar Muhamadiyah ke-48, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kajen, Minggu (29/12/2019).
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan penghargaan dari keluarga besar Muhammadiyah. Hal ini tak lepas dari kerjasama yang terbangun selama ini telah berjalan dengan baik.
"Apa yang menjadi program besar Muhammadiyah adalah menjadi concern Pemerintah dan sebaliknya apa yang menjadi program besar Pemerintah juga menjadi perhatian Muhammadiyah. Dan sinergitas yang seperti inilah yang akan menjadi program pembangunan Kabupaten Pekalongan agar lebih maju lagi, " terang Bupati.
Selanjutnya, Bupati Pekalongan KH. Asip menyampaikan ada 3 tantangan yang harus dijawab untuk program ke depan. Pertama, bagaimana meningkatkan derajat kesehatan. Kedua, meningkatkan kualitas pendidikan dan yang ketiga pengembangan sumberdaya manusia.
"Muhammadiyah 3 persoalan ini sudah dilakukan, sudah dipetakan dan menjadi program nyata sehingga tidak ada salahnya Pemerintah juga akan merefleksikan program-program yang ada di Muhammadiyah," tegasnya.
Sementara itu Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan H. Mulyono Kastari mengungkapkan kegiatan yang dilakukan terus-menerus setiap tahun, tetapi biasanya yang paling diramaikan adalah menjelang muktamar. Kegiatan begitu mencair, karena menjaga kedekatan dengan beberapa tokoh.
"Kebetulan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi diapresiasi karena prestasi dan kedekatannya dengan Muhammadiyah. Tapi jangan disalah artikan dengan persoalan dukungan politik kepada beliau karena bukan domainnya Muhammadiyah," katanya.(red)
Kegiatan dengan tagar #MencatatIndonesia tersebut dihadiri Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, unsur Forkopimda, Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten Sekda, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pekalongan, Kepala BPS beserta jajaran.
Usai kegiatan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si mengatakan, tujuan Sensus Penduduk salah satunya mendapatkan data yang akurat sehingga bisa membangun yang tepat dan akurat. “Data digunakan untuk mengukur indikator dalam menetukan arah pembangun, dengan kekuatan data yang benar kita bisa mengetahui pasar yang benar dan merumuskan dalam menentukan pembangunan,” katanya.
Dijelaskan Bupati, tahun 2020 akan diadakan sensus penduduk, untuk itu, dirinya meminta semua OPD untuk ikut mendukung. Pada sensus penduduk kali ini ada dua cara yaitu online dan wawancara, sehingga semua penduduk harus tercatat dalam kependudukan. “Pendataan sektoral dilaksanakan setiap satuan perangkat daerah untuk mengetahui data yang dibutuhkan untuk kepentingan kedepan,” tutur Bupati KH. Asip.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Pekalongan Siti Mardiyah mengucapkan terimakasih kepada Bupati dan jajarannya yang telah mendukung kegiatan sensus penduduk 2020. “Kami minta dukungan kepada pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk mendukung sensus penduduk 2020 menuju satu data kependudukan Indonesia,” jelasnya.
Menurutnya, sensus penduduk digunakan untuk menentukan salah satu kebijakan pembangunan secara keseluruhan dalam wilayahnya. “Visi sensus penduduk tahun 2020 yakni Mencatat Indonesia, sensus penduduk kali ini merupakan yang ke 7 dan pada tahun 2020 ada 54 negara yang melaksanakan sensus penduduk,” paparnya.
Dalam kegiatan tersebut juga lima OPD menandatangani dukungan terhadap sensus penduduk 2020 diantaranya Dindukcapil, Dinas PMD P3A dan PPKB, Dinkominfo, Dinsos dan Bappeda Litbang.(didik /dinkominfo kab.pekalongan)
Rencananya, gedung itu difungsikan untuk kegiatan-kegiatan yang berkaitan dan membantu pemerintahan, seperti PKK, Darma Wanita, GOW, Forum Anak, Komisi Perempuan, dan lain-lain. Sejumlah perkumpulan tersebut nantinya bisa menempati yang dimanfaatkan sebagi tempat kesekretariatan.
