KAJEN – Pemkab Pekalongan lewat PSSI Kabupaten Pekalongan berupaya terus agar bisa memenuhi harapan dari kawan-kawan suporter agar pesepakbolaan di Kabupaten Pekalongan bisa lebih maju lagi. Maka diadakan turnamen sepak bola Bupati Pekalongan Cup 2020 yang berlangsung di Stadion Widya Manggala Krida, Kedungwuni, Minggu (9/2/2020) sore.
Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si menerangkan bahwa dalam menyerap aspirasi dan mengakomodir harapan dari para suporter sepak bola tercinta, ada banyak langkah yang bisa dilakukan salah satunya dengan mengadakan event-event sepak bola agar diperbanyak. Kemudian secara serius Persekap Kabupaten Pekalongan didorong agar bisa berlaga di Liga 2, tentu konsekuensinya ditata lagi sistem pendanaannya.
“Selama ini sistem pendanaan hanya mengandalkan dari APBD lewat KONI Kabupaten Pekalongan yang dibagi untuk seluruh cabang olahraga. Jadi PSSI dalam hal ini Persekap tertatih-tatih untuk membiayai, padahal ini butuh biaya besar,” ucapnya.
Nanti semua kekuatan yang berempati dan punya keinginan, komitmen untuk membesarkan pesepakbolaan Kabupaten Pekalongan kemudian dirangkum dan dijadikan kekuatan untuk mendukung Persekap agar apa yang menjadi harapan pecinta sepak bola di Kabupaten Pekalongan ini bisa terwujud termasuk perintah lainnya yaitu merevitalisasi basecampnya. “Kita harus punya basecamp yang representatif,” ujarnya.
Stadion ini direncanakan akan terus menerus dibangun dan tidak boleh berhenti serta ada perawatannya. Selama 6 tahun lebih tidak ada perawatan, sekarang sudah ada tetapi masih kecil, butuh perawatan yang intensif dan supaya menjadi stadion kebanggan masyarakat Kabupaten Pekalongan. Komitmen dari pemerintah yakni menjawab apa yang menjadi keluhan sekaligus masukan yang konstruktif dari pecinta sepak bola.
“Saya melihat komitmen dari PSSI Kabupaten Pekalongan sudah luar biasa untuk memajukan sepak bola di Kabupaten Pekalongan,” tuturnya.
Itu langkah yang tidak mudah karena membutuhkan dana besar, komitmen besar serta dukungan besar sekaligus fasilitas yang memadai. Ini sudah jalan dan yang penting sudah ada komitmen bersama agar pesepakbolaan Kabupaten Pekalongan ini harus maju dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabuapten Pekalongan.
Bupati Cup, HW Cup, Askab Cup itu adalah tahapan yang harus diadakan terus agar pesepakbolaan di Kabupaten Pekalongan ini semakin bagus. Ikhtiyar ini harus dijalankan terus, sistemik, strukturnya jelas dan partisipatif melibatkan seluruh pihak.
“Saya yakinlah kalau seperti itu nanti Persekap akan berjaya, kita tidak boleh kalah dengan daerah tetangga seperti Persip dan Persibat. Banyak sekali warga Kabupaten Pekalongan yang menjadi simpatisan untuk mendukung Persip karena masih satu wilayah Pekalongan. Tetapi kedepan mudah-mudahan sepak bola Kabupaten Pekongan juga menjadi kebanggaan,” pungkasnya.
Untuk sektor lain sudah mulai baik, hanya sektor olahraga saja yang diakui masih banyak kekurangan dan ini momentum untuk berbenah bersama. Menghadapi Dulongmas nanti, KONI Kabupaten Pekalongan juga sudah siap menyusun roadmap untuk menaikkan posisi di Dulongmas.
“Mudah-mudahan posisi kita tidak berada dibawah dan bisa menjadi Kabupaten yang diperhitungkan di kancah olahraga,” harapnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Pemkab Pekalongan melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Kepariwisataan (Dinporapar) menyelenggarakan Festival Durian di wisata alam La Ranch Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Minggu (9/2/2020) pagi.
KAJEN - Pemkab Pekalongan selama ini berusaha untuk memperhatikan dan memfasilitasi keberadaan gereja di wilayahnya. Tahun ini, ada sembilan gereja yang mendapatkan dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan, salah satunya Gereja Kristen Jawa (GKJ) Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono.
