KAJEN - Kemajuan Kabupaten Banyuwangi di Provinsi Jawa Timur, yang merupakan salah satu daerah terluas di Pulau Jawa, menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, untuk belajar, karena kemajuan pembangunannya dapat dilangsungkan secara cepat, dan menuai kemakmuran masyarakat.
Kunjungan kerja Pemkab Pekalongan di Bumi Blambangan dipimpin langsung Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si, didampingi istri Ny. Munafah dan beberapa Kepala OPD terkait. Dan diterima langsung oleh Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Annas beserta para Kepala OPD terkait, di rumah dinas Bupati Banyuwangi, Kamis (13/2/2020) malam.
Kemajuan Kabupaten Banyuwangi dibawah kepemimpinan petahana, Abdullah Azwar Anas, SPd, SS, M.Si, sejak dilantik periode pertama Oktober 2010, pada 100 hari pertama berhasil mewujudkan bandara dan beroperasional.
Hal itu diakui Azwar Anas, dengan proses cukup cepat, disaat daerah-daerah lain, masih dalam proses merintis bandara. Kemudian pada periode kedua sekarang ini, Bupati Banyuwangi, berhasil menarik perhatian publik karena kehebatannya dalam mengelola pelayanan publik secara baik, dan mendirikan Pasar Pelayanan Publik.
"Mulai dari bandara prosesnya cukup cepat, karena dalam 100 hari kerja saya sudah langsung berhasil dioperasionalkan, kemudian untuk Pasar Pelayanan Publik juga mampu membantu masyarakat dalam pengurusan dokumen secara cepat, dan tanpa birokrasi berbelit, seperti paspor dan sebagainya," katanya.
Meski merupakan daerah berkembang dan menjadi perhatian pariwisata nasional, tapi Banyuwangi tetap mempertahankan aspek wilayah hijau dengan menjaga keberadaan sawah tetap hijau, pengelolaan kawasan hutan untuk pariwisata, pegunungan dan pantai.
"Sehingga di sini tidak perlu menggunakan AC, karena udaranya sudah sejuk. Sedangkan kantung kemiskinan di Banyuwangi terletak di pingiran hutan, namun sekarang ekonomi sudah terangkat sejak bergeliatnya pariwisata yang dikelola di kawasan hutan, dengan tetap menjaga keasrian hutan," tandas Azwar Anas.
Kemudian keberadaan hotel untuk mendukung pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, di daerah tersebut memberlakukan hotel bintang tiga ke atas. Sedangkan di bawahnya dikelola masyarakat dengan bentuk homestay.
"Sekarang sudah ada sekitar 600 an homestay dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Sektor pariwisata juga mengangkat batik di Banyuwangi, sehingga perajin terus bertambah, dan gerai batik berkembang pesat," ungkap Bupati Banyuwangi.
Pada kesempatan itu Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., MSi mengaku cukup tercengang dengan kepesatan pembangunan di Banyuwangi, dan mengharapkan pembangunan di Kabupaten Pekalongan juga dapat meningkat pesat juga.
"Karena itu kita belajar di sini, agar bisa mencontoh pola pembangunan di Banyuwangi, pembangunan berkembang, ekonomi masyarakat meningkat dan kelestarian alam terjaga secara baik. Karena kultur dari Banyuwangi dan Kabupaten Pekalongan cukup sama, ada gunung, hutan, pantai dan sawah yang masih terhampar luas," tandas Bupati Asip.
Kemudian pihaknya juga mengharapkan bisa melakukan kolaborasi tentang batik, agar bisa menjadi karya seni luar biasa, dengan keunggulan batik Pekalongan yang kaya warna, flora dan fauna serta karakter yang dinamis.