''Apalagi di lantai atas ada ruangan cukup besar yang dijadikan aula sehingga semua kegiatan yang sifatnya publik bisa diselenggarakan di tempat itu,'' katanya.
Dengan dibangunnya gedung kantor bersama, keberadaan perkumpulan yang mengurusi soal pemberdayaan perempuan dan anak bisa menjadi satu dan tidak terpencar ke beberapa lokasi. Harapannya, koordinasi yang dilakukan ketika menyelenggarakan acara maupun event lebih cepat.
Menurutnya, dengan kondisi bangunan gedung yang bagus, dan sangat luas maka penggunaannya harus bisa dimaksimalkan dengan baik. Dalam hal ini, pelayanan yang bersifat publik, terutama yang terkait soal anak-anak dan perempuan bisa dilayani di tempat tersebut. Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan pelayanan tak perlu pergi ke beberapa lokasi, namun hanya di satu tempat yakni kantor bersama.
"Saat ini sejumlah ruangan masih kosong sehingga masih perlu mebeler atau barang-barang lainnya untuk menunjang semua kegiatan di tempat itu. Sambil jalan, beberapa barang akan segera di datangkan sehingga sampai nanti peresmian gedung semuanya bisa terpenuhi, " ujar Bupati.
Selanjutnya dijelaskan, pembangunan gedung tersebut dimulai sejak tahun 2018 dan selesai tahun ini. Adapun biaya atau anggaran untuk pembangunan tersebut lebih kurang Rp 5,8 M.
''Sekali lagi saya berharap tempat ini bisa dijadikan ruang publik Kabupaten Pekalongan sehingga harus dapat dimaksimalkan keberadaan maupun fungsinya,'' kata dia. (didik /dinkominfo kab.pekalongan)
Dengan adanya pengukuhan tersebut, Bupati yang juga sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (KaMabicab) Pramuka berharap tidak hanya berhenti sampai di sini. Kalau bisa ditingkatkan jumlahnya dan harus berkelanjutan sehingga bisa membantu Kabupaten Pekalongan dalam menciptakan suasana kondusif dan damai. ''Anggota Pramuka Garuda ini merupakan pilihan karena sudah melalui tes maupun seleksi yang sangat ketat,'' kata Bupati .
Mereka merupakan anggota yang sudah cukup memahami dalam kepramukaan di tingkatannya masing-masing, mulai dari Siaga, Penggalang, dan Penegak. Adapun jumlah totalnya hingga tahun 2019 yakni 152 orang dan baru kali pertama dikukuhkan.
Menurut Bupati, Pramuka masih sangat dipercaya menjadi wadah untuk mendidik sekaligus melatih anak-anak dalam menjiwai nilai-nilai kegotong-royongan, kesetiakawanan, menghargai yang muda dan menghormati yang tua serta rela berkorban untuk kepentingan bersama. Sebab saat ini, sedang gencar-gencarnya fenomena peradaban global yan intinya bisa membuat generasi lepas dari nilai-nilai tersebut. Kebetulan belum lama dirinya memberikan kuliah mahasiswa UNDIP berkaitan dengan ancaman ideologi, ekonomi, sosial termasuk kultur maupun budaya yang masuk ke Indonesia.
Kalau kita sebagai orang tua tidak melakukan langkah langkah preventif, tandas dia, akan sangat membahayakan anak-anak, terutama generasi muda. Sebab sekarang kita hidup di zaman yang sudah tidak mengenal batas, zaman serba cepat dan menantang. Tidak ada kepastian atau kejelasan, karena apa yang hari ini dikatakan bisa berbeda dengan yang akan terjadi besok.
