KAJEN – Untuk memudahkan jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat, pemkab Pekalongan terus berupaya membangun berdirinya Rumah Sakit baru melengkapi Rumah Sakit – Rumah Sakit yang sudah ada sebelumnya. Salah satunya adalah didirikannya Rumah Sakit Kesesi yang pembangunannya telah dimulai pada tahun 2019. Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi,S.H.,M.Si., beserta wakil bupati Ir. Arini Harimurti, ketua DPRD kabupaten Pekalongan Hj. Hindun,M.H., Sekda Mukaromah Syakoer,MM beserta staf ahli, para asiten, para kepala OPD , para Camat,kepala Puskesmas, tokoh agama hadir dalam rangka doa bersama dimulainya pembangunan gedung RSUD Kesesi tahap kedua, pada Selasa (16/06) malam di gedung RS Kesesi.
Dikatakan bupati, nantinya di kabupaten Pekalongan akan banyak Rumah Sakit, melengkapi Rumah sakit yang sudah ada di tingkat kecamatan diantara Siwalan, Wonokerto, Wiradesa, Kesesi, Kedungwuni, juga kecamatan Buaran nantinya akan didirikan Rumah sakit. Bupati berharap keberadaan Rumah sakit ini bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus membuka kecamatan-kecamatan yang memang perlu didirikan Rumah sakit.
Sementara itu kepala Dinas Kesehatan kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro S.KM., dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan gedung Rumah sakit Kesesi direncanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama telah dilaksanakan pada tahun 2019, seluas 1144 meter persegi. Gedung tahap pertama sudah dimanfaatkan. Pembangunan gedung tahap kedua tahun 2020 ini, dengan luas lahan 3800 meter persergi. Pembangunan gedung tahap dua ini direncanakan terdiri dua lantai dengan kapasitas 60 tempat tidur dan diperuntukkan bagi perawatan kesehatan ibu dan anak dan juga kebidanan, ruang perawatan umum dewasa dan anak-anak, ruang ICU, ruang tindakan medik dan ruang isolasi, ruang observasi serta apotik. Sedangkan pembangunan tahap tiga, nanti di tahun 2021 dengan luas lahan 2430 meter persegi yang rencananya untuk ruang penataan landscape dan penataan ruang sekitar Rumah sakit. Pembangunan tahap ketiga nanti untuk penunjang yaitu poli penyakit dalam, poli penyakit anak, ruang laktasi, ruang radiologi, labaratorium, hemodialisa serta pembangunan penataan lingkungan sekitar Rumah sakit.
Wawan menambahkan , pihaknya telah menyiapkan anggaran sejumlah 8,7 Milyar. Anggaran itu akan digunakan pembangunan ruang perawatan untuk lantai 1 dan 2, ruang ICU, ruang anak. “ Orientasi kita saat ini adalah upaya kita bagaimana menurunkan angka kematian ibu dan anak”, paparnya. ( Humas Kominfo )
Publisher :aris
Rabu, 17 Juni 2020
KAJEN - Pencanangan pembangunan zona integritas yang merupakan langkah awal dan bagian dari menyukseskan reformasi birokrasi, saat ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dengan melakukan penaatan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif, efisien, pelayanan prima dan memuaskan. Selasa (16/6).
KAJEN – Dalam rangka meningkatkan keunggulan pada masing-masing desa di Kabupaten Pekalongan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan lakukan serangkaian kegiatan tinjauan lapangan atau monitoring ke sejumlah desa. Tinjauan kali ini dilakukan di Desa Banjarsari Kecamatan Talun pada pagi ini, Senin (15/6/2020).
KAJEN – Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan BPN melalui Kantor Pertanahan Kabupaten Pekalongan hari ini Senin ( 15/06) melakukan launching aplikasi house to house HTP dan PBB , di aula asisten 2 Setda . Acara ini dihadiri Sekretaris daerah kabupaten Pekalongan Mukaromah Syakoer,MM., serta Plt kepala kantor pertanahan Gusmanto, S.H.,M.M.
