KAJEN - Pendapatan bersih dari hasil Bulan Dana PMI Kabupaten Pekalongan tahun 2019 sebesar Rp 1.119.192.400,-. Jika dibandingkan dengan hasil bulan dana PMI tahun 2018 sebesar Rp 1.063.087.100,- maka hasil bulan dana PMI tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 5,09%.
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, secara resmi menutup Bulan Dana PMI Tahun 2019, Kamis (30/1/2020) di ruang rapat Bupati Pekalongan.
Penutupan Bulan Dana PMI Kabupaten Pekalongan Tahun 2019 ditandai dengan diserahkannya hasil secara simbolis dari Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto selaku Ketua Panitia kepada Bupati Pekalongan Asip Kholbihi. Selanjutnya diserahkan kepada Ketua PMI Kabupaten Pekalongan Arini Harimurti.
Penyerahan hasil bulan dana PMI tahun 2019, disaksikan oleh Kepala Kejari Kabupaten Pekalongan Mardani, perwakilan Polres Pekalongan dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan, serta seluruh jajaran pengurus PMI Kabupaten Pekalongan.
Ketua Panitia Bulan Dana PMI Kabupaten Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto dalam sambutanya menuturkan, pendapatan bulan dana PMI Kabupaten Pekalongan tahun 2019 mengalami peningkatan, hal itu menunjukkan komitmen dari semua kalangan di jajaran pemda dalam melaksanakan anjuran Bupati yang dilakukan secara konsekuen dan pasti. “tanpa adanya stresing dari bapak bupati, target ini tidak akan tercapai,” katanya.
Oleh karena itu, kami selaku panitia mengucapkan terimakasih kepada Bupati Pekalongan, seluruh jajaran panitia, kepada seluruh OPD dan kepada seluruh penyumbang bulan dana PMI. “dengan ini kami nyatakan kegiatan bulan dana PMI Kabupaten Pekalongan tahun 2019 sudah selesai,” tutur Dandim.
Sementara itu Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, target perolehan Bulan dana PMI Kabupaten Pekalongan pada tahun 2019 sudah memenuhi target yakni diatas 1 milyar. “pada tahun depan kita akan naikkan targetnya menjadi 1,5 milyar. Saya akan mengevaluasi kecamatan dan titik-titik mana yang belum maksimal,” katanya.
Menurutnya, keberadaan PMI Kabupaten Pekalongan yang berada dibawah kepemimpinan Wakil Bupati Pekalongan sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, apalagi di saat sekarang ini yang mana bencana banyak terjadi di berbagai wilayah. “pada musim hujan kemarin di berbagai daerah banyak yang terjadi longsor, banjir bandang dan di Kota Pekalongan juga terjadi banjir, alhamdulilah Kabupaten Pekalongan belum terjadi bencana yang besar, ada banjir namun masih bisa diatasi,” katanya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Pelantikan dan pengukuhan pengurus DPD APKLI (Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia) Kabupaten Pekalongan periode 2020-2025 oleh DPP APKLI, Kamis (30/1/2020) di Pendopo Kabupaten Pekalongan di Kajen.
KAJEN - Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si bersama 18 Bupati/Walikota di Propinsi Jateng dan DIY secara simbolis menerima bantuan sarana perdagangan dari Kementrian Perdagangan Republik Indonesia. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Agus Suparmanto dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Blora, Rabu (29/1/2020).
KAJEN - Wilayah Kumuh di Kabupaten Pekalongan hingga sekarang kian berkurang. Tahun 2019, Kota Santri telah mengentaskan tingkat kekumuhan sekitar 550 hektare dari 671 hektare. Dengan demikian sisanya tinggal sekitar 50 hektare dan akan dikerjakan di tahun ini yakni 2020.
KAJEN - "Hari ini saya mengecek skema pembiayaan BPJS di RSUD Kajen. Ternyata, RSUD Kajen ini sedikit dari banyak rumah sakit yang settle tata Kelola keuangannya. Sehingga walaupun piutang di BPJS yang berjumlah Rp 30 milyar belum dibayar, tetapi RSUD Kajen ini tetap survive," ujar Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat meninjau RSUD Kajen, Selasa (28/1/2020) siang.
