KAJEN - Rangkaian kunjungan Bupati Pekalongan ke beberapa wilayah hari ini diantaranya desa Kaligawe kecamatan Karangdadap.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menjelaskan, tujuan kunjungan adalah silaturahmi sekaligus cek lapangan, kondisi desa-desa di Kabupaten Pekalongan.
"Saat ini Desa Kaligawe memang perlu mendapat perhatian terkait kebutuhan dasar diantara drainase yang beberapa bagian sudah rusak dan ini akan segera dicek lapangan untuk ditindaklajuti" Tandasnya. (12/6).
Kalau memang ada kekurangan infrastruktur nanti tinggal revitalisasi dan ditata, kalau memang harus dibangun berarti menunggu tahun Anggaran 2021.” Terang Bupati.
Selanjutnya berkaitan pertanyaan warga yang menginginkan pembangunan Balai desa melalui dana desa. Bupati menjelaskan secara aturan tidak diperbolehkan jika hanya untuk balai desa saja, namun jika untuk membangun gedung serbaguna hal tersebut masih bisa karena masuk dalam nomenklatur. " Nanti dalam prakteknya gedung serba guna tersebut bisa digunakan untuk berbagai kegiatan untuk banyak orang, gedung serba guna tersebut di dalamnya bisa diisi kantor sekretariat para perangkat desa, tempat untuk pkk, tempat untuk fitnes atau yang lainnya.
Kemudian setelah sebelumnya Pemkab membantu pembangunan gereja, Pemkab juga akan membantu pembangunan masjid yang saat ini perlu di rehab, Bupati berpesan agar warga Desa Kaligawe memiliki parsitipasif untuk menata dan menjaga dengan baik desanya. (Kominfo Ela).
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi,S.H.,M.Si., menyampaikan pentingnya 4 langkah konkrit yang harus disosialisasikan di tengah masyarakat dalam menjalani era kehidupan new normal. Hal itu disampaikan bupati dalam acara halal bihalal keluarga besar Pemkab Pekalongan bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), pada jumat (12/06) di aula lantai I setda kabupaten Pekalongan. Acara halal bihalal sekaligus pengajian jum’at pagi kali ini menghadirkan pembicara KH Zuhdi Hariri dari Buaran, dan dihadiri wakil bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti, sekretaris daerah Mukaromah Syakoer,MM., serta para kepala OPD se kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Pemkab Pekalongan akan melakukan tracking terus sehingga kabupaten Pekalongan betul-betul bisa zona hijau. Hal ini disampaikan bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi,S.H.,M.Si., dalam acara penerimaan bantuan dari Forkimka ( Forum Komunikasi Jasa keuangan ) Kabupaten Pekalongan, Kamis ( 11/06) di Pendopo Kajen. Adapun bantuan yang diberikan berupa APD untuk 2 Rumah Sakit yaitu RSUD Kraton dan RSUD Kajen, serta bantuan sembako bagi warga yang terkena dampak Covid19.
KAJEN - Dalam rangka melakukan menggali data untuk pengambilan kebijakan, Bupati Pekalongan melakukan kunjungan kerja ke Desa Pakumbulan Kecamatan Buaran pada hari ini Kamis (11/6/2020).
KAJEN – Sambut new normal Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, S.H, M.Si galakan pendisiplinan dan sosialisasi penerapan protokol kesahatan covid-19 di Pasar Kajen, Rabu (10/6/2020) pagi.Dengan didampingi Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko.,S.IK, M.Si, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS, Kajari Kabupaten Pekalongan Mardani, SH., dan Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM, Bupati Asip blusukan ke dalam pasar bagikan masker kepada pedagang dan pengunjung pasar secara gratis.
KAJEN – Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Kajen dan salah satu bentuk ikhtiar menghadapi masa prakondisi normal baru, Pemerintah Kabupaten Pekalongan meluncurkan aplikasi SIDOL (Sistem Informasi Pendaftaran Online) untuk memepermudah pendaftaran pelayanan kesehatan bagi masyarakat di RSUD Kajen, pada hari ini Rabu (10/6/2020).