Karena Kabupaten Pekalongan merupakan pemasok batik terbesar, kemudian disusul Jogja dan Solo, serta Cirebon. "Dari sinilah kita ingin belajar banyak dari Banyuwangi, dengan karakter yang sama, saya ingin Kabupaten Pekalongan pembangunannya juga pesat, dan kesejahteraan masyarakat meningkat," ungkapnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan itu juga mengaku pelayanan publik di daerah yang dipimpinnya bisa meniru Banyuwangi, memudahkan masyarakat dan tidak menyulitkan. Kemudian semua desa di Banyuwangi sudah menggunakan sambungan fiber optik, sehingga mendukung peningkatan pelayanan sampai tingkat desa.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) tahun 2020 santer beredar kabar, bahwa dukun menjadi tempat perantara bagi peserta mengajukan permohonan, agar dapat lancar mengikuti persaingan untuk lolos menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si menilai selama ini, pembangunan yang ada di Kabupaten Pekalongan boleh dibilang sangat bagus. Terbukti, dalam waktu singkat di Kota Santri sudah terdapat delapan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Kemudian destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pekalongan hingga sekarang sudah mencapai sekitar 25 lokasi.
KAJEN - Sebanyak 9.462 peserta akan mengikuti tes SKD CPNS Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi peserta, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan digelar di Universitas Negeri Semarang (Unnes) selama lima hari yakni dari tanggal (12/2/2020) hingga (16/2/2020).
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si meresmikan Masjid Jami Nur Ali di Jalan Raya Simpang Tiga Sedayu Kecamatan Wonopringgo dalam rangkaian Peringatan Maulid Muhammad SAW, Senin (10/2/2020) malam.
KAJEN - Rapat Paripurna Persetujuan 2 Raperda yakni Raperda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani dan Raperda tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, diselenggarakan di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin (10/2/2020) sore.
KAJEN – Pemkab Pekalongan lewat PSSI Kabupaten Pekalongan berupaya terus agar bisa memenuhi harapan dari kawan-kawan suporter agar pesepakbolaan di Kabupaten Pekalongan bisa lebih maju lagi. Maka diadakan turnamen sepak bola Bupati Pekalongan Cup 2020 yang berlangsung di Stadion Widya Manggala Krida, Kedungwuni, Minggu (9/2/2020) sore.
KAJEN - Pemkab Pekalongan melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Kepariwisataan (Dinporapar) menyelenggarakan Festival Durian di wisata alam La Ranch Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Minggu (9/2/2020) pagi.
KAJEN - Pemkab Pekalongan selama ini berusaha untuk memperhatikan dan memfasilitasi keberadaan gereja di wilayahnya. Tahun ini, ada sembilan gereja yang mendapatkan dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan, salah satunya Gereja Kristen Jawa (GKJ) Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono.
Hal itu seperti disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH,MSi, dalam kesempatan memberikan pengarahan pada pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Sesi I CPNSD Kabupaten Pekalongan tahun 2020, di Universitas Negeri Semarang (UNNES), Rabu (12/2/2020) pagi.
Menurut Bupati, muncul kabar yang beredar bahwa dukun sekarang ini ramai didatangi calon peserta CPNSD, agar dapat dimudahkan dalam mengikuti seleksi.
"Agar dapat dimudahkan dan sukses itu, pertama adalah memohon doa kepada Allah SWT, kemudian memohon restu dan doa dari orang tua. Karena dukun terbaik itu adalah orang tua," katanya.
Orang nomor satu di Kota Santri itu juga mengharapkan agar semuanya dapat bersikap tenang dan mengikuti aturan main dalam seleksi, agar bisa sukses bersaing. Karena untuk Kabupaten Pekalongan cukup berat, dengan kemungkinan 1 banding 30.
Karena dari formasi 409, kompetitornya ada sebanyak 9.462 peserta, sehingga faktor ketenangan, tidak tergesa-gesa, konsentrasi penuh, dan mempelajari karakter soal dengan baik, akan menjadi penunjang utama keberhasilan.
"Yang lebih penting lagi dalam keberhasilan adalah keyakinan terhadap diri sendiri, atau percaya diri sendiri, karena keputusan yang berdasar pada diri sendiri akan melahirkan jawaban-jawaban yang benar," terang Asip.
Pada kesempatan seleksi CPNSD tersebut, Bupati juga melihat ada peserta yang sedang hamil, dan pihaknya mengharapkan semua mengikuti dengan baik, karena semuanya diperlakukan sama, tidak dibeda-bedakan.
