KAJEN - Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi,SH.,M.Si membuka pengajian rutin malam senin kliwon dan senin wage majlis ta’lim dan dakwah “Attauhidiyyah” aqidah ahlusunnah wal jamaah di Pondok pesantren Miftakhul Huda Pesantunan Kedungwuni , minggu (21/06) malam. Bupati dalam sambutannya mengungkapkan bahwa seiring cobaan dari Alloh SWT pandemi covid19 ini seluruh kegiatan keagamaan praktis terhenti . Pondok pesantren, sekolah-sekolah, pengajian-pengajian terhenti semua. Saat ini pemerintah mengambil sikap seiring perkembangan yang ada. Kegiatan keagamaan seperti pengajian sudah mulai dibuka tentunya dengan protokol kesehatan. “ Ketika kami menerapkan pada saat itu kabupaten Pekalongan dalam zona merah menggunakan parameter atau protokol sesuai dengan ketentuan daerah zona merah. Alhamdulilah saat ini kabupaten Pekalongan zona hijau, moga dapat dipertahankan sehingga kegiatan-kegiatan dalam rangka prakondisi normal baru sudah mulai kita laksanakan. Apalagi yang berkaitan dengan pengajian”, ujar bupati.
Dalam kesempatan itu bupati berpesan kepada para guru yang menghadiri pengajian untuk membekali anak didiknya dengan nilai-nilai yang bersendikan ahlussunah waljamaah. Seluruh proses pembelajaran yang benar dipandu oleh guru. Menurutnya , dengan mengikuti pengajian nantinya para guru dalam mengajar anak didiknya bisa menuntun amalan agar anak-anak semakin berisi . Oleh karena itu kepada para guru SD /SMP negeri , bupati mengingatkan pentingnya mengajarkan ilmu agama . “ Tanpa pembelajaran siraman rohani kita kering. Ilmu akidah harus dipelajari sebelum belajar ilmu-ilmu yang lain. Kita harus pandai menangkap perkembangan zaman. Sekarang ini harus dibekali dengan kemampuan ilmu yang paripurna. Utamanya adalah mempelajari ilmu agama”, terangnya.
Kedepan pemkab akan menginstruksikan kepada ASN, Camat, kepala desa dan pejabat lainnya untuk dapat mengikuti pengajian yang ada di sekitar rumah tinggal dalam rangka meningkatkan ketaqwaan dan menambah ilmu tentang agama.
“ Jangan punya persepsi kalau ngaji itu ketinggalan jaman. Itu persepsi yang keliru yang dibangun oleh kalangan yang tidak menginginkan pengajian berkembang. Monggo bareng-bareng , terutama guru, ayo ngaji”, ajak bupati. ( Humas Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 21 Juni 2020
KAJEN – Pemkab Pekalongan sudah memperbolehkan warganya menyelenggarakan hajatan. Saat ini kabupaten Pekalongan sudah zona hijau sehingga kegiatan- kegiatan keagamaan seperti pengajian dan lainnya sudah mulai dibuka. “ Bagi warga yang hendak menyelenggarakan hajatan dipersilahkan. Sekarang zonanya sudah hijau sehingga tidak ada alasan kita menutup pengajian, menutup masjid, mushola, madrasah tapi karena situasi masih pandemi kita tetap hati-hati, minimal menggunakan masker, cuci tangan, makan yang bervitamin”, demikian yang disampaikan bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi SH.,M.Si., saat di masjid jami’ Al Yusuf kelurahan Pekuncen Wiradesa, jum’at ( 19/06) siang.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan semakin serius dalam menjalankan program yang telah ditetapkan mengenai sinergitas terhadap pembangunan tempat ibadah yang ada di Kabupaten Pekalongan. Program ini sudah berjalan sebelum adanya pandemi Covid-19. Dan sebagai wujud sinergitas dan dukunganya, Bupati menghadiri acara Peletakan Batu Pertama dan memberikan bantuan untuk pembangunan masjid Baitul Muahidin di Desa Jrebengkembang Kecamatan Karangdadap, pada hari ini Jumat (19/6/2020). Dalam kegiatan ini hadir pula , Kepala Dinas DPU Taru Bambang Iriyanto,Kepala Dinas Perkim LH Trinanto,Inspektorat Ali Riza, dan Asisten 1 Setda Totok Budimulyanto.
