KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama para Habib, para Kyai Kabupaten Pekalongan beserta ratusan jamaah menghadiri Haul Almarhum Almaghfurlahum KH. Hasan Bulqin bin Thoha dan Sesepuh Desa Surobayan Kecamatan Wonopringgo, di pemakaman umum Desa Surobayan, Jumat (24/1/2020) pagi.
Acara haul dimulai pukul 06.00Wib yang diawali dengan pembacaan surat yasin dan tahlil yang dipimpin oleh Rois Syuriah PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Muhammadun Raden Jundi. Dilanjutkan dengan penyampaian sambutan atas nama keluarga oleh KH. Sabilal Rosyad dan diakhiri dengan sambutan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa dirinya pernah mengenal almarhum almaghfurlah KH. Hasan Bulqin semasa hidupnya. “Secara pribadi saya sempat mengenal beliau karena saya adalah menantu adik beliau yakni Ny. Fatimah,” ujar Bupati.
Bupati mengungkapkan, tahun 1990an dirinya menyaksikan langkah almarhum KH. Hasan Bulqin sebagai seorang ulama. Menurut Bupati, pergaulan beliau sangat luas sekali. Di kalangan para kyai, almarhum KH. Hasan Bulqin menjalin silaturahmi dengan sangat baik.
“Di kalangan santri, beliau adalah seorang ulama yang sangat disegani dan di kalangan masyarakat, beliau membimbing masyarakat dengan prinsip memandang manusia dengan pandangan kasih sayang agar selamat dunia dan akhirat,” terangnya.
Lebih lanjut Bupati menjelaskan, ulama dan umaro bagaikan saudara kembar. Oleh karena itu hubungannya harus saling melengkapi. “Oleh karena itu kami dalam rangka membangun Kabupaten Pekalongan senantiasa dalam bimbingan, nasehat dan pengawasan para ulama, termasuk didalamnya Maulana Habib Baqir yang terus-menerus memberikan dukungan yang luas lahir batin kepada kami dalam menjalankan amanah,” katanya.
Kabupaten Pekalongan ini, kata Bupati, merupakan Kabupaten yang terkenal dengan banyak santrinya. Tentu hal ini paralel dengan banyaknya kyai juga. Sejarah keberadaan para kyai dan ulama ini terkenal sejak lama.
“Saya punya tulisan, ketika awal perkembangan Islam masuk yakni abad ke-14, daerah Pekalongan ini sudah dikenal sebagai salah satu basis perkembangan Islam. Dan Karena Kabupaten Pekalongan banyak “mutiara” tersebut menyebar ke daerah-daerah seperti Wonopringgo, Kedungwuni, Buaran, Tirto, Wiradesa dan Siwalan. Kemudian, sekarang penyebaran Islam di Kabupaten Pekalongan sudah merata di semua Kecamatan yang ada, dengan penduduk Islamnya 99,8 persen dan 0,2 sisanya penduduk non Islam, dan Alhamdulillah semuanya berprinsip kepada nilai-nilai Islam ahlissunnah wal jamaah,” papar Bupati dengan gamblangnya.
“Yang terpenting, melalui Haul ini saya mengajak seluruh warga Kabupaten Pekalongan untuk mendidik anak-anak kita dan jangan lupa pendidikan yang utama adalah pendidikan agamanya. Saya ajak seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk mengaji agar selamat dunia dan akhirat,” ajak Bupati.
Dalam kesempatan pagi itu, dihadapan para jamaah Bupati menyampaikan programnya dalam memimpin Kota Santri berkaitan dengan urusan mengaji. Dikatakan, mengaji itu ada dua, pertama, memang secara kultur masyarakat Pekalongan sudah terbiasa dengan trasidi mengaji. Kedua, secara struktur, Pemerintah terus-menerus berupaya, berikhtiar agar anak didik kita, terutama yang ada di sekolah-sekolah merasakan mendapatkan ilmu yang bisa dipertanggungjawabkan.
