KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali mencanangkan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Wonokerto. Pembangunan ini akan dilakukan untuk perbaikan infrastruktur di Kecamatan Wonokerto setelah pembangunan tanggul melintang terdahulu yang digunakan untuk mencegah banjir rob. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si saat menghadiri acara pendistribusian bantuan paket sembako untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kecamatan Wonokerto pada hari ini Kamis (30/4/2020).
‘’ Dan khusus Kecamatan Wonokerto, saya menekankan lagi karena robnya ini telah hilang , kemudian tinggal penataan lingkungan , maka nanti setelah situasinya kembali normal itu tentunya akan kita tata lagi terutama akses jalan, kemudian saluran dan nanti di tanggul ada long storage yang nanti akan kita bikin water treatment sumber air baku baru, untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.’’
‘’Setelah itu beres maka nanti sumur-sumur dalam ini kita tutup karena menurut penelitian dari IPB salah satu penyebab turunya permukaan tanah di Kabupaten Pekalongan di daerah Pantai Utara Pekalongan adalah banyaknya sumur-sumur dalam ini.’’ Kata Bupati Asip.
Bupati Asip mengatakan pembangunan infrastruktur Long Storage ini bertujuan untuk mencegah banjir rob terulang kembali dan supaya masyarakat dapat mendapatkan sumber daya air lebih baik lagi di daerah pesisir. ‘’ Nanti kalau sumber air ini nanti bisa kita manfaatkan , pelan-pelan sumur ini akan kita gantikan. Ini untuk cadangan saja. Terutama ini juga banyak dikelola oleh Konsimas, ada pabrik yang menggunakan ini, nanti kalo sudah beres akan digantikan dengan pengelolaan air dari longstorga yang berfungsi dan juga efektif untuk mengurangi rob di Kecamatan Wonokerto.’’kata Bupati Asip.
" Kecamatan Wonokerto disamping kita cek infrastrukturnya, yang paling penting adalah kita perhatikan masyarakat yang basicnya nelayan-nelayan terutama yang terkena dampak Covid-19. "Konsentrasinya kalo disini adalah masyarakat nelayan dan buruh tani,buruh di perusahaan-perusahaan. Ini basis kemiskinan kita ada disitu. Oleh karena itu,para kepala desa sudah mendata dan hari ini Bantuan bahan pangan Sembako sebanyak 2.178 paket akan segera didistribusikan di Kecamatan Wonokerto", ungkap bupati pekalongan Asip kholbihi saat menyalurkan bantuan terdampak covid 19 di Wonokerto(Red)
Publisher : aris
Kamis, 30 April 2020
KAJEN - Kultur masyarakat terdampak Covid19 di Wiradesa sedikit berbeda dengan daerah lain, karena mayoritas masyarakatnya bekerja di sektor industri pengolahan, termasuk industri batik yang sangat banyak di Wiradesa, dari level pengusaha besar, menengah, hingga pemula mereka sudah merumahkan para pekerja. Oleh karena itu Pemperintah Kabupaten Pekalongan memberikan bantuan berupa 6 ribuan sembako dengan harapan bisa menjangkau masyarakat, Rabu (29/4).
KAJEN –Bupati Pekalongan Asip Kholbihi,SH.M.Si dengan didampingi Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pekalongan H.M.Kholis Jaluzi, salurkan 4.150 bantuan paket sembako di Kecamatan Doro untuk masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.Bantuan paket sembako ini merupakan bantuan yang bersumber dari Dana APBD Kabupaten Pekalongan tahun 2020 untuk program jaring pengaman sosial.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan melakukan pertemuan dengan para tokoh-tokoh agama Kabupaten Pekalongan, yakni Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Drs. H. Suhaimi, M.Si, Ketua Pimpinan Cabang NU (PCNU) KH. Muslih Khudori, Ketua LDII H. Umar Wiyarto, SH, Pengurus Daerah Rifa’iyah H. Ikhsanuddin, S, Pd.i, serta Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Drs. H. Mulyono Kastari, dan bersepakat Bersama berkaitan dengan persamaan persepsi terkait peribadatan ditengah pandemi covid 19, di aula setda pada Kamis (23/4).
KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi,SH.M.Si.,menyerahkan bantuan bahan pangan bagi masyarakat terdampak covid 19 se Kabupaten Pekalongan yang bersumber dari Dana APBD kab Pekalongan tahun 2020 di Kecamatan Paninggaran. Sebanyak 2.502 paket sembako untuk wilayah kecamatan Paninggaran diserahkan oleh Bupati Asip Kholbihi.
KAJEN - Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pekalongan dinyatakan terjangkit virus corona atau Covid-19 merupakan salah satu kepala OPD Kabupaten Pekalongan. "Hasil tracking, pasien habis jemput anaknya di bandara karena pulang dari Bali. Setelah dilakukan tes anaknya juga dinyatakan positif," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setyawan Dwiantoro saat melakukan press conference di aula Dinkominfo setempat, Kamis (16/4/2020)
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan siapkan 73.000 paket sembako bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang terdampak Covid-19. Paket sembako tersebut akan didistribusikan dua kali, yaitu di bulan April dan Mei. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH.M.Si. saat ditemui pada kegiatan bantuan paket sembako untuk pedagang dilingkungan sekolah, tukang becak dan supir angkot terdampak pandemi covid 19, di Kantor Dindikbud Kabupaten Pekalongan pada hari Rabu (15/4/2020).
Bupati Asip Kholbihi berharap kepada para Kepala Desa/Lurah sudah betul-betul mendata warganya. “ini jangan sampai tercecer, mudah-mudahan para Kades/lurah sudah mendata, karena ini yang betul-betul terdanmpak, berbeda dengan daerah-daerah lain, kalau Wiradesa lebih kepada pekerja-pekerja yang di sektor industri, semua hampir terkena dampaknya.” Jelas Bupati di International Batik Center (IBC) Wiradesa.
Pemberian bantuan akan ada tahap kedua dan akan Pemkab evaluasi agar bisa menutup semua, amanat dari Bupati agar para warga masyarakat yang dibantu oleh Pemkab bisa ikut berdo’a agar musibah ini bisa segera selesai sehingga keadaan bisa aman dan normal kembali. Kemudian pemerintah tetap bahwa sosial dan phsysical distancing di Kabupaten Pekalongan masih rendah, terutama di daerah perkotaan, namun kalau di desa sudah lumayan disiplin.
Bupati mengajak masyarakat perkotaan di Kabupaten Pekalongan untuk bekerja sama untuk melawan penyebaran Covid19 dengan selalu memakai masker saat bepergian dan rajin mencuci tangan serta jaga jarak dengan orang lain (sosial physical distanching). Sosial dan physical distanching adalah menjadi kata kunci dari permasalahan ini, jadi masyarakat tidak perlu berbicara ini yang sakit bagaimana, tapi yang penting adalah aspek pencegahannya, karena jika sudah masuk ke rumah sakit maka akan merepotkan semua.
Pemkab sudah menyiapkan sarana dan prasarana namun kalau semua sakit tidak akan cukup, oleh karena itu yang paling bijaksana adalah dengan mencegah. Pencegahan yang efektif sesuai dengan protokoler kesehatan yaitu memakai masker, rajin cuci tangan, dan sosial physical distanching, hal ini harus dilakukan, namun Bupati menyadari hal ini belum efektif. Oleh karena itu tugas para kepala desa/lurah disamping menyalurkan bantuan juga harus melakukan sosialisasi, kalau memang tidak penting untuk keluar maka tidak usah keluar karena salah satu dari bantuan Pemkab adalah supaya orang tidak keluar juga, kecuali memang ada kepentingan tertentu, dan jika keluar tetap harus memakai standar protokoler kesehatan.