KAJEN – Untuk memudahkan jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat, pemkab Pekalongan terus berupaya membangun berdirinya Rumah Sakit baru melengkapi Rumah Sakit – Rumah Sakit yang sudah ada sebelumnya. Salah satunya adalah didirikannya Rumah Sakit Kesesi yang pembangunannya telah dimulai pada tahun 2019. Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi,S.H.,M.Si., beserta wakil bupati Ir. Arini Harimurti, ketua DPRD kabupaten Pekalongan Hj. Hindun,M.H., Sekda Mukaromah Syakoer,MM beserta staf ahli, para asiten, para kepala OPD , para Camat,kepala Puskesmas, tokoh agama hadir dalam rangka doa bersama dimulainya pembangunan gedung RSUD Kesesi tahap kedua, pada Selasa (16/06) malam di gedung RS Kesesi.
KAJEN - Pencanangan pembangunan zona integritas yang merupakan langkah awal dan bagian dari menyukseskan reformasi birokrasi, saat ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dengan melakukan penaatan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif, efisien, pelayanan prima dan memuaskan. Selasa (16/6).
KAJEN – Dalam rangka meningkatkan keunggulan pada masing-masing desa di Kabupaten Pekalongan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan lakukan serangkaian kegiatan tinjauan lapangan atau monitoring ke sejumlah desa. Tinjauan kali ini dilakukan di Desa Banjarsari Kecamatan Talun pada pagi ini, Senin (15/6/2020).
KAJEN – Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan BPN melalui Kantor Pertanahan Kabupaten Pekalongan hari ini Senin ( 15/06) melakukan launching aplikasi house to house HTP dan PBB , di aula asisten 2 Setda . Acara ini dihadiri Sekretaris daerah kabupaten Pekalongan Mukaromah Syakoer,MM., serta Plt kepala kantor pertanahan Gusmanto, S.H.,M.M.
Minggu, 21 Juni 2020
Dijelaskan bupati, masyarakat butuh aman. Aman terkait kamtibmas, aman dari gangguan ekonomi dan aman dari wabah. Saat ini masyarakat seluruh dunia mengalami wabah pandemi covid19. Kabupaten Pekalongan saat ini zona hijau, zona yang aman. Menurut bupati, warga Kabupaten Pekalongan yang terpapar positif covid19 total sejak bulan Maret sampai Juni jumlahnya menurun. Kehidupan keseharian di Kabupaten Pekalongan menuju normal. Oleh karena itu bupati meminta masyarakat memperbanyak doa agar covid19 segera berlalu.
Bupati juga menceritakan bahwa dirinya mendapat pesan dari pesantren untuk membangun jiwa masyarakat. “ Kalau WHO membangun raga, tapi pengajian, wirid, thoriqot, manakib dan sejenisnya, semua itu obat hati. Jangan sampai kesehatan jiwa dilupakan, hanya konsentrasi kesehatan jasmani saja. Sehingga saya dari masjid ke masjid, dari tempat ke tempat menyampaikan bahwa saat ini yang paling penting ikhtiar dijalankan, tapi jangan lupa selalu berdoa agar sabar dalam menerima cobaan,” ungkapnya.
Untuk pembangunan yang berjalan di Kabupaten Pekalongan, bupati menuturkan di kecamatan Wiradesa mendapat perhatian yang cukup besar. Pertama pasar wiradesa, dan kedua fly over ( Jalan layang ) jalan kereta api, dan ketiga rumah sakit Kraton II, sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat agar gampang mengakses rumah sakit. ( Humas Kominfo )
Publisher : aris
Jumat, 19 Juni 2020
Bupati Asip Kholbihi menjelaskan bahwa pembangunan masjid merupakan salah satu bentuk dari implementasi dasar keimanan dan ketakwaan manusia dalam aspek ibadah. Oleh karena itu bupati berharap masyarakat dapat bersama-sama membantu mensinergikan pembangunan masjid Baitul Muahidin supaya bisa cepat jadi. ‘’ Alhamdulilah hari ini kita bisa bersama-sama melaksanakan amalan yang mulia yaitu dari pembangunan masjid. Membangun masjid itu amalanya besar karena membangun masjid merupakan dasar dari wujud amal dan takwa kita dalam ibadah,’’ kata Bupati Asip.