“Salah satunya kami di sekolah-sekolah Negeri, baik SDN maupun SMPN memberikan pelajaran Akidatul Awwal pada tingkat dasar dengan berbahasa Jawa. Hal ini juga agar bahasa Jawa kulturnya tidak hilang. Kitabnya yang kita ajarkan yaitu Kitab Risalah Awwal,” ungkap Bupati.
Ditambahkan Bupati, haul ini mengandung maksud agar perjuangan almarhum almaghfurlah KH. Hasan Bulqin untuk terus-menerus ditingkatkan. Kata Bupati, putra beliau almukarom KH. Sirajudin yang merupakan alumni Ponpes Kaliwungu Kendal, saat ini disamping merintis pesantren, atas perintah gurunya juga mendirikan sekolah. Sehingga pengembangan atau pengayaan pendidikan Pesantren, didirikannya sekolah formal dan saat ini sudah ada sekolah SMP dan sedang dibangun gedung.
“Kami mohon hal ini bisa kita dukung secara bersama-sama. Kami dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga terus-menerus melakukan bimbingan dan dukungan agar keberadaan lembaga pendidikan yang dikelolanya bisa eksis dan bermanfaat untuk anak-anak kita semua,” ujar Bupati.
“Kami mohon doa dari para habaib, para kyai, para ulama dan segenap masyarakat Kabupaten Pekalongan agar kami dalam menjalankan amanah sesuai dengan tuntutan baik hukum agama maupun hukum Negara kita. Dan pada endingnya kami bisa mewujudkan kemaslahatan di Kabupaten Pekalongan,” pinta Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Dalam rangka kegiatan Gema Setia (Gerakan Masyarakat Stop Kematian Ibu dan Anak) di Kecamatan Tirto, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi,SH.M.Si meninjau Desa Mulyorejo dan menyalurkan bantuan, Kamis (23/1/2020) siang.
KAJEN - Selama empat tahun, inovasi pelayanan publik di Kabupaten Pekalongan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dinilai masih rendah. Terbukti, dari 72 OPD yang ada di Kabupaten Pekalongan hanya 16 diantaranya yang telah berinovasi untuk mempermudah pelayan publik. Sedangkan dari 16 OPD tersebut, sebagian besar di bidang pelayanan kesehatan.
KAJEN - Dilihat dari populasi masyarakat di Kabupaten Pekalongan, sebagian besar diantaranya berprofesi sebagai petani. Namun realisasinya, sumbangan pendapatan masyarakat dari petani hanya nomor dua yakni sekitar 19 persen. Sedangkan yang pertama malahan dari sektor industri pengolahan, mencapai 31 persen sehingga meski kabupaten namun pendapatan masyarakatnya seperti kota.
KAJEN - Hari ini, Selasa (21/1/2020) diselenggarakan acara Rapat Koordinasi (Rakor) pembahasan draft perjanjian kerjasama wajib 5 Kabupaten yakni Kabupaten Tegal, Pemalang, Pekalongan, Purbalingga dan Banyumas atau disingkat Galang Kapurmas.
KAJEN -Turunnya hujan dengan intensitas yang cukup tinggi selama beberapa jam di wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan, Senin malam ( 20/01/2020) mengakibatkan terjadinya banjir di sejumlah wilayah. Salah satu tempat yang terkena banjir adalah RSUD Kraton yang berlokasi di Kota Pekalongan.