KAJEN - Berkat doa para sesepuh, para kyai, para habaib khususnya di Kabupaten Pekalongan saat ini secara umum kondisinya dalam keadaan aman. "Yang positif Covid19 hanya 2 orang dari hampir satu juta penduduk di Kabupaten Pekalongan," ujar Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dalam sambutannya pada acara Haul ke-11 almarhum Almaghfurlah KH. Muhammad Ilyas Jaza, Simbang Kulon Kecamatan Buaran, Selasa (9/6/2020) sore.
KAJEN – Dalam rangka menghadapi tatanan baru era normal,Pemkab Pekalongan mengadakan rapat koordinasi ( Rakor ) covid 19 bersama Forkopimda, bertempat di Aula lantai I gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan pada selasa ( 09/06) pagi. Rakor covid 19 ini dipimpin langsung oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dan diikuti oleh Ketua DPRD H.Hindun, Sekda Mukaromah Syakoer MM beserta jajarannya, Kajari, Wakapolres, Perwakilan dari Kodim, perwakilan Kemenag, MUI, STAIN serta organisasi sosial keagamaan.
– Dengan mayoritas masyarakat Desa Sangkanjoyo Kecamatan Kajen yang bermata pencaharian sebagai petani,memang tidak dipungkiri bahwa akses jalan untuk mengangkut hasil panen yang mengubungkan antar wilayah itu sangat diperlukan. Hal inilah yang mendasari Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,,yang didampingi oleh Kepala DPU TARU Bambang Irianto dan Asisten Pemerintahan dan Kesra Totok Budi Mulyano melakukan kunjungan kerja ke Desa Sangkanjoyo pada hari ini,Senin (8/6/2020) guna mendengarkan langsung masukan dari masyarakat terkait hal tersebut.
“ Hari ini kita melaksanakan acara halal bihalal. Di dalam halal bihalal, hal yang paling penting adalah saling maaf memaafkan, selain itu, proses saling mendoakan, kemudian kita mendapatkan maidhoh khasanah, tausiyah yang sangat penting untuk bekal kita selanjutnya”, ucap bupati mengawali sambutannya.
Lewat momentum halal bihalal tersebut bupati mengajak seluruh ASN membangkitkan kembali spirit halal bihalal dengan spirit rasa pengabdian di tengah pandemi covid19 yang secara nasional trendnya belum menunjukkan kurva yang landai bahkan cenderung naik. “ Untuk itu apa yang kita sebut dengan prakondisi , new normal, itu harus betul-betul kita jalankan”, tegasnya.
Bupati juga menjelaskan bahwa acara halal bihalal tersebut sekaligus memberikan contoh kepada ribuan jamaah pengjian yang sudah mengajukan ijin ke pemerintah. “ Masyarakat kita berikan contoh, bahwa silahkan berkumpul dalam skala terbatas, tapi jangan lupa protocol kesehatan menjadi sebuah keniscayaan, karena Covid 19 belum ada obatnya, kemudian belum ada satu ahlipun yang melakukan prediksi secara predictable kapan covid ini akan hilang di kabupaten Pekalongan, di Indonesia bahkan dunia”, tuturnya.
Ditambahkan bupati, sampai hari ini di Kabupaten Pekalongan masih ada 2 yang positif. 1 anak-anak, 1 sudah 25 hari dirawat. Sedang angka pasitif covid total ada 8. 5 sembuh, 1 meninggal ( KTP Depok). Pemerintah pusat sudah memetakan 136 kabupaten/kota dengan resiko rendah, dan Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu kabupaten dengan resiko rendah. Untuk itu pihaknya terus melakukan ikhtiar diantaranya melakukan sosialisasi ke pasar-pasar, ke desa-desa mensosialisasikan bahwa new normal ini setidaknya diikuti dengan 4 langkah konkrit, yaitu pakai masker, cuci tangan pakai sabun, makan bergizi dan cukup tidur. ( Humas Kominfo)
Bupati berharap bantuan tersebut semakin menguatkan ikhtiar seluruh komponen masyarakat kabupaten Pekalongan dalam rangka memotong penyebaran mata rantai covid19 di kabupaten Pekalongan yang kondisinya per hari ini masih baik karena berada di zona resiko rendah. ” Oleh karena itu kita sekarang menuju persiapan new normal , karena data ini fluktuatif, kita evaluasi yang sudah dirawat beberapa hari akan kita tes swab lagi untuk memastikan kesembuhannya”, terang bupati.