Bupati menambahkan. “Hal ini memang butuh waktu dan upaya kerja keras serta kesadaran masyarakat Kabupaten Pekalongan sehingga bisa mencapai kira-kira 70%, kalau sudah 70% masyarakat sadar itu, maka wabah ini akan segera berlalu di Kabupaten Pekalongan.” Tambah Bupati.
Untuk yang belum mendapatkan bantuan, di desa sudah di siapkan, dan akan di cover juga dari Pemkab. Jadi kabupaten ini sifatnya dinamis namun syaratnya sudah ada. Menurut Bupati untuk kemungkinan salah sasaran merupakan hal yang kecil, karena sekarang semua orang baik yang kayapun juga ikut terdampak, namun Kepala Desa yang lebih tau kondisi masyarakatnya, karena itu perintah Bupati kepada para Kepala Desa untuk mendatangi warganya itu menjadi penting karena sekaligus untuk bahan evaluasi.
Terkait data pemudik di Kabupaten Pekalongan sudah tinggi dan mencapai 37.957, kemudian data pemudik terbesar yaitu di Kecamatan Kesesi yang mencapai sekitar 5000, Kajen sekitar 3000, Sragi 3000, Bojong 2000, Paninggaran 3000, dan Kandangserang 3000, terhadap daerah-daerah yang jumlah pemudiknya diatas 2000, aparatur desa dan kecamatan siap siaga dan mereka sudah melakukan isolasi mandiri namun tetap harus dalam pengawasan semua. (Ela Nurfadhila)
Publisher : aris
Rabu, 29 April 2020
‘’Kita melakukan distribusi bantuan jaring pengaman sosial yang bersumber dari Dana APBD di Kecamatan Doro sebanyak 4.150.’’ kata Bupati Asip Kholbihi. Bupati juga menegaskan kembali, bahwa bantuan ini wajib didistribusikan secara langsung oleh para kepala desa ke masing-masing rumah warga untuk sekaligus dapat mengetahui kondisi sosiologis rumah tangga warganya. ‘’Seperti yang sudah-sudah instruksi saya yaitu para kepala desa wajib antar langsung bantuan ke rumah-rumah warga, untuk mengetahui secara sosiologis kondisi rumah tangga warga Kabupaten Pekalongan.’’
‘’Ini harapanya mereka tahu kondisi real,karena sekarang,apalagi di daerah Doro ini berbasis pertanian,perkebunan kemudian ada pelaku-pelaku industri konveksi disini juga banyak yang terhenti. Dan ini berdampak ke para karyawanya,jadi ini saya minta kepada para kepala desa untuk mengantar langsung bantuan ke rumah-rumah warga, sehingga mereka tahu kondisi persis apa yang dialami masyarakatnya.’’ Tegas Bupati Asip.
Bupati Asip menjelaskan hal ini dilakukan untuk perbaikan kebijakan jaring pengaman sosial pada periode yang akan datang. ‘’Hal ini dilakukan untuk perbaikan kebijakan jaring pengaman sosial pada bulan Mei sampai Juni nanti,termasuk formulanya juga akan dibentuk. Kalau nanti hasil pengamatan kepala desa,nanti kalo ada yang perlu diganti,maka akan kita ganti.’’ Jelas bupati Asip. Adapun kendala untuk program bantuan jaring pengaman sosial periode bulan April ini, bupati Asip mengungkapkan bahwa kendalanya terletak pada pendataan,dimana ditingkat desa masih ada pendataan yang belum fix. ‘’Kendalanya adalah untuk pendataan karena ditingkat desa masih ada pendataan yang belum fix masih banyak.Tapi mengingat ada skema sampai tujuh skema bantuan,saya kira itu akan tertutup semua.’’ Ungkap Bupati Asip Kholbihi.
