KAJEN - Gugus tugas covid 19 Kabupaten Pekalongan sudah menerima laporan berdasarkan perkembangan data terakhir kasus covid 19 di kabupaten Pekalongan saat ini ada 12 orang yang dirawat. Hal itu disampaikan bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam wawancara usai menghadiri acara rapat paripurna DPRD pada Jum’at (17/07). Dalam sesi wawancara tersebut Bupati menyampaikan saat ini ada 12 orang dirawat, salah satunya adalah ketua DPRD kabupaten Pekalongan Hj. Hindun beserta suami. Namun ditegaskan saat ini keduanya dalam keadaan sehat namun untuk penanganan lebih intensif dilakukan isolasi di RSUD Kraton.
Dalam kesempatan ini bupati menghimbau kepada masyarakat agar tetap jaga protokol kesehatan dengan 4 langkah standar yang sudah disosialisasikan karena trendnya ada kenaikan. “Kalau bepergian jangan lupa pakai masker, namun hal ini belum menjadi kebiasaan masyarakat, Pemkab dengan segala instrumennya akan terus melakukan sosialisasi ini. Kemudian yang kedua, kebiasaan mencuci tangan, jaga jarak, pola hidup sehat ini menjadi kampanyenya kita terus menerus. Mudah-mudahan di situasi yang perkembangannya agak signifikan kenaikannya, semua harus lebih waspada ,” tegasnya.
Ditambahkan pula Kabupaten Pekalongan saat ini masuk zona kuning akan tetapi masih dalam resiko penularan rendah namun bupati tetap menegaskan kepada masyarakat agar hati-hati sekali, jangan sampai ceroboh karena diprediksi puncak-puncaknya di bulan Agustus dan September. “Pembatasan-pembatasan acara sesuai dengan protokol zona kuning sudah kami sampaikan , yaitu apa yang harus dilakukan dan tidak di zona kuning,” pungkasnya ( Humas Kominfo )
Publisher : aris
Jumat, 17 Juli 2020
KAJEN - Berdirinya madrasah dan TPQ bisa menjadi sarana bagi masyarakat di Petungkriyono untuk mengembangkan pendidikan agama Islam guna membantu menunjang pembangunan aspek pendidikan di Kabupaten Pekalongan menjadi lebih baik. Hal tersebut diungkapkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH MSi pada acara Peresmian TPQ & MADIN Hidayatul Mubtadi'in II di dukuh Wonodadi Desa Songgodadi Kecamatan Petungkriyono Oleh KH. An'im Falahuddin Makhrus (Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri) 11/7.
KAJEN - Pembangunan di Kabupaten Pekalongan mulai mengeliat, hal ini terlihat dari berbagai pembangunan infrastuktur mulai berjalan diantaranya pembangunan sarana irigrasi pertanian. “ Pembangunan irigrasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktifitas hasil pertanian di Kabupaten Pekalongan’ ungkap Wakil Bupati Pekalongan Ir Arini Harimurti baru baru ini saat meninjau pembangunan irigrasi desa Bojong Wetan Kecamatan Bojong. Jumat (10/7) kemarin.
KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si berharap dan mendukung berdirinya Rumah Sakit Muhammadiyah Kajen yang diinisiasi oleh pengurus cabang Muhammadiyah Kajen . Hal itu disampaikan bupati saat mengisi acara “ Studi Islam Ahad Pagi” yang diselenggarakan oleh PAY Muhammadiyah Kajen di Balai pertemuan yatim piatu Kajen, Minggu ( 12/07) pagi. Dikatakan pula hari ini sudah ada 3 pesantren Muhammadiyah yang berkembang cukup maju, yakni di Miftahul ulum Pekajangan, Mbs Wonopringgo dan Mbs Kajen. “ Saya kira ini bentuk model transformasi pendidikan yang sangat bagus . Jadi anak-anaknya dipesantrenkan, kemudian paginya mengikuti pendidikan formal. Dan sekarang para orang tua ada kesadaran kolektif agar model pendidikan yang seperti ini yang minati”, paparnya
KAJEN – Perbaikan infrastruktur di Kesesi untuk menunjang transformasi daerah Kesesi yang akan dijadikan icon kerjasama triple helix antara perguruan tinggi, sektor usaha dan pemerintah terus dilakukan Pemkab Pekalongan. “hal ini sebagai wujud dukungan untuk melakukan perubahan di Kesesi supaya bisa lebih baik lagi diberbagai bidang infrastruktur” Ungkap Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si, saat kunjungan kerja ke Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi pada hari ini, Jumat (10/7/2020).