Bupati menambahkan, untuk ikhtiar kesana butuh kehati-hatian semua pihak , terutama mewaspadai warga yang pulang setelah hari raya ini. Menurutnya, Jika PSBB Jabodetabek sudah dibuka, maka lalu lintas orang bisa gampang. Hal ini perlu diwaspadai. Untuk itu pihaknya menugaskan gugus tugas covid 19 kabupaten Pekalongan untuk mewaspadai warga yang dari Jakarta dan sekarang diberi kesempatan pulang. ( Humas Kominfo )
Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk mendengar langsung aspirasi dari masyarakat guna mengetahui secara langsung persoalan-persoalan yang ada didesa-desa. Khususnya desa Pakumbulan sebagai modal awal bagi pihaknya dalam mengambil kebijakan.
"Kedatangan kami ini untuk melakukan pengecekan terhadap desa-desa sehingga bisa tahu persis persoalan sehingga nanti saat mengambil kebijakan, bisa sesauai dengan yang diharapkan oleh masyarakat," ujar bupati Asip ditengah kunjungan kerjanya di desa Pakumbulan.
Tidak dipungkiri dengan terus melakukan pengecekan ke desa-desa, dikatakan oleh bupati Asip itu bisa menjadi bahan evaluasi dan salah satu bentuk upaya untuk terus melakukan perbaikan kinerja dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang ia pimpin. Sehingga dengan hal tersebut, bupati berharap berbagai perbaikan seperti perbaikan infrastruktur pelebaran jalan yang saat ini memang dibutuhkan oleh masyarakat di desa Pakumbulan Kecamatan Buaran bisa segera terealisasi pada tahun 2021.
"Oleh karena itu, pemerintah kabupaten sangat memperhatikan desa-desa yang mengalami perubahan menuju desa yang semakin baik,termasuk salah satunya adalah Pakumbulan. Apalagi masyarakat di Pakumbulon itu kreatif-kreatif, ada kerajinan tenun yang disini itu mendahului,"
"InsyaAllah semoga lancar semuanya,sehingga pada tahun 2021 nanti kita pesan dalam perencanaan semoga kita bisa mulai melakukan pelebaran jalan yang penting ini ya," kata Bupati Asip.
Selain itu, dalam kunjungan kerjanya di desa Pakumbulan, Bupati Asip menuturkan bahwa kaitanya dengan masa pandemi yang masih dialami oleh berbagai daerah di Indonesia termasuk Kabupaten Pekalongan, pihaknya menegaskan kepada masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dan melakukan pola hidup sehat.
Bupati melanjutkan, saat ini Kabupaten Pekalongan masuk dalam salah satu wilayah yang rendah resiko penyebaran virus Covid-19,sehingga pihaknya tengah mempersiapkan langkah-langkah untuk memasuki masa new normal.
"Sekarang kita masih dalam situasi pandemi Covid-19. Kabupaten Pekalongan merupakan kabupaten yang cukup baik karena resiko rendah,sehingga kita tengah mempersiapkan new normal . Oelh karena itu kita harus membiasakan untuk tetap cuci tangan,tidur cukup dan makan yang cukup dan bergizi,serta tetap mematuhi protokol kesehatan," jelas bupati Asip.
Bupati Asip juga mengungkapkan untuk acara -acara seperti keagamaan itu sudah dibuka. Namun untuk acara-acara besar yang melibatkan banyak orang belum bisa dibuka untuk meminimalisir penyebaran kembali virus Covid-19.
"Jadi sekarang sudah mulai kita buka mulai minggu ini. Tetapi seperti acara besar dan menimbulkan keramaian orang banyak itu kita belum buka karena kita masih dalam masa new normal ini. Sebab penyakit ini belum ada obatnya belum ada vaksinya dan yang kedua belum ada satupun praktisi kesehatan dunia yang memastikan bahwa penyakit ini sudah hilang dari suatu daerah," ungkap Bupati Asip. ( red )
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengungkapkan, mulai Senin (15/6/2020) baik pembeli ataupun pedagang di pasar yang ada di Kabupaten tidak menggunakan masker, tidak boleh masuk ke pasar. "Kita ini menyiapkan pra kondisi new normal di Kabupaten Pekalongan khususnya di Pasar Kajen. Karena, Kabupaten Pekalongan salah satu dari 136 daerah di Indonesia yang kategori resiko rendah. Karena, masuk kategori tersebut harus mempersiapkan era new normal lagi. Upaya yang dilakukan yaitu sosialisasi mengenai new normal," kata Bupati Asip.