KAJEN - Petugas Pencatat Meter PDAM Tirta Kajen akan mendapatkan tugas tambahan baru yakni mencatat komplain dari para pelanggan. Komplain dari pelanggan yang baik atau tidak baik itu dicatat semua kemudian diinventarisir serta diklasifikasi kemudian ada treatment yang jelas dari Direktur PDAM Tirta Kajen untuk memuaskan pelanggan.
KAJEN - Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik menyatakan penggunaan bantuan keuangan partai politik prioritas digunakan untuk Pendidikan politik bagi anggota partai politik dan masyarakat. Selain itu juga sebagai dana penunjang kegiatan operasional sekretariat partai politik.
KAJEN – Ribuan pengunjung memadati pengajian umum dalam rangka Haul Kyai Mohammad Arshal atau Wali Mbah Gendon ke-61 di Dusun Bantul Desa Kesesi Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan, Minggu (26/1/2020) pagi.
KAJEN - Jumat (24/2020) siang, bertempat di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen Kabupaten Pekalongan dilaksanakan kegiatan pembukaan Kejuaraan Pencak Silat SH Terate Cup II Piala Bupati Pekalongan tingkat Eks. Karesidenan Pekalongan tahun 2020.
Pelantikan dihadiri Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Ir. Hj. HB. Riyantini, dan perwakilan pedagang kaki lima di Kabupaten Pekalongan.
Adapun pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APKLI Kabupaten Pekalongan 2020-2025 adalah Hufron Jamal (Ketua), Dwi Mei Narna, SH (Wakil ketua bidang organisasi, keanggotaan dan kaderisasi), Dadang Rohandi, SH (Wakil ketua bidang advokasi, penataan dan pemberdayaan), Tatik Handayani (Wakil ketua bidang hubungan antar lembaga), H. Abdul Hadjan (Wakil ketua bidang sistem usaha, lembaga keuangan, dan pengembangan ekonomi kerakyatan).
Selanjutnya, H. Kirom Hero Purwanto, SH (Wakil ketua bidang informasi, komunikasi dan jaringan), M. Asadullah (Wakil ketua bidang kesejahteraan sosial), Mulyono (Wakil ketua bidang penelitian dan pengembangan). Erfayanto (Sekretaris), Budi Satoto (Bendahara).
Bupati dalam sambutannya menyampaikan harapannya kepada para pengurus DPD APKLI Kabupaten Pekalongan yang barusaja dilantik agar bisa menjalankan visi misi yang sudah disepakati bersama dan atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengucapkan selamat. “Hari ini kita menyaksikan pelantikan pengurus DPD APKLI Kabupaten Pekalongan periode 2020-2025. Mudah-mudahan seluruh pengurus bisa menjalankan visi misi yang sudah disepakati. Selamat bekerja dan akan menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Pekalongan utamanya dalam memberdayakan para pedagang kaki lima yang jumlahnya di Kabupaten Pekalongan menurut Perda Nomor 21 Tahun 2017 dan Peraturan Bupati Nomor 29 Tahun 2019 sedang kita tata. Nanti kita akan memiliki database karena ini mandate Perda kita,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati mengatakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan memiliki komitmen untuk melaksanakan pemberdayaan, tidak hanya pada aspek bagaimana pedagang kaki lima bisa mendapatkan tempat jualan yang layak dan untung, akan tetapi dari berbagai aspek seperti aspek kesehatan, aspek estetika kota dan aspek lainnya menjadi concern Pemkab Pekalongan. Inilah yang melatarbelakangi lahirnya Perda Nomor 21 Tahun 2017.
“Semakin banyak asosiasi yang mengatur para pedagang kaki lima, Pemerintah semakin diuntungkan. Karena kita semakin banyak pula memiliki mitra strategis dalam rangka pemberdayaan. Saya mengajak seluruh pengurus APKLI bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Pekalongan,” ajaknya.