KAJEN – Sebanyak 7 desa yang ada di kecamatan Karangdadap, yaitu desa Jrebengkembang, Kebonrowopucang, Pegandon, Kedungkebo, Karangdadap, Pagumengan mas dan Kebonsari hari ini, Minggu ( 14/06) mendapat bantuan BLT tahap dua dari Kemensos. Penyerahan BLT dari Kemensos tahap dua ini dihadiri oleh bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi,S.H.,M.Si. Bupati meminta agar para warga masyarakat yang dibantu oleh Pemkab bisa ikut berdo’a agar musibah ini bisa segera selesai sehingga keadaan bisa aman dan normal kembali
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi,S.H.,M.Si., menyampaikan pentingnya 4 langkah konkrit yang harus disosialisasikan di tengah masyarakat dalam menjalani era kehidupan new normal. Hal itu disampaikan bupati dalam acara halal bihalal keluarga besar Pemkab Pekalongan bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), pada jumat (12/06) di aula lantai I setda kabupaten Pekalongan. Acara halal bihalal sekaligus pengajian jum’at pagi kali ini menghadirkan pembicara KH Zuhdi Hariri dari Buaran, dan dihadiri wakil bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti, sekretaris daerah Mukaromah Syakoer,MM., serta para kepala OPD se kabupaten Pekalongan.
Sekretaris Daerah, Dra. Mukaromah Syakoer, MM menjelaskan, “Pencanangan ini juga merupakan salah satu syarat dari penilaian mandiri reformasi birokrasi yang diamanatkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.” Jelas dalam sambutannya di aula lantai 1 setda Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya, reformasi birokrasi yang menjadi komitmen seluruh institusi beserta aparatur pemerintah dan pelayanan publik , dapat dinilai dari seberapa besar perubahan yang dilakukan secara bertahap yang diharapkan dapat membentuk karakter aparatur birokrasi secara pribadi maupun kelembagaan, yang pada akhirnya dampak positif dari perubahan tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Hal ini dapat dimulai dengan upaya strategis membangun karakter aparatur dan organisasi yang beretika dan profesional.” tambahnya. Dengan demikian melalui hal tersebut, diharapkan setiap institusi dan aparaturnya memiliki akuntabilitas dan kualitas kinerja yang semakin baik, sehingga harapan publik terhadap pelayanan yang berkualitas hasilnya tuntas dan terukur serta mudah diakses, dengan sendirinya akan terwujud.
Sekda menegaskan bahwa pencanangan pembangunan zona integritas ini merupakan upaya penting bersama dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pekalongan menjadi zona yang berintegritas, sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Sekda juga menyampaikan selamat kepada keluarga besar BPS Kabupaten Pekalongan atas dideklarasikannya pencanangan pembangunan Zona Integritas WBK dan WBBM dilingkungan Badan Pusat Statistik Kabvupaten Pekalongan. Pemkab berharap semoga dalam dilaksanakannya deklarasi ini akan semakin meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat.
Sementara itu kepala BPS Kabupaten Pekalongan, Siti Mardiyah, menyampaikan bahwa BPS telah melaksanakan pembangunan zona integritas dan kabar baik bahwa Kabupaten Pekalongan saat ini sudah mengalami peningkatan dimana pada tahun 2017 mencapai 57,63 kemudian 2018 mencapai 58,99 kemudian ditahun 2019 mencapai 69,53. Siti Mardiyah Berharap semoga di tahun 2020 dan kedepannya akan mencapai angka yang lebih tinggi lagi, semua ini merupakan upaya jajaran BPS Kabupaten pekalongan yang telah bekerja dengan baik dan bersungguh-sungguh mewujudkan zona yang bersih dan integritas di Kabupaten Pekalongan.
BPS siap bekerja dan bekerjasama untuk sama-sama bekerja dalam membangun dan menjaga zona integritas ini dengan tulus, “Semoga Allah SWT meridhoi segala upaya yang kita kerjakan demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.” Tambahnya.(ela kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 16 Juni 2020
Hadir dalam tinjauan ini, Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si, Kepala Dinas DPU Taru Bambang Iriyanto,Kepala Bappeda Yualian Akbar, Kepala Dinas Perkim LH Trinanto ,Kepala Dinas Kesehatan Setiyawan Dwi Antoro, Inspektur Ali Riza,Kepala Dinas PMD P3A DAN PPKB Muhammad Afif.
