KAJEN - Pemkab Pekalongan terus berupaya menanggulangi banjir di Kabupaten Pekalongan, Bupati Pekalongan, Asip Khobihi kembali turun tangan ke Wilayah yang terkena banjir, salah satunya yaitu di Wonokerto, Selasa (25/2).
Terkait dengan penyodetan kembali sungai mrican, sebelumnya sudah dilakukan bendung total, Bupati menjelaskan. “Kemarin kan kita sudah melakukan bendung total, tapi karena efek banjir akhirnya kita jebol sepanjang 5 meter, untuk mengurangi beban air masuk ke pemukiman,” Jelas Bupati.
Hal ini merupakan bentuk dari penanggulangan atau cara mengatasi banjir terutama di wilayah Kecamatan Wonokerto, air akan mengalir dari Sungai Mrican ke laut.
Selain itu juga perlu dijaga supaya tidak rob, Pemkab berharab agar rob tidak terjadi lagi, saat air pasang bendunga akan di tutup dan akan distop lagi, kemudian ke depan akan dibuatkan pompa ( Red).
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus melakukan berbagai upaya agar kondisi banjir di wilayah Kota Santri tidak terulang kembali. Termasuk membuat pompanisasi, normalisasi saluran dan kita kaji efek dari pembuatan tanggul penahan rob.
KAJEN - Untuk mewujudkan Pekalongan bebas banjir, Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Pemerintah Kota Pekalongan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi (rakor) pbb, di r, Senin (24/2/2020) malam.
KAJEN - Memastikan pelayanan tetap berjalan normal meskipun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kraton dilanda banjir, Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,. melakukan tinjauan ke rumah sakit setempat, Senin (24/02/2020) siang.
- Perjuangan Muslimat itu mulia, disamping mencari ridho orang tua juga berjuang bersama-sama untuk menciptakan wanita-wanita yang tangguh, wanita yang tidak saja dapat mengurus rumah tangga tetapi peduli terhadap sesama dan nasib kaumnya.
KAJEN – Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Pekalongan pada sepanjang Minggu, 23 Februari 2020 menyisakan penderitaan bagi sebagian saudara-saudara kita. Ratusan warga yang terdampak banjir diungsikan di tempat-tempat pengungsian seperti Musholla dan beberapa tempat aman lainnya. Untuk membantu mensuplai makanan bagi mereka, Pemkab. Pekalongan telah menyediakan dapur umum yang menyebar di beberapa wilayah terdampak banjir.
KAJEN - Untuk memastikan keadaan Pengungsi aman, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi melakukan kunjungan kepada para pengungsi di Kelurahan Sepacar Kecamatan Tirto pada Sabtu (22/02/2020).
- Dalam rangka mewujudkan visi misi , Pemerintah Kabupaten Pekalongan memfasilitasi 247 Kepala Desa untuk melakukan kegiatan ‘’BIMTEK KEPEMIMPINAN’’ di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat,Jumat ( 21/02).
KAJEN - Dalam rangka mempermudah setiap investasi yang akan masuk ke wilayah Kabupaten Pekalongan,Pemkab Pekalongan telah menyiapkan kawasan industri. Hal ini tidak lain bertujuan untuk merealisasikan sejumlah investasi yang akan masuk .Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si. saat ditemui pada acara ‘RAKORNAS INVESTASI TAHUN 2020’ di The Ritz-Carlton Jakarta ,Kamis (20/02).
Hal tersebut dikatakan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si., saat mendampingi Kapolda Jateng Irjen Pol Ryco Amelza Dahniel meninjau lokasi banjir, Selasa (25/2/2020). Turut mendampingi Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si.
Menurut Bupati, tahun ini akan ada anggaran revitalisasi saluran untuk memperkecil kemungkinan terjadinya banjir lagi di daerah yang biasa terkena banjir. ‘’Tahun ini kita ada anggaran revitalisasi saluran, mudah-mudahan nanti akan memperkecil proses ini, karena disini curah hujannya ekstrim, jadi dimana-mana terjadi genangan air," ungkap Bupati.
Dalam tinjauannya kali ini Bupati Asip Kholbihi mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan sedang mengupayakan pencarian solusi terhadap masalah banjir ini. ‘’Hari ini kita dengan pak Kapolres tadi mendampingi pak Kapolda meninjau lokasi banjir, terus kita lanjut ke lokasi-lokasi yang parah yaitu di desa Pesanggrahan, dan ini sedang kita carikan solusinya,’’ kata Bupati.