Asip mengungkapkan, sebelumnya Pemkab sudah melakukan rapid tes di Pasar Kajen sebanyak 115 orang dengan hasil 2 orang rapid reaktif. Setelah dilakukan tes swab, dua orang ini hasilnya negatif. "Artinya, Pasar Kajen ini aman untuk sementara. Karena sudah aman tugas kita yaitu menjaga agar pasar yang sudah aman ini jangan sampai tidak menjadi kluster baru, kalau tidak hati-hati," ungkapnya.
Asip menjelaskan, mulai hari ini siapapun yang masuk ke Pasar Induk Kajen harus wajib menggunakan masker. Kalau tidak menggunakan masker, tidak diperbolehkan masuk pasar baik itu pedagang ataupun pembeli. "Hari ini hingga Minggu (14/6/2020) kita uji coba disiplinkan dan sosialisasikan program ini di semua pasar yang ada di Kabupaten Pekalongan. Tapi, mulai Senin (15/6/2020) yang akan datang semua yang akan masuk wajib gunakan masker," jelasnya.
Kemudian, saat disinggung mengenai pantauan physical distancing di Pasar Kajen Asip menuturkan, secara umum sudah ada walaupun masih ada sedikit yang berdesakan. Tapi untuk, penggunaan masker sudah lumayan bagus baik pedagang ataupun pembeli. "Karena pasarnya tidak begitu luas, akan kita atur. Kami, juga sudah sosialisasi terus mengenai jaga jarak. Ini merupakan upaya preventif dari Pemkab Pekalongan dalam mencegah penyebaran virus corona, agar Kabupaten Pekalongan segara masuk ke zona hijau," tuturnya. ( Red )
‘’Kita hari ini melanunching aplikasi SIDOL (Sistem Informasi Pendaftaran Online) RSUD Kajen sebagai salah satu gerakan untuk masa prakondisi New Normal di rumah sakit Kajen ini yang bisa langsung didowanload di playstore dan nanti bisa daftar secara online,’’ kata Bupati Asip.
Selain aplikasi SIDOL Bupati Asip juga meresmikan poli jantung yang ada di RSUD Kajen, yang dijelaskan oleh bupati Asip bahwa poli jantung ini menambah pelayanan baru yang sebelumnya belum ada. Sehingga dengan hal tersebut, masyarakat yang membutuhkan pelayanan pada poli jantung,sekarang sudah tersedia di RSUD Kajen.
‘’Kemudian yang kedua meresmikan poli jantung untuk pertama kali yang ada di RSUD Kajen. Tentu ini menambah bobot pelayanan di rumah sakit Kajen terhadap masyarakat Kabupaten Pekalongan,’’ jelas Bupati Asip.
Selain itu bupati Asip juga mengatakan,dengan adanya inovasi yang terus dilakukan untuk menambah kualitas pelayanan kesehatan terhadap masyarakat,hal ini bisa dijadikan salah satu bentuk upaya untuk menghadapi masa normal baru mendatang setelah panduan tentang masa normal baru keluar dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
‘’Kita tidak boleh berhenti berinovasi dan mengupayakan hal-hal lain untuk mengupayakan masyarakat mempunyai habit terhadap masa pandemi sekaligus sehat,untuk menghadapi masa transisi ini,’’ Nanti setelah panduan masa normal baru keluar dari pak gubernur,nanti kita akan megikuti itu,tapi masa-masa sekarang ini merupakan masa untuk bersosialisasi dan menyiapkan sarana dan prasarana untuk menghadapi masa normal baru,’’ kata Bupati Asip.
Adapun untuk kesiapan Kabupaten Pekalongan dalam menghadai masa normal baru,diungkapkan oleh bupati Asip bahwa saat ini Pemkab Pekalongan sedang memersiapkan segala sesuatunya termasuk sarana dan prasarana untuk memasuki masa normal baru tersebut.