KAJEN - Virus Corona sampai sekarang cukup menakutkan sejumlah negara, termasuk Indonesia. Berbagai langkah sudah dilakukan untuk mengantisipasi supaya penyebaran virus yang berbahaya ini tidak terjadi di sejumlah daerah, salah satu Kaupaten Pekalongan. Guna mengantisipasi hal tersebut, RSUD Kraton yang berlokasi di Kota Pekalongan namun milik Pemkab Pekalongan telah menyiapkan dua ruang isolasi.
KAJEN - Muzaki Card yang berfungsi sebagai alat bukti membayar zakat dan dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pekalongan, diluncurkan Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si, pada acara Rapat Koordinasi BAZNAS dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se Kabupaten Pekalongan, Rabu (5/2/2020) di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.
KAJEN – Rumah Sakit Kraton menerima kunjungan Tim Akreditasi dalam rangka mewujudkan pelayanan yang prima dan berkualitas. Kunjungan Tim akreditasi diterima oleh wakli bupati Ir. Arini Harimurti, Dirut RS Kraton beserta jajarannya dan para dewan pengawas RS Kraton pada Selasa ( 04/02/2020 ) pagi di RSUD Kraton kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Sensus penduduk di Indonesia tahun 2020 serentak diselenggarakan mulai 15 Februari sampai 31 Juli. Adapun pelaksanaannya dibagi menjadi dua metode yakni secara online dan langsung. Agar pelaksanaan itu berjalan sukses dan lancar maka seluruh komponen yang ada di Kabupaten Pekalongan diimbau ikut menyosialisasikannya. Bahkan juga telah dikeluarkan Surat Edaran nomor 571/00387.2020 tentang dukungan kegiatan sensus penduduk tahun ini.
KAJEN – Pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Kandangserang insya Allah sampai tahun 2020 sselesai semua. Mohon dukungan dan doa dari seluruh warga Kecamatan Kandangserang agar semua bisa berjalan dengan lancar.
Kegiatan yang bertajuk ''Festival Durian Kabupaten Pekalongan," ini sangat ramai karena dipadati oleh ribuan warga dari sejumlah daerah. Kemeriahan terlihat usai Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si membuka kegiatan tersebut yakni ratusan durian yang dipamerkan di lokasi festival langsung jadi rebutan warga yang sudah menunggu.
Meski harus rela berdesak-desakan, namun warga tak mempedulikannya dan tetap mendekat lalu menyerbu tumpeng durian. Di antara mereka malahan ada yang rela naik supaya bisa mendapatkan buah berduri itu. Dalam waktu singkat, ratusan buah berduri maupun buah lainnya yang dipasang di gunungan langsung ludes.
Bupati Pekalongan KH. Asip saat memberikan sambutan menjelaskan kegiatan ini memang rutin diselenggarakan setiap tahun. Tujuannya ingin mempromosikan buah durian yang saat ini merupakan salah satu produk unggulan lokal di Kabupaten Pekalongan. Buah durian lokal di daerahnya memang punya rasa khas, ada yang manis, pahit, dan enak.
''Kita memang sedang berusaha mengenalkan produk produk terbaik yang ada di Kabupaten Pekalongan,'' katanya.
Harapannya, kesejaheraan masyarakat, khususnya para petani buah durian akan semakin bagus. Apalagi durian lokal ini sudah bisa memasok ke sejumlah pasar buah di sejumlah kota dan kabupaten baik di Jawa Tengah maupun daerah Pulau Jawa lainnya.
Agar hasilnya lebih bagus lagi, maka para petani durian diminta lebih mengembangkan varian bibit durian dan ditanam secara masif sehingga para pecinta durian menjadi penasaran, lalu mencarinya dengan datang ke Kabupaten Pekalongan.
Dari informasi pantia kegiatan, setiap kali menggelar kegiatan serupa pasti pada saat para petani panen raya durian. Dengan demikian, yang dipamerkan maupun dibawa saat fastival murni hasil dari petani yang ada di wilayah kerjanya. Tahun lalu, saat panen raya durian hasilnya mencapai sekitar 9.000 ton dan tahun 2020 meningkat menjadi lebih kurang 10.000 ton.
Kegiatan tersebut, menurut Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si juga ingin mengembangkan destinasi wisata. Di Kecamatan Karanganyar ada tiga Desa yang potensi wisatanya cukup menarik yakni Karanggondang, Limbangan, dan Lolong yang sering disebut Kabalong. Di tiga daerah ini ada terdapat kuliner, panorama alam yang indah, tanaman musiman (durian), permainan air serta tempat bermain anak-anak.