KAJEN - Kecamatan Petungkriyono merupakan salah satu wilayah yang memiliki tempat atau objek wisata terbanyak di Kabupaten Pekalongan. Di antara lokasi tersebut, masih ada yang masih perlu pantauan khusus supaya bisa menjadi destinasi wisata unggulan baru di Kota Santri yakni Telaga Sigebyar Mangunan yang berada di Desa Tlogohendro.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si menghadiri dan memberikan sambutan pada acara Malam Pengantar Tugas Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan dari Ibu Yeni Trimulyani, SH., M.Hum kepada
KAJEN - Belum lama ini, jembatan jambu atau sering disebut jembatan ''begal'' di Desa Kalijoyo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan mengalami longsor. Padahal, jembatan itu fungsinya sangat fital karena menghubungkan Kecamatan Kajen dengan Kecamatan Kandangserang. Namun karena kondisinya yang tidak memungkinkan, akhirnya akses jalan untuk sementara ditutup, khususnya untuk kendaraan roda empat atau lebih.
Bupati mengatakan daerah itu memang merupakan daerah rob. Sebelumnya, Pemkab Pekalongan telah berusaha memperbaiki beberapa jalan dan alhamdulillah bisa mengurangi bencana tersebut. Namun demikian, tetap saja masih ada rumah warga yang tidak ada hujan namun air rob masih menggenangi dalam rumah.
''Desa ini kami jadikan laboratorium kemiskinan wilayah pantai sehingga perlu dipantau terus keberadaannya,'' katanya.
Guna menjadikan desa itu terhindar dari bencana rob, perlu adanya dukungan penuh dari seluruh pihak. Bukan hanya Pemkab yang bergerak namun Perbankan maupun lainnya harus terlibat. Sebab cukup besar anggarannya agar bisa pulih kembali seperti sedia kala atau masyarakatnya merasa nyaman karena tidak harus berhadapan dengan air rob terus menerus.
Sebenarnya, kata Bupati, untuk pendapatan masyarakat di Desa Mulyorejo cukup bagus dan mapan. Namun karena hasil kerjanya untuk membiayai perbaikan rumah, akhirnya yang seharusnya digunakan untuk kepentingan lain digunakan untuk memberi matrial atau bahan bagunan untuk meninggikan rumah.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati yang didampingi istrinya, Ny. Munafah Asip Kholbihi, Kepala Dinas Kesehatan beserta jajaran dan Camat Tirto menyerahkan bantuan berupa Jamban sehat dan PMT (pemberian makanan Tambahan) untuk Balita dengan permasalahan gizi kepada sejumlah warga.
Kemudian juga menyempatkan berbicara dengan masyarakat sekitar, apa yang dibutuhkan dengan kondisi tersebut. Mereka menyampaikan semua keluhan karena kampungnya sering tergenang air rob sehingga berharap, Bupati bisa memperhatikan hal itu dan segera memperbaiki kondisi di Desa Mulyorejo.
Dari hasil pembicaraan dengan salah satu perangkat desa, yang dibutuhkan sekarang adalah mesin pompa. Tempat itu memang sudah ada, namun perlu adanya tambahan mesin lagi sehingga bisa meminimalisir genangan air rob yang masuk ke pemukiman penduduk.
Mendengar hal itu, Bupati meminta agar perangkat desa setempat membuat surat permohonan pengajuan tambahan mesin pompa di kantornya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwiantoro yang ikut mendampingi Bupati ke lokasi tersebut mengatakan selama ini pihaknya sudah memperhatikan daerah itu, khususnya soal kesehatan warga sekitar. Biasanya daerah yang sering tergenang air, rawan terhadap sejumlah penyakit seperti gatal-gatal, demam, dan lainnya.
''Kami telah melakukan 'jemput bola' di desa ini dengan rutin menggelar pemeriksaan kesehatan,'' katanya.
Dengan rutinitas seperti itu, warga sekitar akhirnya menjadi terbantu karena ketika ada yang sakit maka bisa langsung memeriksakan ke tempat itu atau puskesmas terdekat. Kemudian saat periksa kesehatan, masyarakat tidak perlu khawatir soal biaya karena sebagian besar sudah memiliki Jamkesda sehingga pemerintah yang membayar biaya kesehatannya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan saat melaunching dan membuka Workshop Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Kabupaten Pekalongan, di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Kamis (23/1/2020) pagi.
Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menjelaskan padahal, di sejumlah kabupaten, inovasi yang dilakukan juga soal kesehatan. Dengan demikian, persaingannya menjadi ketat sehingga diharapkan tahun 2020 semua OPD harus bisa berinovasi.
''Seluruh OPD harus bisa melakukan inovasi dalam pelayanan publik. Percuma saja kalau tidak bisa karena kita sudah menaikkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebanyak 150 persen,''ujar Bupati kepada jajaran OPD yang mengikuti workshop kompetisi inovasi pelayanan publik.
Bupati memiliki angan-angan, dengan meningkatkan TPP cukup tinggi, maka rekan-rekan di OPD bisa berinovasi. Namun realisasinya, mereka hanya menjalankan tugas sehari-hari tanpa mau menambah performa kinerjanya. Kalau menurut bahasa Presiden RI, mereka bekerja menggunakan sistem linier dan hal inilah kunci daripada ketidakmajuan.
Selanjutnya Bupati Asip Kholbihi menjelaskan, jika berbicara masalah inovasi Kabupaten Pekalongan memang belum bisa berbicara banyak. Padahal era sekarang merupakan era inovasi dan bangsa yang cepat dan inovatif bakal memenangkan pertarungan di era global. Kunci dari semua itu karena soal kemauan, bukan hanya kemampuan. ''Orang yang mampu berinovasi cukup banyak, namun yang berkemauan sedikit sehingga tahun 2020 memerintah kepada seluruh OPD bisa menjalankan inovasi soal pelayanan publik,” tegas Bupati.
Kata Bupati, jangan takut soal hasil inovasinya itu jelek atau lainnya, namun yang penting berusaha lebih dahulu. Soal kekurangan ke depannya masih diperbaiki karena yang utama bagaimana bisa menciptakan inovasi untuk kenyamanan dalam melayani publik atau masyarakat.
Bupati mencontohkan daerah Brebes, tahun 2019 berada di top 45 Indonesia soal berinovasi. Padahal, keberadaannya lebih dahulu Kabupaten Pekalongan yang kini baru menduduki peringkat 20 di Jawa Tengah.
Diceritakan Bupati, suatu saat diundang ke salah satu daerah yang kebetulan kepala daerahnya sahabat karibnya. Bupati Asip melihat, inovasi yang di daerah sangat bagus dan menonjol sehingga terbesit untuk menanyakan soal keberhasilan tersebut kepada temmannya. Dia sangat kaget karena keberhasilan itu, kepala daerahnya tidak ikut terlibat langsung dalam menerapkan inovasi pelayanan publik. Namun semuanya diserahkan kepada Kepala OPD terkait dalam menjalankan program tersebut. Hal inilah yang patut ditiru dan diterapkan di Kabupaten Pekalongan yakni melalui kemauan keras dari seluruh OPD.
''Mudah-mudahan dengan pelaksanaan workshoo kompetisi inovasi dengan mendatangkan narasumber yang handal, inovasi di Kabupaten Pekalongan semakin banyak dan bisa melayani masyarakat dengan baik,'' tegasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
''Hal ini cukup memprihatinkan sehingga kami berharap dari sektor pertanian harus ditingkatkan,'' ujar Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat meresmikan lumbung pangan, lantai jemur dan ricemill di Desa Ketanonageng Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Rabu (22/1 /2020) siang.
Dengan adanya peresmian lumbung padi dan lainnya, maka harapan untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pertanan bisa direalisasikan dengan baik.
Kenapa harus ada lumbung padi, Bupati menjelaskan tempat itu berfungsi untuk menyimpan hasil panen para petani yakni padi. Kalau lumbung itu kosong atau tak terisi berarti kesejahteraan para petani cukup memprihatinkan dan sebaliknya apabila penuh maka usaha yang dilakukan petani di sawah sukses.
Lebih lanjut dijelaskan, Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang memiliki tanggung jawab untuk subsidi swasembada pangan.
