Senin, 13 April 2020
KAJEN - Ditengah pandemi corona dan seiring menurunnya tingkat ekonomi masyarakat Kabupaten Pekalongan, Bupati menghimbau untuk seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Pekalongan, baik yang tinggal di kota maupun kabupaten lain harus ikut berbagi sesama dengan membantu masyarakat miskin yang ada di sekitar tempat tinggal. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab dan empati kepada masyarakat. Ini wajib dan kepala OPD akan mengidentifikasi atau mendata siapa membantu siapa. “Kepada para ASN dalam situasi seperti ini mari kita bersama-sama berbagi untuk mengatasi dampak sosial karena efek pandemi Corona ini dan saya instruksikan kepada seluruh ASN untuk nyonggo bantuan ekonomi minimal 2 kepala keluarga di kanan kiri lingkungan kita masing-masing,” Jelas Bupati saat ditemui di Puskesmas 2 Wonokerto, Senin (6/4).
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan menambah rumah sakit (rs) rujukan lini 3 untuk mereka penderita terinfeksi virus Corona. RS ini nantinya untuk Penambahan jumlah ruang isolasi pasien ODP (Orang Dalam Pantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di Kabupaten Pekalongan . Kebijakan ini diambil oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebagai upaya untuk mengantisipasi membeludaknya jumlah pasien yang disebabkan oleh laju pemudik dari daerah zona merah COVID-19 yang sangat tinggi. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si. saat ditemui saat meninjau persiapan Puskesmas 2 Wonokerto sebagai RS rujukan lini 3 pada hari Senin (6/3/2020).
KAJEN - Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Pekalongan meminta kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan berita hoaxs terkait virus corona.Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi S.Sos.,M.Si, seusai menggelar gathering dengan insan pers di halaman kantor dinas setempat, Senin (30/3/2020).
– Dalam rangka meningkatkan antisipasi terhadap penyebaran COVID-19 di Kabupaten Pekalongan, Pemkab Pekalongan akan menyiapkan 3 posko utama di tingkat kabupaten sebagai sarana untuk pengecekan dini bagi warga urban yang datang dari daerah pandemi COVID-19 yang diprediksi akan terjadi mobilisasi besar-besaran dari daerah tersebut mulai hari ini. Hal ini dikatakan oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si. saat ditemui dalam acara Rapat Koordinasi terbatas Antisipasi Pencegahan COVID-19 di rumah dinas bupati pada Jumat malam ( 27/3/2020).
Senin, 13 April 2020
Pemkab tidak memotong gaji ASN, Pemkab tidak menggunakan mekanisme pemotongan intensif tapi membangun kesadaran sendiri dari hati. “Ayok bersama-sama setiap ASN 1 minimal gotong 2 tetangga,” tambah Bupati. Kalau jumlah ASN hampir ada 9ribu maka akan ada 18ribu rumah tangga sasaran yang bisa di bantu, jadi ini merupakan bentuk gerakan kesadaran sosial.
Hal ini sudah diskusi dengan kalangan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pekalongan dan berbagai komponen, yang menyatakan persetujuan dengan rencana ini. Pemerintah akan menganggarkan juga dari anggaran belanja daerah, dari provinsi, dan dari pusat. Nantinya akan disinergikan karena Pemkab punya data yang cukup lengkap berkaitan dengan data penduduk miskin.
Selanjutnya Pemkab akan menyelesaikan basis kemiskinan yang sudah tercatat di dalam basis data terpadu milik Pamkab, ini angkanya cukup fantastis, kalau dulu 73ribu sekarang sudah 120ribu, oleh karena itu Pemkab akan petakan, sehingga dengan gerakan gotongroyong terutama yang diinisiasi dari ASN ini harapannya seluruh warga Kabupaten Pekalongan dapat merasakan berat sama dipikul ringan sama dijinjing, serta tabah menghadapi wabah ini segaligus bersama-sama dengan pemerintah untuk ikhtiar. (Red)
Publisher : aris
Senin, 6 April 2020
‘’Bahwa kita hari ini melakukan inspeksi kaitan dengan persiapan untuk menambah ruang isolasi untuk pasien ODP (Orang Dalam Pantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di Kabupaten Pekalongan.’’ Kata Bupati Asip. Adapun untuk tempatnya sendiri, bupati Asip menjelaskan bahwa ruang isolasi akan ditambahkan di Puskesmas 2 Wonokerto dengan kapasitas 46 ,yang dianggap bisa menjadi ruang isolasi karena letak puskesmas yang jauh dari pemukiman warga.