Apabila sinergi dari masyarakat dan pemerintah itu baik, dijelaskan oleh Bupati Asip itu bisa mempercepat pembangunan tempat ibadah bisa jadi sesuai target. Menurutnya, bantuan itu tidak hanya berbentuk materi saja,melainkan bisa berupa tenaga yang diberikan oleh masyarakat. ‘’ Tadi panitia pembangunan masjid sudah menceritakan sejarah masjid ini, dan ini menjadi tanggung jawab kita sebagai syariat yang artinya kita semua harus gotong-royong dan kerja keras, kerja bersama dan membantu baik berupa tenaga maupun materi supaya masjid ini bisa jadi,’’ jelas Bupati Asip.
Dalam kesempatanya kali ini bupati Asip juga berpesan kepada masyarakat apabila ada masukan atau aspirasi mengenai pembangunan di Kabupaten Pekalongan ,itu bisa diutarakan karena pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menindaklanjuti hal tersebut. ‘’ Kami mendoakan dan mendukung melalui program dari pemerintah kabupaten yang akan kami koordinasikan dengan dinas tekait,’’ ujar Bupati Asip.(Lusi kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 19 Juni 2020
Bupati Menjelaskan, “Kabupaten Pekalongan merupakan daerah yang cukup subur di Jawa Tengah karena ketinggiannya dari 0-1900 mdpl, nanti pada ketinggian 500 600-1000 subur sekali, kemarin kita ada di kecamatan talun yang tingginya 600 itu subur, semua jenis tumbuhan itu tumbuh dengan baik karena alatnya itu seperti itu dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti di vietnam meskipun disana subur tapi tetap beda alamnya dengan indonesia, ragam nabatinya sangat jauh karena tanaman-tanaman paling banyak di Indonesia, bangkok juga tidak ada tanaman sama sekali” Jelas Bupati dalan Pidatonya.
Tanah di Kabupaten Pekalongan subur namun belum bisa dikelola secara maksimal, kemudian munculah puming-puming ini, serta muncul beberapa komoditas-komoditas yng mungkin punya kualitas tinggi.
Pemkab akan memfasilitasi dan karena banyak orang pekalongan yang secara individu menanam hasilnya lumayan, “Karena ini komoditas yang menurut saya umum, lagi booming yasudah tanam semua. Dulu kita pernah menanam apa saja, jaman jati merah menanam, jaman bunga juga menanam, karena lagi booming di pasar, dan juga di eksplore pasar internasional, kalau pasar internasional butuh kita siapkan sampelnya.” Tambah Bupati
Bupati juga memotivasi para petani, bahwa tidak ada salahnya para petani mencoba dulu, karena ini komoditas, biasanya kalau sampel di pasar itu lebih kecil dan harganya tinggi, mumpung belum besar. Seluruh hutan Kabupaten Pekalongan mempunyai tanah luas 9000 hektar, yang 3000 hektar tidak bisa ditanami, kemudian sisanya 26 ribu hektar bisa ditanami, bisa dikerjasamakan untuk mengembangkan kopi, kalau memang niat dan sudah berhasil menanam disini namun lahannya terbatas, kalau ingin lahan lebih besar segeras, masyarakat dihimbau untuk segera membuat kelompok, Pemkab akan memberikan fasilitas pengolahan hutan yang dekat daerah Pajomblangan namun juga harus kerjasama dengan masyarakat sekitar.