"Tahun 2019, hasil produksi pertanian berupa beras menghasilkan lebih kurang 131.000 ton dan dari jumlah tersebut, konsumsinya hampir 80 ribu ton, lalu surplusnya 51 ribu ton. Saya berharap, tahun depan kelebihan produksi beras bisa ditingkatkan dan pemerintah daerah akan mendukungnya," terang Bupati.
Dari data yang ada, luas secara keseluruhan di Kabupaten Pekalongan lebih kurang 90 ribu hektare dan 23 ribu hektare di antaranya merupakan lahan sawah. Kemudian dari jumlah sawah yang ada, 19 ribu hektare di antaranya merupakan lahan yang tak bisa dialihfungsikan. "Adapun 4000 hektare sisa lahan berada di wilayah sekitar Kecamatan Sragi, salah satu Desa Ketanonagen," jelasnya.
Selain peresmian lumbung pangan, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi juga menyerahkan bantuan alat mesin pertanian berupa traktor dan pompa air serta klaim asuransi dari Jasindo. Semua bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Pertanian. Untuk itu, masyarakat maupun petani di desa itu harus bisa memaksimalkan dan mengelola dengan baik.
''Sekali lagi saya meminta dengan adanya bantuan ini dari sektor pertanian harus ditingkatkan, baik hasil maupun pendapatan masyarakat,'' katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, Ir. H. Siswanto menjelaskan tujuan pembangunan lumbung pangan dan ricemill yakni peningkatan volume stok pangan dari masyarakat. Kemudian menjamin akses dan kecukupan pangan, khususnya Desa Ketanonageng Kecamatan Sragi; lalu menjaga kestabilan harga dan gabah hasil panen petani setempat, terutama di kelompok tani
.
Di samping itu juga dapat mengembangkan ekonomi produktif pada kelompok tani atau kelompok lumbung pangan.
Adapun untuk bantuan alat dan mesin pertanian, harapannya memberikan kemudahan bagi para petani saat pengolahan tanah dan tanam, khususnya pada saat musim kemarau. Kemudian dapat meningkatkan indeks pertanaman dalam rangka meningkatkan produksi.selama setahun.
''Dari semula satu tanam kemudian menjadi dua tanam, dan dari dua tanam menjadi tiga kali tanam sehingga hasilnya lebih banyak,'' ujarnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Rakor khusus membahas tiga bidang yaitu bidang pembangunan kepemudaan, bidang ketenagakerjaan, bidang pendidikan dan kebudayaan.
Acara dibuka oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si dan dilangsungkan di aula lantai I Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan. Dihadiri Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta Asisten Pemerintahan dan Kesra beserta para Kepala OPD terkait dari 5 Kabupaten. Dan Rakor dilaksanakan selama dua hari terhitung sejak hari Selasa ini (21/1 /2020) dan Rabu besok (22/1/2020).
Usai membuka Rakor, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si kepada awak media yang meliput menyampaikan bahwasanya hari ini sedang ada kajian-kajian mendalam yang dilakukan oleh para Sekda dan para Kepala OPD terkait di 5 Kabupaten untuk melakukan sinergitas ke lima kabupaten dengan kerjasama.
Menurut Bupati, saat ini semua kerjasama diatur yakni ada kerjasama antar Provinsi dan ada kerjasama antar daerah. "Khusus untuk kerjasama daerah, Kabupaten Pekalongan dengan 4 Kabupaten lainnya dengan tema tiga bidang itu sedang merancangnya," ujar Bupati.
Kemudian, lanjut Bupati, yang paling penting pada tataran implementasi. Karena Jawa Tengah ini menjadi target Pemerintahan Jokowoi-Maruf Amin bahwa nanti pertumbuhan ekonomi dipatok diangka 7.
"Jadi tidak hanya melalui Perpres Nomor 79 tahun 2019 saja tetapi melalui inovasi kerjasama daerah, sehingga ini juga menjadi faktor pendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi 7, serta penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan di Jawa Tengah ini," tegasnya.