Selain itu Bupati Pekalongan Asip Kholbihi juga berharap hasil rapat bersama BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai ), Pusdataru Provinsi Jateng,Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan pada hari Senin (24/2/2020) kemarin di Kantor Walikota Pekalongan, dapat memperoleh solusi untuk masalah banjir yang sering terjadi di wilayah Kabupaten pekalongan ini.
”Pada rapat tersebut diperoleh keputusan bersama terkait dengan rencana pengelolaan polder, revitalisasi sungai , pembangunan rumah pompa dan sebagainya dimasa mendatang,” terangnya.
‘’Mudah-mudahan hasil rapat kemarin dengan BBWS, Pusdataru Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota, Pemerintah Kabupaten ada solusi yang dapat segera kita lakukan sehingga banjir ini bisa surut, baik," imbuh Bupati Pekalongan.(dinkominfo kab.pekalongan)
Wilayah Kabupaten Pekalongan yang terdampak banjir perbatasan dengan wilayah Kota Pekalongan, oleh karena itu perlu adanya koordinasi antara Pemkab dan Pemkot Pekalongan guna menangani banjir agar tidak terulang lagi.
Bupati menjelaskan untuk melakukan langkah-langkah yang strategis berkaitan dengan darurat banjir yang sudah ditetapkan di wilayah kabupaten dan kota.“Karena wilayah kabupaten dan kota berdampingan jadi tidak bisa secara parsial tapi harus terintegrasi penanganan, utamanya adalah sungai permi, sungai meduri yang merupakan sungai kota dan kabupaten,” Jelas Bupati di Ruang Kresna Sekretariat Daerah Kota Pekalongan.
Lebih lanjut, Bupati menerangkan pengelolaan longstorage yang memanjang dari Kabupaten masuk ke kota ini juga perlu mendapat penanganan, intinya hal-hal yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir karena tampungan volume air hujan yang ekstrim ini menjadi pelajaran setelah tanggul penanganan rob selesai.
Langkah-langkah penanganan yang perlu dilakukan yaitu langkah jangka pendek, menengah dan panjang, jangka pendeknya adalah revitalisasi saluran, kemudian jangka menengah yaitu dengan melakukan penyempurnaan pompanisasi, penyempurnaan tanggul dan lain-lain, kemudian untuk jangka panjangnya adalah membuat polder di purworejo lalu menutup Sungai Bremi dan Sungai Meduri.
Untuk tempat penutupannya di rumah pompanya yang ada di kabupaten pekalongan, kemudian nanti sharring mana yang menjadi tanggung jawab kabupaten, kota, BBWS, PUSDATARU, semua sinergi bisa dibicarakan dengan baik, harapannya dengan cara seperti ini kedepan tidak ada banjir lagi, dan untuk keadaan sehari-hari bisa ditangani dengan efektifitas tanggul penahan rob.
Acara yang dihadiri oleh Walikota Pekalongan, Wakil Walikota PekalonganHM. Saelany Machfudz, SE., Bupati PekalonganH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Kepala BBWS Pemali JuaanaIr. H. Ruhban Ruzziyatno, MT., serta atas nama Kepala Dinas Pusdataru Provinsi Jawa TengahH. AgusPurwanto, ST, MT., mendapatkan hasil penanganan sungai Bremi dan Sungai Meduri yang akan dilakukan dengan pembangunan pintu dan stasiun pompa di pertemuan muara Sungai Bremi dan Meduri, proses pembebasan lahan akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan, karena letak rencana pembangunan pintu dan stasiun pompa berada di wilayah Kabupaten Pekalongan. Pemerintah Kota Pekalongan akan menggeser pompa untuk membantu operasionalisasi sistem pompa yang akan dibangun.
Desain untuk penanganan muara Sungai Bremi dan Meduri dibuat maksimalis. Hal itu mendasari pada kejadian banjir yang terjadi saat ini sangat besar sebagai akibat tingginya curah hujan, sehingga desain yang maksimalis tersebut diharapkan dapat mengantisipasi curah hujan yang relative tinggi di waktu-waktu yang akan datang.