Disamping itu, Bupati menjelaskan bahwa Kabupaten Pekalongan saat ini dalam zona hijau, jadi kalau ada hajatan dipersilahkan namun tidak boleh terlalu besar, hiburan-hiburan dan kegiatan lainnya juga boleh dilakukan namun dengan skala terbatas dan tetap terapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, rajin cuci tangan, serta sosial dan pshycal distancing.
Jumlah positif di Kabupaten Pekalongan ada 9 orang, 5 sembuh, 1 meninggal dunia namun ber KTP Depok Jawa Barat, sedangkan 3 lainnya masih dirawat, dan yang 1 diantara 3 tersebut merupakan cluster DKI yang sudah dirawat disana namun kabur dari RS karena ingin bertemu keluarganya di Kampung, dan 1 lagi merupakan cluster Qim yang merupakan seorang anak (8 tahun) dari Ibu yang bekerja sebagai perawat di RS Qim Batang, Bupati menghimbau masyarakat untuk menjaga anak-anaknya karena rentan terkena virus. (Ela Nurfadhila)
Publisher : aris
Rabu, 17 Juni 2020
Dikatakan bupati, nantinya di kabupaten Pekalongan akan banyak Rumah Sakit, melengkapi Rumah sakit yang sudah ada di tingkat kecamatan diantara Siwalan, Wonokerto, Wiradesa, Kesesi, Kedungwuni, juga kecamatan Buaran nantinya akan didirikan Rumah sakit. Bupati berharap keberadaan Rumah sakit ini bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus membuka kecamatan-kecamatan yang memang perlu didirikan Rumah sakit.
Sementara itu kepala Dinas Kesehatan kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro S.KM., dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan gedung Rumah sakit Kesesi direncanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama telah dilaksanakan pada tahun 2019, seluas 1144 meter persegi. Gedung tahap pertama sudah dimanfaatkan. Pembangunan gedung tahap kedua tahun 2020 ini, dengan luas lahan 3800 meter persergi. Pembangunan gedung tahap dua ini direncanakan terdiri dua lantai dengan kapasitas 60 tempat tidur dan diperuntukkan bagi perawatan kesehatan ibu dan anak dan juga kebidanan, ruang perawatan umum dewasa dan anak-anak, ruang ICU, ruang tindakan medik dan ruang isolasi, ruang observasi serta apotik. Sedangkan pembangunan tahap tiga, nanti di tahun 2021 dengan luas lahan 2430 meter persegi yang rencananya untuk ruang penataan landscape dan penataan ruang sekitar Rumah sakit. Pembangunan tahap ketiga nanti untuk penunjang yaitu poli penyakit dalam, poli penyakit anak, ruang laktasi, ruang radiologi, labaratorium, hemodialisa serta pembangunan penataan lingkungan sekitar Rumah sakit.
Wawan menambahkan , pihaknya telah menyiapkan anggaran sejumlah 8,7 Milyar. Anggaran itu akan digunakan pembangunan ruang perawatan untuk lantai 1 dan 2, ruang ICU, ruang anak. “ Orientasi kita saat ini adalah upaya kita bagaimana menurunkan angka kematian ibu dan anak”, paparnya. ( Humas Kominfo )
Publisher :aris
Rabu, 17 Juni 2020
Sekretaris Daerah, Dra. Mukaromah Syakoer, MM menjelaskan, “Pencanangan ini juga merupakan salah satu syarat dari penilaian mandiri reformasi birokrasi yang diamanatkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.” Jelas dalam sambutannya di aula lantai 1 setda Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya, reformasi birokrasi yang menjadi komitmen seluruh institusi beserta aparatur pemerintah dan pelayanan publik , dapat dinilai dari seberapa besar perubahan yang dilakukan secara bertahap yang diharapkan dapat membentuk karakter aparatur birokrasi secara pribadi maupun kelembagaan, yang pada akhirnya dampak positif dari perubahan tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Hal ini dapat dimulai dengan upaya strategis membangun karakter aparatur dan organisasi yang beretika dan profesional.” tambahnya. Dengan demikian melalui hal tersebut, diharapkan setiap institusi dan aparaturnya memiliki akuntabilitas dan kualitas kinerja yang semakin baik, sehingga harapan publik terhadap pelayanan yang berkualitas hasilnya tuntas dan terukur serta mudah diakses, dengan sendirinya akan terwujud.