Sementara ,Ketua Komisi DPRD Kabupaten Pekalongan H.M.Kholis Jazuli juga menambahkan bahwa untuk bantuan paket sembako ini sebenarnya tidak ada anggaranya, namun demi membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 ini,Pemkab Pekalongan dengan DPRD Kabupaten Pekalongan mengupayakan diadakanya anggaran untuk membantu masyarakat yang bersumber dari APBD tahun 2020. "Sebenarnya tidak ada anggaran untuk bantuan bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Namun ini diupayakan untuk diadakan oleh Pemkab Pekalongan dan DPRD Kabupaten Pekalongan." kata ketua komisi IV DPRD Kabupaten Pekalongan.
Adapun untuk jumlahnya sendiri,H.M Kholis Jazuli menjelaskan bahwa sejumlah 53,9 milyar ini sementara yang untuk menanggulangi Covid-19,termasuk dalam penanganan kesehatannya yang jumlahnya sekitar 25 milyar, serta yang melalui Dinas Sosial itu sejumlah 22,5 milyar. " Sejumlah 53,9 milyar ini sementara yang untuk menanggulangi Covid-19,termasuk dalam penanganan kesehatannya,yang jumlahnya 25 milyar sekian serta untuk yang melalui Dinas Sosial yaitu 22,5 milyar yang salah satunya disampaikan di Kecamatan Doro yang nominalnya 150 ribu per KK dalam bentuk bantuan sembako." kata H.M Kholis Jazuli.(lusi)
Publisher : aris
Selasa, 28 April 2020
Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, SH,M,Si menjelaskan, untuk yang masih menjalankan sholat jema’ah, pemkab akan melakukan secara persuasif dengan menunjukkan data zona perdesa. “Kemudian realita lapangan, yang masih mendirikan sholat jema’ah, akan dilakukan secara persuasif dengan menunjukkan data zona perdesa, supaya tidak timbul masalah baru.
Masalah utama di Kabupaten Pekalongan adalah mencegah penyebaran virus corona.” Jelas Bupati.
Acara yang turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH, Wakil Bupati Ir. Arini Harimurti, Komandan KODIM 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan W, S.IP. MMs, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.AK, M.Si. menghasilkan kesepakatan bersama agar gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Pekalongan segera mensosialisasikan dan menginformasikan ke seluruh kecamatan sampai posko-posko desa se-Kabupaten Pekalongan terkait kesepakatan pada hari Selasa (23/4) dan maklumat Bupati Pekalongan terkait ketentuan pelaksanaan ibadah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid19.
Selain itu, dengan memperhatikan updating zonasi/mapping penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan, agar seluruh organisasi keagamaan baik ditingkat Kabupaten, Kecamatan, maupun Desa segera melaksanakan dan menta’ati maklumat yang telah dikeluarkan oleh Bupati Pekalongan terkait dengan ketentuan pelaksanaan ibadah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
Kemudian apabila masih ada tempat-tempat ibadah yang tetap menyelenggarakan peribadatan yang tidak sesuai dengan isi maklumat untuk segera diadakan pendekatan persuasif dengan pengurus demi untuk menjaga stabilitas dan kondusifitas masyarakat.
Supaya tidak terjadi miss komunikasi antara kebijakan pemerintah dengan basis kultur masyarakat sehingga perlu adanya sosialisasi yang akan dilakukan oleh seluruh komponen, baik dari dinas kesehatan, posko, aparatur pemerintahan, dan tokoh-tokoh agama.
Diharapkan nantinya seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan akan saling pengertian untuk bisa menyongsong Ramadhan 1441 Hijriyah(red)
Publisher : aris
Kamis, 23 April 2020
Bantuan paket sembako ini disalurkan sebagai wujud pelaksanakan program jaring pengaman sosial untuk membantu warga masyarakat Kabupaten Pekalongan yang terdampak pandemi Covid-19.
