KAJEN – Selain harus menguasai administrasi desa, Kepala Desa juga wajib paham betul tentang filosofi sekaligus landasan penganggaran dana desa, Dan seluruh Kepala desa di Kabupaten pekalongan dihimbau agar Dana Desa (DD) dapat dikelola dengan baik,
Hal tersebut diutarakan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat membuka sosialisasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2020, di pendopo rumah dinas jabatan Bupati Pekalongan di Kajen, Rabu (26/2/2020) pagi.
“Dana Desa harus dikelola dengan benar karena uang negara, dan uang negara 1 rupiah saja pertanggungjawabannya sama dengan 1 triliun, jangan dilihat nominalnya, akuntabilitas menjadi taruhan Kepala Desa,” tegas Bupati.
Dijelaskan Bupati, dari tahun ke tahun Dana Desa (DD) dalam penganggarannya mengalami kenaikan yang signifikan. Tercatat, pada tahun 2015 jumlah DD baru Rp. 77,7 Milyar, kemudian 2016 meningkat menjadi Rp. 174,5 Milyar, 2017 meningkat lagi menjadi Rp 222,5 Milyar, 2018 meningkat lagi menjadi Rp. 227,8 Milyar, lalu 2019 meningkat menjadi Rp. 259,7 Milyar, dan pada tahun 2020 harapannya akan naik mnjadi Rp. 266.3 Milyar. Mekanismenya langsung ke rekening desa, namun pengelolaannya tetap melalui BPMD. Sedangkan, Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan yang signifikan. Tahun 2017 sebesar Rp 95,9 Milyar, 2018 meningkat Rp. 99,7 Milyar, lalu pada tahun 2019 meningkat Rp. 103,5 Milyar, dan tahun 2020 meningkat Rp. 110,7 Milyar.
“Tidak mudah mengalokasikan dana desa sebesar Rp. 110.7 Milyar, butuh itung-itungan dan ketelitian. Yang paling penting untuk diperhatikan adalah penuntasan angka kemiskinan, dengan intervensi DD yang pada tahun 2016 jumlah kemiskinan 12,90%, kemudian pada tahun 2019 turun menjadi 9,71 %. Penurunan jumlah kemiskinan tidaklah mudah, ini hanya ada di beberapa kabupaten dan kota saja, oleh karena itu target pada tahun 2021 dapat menurun lagi menjadi 7,1 %,” ungkap Bupati.
Bupati berharap, dengan naiknya Dana Desa (DD), Kadespun harus perhatian betul, yang pertama yaitu bukan untuk memperkaya diri sendiri tetapi yang paling penting adalah untuk menurunkan angka kemiskinan, jangan sampai ada DD penduduk miskinnya malah bertambah.
“Pada tahun 2018-2019 ada 2 kasus yang melibatkan oknum Kepala Desa di Kabupaten Pekalongan ini, yang pertama terjadi kasus pada tahun 2017 karena ada Kepala Desa yang tidak beres dan sekarang menjadi urusannya kepolisian. Yang ke 2 pada tahun 2018 karena uangnya di bawa lari, dan ini adalah kasus salah satu Kepala Desa dari kecamatan di atas, dan sekarang sudah maju,” terang Bupati.
“Semoga di tahun ini tidak ada lagi kasus sehingga saudara-saudara kita yang tahun ini menjadi lurah selamat dunia akhirat semua. Ayo kita mulai babak baru karena panjenengan adalah kepala desa baru walaupun stok lama tapi ini aturannya baru, paradigma baru, modal pengawasannyapun baru,” imbuhnya. (didik/dinkominfo kab,pekalongan)
KAJEN – Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Juliari P. Batubara sangat mengapresiasi dengan kinerja Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam tanggap banjir di daerahnya. Kerjasama yang bagus telah diterapkan di semua jajaran mulai Pemerintahan, Kepolisian, dan TNI. Bahkan dari kalangan swasta pun ikut peduli dengan adanya musibah ini yakni PT Dupantex yang telah memberikan tempat mengungsi bagi korban banjir.
KAJEN - Pemkab Pekalongan terus berupaya menanggulangi banjir di Kabupaten Pekalongan, Bupati Pekalongan, Asip Khobihi kembali turun tangan ke Wilayah yang terkena banjir, salah satunya yaitu di Wonokerto, Selasa (25/2).
