KAJEN - Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pekalongan dinyatakan terjangkit virus corona atau Covid-19 merupakan salah satu kepala OPD Kabupaten Pekalongan. "Hasil tracking, pasien habis jemput anaknya di bandara karena pulang dari Bali. Setelah dilakukan tes anaknya juga dinyatakan positif," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setyawan Dwiantoro saat melakukan press conference di aula Dinkominfo setempat, Kamis (16/4/2020) sore.
Menurut Setyawan , bapak BI (58) masuk di rumah sakit pada tanggal (29/3/2020) dan saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kraton.”Namun demikian saat ini yang bersangkutan dalam kondisi membaik dan akan dilanjutkan isolasi mandiri”terangnya.
Setelah penetapan status pasien positif itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan melakukan rapid tes virus corona terhadap Bupati, Anggota dewan, Kepala dinas, ASN yang telah pernah kontak langsung dengan pasien positif. "Langkah yang dilakukan Dinkes saat ini melakukan tracking. Namun, tidak semua pegawai dan pejabat dilakukan rapid tes, hanya yang pernah kontak langsung dengan pasien Covid-19," jelasnya.(RED)
Publisher : aris
Kamis, 16 April 2020
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan siapkan 73.000 paket sembako bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang terdampak Covid-19. Paket sembako tersebut akan didistribusikan dua kali, yaitu di bulan April dan Mei. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH.M.Si. saat ditemui pada kegiatan bantuan paket sembako untuk pedagang dilingkungan sekolah, tukang becak dan supir angkot terdampak pandemi covid 19, di Kantor Dindikbud Kabupaten Pekalongan pada hari Rabu (15/4/2020).
KAJEN - Kabupaten Pekalongan sampai hari ini masih tetap menjalankan apa yang harus dilakukan sesuai protocol, Setelah ada yang meninggal ada lagi dua orang yang meninggal di Kabupaten Pekalongan namun dinyatakan negative, Hal ini dijelaskan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat ditemui dalam acara peutupan TMMD 2020 di Desa Pantirejo Kecamatan Kesesi, Selasa (14/4)
KAJEN - Ditengah pandemi corona dan seiring menurunnya tingkat ekonomi masyarakat Kabupaten Pekalongan, Bupati menghimbau untuk seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Pekalongan, baik yang tinggal di kota maupun kabupaten lain harus ikut berbagi sesama dengan membantu masyarakat miskin yang ada di sekitar tempat tinggal. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab dan empati kepada masyarakat. Ini wajib dan kepala OPD akan mengidentifikasi atau mendata siapa membantu siapa. “Kepada para ASN dalam situasi seperti ini mari kita bersama-sama berbagi untuk mengatasi dampak sosial karena efek pandemi Corona ini dan saya instruksikan kepada seluruh ASN untuk nyonggo bantuan ekonomi minimal 2 kepala keluarga di kanan kiri lingkungan kita masing-masing,” Jelas Bupati saat ditemui di Puskesmas 2 Wonokerto, Senin (6/4).
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan menambah rumah sakit (rs) rujukan lini 3 untuk mereka penderita terinfeksi virus Corona. RS ini nantinya untuk Penambahan jumlah ruang isolasi pasien ODP (Orang Dalam Pantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di Kabupaten Pekalongan . Kebijakan ini diambil oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebagai upaya untuk mengantisipasi membeludaknya jumlah pasien yang disebabkan oleh laju pemudik dari daerah zona merah COVID-19 yang sangat tinggi. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si. saat ditemui saat meninjau persiapan Puskesmas 2 Wonokerto sebagai RS rujukan lini 3 pada hari Senin (6/3/2020).
‘’Ini kegiatan untuk pembagian bantuan terdampak Covid-19 di Kabupaten Pekalongan. Kami akan membagikan 1.500 paket sembako. Ini sekitar 200 juta, yang sebenarnya merupakan dana untuk desa binaan, namun berhubung ini ada Covid-19 , langsung saya alokasikan ke bantuan sembako .’’ Kata Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan KH.M Dzukron saat ditemui di Kantor Dindik Kabupaten Pekalongan pada kegiatan bantuan paket sembako untuk pedagang dilingkungan sekolah, tukang becak dan supir angkot terdampak pandemi covid 19, Rabu (15/4/2020).