Bupati menuturkan, Pemkab Pekalongan memiliki pusat UMKM di Kedungwuni yang tujuannya juga menjadi tempat mengelola UMKM. Data yang masuk ke Dinperindagkop dan UKM jumlah UKM sebanyak 43.000. Dari 43.000 itu hampir 20.000 bergerak di sektor industri pengolahan pembatikan
“Walaupun kita ini Kabupaten akan tetapi kalau dilihat dari struktur pendapatan masyarakatnya Kabupaten Pekalongan sudah seperti masyarakat Kota. Karena hampir 32 % pendapatan masyarakat Kabupaten Pekalongan berasal dari industri pengolahan, sisanya 17% dari sektor pertanian dan pendapatan-pendapatan lainnya. Artinya masyarakat kita sebenarnya adalah masyarakat yang mandiri , masyarakat yang berada di level masyarakat kota,” terang Bupati.
Pedagang kaki lima ini adalah bagian dari arsiran jika dlihat dari geopolitik kemiskinan. Dari database terpadu jumlah warga miskin Kota Santri ebanyak 73.373 orang, tetapi kalau berdasarkan data BPS sebanyak 83.000 orang. “Ini turun drastis dari tahun sebelumnya yang diangka 12,96% menjadi 9,71% . Pada tahun 2021 nanti kami menargetkan angka kemiskinan di angka 8% atau 7%,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati menceritakan dari diskusi berbagai kepala daerah di Jawa Tengah yang rata-rata kepala daerah dibuat pusing dengan hadirnya pedagang kaki lima Tetapi Bupati sampaikan bahwa untuk di Kabupaten Pekalongan, mengenai keberadaan banyaknya para pedagang kaki lima cara berpikirnya harus dibalik. Yakni bagaimana hal itu justru menjadi kekuatan ekonomi yang menarik, kekuatan ekonomi yang betul-betul menjadi daya dukung pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan.
“Kita tidak bisa main gusur pedagang kaki lima begitu saja, itu tidak bisa. Kalau pedagang kaki lima kita tata dengan baik, orang senang berbelanja di kaki lima, pedagangnya merasa untung, merasa nyaman, terlindungi. Sehingga pedagang kaki lima yang jumlahnya 43.000 itu kalau penghasilannya baik, kalau mereka berada di basis data terpadu kemiskinan kita, maka harus dikeluarkan, dan ini juga akan mengurangi angka kemiskinan. Dan ini saya kira upaya yang strategis,” papar orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan tersebuut. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Dalam acara yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Blora, Menteri Perdagangan yang didampingi Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Suhanto, Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Pohan, Direktur P3DN (Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Ida Rustini dan Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Susi Herawati, menyampaikan bahwa pemberian bantuan stimulan tersebut dalam rangka memacu percepatan pemberdayaan pedagang dan UMKM.
"Selain pemberian bantuan tersebut, Pemerintah lewat Kementerian Perdagangan dan Kementerian PUPR telah memberikan bantuan pembangunan dan revitalisasi pasar-pasar daerah," ujar Mendag.
Dalam acara penyerahan bantuan tersebut Kabupaten Pekalongan mendapat bantuan stimulan berupa 150 unit gerobak, Coolbox besar 195 liter 20 unit, Coolbox kecil 75 liter 20 unit, dan tenda sebanyak 20 unit.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si dalam keterangannya setelah menerima bantuan, menyatakan bahwa bantuan dari Pemerintah Pusat ini selaras dengan usaha Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam memberdayakan dan meningkatkan ekonomi rakyat khususnya para pedagang kecil.
"Alhamdulillah ikhtiar kita selama ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan percepatan pemberdayaan para pedagang mendapat perhatian Pemerintah Pusat. Setelah Pasar kedungwuni, pada tahun 2019 dan 2020 Kabupaten Pekalongan kembali memperoleh bantuan Pembangunan Pasar dari Pemerintah pusat" kata Bupati Asip.