‘’Prakondisi menjelang normal baru ini yang sedang kita siapkan. Dengan kegiatan kegamaan yang sudah mulai kita buka, yang tentunya dengan melakukan protokol kesehatan yang tetap,’’ ungkap Bupati Asip Kholbihi. ( Red )
Lebih lanjut Bupati mengatakan untuk tingkat di Jawa Tengah, posisi Kabupaten Pekalongan nomor dua dari bawah didalam rangka penanggulangan Virus Corona. Oleh karenanya melalui momentum Haul ke-11 KH. Muhammad Ilyas Jaza, Bupati mengajak kita semua untuk meningkatkan terus semangat untuk terus pergi mengaji.
"Pondok pesantren, sudah boleh dibuka. Romo Kyai Muslih, silahkan. Pengajian-pengajian Romo Kyai Zuhdi yang katanya sudah tiga bulan lockdown, para ibu Nyai nggeh lockdown. Saya ditangisi para ibu Nyai. Kapan bisa dibuka, pak Asip? Besok (hari ini) bisa mulai buka, silahkan. Mangke dalu menawi bade wontenaken pengajian umum, monggo mpun nggeh," tutur Bupati.
Dikatakan Bupati, dalam rangka persiapan pelaksanaan New normal di Kabupaten Pekalongan, pihaknya hari Selasa pagi ini telah mengumpulkan seluruh tokoh agama baik NU, Muhammadiyah, Rifaiyah, bahkan non Islam, seluruh organisasi kemasyarakatan. Kemudian melalui rapat koordinasi tersebut telah ditandatangani kesepakatan bersama.
"Untuk itu, monggo engkang bade ngawontenaken pengaosan ampun sungkan sungkan. Yo wis protokol kesehatan dijogo sakersane/semampunya njenengan, melas poro Kyai niki konco-konco Kulo," tegas Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi.
"Kulo pesen, monggolah paling penting ikhtiar karena ikhtiar itu wajib. Tetapi jangan sampai ikhtiar ini, seperti ngendikane Maulana Habib Lutfhi "Jangan sampai ketakutan kita ini kepada virus, tetapi takutlah kepada Gusti Allah," tandasnya.
Dalam kesempatan itu juga, orang nomor satu di Kota Santri itu menegaskan bahwasanya Kabupaten Pekalongan sudah siap menerima kedatangan para santri dari luar yang jumlahnya sekitar 8000an.
"Begitu juga bagi para santri dari Kabupaten Pekalongan yang akan keluar baik ke Ponpes Lirboyo, Sarang, Tegalrejo, Ploso, Kaliwungu dan lainnya, kami siap untuk memfasilitasi dalam arti nanti para santri kita periksa sekiranya membutuhkan kita periksa. Dinas Kesehatan akan kami persiapkan. Termasuk Pondok pesantren lainnya di Kabupaten Pekalongan," ungkap Bupati.(Humas Dinkominfo Kabupaten Pekalongan)
Bupati menyampaikan bahwa hasil dari rakor ini ada masukan yang kemudian disimpulkan. “ Mulai minggu ini kita bisa membuka kegiatan-kegiatan publik tapi dengan ketentuan dan syarat yang berlaku karena kita masih ada tahapan menuju era baru, seperti prakondisi . Kita sudah melakukan prakondisi menuju normal baru ini.
Nanti tinggal tunggu timingnya kapan, prioritas koordinasi pusat dan daerah, monitoring dan evaluasi yang sedang dipersiapkan dalam minggu ini,” ucap bupati.
Dijelaskan Bupati kesimpulannya kalau masuk katagori zona kuning Pemkab akan membuka kegiatan public skala terbatas dengan protokol kesehatan. Tapi kalau zona merah, maka tidak ada kegiatan-kegiatan atau lock (kunci).
Ditambahkan pula bahwa Kegiatan public yang tidak terlalu banyak mengundang kerumunan dipersilahkan tetapi dengan protocol kesehatan.
Sementara itu ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj.Hidun berharap protocol covid ini tetap dilaksanakan secara massif, artinya diberikan edukasi yang tinggi kepada masyarakat oleh pemerintah daerah. "Juga diperlukan koordinasi antar OPD yang membidangi, sehingga mudah dalam menyusun detail bagaimana kalau nanti new normal itu diberlakukan" Terangnya.