Dikatakan oleh Bupati Asip bahwa kedatangan Pemkab kali ini memiliki berbagai tujuan yang diataranya adalah silaturahmi dengan masyarakat setempat,monitoring langsung berkaitan dengan kendala apa saja yang ada di Desa Banjarsari serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait persiapan Kabupaten Pekalongan menuju era Normal Baru.
‘’Pertama,tujuan kita adalah untuk silaturahmi dalam rangka melakukan monitoring langsung tentang kendala-kendala yang dialami oleh struktur pemerintahan desa Banjarsari,’’ kata Bupati Asip.
Rangkaian monitoring yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dijelaskan oleh Bupati Asip utamanya adalah sebagai evaluasi kinerja Pemkab dalam mengambil kebijakan-kebijakan di Pemerintahan. Dimana pihaknya berharap monitoring ini bisa mendapat aspirasi langsung dari masyarakat berkaitan dengan kebijakan yang akan diambil supaya sesuai dengan basis kepentingan masyarakat.
‘’Kemudian yang kedua, hal ini juga sebagai evaluasi kami berkaitan dengan kebijakan-kebijakan yang telah kita ambil. Dan juga kebijakan pemerintah pusat serta pemerintah provinsi, karena tugas kami adalah sebagai agrigator atau penerus kebijakan dari pusat dan provinsi,’’ jelas Bupati Asip.
Selanjutnya,berkaitan dengan sosialisasi untuk menghadapi New Normal, Bupati Asip mengungkapkan bahwa masyarakat diharapkan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan,karena pihaknya telah membuka kegiatan keagamaan,sosial,ekonomi di Kabupaten Pekalongan,walaupun masih dalam skala kecil.
‘’Karena Kabupaten Pekalongan saat ini masuk dalam zona hijau dan menjadi salah satu wilayah di Jawa Tengah dengan resiko penularan Covid-19 yang rendah. Maka saat ini Kabupaten Pekalongan tengah mempersiapkan diri menuju New Normal,’’
‘’Mendasari hal tersebut, maka kegiatan keagamaan,sosial,ekonomi kemasyarakatan sudah kita buka. Masjid,pasar dan pariwisata juga sudah kita buka. Namun walaupun seperti itu,masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan,’’ ungkap Bupati Asip.
Adapun untuk pengelolaan di Desa Banjarsari,Bupati Asip mengatakan pihaknya dari DPRD akan melakukan identifikasi dan mengawal yang juga berkaitan dengan penggunaan dana desa. Karena menurut Bupati Asip tugas DPRD adalah sebagai representasi mewakili masyarakat.
"Terkait dengan pengelolaan desa nanti akan kita identifikasi dan dikawal oleh DPRD karena tugas DPRD itu untuk representasi mewakili masyarakat," kata Bupati Asip. (Lusi Rismawati)
Publisher : aris
Senin, 15 Juni 2020
Dari data kantor Pertanahan, kabupaten Pekalongan baru 39% yang disertifikatkan. Untuk itu akan segera ditindaklanjuti pensertifikatannya dengan tim khusus. Menurut Gusmanto, House to House sudah terealisasi, tinggal pemanfaatan data. Aplikasi tersebut berguna untukmembuka data wajib pajak. Aplikasi ini sangat bermanfaat karena akan sinkron antara data yang di BPN dengan yang di Bappeda. Hal ini dimaksudkan untuk sertifikasi tanah aset pemkab.
´saya harap kita tindaklanjuti dengan tim khusus. Dengan surat pernyataan tanah tersebut menjadi aset akan disertifikatkan. Kaitannya dengan akan dibentuk tim pembangunan data pertanahan, itu melibatkan unsur kantor pertanahan, pemda dan desa. Yang intinya membangun database pertanahan sampai di tingkat desa menjadi desa lengkap. Jadi nanti data pertanahan di desa itu lengkap, bisa digunakan berkaitan dengan perencanaan kebijakan pembangunan atau untuk kepentingan yang lain”, ungkap Gusmanto.