"Di sini semua diperlakukan sama, tidak dibeda-bedakan karena untuk mendapatkan ASN profesional, amanah, berguna bagi masyarakat, untuk membangun masyarakat Kabupaten Pekalongan lebih sejahtera. Semoga semuanya nanti bisa bergabung bersama kami di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan," terang dia.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan kepada seluruh peserta untuk memperhatikan waktu dalam pengisian soal, dan memetakan waktu tiap soalnya agar sesuai, tidak seperti pada saat CPNSD di Purwokerto tahun lalu, banyak peserta tergesa-gesa, sehingga gagal.
Sementara itu, dari alokasi formasi 409 tersebut, dengan rincian masing-masing, tenaga guru sebanyak 250, tenaga kesehatan 90, dan tenaga teknis 69.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Namun sayang, kata Bupati, Dinas Komunikasi dan Informasi (Dinkominfo) ternyata kurang meresonansi hasil pembangunan tersebut. Dalam hal ini, Dinkominfo belum begitu kencang dalam mengabarkan mengenai sejumlah kegiatan maupun pembangunan yang sifatnya sebuah keberhasilan.
''Bukannya kita mencari pencitraan, namun keberhasilan pembangunan ini juga perlu kita suarakan ke khalayak umum melalui Dinkominfo,'' ujar Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian Kantor Dinkominfo, Rabu (12/2/2020) siang.
Dari hasil pantauan salah satu peneliti mengenai pembangunan di sejumlah Kota dan Kabupaten di Jawa Tengah, Kabupaten Pekalongan berada di urutan tengah-tengah. Menurut pandangan Bupati, seharusnya di wilayah kerjanya berada di posisi lima besar.
"Kurangnya resonansi dari Kominfo maka dari hasil penelitian rangkingnya tidak sesuai harapan. Padahal, ada sejumlah Kota dan Kabupaten yang hasil pembangunannya tidak begitu hebat malahan posisinya berada di atas Kabupaten Pekalongan. Hal itu bisa terjadi karena Dinas Kominfo di daerah itu cepat dan tanggap dalam menyuarakan hasil pembangunan di daerahnya. Untuk itu, setelah peresmian kantor ini maka jajaran Kominfo perlu ditingkatkan lagi, khususnya dalam meresonansi hasil pembangunan," tegas Bupati.
Dikatakan Bupati, kantor yang baru diresmikannya sangat komplit sehingga harus bisa dimanfaatkan dengan baik. Data-data yang ada seluruh OPD hingga Kecamatan semuanya tersambungkan ke server khusus yang ada di kantor itu. Dengan demikian, apa yang menjadi kegiatan maupun kebijakan pembangunan bisa disampaikan ke Dinkominfo.
''Di kantor ini juga melayani secara online suara masyarakat baik lewat SMS center maupun internet. Langkah ini cukup bagus supaya ada timbal balik dari masyarakat sehingga ketika ada kritikan soal kebijakan maupun pembangunan maka segera ditindaklanjuti.'' katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi, S.Sos., M.Si mengatakan akan berusaha memperbaikinya. Dengan peralatan yang cukup memadai dan berbasis digital, resonansi yang dianggap masih kurang cepat dan tanggap oleh Bupati segera ditingkatkan.
Keberadaan kantor yang baru diresmikan Bupati ke depan bakal bisa mendukung kinerjanya dalam tata kelola pemerintahan yang baik.
Ditambahkan, pembangunan gedung Kominfo berkonsep milenial dengan anggaran Rp 4 miliar dengan luas lahan 1.433 meter persegi dan luas bangunan 1.030 meter persegi. Kemudian gedung itu terdapat dua lantai denhan rincian lantai satu ada ruang comand centre untuk menampung seluruh aplikasi sekaligus sebagai ruang video conference.
Berikutnya ruang data centre atau ruang server untuk menyimpan seluruh aplikasi yang digunakan Pemkab Pekalongan, lalu ruang sandi dan telekomunikasi yang menyatu dengan bidang statistik dan persandian, ruang laktasi, dan ruang informasi PPID.
Sedangkan di lantai dua terdapat ruang sekretariat kantor Kominfo, ruang pimpinan, pers room, learning room,
dan ruang bidang kehumasan dan e-goverment.
''Pembangunan gedung yang representatif ini merupakan bukti bentuk komitmen Pemkab Pekalongan untuk melaksanakan good governance atau tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan transparan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM kepada mengimbau kepada seluruh peserta yang akan ikut SKD, untuk mengikuti seleksi sesuai dengan peraturan yang telah disampaikan sebelumnya.