Penanganan parapet Sungai Bremi dan Meduri akan dikoordinasikan Pemprov Jawa Tengah dengan Pemkot dan Pemkab Pekalongan, kemudian untuk penanganan tuntasnya yaitu dengan pembangunan pintu dan setasiun pompa, serta pengusulan normalisasi oleh Pemprov Jateng kepada Menteri PU-PR.
Pembangunan tanggul dan longstorage di sisi utara tanggul Mulyorejo Kabupaten Pekalongan diusulkan oleh Pemprov Jateng kepada Menteri PU-PR. Pemkot dan Pemkab Pekalongan menyiapkan lahan untuk disposal pengerukan sungai, serta penanganan permasalahan sosial.
Selain itu uga direncanakan akan dilakukan pengalihan sebagai catchment area Sungai Bremi dan Meduri ke Kali sengkarang. Penanganan darurat di Wilayah Mulyorejo dan Tirto dengan bantuan pompa dari BBWS Pemali Juana dengan kapasitas 500 liter per detik.
Pemerintah Provinsi Jawa tengah Mengusulkan penanganan Kali Kupang (Loji) dan Banger Kota Pekalongan kepada Menteri PU-PR. Kemudian penyempurnaan Kali Silempang untuk mengurai beban sistem Mrican-Wonokerto, dan Pemeritah Kota, Kabupaten Pekalongan, serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan segera mengkoordinasikan dalam pengelolaan sistem polder bersama.(red)
"Terhadap banjir kali ini, pertama kita pastikan tidak ada pelayanan medis yang terganggu, kemudian fungsi-fungsi pelayanan berjalan normal termasuk yang rawat jalan,’’ ungkap Bupati Pekalongan.
Dikatakan, untuk tindakan cepat yang telah dilakukan yakni pasien-pasien yang ruangannya tergenang air telah dievakuasi dan juga peralatan-peralatan vital pendukung medis telah diamankan.
‘’Para pasien yang ruangannya tergenang air telah dievakuasi, kemudian penyelamatan alat-alat vital pendukung medis juga telah kita lakukan," ujarnya.
Selain itu Bupati Asip juga menyampaikan bahwa langkah terdekat saat ini yang akan dilakukan untuk mengatasi banjir adalah dengan membuat saluran drainase, meninggikan ruang-ruang yang letaknya masih rendah, kemudian membuat tanggul-tanggul.
‘’Langkah terdekat saat ini untuk mengatasi banjir ini,kita sudah petakan ,pertama nanti akan membuat saluran drainasenya kita normalisasi,kemudian meninggikan ruang-ruang yang letaknya masih rendah , dan juga membuat tanggul-tanggul kanan-kiri," jelasnya.
Dan dalam kesempatanya kali ini beliau juga menuturkan bahwa Pemkab akan mendirikan rumah sakit baru yang merupakan pengembangan dari Rumah Sakit Kraton sebagai langkah alternatif yang akan diambil.
‘’Pemerintah Kabupaten akan mengambil langkah-langkah yang strategis dengan kajian-kajian yang komprehensif tentang bagaimana untuk merevitalisasi sekaligus akan ada alternatif. Kita akan segera membangun rumah sakit baru pengembangan dari Rumah Sakit Kraton," terangnya.
Langkah ini diambil karena Rumah sakit kraton merupakan rumah sakit rujukan regional tipe B yang sudah mempunyai nama , fasilitas dan SDM yang memadai, sehingga menurut bupati mendirikan rumah sakit baru merupakan langkah tepat yang akan diambil.
‘’RSUD Kraton merupakan Rumah Sakit rujukan regional tipe B yang sudah punya branding dan punya nama , fasilitasnya sudah cukup lengkap untuk wilayah Pantura ini, Sumber Daya Manusianya juga memadai," ungkap Bupati.
Dan untuk menindaklanjuti hal tersebut, bupati berharap Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat dapat membantu untuk mendirikan rumah sakit lagi yang lebih representatif, bebas dari banjir karena RSUD Kraton merupakan rumah sakit rujukan dengan pasien yang tidak hanya berasal dari Pekalongan saja.
‘’Saya berharap Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat membantu kami untuk mendirikan rumah sakit lagi yang lebih representatif bebas dari banjir, karena rumah sakit ini merupakan rumah sakit rujukan regional yang pasiennya datang tidak hanya dari Pekalongan saja, tetapi dari daerah sekitar seperti Pemalang,Tegal, Batang dan lain-lain.Oleh karena itu, ini penting untuk sinergi antara pemerintah kabupaten,provinsi dan pusat,’’ jelasnya.