Sementara itu Sekda Mukaromah Syakoer, MM., mengatakan bahwa sertifikat merupakan bentuk kepemilikan yang sah. Berdasarkan data dari tahun ke tahun yang disertifikat sekitar 500 sekian. Maka akan dilakukan inventarisasi karena masih banyak hal yang masih perlu dibenahi. Mukaromah juga memberikan apresiasi kepada kantor pertanahan yang telah membantu pemerintah daerah karena ini merupakan salah satu kewajiban bersama . Kegiatan ini untuk percepatan yang endingnya pelayanan masyarakat di kabupaten Pekalongan . Sekda juga menuturkan pihaknya merespon keinginan masyarakat yang saat ini inginnya serba cepat. “ Kita melayani masyarakat, termasuk di dalamnya LSM dan lainnya ini semua harus bersinergi yang baik antara pemda dengan yang lain”, paparnya.
Selanjutnya kaitannya zona peta tanah, zona dinilai masih luas. Untuk itu harapannya pakai per bidang, karena bidang bisa dibatasi. “ Mestinya yang di tepi jalan dan di belakang jalan, pojok, tengah itu nilainya sudah berbeda,” terangnya.
Mukaromah juga meminta dinas terkait segera ditindaklanjuti sertifikasi tanah aset pemkab
agar semuanya selesai dengan cepat. “ Untuk pensertifikatan perlu dikaji, kita harus inventarisir betul, mana-mana yang bisa diselesaikan pembayaran melalui APBD, mana yang bisa diselesaikan dengan pernyataan bupati. Harapan saya di tahun 2020 ini bisa selesai sehingga di tahun 2021 tinggal sisanya yang perlu ditindaklanjuti.” pungkasnya ( Humas Kominfo)
Publisher : aris
Senin, 15 Juni 2020
Bupati berpesan agar mereka segera menyiapkan diri menuju new normal, “Harus memakai masker, sering-sering cuci tangan, jaga jarak, makan bergizi, tidur yang enak, karna.” Jelas Bupati saat berpidato di acara tersebut di Kedungwuni.
Kabupaten pekalongan dataya berubah terus, sampai hari ini masuk dalam zona hijau, karena yang positif hanya 8, dari 8 yang positif 5 orang sembuh, 1 orang meninggal dan berKTP Depok Jawa Barat, sedangkan 2 orang sedang di rawat.
Bupati berharap knpa harus pakai protokol kesehatan karena virus ini belum hilang dan seluruh ahli penyakit menular sampai hari ini belum bisa menentukan kapan virus ini hilang dan belum menemukan vaksinnya
,Bupati menjelaskan 4 langkah menuju kehidupan new normal, yaitu memakai masker, rajin cuci tangan, terapkan sosial dan pshycal distancing harus benar-benar dijalankan. Jaga protokol agar diri sendiri selamat, keluarga selamat, pelangganpun selamat, karena sekarang juga ada OTG orang tanpa gejala, jadi sangat perlu untuk berhati-hati.
Bupati berpesan kepada komunitas tersebut untuk lebih berhati-hati dengan melihat KTP pelanggannya, agar selamat bersama. Ketika mencukurpun harus memakai masker baik itu pencukurnya atau pelanggannya, dan sediakan tempat cucu tangan, karena tidak tau siapa yang datang apakah membawa virus atau tidak, hal ini untuk kebaikan semua. Hal ini merupakan lagkah prefentif yang paling sederhana.
Dalam pertemuan itu bupati menerangkan pemerintah sangat memperhatikan terutama dengan pengurangan pengangguran yang totalnya hampir 200 orang di Kabupaten Pekalongan, dan komunitas pangkas rambut sudah mengurangi pengangguran di Kabupaten Pekalongan, pemerintah sangat mengapresiasi adanya komunitas ini.
Bupati mendorong bahwa ini potensi luar biasa dijadikan sarana minimal untuk meningkatkan pengalaman untuk mendapatkan profesionalisme dengan yang lebih senior berbagi ilmu dengan yang muda, bupati menjelaskan “kepuasan pelanggan adalah segala-galanya, harga itu nomer 2 yang penting pelanggannya puas, yang paling penting, silahkan komunitas organisasi ini matangkan karena manfaatnya banyak sekali, segala sesuatu kalau dikerjakan kolektif lebih enak, kemudian kalau ada masalah ketika konsumen kurang puas kalian harus bareng-bareng mengatasi.”