Sekda menegaskan bahwa pencanangan pembangunan zona integritas ini merupakan upaya penting bersama dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pekalongan menjadi zona yang berintegritas, sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Sekda juga menyampaikan selamat kepada keluarga besar BPS Kabupaten Pekalongan atas dideklarasikannya pencanangan pembangunan Zona Integritas WBK dan WBBM dilingkungan Badan Pusat Statistik Kabvupaten Pekalongan. Pemkab berharap semoga dalam dilaksanakannya deklarasi ini akan semakin meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat.
Sementara itu kepala BPS Kabupaten Pekalongan, Siti Mardiyah, menyampaikan bahwa BPS telah melaksanakan pembangunan zona integritas dan kabar baik bahwa Kabupaten Pekalongan saat ini sudah mengalami peningkatan dimana pada tahun 2017 mencapai 57,63 kemudian 2018 mencapai 58,99 kemudian ditahun 2019 mencapai 69,53. Siti Mardiyah Berharap semoga di tahun 2020 dan kedepannya akan mencapai angka yang lebih tinggi lagi, semua ini merupakan upaya jajaran BPS Kabupaten pekalongan yang telah bekerja dengan baik dan bersungguh-sungguh mewujudkan zona yang bersih dan integritas di Kabupaten Pekalongan.
BPS siap bekerja dan bekerjasama untuk sama-sama bekerja dalam membangun dan menjaga zona integritas ini dengan tulus, “Semoga Allah SWT meridhoi segala upaya yang kita kerjakan demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.” Tambahnya.(ela kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 16 Juni 2020
Hadir dalam tinjauan ini, Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si, Kepala Dinas DPU Taru Bambang Iriyanto,Kepala Bappeda Yualian Akbar, Kepala Dinas Perkim LH Trinanto ,Kepala Dinas Kesehatan Setiyawan Dwi Antoro, Inspektur Ali Riza,Kepala Dinas PMD P3A DAN PPKB Muhammad Afif.
Dikatakan oleh Bupati Asip bahwa kedatangan Pemkab kali ini memiliki berbagai tujuan yang diataranya adalah silaturahmi dengan masyarakat setempat,monitoring langsung berkaitan dengan kendala apa saja yang ada di Desa Banjarsari serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait persiapan Kabupaten Pekalongan menuju era Normal Baru.
‘’Pertama,tujuan kita adalah untuk silaturahmi dalam rangka melakukan monitoring langsung tentang kendala-kendala yang dialami oleh struktur pemerintahan desa Banjarsari,’’ kata Bupati Asip.
Rangkaian monitoring yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dijelaskan oleh Bupati Asip utamanya adalah sebagai evaluasi kinerja Pemkab dalam mengambil kebijakan-kebijakan di Pemerintahan. Dimana pihaknya berharap monitoring ini bisa mendapat aspirasi langsung dari masyarakat berkaitan dengan kebijakan yang akan diambil supaya sesuai dengan basis kepentingan masyarakat.
‘’Kemudian yang kedua, hal ini juga sebagai evaluasi kami berkaitan dengan kebijakan-kebijakan yang telah kita ambil. Dan juga kebijakan pemerintah pusat serta pemerintah provinsi, karena tugas kami adalah sebagai agrigator atau penerus kebijakan dari pusat dan provinsi,’’ jelas Bupati Asip.
Selanjutnya,berkaitan dengan sosialisasi untuk menghadapi New Normal, Bupati Asip mengungkapkan bahwa masyarakat diharapkan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan,karena pihaknya telah membuka kegiatan keagamaan,sosial,ekonomi di Kabupaten Pekalongan,walaupun masih dalam skala kecil.