KAJEN – Sebagai wujud kepedulian terhadap beban para pelaku usaha UMKM, khususnya pelaku usaha makanan ringan dan makanan basah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan Bantuan Jaring Pengaman Ekonomi (JPE) Bahan Baku. Bantuan senilai maksimal 3 juta rupiah ini secara simbolis diserahkan oleh bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si di toko SRC Karangayar pada Jum’at ( 10/07) pagi di Karanganyar.
Kamis, 16 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020
Kegiatan ini diprakarsai oleh Lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) Himpinan Alumni & Santri Ponpes Lirboyo (HIMASAL) Cabang Pekalongan. ‘’ Ini merupakan anugerah yang luar biasa. Di dukuh ini, teman-teman kyai dan ulama semuanya bisa membuat madrasah yang bagus ini. Tinggal setelah diresmikan oleh Gus Adhim nanti, kita semua wajib untuk ngisi,’’ungkap Bupati Asip.
Menurutnya untuk mendukung pengembangan madrasah tersebut, Pemkab berkomitmen akan membangun sarana dan prasarana yang menunjang kemajuan madrasah. ‘’Dan tugas pemerintah melengkapi sarana dan prasarana, seperti jalan yang rusak itu nanti Insyaallah menjadi tanggung jawab saya,’’ Ungkapnya.
Bupati Asip juga mengucapkan terimakasih kepada para ulama dan kyai yang telah membantu mendirikan madrasah di dukuh Wonodadi desa Songgodadi dan juga telah membantu pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Pekalongan, utamanya dalam penguatan pada aspek pendidikan. ‘’ Oleh karena itu, saya sangat berterimakasih kepada seluruh keluarga besar lirboyo yang terus menerus mendukung jalanya pemerintahan. Saya benar-benar merasa terbantu terutama dalam penguatan pendidikan masyarakat yang sungguh luar biasa,’’ Pungkasnya.(lus)
Publisher : aris
Minggu, 12 Juli 2020
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pekalongan, Ir. Siswanto menyampaikan bahwa saat ini ada beberapa saluran irigrasi pertanian ada yang rusak, oleh karenanya pihaknya memprogramkan rehab saluran irigrasi pertanian di 26 titik pada tahun 2020. “Kita memprogramkan tahun 2020 ada 26 titik untuk rehab saluran irigasi, sehingga yang harapannya tahun ini produksi hasil pertanian di Kabupaten Pekalongan bisa dinaikkan.” Jelasnya.
Sementara itu Lurah Desa Bojong Wetan, Warsono menjelaskan pembangunan irigrasi di desanya sudah sangat bermanfaat untuk petani sehingga bisa mengantisipasi kekeringan dalam musim tanam ini. “ saat ini luas lahan yang bisa diairi langsung oleh saluran yang sedang dibangun saat ini untuk Bojong Wetan seluas 53 hektar dan Duwet 16 hektar, (el)
Publisher : aris
Minggu, 12 Juli 2020
Menurut bupati, Muhammadiyah Kajen sangat dinamis dalam mengembangkan sarana pendidikan, baik pendidikan dasar maupun menengah. Tidak hanya masalah pendidikan, juga pengembangan pelayanan kesehatan. Untuk itu Muhammadiyah hadir memberikan alternatif, tidak perlu jauh-jauh, cukup di kabupaten Pekalongan khususnya di Kajen juga sudah tersedia.”, lanjutnya
Bupati menilai pondok pesantren Muhammadiyah sangat bagus dan akan sangat baik anak-anak didik nanti masuk di pondok pesantren selain lembaga-lembaga formal yang sudah ada.
Mengenai peran pemerintah , dikatakan pemerintah melakukan penataan terhadap regulasi dan menfasilitasi. Bantuan-bantuan sosial keagamaan dan bantuan sarana pendidikan menjadi konsen pemerintah untuk mendukung gerakan dari persarikatan Muhammadiyah khususnya di Kajen sebagai ibukota Kabupaten. “ Jadi ini sinergi dengan dinamika pembangunan yang dilakukan oleh pemkab ,” pungkasnya
Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan sosial dari Pemkab secara simbolis untuk panti asuhan yatim putra putri Muhammadiyah Kajen. ( Humas Kominfo )
Publisher : aris
Minggu, 12 Juli 2020
Menurut Bupati Asip, untuk mewujudkan tercapainya kerjasama tersebut, dalam untuk mewujudkan rencana akan berdiri Universitas Negeri Semarang (UNDIP) sebagai upaya pembangunan infrastruktur kota dibidang pendidikan di wilayah Kesesi.