Lebih lanjut 'Orang nomer satu" di Kota Santri itu mengatakan bahwa tahun 2019 Kabupaten Pekalongan mendapatkan dana DAK sebesar Rp 4,1 Milyar untuk pembangunan Pasar Sragi dan untuk tahun 2020 ini mendapat TP untuk pembangunan Pasar Tanjung Kecamatan Tirto kurang lebih Rp 4 Milyar, serta bantuan Pembangunan Pasar Wiradesa dari Kementrian PUPR sebesar Rp.108 Milyar.
"Khusus pasar Wiradesa sudah saya perintahkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM untuk merencanakan relokasi para pedagang pasar ke pasar sementara selama proses pembangunan pasar nantinya," kata Bupati.
"Saya mohon kerjasama semua pihak dan doa restu masyarakat Kabupaten Pekalongan agar semuanya berjalan dengan lancar dan membawa manfaat untuk Kabupaten Pekalongan," imbuhnya. (red)
''Kami akan terus berupaya untuk mengurangi areal kumuh tersebut, dengan penataan lingkungan. Kemudian juga mengurangi kemiskinan karena kawasan kumuh seringkali identik dengan kemiskinan,'' ujar Bupati KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat membuka kegiatan Coaching Clinic Skala Kawasan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di ruang pertemuan Hotel Nirwana, Pekalongan, Selasa (28/1/2020) sore.
Dengan demikian, kata Bupati, ditargetkan tahun 2020 Kabupaten Pekalongan menjadi kawasan yang bebas kumuh. Upaya yang dilakukannya yakni dengan melaksanakan program pengentasan kumuh skala kawasan di Kecamatan Buaran dan Kedungwuni.
Kebetulan dalam menjalankan program tersebut Pemkab mendapatkan anggaran sebesar Rp 40 M dari pinjaman bank di luar negeri melalui APBN. Sedangkan anggaran sebesar itu nantinya digunakan untuk revitalisasi drainase, air bersih, penataan kawasan dan hal hal ang menunjang untuk mewujudkan lingkungan sehat. Mengingat didanai dari pinjaman luar negeri maka dalam menjalankan program maupun anggaran supaya digunakan dengan sebaik-baiknya. Mereka yang terlibat dengan pelaksanaan program bebas kawasan kumuh agar bisa tepat waktu dan fungsi.
''Program ini merupakan multi years yang dikerjakan sampai tahun 2021. Namun demikian, target agar tercapai kawasan bebas kumuh kalau bisa tahun 2020,'' tandasnya.
Bupati menjelaskan, peran dari Pemkab Pekalongan agar bisa mencapai target di antaranya melakukan sosialisi ke masyarakat dan seluruh stake holder. Kemudian menyinergikan dengan kegiatan yang dilakukan dengan program tersebut seperti pembebasan lahan, revitalisasi IPAL. Berikutnya membantu dari sejumlah kelompok masyarakat yang dilalui program tersebut seingga secara sosial tidak menimbulkan efek negatif.
Sejak terus menerus berusaha mengurangi jumlah kawasan kumuh, Bupati menyampaikan wilayah kerjanya sering mendapatkan penghargaan layak lingkungan. Terutama pada saat hari habitat tingkat Jawa Tengah, yang menempati urutan kedua maupun ketiga. Dengan demikian, dia yakin target pengentasan wilayah bebas kumuh tahun ini bisa tercapai.
Selama ini, Kabupaten Pekalongan merupakan kabupaten di Indonesia yang menjadi legenda batik nusantara. Salah satu daerah yang merupakan kawasan yang memiliki sentra batik adalah Kecamatan Buaran. Nantinya setelah program bebas kawasan kumuh terealisasikan, maka Buaran bakal menjadi kawasan wisata batik. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Dikatakan Bupati, banyak rumah sakit meminjam dana dari Bank karena sudah tidak kuat lagi membiayai operasional rumah sakit dikarenakan piutang di BPJS banyak.