Pihaknya juga mengingatkan, agar para peserta tidak percaya dengan oknum-oknum baik itu dari pemerintah atau masyarakat umum yang mengaku dapat meloloskan pada tahapan SKD dengan syarat membayar sejumlah uang.
"Ikuti dan yakinlah dengan kemampuan sendiri. Mudah-mudahan bisa lolos SKD. Percayalah jika memang bisa menjalani SKD dengan baik, maka pasti akan lulus," kata Mukaromah, Selasa (11/2/2020).
Selain itu, pihaknya juga menekankan kepada para peserta untuk jangan percaya dengan jimat. "Saya yakinkan, jimat apapun tak akan bisa menolong untuk bisa lolos SKD," ungkapnya
Sementara itu, Kasubdit Pengadaan CPNS BKD dan Diklat Kabupaten Pekalongan Eko Darmanto mengatakan tes yang digunakan yaitu tes Computer Assisted Test (CAT).
Kemudian, peserta yang mengikuti sebanyak 9.462 orang, dengan peserta terbanyak di formasi tenaga guru. "Kami sudah melakukan pengecekan persiapan CAT SKD di Unnes. Sarprasnya sudah lengkap dari laptop sampai fasilitas pendukungnya," kata Eko.
Menurutnya, Unnes dipilih menjadi lokasi seleksi SKD karena tempatnya representatif dan gampang dijangkau. "Untuk denah lokasi tes, kita sudah memasang dibeberapa titik yang ada di kampus Unnes. Bahkan, kami sudah sebar lewat media sosial dan website BKD," ungkapnya. (red)
Pengajian menghadirkan Maulana Habib Umar Munthohar dari Semarang sebagai penceramah. Dihadiri anggota DPR RI Drs. H. Bisri Romly, MM., Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah H. Sukirman, Wakapolres Pekalongan Kompol H. Mashudi, SH., Pengurus PCNU Kabupaten Pekalongan beserta para kyai lainnya.
Bupati dalam sambutan menyampaikan ucapan terima kasih Pemkab Pekalongan diberikan penghormatan untuk bisa meresmikan Masjid Jami Nur Ali yang 100 persen dibiayai oleh H. Tadi secara pribadi.
“Kita doakan semoga pahala yang melimpah dari Allah SWT bisa mengantarkan keluarganya sehingga bisa menjadikan wasilah masjid ini seperti telah disampaikan oleh Kyai Zaki bahwa nanti di Surga H. Tadi sekeluarga akan dibangunkan Masjid persis seperti Masjid ini,” ujar Bupati.
Dikatakan Bupati, Pemerintah Kabupaten Pekalongan tentu berterima kasih kepada keluarga H. Tadi yang telah berperan serta dalam pembangunan melalui syiar agama Islam yakni dengan membangun Masjid ini. Menurutnya, masyarakat Kabupaten Pekalongan ini akan baik, manakala empat komponen bersatu padu yaitu ulama, umaro, para dermawan (aughnia) dan doa orang-orang miskin.
“Kita sedang berusaha menjadi umaro yang adil, tidak sewenang-wenang kepada rakyatnya, melaksanakan pembangunan dengan baik dan menjadi pelayan masyarakat (khodimul ummah). Dan semoga dengan semangat seperti itu kita semua termasuk dalam kategori umaro yang adil,” katanya.
Namun, lanjut Bupati, tidak cukup itu untuk membangun tatanan masyarakat. Katanya, peran serta para aughnia (orang-orang kaya) sangatlah penting. Seperti halnya membangun masjid, membangun sekolah, kemudian juga sarana-sarana sosial peribadatan yang lain. Sehingga wajah kemakmuran di Kabupaten Pekalongan akan semakin tampak.
“Setelah orang kaya berperan, komponen terakhir yang tidak kalah penting adalah mereka orang-orang miskin yang mendoakan agar Kabupaten Pekalongan tambah semakin baik. Dan insya Allah kalau empat komponen itu bisa bersatu padu maka apa yang kita cita-citakan bersama yakni mewujudkan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sejahtera, religius dan berkelanjutan berbasis potensi lokal akan terwujud,” tandas Bupati.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Persetujuan Bersama ditandai dengan penandatanganan dan penyerahan kedua Raperda oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si dan Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH beserta para Wakil Ketua DPRD.
