Rabu, 3 Juni 2020
KAJEN - Dalam rangka suasana hari raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, bertempat di Ponpes Mambaul Huda desa Pajomblangan Kedungwuni dilaksanakan acara silaturahmi antara ulama, umaro, TNI Polri dan tokoh masyarakat pada Kamis ( 28/05 ) siang. Acara silaturahmi menghadirkan Maulana Habib Luthfi bin Yahya dari kota Pekalongan sekaligus memberi maidhoh khasanah.
KAJEN – Pemkab Pekalongan akan melakukan rapid tes massal di pasar-pasar. Hal ini disampaikan bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi SH.M.Si dalam acara halal bihalal virtual di lingkungan pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam rangka memutus penyebaran covid 19 sekaligus menjadi contoh bahwa paling penting adalah substansi atau esensi dari halal bihalal, selasa ( 26/05 ) . “Oleh karena itu masyarakat tidak perlu kumpul berbondong-bondong, kita batasi perkumpulan ini jangan terlalu banyak orang. Kemudian dalam suasana Idul fitri ini saya mohon sekiranya yang tidak penting untuk keluar, cukup di dalam rumah, karena Kabupaten Pekalongan masih terus mengupayakan agar penyebaran covid 19 ini bisa kita batasi. Insyaalloh dalam 2-3 hari ini kita akan melakukan rapid tes massal di pasar-pasar , mudah-mudahan dari situ bisa kita ambil hasilnya”, ujar bupati Asip.
KAJEN – Menteri Sosial RI Juhari P. Batubara memantau proses penyaluran dana Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk masyarakat miskin dan masyarakat terdampak pandemi virus corona atau Covid-19 di Kecamatan Bojong Kabupatèn Pekalongan Jumat (22/5/2020) pagi tadi. Dalam kunjungan kerjanya yang didampingi oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Kapolres Pekalongan , Kepala PT. POS dan beberapa Kepala OPD terkait, Mensos menyampaikan bahwa penyaluran dana tahap 1 di Pekalongan ini telah selesai dan selanjutnya nanti setelah lebaran akan digulirkan BST tahap 2 dan 3. “Yang penting rakyat happy dan ditengah situasi yang sulit ini mereka merasa terbantu dan beberapa hari kedepan bantuan mencapai 7 juta,” ujar beliau.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH,M.Si, melakukan pantauan langsung terhadap pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bulan pertama di Kecamatan Tirto pada hari ini, Kamis (21/5/2020) . Bupati Asip mengatakan bantuan kali ini merupakan salah satu skema bantuan dari Kementrian Sosial yang bernama BST (Bantuan Sosial Tunai), dengan indeks Rp.600.000,00 kali tiga bulan. ‘’Ini kita memantau BLT (Bantuan Langsung Tunai) bersumber dari kementrian sosial yang namanya yaitu BST (Bantuan Sosial Tunai) dengan indeksnya sama 600 ribu kali tiga bulan,’’kata Bupati Asip.
Selasa, 2 Juni 2020
‘’Peninjauan kali ini kan dalam rangka kita nantinya menuju New Normal, sehingga saya ingin tahu kesiapan-kesiapan kita itu bagaimana. Pelayanan-pelayanan disini yang nanti harus benar-benar mengikuti protokol kesehatan supaya penularan Covid-19 itu bisa ditekan seminimal mungkin,’’ kata Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti.
Sementara itu,untuk kesiapan Pemerintah Kabupaten Pekalongan secara keseluruhan untuk menuju program New Normal, Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti menjelaskan bahwa Kabupaten Pekalongan baru ditahap meeting. ‘’Adapun upaya-upaya yang akan dilakukan untuk menuju program New Normal bagi Kabupaten Pekalongan yaitu ini tadi kita baru dalam taraf meeting persiapan tentang apa yang harus dilakukan yang diantaranya yaitu kemanan dan perlindungan diri dengan APD,’’ jelas Arini Harimurti.
Adapun untuk pelayanan di Dinas PTSM NAKER Kabupaten Pekalongan diungkapkan oleh Wakil Bupati Arini Harimurti, bahwa saat ini pelayanan masih berjalan secara online dan hal itu berjalan dengan lancar. ‘’Adapun untuk pelayanan masyarakat sekarang masih berjalan online dan tetap menerima pelayanan, dan hal ini berjalan lancar,’’ungkap Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti.
Melanjutkan hal itu, Kepala Dinas PTSM NAKER Kabupaten Pekalongan Edi Harijanto mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan bebrapa persiapan juga untuk menghadapi program New Normal yang akan dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan seperti apa yang dikatakan oleh wakil bupati. ‘’Jadi,protokol kesehatan tetap dijalankan dan juga nanti akan ada meeting untuk mengadakan persiapan-persiapan guna menyiapkan tempat pelayanan,’’ kata Kepala Dinas PTSM NAKER Kabupaten Pekalongan Edi Harijanto. ( red )
Publisher : aris
Kamis, 28 Mei 2020
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi SH.M.Si yang hadir bersama jajarannya dalam sambutannya mengatakan Pemkab Pekalongan bekerjasama dengan TNI Polri dalam upaya mengatasi musibah covid 19 secara kuantitas bisa dikatakan berhasil karena tidak terjadi konflik.