‘’ Kita bagi kali ini di Kecamatan Paninggaran, sebanyak 2.502 paket sembako yang berisi beras,kacang hijau,kemudian gula dan sarden untuk membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19.’’ Kata Bupati Asip.
Dalam kesempatanya kali ini bupati menegaskan bahwa bantuan sembako dari Pemkab Pekalongan ini wajib dibagikan secara langsung oleh para kepala desa ,supaya kepala desa bisa mengetahui secara langsung kondisi warganya.
‘’ tadi saya memerintahkan kepala desa untuk antar sendiri ke warga sekaligus untuk mengetahui secara pasti apa yang terjadi di rumah warganya,barangkali ada yang sakit,ada sesuatu yang perlu dibantu lebih.’’ Kata Bupati Asip.
Bupati Asip Kholbihi berharap dengan para kepala desa sendiri yang mengantarkan bantuan ke rumah warganya itu bisa sekaligus mengupdate data untuk form SPJ karena ada tujuh skema bantuan yang akan masuk ke desa.
‘’disamping itu untuk update form spj yang harus dibuat oleh kepala desa,karena setidaknya ada tujuh skema bantuan yang akan masuk ke desa.’’
Dengan hasil update data tersebut, bupati Asip mengatakan bahwa itu akan menjadi modal dalam melakukan evaluasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, sehingga tidak ada warga yang tidak menerima bantuan.
‘’ nah,datanya ini harus update,maka sangat penting instruksi pada para kepala desa sambil menyerahkan bantuan dari Pemkab Pekalongan dengan menyampaikan yang pertama adalah mendoakan supaya musibah ini cepat berlalu,yang kedua adalah untuk mengetahui secara pasti kondisi real desa masing-masing.’’
‘’kalau dengan skema tujuh itu saya yakin semua sudah berlapis,tetapi kalau pendataan tidak akurat,maka sebagian masyarakat kita akan menjadi korban. Jangan sampai ini terjadi, seperti di daerah-daerah lain yang sebagian masyarakatnya tidak mendapatkan.’’ Kata Bupati Asip. ( Red )
Publisher : aris
Rabu, 22 April 2020
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 hari ini mulai melakukan program bantuan sembako dalam rangka jaring pengaman sosial untuk warga masyarakat Kabupaten Pekalongan yang terdampak pandemi Covid-19. Kegiatan bantuan ini mulai dilakukan di Kecamatan Wonoperinggo dengan membagikan 3.519 paket sembako pada hari ini, Senin (20/4/2020).
Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH.M.Si, yang sekaligus menjadi ketua tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Pekalongan menyatakan,’’ Hari ini kita memulai program bantuan sembako dalam rangka jaring pengaman sosial untuk Kabupaten Pekalongan yang kita awali di Kecamatan Wonopringgo dengan membagikan 3.519 paket sembako untuk tahap pertama.’’.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Bupati Asip menyerahkan langsung bantuan paket sembako di Kecamatan Wonopringgo untuk kemudian akan didistribusikan oleh para kepala desa secara langsung ke masing-masing rumah warga yang terdampak Covid-19.
‘’Saya berharap untuk bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan ini, para kepala desa untuk langsung mendatangi warga ke rumahnya masing-masing, sekaligus mengecek kondisi warga.Sehingga para kepala desa tahu persis kondisi warganya seperti apa.’’ Kata Bupati Asip Kholbihi.
Kemudian Bupati Asip menjelaskan, untuk yang berhak mendapatkan bantuan paket sembako kali ini, adalah warga masyarakat Kabupaten Pekalongan yang terdampak Covid-19 dan masuk dalam kriteria penerima bantuan ini.
‘’Kita sudah punya kriteria untuk warga masyarakat yang berhak menerima bantuan ini, yaitu warga yang tidak masuk dalam program PKH,kemudian bantuan sembako,bantuan pangan non tunai.’’