‘’ Di Kabupaten Pekalongan sendiri ini sudah kita plot yaitu di Puskesmas 2 Wonokerto, yang alhamdulilah kapasitasnya untuk ODP (Orang Dalam Pantauan) 40 dan untuk PDP (Pasien Dalam Pengawasan) 6, plus ruang untuk para tenaga medis.’’ Jelas Bupati. Dan untuk daya tampung ,bupati mengatakan bahwa Kabupaten Pekalonganmemiliki 2 rumahsakit untuk penanganan Covid-19, yaitu RSUD KRATON yang merupakan rumahsakit lini satu dan RSUD KAJEN yang merupakan rumahsakit lini dua.
‘’ daya tampung kita mempunyai dua rumah sakit,yang pertama adalah RSUD Kraton itu merupakan lini satu untuk pasien PDP,tapi ruang isolasinya terbatas ,kemudian kita punyalini dua yitu RSUD Kajen yang juga ini terbatas. Oleh karena itu,kita siapkan lapis tiga yaitu Pusekesmas 2 Wonokerto ini.’’ Kata Bupati. Selain itu dalam kesempatanya kali ini, bupati Asip Kholbihi juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten telah melakukan langkah-langkah yang sesuai dengan protocol seperti yang telah dikatakan oleh Presiden dan Gubernur serta Kementrian Kesehatan terkait penanganan Covid-19.
‘’ Satu persatu mulai kita lakukan,sehingga InsyaAllah sampai hari ini pun kondisi di Kabupaten Pekalongan dalam situasi yang alhamdulilah aman. Artinya secara komunitas memang ODP itu naik,karena laju pemudik yang luar biasa. Sekarang pemudik kita sudah mencapai 22.010 orang’’
‘’ tetapi pemudik-pemudik ini sudah diawasi oleh para Kepala Desa yang bekerjasama dengan para petugas medis untuk melakukan isolasi diri secara mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari, kecuali yang mempunyai gejala medis sesuai dengan ketentuan yaitu suhu sama dengan atau di atas 38,batuk,pilek ,sakit kepala ,maka itu akan kita awasi secara serius.’’ Ungkap bupati Asip Kholbihi.
Dengan langkah-langkah yang diambil tersebut dan atas kerjasama antara jajaran Pemkab,Camat,kepala desa dan tenaga kesehatan, serta kesadaran dari masyarakat, bupati berharap ini semua bisa mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan. ‘’InsyaAllah dengan ikhtiar yang kita lakukan dengan seluruh jajaran Dinas Kesehatan terutamanya dan dibantu dinas-dinas terkait,semua bergerak termasuk para camat,kepala desa dan yang lebih penting adalah kesadaran kolektif dari masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan ini saya kira sebuah langkah yang baik.’’ Kata Bupati Asip.
Dan untuk kondisi di Kabupaten Pekalongan Sendiri saat ini untuk jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP) yaitu bertambah menjadi 99 orang yang disebabkan oleh laju pemudik yang besar,kemudian untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 6 orang dengan dua orang dirawat di RSUD KRATON dan yang 4 sembuh, untuk yang positif Covid-19 kosong, dan yang meninggal kosong.(red)
Publisher : aris
Senin, 6 April 2020
Musrenbang tetap dilakukan dengan mematuhi aturan sesuai protokol kesehatan yang ada, sosial and psical distance sudah pemkab penuhi, prosesnya tetap mematuhi peraturan regulasi, dan tanggal 30 juni adalah terakhir untuk penetapan peraturan Kepala Daerah tentang Rencana Kerja Kepala Daerah tahun 2021.
Walaupun ada kendala virus corona ini, tapi pada prinsip perencanaan pembangunan tetap mengacu kepada LPJMD tentang pertumbuhan ekonomi, indikator makro ekonomi salah satunya adalah pertumbuhan angka ekonomi, penurunan angka kemiskinan, peningkatan indeks pembangunan manusia, semua sudah diukur dan harapannya pada tahun 2021 dapat tercapai, yang perlu streacing lebih dalam yaitu dampak corona tahun ini menjadi wacana publik yang menjadi pembicaraan pertama, dan tentu banyak masukan yang diberikan Pemkab.