''Dari sektor pariwisata melalui sejumlah destinasi wisata, hasil yang diraih lebih kurang Rp 6 M,'' tegasnya.
Melihat hasil seperti itu, berarti sektor pariwisata memang perlu dikembangkan lagi karena potensinya sangat bagus. Dengan demikian, bukan hanya infrastruktur seperti perbaikan jalan dan lainnya yang dikerjakan. Namun sektor tersebut harus ditingkatkan kembali karena berimbas dengan kesejahteraan masyarakat yang berdekatan dengan distinasi wisata.
Sementara itu, dalam kegiatannya tersebut ada lomba buah durian unggulan, tumpeng durian tingkat kecamatan dan desa.
Adapun yang menilai adalah Bupati Pekalongan, Wakil Bupati Hj. Arini Harimurti, Wali Kota Pekalongan HM. Saelani Mahcfudz, Ketua DPRD Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP., MMS., Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si., Kajari Kajen Mardani, SH, dan Kepala Kemenag DR. Kasiman Mahmud Desky, M.Ag.
Hasilnya untuk lomba unggulan, buah durian Mbalong milik Casono warga Desa Suroloyo, Doro menjadi juara pertama. Sedangkan juara dua ketiga direbut Kiswoyo, (Randem) warga Suroloyo, Doro, serta Khumaedi Pusoko (Puso) asal Desa Randusari, Doro.
Kemudian lomba kategori tumpeng tingkat kecamatan pemenangnya adalah Kecamatan Kesesi, lalu Kecamatan Lebakbarang, dan ketiga dari Kecamatan Bojong. Untuk lomba tingkat desa, juara pertama tumpeng durian Desa Limbangan, Karanggondang, dan Lolong. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Pemberian dana hibah ini dilakukan saat Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si datang dalam acara sidang ke-20 GKJ Klasis Pekalongan, di Desa Kasimpar Kecamatan Petungkriyono, Kamis (6/2/2020) siang.
Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan sejarah penyebaran agama Kristen Jawa di Pekalongan sangat lama, sekitar abad 18. Bukan hanya umat kristiani, dalam menyebarkan agama memang tidak bisa dipisahkan oleh kebudayaan setempat, seperti di tanah jawa.
''Agama manapun, budaya merupakan instrumen penting untuk menyebarkan agama sehingga tidak dapat dipisakan satu dengan lainnya,'' ujar Bupati.
Disebutkan Bupati, jika ada orang yang mempertentangkan soal agama dengan budaya maka pemahamannya perlu didiskusikan kembali. Masalahnya, agama hadir untuk memerangi kebodohan dan juga mencari jalan keselamatan sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Untuk itu, peran dari tokoh agama menjadi kunci kesuksesan pembangunan Kabupaten Pekalongan.
"Budaya masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah patronase, di mana patronnya adalah tokoh agama dan kliknya adalah masyarakat. Para tokoh agama itu menjadi orang yang sangat dihormati dan langkah-langkahnya diikuti oleh masyarakat. Dengan kekuatan dari tokoh agama tersebut, secara tidak langsung juga bisa mencipatkan keharmonisan sesama pemeluk agama," terang Bupati.
"Kemudian mereka juga berperan penting dalam mengisi pembangunan di Pemkab Pekalongan, antara lain menyuarakan kebenaran, kebaikan, dan keberhasilan yang ada di daerahnya," imbuhnya.
Kinerja mereka menurut Bupati secara tidak langsung telah mampu menaikkan angka pertumbuhan ekonomi serta menurunkan angka kemiskinan. Untuk itu, sudah selayaknya apabila Pemkab Pekalongan memberikan fasilitas kepada seluruh agama, termasuk umat Kristiani.
Selain memberikan dana hibah kepada sembilan gereja, Bupati sebelumnya memberikan tanah kepada umat tersebut yang digunakan sebagai tempat pemakaman. Dia berharap supaya hal itu segera diurus legalisasi maupun persyaratan lainnya supaya secepatnya bisa difungsikan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Persiapan ruangan untuk mengantisipasi adanya pasien yang terkena virus Corona di rumah sakit tersebut ditinjau oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Setiawan Dwiantoro, M.Kes serta pihak RSUD Kraton, Rabu (5/2/2020) sore.