Disaksikan Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, para Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Forkopimda, Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten Sekda dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan.
Sebagai kata akhir persetujuan bersama atas 2 Raperda, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si menyampaikan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan, khususnya di bidang pertanian merupakan komitmen bersama sebagai amanat UU No. 19 Tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani.
Disamping itu, kata Bupati, petani sebagai pelaku utama dalam pembangunan pertanian dan berkontribusi bagi kelangsungan pemenuhan kebutuhan pangan saat ini masih banyak yang belum berdaya dan mendapatkan upaya perlindungan dan pemberdayaan yang sistematis dan berkelanjutan.
"Maka dengan ditetapkannya Perda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani ini, kita mempunyai komitmen dan tanggung jawab bersama dalam mewujudkan kemandirian dan kedaulatan petani dalam mewujudkan taraf kesejahteraan, kualitas dan kehidupan yang lebih baik bagi petani di Kabupaten Pekalongan dan masyarakat Kabupaten Pekalongan," terang Bupati.
Lebih lanjut, dijelaskan Bupati, guna menjamin hak, kewajiban, peran dan kedudukan yang sama serta melindungi dari berbagai bentuk diskriminasi bagi penyandang disabilitas sesuai amanat UUD NKRI Tahun 1945 dan pasal 27 ayat (1) UU No. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, maka Perda tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas menjadi salah satu upaya nyata Pemkab Pekalongan dalam pelaksanaan penghormatan, pemajuan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas untuk mengembangkan diri serta mendayagunakan seluruh kemampuan sesuai bakat dan minat yang dimilikinya untuk menikmati, berperanserta berkontribusi secara optimal, aman, leluasa dan bermartabat dalam segala aspek kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat serta mendapatkan jaminan perlindungan hukum.
"Atas dasar pertimbangan tersebut, kami mendukung dan menyetujui kedua Raperda untuk ditetapkan menjadi Perda," tandas Bupati.
Terkait dengan disetujui bersama 2 Raperda menjadi Perda, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si memerintahkan kepada Sekda, Kepala DKPP dan Kepala Dinas Sosial serta seluruh perangkat daerah terkait untuk melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat terkait, sesuai dengan Raperda yang telah ditetapkan.
Kemudian, menyusun regulasi teknis operasional dengan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan, serta ikut mendukung pelaksanaan kedua Perda sesuai bidang tugasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si menerangkan bahwa dalam menyerap aspirasi dan mengakomodir harapan dari para suporter sepak bola tercinta, ada banyak langkah yang bisa dilakukan salah satunya dengan mengadakan event-event sepak bola agar diperbanyak. Kemudian secara serius Persekap Kabupaten Pekalongan didorong agar bisa berlaga di Liga 2, tentu konsekuensinya ditata lagi sistem pendanaannya.
“Selama ini sistem pendanaan hanya mengandalkan dari APBD lewat KONI Kabupaten Pekalongan yang dibagi untuk seluruh cabang olahraga. Jadi PSSI dalam hal ini Persekap tertatih-tatih untuk membiayai, padahal ini butuh biaya besar,” ucapnya.
Nanti semua kekuatan yang berempati dan punya keinginan, komitmen untuk membesarkan pesepakbolaan Kabupaten Pekalongan kemudian dirangkum dan dijadikan kekuatan untuk mendukung Persekap agar apa yang menjadi harapan pecinta sepak bola di Kabupaten Pekalongan ini bisa terwujud termasuk perintah lainnya yaitu merevitalisasi basecampnya. “Kita harus punya basecamp yang representatif,” ujarnya.
Stadion ini direncanakan akan terus menerus dibangun dan tidak boleh berhenti serta ada perawatannya. Selama 6 tahun lebih tidak ada perawatan, sekarang sudah ada tetapi masih kecil, butuh perawatan yang intensif dan supaya menjadi stadion kebanggan masyarakat Kabupaten Pekalongan. Komitmen dari pemerintah yakni menjawab apa yang menjadi keluhan sekaligus masukan yang konstruktif dari pecinta sepak bola.