Selain itu, Bupati menuturkan bahwa pihaknya sudah mendapat perhatian dari anggota Komisi X Bisri Romli yang telah memberikan masukan untuk segera membuat kajian yang mendasar supaya mendapat bantuan dari APBN untuk mendirikan rumah sakit keraton 2.
‘’Kita juga medapat perhatian dari anggota komisi X bapak Bisri Romli yang memberikan masukan kepada kita untuk melakukan kajian mendasar untuk mendapatkan bantuan dari APBN untuk mendirikan RSUD Kraton 2," ungkapnya.
Dan untuk menindaklanjuti masukan dari Bisri Romli beliau juga telah menugaskan seluruh Kepala OPD untuk mengkaji hal tersebut. ‘’Sedang kita kaji letaknya dimana, baiknya seperti apa dan ini seluruh Kepala OPD sudah saya tugaskan untuk mengkaji hal tersebut.’’ jelas Bupati.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
“Muslimat juga melakukan perjuangan dengan terus menerus berupaya agar anak-anak yang dibesarkan menjadi anak-anak yang soleh solehah berguna bagi bangsa dan Negara”,tandas Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si menghadiri dan memberikan sambutan pada acara Pelantikan 36 Pimpinan Ranting Muslimat NU se Anak Cabang Kedungwuni, Minggu (23/2/2020) sore
Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum Muslimat NU Kabupaten Pekalongan Hj. Sumarwati, S.Pd., M.AP di lapangan tenis indoor Rumdin Bupati Pekalongan di Kajen. Bupati juga berpesan kepada ibu-ibu Muslimat yang berjuang di NU agar ikhlas. Harapannya, bisa memberi manfaat bagi pembangunan pemberdayaan wanita di kabupaten Pekalongan. “Mugi-mugi cita-cita kita untuk mewujudkan masyarakat kabupaten Pekalongan yang sejahtera lahir batin, selamat dunia akhirat, dapat kita wujudkan bersama-sama” , paparnya.
Dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi, segenap Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Pekalongan, perwakilan pengurus MWC NU Kedungwuni dan ratusan anggota Muslimat NU se Kecamatan Kedungwuni. “Saya mengucapkan selamat kepada ibu-ibu pengurus ranting, monggo terus berjuang di Muslimat, InsyaAlloh ada hasil dan manfaatnya. Mugi-mugi panjengenan yang berjuang di Muslimat, khususnya di kecamatan Kedungwuni angsal barokah”, tutur Bupati.
Sementara itu Hj. Sumarwati,S.Pd, M.AP, selaku Ketua Umum Muslimat NU kabupaten Pekalongan memaparkan dari 19 anak cabang yang ada di kabupaten Pekalongan, pimpinan rantingnya yang awal tahun 2014 ada 304 ranting, sekarang jumlahnya sampai bulan Maret 2020 nanti ada 321 ranting. Semua organisasi ranting aktif. Setiap minggu maupun bulannya punya kegiatan sendiri serta aktif mengikuti kegiatan cabang. ”Muslimat tidak akan bisa besar kalau di tingkat rantingnya tidak jalan. Kesimpulannya, muslimat cabang kabupaten Pekalongan ini bisa menunjukkan persatuaannya, kekuatannya, yang itu diawali dari ranting. Maka dari itu dalam kesempatan ini yang perlu kita sadari Muslimat NU ini adalah organisasi, wadah perjuangan dari perempuan NU. Maka yang perlu dikuatkan adalah ayo kita dasari dengan iman yang kuat”, terang Sumarwati.
Dalam kesempatan itu Sumarwati juga mengucapkan terima kasih kepada 36 ranting yang ada di kecamatan Kedungwuni karena gaungnya luar biasa. Menurutnya perkumpulan ini bisa jalan kalau ada imarohnya (pimpinannya). “ Jadi di ranting-ranting ini kumpulan bisa jalan. Adanya pengurus itu untuk ditaati sepanjang perintah pengurus itu mengajak untuk bertakwa kepada Alloh SWT”, tegasnya.