"Ini di tataran draft. Saya berharap nanti betul-betul bisa dioperasionalisasikan. Jadi jangan hanya MoUnya saja yang kuat, tetapi yang lebih penting adalah pada tataran aplikasinya, tataran aksi yang lebih penting. Karena ini akan bermanfaat untuk pengembangan daerah," imbuh Bupati ( didik/dinkominfo kab pekalongan )
Sehubungan musibah banjir tersebut, pagi ini Selasa (21/01/2020) Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti melakukan kunjungan langsung ke RSUD Kraton. “Kemarin hujan sangat deras sekali sehingga pompa yang sudah disediakan di Rumah Sakit, dengan debit yang terlalu besar tidak mampu mengatasi, sehingga sampai terjadi banjir. Dan bahkan ada pasien yang dipindahkan dari ruang wijayakusuma ke ruang cempaka yang kebetulan pasiennya sedikit”, ujar Arini di sela sela tinjauannya ke RSUD Kraton.
Arini menjelaskan kalau debit yang berasal dari jalan raya terlalu besar, kalau itu ditambah pompa kurang efektif. Menurutnya perlu diupayakan bagaimana membendung / meninggikan titik yang rendah-rendah sehingga dari jalan tidak masuk ke Rumah Sakit.
Mengenai pihak-pihak Rumah Sakit yang telah mengevakuasi pasien, Arini berterima kasih kepada pihak Rumah Sakit karena dinilai sudah bersikap tanggap, ada banjir pasien langsung dievakuasi dengan cepat sehingga pasien merasa nyaman dan pasien merasa puas dengan pelayanan Rumah Sakit.
“ Mudah-mudaha an tidak terjadi banjir lagi dengan meningkatkan tempat-tempat yang rendah sehingga tidak lagi menggelondor ke Rumah Sakit”, harap Arini.
Sementara itu dr. Eko Wigiantoro, M.Kes selaku Direktur RSUD Kraton membenarkan bahwa pasien yang ada di ruang Wijayakusuma, ruang yang terkena dampak paling parah , telah dialihkan ke ruang cempaka yang bebas dari dampak banjir. Selanjutnya setelah dibersihkan, pasien kembali ke ruangan ( Humas Dinkominfo Kabupaten Pekalongan )
Tempat itu cukup eksotik dengan pemandangan alam yang sangat bagus dan berada di daerah pegunungan sehingga hanya cukup sejuk.
''Tempat ini cukup sunyi dan sangat cocok untuk bertafakur, menikmati karunia dari Allah SWT,'' ujar Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si., saat meninjau telaga tersebut, Minggu (19/1/2020).
Karena masih perlu adanya tambahan agar lokasi ini lebih bagus lagi maka saat ini kawasan Telaga Sigebyar Mangunan masih dalam tahap revitalisasi. Di sekitar telaga, tepatnya di tengah-tengah, terdapat cukup banyak gambut sehingga perlu dikeruk.
"Hingga sekarang, proses pengerukan sekitar 60 persen dan untuk mempercepat kegiatan itu perlu adanya peralatan tambahan dan Pemkab akan menyediakannya," terang Bupati.
Dijelaskan Bupati, agar pelaksanaan perbaikan cepat selesai, maka untuk sementara ini di kawasan telaga ditutup. Nanti kalau sudah selesai dan kondisinya jauh lebih bagus lagi maka akan segera dibuka.
Bupati yakin, telaga itu bisa menjadi destinasi wisata unggulan di wilayah kerjanya dan bakal bisa menarik masyarakat luar kota maupun wisatawan untuk mengunjunginya.
Sebelumnya, sudah cukup lama Pemkab Pekalongan menghibahkan tanah agar dibuat pendopo. Paling tidak, dengan adanya tempat itu juga membuat suasana di Telaga Sigebyar Mangunan semakin apik dan diminati pengunjung.