''Makanya kita wajib memelihara tatanan nilai-nilai sosial yang sudah ada di masyarakat bangsa Indonesia dan di Pramuka semuanya sudah diberikan pelajaran seperti itu,'' tegasnya.
Mengingat pentingnya fungsi dari Pramuka, maka sebagai Bupati dirinya akan menyambut positif dan memperhatikannya, khususnya soal pendanaan kegiatan. Tujuan Pramuka ini sangat bagus yakni menanamkan jika kesetiakawan dan kegotongroyangan dengan sesama tanpa membedakan agama maupun lainnya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Pekalongan, Ir. Bambang Irianto, M.Si menjelaskan sebelumnya sudah ada sekitar 26 anggota Pramuka Garuda. Kemudian tahun 2019, menyeleksi sebanyak 126 anggota sehingga totalnya menjadi 152. ''Insya Allah, tahun 2020 sudah menyiapkan sekitar 300 anggota yang menjadi Pramuka Garuda,'' katanya.
Selama ini, Pramuka di Kabupaten Pekalongan cukup aktif dalam berpartisipasi membantu kepentingan masyarakat. Contohnya saat Natal dan tahun baru, di sejumlah sanggar sudah dibuka posko untuk mengamankan kegiatan tersebut. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
"Saya mengucapkan selamat, kepada warga setempat karena pelaksanaan tempat ibadah itu sudah selesai. Dengan demikian, umat nasrani yang ada di Dukuh Purbo bisa menjalankan ibadahnya dengan baik. Tidak hanya itu, gedung ini juga bisa dimanfaatkan oleh seluruh warga sebagai tempat membahas beberapa hal dalam rangka pembangunan di Dukuh Purbo," kata Bupati Asip.
Menurutnya, dari informasi yang diterima, toleransi umat beragama di Dukuh Purbo sangat bagus. Bahkan, ketika ada umat agama lain, misalnya Islam menggelar kegiatan, warga nasrani di daerah itu ikut membantu.
Demikian juga, ketika pembangunan GKJ Purbo, umat beragama lainnya ikut gotong royong. "Toleransi umat beragama di Dukuh ini sangat bagus dan perlu ditingkatkan lagi," jelasnya.
Asip mengungkapkan dengan menjalankan kehidupan seperti itu, maka warga di dukuh ini tidak akan bisa terpecah. Bahkan, menurut buku yang pernah dibacanya, yang namanya manusia itu selalu harmoni atau selalu menjaga kerukunan.
"Saya sangat berharap, apa yang telah dijalankan warga terkait hubungan bermasyarakat harus selalu dijaga, bahkan ditingkatkan. Jangan sampai, kehidupan seperti itu dengan mudah diprovokasi oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab demi kepentingan sendiri maupun orang lain,"ungkapnya.
Bupati Asip juga memberikan acungan jempol dengan adanya pembangungan gedung GKJ Purbo. Sebab, biaya yang dikeluarkan untuk pembangunannya cukup besar, namun bisa terealisasi dengan adanya donatur dari umat nasrani di daerah itu.
"Padahal, dari Pemkab Pekalongan dalam menyumbang anggaran tidak begitu besar sehingga pengurus gereja itu patut diberi apresiasi," tambahnya.
Sementara itu, Pendeta setempat, Alfius Sokidi menjelaskan GKJ Purbo sudah dimanfaatkan ibadah sejak tahun 1942. Kemudian, beberapa kali dilakukan renovasi dan tahun 2019 kembali dilakukan.
Saat disinggung, mengenai toleransi beragama di Dukuh Purbo pihaknya membenarkan apa yang dikatakan Bupati yakni sangat bagus.
"Sesuai dengan amanat Bupati, saya dan umatnya akan berusaha untuk tetap menjaga keharmonisan dengan semua warga, meski berbeda agama," katanya.
Alfius menambahkan jumlah jamaat gereja berjumlah 362 Orang. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)