Bantuan tersebut sebanyak 675 paket akan disalurkan kepada para pedagang yang biasa berjualan di lingkungan sekolah.
‘’ untuk penerimanya ini dari 1.500 itu ada 675 paket untuk pedagang di lingkungan sekolah. Karena sekolahan kan sekarang libur, yang dagang mau makan apa. Untuk itu kita alokasikan 675 paket bantuan sembako.’’ Kata Ketua Baznas.
Selain diberikan kepada para pedagang sekolah, bantuan paket sembako juga disalurkan kepada para fakir miskin, tukang becak dan juga tuna netra.
‘’ kita bagi untuk fakir miskin di lingkungan Baznas sendiri di Wonokerto,Bojong, Wiradesa, Tirto dan juga Kajen sebanyak 100.’’
‘’ Yang tukang becak kami alokasikan 400 paket untuk daerahWonopringgo,Kajen,Bojong, Wiradesa,Kesesi,Kedungwuni dan juga Buaran dengan jumlah yang sesuai kebutuhan yaitu 400 paket. Dan juga Tunanetra, tukang pijat ini kan karena ada social distancing 48 orang tukang pijat kita bagikan bantuan sembako untuk meringankan beban mereka.’’ Kata Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan.
Dengan disalurkanya 1.500 paket sembako ini, Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan KH.M Dzukron berharap ini bisa membantu dan meringankan beban masyarakat di Kabupaten Pekalongan yang terkena dampak dengan adanya Covid-19.
‘’ Dengan ini, harapanya adalah bisa sedikit membantu untuk merngankan beban, yang selama ini dia peroleh tambahan dari hasil harianya yang berkurang dengan adanya Covid-19 ini.’’ Jelas Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan ( Red )
Publisher : aris
Rabu, 15 April 2020
‘’Jadi dampak ekonomi secara stimulan sudah kita buat skemanya yang antara lain kita nanti menyiapkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan sekitar 73.000 paket sembako yang kemudian akan kita distribusikan dua kali untuk bulan April dan Mei.’’ Ungkap Bupati Asip.
Selain Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Bupati Asip mengatakan bahwa bantuan akan diberikan juga oleh Gerakan ASN Berbagi , lembaga-lembaga CSR,perusahaan-perusahaan dan juga Baznas, yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terkena dampak Covid-19.
‘’ Kemudian dari Gerakan ASN Berbagi itu kita target sekitar 20.000. Ini data sudah mulai masuk, kemudian juga lembaga-lembaga CSR,perusahaan-perusahaan juga kali ini dengan Baznas.’’
‘’ Kalo sinergi ini berjalan terus, tentunya ini akan membantu meringankan beban masyarakat yang terkena dampak Covid-19.’’ Kata Bupati Asip.
Selain salurkan bantuan kepada masyarakat di Kabupaten Pekalongan yang terkena dampak Covid-19, Bupati Asip Kholbihi menjelaskan bahwa Pemkab Pekalongan juga telah mengusahakan bantuan bagi warga Kabupaten Pekalongan yang masih berada di DKI Jakarta.
‘’Kemarin saya juga sempat berkomunikasi dengan para anggota DPR RI yang mewakili daerah domisili Kabupaten Pekalongan di Jakarta, untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang tidak mudik , sekitar 200 orang di DKI Jakarta , yang tergabung di dalam Paguyuban Warga Kabupaten Pekalongan yang ada di Jakarta.’’
‘’Kita dengan pengurus PWP sudah melakukan komunikasi sekaligus kita berkomunikasi dengan para anggota DPR RI yang ada di Jakarta untuk membantu, yang alhamdulilah ini berjalan dengan baik. Hari ini mungkin droping bantuannya sudah diterima, sambil menunggu kebijakan bantuan dari Pemerintah DKI Jakarta.’’ Jelas bupati.
Dalam kesempatanya kali ini, Bupati Asip juga mengatakan bahwa ada sekitar 28.000 warga Kabupaten Pekalongan yang sudah mudik ke Kabupaten Pekalongan yang diharapkan Pemkab Pekalongan dapat membantu warga yang pulang mudik tersebut.
‘’ Mudah-mudahan 28.000 warga yang mudik sudah titik dominasi sehingga kita akan berkonsentrasi menangani efek dampak ekonomi. Jadi mereka ini bisa memperoleh bantuan dari berbagai skema bantuan.’’ Kata Bupati Asip.