Bupati juga berpesan, “Pesan terakhir tolong guyup rukun, nanti sekretariat akan dibuatkan termasuk bantuan-bantuan lain.” Kata Bupati. (Ela Nurfadhila)
Publisher : aris
Minggu, 14 Juni 2020
Sosialisasi ini juga terlihat dalam silaturahmi Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si,yang pada hari ini Minggu (14/6/2020) menghadiri acara Silaturahmi Lajanah Thoriqoh Muslimat Wathonah bersama Maulana Habib Luthfi , yang diselenggarakan oleh PC Muslimat NU Kabupaten Pekalongan di Bojong.
Bupati Asip mengatakan bahwa acara tersebut diharapkan bisa memupuk rasa kecintaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam situasi pandemic Covid-19 ini. Sehingga seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa aman dan siap juga untuk menuju era normal baru.
‘’ Silaturahmi ini mari kita gunakan dalam rangka untuk memupuk rasa kecintaan kita dalam berbangsa dan bernegara, utamanya adalah menghadapi musibah dari Allah SWT,’’
‘’ Dengan keyakinan dan ikhtiar kita, saat ini posisi Kabupaten Pekalongan sampai hari ini masih dalam zona hijau, karena di tempat kita yang positif Corona itu ada 8 orang dimana 5 sehat, 1 meninggal dunia, 2 sehat dan masih dirawat. Kita juga masuk menjadi kabupaten yang rendah resiko Covid-19 dari 136 kabupaten/kota lain di Indonesia,’’ kata Bupati Asip.
Bupati menambahkan, walaupun saat ini Kabupaten Pekalongan sudah masuk zona hijau dan menjadi salah satu dari 11 daerah di Provinsi Jawa Tengah yang diperkenankan memasuki era Normal Baru, masyarakat diharapkan bisa bekerjasama dengan pemerintah untuk bisa menjalankan semua program yang digunakan untuk kebaikan bersama supaya terhindar dari virus Covid-19.
‘’ Kabupaten Pekalongan saat ini sedang menuju masa New Normal, daerah yang sudah diperkenankan memasuki tahapan Normal Baru di Jawa Tengah itu ada 11 yang salah satunya adalah Kabupaten Pekalongan,’’
‘’ Yang terakhir, saya minta tolong kepada masyarakat semua, supaya dapat bekerjasama dengan pemerintah untuk menjalankan semua program yang kaitanya menuju kemaslahatan bersama, termasuk masalah ini, karena pasar sudah kami buka , tempat wisata sudah kita buka yang jumlahnya ada 22 wisata di kabupaten.Tetapi protocol kesehatan tetap harus dijalankan," jelas Bupati Asip.(Kominfo Lusi)
Publisher : aris
Minggu, 14 Juni 2020
Sebelumnya, hari sabtu 13 Juni sudah ada beberapa desa yang sudah dicairkan, yakni desa Logandeng, Pangkah dan Kaligawe. Kecamatan Karangdadap yang mendapat bantuan dari Kemensos adalah 1606 KTM, yang melalui kantor pos sebanyak 1256 dan sebagian sudah ditransfer ke rekening BNI 46.
Camat Karangdadap, Qoyyum, berharap bantuan tersebut bisa menjadi manfaat bagi penerimanya dan mohon doa restu semoga pandemi covid ini segera berlalu dari bumi Indonesia. “ Kita sekarang berada dalam new normal ( normal baru ) bukan berarti bahwa pandemi ini sudah tidak ada, akan tetapi mari disela sela sholat tahajud kita memohon pada Alloh supaya bangsa Indonesia khususnya kabupaten Pekalongan dijauhkan dari bala” atau musibah dan pandemi ini segera cepat berlalu,” pinta Qoyyum
Bupati juga mengajak masyarakat di Kabupaten Pekalongan untuk bekerja sama untuk melawan penyebaran Covid19 dengan selalu memakai masker saat bepergian dan rajin mencuci tangan serta jaga jarak dengan orang lain (sosial physical distanching). Pencegahan yang efektif sesuai dengan protokoler kesehatan yaitu memakai masker, rajin cuci tangan, dan sosial physical distanching, hal ini harus dilakukan, namun Bupati menyadari hal ini belum efektif. Oleh karena itu tugas para kepala desa/lurah disamping menyalurkan bantuan juga harus melakukan sosialisasi, kalau memang tidak penting untuk keluar maka tidak usah keluar karena salah satu dari bantuan Pemkab adalah supaya orang tidak keluar juga, kecuali memang ada kepentingan tertentu, dan jika keluar tetap harus memakai standar protokoler kesehatan. (Humas Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 14 Juni 2020
"Saat ini Desa Kaligawe memang perlu mendapat perhatian terkait kebutuhan dasar diantara drainase yang beberapa bagian sudah rusak dan ini akan segera dicek lapangan untuk ditindaklajuti" Tandasnya. (12/6).