Selanjutnya Sumarwati menghimbau agar program-program yang sudah dilaksanakan dengan baik supaya dilestarikan dan dilanjutkan, dan pengurus-pengurus baru hendaknya berinovasi untuk mencari program-program disesuaikan dengan perkembangan jaman dengan tetap berpegang teguh pada Islam Ahlussunnah waljamaah.(Humas Kominfo)
Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti melakukan peninjauan ke dapur umum yang disediakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan di Kajen pada Senin, 24 Februari 2020 pagi tadi.
Peninjauan dilakukan untuk memantau kesiapan Pemkab dalam membantu penyediaan dan suplai makanan bagi korban banjir di wilayah Kabupaten Pekalongan ini. “Para korban banjir sementara ini untuk beraktifitas susah, beribadah saja sulit, masak dan makan juga tidak bisa. Oleh karena itu Saya ingin memastikan dapur umum ini berfungsi dengan baik,” ujar Wakil Bupati.
Disampaikan Wakil Bupati, saat ini para pengungsi masih menyebar di beberapa tempat/Mushola, belum mengumpul menjadi satu. Harapannya, kalau sudah mengumpul menjadi satu, dapur umum juga akan dipindahkan kesana sehingga akan lebih mudah dalam pemberian logistik ini. “Saat ini masih para pengungsi masih terpencar-pencar sehingga kita suplai dari sini dulu. Yang terpenting untuk antisipasi hari ini masyarakat korban banjir tercukupi dalam logistik,” jelasnya.
Wakil Bupati langsung melihat dari dekat aktifitas dapur yang mensuplai kebutuhan makan warga korban banjir. Rencananya makanan dengan menu nasi, mie goreng, sambel kentang dan daging sapi dibagikan kepada 470 pengungsi yang terbesar di kecamatan Siwalan dan Tirto (451h)
Beberapa masyarakat tirto terpaksa masih harus bertahan di pengungsian karena banjir di rumah mereka masih setinggi lutut.“Masih ada beberapa keluarga yang berada di pegungsian sementara, karena banjir dirumahnya masih selutut, ini kita maklumi, dan kita pastikan kebutuhan pokoknya,” terang Bupati kepada awak media.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan memastikan kebutuhan pokok para pengungsi, seperti makan minum, jajan-jajan, susu, popok bayi dan segala macam untuk kebutuhan anak-anak sudah disediakan. Selain kebutuhan pokok, pemerintah Kabupaten Pekalongan juga menerjunkan tim kesehatan dari dinas kesehatan yang berjaga selama 24 jam untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Bupati juga menjelaskan bahwa yang lebih penting yaitu mencari solusi untuk mengatasi banjir tahunan di Kecamatan Tirto khususnya di Kelurahan Sepacar karena daerah Kelurahan Sepacar berbatasan dengan kota, terletak di sebelah selatan rel kereta api, sebelah selatan jalur pantura, kemudian sebelah baratnya terdapat sungai besar yaitu sungai cengkareng, daerah yang secara geografis untuk penampungan air, sehingga perlu adanya solusi agar banjir tidak terulang lagi di tahun berikutnya. Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah merencanakan solusi dengan melakukan pengerukan sungai Meduri bagian selatan.
Karena secara geografis tirto berbatasan dengan wilayah kota, maka bupati akan koordinasi dengan walikota, kemudian selain dengan pengerukan sungai meduri Pemkab juga sedang memikirkan bagaimana membuat penampungan air untuk menjaga air agar tidak masuk ke daerah Sepacar semua, pemerintah perlu menggunakan kajian yang komprehensif dan mencari solusinya supaya tidak terjadi banjir tahunan.