Terkait dengan wabah corona di Kabupaten Pekalongan, dalam hal ini Pemkab juga menyampaikan bahwa Pemkab pekalongan terus mewaspadai para pendatang atau pemudik yang baru pulang ke Kabupaten pekalongan. Saudara-saudara yang datang dari jakarta ataupun luar kota lainnya harus diantisipasi oleh para Kepala Desa yang bekerjasama dengan tim kesehatan di desa masing-masing. Desa Siaga Corona diberlakukan diseluruh desa yang ada di Kabupaten Pekalongan karena jumlah pemudik perhari ini (1/4) sudah hampir 12 ribu lebih, ini merupakan angka yang cukup tinggi, dan kalau tidak segera diantisipasi karena berasal dari daerah zona merah maka ini mengkhawatirkan, namun pada prinsipnya masyarakat sudah siap.
Yang kedua dampak ekonomi, ini yang menjadi konsen pemkab, hari ini pemkab mengirimkan blanko untuk mendata kira-kira siapa warga desa yang secara ekonomi terdampak paling parah, pertama diprioritaskan untuk kawan-kawan disabilitas, yang ke dua orang miskin baru, yaitu saudara-saudara yang karena faktor pembatasan wilayah tidak bisa bekerja secara optimal, dan yang kedua lagi para perantau yang merupakan tulang punggung keluarga, karena ketika mereka pulang dini maka tidak membawa hasil yang diinginkan, hal ini yang akan Pemkab selidiki.
Harapannya dapat ketemu jumlah hasilnya, dan nanti akan disinergikan kebijakan dari Pemerintah Provinsi, kemudian Pemkab juga akan mengacu pada kebijakan yang diputuskan oleh Pemerintah Pusat, dengan bersikap kolaboratif untuk program penanggulangan dampak sosial kemiskinan. Selanjutnya acuan untuk misi ke tiga hanya para kepala desa yang tahu karena tidak bisa menggunakam parameter yang umum, karna parameter kemiskinannya tentu berubah terutama yang terdampak sekali, terutama para pelaku usaha menengah kecil mikro (UMKM) yang sekarang tidak bisa jualan lagi. (Red)
Publisher : aris
Rabu, 1 April 2020
Dalam kesempatan tersebut Dinkominfo mengundang insan pers untuk mensikapi wabah virus corona atau Covid-19. "Kami juga mengundang insan pers dengan memenuhi protokol pencegahan virus corona seperti melaksanakan di bawah sinar matahari," ungkap Anis.
Pihaknya juga menekankan, bahwa terkait perkembangan virus corona di Kabupaten yang hanya bisa memberikan komentar ialah Dinas Kesehatan. Kendati demikian Dinkominfo sendiri sudah membuat saluran-saluran komunikasi baik itu berupa spanduk dan baliho untuk mengedukasi masyarakat tentang pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19.
"Kita juga membuat saluran-saluran media sosial, termasuk web terkait perkembangan virus corona. Bagi masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan mengenai virus corona di Kabupaten Pekalongan bisa mengklik ," tuturnya.
Pihaknya juga meminta kepada insan pers, untuk ikut membantu Pemkab Pekalongan dalam rangka membuat publik tenang dengan tidak menyebarkan berita yang belum dipastikan kebenarannya. "Di era digital, semua masyarakat bisa menjadi seorang jurnalis sehingga ikut menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” tandasnya
"Dinkominfo sudah membuat tim anti hoaks yang menyangkut Pemkab Pekalongan, namun itu terbatas. Oleh karena itu, kita imbau kepada masyarakat bisa lebih menyaring berita mengenai virus corona yang belum jelas kebenarannya," tuturnya.
Menurutnya, dengan menyebarluaskan informasi hoaks itu sedikit banyak akan memengaruhi psikologis publik, sehingga bisa menambah kepanikan di masyarakat.
"Oleh karena itu mari kita bersama-sama untuk membuat berita yang menyejukan. Jujur saja semua prihatin. Jangan tambah keprihatinan kita dengan kepanikan. Lebih baik stay di rumah mengikuti anjuran pemerintah. Berdoa semoga wabah ini sirna. Saya minta jangan sebar berita hoaks," ungkapnya. (Red)
Publisher : aris
Senin, 30 Maret 2020
‘’Malam hari ini,kita mengadakan rapat koordinasi terbatas dengan OPD terkait ,yang pertama adalah tentang posko yang bertujuan untuk memeriksa, sebagai posko pemeriksaan bagi masyarakat kabupaten Pekalongan yang ingin pulang atau mudik ,yang kebanyakan berasal dari Jakarta.’’ Kata bupati Asip.
