KAJEN - Pemkab Pekalongan akan melakukan tracking terus sehingga kabupaten Pekalongan betul-betul bisa zona hijau. Hal ini disampaikan bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi,S.H.,M.Si., dalam acara penerimaan bantuan dari Forkimka ( Forum Komunikasi Jasa keuangan ) Kabupaten Pekalongan, Kamis ( 11/06) di Pendopo Kajen. Adapun bantuan yang diberikan berupa APD untuk 2 Rumah Sakit yaitu RSUD Kraton dan RSUD Kajen, serta bantuan sembako bagi warga yang terkena dampak Covid19.
Bupati berharap bantuan tersebut semakin menguatkan ikhtiar seluruh komponen masyarakat kabupaten Pekalongan dalam rangka memotong penyebaran mata rantai covid19 di kabupaten Pekalongan yang kondisinya per hari ini masih baik karena berada di zona resiko rendah. ” Oleh karena itu kita sekarang menuju persiapan new normal , karena data ini fluktuatif, kita evaluasi yang sudah dirawat beberapa hari akan kita tes swab lagi untuk memastikan kesembuhannya”, terang bupati.
Bupati menambahkan, untuk ikhtiar kesana butuh kehati-hatian semua pihak , terutama mewaspadai warga yang pulang setelah hari raya ini. Menurutnya, Jika PSBB Jabodetabek sudah dibuka, maka lalu lintas orang bisa gampang. Hal ini perlu diwaspadai. Untuk itu pihaknya menugaskan gugus tugas covid 19 kabupaten Pekalongan untuk mewaspadai warga yang dari Jakarta dan sekarang diberi kesempatan pulang. ( Humas Kominfo )
KAJEN - Dalam rangka melakukan menggali data untuk pengambilan kebijakan, Bupati Pekalongan melakukan kunjungan kerja ke Desa Pakumbulan Kecamatan Buaran pada hari ini Kamis (11/6/2020).
KAJEN – Sambut new normal Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, S.H, M.Si galakan pendisiplinan dan sosialisasi penerapan protokol kesahatan covid-19 di Pasar Kajen, Rabu (10/6/2020) pagi.Dengan didampingi Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko.,S.IK, M.Si, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS, Kajari Kabupaten Pekalongan Mardani, SH., dan Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM, Bupati Asip blusukan ke dalam pasar bagikan masker kepada pedagang dan pengunjung pasar secara gratis.
KAJEN – Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Kajen dan salah satu bentuk ikhtiar menghadapi masa prakondisi normal baru, Pemerintah Kabupaten Pekalongan meluncurkan aplikasi SIDOL (Sistem Informasi Pendaftaran Online) untuk memepermudah pendaftaran pelayanan kesehatan bagi masyarakat di RSUD Kajen, pada hari ini Rabu (10/6/2020).
KAJEN - Berkat doa para sesepuh, para kyai, para habaib khususnya di Kabupaten Pekalongan saat ini secara umum kondisinya dalam keadaan aman. "Yang positif Covid19 hanya 2 orang dari hampir satu juta penduduk di Kabupaten Pekalongan," ujar Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dalam sambutannya pada acara Haul ke-11 almarhum Almaghfurlah KH. Muhammad Ilyas Jaza, Simbang Kulon Kecamatan Buaran, Selasa (9/6/2020) sore.
KAJEN – Dalam rangka menghadapi tatanan baru era normal,Pemkab Pekalongan mengadakan rapat koordinasi ( Rakor ) covid 19 bersama Forkopimda, bertempat di Aula lantai I gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan pada selasa ( 09/06) pagi. Rakor covid 19 ini dipimpin langsung oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dan diikuti oleh Ketua DPRD H.Hindun, Sekda Mukaromah Syakoer MM beserta jajarannya, Kajari, Wakapolres, Perwakilan dari Kodim, perwakilan Kemenag, MUI, STAIN serta organisasi sosial keagamaan.
– Dengan mayoritas masyarakat Desa Sangkanjoyo Kecamatan Kajen yang bermata pencaharian sebagai petani,memang tidak dipungkiri bahwa akses jalan untuk mengangkut hasil panen yang mengubungkan antar wilayah itu sangat diperlukan. Hal inilah yang mendasari Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,,yang didampingi oleh Kepala DPU TARU Bambang Irianto dan Asisten Pemerintahan dan Kesra Totok Budi Mulyano melakukan kunjungan kerja ke Desa Sangkanjoyo pada hari ini,Senin (8/6/2020) guna mendengarkan langsung masukan dari masyarakat terkait hal tersebut.