Menurut Bupati, virus Corona saat ini sudah dinyatakan oleh badan kesehatan dunia (WHO) sebagai darurat kesehatan. Virus itu, kata Bupati, bisa saja merambah ke daerahnya sehingga sebagai bentuk antisipasi Pemkab Pekalongan melalui aparatur kesehatan sudah menyiapkannya yakni dengan menyediakan ruang isolasi di RSUD Kraton.
''Rumah sakit ini malahan menjadi rujukan bagi pasien yang terkena virus berbahaya. Mengenai teknis pelaksanaannya kita serahkan semuanya kepada jajaran RSUD Kraton," ujar Bupati.
Untuk saat ini, tandas Bupati, alhamdulillah belum ada warganya yang terkena wabah tersebut. Harapannya, hal itu tidak akan terjadi dan mudah-mudahan ruang isolasi itu tidak ada pasiennya.
Saat berkunjung, Bupati Asip Kholbihi menyempatkan melihat dua ruang isolasi dan peralatan medis lainnya. Kemudian juga menanyakan beberapa hal kepada sejumlah tim medis yang berjaga di ruangan tersebut.
Kabid Pelayanan Medik RSUD Kraton, dr. Budi Cahyo kepada sejumlah wartawan menjelaskan untuk persiapan rujukan ada tiga. Pertama, pintu masuk pasien dari rawat jalan, kemudian secara langsung pasien menuju ke ruan IGD. Sedangkan yang ketiga, dari rujukan pasien yang berada di dalam mobil ambulans langsung diarahan ke ruang isolasi.
"Tapi kalau dari IGD juga bisa dijadikan transit karena di tempat itu juga terdapat ruang isolasi khusus. Setelah itu, pasien dibawa ke ruang isolasi utama dengan mobil ambulans karena kalau dibawa lewat jalur biasa cukup berbahaya karena infeksius," paparnya.
Soal peralatan di RSUD Kraton dalam menangani pasien yang terinfeksi vius berbahaya, dr. Budi menjelaskan sudah tersedia. Namun demikian, alat itu akan digunakan ketika melihat kasis atau kondisi pasien dan penggunaannya satu alat satu pasien. Masalahnya, pasien ini terinfeksius sehingga cukup rawan menyebar jika dijadikan satu dengan pasien lainnya.
''Megenai tim medis, disiapkan sebanyak 12 dokter umum untuk shift, lalu perawat sekitar 24, penanggung jawab dokter ada dua yakni spesialis paru dan penyakit dalam,'' jelasnya.
Selama ini, RSUD Kraton memang ditunjuk sebagai rujukan bagi pasien yang terkena virus mematikan. Di antaranya tahun 2007 ketika merebak adanya flu burung, kemudian flu babi tahun 2009 -2012 dan sekarang virus corona. Dipercayanya sebagai rumah sakit rujukan khusus penyakit akibat virus berbahaya karena memiliki sarana prasana yang memadai. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Adapun yang memegang kartu tersebut yakni para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Pekalongan yang membayar zakat.
Ikut mendampingi dalam launching Muzaki Card, Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan, KH. M. Dzukron, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, DR. Kasiman Mahmud Desky, M.Ag dan tamu undangan lainnya.
Menurut Ketua Baznas KH. M. Dzukron, dengan menggunakan kartu tersebut akan mempermudah dalam pengumpulan data siapa saja ASN yang sudah membayar zakat. Di samping itu juga untuk menciptakan transparansi di tubuh Baznas Kabupaten Pekalongan, berapapun jumlah pembayarannya akan terlihat.
''Intinya, dengan menggunakan Muzaki Card maka tidak akan ada rahasia diantara kita. Semua orang yang telah membayar zakat, melalui kartu itu akan terdata hingga di tingkat nasional," katanya.
Dengan demikian, dia yakin tingkat kecurangan dalam mengumpulkan zakat dari para ASN di wilayah kerjanya sangat tipis. Apalagi jika ketahuan bertindak curang, hukumannya sangat berat yakni lima tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 Miliar.
"Keberadaan Baznas di Kabupaten Pekalongan boleh dibilang masih seumur jagung yakni kurang dari dua tahun. Modal awalnya Rp 9 juta bantuan dari Bapak Bupati dan Ibu Sekda. Namun sekarang sudah mencapai Rp 5,78 M," imbuhnya.