“ Kesempatan ini kita silaturahmi mengikuti saran para habib agar dimulai bagaimana kehidupan sosial pelan-pelan dipulihkan, sambil mengikuti perkembangan dari pemerintah. Jangan sampai adanya wabah covid 19 ini masyarakat down, panik, tidak melakukan aktivitas apa-apa. Ini bisa rugi. Beliau sebagai tokoh dunia, punya inisiasi yang luar biasa menjalin hubungan umaro dan ulama dimulai dari kabupaten-kabupaten. Mudah-mudahan menjadi energi positif untuk recovery sosial ini”, Ujar Bupati Asip. Bupati juga menambahkan di Kabupaten Pekalongan sudah dilakukan rapid tes masal di 6 pasar, hasilnya 5 yang reaktif. ‘ Mudah-mudahan ini menjadi bekal kita untuk terus ikhtiar”, Lanjutnya.
Sementara itu Maulana Habib Luthfi dalam sambutannya menerangkan pentingnya perkembangan ekonomi. “ Bagaimana ekonomi berkembang kembali dengan baik. Karena dengan perkembangan ekonomi yang baik akan mengurangi perbuatan yang negatif. Siraman-siraman rohaniyah diperlukan oleh publik”, tutur Habib Luthfi.
“ Dengan barokah tali silaturahmi saya yakin akan menepis semua hal yang tidak kita inginkan. Pada siang ini kita memberikan percontohan silaturahmi antara umaro, ulama, TNI Polri, dan tokoh masyarakat sehingga bisa berkesinambungan menjadi suri tauladan untuk kita semua menghilangkan rasa kekhawatiran dan ketakutan. Itu yang penting sekali. Sebab bila masyarakat timbul ketakutan berlebihan, coronanya sudah pergi , ketakutan masih ada, ini lebih berbahaya ke depannya. Bisa memicu perpecahan umat”, tambahnya.
Untuk itu menurut Habib Luthfi sudah kewajiban kita bersama bagaimana sebelum terjadi dan itu tidak kita harapkan. “ Ayo bareng-bareng kita tangkal supaya terhindar dari segala penyakit, bukan corona saja, melainkan semua penyakit “, ajak habib Luthfi ( Humas Kominfo )
Publisher : aris
Kamis, 28 Mei 2020
Selanjutnya menurut bupati upaya-upaya lain sesuai dengan protokol kesehatan tetap dijalankan. Satgas, para camat, para kepala desa tetap menjalankan tugas seiring adanya pemudik pasca PSBB di daerah Jabodetabek maka kemungkinan pemudik yang menyusul ini perlu diwaspadai.
Untuk pelaksanaan hari raya Idul Fitri di kabupaten Pekalongan bupati mengatakan berjalan aman lancar, khusuk ,tertib dan tentu dengan suasana yang berbeda. “ Kalau dulu masyarakat ramai sekali mengadakan sholat Idul Fitri di masjid dan lapangan, sekarang ya ada beberapa masjid yang menyelenggarakan dengan protocol, tapi banyak masjid yang tidak melaksanakan. Semua menjalankan sholat Id di rumah masing-masing. Mudah-mudahan 14 hari ke depan yang merupakan titik krusial karena pemudik baru, kemudian kita akan melakukan rapid tes masal mudah-mudahanan bisa kita lalui sehingga Kabupaten Pekalongan betul-betul aman”, tuturnya.
Bupati juga menekankan semua harus waspada, tetap menjalankan protokol kesehatan , jaga jarak, tetap pakai masker kalau keluar, cuci tangan dan menghindari tempat kerumunan. “ Yang paling penting utamanya kepada para petugas di garda depan , petugas di Dinas Kesehatan, Puskesmas, Rumah Sakit, saya ucapkan maturnuwun telah bekerja keras menangani musibah, merawat pasien ,para kepala desa yang sudah membuat posko di desa beserta perangkatnya, warga masyarakat semua, termasuk para camat, para kepala OPD dan juga rekan TNI Polri semua bahu membahu berjuang keras menciptakan Kabupaten Pekalonfgan yang semakin baik menuju situasi normal baru”, pungkasnya.
Mengenai Perkembangan terakhir pasien covid 19, bupati mengatakan di Rumah Sakit Kraton hanya merawat 1 pasien positif, kemudian PDP di Rumah Sakit Kajen ada 2 orang, semuanya dalam kondisi baik.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Mukaromah Syakoer MM melaporkan bahwa di tengah situasi tanggap darurat pandemic covid 19 ini seluruh fungsi pemerintahan di lingkungan Kabupaten Pekalongan dipastikan berjalan dengan baik dan tetap mengacu pada ketentuan yang ada. ( Humas Kominfo )
Publisher : aris
Selasa, 26 Mei 2020
Sementara itu Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dalam kesempatan yang sama menyampaikan BST dari Kemensos yang di salurkan kepada 32.460 KK di Kabupaten Pekalongan ini pada tahap 1 sudah 100% selesai sesuai himbauan Bapak Presiden agar sebelum Hari Raya Idul Fitri semua BST ini harus sudah disalurkan kepada masyarakat. “Trimakasih atas kehadiran Bapak Menteri PT. Pos, dan juga TNI/Polri sehingga kondisi penyaluran dana ini berlangsung kondusif, dan rakyat senang mendapat bantuan 600 ribu rupiah untuk lebaran,” ujarnya.