KAJEN – Dalam rangka mengupayakan merebaknya penularan virus covid 19 di wilayah kabupaten Pekalongan, Polres Pekalongan bekerjasama dengan TNI Polri dan didukung Pemkab Pekalongan membentuk kampong tangguh nusantara di KecamatanBojong pada senin (08/06). Acara pembentukan kampong tangguh nusantara tersebut diresmikan Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko S.I.K M.Si ,Komandan Kodim Letkol Inf Arfan Johan Wihananto S.IP,M.M.S dan dihadiri pula bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi SH.M.Si.
Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk mendengar langsung aspirasi dari masyarakat guna mengetahui secara langsung persoalan-persoalan yang ada didesa-desa. Khususnya desa Pakumbulan sebagai modal awal bagi pihaknya dalam mengambil kebijakan.
"Kedatangan kami ini untuk melakukan pengecekan terhadap desa-desa sehingga bisa tahu persis persoalan sehingga nanti saat mengambil kebijakan, bisa sesauai dengan yang diharapkan oleh masyarakat," ujar bupati Asip ditengah kunjungan kerjanya di desa Pakumbulan.
Tidak dipungkiri dengan terus melakukan pengecekan ke desa-desa, dikatakan oleh bupati Asip itu bisa menjadi bahan evaluasi dan salah satu bentuk upaya untuk terus melakukan perbaikan kinerja dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang ia pimpin. Sehingga dengan hal tersebut, bupati berharap berbagai perbaikan seperti perbaikan infrastruktur pelebaran jalan yang saat ini memang dibutuhkan oleh masyarakat di desa Pakumbulan Kecamatan Buaran bisa segera terealisasi pada tahun 2021.
"Oleh karena itu, pemerintah kabupaten sangat memperhatikan desa-desa yang mengalami perubahan menuju desa yang semakin baik,termasuk salah satunya adalah Pakumbulan. Apalagi masyarakat di Pakumbulon itu kreatif-kreatif, ada kerajinan tenun yang disini itu mendahului,"
"InsyaAllah semoga lancar semuanya,sehingga pada tahun 2021 nanti kita pesan dalam perencanaan semoga kita bisa mulai melakukan pelebaran jalan yang penting ini ya," kata Bupati Asip.
Selain itu, dalam kunjungan kerjanya di desa Pakumbulan, Bupati Asip menuturkan bahwa kaitanya dengan masa pandemi yang masih dialami oleh berbagai daerah di Indonesia termasuk Kabupaten Pekalongan, pihaknya menegaskan kepada masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dan melakukan pola hidup sehat.
Bupati melanjutkan, saat ini Kabupaten Pekalongan masuk dalam salah satu wilayah yang rendah resiko penyebaran virus Covid-19,sehingga pihaknya tengah mempersiapkan langkah-langkah untuk memasuki masa new normal.
"Sekarang kita masih dalam situasi pandemi Covid-19. Kabupaten Pekalongan merupakan kabupaten yang cukup baik karena resiko rendah,sehingga kita tengah mempersiapkan new normal . Oelh karena itu kita harus membiasakan untuk tetap cuci tangan,tidur cukup dan makan yang cukup dan bergizi,serta tetap mematuhi protokol kesehatan," jelas bupati Asip.
Bupati Asip juga mengungkapkan untuk acara -acara seperti keagamaan itu sudah dibuka. Namun untuk acara-acara besar yang melibatkan banyak orang belum bisa dibuka untuk meminimalisir penyebaran kembali virus Covid-19.