Tiga posko utama ini, akan didirikan yang pertama di Bondansari, untuk mengecek penumpang yang turun dari tol Pemalang. Posko kedua,akan didirikan di Kedungwuni, untuk mengecek penumpang yang datang dari tol kota Pekalongan. Dan untuk posko ketiga akan didirikan di terminal Kajen,untuk mengecek penumpang yang datang dari arah Kesesi-Pemalang.
Dan untuk ketiga posko utama ini, bupati menjelaskan akan disiapkan sampai tiga bulan dan buka 24 jam dengan tiga shift yang terdiri dari komponen dinas kesehatan, satpol ,dinas perhubungan dan relawan. ‘’posko kita siapkan sampai tiga bulan dengan tiga shift , yang satu shiftnya itu terdiri 7 sampi 8 orang dari berbagai komponen dinas kesehatan,satpol,dinas perhubungan ,dinas terkait,dan relawan juga kita ikutkan.’’ Jelas bupati Asip.
Adapun untuk alur pemeriksaannya sendiri, tidak hanya dilakukan di ketiga posko utama saja,melainkan di masing-masing desa juga akan dilakukan pemeriksaan oleh para petugas kesehatan,puskesmas dan aparat desa terkait. Hal ini diungkapkan oleh bupati Asip sebagai langkah pemeriksaan yang berlapis untuk mencegah penyebaran COVID-19. ‘’ Penumpang kita priksa, kemudian apabila kondisinya tidak sehat, suhunya 38, akan kita priksa di puskesmas terdekat. Kemudian di desa juga sudah disediakan pemeriksaan kembali oleh petugas kesehatan,puskesamas dan aparat desa.’’ Ungkap bupati.
Selain itu dalam kesempatanya kali ini bupati menambahkan , bahwa untuk menangani kondisi yang seperti ini akibat dampak virus corona, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan melakukan berbagai upaya untuk membantu masyarakat yang terkena dampak,khusunya bagi warga yang kondisi perekonomian terpuruk. ‘’ Pemerintah Kabupaten Pekalongan serius dalam menangani kemungkinan dampak sosial dari adanya COVID-19 ini. Sudah kami ploting anggaran yang tidak kurang dari 5 milyar , untuk penyiapan ketika terjadi masyarakat yang terpukul kehidupanya secara ekonomi akibat adanya COVID-19.’’ Kata Bupati.
Bupati melanjutkan, Pemkab Pekalongan akan menyiapkan dana anggaran untuk persiapan terutama lini 3 yang sudah dimulai disiapkan di Puskesmas Wonokerto 2 dengan kapasitas 40 tempat tidur , dan juga apabila terjadi kekurangan tempat akan disiapkan gedung AKN dengan kapasitas 50 tempat tidur. (Red)
Publisher : aris
Jumat, 27 Maret 2020
Minggu, 22 Maret 2020
“Ada satu pasien yang telah postif corona. Pasien tersebut ber KTP dari Jakarta, sudah beberapa hari lalu dirawat di RSUD Kraton bersama seorang warga lainnya dari Kabupaten Pemalang,” kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi di kediaman dinasnya baru saja.21 maret 2020
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan setiap hari terus melakukan review terkait perkembangan covid 19. Apalagi salah satu rumah sakit andalan pemerintah daerah sudah ditetapkan menjadi rumah sakit rujukan Lini 1 yang mencangkup wilayah di Kabupaten Pemalang, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang dan Kabupaten Pekalongan sendiri.
“Karena sudah ada yang ditetapkan positif corona, kami akan mengambil langkah-langkah sesuai keprotokolan. Rencananya besok dari Dinkes Propinsi Jateng juga akan melakukan kunjungan,” paparnya.
Dikatakannya, untuk satu pasien lainnya yang berstatus PDP di RSUD Kraton masih terus dilakukan pantauan menunggu perkembangan. “Untuk orang dalam pengawasan (ODP) di Kabupaten Pekalongan ada 26 jiwa.
Mereka menjadi OPD karena pernah melakukan aktivitas dari luar negeri dan dari luar daerah yang menjadi pendemi. Kami akan terus mengawasi. Saya menghimbau mudah-mudahan corona ini tidak menyebar.
Untuk itu masyarakat diminta tetap harus mengikuti aturan, jauhi kerumunan, jaga pola hidup sehat, cuci tangan dan nengomah bae yang paling bagus,” tandasnya.
Publisher : aris
Sabtu, 21 Maret 2020