Tambahan atau pemasukan tersebut, lanjut dia, berkat kerja keras jajarannya melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh instansi yang ada di Kota Santri. Di samping itu juga mendapat dukungan penuh dari Pemkab Pekalongan yang selalu menyosialisasikan kepada seluruh ASN agar membayar zakat melalui Baznas.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si dalam sambutannya meminta kepada para ASN yang belum membayar zakat supaya melaksanakannya melalui Baznas. Sebab dari merekalah merupakan sumber yang resmi dan terbesar di Baznas dalam mengumpulkan zakat. Kalau hal itu bisa direalisaiskan dengan baik, harapannya bisa membantu masyarakat miskin yang ada di Kota Santri.
Diterangkan Bupati, data terakhir yang diperoleh menurut Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 87.000 masyarakatnya dikategorikan miskin. Jika bandingkan dengan jumlah penduduk di Kabupaten Pekalongan, boleh dibilang masih jauh. Meskipun di tahun 2019, tingkat kemiskinan di daerahnya menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Menyinggung soal kiprah Baznas selama hampir dua tahun menjalankan tugasnya, Bupati memberikan apresiasi cukup tinggi. Masalahnya, dari modal yang minim ternyata bisa mendapatkan hasil cukup besar sehingga dapat memberikan zakat kepada masyarakat miskin.
''Padahal belum semua ASN yang ikut membayar zakat melalui Baznas sehingga dalam kesempatan ini saya mengimbau supaya bisa menyisakan uang gajinya untuk masyarakat miskin,'' katanya.
Terkait peluncuran Muzaki Card, Bupati sangat setuju dan sepenuhnya mendukung langkah tersebut. "Memang benar, dengan memiliki kartu tersebut paling tidak telah menciptakan transparasi di tubuh Baznas Kabupaten Pekalongan. Saya yakin, badan amil zakat ini dengan sepenuh hati bekerja keras mengumpulkan zakat demi kesejahteraan masyarakat," tandas Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
“Acara ini dalam rangka mengadakan Akreditasu RSUD Kraton. Rumah Sakit diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Oleh karena itu kami berterima kasih dan berharap akrediasinya bisa berhasil”, ucap wakil bupati saat memberi sambutan di hadapan tim akreditasi.
Sebelumnya disampaikan bahwa akreditasi RSUD Kraton paripurna, sedangkan untuk saat ini belum mencapai ke sana. Oleh karena itu pihaknya meminta kepada ketua tim akreditasi, dr. Dyah Wiryastini, untuk dibimbing apabila ada hal hal yang kurang kiranya apa yang harus diperbaiki.
“Kami sangat berharap untuk menjadi paripurna. karena ini Rumah Sakit rujukan regional”, pinta Arini
Menurut Arini, pemda berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan pelayanan dan mutu Rumah Sakit. “Itu adalah sebuah keniscayaan yang harus kita lakukan baik itu dalam peningkatkan pelayanan, dalam arti pelayanan sosial budaya, bagaimana agar para pasien dan keluarganya itu merasa puas. Agar pasien masuk Rumah Sakit ini menjadi sehat, bukan menunggu sampai akhir hayat”, terangnya.
Wakil bupati juga mengutarakan perlunya sosialisasi kepada masyarakat tentang virus corona yang akhir-akhir ini viral. “ Oleh karena itu di dalam menyikapinya tentu saja ada hal yang harus kita perhatikan, yang pertama yaitu tanggap, kedua , cerdas. Bagaimana kita menyikapi hal-hal secara cerdas ,bagaimana kita memberi sosialisasi kepada masyarakat bahwa penyakit corona itu tidak begitu bahayanya”, tambah Arini.
Dalam rangka meningkatkan mutu dan pelayanan , lanjut Arini, kita tidak bisa berjalan sendiri, kita perlu koordinasi sehingga tidak bisa kita lakukan sendiri. Misalnya pihak Rumah Sakit, perlu bekerja sama dengan dewan pengawas, juga instansi terkait lainnya. Selanjutnya wakil bupati berharap hasil dari akreditasi nilainya terbaik yaitu paripurna bintang lima ( Humas Kominfo kab.pekalongan )
Peresmian ditandai dengan penandatanganan Prasasti dan pemotongan tumpeng serta pengguntingan pita oleh Bupati, disaksikan Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi, dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan, Selasa (4/2/2020).