"Jadi sekarang sudah mulai kita buka mulai minggu ini. Tetapi seperti acara besar dan menimbulkan keramaian orang banyak itu kita belum buka karena kita masih dalam masa new normal ini. Sebab penyakit ini belum ada obatnya belum ada vaksinya dan yang kedua belum ada satupun praktisi kesehatan dunia yang memastikan bahwa penyakit ini sudah hilang dari suatu daerah," ungkap Bupati Asip. ( red )
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengungkapkan, mulai Senin (15/6/2020) baik pembeli ataupun pedagang di pasar yang ada di Kabupaten tidak menggunakan masker, tidak boleh masuk ke pasar. "Kita ini menyiapkan pra kondisi new normal di Kabupaten Pekalongan khususnya di Pasar Kajen. Karena, Kabupaten Pekalongan salah satu dari 136 daerah di Indonesia yang kategori resiko rendah. Karena, masuk kategori tersebut harus mempersiapkan era new normal lagi. Upaya yang dilakukan yaitu sosialisasi mengenai new normal," kata Bupati Asip.
Asip mengungkapkan, sebelumnya Pemkab sudah melakukan rapid tes di Pasar Kajen sebanyak 115 orang dengan hasil 2 orang rapid reaktif. Setelah dilakukan tes swab, dua orang ini hasilnya negatif. "Artinya, Pasar Kajen ini aman untuk sementara. Karena sudah aman tugas kita yaitu menjaga agar pasar yang sudah aman ini jangan sampai tidak menjadi kluster baru, kalau tidak hati-hati," ungkapnya.
Asip menjelaskan, mulai hari ini siapapun yang masuk ke Pasar Induk Kajen harus wajib menggunakan masker. Kalau tidak menggunakan masker, tidak diperbolehkan masuk pasar baik itu pedagang ataupun pembeli. "Hari ini hingga Minggu (14/6/2020) kita uji coba disiplinkan dan sosialisasikan program ini di semua pasar yang ada di Kabupaten Pekalongan. Tapi, mulai Senin (15/6/2020) yang akan datang semua yang akan masuk wajib gunakan masker," jelasnya.
Kemudian, saat disinggung mengenai pantauan physical distancing di Pasar Kajen Asip menuturkan, secara umum sudah ada walaupun masih ada sedikit yang berdesakan. Tapi untuk, penggunaan masker sudah lumayan bagus baik pedagang ataupun pembeli. "Karena pasarnya tidak begitu luas, akan kita atur. Kami, juga sudah sosialisasi terus mengenai jaga jarak. Ini merupakan upaya preventif dari Pemkab Pekalongan dalam mencegah penyebaran virus corona, agar Kabupaten Pekalongan segara masuk ke zona hijau," tuturnya. ( Red )
‘’Kita hari ini melanunching aplikasi SIDOL (Sistem Informasi Pendaftaran Online) RSUD Kajen sebagai salah satu gerakan untuk masa prakondisi New Normal di rumah sakit Kajen ini yang bisa langsung didowanload di playstore dan nanti bisa daftar secara online,’’ kata Bupati Asip.
Selain aplikasi SIDOL Bupati Asip juga meresmikan poli jantung yang ada di RSUD Kajen, yang dijelaskan oleh bupati Asip bahwa poli jantung ini menambah pelayanan baru yang sebelumnya belum ada. Sehingga dengan hal tersebut, masyarakat yang membutuhkan pelayanan pada poli jantung,sekarang sudah tersedia di RSUD Kajen.
‘’Kemudian yang kedua meresmikan poli jantung untuk pertama kali yang ada di RSUD Kajen. Tentu ini menambah bobot pelayanan di rumah sakit Kajen terhadap masyarakat Kabupaten Pekalongan,’’ jelas Bupati Asip.
Selain itu bupati Asip juga mengatakan,dengan adanya inovasi yang terus dilakukan untuk menambah kualitas pelayanan kesehatan terhadap masyarakat,hal ini bisa dijadikan salah satu bentuk upaya untuk menghadapi masa normal baru mendatang setelah panduan tentang masa normal baru keluar dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
‘’Kita tidak boleh berhenti berinovasi dan mengupayakan hal-hal lain untuk mengupayakan masyarakat mempunyai habit terhadap masa pandemi sekaligus sehat,untuk menghadapi masa transisi ini,’’ Nanti setelah panduan masa normal baru keluar dari pak gubernur,nanti kita akan megikuti itu,tapi masa-masa sekarang ini merupakan masa untuk bersosialisasi dan menyiapkan sarana dan prasarana untuk menghadapi masa normal baru,’’ kata Bupati Asip.