Sementara itu, Kasi Pemasaran Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Dody Purwanto membenarkan belum lama ini Bupati Pekalongan meninjau untuk melihat perkembangan lebih lanjut telaga yang berada di Kecamatan Petungkriyono.
Saat musim kemarau, air di telaga memang sempat berkurang atau mengering dan pada saat itu muncul gambut di tengah telaga. Sekarang, air di lokasi itu sudah cukup banyak, namun gambut yang merupakan tumpukan dari tumbuh-tumbuhan masih tetap ada.
''Keberadaan gambut ini cukup menganggu pemandangan sehingga perlu adanya pengerukan. Sudah dilakukan beberapa kali pengerukan dan sampai sekarang realisasinya sekitar 60 persen, '' tandasnya.
Jika sudah selesai revitalisasi, maka Telaga Sigebyar Mangunan bisa menjadi pilihan wisata bagi wisatawan yang datang ke Petungkriyono. Selama ini, ada beberapa destinasi serupa yang sudah banyak dikunjungi masyarakat lokal maupun luar kota seperti Curug Sibedug, Curug Lawe, Welo Asri, Black Canyon, Curug Bajing, dan tempat berkemah.
Kemudian sekarang juga terdapat kafe Kopi yang diharapkan menjadi lokasi peristirahatan para pengunjung setelah melihat-lihat sejumlah destinasi wisata di Petungkriyono. Selain menikmati kehangatan kopi setempat, pengunjung juga bisa mengabadikannya dengan selfi atau mengambil gambar pemandangan sekitar. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kegiatan bertempat di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati Pekalongan di Kajen, Kamis (16/1/2020) malam.
Dihadiri Anggota DPR RI Komisi X H. Bisri Romly, MM., Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti beserta suami, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH besert suami, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si bersama istri, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP., MMS beserta istri.
Selanjutnya, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan, para Camat dan Kades, para Pimpinan Instansi Vertikal, BUMN/BUMD, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para stakeholder lainnya.
Ibu Yeni Trimulyani, SH., M.Hum selanjutnya promosi sebagai Kepala Subdirektorat Eksekusi dan Eksaminasi pada Direktorat Tindak Pidana Terhadap Keamanan Negara dan Ketertiban Umum dan Tindak Pidana Umum Lainnya Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Sedangkan Bapak Mardani, SH sebelumnya menjabat Kajari Aceh Besar Provinsi Banda Aceh.
”Selama 3 tahun lebih kita bersama sama mengemban amanah di kabupaten Pekalongan ini ada 2 kutub kebersamaan yang alhamdulilah kita bisa jalankan bersama. Jadi kami bersama sama dengan kejari melaksanakan mandat keadilan sesuai dengan tugas pokok fungsi masing masing”, papar Bupati
Bupati menerangkan Keadilan dalam sebuah terminology diartikan sebagai sebuah perilaku, yang pertama adalah memenuhi aspek hukum positif, kontekstual. Itu adil. Tidak hanya kita terpaku pada aturan aturan yuridis formal saja tetapi ada makna yang sangat lekat dengan keadilan, yaitu rasa kasih sayang.