Bupati dalam sambutannya menyampaikan agar tidak terkesan seperti Kantor Samsat yang menggunakan nama Kantor Bersama, maka Gedung Kantor Sekretariat Bersama diganti dengan nama "Graha Abinaya". Kata Bupati, Graha Abinaya berasal dari bahasa Sansakerta yang artinya wisma atau tempat kita selalu bersemangat untuk mengabdi kepada masyarakat.
"Jadi nanti semua yang menempati gedung ini semangat semua untuk melayani masyarakat. Dan Graha Abinaya ini juga digunakan sebagai pusat informasi dan konsolidasi organisasi-organisasi mitra Pemerintah Daerah," ujar Bupati Pekalongan.
Dijelaskan Bupati, bahwasanya Gedung seperti ini tidak dimiliki oleh semua kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Tetapi, kata Bupati, setidaknya diharapkan bisa menjadi pemicu para pengurus organisasi terutama PKK yang kegiatannya sangat luar biasa bisa lebih semangat lagi, lebih dinamis lagi dan lebih bermanfaat lagi bagi masyarakat.
"Jadi orientasi pembangunan gedung kantor bersama ini adalah semata-mata untuk pelayanan masyarakat yang lebih meningkat lagi, lebih semangat lagi seperti halnya nama Abinaya yang berarti semangat," tuturnya.
"Dan saya berharap Graha Abinaya untuk dikelola dengan baik dan secara profesional yang ditujukan untuk memudahkan akses pelayanan masyarakat. Itu penting sekali," harap Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si.
Graha Abinaya yang beralamat di Jl. Sindoro Kajen terdiri atas Lantai Basement untuk gudang dan parkir. Kemudian Lantai I untuk lobby, ruang PKK, ruang rapat, perpustakaan, ruang Bunda Paud, ruang simpan, dapur, display APE, ruang konsultasi, ruang P2TP2A, ruang Forum Anak, dan ruang Komisi Penanggulangan AIDS. Lalu Lantai 2 untuk Aula utama, panggung dan ruang Rias.(didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Demikian dikatakan Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat membuka rapat koordinasi Badan Pusat Statistik (BPS) dengan sejumlah OPD dan Camat yang ada di Kabupaten Pekalongan, Senin (3/2/2020) siang.
Hadir dalam acara itu, Ketua DPRD, Hj Hindun, Sekda Kabupaten Pekalongan, Hj Mokaromah, Kepala BPS setempat, Siti Mardhiyah, dan tamu undangan lainnya.
''Sensus penduduk ini sangat penting karena untuk mengetahui keakuratan data khususnya jumlah penduduk,'' ujar Bupati.
Dengan melihat data jumlah penduduk yang benar, maka bisa membantu ketika akan mendata berapa tingkat kemiskinan di Kabupaten Pekalongan. Di samping itu juga mengenai tingkat laju pertumbuhan penduduk sehingga pelaksanaan sensus penduduk harus benar-benar dijalankan dengan baik.
Makanya, tegas Bupati, mumpung belum berlangsung maka semua komponen mulai dari OPD, perangkat kecamatan hingga tingkat RW wajib menyosialisasikan dan jangan sampai data warga yang terlewatkan.
Sementara itu, dalam SE Bupati soal sensus penduduk disebutkan kepada seluruh camat maupun lurah agar mendukung pelaksanaan itu dengan berbagai cara. Di antaranya menmenyebarluaskan informasi kegiatan tersebut ke masyarakat, lalu memasang poster atau leaflet, mengajak warga untuk berpartisipasi, dan lainnya.
''Kemudian yang paling penting adalah membantu petugas pada pelaksanaan sensus penduduk dan membuat surat edaran untuk ketua maupun pengurus satuan lingkungan setempat, seperti RT dan RW,'' katanya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Pekalongan menjelaskan dalam pelaksanaan sensus secara online, yakni 15 Februari - 31 Maret, semua warga diminta menyiapkan dokumen kependudukan seprti KTP, Kartu Keluarga (KK), akte nikah maupun cerai. Kemudian mereka bisa membuka web dan memasukkan nomor induk kependudukan serta nomor KK. Setelah itu bisa mengisi data sesuai dengan petunjuk dalam web tersebut.