Bupati juga menambahkan bahwa wilayah Kabupaten Pekalongan yang dulu pusat banjirnya berada di daerah sebelah utara pantura seperti Mulyorejo, Jeruk Sari, Karangjompo kemudian Kecamatan Wonokerto pada umumnya sekarang hanya banjir air hujan dan sudah tidak ada banjir air rob. “Sekarang banjir air, airnya itu air hujan, sudah bukan rob, robnya sudah tidak ada, sekarang ganti masalah di sebelah selatan, ini akan kita atasi,” Jelas Bupati.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan sudah mempunyai grand desain untuk mengatasi banjir tahunan yang ada di wilayah perkotaan di Kabupaten Pekalongan, dan yang di daerah-daerah lain tinggal merevitalisasi saluran-salurannya. Pemkab akan berfikir serius untuk mengurai air di Desa Sepacar sebagai tempat penampungan air dari seluruh wilayah Kecamatan Tirto, hilirnya yang kebetulah ke Sepacar semua karena daerah cekungan jadi sangat mungkin Sepacar terkena banjir, namun pemkab tidak akan membiarkan dan harus ada rekayasa mekanika bagaimana agar banjir tidak terulang kembali, untuk rekayasa sosial sudah berhasil dilakukan, penanganan tanggap darurat sudah berjalan dengan baik, masyarakat sadar dan gotong royong sehingga saling membantu, sehingga di pengungsian para pengungsi gembira dan sehat, dan diperkirakan para pengungsi besok sudah bisa pulang ke rumah masing-masing.
Yang terpenting bagi pemkab adalah bagaimana anatomi banjir ini bisa di bedah sehingga antisipasinya lebih memungkinkan lagi seperti yang sudah dilakukan di bagian Tirto sebelah utara, tahun lalu masyarakat mengungsi pada saat menjelang lebaran, kemudian pemkab janjikan lebaran tahun berikutnya tidak terulang lagi dan ini sudah berjalan.
Harapannya di Sepacar juga akan seperti itu, saat musim hujan tidak banjir lagi karena ada rekayasa yang pemkab lakukan dengan kajian-kajian yang komprehensif maka bisa diatasi, bupati optimis bisa mengatasi persoalan banjir.
Selanjutnya Bupati mengucapkan terimakasih kepada owner pemilik Dupan Tex yang sudah memberikan fasilitas kepada para pengungsi karena Dupan Tex juga perduli kepada masyarakat sekitar, dengan memberikan sarana masjid untuk pengungsian, Bupati berpesan untuk mendijaga keamanan fasilitas air, perlu disiapkan karena ketika malam air bisa masuk.
Kemudian Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh relawan, baik pemerintah, terutama yang dimotori oleh BPBD kemudian PMI, TNI, Polri, warga masyarakat semua yang telah berbondong-bondong meringankan beban sesama saudaranya. “Inilah kearifan lokal masyarakat pekalongan yang harus kita pertahankan, berat sama dijinjing ringan sama di pikul, gotong royong menjadi nafas kita sehingga tidak ada persoalan yang berat,” (Red).
Kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi dan mencari solusi terhadap permasalahan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Asip Kholbihi,SH.M.Si. saat ditemui pada acara tersebut . ‘’ Kita memberikan materi berkaitan dengan RPJMD Kabupaten Pekalongan terutama capaian pada tahun 2019 sebagai bekal para kepala desa untuk bersama-sama mengurangi sekaligus mencari solusi terhadap permasalahan yang ada di Kabupaten Pekalongan ‘’ jelas bupati Pekalongan.
Selain itu, kegiatan Bimtek Kepemimpinan Kepala Desa ini diharapkan dapat mewujudkan visi misi Kabupaten Pekalongan dengan mendidik 207 Kepala Desa yang menurut Bupati Pekalongan basic permasalahan itu ada di desa . ‘’basic permasalahan itu kan ada di desa oleh karena itu melalui bimtek yang dilakukan oleh dinas PMDP3APPKB Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan IPDN para kepala desa ini kita didik disini,kita gembleng di Kawah Condrodimuko IPDN dengan berbagai materi khusus tentang totalitas bagaimana mencapai visi misi Kabupaten Pekalongan’’ jelas beliau.
Dan untuk materi yang diberikan pada bimtek itu sendiri, bupati mengatakan bahwa indikator makro telah disampaikan mengenai beberapa kebijakan dan solusi terhadap permasalahan di berbagai bidang, seperti bidang sosial,kesehatan dan pendidikan.
Pada bidang sosial, bupati menekankan kepada para kepala desa untuk tidak boleh membiarkan ada warga miskin satupun yang tidak makan, hal ini sesuai dengan mandat para pemimpin untuk melayani masyarakat . ‘’ saya tekankan bahwa kepala desa tidak boleh membiarkan ada warga miskin satupun yang tidak makan, ini saya tekankan karena mandat para pemimpin itu melayani masyarakat, jadi warga miskin itu nanti bisa diintervensi menggunakan dana desa ,kerjasama dengan warung terdekat kemudian pihak warung ini yang akan mensuplai kebutuhan pangan untuk warga miskin dan dibayar dengan dana desa.’’ Jelasnya.