‘’Karena Kabupaten Pekalongan saat ini masuk dalam zona hijau dan menjadi salah satu wilayah di Jawa Tengah dengan resiko penularan Covid-19 yang rendah. Maka saat ini Kabupaten Pekalongan tengah mempersiapkan diri menuju New Normal,’’
‘’Mendasari hal tersebut, maka kegiatan keagamaan,sosial,ekonomi kemasyarakatan sudah kita buka. Masjid,pasar dan pariwisata juga sudah kita buka. Namun walaupun seperti itu,masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan,’’ ungkap Bupati Asip.
Adapun untuk pengelolaan di Desa Banjarsari,Bupati Asip mengatakan pihaknya dari DPRD akan melakukan identifikasi dan mengawal yang juga berkaitan dengan penggunaan dana desa. Karena menurut Bupati Asip tugas DPRD adalah sebagai representasi mewakili masyarakat.
"Terkait dengan pengelolaan desa nanti akan kita identifikasi dan dikawal oleh DPRD karena tugas DPRD itu untuk representasi mewakili masyarakat," kata Bupati Asip. (Lusi Rismawati)
Publisher : aris
Senin, 15 Juni 2020
Dari data kantor Pertanahan, kabupaten Pekalongan baru 39% yang disertifikatkan. Untuk itu akan segera ditindaklanjuti pensertifikatannya dengan tim khusus. Menurut Gusmanto, House to House sudah terealisasi, tinggal pemanfaatan data. Aplikasi tersebut berguna untukmembuka data wajib pajak. Aplikasi ini sangat bermanfaat karena akan sinkron antara data yang di BPN dengan yang di Bappeda. Hal ini dimaksudkan untuk sertifikasi tanah aset pemkab.
´saya harap kita tindaklanjuti dengan tim khusus. Dengan surat pernyataan tanah tersebut menjadi aset akan disertifikatkan. Kaitannya dengan akan dibentuk tim pembangunan data pertanahan, itu melibatkan unsur kantor pertanahan, pemda dan desa. Yang intinya membangun database pertanahan sampai di tingkat desa menjadi desa lengkap. Jadi nanti data pertanahan di desa itu lengkap, bisa digunakan berkaitan dengan perencanaan kebijakan pembangunan atau untuk kepentingan yang lain”, ungkap Gusmanto.
Sementara itu Sekda Mukaromah Syakoer, MM., mengatakan bahwa sertifikat merupakan bentuk kepemilikan yang sah. Berdasarkan data dari tahun ke tahun yang disertifikat sekitar 500 sekian. Maka akan dilakukan inventarisasi karena masih banyak hal yang masih perlu dibenahi. Mukaromah juga memberikan apresiasi kepada kantor pertanahan yang telah membantu pemerintah daerah karena ini merupakan salah satu kewajiban bersama . Kegiatan ini untuk percepatan yang endingnya pelayanan masyarakat di kabupaten Pekalongan . Sekda juga menuturkan pihaknya merespon keinginan masyarakat yang saat ini inginnya serba cepat. “ Kita melayani masyarakat, termasuk di dalamnya LSM dan lainnya ini semua harus bersinergi yang baik antara pemda dengan yang lain”, paparnya.
Selanjutnya kaitannya zona peta tanah, zona dinilai masih luas. Untuk itu harapannya pakai per bidang, karena bidang bisa dibatasi. “ Mestinya yang di tepi jalan dan di belakang jalan, pojok, tengah itu nilainya sudah berbeda,” terangnya.
Mukaromah juga meminta dinas terkait segera ditindaklanjuti sertifikasi tanah aset pemkab
agar semuanya selesai dengan cepat. “ Untuk pensertifikatan perlu dikaji, kita harus inventarisir betul, mana-mana yang bisa diselesaikan pembayaran melalui APBD, mana yang bisa diselesaikan dengan pernyataan bupati. Harapan saya di tahun 2020 ini bisa selesai sehingga di tahun 2021 tinggal sisanya yang perlu ditindaklanjuti.” pungkasnya ( Humas Kominfo)
Publisher : aris
Senin, 15 Juni 2020