Adapun untuk kesiapan Kabupaten Pekalongan dalam menghadai masa normal baru,diungkapkan oleh bupati Asip bahwa saat ini Pemkab Pekalongan sedang memersiapkan segala sesuatunya termasuk sarana dan prasarana untuk memasuki masa normal baru tersebut.
‘’Prakondisi menjelang normal baru ini yang sedang kita siapkan. Dengan kegiatan kegamaan yang sudah mulai kita buka, yang tentunya dengan melakukan protokol kesehatan yang tetap,’’ ungkap Bupati Asip Kholbihi. ( Red )
Lebih lanjut Bupati mengatakan untuk tingkat di Jawa Tengah, posisi Kabupaten Pekalongan nomor dua dari bawah didalam rangka penanggulangan Virus Corona. Oleh karenanya melalui momentum Haul ke-11 KH. Muhammad Ilyas Jaza, Bupati mengajak kita semua untuk meningkatkan terus semangat untuk terus pergi mengaji.
"Pondok pesantren, sudah boleh dibuka. Romo Kyai Muslih, silahkan. Pengajian-pengajian Romo Kyai Zuhdi yang katanya sudah tiga bulan lockdown, para ibu Nyai nggeh lockdown. Saya ditangisi para ibu Nyai. Kapan bisa dibuka, pak Asip? Besok (hari ini) bisa mulai buka, silahkan. Mangke dalu menawi bade wontenaken pengajian umum, monggo mpun nggeh," tutur Bupati.
Dikatakan Bupati, dalam rangka persiapan pelaksanaan New normal di Kabupaten Pekalongan, pihaknya hari Selasa pagi ini telah mengumpulkan seluruh tokoh agama baik NU, Muhammadiyah, Rifaiyah, bahkan non Islam, seluruh organisasi kemasyarakatan. Kemudian melalui rapat koordinasi tersebut telah ditandatangani kesepakatan bersama.
"Untuk itu, monggo engkang bade ngawontenaken pengaosan ampun sungkan sungkan. Yo wis protokol kesehatan dijogo sakersane/semampunya njenengan, melas poro Kyai niki konco-konco Kulo," tegas Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi.
"Kulo pesen, monggolah paling penting ikhtiar karena ikhtiar itu wajib. Tetapi jangan sampai ikhtiar ini, seperti ngendikane Maulana Habib Lutfhi "Jangan sampai ketakutan kita ini kepada virus, tetapi takutlah kepada Gusti Allah," tandasnya.
Dalam kesempatan itu juga, orang nomor satu di Kota Santri itu menegaskan bahwasanya Kabupaten Pekalongan sudah siap menerima kedatangan para santri dari luar yang jumlahnya sekitar 8000an.
"Begitu juga bagi para santri dari Kabupaten Pekalongan yang akan keluar baik ke Ponpes Lirboyo, Sarang, Tegalrejo, Ploso, Kaliwungu dan lainnya, kami siap untuk memfasilitasi dalam arti nanti para santri kita periksa sekiranya membutuhkan kita periksa. Dinas Kesehatan akan kami persiapkan. Termasuk Pondok pesantren lainnya di Kabupaten Pekalongan," ungkap Bupati.(Humas Dinkominfo Kabupaten Pekalongan)
Bupati menyampaikan bahwa hasil dari rakor ini ada masukan yang kemudian disimpulkan. “ Mulai minggu ini kita bisa membuka kegiatan-kegiatan publik tapi dengan ketentuan dan syarat yang berlaku karena kita masih ada tahapan menuju era baru, seperti prakondisi . Kita sudah melakukan prakondisi menuju normal baru ini.
Nanti tinggal tunggu timingnya kapan, prioritas koordinasi pusat dan daerah, monitoring dan evaluasi yang sedang dipersiapkan dalam minggu ini,” ucap bupati.
Dijelaskan Bupati kesimpulannya kalau masuk katagori zona kuning Pemkab akan membuka kegiatan public skala terbatas dengan protokol kesehatan. Tapi kalau zona merah, maka tidak ada kegiatan-kegiatan atau lock (kunci).
Ditambahkan pula bahwa Kegiatan public yang tidak terlalu banyak mengundang kerumunan dipersilahkan tetapi dengan protocol kesehatan.