"Alhamdulillah RSUD Kajen tidak sampai hutang Bank dan masih bisa bernafas hingga hari ini. Kami berharap BPJS tidak terlalu lama untuk melunasi hutangnya kepada RSUD Kajen," harap Bupati.
Dalam tinjauannya, Bupati didampingi oleh Direktur Utama RSUD Kajen dr. Amrozi Taufik beserta jajaran menyusuri beberapa blok ruangan yang ada di RSUD Kajen. Antara lain Ruang Mawar, Seroja dan Poli Anak. Di setiap ruang yang ditinjau, Bupati menyempatkan untuk menyapa para pasien dan tidak lupa mendoakan pasien agar cepat sembuh.
Di ruang Poli anak, Bupati melihat betapa ruangan pasien sudah sangat overload. Sehingga Bupati memerintahkan Direktur utama RSUD Kajen untuk menambah ruangan.
"Yang diperlukan di RSUD Kajen ini adalah ruang Poli dan ICU anak karena ruangan ini sudah overload dan sudah sangat dibutuhkan. Sehingga manajemen RSUD Kajen segera akan mengajukan untuk melengkapi ruang Poli anak dan ICU khusus untuk anak," terang Bupati.
Kata Bupati, dokter spesialis anak di RSUD Kajen saat ini sudah ada 2 dan sebentar lagi akan bertambah 1 orang sehingga jumlahnya menjadi 3 orang.
"Dengan jumlah dokter spesialis anak 3 orang tersebut, insya Alloh ruang Poli dan ICU khusus anak akan segera kita wujudkan, plus menambah ruang rawat ya," paparnya.
Dengan melihat banyaknya anak yang dirawat di luar ruang Poli anak yang tersedia, Bupati berharap ICU khusus anak dan penambahan ruang rawat anak segera dibangun agar semua anak yang sakit dan dirawat di RSUD Kajen merasa nyaman dan terlayani dengan baik.
dr. Rizal salah satu dokter spesialis anak menambahkan, sesuai keputusan WHO yang menyebutkan bahwa usia anak adalah hingga umur 18 tahun. Untuk itu, kata dokter Rizal, sangat mendesak agar manajemen RSUD Kajen dan pihak terkait dalam hal ini Pemkab Pekalongan agar segera mewujudkan pembangunan ICU khusus anak dan menambah ruangan khusus anak pula. (didik /dinkominfo kab.pekalongan)
Hal itu disampaikan oleh Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si dalam kegiatan Capacity Building Kinerja SDM Perusahaan Perumda Air Minum Tirta Kajen Kabupaten Pekalongan di Meeting Room Hotel Santika Pekalongan, Selasa (28/1/2020).
Selama ini petugas pencatat meter hanya mencatat konsumsi air saja, nantinya untuk mekanisme komploin juga akan dicatat melalui petugas pencatat meter dari PDAM Tirta Kajen. Dia mencatat dari rumah tangga kemudian melaporkan dengan sistem yang sudah dibikin sekaligus melaporkan komplain yang dialami oleh pelanggan.
"Selama ini mekanisme komplain konsumen dengan produsen terlalu panjang, intinya pelanggan ini adalah raja, kita harus mempersiapkan segala sesuatu untuk mempermudah pelayanan, memberikan kepuasan kepada pelanggan. Kuncinya seperti itu," ujarnya.
Selain itu, Bupati Asip juga menyampaikan bahwa PDAM Tirta Kajen ini punya potensi yang bagus karena mempunyai sumber air baku, baik itu yang sumber mata air ataupun sungai. Secara ideal kita ini akan melayani 116 ribu SR atau setara dengan 80% populasi masyarakat di Kabupaten Pekalongan.
"Hari ini saja baru 16,5 ribu SR yang terlayani atau sekitar 11%, sisanya yang 89% itu akan kita upayakan secara bertahap dengan berbagai pola. Ada pola dari kita sendiri, pola kerjasama dengan pihak ketiga dan bantuan dari pusat maupun provinsi," ucapnya.