‘’Yang berhak menerima adalah mereka dari keluarga Orang Dalam Pantauan (ODP). Orang-Orang yang selama ini kerja diberbagai sektor, ada yang dari sektor pariwisata,angkutan,kemudian pedagang-pedagang pasar,yang basisnya ada di desa, yang diusulkan oleh kepala desa.’’ Jelas Bupati Asip.
Selanjutnya, untuk kondisi Kabupaten Pekalongan yang saat ini sudah masuk dalam zona merah, Bupati Asip mengatakan bahwa Pemkab Pekalongan sudah melakukan langkah tegas, yang salah satunya adalah mengeluarkan maklumat bupati yang diharapkan dapat dipatuhi oleh seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan, untuk keselamatan bersama.
‘’Jadi kita sudah bikin maklumat bupati, yang ini tentunya harus diindahkan, karena kita ini tidak boleh membahayakan diri kita sendiri dan membahayakan orang lain.’’
‘’Ketika pemerintah mengajurkan agar shalat di rumah itu, barang kali ketika kita datang ke Masjid kita kan sendiri tidak tahu karena belum tes masif ya, sehingga itu bisa membahayakan oranglain.’’ Kata Bupati Asip.
Adapun untuk kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Kabupaten Pekalongan sendiri, Bupati Asip mengatkan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terlebih dahulu.
‘’ Untuk kebijakan PSBB (Pembatasan Wilayah Skala Besar) sendiri kami akan koordinasikan dahulu dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, karena PSBB itu tidak mudah,karena nanti yang memutuskan adalah Kementrian Kesehatan.’’ Kata Bupati Asip. ( red )
Publisher : aris
Senin, 20 April 2020
Menurut Setyawan , bapak BI (58) masuk di rumah sakit pada tanggal (29/3/2020) dan saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kraton.”Namun demikian saat ini yang bersangkutan dalam kondisi membaik dan akan dilanjutkan isolasi mandiri”terangnya.
Setelah penetapan status pasien positif itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan melakukan rapid tes virus corona terhadap Bupati, Anggota dewan, Kepala dinas, ASN yang telah pernah kontak langsung dengan pasien positif. "Langkah yang dilakukan Dinkes saat ini melakukan tracking. Namun, tidak semua pegawai dan pejabat dilakukan rapid tes, hanya yang pernah kontak langsung dengan pasien Covid-19," jelasnya.(RED)
Publisher : aris
Kamis, 16 April 2020
‘’Ini kegiatan untuk pembagian bantuan terdampak Covid-19 di Kabupaten Pekalongan. Kami akan membagikan 1.500 paket sembako. Ini sekitar 200 juta, yang sebenarnya merupakan dana untuk desa binaan, namun berhubung ini ada Covid-19 , langsung saya alokasikan ke bantuan sembako .’’ Kata Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan KH.M Dzukron saat ditemui di Kantor Dindik Kabupaten Pekalongan pada kegiatan bantuan paket sembako untuk pedagang dilingkungan sekolah, tukang becak dan supir angkot terdampak pandemi covid 19, Rabu (15/4/2020).
Bantuan tersebut sebanyak 675 paket akan disalurkan kepada para pedagang yang biasa berjualan di lingkungan sekolah.
‘’ untuk penerimanya ini dari 1.500 itu ada 675 paket untuk pedagang di lingkungan sekolah. Karena sekolahan kan sekarang libur, yang dagang mau makan apa. Untuk itu kita alokasikan 675 paket bantuan sembako.’’ Kata Ketua Baznas.
Selain diberikan kepada para pedagang sekolah, bantuan paket sembako juga disalurkan kepada para fakir miskin, tukang becak dan juga tuna netra.
‘’ kita bagi untuk fakir miskin di lingkungan Baznas sendiri di Wonokerto,Bojong, Wiradesa, Tirto dan juga Kajen sebanyak 100.’’