“Ketika kita mampu memadukan aturan hukum positif dengan rasa kasih sayang maka disitulah nilai keadilan yang hakiki akan bisa kita hadirkan. Alhamdulilah dalam perspektif ini, Kita sudah berjalan baik, pertama, dari aspek kuantias penyelenggaraan keuangan daerah, ketatausahaan keuangan daerah”, lanjut bupati
“Kita daya serapnya rendah karena berbagai hal. Faktor eksternal dan internal. Kemudian kondisi kita perbarui. Dengan mekanisme yang kita ciptakan bersama, Akhir tahun 2019 kami melaksanakan kegiatan tidak kurang dari 1325 kegiatan, baik yang berbentuk lelang maupun non lelang. Semua kegiatan berjalan dengan baik . Sekarang dana pemerintah yang tersimpan di rekening umum kas daerah kita sekitar 30-40 Milyar. Ini sebuah capaian yang luar biasa. Dari belanja modal,belanja langsung kita yang nilainya hampir 400 milyar. Ini tidak mudah”, tegasnya
Bupati menyadari hasil yang telah dicapai merupakan kerjasama berbagai pihak. "Tentu kita tidak bisa bekerja sendiri. Kerjasama yang baik antar sektor, kemudian tanggungjawab yang besar bagaimana agar anggaran ini betul-betul kita dedikasikan untuk kesejahteraan masyarakat dan tentu saja dikelola dengan professional dan bertanggungjawab”, imbuhnya
“Saya ucapkan marhaban ahlan wasahlan kepada bapak Mardani dan keluarga, selamat datang di Kajen. Mudah mudahan kehadiran bapak semakin memberikan nilai tambah terhadap akselerasi pembangunan di kabupaten Pekalongan serta semakin mempererat rasa persatuan dan kesatuan kita”, ucap bupati ( Humas Koninfo )
Melihat kondisi salah satu daerahnya mengalami longsor, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si bersama sejumlah pejabat lainnya langsung menyempatkan waktunya menuju ke Jembatan Jambu, Jumat siang (17/1/2020).
Setelah menyaksikan dan mamantau sendiri di lokasi kejadian, Bupati meminta agar segera dilakukan perbaikan jembatan dan maksimal waktunya tiga minggu lamanya.
''Paling lama tiga minggu kita akan kembalikan fungsi jembatan ini seperti sedia kala,'' tandasnya.
Pemkab bakal menyiapkan anggaran melalui dana tak terduga supaya secepatpun mungkin perbaikan jembatan selesai. Masalahnya, jalan ini sangat fital karena masyarakat yang ada di Kajen maupun sebaliknya, Kandangserang yang naik mobil tidak bisa melintas.
Sambil menunggu perbaikan, Bupati meminta kepada seluruh jajaran yang terkait dengan kondisi tersebut agar menyiapkan jalur alternatif, terutama kendaraan roda empat. Meski harus memutar, yang penting akses jalannya tetap lancar sampai perbaikan jembatan jambu selesai.
"Imbas dari longsornya jembatan itu memang cukup besar yakni menghambat roda perekonomian masyarakat sekitar. Makanya perlu adanya jalur alternatif yang menghubungkan kedua kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Kemudian untuk kendaraan besar, seperti truk supaya tidak melintas di jalur alternatif dan dirinya sudah berkoordinasi supaya menutup jalan bagi kendaraan jenis itu," ujar Bupati.
Selanjutnya dijelaskan, selama bulan Januari, kekhawatiran terjadinya bencana di Kabupaten Pekalongan memang cukup tinggi. Selain di Jembatan Jambu, juga ada beberapa titik atau lokasi yang mengalami hal serupa. Kemudian bencana banjir, khususnya di wilayah utara, meski skalanya masih kecil atau genangan airnya belum terlalu tinggi, namun masih ada terjadi.
Walau begitu, dengan kesiapan dan dukungan dari semua pihak, insya allah Pemkab Pekalongan berusaha menanganinya dengan baik. Hal itu sudah dilakukannya, masyarakat perangkat desa, maupun dari jajaran TNI dan Polri bekerjasama membantu warga yang terkena longsor.
''Semua hal yang ada kaitannya dengan becana alam, seperti longsor dan banjir akan segera diperbaiki,'' tegasnya.
Ada fase atau tahapan yang namanya rehabilitasi rekontruksi, tapi sampai sekarang skalanya masih kecil atau lokal. Mumpung belum terlambat, Bupati menyampaikan di bulan januari, musim hujan belum berakhir sehingga masyarakat harus waspada. Kemudian Pemkab dan isntansi terkait juga sudah on call dan siap siaga guna mengantisipasi datangnya bencana alam secara tiba-tiba atau mendadak. (red)