Prinsip ini akan kita capai, kita sudah bikin timeline pada tahun 2020 untuk menambah 3500 SR sehigga pada akhir tahun 2020 sudah ada sekitar 20 ribu SR yang sudah bisa kita layani.
Kemudian ini yang paling penting, kalau ingin melayani 116 Ribu SR tersebut dibutuhkan investasi hampir 1,2 Triliun, tetapi sudah ada beberapa yang berminat.
"InsyaAllah sudah kita pelajari terutama dari aspek regulasinya, aspek hukumnya supaya tidak bertentangan dengan aturan. Tetapi yang jelas, PDAM Tirta Kajen ini punya komitmen untuk melayani sebaik mungkin terhadap pelanggan. Selama inin ada kekurangan itu merupakan bagian dari hal yang akan kita sempurnakan dan akan kita kerjakan," jelasnya.
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Kajen, Nur Wachid menyampaikan bahwa sinergi yang akan dilakukan oleh PDAM Tirta Kajen sudah sesuai apa yang disampaikan oleh Bupati Asip. Kami sudah bergerak untuk mencari peluang-peluang sumber mata air.
"Ada beberapa yang sudah kita petakan dan sudah kita urus perijinannya ke Pusdataru supaya nanti bisa dimanfaatkan sebagai sumber air baku untuk mengejar pelayanan yang disampaikan oleh Bupati Asip," terangnnya.
Kemudian ada instruksi penting dan akan dilaksanakan dimana harus meningkatkan kinerja dan peran dari petugas pencatat meter PDAM yang itu dirasa sangat bagus. Itu sudah menjadi komitmen ditahun ini untuk segera dilaksanakan.
Solusi dari Pemerintah untuk menyediakan air baku juga sudah kita lakukan dan dipetakan yang secara total dimanfaatkan dari empat lokasi ditambah dengan tiga lokasi baru nantinya akan mendapatkan 850 meter per detik.
"Itu baru total sementara saja, butuh waktu untuk mencapai itu, tetapi akan dilakukan dan ditata dengan baik," tandasnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, Haryanto Nugroho, S.STP, mengatakan dana bantuan partai politik (Parpol) pada tahun 2019 yang dianggarkan pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Kesbangpol sebesar Rp. 1.103.992.700,- yang dibagi dalam 2 (dua) tahap. Tahap pertama sebesar Rp. 634.287.700,- untuk 9 (sembilan) parpol dan tahap kedua sebesar Rp. 469.705.000,- untuk 7 (tujuh) Parpol. Penghitungan tahap pertama mengacu pada hasil Pemilu 2014 dan tahap kedua mengacu pada hasil pemilu 2019.Laporan terakhir dana bantuan terserap/tercairkan sebesar Rp.1.086.485.300,- karena Partai Hanura tidak mengambil/mencairkan banpol tahun 2019.
Menurut peraturan bahwa parpol harus menyampaikan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran bantuan keuangan partai politik paling lambat satu bulan setelah tahun anggaran berakhir kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Hari ini tanggal 27 Januari 2020 kami mengirimkan laporan pertanggungjawaban bantuan partai politik tahun 2019 ke BPK RI perwakilan Jawa Tengah, tahapan selanjutnya akan dilakukan audit oleh BPK RI pada bulan Pebruari.” katanya, Senin (27/01).
Haryanto mengatakan, pada tahun 2020 pihaknya mendorong agar partai politik penerima bantuan keuangan partai politik tahun 2020 agar segera membuat proposal pengajuan pencairan, diharapkan pada triwulan kedua setelah LHP BPK diterbitkan maka bisa diproses untuk pencairannya.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah menyiapkan dana bantuan sebesar Rp. 1.127.292.100,-. di Tahun Anggaran 2020 PKB (15 KURSI) Rp. 385,930,800 PDI P (11 KURSI) Rp. 264,874,900 PAN (4 KURSI) Rp. 125,619,100 PPP (5 KURSI) Rp. 110.107.900,-, GOLKAR (4 KURSI) Rp. 100,887,200 GERINDRA (5 KURSI) Rp. 96,537,900 PKS (1 KURSI) Rp. 43,334,300.