‘’ Yang tukang becak kami alokasikan 400 paket untuk daerahWonopringgo,Kajen,Bojong, Wiradesa,Kesesi,Kedungwuni dan juga Buaran dengan jumlah yang sesuai kebutuhan yaitu 400 paket. Dan juga Tunanetra, tukang pijat ini kan karena ada social distancing 48 orang tukang pijat kita bagikan bantuan sembako untuk meringankan beban mereka.’’ Kata Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan.
Dengan disalurkanya 1.500 paket sembako ini, Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan KH.M Dzukron berharap ini bisa membantu dan meringankan beban masyarakat di Kabupaten Pekalongan yang terkena dampak dengan adanya Covid-19.
‘’ Dengan ini, harapanya adalah bisa sedikit membantu untuk merngankan beban, yang selama ini dia peroleh tambahan dari hasil harianya yang berkurang dengan adanya Covid-19 ini.’’ Jelas Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan ( Red )
Publisher : aris
Rabu, 15 April 2020
‘’Jadi dampak ekonomi secara stimulan sudah kita buat skemanya yang antara lain kita nanti menyiapkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan sekitar 73.000 paket sembako yang kemudian akan kita distribusikan dua kali untuk bulan April dan Mei.’’ Ungkap Bupati Asip.
Selain Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Bupati Asip mengatakan bahwa bantuan akan diberikan juga oleh Gerakan ASN Berbagi , lembaga-lembaga CSR,perusahaan-perusahaan dan juga Baznas, yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terkena dampak Covid-19.
‘’ Kemudian dari Gerakan ASN Berbagi itu kita target sekitar 20.000. Ini data sudah mulai masuk, kemudian juga lembaga-lembaga CSR,perusahaan-perusahaan juga kali ini dengan Baznas.’’
‘’ Kalo sinergi ini berjalan terus, tentunya ini akan membantu meringankan beban masyarakat yang terkena dampak Covid-19.’’ Kata Bupati Asip.
Selain salurkan bantuan kepada masyarakat di Kabupaten Pekalongan yang terkena dampak Covid-19, Bupati Asip Kholbihi menjelaskan bahwa Pemkab Pekalongan juga telah mengusahakan bantuan bagi warga Kabupaten Pekalongan yang masih berada di DKI Jakarta.
‘’Kemarin saya juga sempat berkomunikasi dengan para anggota DPR RI yang mewakili daerah domisili Kabupaten Pekalongan di Jakarta, untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang tidak mudik , sekitar 200 orang di DKI Jakarta , yang tergabung di dalam Paguyuban Warga Kabupaten Pekalongan yang ada di Jakarta.’’
‘’Kita dengan pengurus PWP sudah melakukan komunikasi sekaligus kita berkomunikasi dengan para anggota DPR RI yang ada di Jakarta untuk membantu, yang alhamdulilah ini berjalan dengan baik. Hari ini mungkin droping bantuannya sudah diterima, sambil menunggu kebijakan bantuan dari Pemerintah DKI Jakarta.’’ Jelas bupati.
Dalam kesempatanya kali ini, Bupati Asip juga mengatakan bahwa ada sekitar 28.000 warga Kabupaten Pekalongan yang sudah mudik ke Kabupaten Pekalongan yang diharapkan Pemkab Pekalongan dapat membantu warga yang pulang mudik tersebut.
‘’ Mudah-mudahan 28.000 warga yang mudik sudah titik dominasi sehingga kita akan berkonsentrasi menangani efek dampak ekonomi. Jadi mereka ini bisa memperoleh bantuan dari berbagai skema bantuan.’’ Kata Bupati Asip.
Bupati Pekalongan juga mengatakan bahwa pihaknya secepatnya bl akan dibuka Rumah Sakit di Puskesmas Wonokerto 2 untuk pasien ODP dan PDP.
" Untuk aspek kesehatan, besok kami akan segera membuka Rumah Sakit untuk pasien ODP dan PDP di Puskesmas Wonokerto 2." kata Bupati Asip ( Red )
Publisher : aris
Rabu, 15 April 2020