Kalau memang ada kekurangan infrastruktur nanti tinggal revitalisasi dan ditata, kalau memang harus dibangun berarti menunggu tahun Anggaran 2021.” Terang Bupati.
Selanjutnya berkaitan pertanyaan warga yang menginginkan pembangunan Balai desa melalui dana desa. Bupati menjelaskan secara aturan tidak diperbolehkan jika hanya untuk balai desa saja, namun jika untuk membangun gedung serbaguna hal tersebut masih bisa karena masuk dalam nomenklatur. " Nanti dalam prakteknya gedung serba guna tersebut bisa digunakan untuk berbagai kegiatan untuk banyak orang, gedung serba guna tersebut di dalamnya bisa diisi kantor sekretariat para perangkat desa, tempat untuk pkk, tempat untuk fitnes atau yang lainnya.
Kemudian setelah sebelumnya Pemkab membantu pembangunan gereja, Pemkab juga akan membantu pembangunan masjid yang saat ini perlu di rehab, Bupati berpesan agar warga Desa Kaligawe memiliki parsitipasif untuk menata dan menjaga dengan baik desanya. (Kominfo Ela).
Publisher : aris
Jumat, 12 Juni 2020
“ Hari ini kita melaksanakan acara halal bihalal. Di dalam halal bihalal, hal yang paling penting adalah saling maaf memaafkan, selain itu, proses saling mendoakan, kemudian kita mendapatkan maidhoh khasanah, tausiyah yang sangat penting untuk bekal kita selanjutnya”, ucap bupati mengawali sambutannya.
Lewat momentum halal bihalal tersebut bupati mengajak seluruh ASN membangkitkan kembali spirit halal bihalal dengan spirit rasa pengabdian di tengah pandemi covid19 yang secara nasional trendnya belum menunjukkan kurva yang landai bahkan cenderung naik. “ Untuk itu apa yang kita sebut dengan prakondisi , new normal, itu harus betul-betul kita jalankan”, tegasnya.
Bupati juga menjelaskan bahwa acara halal bihalal tersebut sekaligus memberikan contoh kepada ribuan jamaah pengjian yang sudah mengajukan ijin ke pemerintah. “ Masyarakat kita berikan contoh, bahwa silahkan berkumpul dalam skala terbatas, tapi jangan lupa protocol kesehatan menjadi sebuah keniscayaan, karena Covid 19 belum ada obatnya, kemudian belum ada satu ahlipun yang melakukan prediksi secara predictable kapan covid ini akan hilang di kabupaten Pekalongan, di Indonesia bahkan dunia”, tuturnya.
Ditambahkan bupati, sampai hari ini di Kabupaten Pekalongan masih ada 2 yang positif. 1 anak-anak, 1 sudah 25 hari dirawat. Sedang angka pasitif covid total ada 8. 5 sembuh, 1 meninggal ( KTP Depok). Pemerintah pusat sudah memetakan 136 kabupaten/kota dengan resiko rendah, dan Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu kabupaten dengan resiko rendah. Untuk itu pihaknya terus melakukan ikhtiar diantaranya melakukan sosialisasi ke pasar-pasar, ke desa-desa mensosialisasikan bahwa new normal ini setidaknya diikuti dengan 4 langkah konkrit, yaitu pakai masker, cuci tangan pakai sabun, makan bergizi dan cukup tidur. ( Humas Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 12 Juni 2020