Kemudian untuk pelaksanaan sensus penduduk secara langsung, dimulai 1 - 31 Juli, di mana petugas khusus datang ke rumah warga untuk melakukan verifikasi. Pada saat itu, masyarakat harus bisa mengenali petugas yang akan melakukan sensus. Petugas yang datang nantinya memiliki tanda khusus, seperti memakai rompi berwarna biru tua dengan logo sensus penduduk 2020 di bagian dada sebelah kanan.
Adapun di bagian dada sebelah kiri terdapat logo BPS dan di bagian punggung bertuliskan petugS sensus. Dalam bertugas mereka membawa tas punggung berwarna hitam dengan logo BPS dan sensus penduduk 2020 serta tanda pengenal yang bertuliskan nama yang bersangkutan.
''Jangan lupa, petugas resmi yang datang untuk memverifikasi sensus penduduk ke rumah warga wajib membawa surat tugas dari BPS Kabupaten Pekalongan,'' tegasnya.
Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hj Hindun mengatakan pihaknya juga ikut mensukseskan pelaksanaan sensus penduduk 2020. Dia dan seluruh anggota dewan akan berusaha menyosialisasikan kegiatan itu ke masyarakat di lingkungan rumah maupun wilayahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si di hadapan warga Kecamatan Kandangserang saat menghadiri acara Sukoharjo Bersholawat di Desa Sukoharjo Kecamatan Kandangserang, Jumat (31/1/2020) malam.
Bupati menjelaskan, kondisi di wilayah Kecamatan Kandangserang pada tahun 1998 jalannya seperti sungai, gelap gulita karena belum ada listrik, atau diibaratkan belum merdeka. “Tahun ini ada dana sekitar Rp 7 milyar untuk menyelesaikan ruas jalan dari Garungwiyoro sampai perbatasan Trajumas. Tugas pemerintah hanya satu, yaitu membuat kebijakan – kebijakan yang diinginkan oleh masyarakat banyak. Masyarakat Kandangserang ini butuhnya apa, tentunya banyak, tapi yang paling dibutuhkan yaitu sarana jalan raya”, paparnya.
“Tujuannya agar anak-anak pergi sekolah lebih mudah, juga guru-gurunya. Terus untuk sarana ekonomi, lebih-lebih jika ada ibu-ibu yang akan melahirkan, itu juga membutuhkan sarana prasarana yang memadai. Oleh karena itu saya minta doa dan dukungan semoga jalannya Pemerintahan Kabupaten Pekalongan beserta seluruh aparat mulai dari kepala desa sampai Bupati, bisa amanah, dana desa dikelola dengan benar, sehingga tercapai tujuan kemaslahatan untuk rakyat, bukan yang lain. Inilah tujuan pemerintahan,” lanjutnya.
Bupati Asip juga menegaskan pemimpin harus melayani rakyat. “Pokoknya yang jadi pemimpin, Pak Lurah, Pak Camat, termasuk saya Bupati, harus siap melayani rakyatnya. Tujuannya apa? Supaya kepemimipinan ini bisa untuk wasilah, kita semua selamat dunia akhirat”, tandasnya.
Selanjutnya, Bupati menghimbau kepada masyarakat Sukoharjo untuk menjaga kerukunan serta giat menbangun. Menurut Bupati perkembangan pembangunan daerah tersebut luar biasa. Sekarang perkembangan pembangunan sudah merata di desa-desa di Kabupaten Pekalongan.
Bupati juga berpesan kepada lurah, kalau ada warga miskin yang tidak bisa makan, tidak perlu pakai teori, tapi langsung ditangani, kontrak dengan warung untuk memberikan makan 2 kali atau 3 kali sehari. “Tidak perlu diberi modal, kelamaan. Orang tua yang tidak punya saudara maka pemerintah desa wajib memberikan makanan pokok sehari hari. Ini nanti masuk dalam pemberdayaan,” jelasnya.
“Tujuan dari pemerintah, DPR, Eksekutif tidak lain kecuali menjadi kepanjangan tangan rakyat untuk melakukan pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati mengajak anggota DPR agar mendengar aspirasi warga yang kemarin telah memilihnya, lalu disampaikan ke Bupati. “Nanti kita tuangkan dalam APBD Kabupaten Pekalongan. Anggota DPR menjadi kepanjangan tangan, penghubung masyarakat untuk pengambilan kebijakan pemerintah”, ucap Bupati mengakhiri sambutannya ( Humas Kominfo Kab.Pekalongan).