Sementara itu ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj.Hidun berharap protocol covid ini tetap dilaksanakan secara massif, artinya diberikan edukasi yang tinggi kepada masyarakat oleh pemerintah daerah. "Juga diperlukan koordinasi antar OPD yang membidangi, sehingga mudah dalam menyusun detail bagaimana kalau nanti new normal itu diberlakukan" Terangnya.
Wakapolres Pekalongan Kompol Andis Arfan Tofani ,SH,MH menggarisbawahi perlunya peran serta dari semua lini baik itu unsur pemerintahan, aparat, ormas, harus berperan dalam rangka untuk mengantisipasi adanya penyebaran virus corona.
Kompol Andis menuturkan TNI dan Polri mendapat perintah dari Presiden untuk melakukan pendisiplinan masyarakat. Polres Pekalongan sendiri sudah menginventarisir tempat-tempat berkerumunnya massa, baik yang statis maupun dinamis.
´Disitu sudah ditempatkan personel yang nantinya apabila pemkab memberlakukan new normal, kita sudah ploting personel. Sasarannya adalah pasar-pasar, melakukan pendisiplinan kepada masyarakat di lingkungan pasar. Sampai saat ini Polres bekerjasama dengan pemkab masih melakukan penyemrotan disinfektan”, paparnya. Kompol Andis juga menyampaikan pesan kapolres bahwa polisi akan mengawal seluruh kegiatan masyarakat.
Sementara itu kepala Kajari Kab Pekolongan Mardani menyampaikan tentang pelaksaan protokol kesehatan dalam menjalankan edaran menteri agama berkaitan dengan pembukaan rumah ibadah. Karena rumah ibadah dapat menjadi contoh yang baik mengingat saat ini pelaksanaan beribadah sudah memenuhi kaidah protokol kesehatan. "Kita jangan sampai kendor, hingga kasus covid bertambah karena lalai beribadah namun lalai melaksanakan protokol kesehatan ( Humas Kominfo )
Diungkapkan oleh bupati Asip bahwa kunjunganya kali ini memang untuk mengurai persoalan yang ada di Desa Sangkanjoyo terkait harapan masyarakat untuk dibangun akses jalan yang menghubungkan Desa Sangkanjoyo kajen ke Desa Bukur kecamatan Bojong ‘’ Kunjungan kita kesini bersama pak asisten,pak kepala dinas dpu taru , ini untuk mengurai persoalan yang ada di Desa Sangkanjoyo,’’ kata Bupati Asip .
Adapun untuk pembangunan akses jalan di Kabupaten Pekalongan yang jumlahnya sekitar 639 Km memang telah ditargetkan Pemkab Pekalongan pada tahun 2020 dapat selesai semua. Namun,dengan adanya situasi pandemic seperti saat ini pembangunan tersebut dikurangi dan akan segera diselesaikan pada tahun 2021 mendatang.
Oleh karena itu, dijelaskan oleh bupati Asip untuk pembangunan jalan yang menghubungkan antara Desa Sangkanjoyo dan Bukur akan diusahakan dapat direalisasikan tahun 2021 mendatang. ‘’Kita akan tinjau akses jalan kabupaten yang menghubungkan Sangkanjoyo sampai Bukur, termasuk jembatanya juga ,itu menurut pak Bambang itu sekitar 2 milyar. Jadi kalau tidak ada halangan,InsyaAllah kalau uangnya sudah ada ya pada tahun 2021 akan kita usahakan maksimal,’’ jelas Bupati Asip.
Sementara itu, Kepala Desa Sangkanjoyo Rudi Hartono mengatakan bahwa memang benar warga masyarakat didesanya sangat menginginkan adanya pembangunan akses jalan tengah yang menghubungkan Desa Sangkanjoyo ke Bukur. Hal ini tidak lain adalah untuk menunjang peningkatan nilai perekonomian Desa Sangkanjoyo yang bermatapencaharian sebagai petani yang selama ini kesulitan mengakses jalan tembus untuk mengangkut hasil panennya.