Wakapolres Pekalongan Kompol Andis Arfan Tofani ,SH,MH menggarisbawahi perlunya peran serta dari semua lini baik itu unsur pemerintahan, aparat, ormas, harus berperan dalam rangka untuk mengantisipasi adanya penyebaran virus corona.
Kompol Andis menuturkan TNI dan Polri mendapat perintah dari Presiden untuk melakukan pendisiplinan masyarakat. Polres Pekalongan sendiri sudah menginventarisir tempat-tempat berkerumunnya massa, baik yang statis maupun dinamis.
´Disitu sudah ditempatkan personel yang nantinya apabila pemkab memberlakukan new normal, kita sudah ploting personel. Sasarannya adalah pasar-pasar, melakukan pendisiplinan kepada masyarakat di lingkungan pasar. Sampai saat ini Polres bekerjasama dengan pemkab masih melakukan penyemrotan disinfektan”, paparnya. Kompol Andis juga menyampaikan pesan kapolres bahwa polisi akan mengawal seluruh kegiatan masyarakat.
Sementara itu kepala Kajari Kab Pekolongan Mardani menyampaikan tentang pelaksaan protokol kesehatan dalam menjalankan edaran menteri agama berkaitan dengan pembukaan rumah ibadah. Karena rumah ibadah dapat menjadi contoh yang baik mengingat saat ini pelaksanaan beribadah sudah memenuhi kaidah protokol kesehatan. "Kita jangan sampai kendor, hingga kasus covid bertambah karena lalai beribadah namun lalai melaksanakan protokol kesehatan ( Humas Kominfo )
Diungkapkan oleh bupati Asip bahwa kunjunganya kali ini memang untuk mengurai persoalan yang ada di Desa Sangkanjoyo terkait harapan masyarakat untuk dibangun akses jalan yang menghubungkan Desa Sangkanjoyo kajen ke Desa Bukur kecamatan Bojong ‘’ Kunjungan kita kesini bersama pak asisten,pak kepala dinas dpu taru , ini untuk mengurai persoalan yang ada di Desa Sangkanjoyo,’’ kata Bupati Asip .
Adapun untuk pembangunan akses jalan di Kabupaten Pekalongan yang jumlahnya sekitar 639 Km memang telah ditargetkan Pemkab Pekalongan pada tahun 2020 dapat selesai semua. Namun,dengan adanya situasi pandemic seperti saat ini pembangunan tersebut dikurangi dan akan segera diselesaikan pada tahun 2021 mendatang.
Oleh karena itu, dijelaskan oleh bupati Asip untuk pembangunan jalan yang menghubungkan antara Desa Sangkanjoyo dan Bukur akan diusahakan dapat direalisasikan tahun 2021 mendatang. ‘’Kita akan tinjau akses jalan kabupaten yang menghubungkan Sangkanjoyo sampai Bukur, termasuk jembatanya juga ,itu menurut pak Bambang itu sekitar 2 milyar. Jadi kalau tidak ada halangan,InsyaAllah kalau uangnya sudah ada ya pada tahun 2021 akan kita usahakan maksimal,’’ jelas Bupati Asip.
Sementara itu, Kepala Desa Sangkanjoyo Rudi Hartono mengatakan bahwa memang benar warga masyarakat didesanya sangat menginginkan adanya pembangunan akses jalan tengah yang menghubungkan Desa Sangkanjoyo ke Bukur. Hal ini tidak lain adalah untuk menunjang peningkatan nilai perekonomian Desa Sangkanjoyo yang bermatapencaharian sebagai petani yang selama ini kesulitan mengakses jalan tembus untuk mengangkut hasil panennya.
‘’ Dengan adanya Exit tol Bojong diharapkan dapat mendongkrak perekonomian kami pak, karena terletak persis di jalan usaha kami yang selama ini memang kami merasa kesulitan mengakses jalan untuk mengangkut hasil panen di desa kami pak,karena mayoritas masyarakat Sangkanjoyo mayoritas itu petani dan kami juga sudah mengharapkan adanya pembangunan jalan tembus tengah atau jalan trobosan yang bisa mengakses hasil panen kita,’’ kata Kepala Desa Sangkanjoyo. ( red )