Selanjutnya Bupati menyampaikan dua permasalahan dalam penataan kota berupa masalah kekumuhan dan kebutuhan air bersih, oleh karenanya pihaknya akan melakukan perbaikan infrastruktur fisik berupa pembuatan ruang terbuka hijau sebagai ruang interaksi sosial masyarakat,. “ Dan perbaikan sarana suplai air bersih, karena ini tantangan kita disamping lingkungan yang kumuh. Dan tentunya itu akan kita atasi,’’ Ungkapnya.
Bupati menambahkan pihaknya dalam jangka panjang juga menargetkan setiap kecamatan di Kabupaten Pekalongan akan ada rumah sakit untuk mewujudkan keadilan pembangunan pada bidang kesehatan dan untuk menunjang perbaikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. ‘’ Kami juga mentarget bahwa setiap kecamatan di Kabupaten Pekalongan harus ada rumah sakit dan ini sedang kami targetkan. Karena tugas peemrintah itu mewujudkan nilai-nilai keadilan dan kesejahteraan,’’ Ujarnya.
Selanjutnya berkaitan Covid-19 , Bupati Asip berpesan kepada masyarakat untuk tetap melakukan protokol kesehatan sebagai bentuk ikhtiar dalam mencegah penularan kembali virus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan. ‘’ Masalah Covid-19, saya berharap kita terus melakukan ikhtiar. Apabila keluar rumah melakukan aktivitas jangan lupamemakai masker. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati untuk melindungi diri kita,’’ Pungkasnya.
Publisher : aris
Jumat, 10 Juli 2020
Bupati Asip menuturkan bantuan dari Propinsi ini melengkapi 75 ribu bantuan warga yang berasal dari anggaran Pemkab, dan Pemerintah pusat berupa BLT/sosial, dana desa, serta bantuam dari masyarakat ormas seperti Muhammadiyah, NU dan lainnya. “ Pada hari ini Pemprov menganggarkan kembali bantuan khusus untuk penjual-penjual, UMKM seperti penjual roti, keripik dan lain-lain yang di rumah-rumah agar terbantu,” ungkap bupati Asip.
Dikatakan, Pemprov memberian bantuan 3 paket senilai rata-rata 3 juta sampai 1,5 juta. Bantuan tersebut diharapkan digunakan untuk menambah modal omzet para pedagang serta dikelola menjadi bahan makanan yang selanjutnya bisa dititipkan ke SRC (pojok lokal) .
Menurut bupati setiap pembelian produk pojok lokal berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Disarankan pula produk makanan basah, makanan ringan/ snack pemasarannya bekerjasama dengan SRC atau ke Alfamart melalui kepala Dinas Perindagkop UMKM kabupaten Pekalongan. Selain itu Bupati mengusulkan penjual berdagang di UMKM senter di Madukaran. “ Saya menyarankan ada paguyuban pedagang agar didata guna mendapat bantuan. Disamping dapat bantuan ini, nanti kalau memang akan meningkatkan usaha, pemkab juga akan bantu modal,” tambahnya.
Dengan support atau bantuan dari pemerintah, Bupati yakin produk makanan UMKM tidak terpengaruh kondisi pandemi dan diharapkan untuk ketahanan sosial ekonomi di saat situasi pandemi.
Sementara itu kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Ir Hurip Budi Riyantini menjelaskan para pelaku usaha yang mendapat bantuan adalah mereka yang terdampak covid19. Pemberian bantuan kali ini merupakan pelaksanaan tahap kedua, sebanyak 140 UMKM. Adapun penyalurannya dilaksanakan mulai tanggal 10 dan 11 juli 2020 , tersebar di 4 titik yaitu Doro, Wiradesa, Buaran dan Karanganyar. Tujuannya memberikan kemudahan bahan baku bagi pelaku usaha makanan dengan nilai bantuan maksimal 3 juta rupiah. ( Humas Kominfo )
Publisher : aris
Jumat, 10 Juli 2020
Kamis, 9 Juli 2020