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus melakukan berbagai upaya agar kondisi banjir di wilayah Kota Santri tidak terulang kembali. Termasuk membuat pompanisasi, normalisasi saluran dan kita kaji efek dari pembuatan tanggul penahan rob.
KAJEN - Untuk mewujudkan Pekalongan bebas banjir, Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Pemerintah Kota Pekalongan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi (rakor) pbb, di r, Senin (24/2/2020) malam.
KAJEN - Memastikan pelayanan tetap berjalan normal meskipun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kraton dilanda banjir, Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,. melakukan tinjauan ke rumah sakit setempat, Senin (24/02/2020) siang.
- Perjuangan Muslimat itu mulia, disamping mencari ridho orang tua juga berjuang bersama-sama untuk menciptakan wanita-wanita yang tangguh, wanita yang tidak saja dapat mengurus rumah tangga tetapi peduli terhadap sesama dan nasib kaumnya.
KAJEN – Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Pekalongan pada sepanjang Minggu, 23 Februari 2020 menyisakan penderitaan bagi sebagian saudara-saudara kita. Ratusan warga yang terdampak banjir diungsikan di tempat-tempat pengungsian seperti Musholla dan beberapa tempat aman lainnya. Untuk membantu mensuplai makanan bagi mereka, Pemkab. Pekalongan telah menyediakan dapur umum yang menyebar di beberapa wilayah terdampak banjir.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan sudah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Pekalongan. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si. saat mendampingi Mentri Sosial Juliari Peter Batubara meninjau langsung korban banjir di Kabupaten Pekalongan,pada hari Rabu (26/02/2020) tepatnya di tempat pengungsian korban banjir di Pabrik Tekstil Dupantex,Kecamatan Tirto.
‘’ Kita sudah melakukan upaya penanggulangan ,pertama dengan penambahan pompa dari bapak gubernur dengan kapsitas 500 liter per detik yang ditempatkan di desa Mulyorejo karena hulunya ada di Mulyorejo dan nanti akan kita pompa ke sungai Meduri.’’ Ungkap Bupati Pekalongan.
Bupati Melanjutkan, selain itu upaya lain yang telah dilakukan untuk menanggulangi banjir yang terjadi di Kabupaten Pekalongan khususnya di Wonokerto, tanggul darurat telah dijebol sepanjang 5 meter , untuk sementara sebagai tindakan cepat untuk menanggulangi banjir kali ini. ‘’ ini kita jebol tanggul sekitar panjang 5 meter untuk mengalirkan air ke laut dari pemukiman.’’ Kata Bupati.
Selain itu upaya lain yang telah dilakukan oleh Pemkab Pekalongan, Bupati Mengatakan bahwa normalisasi sungai-sungai sudah dilakukan ".( Red).
”Intinya, kami ikut bertanggung jawab dan menanggung beban saudara kami yang terdampak banjir” ujar Mensos saat meninjau tempat pengungsian korban banjir di Pabrik Dupantex, Rabu (26/2/2020) siang.
Mensos Juliari menjelaskan, kunjungannya ke Pekalongan, yakni Kota dan Kabupaten Pekalongan dalam rangka mewakili Pemerintah Pusat memberikan bantuan kepada korban banjir.
“Untuk di Kabupaten Pekalongan, besarnya bantuan sekitar Rp 334,7 juta. Semoga bantuan tersebut bermanfaat bagi korban banjir. Bantuan yang langsung diberikan yakni berupa selimut, makanan, lauk pauk siap saji, kasur dan lain-lain sehingga masyarakat tetap nyaman berada tempat penggungsian,” tandas Mensos.
Mensos RI tersebut menambahkan semoga genangan banjir yang merendam ratusan rumah warga bisa cepat surut. Dengan demikian, para pengungsi bisa kembali pulang ke rumahnya dan beraktifitas.
Sementara itu, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si yang didampingi Wakilnya, Ir. Hj. Arini Harimurti mengucapkan terimakasih kpeada Mensos yang telah memberikan bantuan untuk korban banjir. Tentunya, bantuan itu akan sangat bermanfaat bagi warganya yang terdampak banjir dan kini masih berada di pengungsian. ”Kedatangan beliau (Mensos RI_Red) juga bisa menjadi penyemangat para pengungsi di sini meski rumahnya masih tergenang banjir,” katanya.