Lebih lanjut Asip mengaku lega dengan situasi dan kondisi penyaluran yang lancar dan aman ini. Disampaikannya Pemda juga sudah menyiapkan skema bantuan lain berasal dari Propinsi, Kemensos, APBD dan BLT Desa. “Semoga dengan ini dana yang masih sekitar 123 ribu dari BPKS segera bisa tercover semua untuk kategori kemiskinan I, Il, Ill dan IV maupun kemiskinan baru dari dampak corona, ^ imbuhnya.
Dalam penyaluran bantuan yang difasilitasi oleh Pemkab mengingat kondisi kantor pos yang kurang memadai untuk menampung ribuan orang tersebut Bupati juga menyampaikan skema bantuan juga sudah dirancang sedemikian rupa dengan harapan bisa memberikan rasa puas bagi masyarakat. Adapun skema penerimaan tersebut adalah dari Kemensos 3 kali, Propinsi 3 kali, APBD 2 kali, Dana Desa 3 kali dan sembako reguler 9 kali. ( Red )
Publisher : aris
Jumat, 22 Mei 2020
Dalam pantauanya kali ini, Bupati Asip menjelaskan kepada masyarakat bahwa bantuan BST ini harus digunakan untuk pemenuhan kebutuhan bahan makanan pokok sehingga program ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sebagaimana tujuan utamanya. ‘’Hari ini hari terakhir pengambilan tahap pertama. Saya harap kepada para penerima BST ini supaya bantuan ini digunakan untuk kebutuhan pokok sehari-hari, sehingga program ini bisa sangat bermanfaat bagi masyarakat ditengah pandemi seperti saat ini, karena kebanyakan masyarakat Tirto ini para buruh perusahaan sedangkan perusahaanya kan tutup,’’ jelas Bupati Asip.
Bupati melanjutkan, bahwa program bantuan dari kementrian sosial yang hari ini sudah cair di Kecamatan Tirto sangat berjalan lancar dan masyarakat snagat senang dengan pelayanannya yang sudah cukup baik. ‘’Ini masyarakat sangat senang dan pelayananya mudah serta simpel. Kalau kaum disabilitas,orang jompo,dan orang sakit bantuanya akan diantar langsung oleh petugas pos. Kalau yang terlambat ngambil,itu bisa diambil di Kantor Pos, sehingga pelayanannya tidak ada keluhan,’’ kata Bupati Asip.
Selain bantuan dari kementrian sosial, dalam kesempatanya kali ini Bupati Asip Kholbihi juga mengatakan bahwa Kabupaten Pekalongan sudah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa di Desa Wuled Kecamatan Tirto pada hari ini yang semuanya telah berjalan dengan baik dengan indeks yang sama yairu Rp.600.000,00 kali tiga bulan. ‘’Kabupaten Pekalongan juga tadi telah menyalurkan bantuan dari program BLT Desa, di Desa Wuled yang semuanya berjalan baik dengan indeksnya yang sama , yaitu 600 ribu kali tiga yang itu sementara karena BLT Desa itu sifatnya dinamis,’’kata Bupati Asip.
Melanjutkan hal tersebut, Bupati Asip mengungkapkan bahwa tadi malam pihaknya telah berkomunikasi dengan mentri sosial bahwa perkembangan BLT Desa di Kabupaten Pekalongan berjalan dengan baik karena sudah 95 persen sudah tersalurkan. ‘’Pemkab Pekalongan tadi malam juga berkomunikasi dengan pak mentri yang memantau perkembangan BLT Desa di Kabupaten Pekalongan yang alhamdulilah dari 273 itu hampir 95 persen sudah tersalurkan, sisanya nunggu proses transfer saja,’’ ungkap Bupati Asip.
Selanjutnya, Bupati Asip mengatakan bahwa untuk masyarakat yang tidak terbantu atau tidak masuk skema bantuan dari manapun, untuk tidak perlu khawatir karena pihaknya akan segera mengadakan alternatif bantuan melalui kepala desa dan kepala kelurahan yang akan segera dicairkan karena Pemkab Pekalongan sendiri sudah berkoordinasi dengan Kementrian Sosial terkait hal tersebut. ‘’InsyaAllah di Kabupaten Pekalongan ini masyarakat yang tidak terbantu dari berbagai skema ini, mereka juga akan mendapat langsung dari Kepala Desa dan Kepala Kelurahan. Sehingga akan kita cairkan alternatif bantuan dan kita juga sudah berkoordinasi dengan kementrian sosial,’’ kata Bupati Asip. ( red )
Publisher : aris
Kamis, 21 Mei 2020
Senin, 18 Mei 2020
Minggu, 17 Mei 2020