“Saya melihat komitmen dari PSSI Kabupaten Pekalongan sudah luar biasa untuk memajukan sepak bola di Kabupaten Pekalongan,” tuturnya.
Itu langkah yang tidak mudah karena membutuhkan dana besar, komitmen besar serta dukungan besar sekaligus fasilitas yang memadai. Ini sudah jalan dan yang penting sudah ada komitmen bersama agar pesepakbolaan Kabupaten Pekalongan ini harus maju dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabuapten Pekalongan.
Bupati Cup, HW Cup, Askab Cup itu adalah tahapan yang harus diadakan terus agar pesepakbolaan di Kabupaten Pekalongan ini semakin bagus. Ikhtiyar ini harus dijalankan terus, sistemik, strukturnya jelas dan partisipatif melibatkan seluruh pihak.
“Saya yakinlah kalau seperti itu nanti Persekap akan berjaya, kita tidak boleh kalah dengan daerah tetangga seperti Persip dan Persibat. Banyak sekali warga Kabupaten Pekalongan yang menjadi simpatisan untuk mendukung Persip karena masih satu wilayah Pekalongan. Tetapi kedepan mudah-mudahan sepak bola Kabupaten Pekongan juga menjadi kebanggaan,” pungkasnya.
Untuk sektor lain sudah mulai baik, hanya sektor olahraga saja yang diakui masih banyak kekurangan dan ini momentum untuk berbenah bersama. Menghadapi Dulongmas nanti, KONI Kabupaten Pekalongan juga sudah siap menyusun roadmap untuk menaikkan posisi di Dulongmas.
“Mudah-mudahan posisi kita tidak berada dibawah dan bisa menjadi Kabupaten yang diperhitungkan di kancah olahraga,” harapnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kegiatan yang bertajuk ''Festival Durian Kabupaten Pekalongan," ini sangat ramai karena dipadati oleh ribuan warga dari sejumlah daerah. Kemeriahan terlihat usai Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si membuka kegiatan tersebut yakni ratusan durian yang dipamerkan di lokasi festival langsung jadi rebutan warga yang sudah menunggu.
Meski harus rela berdesak-desakan, namun warga tak mempedulikannya dan tetap mendekat lalu menyerbu tumpeng durian. Di antara mereka malahan ada yang rela naik supaya bisa mendapatkan buah berduri itu. Dalam waktu singkat, ratusan buah berduri maupun buah lainnya yang dipasang di gunungan langsung ludes.
Bupati Pekalongan KH. Asip saat memberikan sambutan menjelaskan kegiatan ini memang rutin diselenggarakan setiap tahun. Tujuannya ingin mempromosikan buah durian yang saat ini merupakan salah satu produk unggulan lokal di Kabupaten Pekalongan. Buah durian lokal di daerahnya memang punya rasa khas, ada yang manis, pahit, dan enak.
''Kita memang sedang berusaha mengenalkan produk produk terbaik yang ada di Kabupaten Pekalongan,'' katanya.
Harapannya, kesejaheraan masyarakat, khususnya para petani buah durian akan semakin bagus. Apalagi durian lokal ini sudah bisa memasok ke sejumlah pasar buah di sejumlah kota dan kabupaten baik di Jawa Tengah maupun daerah Pulau Jawa lainnya.
Agar hasilnya lebih bagus lagi, maka para petani durian diminta lebih mengembangkan varian bibit durian dan ditanam secara masif sehingga para pecinta durian menjadi penasaran, lalu mencarinya dengan datang ke Kabupaten Pekalongan.
Dari informasi pantia kegiatan, setiap kali menggelar kegiatan serupa pasti pada saat para petani panen raya durian. Dengan demikian, yang dipamerkan maupun dibawa saat fastival murni hasil dari petani yang ada di wilayah kerjanya. Tahun lalu, saat panen raya durian hasilnya mencapai sekitar 9.000 ton dan tahun 2020 meningkat menjadi lebih kurang 10.000 ton.