Kemudian yang kedua, pada bidang kesehatan bupati mengajak para kepala desa untuk turut serta dalam menyelesaikan angka kematian ibu melahirkan,gizi buruk,stunting dan persoalan kesehatan lainya yang menjadi prioritas utama .‘’ Kepala desa bersama-sama dengan kita menyelesaikan angka kematian ibu melahirkan,gizi buruk,stunting dan persoalan kesehatan lainya yang menjadi prioritas utama agar pemberdayaan dilapis ini bisa berjalan dengan baik,beriringan dengan kerja-kerja pemerintah di Kabupaten,’’ terangnya.
Selanjutnya pada bidang Pendidikan, bupati Asip Kholbihi mengungkapkan bahwa di Kabupaten Pekalongan tidak boleh ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah, dan hal ini menjadi domain bagi kepala desa yang harus diperhatikan. ‘’ Dalam bidang pendidikan ini juga mejadi konsep agar tidak ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah , ini mejadi domain kepala desa untuk diperhatikan,’’ jelas beliau.
Adapun untuk tujuan dari kegiatan ini sendiri bupati berhapkan para kepala desa dapat memperoleh bekal ilmu disiplin,mengusai tata perundang-undangan dalam tata aturan lain yang berkaitan dengan aturan operasional pemerintahan desa,serta paradigma baru kepemimpinan . Sehingga hal tersebut dapat membawa kemajuan di desa dan juga mandat dana desa bisa dilaksankan dengan baik.
‘’ Kemudian dengan diadakannya bimtek di IPDN ini saya berharap mereka dapat dibekali ilmu disiplin, menguasai tata perundang-undangan dalam aturan operasional pemerintahan di desa,serta yang paling penting adalah paradigma baru kepemimpinan di desa yang tidak boleh seperti dulu lagi,harus berubah dengan inovasi kemudian membawa kemajuan di desa serta menjadi manajer pembangunan di desa yang baik sehingga mandat dana desa bisa dilaksanakan dengan baik.’’. terangnya.
Disamping itu bupati menjelaskan bahwa Pemkab Pekalongan telah menjalin kerjasama dengan IPDN untuk Capacity Building sehingga tidak hanya kepala desa saja melainkan nantinya para birokrat Pemkab Pekalongan juga perlu bersekolah atau dididik di IPDN .‘’ Kami menjalin kerjasama dengan IPDN untuk Capacity Building , tidak hanya kepala desa saja , nanti kedepannya juga para birokrat kita yang perlu sekolah di sini, kami persilahkan, tadi kita dengan wakil rektor 3 IPDN Bidang Kerjasama sudah melakukan pembicaraan untuk kerjasama dibidang peningkatan Capacity Building Aparatur Kabupaten Pekalongan.’’ Jelasnya.
Dengan diadakannya Bimtek Kepemimpinan Kepala Desa ini , Pemkab Pekalongan sangat berharap dapat mendorong dan meningkatkan kemajuan untuk setiap desa yang ada,sehingga visi misi Kabupaten Pekalongan dapat tercapai dan berjalan dengan baik (Red).
‘’Kabupaten Pekalongan sudah menyiapkan kawasan industri ,kemudian akan mempermudah setiap investasi yang akan masuk ‘’ jelas Bupati Pekalongan.
Dan untuk menindaklajuti hal tersebut bupati pekalongan juga mengatakan bahwa nantinya beliau akan memerintahkan PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu ) agar segera melakukan langkah-langkah yang akan ditempuh untuk merealisasikan hal tersebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam sambutan di Rakornas Investasi Tahun 2020 yang dihadirinya. ‘’ oleh karena itu nanti kami akan memerintahkan PTSP agar segera melakukan langkah-langkah untuk menindaklanjuti arahan presiden yaitu mempermudah kemudian menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pertumbuhan investasi’’ jelasnya.
Dan dengan kebijakan serta langkah-langkah yang akan diambil tersebut diharapkan tujuan bupati yang telah menargetkan pertumbuhan ekonomi di wilayah kabupaten Pekalongan mencapai 6,3 persen diakhir tahun 2020 dapat tercapai (Red)