‘’ Dengan adanya Exit tol Bojong diharapkan dapat mendongkrak perekonomian kami pak, karena terletak persis di jalan usaha kami yang selama ini memang kami merasa kesulitan mengakses jalan untuk mengangkut hasil panen di desa kami pak,karena mayoritas masyarakat Sangkanjoyo mayoritas itu petani dan kami juga sudah mengharapkan adanya pembangunan jalan tembus tengah atau jalan trobosan yang bisa mengakses hasil panen kita,’’ kata Kepala Desa Sangkanjoyo. ( red )
Bupati Asip menuturkan secara umum Kabupaten Pekalongan sudah mempersiapkan langkah-langkah atau prakondisi untuk normal dengan membuat kampung-kampung tangguh nusantara yang diinisiasi oleh Kapolres juga Dandim. Selain itu pihaknya juga sedang gencar-gencarnya melakukan upaya agar masyarakat menyadari bahaya covid 19. Salah satunya dengan memberdayakan komponen pemerintahan dan masyarakat di desa. “ Karena desa punya sumber daya manusia, sumber daya social, sumber daya alam yang mana bila diintegrasikan memungkinkan untuk memotong mata rantai penyebaran virus covid 19”, paparnya.
“ Saya menyambut baik upaya dari Dandim dan Kapolres juga semua pihak yang bahu membahu dengan pemkab, pertama menyadarkan masyarakat . ini pekerjaan yang tidak mudah. Merubah culture dan mindset,” lanjutnya. Namun demikian bupati optimis dengan kerjasama yang baik seluruh komponen, kabupaten Pekalongan sebentar lagi menuju zona hijau.
Dalam kesempatan itu Dandim Letkol Inf Arfan Johan Wihananto S.IP,M.M.S mengingatkan virus corona ini belum selesai,masih ada di sekitar kita. “ Mari sama sama kita mencegah merebaknya virus corona di wilayah kita. Salah satunya dengan kita menerapkan atau membuat kampung tangguh nusantara ini, yang kebetulan berada di kecamatan Bojong”, ucap Dandim. Menurutnya, dengan peran serta yang maksimal dari masyarakat, pola hidup sehat akan terbentuk dan resiko tertularnya virus akan semakin kecil.
Sementara itu Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko S.I.K M.Si menjelaskan inisiasi kampung tangguh nusantara ini berasal dari Polri, TNI dan pemerintah. Karena desa merupakan ujung tombak terkait pencegahan penyebaran virus covid 19. “ Karena dengan berawal dari desa, kita bersamasama bersinergi untuk mencegah penyebaran virus covid 19. Jika desa sudah aman, tertib maka untuk ruang yang lebih luas bisa kita laksanakan terkait kedisiplinan, protokol kesehatan. Sementara ini baru dibentuk 22 desa nanti akan kita bentuk lebih banyak lagi terkait persiapan pemberlakuan new normal”, terangnya.( Humas Kominfo )
KAJEN - Bantuan tahap 2 di kabupaten Pekalongan mulai diterimakan kepada masyarakat. Hal ini terungkap saat Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyaksikan sekaligus memantau langsung penyerahan bantuan tahap ke dua dari kementrian sosial (kemensos) di Kecamatan Wiradesa, Sabtu (6/6)
Bupati menjelaskan bahwa semoga bantuan tersebut tepat sasaran, “ bantuan ini diharapkan memang tepat sasaran kemudian karena tehnis untuk tehnis pelaksanaanya sudah sesuai petunjuk dari kementerian.” Jelas Bupati.
Pada tahun ini Pemkab Pekalongan akan menyalurkan sebanyak 34009 kepada keluarga penerima manfaat (KPM), dan untuk Kecamatan Wiradesa ada 2034 KPM.
Pemkab berharap dengan uang 18 Milyar lebih bisa menggerakkan ekonomi lokal Kabupaten Pekalongan. Oleh karenanya Bupati mengarahkan kepada para KPM untuk belanja di warung-warung tetangga dan pasar tradisional sesuai dengan perintah Presiden RI Joko Widodo, untuk berbelanja di lingkungan sendiri. Tujuan dari belanja di lingkungan masing-masing yaitu untuk bersama-sama menggerakkan ekonomi masyarakat, jadi walaupun dia tidak menerima tapi karena jualan maka dia ikut mendapatkan manfaat dari KPM.
“Sedang kita gerakkan terus untuk membeli produk lokal kita apalagi Kabupaten Pekalongan ini pangannya ada, produksi sandang juga ada, seluruh pakaian di produksi di Pekalongan, kita bela dan beli produk Pekalongan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh pak Presiden.” Tambah Bupati. (Ela Nurfadhila)