Bupati Pekalongan juga mengatakan bahwa pihaknya secepatnya bl akan dibuka Rumah Sakit di Puskesmas Wonokerto 2 untuk pasien ODP dan PDP.
" Untuk aspek kesehatan, besok kami akan segera membuka Rumah Sakit untuk pasien ODP dan PDP di Puskesmas Wonokerto 2." kata Bupati Asip ( Red )
Publisher : aris
Rabu, 15 April 2020
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menjelaskan. "Masyarakat sangat senang sekali dan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan TMMD tahun ini meskipun di tengah-tengah situasi kita untuk bersama-sama ikhtiar mencegah penyebaran Covid 19, TMMD ini juga digunakan untuk sosialisasi berkaitan dengan upaya-upaya untuk pengurangan Covid 19 di Kabupaten Pekalongan," Jelas Bupati
Sementara itu Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Infantri Arfan Johan Wihananto membahkan, harapannya tidak hanya hal fisik saja yang dimanfaatkan tapi juga yang non fisik bisa dimanfaatkan dimasyarakat.
"Karen tidak hanya program fisik, tapi program non fisik juga kita kedepankan, sehingga harapannya masyarakat dapat memanfaatkan hasil program fisik dan hal non fisiknya yang sifatnya pembangunan sumber daya manusia, karena kedepan pengurangan tingkat kemiskinan dan juga pendidikan merupakan hal yang harus dikedepankan," Jelasnya
Yang sudah tercapai dan sudah 100% selesai pada TMMD tahun ini, diantaranya yaitu peningkatan jalan Vol panjang 2.550 M dan Lebar 3 M, Turap panjang 350 M x tinggi 1 M, Turap panjang 450 M x tinggi 1 M, kemudian sasaran tambahan rehab 10 unit rumah tidak layak huni dan pembuatan 3 pos kampling.
Bupati berharap hasil TMMD dirawat dan dijaga dengan baik, dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan ekonomi, kepentingan social, maupun kepentingan budaya ( Red )
Publisher : aris
Selasa, 14 April 2020
“Kemarin setelah ada yang meninggal ada lagi dua orang yang meninggal namun dinyatakan negative, ini yang beredar di masyarakat,” Jelas Bupati
Saat ini kalau ada yang meninggal masyarakat bertanya-tanya apakah ini korban Covid atau bukan, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tetap mengacu kepada hasil laboratorium yang disampaikan oleh para dokter. Kematian yang di Wonopringgo dan Karangdadap belum ada hasil labnya jadi masih dinyatakan negative, namun kalau yang di Sragi memang sudah dinyatakan positive dan masuk di ruang isolasi Rumah Sakit Daerah Rujukan (RSUD) Kraton.
Upaya selanjutnya Bupati menghimbau kepada para pemudik, demi keselamatan bersama dimohon untuk melakukan isolasi diri, karena saat ini jumlahnya sudah 28 ribu pemudik yang sudah masuk di Kabupaten Pekalongan dan kebanyakan dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Bupati menambahkan. “Sekali lagi kedisiplinan dan kedewasaan berfikir para pemudik menjadi kunci keselamatan keluarga dan masyarakat semua.” Tambah Bupati ( Red )
Publisher : aris
Selasa, 14 April 2020
Senin, 13 April 2020
Senin, 13 April 2020
Pemkab tidak memotong gaji ASN, Pemkab tidak menggunakan mekanisme pemotongan intensif tapi membangun kesadaran sendiri dari hati. “Ayok bersama-sama setiap ASN 1 minimal gotong 2 tetangga,” tambah Bupati. Kalau jumlah ASN hampir ada 9ribu maka akan ada 18ribu rumah tangga sasaran yang bisa di bantu, jadi ini merupakan bentuk gerakan kesadaran sosial.
Hal ini sudah diskusi dengan kalangan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pekalongan dan berbagai komponen, yang menyatakan persetujuan dengan rencana ini. Pemerintah akan menganggarkan juga dari anggaran belanja daerah, dari provinsi, dan dari pusat. Nantinya akan disinergikan karena Pemkab punya data yang cukup lengkap berkaitan dengan data penduduk miskin.