Kegiatan tersebut, menurut Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si juga ingin mengembangkan destinasi wisata. Di Kecamatan Karanganyar ada tiga Desa yang potensi wisatanya cukup menarik yakni Karanggondang, Limbangan, dan Lolong yang sering disebut Kabalong. Di tiga daerah ini ada terdapat kuliner, panorama alam yang indah, tanaman musiman (durian), permainan air serta tempat bermain anak-anak.
''Dari sektor pariwisata melalui sejumlah destinasi wisata, hasil yang diraih lebih kurang Rp 6 M,'' tegasnya.
Melihat hasil seperti itu, berarti sektor pariwisata memang perlu dikembangkan lagi karena potensinya sangat bagus. Dengan demikian, bukan hanya infrastruktur seperti perbaikan jalan dan lainnya yang dikerjakan. Namun sektor tersebut harus ditingkatkan kembali karena berimbas dengan kesejahteraan masyarakat yang berdekatan dengan distinasi wisata.
Sementara itu, dalam kegiatannya tersebut ada lomba buah durian unggulan, tumpeng durian tingkat kecamatan dan desa.
Adapun yang menilai adalah Bupati Pekalongan, Wakil Bupati Hj. Arini Harimurti, Wali Kota Pekalongan HM. Saelani Mahcfudz, Ketua DPRD Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP., MMS., Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si., Kajari Kajen Mardani, SH, dan Kepala Kemenag DR. Kasiman Mahmud Desky, M.Ag.
Hasilnya untuk lomba unggulan, buah durian Mbalong milik Casono warga Desa Suroloyo, Doro menjadi juara pertama. Sedangkan juara dua ketiga direbut Kiswoyo, (Randem) warga Suroloyo, Doro, serta Khumaedi Pusoko (Puso) asal Desa Randusari, Doro.
Kemudian lomba kategori tumpeng tingkat kecamatan pemenangnya adalah Kecamatan Kesesi, lalu Kecamatan Lebakbarang, dan ketiga dari Kecamatan Bojong. Untuk lomba tingkat desa, juara pertama tumpeng durian Desa Limbangan, Karanggondang, dan Lolong. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Pemberian dana hibah ini dilakukan saat Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si datang dalam acara sidang ke-20 GKJ Klasis Pekalongan, di Desa Kasimpar Kecamatan Petungkriyono, Kamis (6/2/2020) siang.
Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan sejarah penyebaran agama Kristen Jawa di Pekalongan sangat lama, sekitar abad 18. Bukan hanya umat kristiani, dalam menyebarkan agama memang tidak bisa dipisahkan oleh kebudayaan setempat, seperti di tanah jawa.
''Agama manapun, budaya merupakan instrumen penting untuk menyebarkan agama sehingga tidak dapat dipisakan satu dengan lainnya,'' ujar Bupati.
Disebutkan Bupati, jika ada orang yang mempertentangkan soal agama dengan budaya maka pemahamannya perlu didiskusikan kembali. Masalahnya, agama hadir untuk memerangi kebodohan dan juga mencari jalan keselamatan sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Untuk itu, peran dari tokoh agama menjadi kunci kesuksesan pembangunan Kabupaten Pekalongan.
"Budaya masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah patronase, di mana patronnya adalah tokoh agama dan kliknya adalah masyarakat. Para tokoh agama itu menjadi orang yang sangat dihormati dan langkah-langkahnya diikuti oleh masyarakat. Dengan kekuatan dari tokoh agama tersebut, secara tidak langsung juga bisa mencipatkan keharmonisan sesama pemeluk agama," terang Bupati.
"Kemudian mereka juga berperan penting dalam mengisi pembangunan di Pemkab Pekalongan, antara lain menyuarakan kebenaran, kebaikan, dan keberhasilan yang ada di daerahnya," imbuhnya.
Kinerja mereka menurut Bupati secara tidak langsung telah mampu menaikkan angka pertumbuhan ekonomi serta menurunkan angka kemiskinan. Untuk itu, sudah selayaknya apabila Pemkab Pekalongan memberikan fasilitas kepada seluruh agama, termasuk umat Kristiani.
Selain memberikan dana hibah kepada sembilan gereja, Bupati sebelumnya memberikan tanah kepada umat tersebut yang digunakan sebagai tempat pemakaman. Dia berharap supaya hal itu segera diurus legalisasi maupun persyaratan lainnya supaya secepatnya bisa difungsikan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)