Mengenai penanggulangan banjir di daerahnya, Bupati menjelaskan Pemkab sudah berusaha meelakukan penanggulangan banjir. Di antaranya dengan menambah pompa penyedot air yang merupakan bantuan dari Gubernur Jateng. Kapasitas mesin pompa itu 500 liter per detik dan diletakkan di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto. Ditempatkan di Desa tersebut karena daerahnya berada di hulu sehingga genangan banjir dialirkan ke Sungai Meduri.
Kemudian, kata Bupati, di Kecamatan Wonokerto banjirnya lebih luas lagi karena saat ini sudah ditanggul melintang untuk penanggulangan rob. Kalau untuk rob daerah itu sekarang sudah tidak ada sehingga banjir sekarang yang terjadi akibat air hujan dan akhir-akhir ini hujannya cukup ekstrim.
“Makanya agar genangan banjir cepat surut langkah yang dilakukan sementara dengan menjebol tanggul itu sepanjang lima meter, sehingga air bisa menuju ke laut. Nanti kalau pasang maka tanggul ini akan ditutup kembali supaya tidak terjadi rob,” tegas Bupati KH. Asip Kholbihi.
“Ke depan, pemerintah pusat sudah menganggarkan pembuatan pompa, lalu antara long storage dengan laut dibuat pintunya supaya banjir tidak terjadi lagi. Pemkab juga sudah tahu anatominya kenapa banjir hampir di semua pemukiman yakni melakukan normalisasi saluran. Saat ini sudah dilakukan pembersihan saluran guna memperlancar arus air,” imbuh Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Terkait dengan penyodetan kembali sungai mrican, sebelumnya sudah dilakukan bendung total, Bupati menjelaskan. “Kemarin kan kita sudah melakukan bendung total, tapi karena efek banjir akhirnya kita jebol sepanjang 5 meter, untuk mengurangi beban air masuk ke pemukiman,” Jelas Bupati.
Hal ini merupakan bentuk dari penanggulangan atau cara mengatasi banjir terutama di wilayah Kecamatan Wonokerto, air akan mengalir dari Sungai Mrican ke laut.
Selain itu juga perlu dijaga supaya tidak rob, Pemkab berharab agar rob tidak terjadi lagi, saat air pasang bendunga akan di tutup dan akan distop lagi, kemudian ke depan akan dibuatkan pompa ( Red).
Hal tersebut dikatakan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si., saat mendampingi Kapolda Jateng Irjen Pol Ryco Amelza Dahniel meninjau lokasi banjir, Selasa (25/2/2020). Turut mendampingi Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si.
Menurut Bupati, tahun ini akan ada anggaran revitalisasi saluran untuk memperkecil kemungkinan terjadinya banjir lagi di daerah yang biasa terkena banjir. ‘’Tahun ini kita ada anggaran revitalisasi saluran, mudah-mudahan nanti akan memperkecil proses ini, karena disini curah hujannya ekstrim, jadi dimana-mana terjadi genangan air," ungkap Bupati.
Dalam tinjauannya kali ini Bupati Asip Kholbihi mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan sedang mengupayakan pencarian solusi terhadap masalah banjir ini. ‘’Hari ini kita dengan pak Kapolres tadi mendampingi pak Kapolda meninjau lokasi banjir, terus kita lanjut ke lokasi-lokasi yang parah yaitu di desa Pesanggrahan, dan ini sedang kita carikan solusinya,’’ kata Bupati.
Selain itu Bupati Pekalongan Asip Kholbihi juga berharap hasil rapat bersama BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai ), Pusdataru Provinsi Jateng,Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan pada hari Senin (24/2/2020) kemarin di Kantor Walikota Pekalongan, dapat memperoleh solusi untuk masalah banjir yang sering terjadi di wilayah Kabupaten pekalongan ini.
”Pada rapat tersebut diperoleh keputusan bersama terkait dengan rencana pengelolaan polder, revitalisasi sungai , pembangunan rumah pompa dan sebagainya dimasa mendatang,” terangnya.
‘’Mudah-mudahan hasil rapat kemarin dengan BBWS, Pusdataru Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota, Pemerintah Kabupaten ada solusi yang dapat segera kita lakukan sehingga banjir ini bisa surut, baik," imbuh Bupati Pekalongan.(dinkominfo kab.pekalongan)
Wilayah Kabupaten Pekalongan yang terdampak banjir perbatasan dengan wilayah Kota Pekalongan, oleh karena itu perlu adanya koordinasi antara Pemkab dan Pemkot Pekalongan guna menangani banjir agar tidak terulang lagi.