Selanjutnya Pemkab akan menyelesaikan basis kemiskinan yang sudah tercatat di dalam basis data terpadu milik Pamkab, ini angkanya cukup fantastis, kalau dulu 73ribu sekarang sudah 120ribu, oleh karena itu Pemkab akan petakan, sehingga dengan gerakan gotongroyong terutama yang diinisiasi dari ASN ini harapannya seluruh warga Kabupaten Pekalongan dapat merasakan berat sama dipikul ringan sama dijinjing, serta tabah menghadapi wabah ini segaligus bersama-sama dengan pemerintah untuk ikhtiar. (Red)
Publisher : aris
Senin, 6 April 2020
‘’Bahwa kita hari ini melakukan inspeksi kaitan dengan persiapan untuk menambah ruang isolasi untuk pasien ODP (Orang Dalam Pantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di Kabupaten Pekalongan.’’ Kata Bupati Asip. Adapun untuk tempatnya sendiri, bupati Asip menjelaskan bahwa ruang isolasi akan ditambahkan di Puskesmas 2 Wonokerto dengan kapasitas 46 ,yang dianggap bisa menjadi ruang isolasi karena letak puskesmas yang jauh dari pemukiman warga.
‘’ Di Kabupaten Pekalongan sendiri ini sudah kita plot yaitu di Puskesmas 2 Wonokerto, yang alhamdulilah kapasitasnya untuk ODP (Orang Dalam Pantauan) 40 dan untuk PDP (Pasien Dalam Pengawasan) 6, plus ruang untuk para tenaga medis.’’ Jelas Bupati. Dan untuk daya tampung ,bupati mengatakan bahwa Kabupaten Pekalonganmemiliki 2 rumahsakit untuk penanganan Covid-19, yaitu RSUD KRATON yang merupakan rumahsakit lini satu dan RSUD KAJEN yang merupakan rumahsakit lini dua.
‘’ daya tampung kita mempunyai dua rumah sakit,yang pertama adalah RSUD Kraton itu merupakan lini satu untuk pasien PDP,tapi ruang isolasinya terbatas ,kemudian kita punyalini dua yitu RSUD Kajen yang juga ini terbatas. Oleh karena itu,kita siapkan lapis tiga yaitu Pusekesmas 2 Wonokerto ini.’’ Kata Bupati. Selain itu dalam kesempatanya kali ini, bupati Asip Kholbihi juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten telah melakukan langkah-langkah yang sesuai dengan protocol seperti yang telah dikatakan oleh Presiden dan Gubernur serta Kementrian Kesehatan terkait penanganan Covid-19.
‘’ Satu persatu mulai kita lakukan,sehingga InsyaAllah sampai hari ini pun kondisi di Kabupaten Pekalongan dalam situasi yang alhamdulilah aman. Artinya secara komunitas memang ODP itu naik,karena laju pemudik yang luar biasa. Sekarang pemudik kita sudah mencapai 22.010 orang’’
‘’ tetapi pemudik-pemudik ini sudah diawasi oleh para Kepala Desa yang bekerjasama dengan para petugas medis untuk melakukan isolasi diri secara mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari, kecuali yang mempunyai gejala medis sesuai dengan ketentuan yaitu suhu sama dengan atau di atas 38,batuk,pilek ,sakit kepala ,maka itu akan kita awasi secara serius.’’ Ungkap bupati Asip Kholbihi.
Dengan langkah-langkah yang diambil tersebut dan atas kerjasama antara jajaran Pemkab,Camat,kepala desa dan tenaga kesehatan, serta kesadaran dari masyarakat, bupati berharap ini semua bisa mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan. ‘’InsyaAllah dengan ikhtiar yang kita lakukan dengan seluruh jajaran Dinas Kesehatan terutamanya dan dibantu dinas-dinas terkait,semua bergerak termasuk para camat,kepala desa dan yang lebih penting adalah kesadaran kolektif dari masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan ini saya kira sebuah langkah yang baik.’’ Kata Bupati Asip.
Dan untuk kondisi di Kabupaten Pekalongan Sendiri saat ini untuk jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP) yaitu bertambah menjadi 99 orang yang disebabkan oleh laju pemudik yang besar,kemudian untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 6 orang dengan dua orang dirawat di RSUD KRATON dan yang 4 sembuh, untuk yang positif Covid-19 kosong, dan yang meninggal kosong.(red)
Publisher : aris
Senin, 6 April 2020