Dia juga mengapresiasi kepada seluruh partai politik yang sudah menyerahkan laporan pertanggungjawaban tepat waktu.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Tampak diantara ribuan pengunjung, antara lain Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Camat Kesesi Adjid Suryo Pratondo,., beserta Muspika, Kepala Desa Kesesi Januar Ismanto dan Ketua MWC NU Kecamatan Kesesi H. Rusnoto yang menghadiri haul tersebut.
Adapun susunan acara haul yakni pra acara dengan istighotsah singkat, pembacaan Qalam Illahi oleh Ustadz Aminuddin dari Pekalongan, sholawat dan tahlil umum. Dilanjutkan dengan prakata panitia yang disampaikan H. Sohidin, S.Pd.i, sambutan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, S.H., M.Si. dan diakhiri dengan penampaian mauidhotul khasanah oleh KH. Abu Syahmah dari Pemalang yang sekaligus memimpin doa penutup serangkaian acara haul pada hari itu.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, S.H., M.Si. dalam sambutannya antara lain mengungkapkan bahwasannya haul ini sudah berjalan sejak 61 tahun yang lalu. “Tahun 1947 ketika agresi militer Belanda, kaum ulama di Kranji Kedungwuni termasuk ayah saya Kyai Anwar Amin diancam oleh Belanda dan apabila masih mempertahankan Kranji maka Kranji akan dibakar. Kemudian para kyai Kranji minta petunjuk dari Mbah Gendon. Dan Mbah Gendon menyarankan untuk mengungsi ke selatan. Kemudian kyai Kranji mengungsi ke Kalibening Banjarnegara,” ungkap Bupati.
Diceritakan Bupati, Mbah Gendon atau Kyai Kyai Mohammad Arshal semasa hidupnya tidak banyak bicara tetapi berbicara yang penting-penting saja. “Intinya kita harus hati-hati dalam menggunakan lisan kita. Jaman milenial seperti sekarang ini lisan kita digantikan dengan jari, maka berhati-hatilah dalam menggunakan jari kita. Kita harus berhati-hati dalam menggunkan media sososial,” ujar Bupati.
“Yang terpenting, melalui Haul ini saya mengajak seluruh warga Kabupaten Pekalongan untuk mendidik anak-anak kita dan jangan lupa pendidikan yang utama adalah pendidikan agamanya. Saya ajak seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk mengaji agar selamat dunia dan akhirat,” ajak Bupati.
“Dan saya sampaikan ucapan terima kasih kepada semuanya yang tetap mempertahankan haul ini. Acara haul seperti hari ini harus tetap kita pertahankan dan harus dijaga, jangan sampai dihilangkan. Semoga acara haul ini manfaatnya bisa kita rasakan bersama,” imbuhnya.
Dalam kesempatan haul tersebut, dihadapan para pengunjung Bupati menyampaikan tahun ini rumah sakit umum Kesesi sudah bisa dimanfaatkan dan digunakan. Menurutnya, tahun ini rumah sakit umum Kesesi juga mendapatkan dana lagi untuk pembangunan yang kedua. “Silahkan bagi warga Kesesi dan sekitarnya apabila sakit bisa memanfaatkan rumah sakit umum Kesesi karena jaraknya lebih dekat. Dan kami mohon doa dan dukungannya agar cita-cita kami dalam membangun rumah sakit umum Kesesi tahap kedua bisa terwujud,” katanya.
Sementara itu KH. Abu Syahmah dalam mauidhoh khasanahnya menyampaikan jangan lupa bahwa kita semua menghadiri pengajian umum ini dengan harapan mendapatkan barokah dari Allah SWT. Menurutnya, amal yang kita bawa ke alam kubur adalah amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang sholeh.