Bupati menjelaskan untuk melakukan langkah-langkah yang strategis berkaitan dengan darurat banjir yang sudah ditetapkan di wilayah kabupaten dan kota.“Karena wilayah kabupaten dan kota berdampingan jadi tidak bisa secara parsial tapi harus terintegrasi penanganan, utamanya adalah sungai permi, sungai meduri yang merupakan sungai kota dan kabupaten,” Jelas Bupati di Ruang Kresna Sekretariat Daerah Kota Pekalongan.
Lebih lanjut, Bupati menerangkan pengelolaan longstorage yang memanjang dari Kabupaten masuk ke kota ini juga perlu mendapat penanganan, intinya hal-hal yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir karena tampungan volume air hujan yang ekstrim ini menjadi pelajaran setelah tanggul penanganan rob selesai.
Langkah-langkah penanganan yang perlu dilakukan yaitu langkah jangka pendek, menengah dan panjang, jangka pendeknya adalah revitalisasi saluran, kemudian jangka menengah yaitu dengan melakukan penyempurnaan pompanisasi, penyempurnaan tanggul dan lain-lain, kemudian untuk jangka panjangnya adalah membuat polder di purworejo lalu menutup Sungai Bremi dan Sungai Meduri.
Untuk tempat penutupannya di rumah pompanya yang ada di kabupaten pekalongan, kemudian nanti sharring mana yang menjadi tanggung jawab kabupaten, kota, BBWS, PUSDATARU, semua sinergi bisa dibicarakan dengan baik, harapannya dengan cara seperti ini kedepan tidak ada banjir lagi, dan untuk keadaan sehari-hari bisa ditangani dengan efektifitas tanggul penahan rob.
Acara yang dihadiri oleh Walikota Pekalongan, Wakil Walikota PekalonganHM. Saelany Machfudz, SE., Bupati PekalonganH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Kepala BBWS Pemali JuaanaIr. H. Ruhban Ruzziyatno, MT., serta atas nama Kepala Dinas Pusdataru Provinsi Jawa TengahH. AgusPurwanto, ST, MT., mendapatkan hasil penanganan sungai Bremi dan Sungai Meduri yang akan dilakukan dengan pembangunan pintu dan stasiun pompa di pertemuan muara Sungai Bremi dan Meduri, proses pembebasan lahan akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan, karena letak rencana pembangunan pintu dan stasiun pompa berada di wilayah Kabupaten Pekalongan. Pemerintah Kota Pekalongan akan menggeser pompa untuk membantu operasionalisasi sistem pompa yang akan dibangun.
Desain untuk penanganan muara Sungai Bremi dan Meduri dibuat maksimalis. Hal itu mendasari pada kejadian banjir yang terjadi saat ini sangat besar sebagai akibat tingginya curah hujan, sehingga desain yang maksimalis tersebut diharapkan dapat mengantisipasi curah hujan yang relative tinggi di waktu-waktu yang akan datang.
Penanganan parapet Sungai Bremi dan Meduri akan dikoordinasikan Pemprov Jawa Tengah dengan Pemkot dan Pemkab Pekalongan, kemudian untuk penanganan tuntasnya yaitu dengan pembangunan pintu dan setasiun pompa, serta pengusulan normalisasi oleh Pemprov Jateng kepada Menteri PU-PR.
Pembangunan tanggul dan longstorage di sisi utara tanggul Mulyorejo Kabupaten Pekalongan diusulkan oleh Pemprov Jateng kepada Menteri PU-PR. Pemkot dan Pemkab Pekalongan menyiapkan lahan untuk disposal pengerukan sungai, serta penanganan permasalahan sosial.
Selain itu uga direncanakan akan dilakukan pengalihan sebagai catchment area Sungai Bremi dan Meduri ke Kali sengkarang. Penanganan darurat di Wilayah Mulyorejo dan Tirto dengan bantuan pompa dari BBWS Pemali Juana dengan kapasitas 500 liter per detik.
Pemerintah Provinsi Jawa tengah Mengusulkan penanganan Kali Kupang (Loji) dan Banger Kota Pekalongan kepada Menteri PU-PR. Kemudian penyempurnaan Kali Silempang untuk mengurai beban sistem Mrican-Wonokerto, dan Pemeritah Kota, Kabupaten Pekalongan, serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan segera mengkoordinasikan dalam pengelolaan sistem polder bersama.(red)
"Terhadap banjir kali ini, pertama kita pastikan tidak ada pelayanan medis yang terganggu, kemudian fungsi-fungsi pelayanan berjalan normal termasuk yang rawat jalan,’’ ungkap Bupati Pekalongan.
Dikatakan, untuk tindakan cepat yang telah dilakukan yakni pasien-pasien yang ruangannya tergenang air telah dievakuasi dan juga peralatan-peralatan vital pendukung medis telah diamankan.
‘’Para pasien yang ruangannya tergenang air telah dievakuasi, kemudian penyelamatan alat-alat vital pendukung medis juga telah kita lakukan," ujarnya.
Selain itu Bupati Asip juga menyampaikan bahwa langkah terdekat saat ini yang akan dilakukan untuk mengatasi banjir adalah dengan membuat saluran drainase, meninggikan ruang-ruang yang letaknya masih rendah, kemudian membuat tanggul-tanggul.
‘’Langkah terdekat saat ini untuk mengatasi banjir ini,kita sudah petakan ,pertama nanti akan membuat saluran drainasenya kita normalisasi,kemudian meninggikan ruang-ruang yang letaknya masih rendah , dan juga membuat tanggul-tanggul kanan-kiri," jelasnya.
Dan dalam kesempatanya kali ini beliau juga menuturkan bahwa Pemkab akan mendirikan rumah sakit baru yang merupakan pengembangan dari Rumah Sakit Kraton sebagai langkah alternatif yang akan diambil.
‘’Pemerintah Kabupaten akan mengambil langkah-langkah yang strategis dengan kajian-kajian yang komprehensif tentang bagaimana untuk merevitalisasi sekaligus akan ada alternatif. Kita akan segera membangun rumah sakit baru pengembangan dari Rumah Sakit Kraton," terangnya.
Langkah ini diambil karena Rumah sakit kraton merupakan rumah sakit rujukan regional tipe B yang sudah mempunyai nama , fasilitas dan SDM yang memadai, sehingga menurut bupati mendirikan rumah sakit baru merupakan langkah tepat yang akan diambil.
‘’RSUD Kraton merupakan Rumah Sakit rujukan regional tipe B yang sudah punya branding dan punya nama , fasilitasnya sudah cukup lengkap untuk wilayah Pantura ini, Sumber Daya Manusianya juga memadai," ungkap Bupati.
Dan untuk menindaklanjuti hal tersebut, bupati berharap Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat dapat membantu untuk mendirikan rumah sakit lagi yang lebih representatif, bebas dari banjir karena RSUD Kraton merupakan rumah sakit rujukan dengan pasien yang tidak hanya berasal dari Pekalongan saja.
‘’Saya berharap Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat membantu kami untuk mendirikan rumah sakit lagi yang lebih representatif bebas dari banjir, karena rumah sakit ini merupakan rumah sakit rujukan regional yang pasiennya datang tidak hanya dari Pekalongan saja, tetapi dari daerah sekitar seperti Pemalang,Tegal, Batang dan lain-lain.Oleh karena itu, ini penting untuk sinergi antara pemerintah kabupaten,provinsi dan pusat,’’ jelasnya.
Selain itu, Bupati menuturkan bahwa pihaknya sudah mendapat perhatian dari anggota Komisi X Bisri Romli yang telah memberikan masukan untuk segera membuat kajian yang mendasar supaya mendapat bantuan dari APBN untuk mendirikan rumah sakit keraton 2.
‘’Kita juga medapat perhatian dari anggota komisi X bapak Bisri Romli yang memberikan masukan kepada kita untuk melakukan kajian mendasar untuk mendapatkan bantuan dari APBN untuk mendirikan RSUD Kraton 2," ungkapnya.
Dan untuk menindaklanjuti masukan dari Bisri Romli beliau juga telah menugaskan seluruh Kepala OPD untuk mengkaji hal tersebut. ‘’Sedang kita kaji letaknya dimana, baiknya seperti apa dan ini seluruh Kepala OPD sudah saya tugaskan untuk mengkaji hal tersebut.’’ jelas Bupati.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
“Muslimat juga melakukan perjuangan dengan terus menerus berupaya agar anak-anak yang dibesarkan menjadi anak-anak yang soleh solehah berguna bagi bangsa dan Negara”,tandas Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si menghadiri dan memberikan sambutan pada acara Pelantikan 36 Pimpinan Ranting Muslimat NU se Anak Cabang Kedungwuni, Minggu (23/2/2020) sore
Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum Muslimat NU Kabupaten Pekalongan Hj. Sumarwati, S.Pd., M.AP di lapangan tenis indoor Rumdin Bupati Pekalongan di Kajen. Bupati juga berpesan kepada ibu-ibu Muslimat yang berjuang di NU agar ikhlas. Harapannya, bisa memberi manfaat bagi pembangunan pemberdayaan wanita di kabupaten Pekalongan. “Mugi-mugi cita-cita kita untuk mewujudkan masyarakat kabupaten Pekalongan yang sejahtera lahir batin, selamat dunia akhirat, dapat kita wujudkan bersama-sama” , paparnya.
Dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi, segenap Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Pekalongan, perwakilan pengurus MWC NU Kedungwuni dan ratusan anggota Muslimat NU se Kecamatan Kedungwuni. “Saya mengucapkan selamat kepada ibu-ibu pengurus ranting, monggo terus berjuang di Muslimat, InsyaAlloh ada hasil dan manfaatnya. Mugi-mugi panjengenan yang berjuang di Muslimat, khususnya di kecamatan Kedungwuni angsal barokah”, tutur Bupati.
Sementara itu Hj. Sumarwati,S.Pd, M.AP, selaku Ketua Umum Muslimat NU kabupaten Pekalongan memaparkan dari 19 anak cabang yang ada di kabupaten Pekalongan, pimpinan rantingnya yang awal tahun 2014 ada 304 ranting, sekarang jumlahnya sampai bulan Maret 2020 nanti ada 321 ranting. Semua organisasi ranting aktif. Setiap minggu maupun bulannya punya kegiatan sendiri serta aktif mengikuti kegiatan cabang. ”Muslimat tidak akan bisa besar kalau di tingkat rantingnya tidak jalan. Kesimpulannya, muslimat cabang kabupaten Pekalongan ini bisa menunjukkan persatuaannya, kekuatannya, yang itu diawali dari ranting. Maka dari itu dalam kesempatan ini yang perlu kita sadari Muslimat NU ini adalah organisasi, wadah perjuangan dari perempuan NU. Maka yang perlu dikuatkan adalah ayo kita dasari dengan iman yang kuat”, terang Sumarwati.
Dalam kesempatan itu Sumarwati juga mengucapkan terima kasih kepada 36 ranting yang ada di kecamatan Kedungwuni karena gaungnya luar biasa. Menurutnya perkumpulan ini bisa jalan kalau ada imarohnya (pimpinannya). “ Jadi di ranting-ranting ini kumpulan bisa jalan. Adanya pengurus itu untuk ditaati sepanjang perintah pengurus itu mengajak untuk bertakwa kepada Alloh SWT”, tegasnya.
Selanjutnya Sumarwati menghimbau agar program-program yang sudah dilaksanakan dengan baik supaya dilestarikan dan dilanjutkan, dan pengurus-pengurus baru hendaknya berinovasi untuk mencari program-program disesuaikan dengan perkembangan jaman dengan tetap berpegang teguh pada Islam Ahlussunnah waljamaah.(Humas Kominfo)
Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti melakukan peninjauan ke dapur umum yang disediakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan di Kajen pada Senin, 24 Februari 2020 pagi tadi.
Peninjauan dilakukan untuk memantau kesiapan Pemkab dalam membantu penyediaan dan suplai makanan bagi korban banjir di wilayah Kabupaten Pekalongan ini. “Para korban banjir sementara ini untuk beraktifitas susah, beribadah saja sulit, masak dan makan juga tidak bisa. Oleh karena itu Saya ingin memastikan dapur umum ini berfungsi dengan baik,” ujar Wakil Bupati.
Disampaikan Wakil Bupati, saat ini para pengungsi masih menyebar di beberapa tempat/Mushola, belum mengumpul menjadi satu. Harapannya, kalau sudah mengumpul menjadi satu, dapur umum juga akan dipindahkan kesana sehingga akan lebih mudah dalam pemberian logistik ini. “Saat ini masih para pengungsi masih terpencar-pencar sehingga kita suplai dari sini dulu. Yang terpenting untuk antisipasi hari ini masyarakat korban banjir tercukupi dalam logistik,” jelasnya.
Wakil Bupati langsung melihat dari dekat aktifitas dapur yang mensuplai kebutuhan makan warga korban banjir. Rencananya makanan dengan menu nasi, mie goreng, sambel kentang dan daging sapi dibagikan kepada 470 pengungsi yang terbesar di kecamatan Siwalan dan Tirto (451h)