Kyai asal Ulujami Pemalang tersebut mengajak para pengunjung agar jangan sampai meninggalkan sholat 5 waktu dan senantiasa membaca sholawat dalam setiap kesempatan agar kita selamat dunia dan akhirat. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Hadir dalam kegiatan antara lain Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, S.H., M.Si., Kapolres Pekalongan diwakili Kasat Intelkam Polres Pekalongan AKP Susilo Kalis Rubiyono, S.H., Dandim 0710 Pekalongan diwakili Danramil Kajen 0710 Pekalongan Kapten Inf. Nurkhan, S.H.
Selanjutnya, hadir pula Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Pekalongan sekaligus Ketua IPSI Kabupaten Pekalongan Totok Budi Mulyanto, S.E., Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Candra Saputra, Ketua Umum KONI Kabupaten Pekalongan Eko Ahmadi, Ketua PSHT Terate Madiun Jatim, Ketua PSHT Terate Kabupaten Pekalongan Gozali Arba, Ketua Cabang PSHT Terate se-Eks Karesidenan Pekalongan Mas Khun, Kontingen Peserta Kejuaraan.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, dalam sambutannya menyampaikan Pencak silat adalah olah raga bela diri asli Indonesia. Dan Pencak Silat Indonesia telah mendapat pengakuan dari Unesco untuk olah raga tradisional dari Indonesia.
"Pencak Silat sudah diminati tidak hanya di Indonesia bahkan di manca negara, oleh karena itu saya mengajak untuk adik adik agar ikut PSHT Terate semua," ujar Bupati.
Dijelaskan Bupati, Pencak silat mempunyai jiwa kesatria yang selalu menghargai seniornya dan dapat memberikan manfaat kesehatan bagi semua. "Saya berharap kepada KONI Kabupaten Pekalongan untuk selalu membina kepada olah raga pencak silat di Kabupaten Pekalongan," harapnya.
"Selamat bertanding dan jaga sportifitas dalam bertanding serta semoga dapat memberikan manfaat bagi semua," imbuh orang nomor satu di Kota Santri tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Pekalongan Eko Ahmadi dalam sambutan mengucapkan puji syukur alhamdulillah kegiatan ini dapat berjalan dengan baik yang tak terlepas dari Pemerintahan Kabupaten Pekalongan dengan segala dukungannya.
Komunikasi dan koordinasi yang telah dilakukan oleh PSHT Terate sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. "Saya berharap kepada para pendekar agar nanti banyak menciptakan prestasi di Kabupaten Pekalongan. Kami telah melakukan MoU dengan ITS (Institut Teknologi dan Science) Nahdlatul Ulama Kabupaten Pekalongan bahwa bagi nanti bagi atlit yang berprestasi akan mendapat beasiswa untuk meneruskan pendidikan yang lebih tinggi," ungkap Gus Eko.
KONI Kabupaten Pekalongan, kata Gus Eko, akan terus mendukung untuk kemajuan olah raga di Kab. Pekalongan salah satunya pencak silat yang lahir dari Pesantren.
Sedangkan Ketua PSHT Terate Korwil Eks. Karesidenan Pekalongan Mas Khun dalam sambutannya menyampaikan bahwa PSHT Terate ini punya agenda kejuaraan dunia yang rencana akan dilaksanakan di Akmil Magelang.
"Kejuaraan yang dilaksanakan di Kabupaten Pekalongan ini merupakan ajang pemanasan bagi kami untuk menghadapi itu semua," tuturnya.
Kejuaraan Pencak Silat SH Terate Cup II Piala Bupati Pekalongan tingkat Eks. Karesidenan Pekalongan tahun 2020 berlangsung selama 3 hari dari tanggal 24 s.d 26 Januari 2020 di Gedung Pertemuan Umum Kajen Kab. Pekalongan.
Untuk peserta kejuaraan diikuti 24 kontingen 306 atlit terdiri 7 Kab dan Kota se-Eks Karesidenan Pekalongan di tambah eksibishi dari Kab. Magelang dan Kab. Banjarnegara.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)