KAJEN - Tangani luapan air laut pasang dan antisipasi banjir jelang musim penghujan, Tersier sepanjang jalan poros penghubung Desa Jeruksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan dan Kelurahan Bandengan Kecamatan Pekalongan Utara dikeruk. Dampaknya akses jalan penghubung kedua wilayah tersebut ditutup sepekan ini (15/9).
Warga yang hendak melintas di jalan Poros Desa Jeruksari Kecamatan Tirto dan Kelurahan Bandengan Kecamatan Pekalongan Utara terpaksa harus berputar arah atau masuk ke perkampungan untuk mencari jalan alternatif, pasalnya akses jalan tersebut tertutup alat berat bego proyek normalisasi tersier yang sejak 10 September 2020 melakukan pengerukan saluran irigasi yang dangkal.
Seperti penjelasan warga Mulyorejo Condro pengguna jalan yang sering melintasi jalan tersebut, pihaknya menyampaikan sudah sepekan ini menggunakan jalur tikus karena masih ada pengerukan tersier, pihaknya juga tidak merasa keberatan meski harus memutar jalan karena demi kebaikan bersama.
Demikian halnya disampaikan Hj.Makrifah warga Wiradesa yang berjualan di Pasar Senteling Banjarsari Pekalongan menyampaikan jalan penghubung antara desa Jeruksari dan Kelurahan Bandengan ini merupakan jalur alternatif tercepat untuk menuju tempat usahanya, tapi kondisinya sangat memprihatinkan saat musim air laut pasang atau rob dan banjir juga meluap saat musim hujan. Dengan adanya pengerukan saluran irigasi tersebut diharapkan wilayah Jeruksari- Bandengan tidak tergenang lagi. (Rep. Teddy RKS)
Publisher : aris
Selasa, 15 September 2020
KAJEN – Program pemberdayaan untuk keluarga dari tahun ke tahun harus semakin diberdayakan. Program tentang 10 Program Pokok PKK bukanlah program yang bersifat utopis (khayal), tetapi program yang benar-benar sudah membumi karena sudah dirintis sejak dulu kala, tinggal dilakukan evaluasi, yang bagus pada tahun kemarin dipertahankan, kemudian yang belum, dievaluasi untuk selanjutnya di masa datang menjadi bagian dari penyempurnaan program PKK.
KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si membuka secara resmi acara pelantikan dan musyawaroh kerja MWC NU Kecamatan Bojong masa khidmat 2020-2025, Minggu (13/09) di Desa Kalipancur Kecamatan Bojong. Acara ini dihadiri pula oleh H. Bisri Romli (Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB) , Pengurus Cabang NU, KH M. Tikror dan KH Asyir Su’bi, Camat Bojong beserta muspika Bojong, serta Ketua Rois Syuriyah dan ketua Tanfidziyah PC NU Kabupaten Pekalongan .
KAJEN – Menanamkan pendidikan agama bagi generasi muda merupakan investasi paling mahal yang harus diberikan sejak dini. Karena agama merupakan pondasi yang sangat fundamental yang harus dimiliki oleh setiap anak. Dan dengan agama anak-anak akan lebih mengetahui arti pentingnya spiritualitas bagi masa depannya.
KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si membuka acara PELTI HW CUP 2020 di lapangan HW Pekajangan Kabupaten Pekalongan, Sabtu (12/9). Dalam kesempatan ini Bupati mengajak para atlet untuk meningkatkan prestasi olahraga Kabupaten Pekalongan yang selama ini dianggap masih kurang menggembirakan dibandingkan Kabupaten/Kota lain di Jawa Tengah,
Menurut Bupati Asip Kholbihi SH.,M.Si, hal ini memudahkan masyarakat untuk membeli dan kemudian juga secara ekonomi desa menjadi untung karena keuntungan dari BUMDes nanti ada seri profit dengan desa, “Kalau dana desa dikelola dengan baik maka akan mendapat kemaslahatan atau kesejahteraan warga masyarakat.” Jelas Bupati dalam sambutannya di acara launching dan peresmian Pertadesa di Desa Karangjati Kecamatan Wiradesa pada Senin (14/9/20).
BUMDes di Karangjati diharapkan menjadi salah satu BUMDes yang handal karena memiliki banyak usaha, seperti air usaha minum, dan juga WIFI, serta 75% warga masyarakat Karangjati sudah mengakses internet. Bupati menegaskan bahwa hal ini menjadi contoh ketika dana desa dikelola dengan baik kemudian dimasukkan ke BUMDes maka output dan outcomenya bisa dirasakan oleh masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Karangjati, Tihar menyampaikan Pertadesa di wilayahnya fokus melayani kebutuhan pertalite. “Karena saya memandang wilayah ini ramai masyarakatnya, sedangkan kebutuhan pertalite sulit kalau di pengecer, jadi saya fokuskan di pertalitenya, pertamax juga ada tapi paling banyak pertalite.” Jelasnya
Publisher : aris
Senin, 14 September 2020
Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH.M.Si saat meninjau ke Desa Dadirejo, Kecamatan Tirto pada siang ini, Senin (14/9/2020) mengatakan bahwa pelaksanaan pembangunan jalan akan mulai dikerjakan dalam dua minggu kedepan setelah kontrak pembangunan disepakati. Untuk itu Ia berharap masyarakat dapat bersabar serta mendukung penuh program pembangunan ini.
‘’ Banyak sekali masuk di medsos kaitan para pengguna jalur ini terutama dari jembatan Karangjati yang ke utara yang menuju ke sini Insyaallah dalam beberapa hari kedepan sudah ada pekerjaan,’’ kata Bupati Asip Kholbihi.
Selain itu Bupati Asip juga berharap dengan akan dibangunnya perbaikan akses jalan Karangjati – Dadiejo dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan aktivitas utamanya aktivitas ekonomi yang masih berkembang pesat di wilayah tersebut. Oleh karena itu Ia mengatakan dukungan dari masyarakat juga menjadi faktor penting untuk mensukseskan pembangunan akses jalan tersebut.
‘’ Jadi mohon dukungan masyarakat karena yang menghubungkan kecamatan Wiradesa dan Tirto, oleh karena itu ini sangat penting,’’ ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas DPU Taru Bambang Irianto melalui Kabid Bina marga Arif Rahman menyampaikan bahwa pembangunan akses jalan Karangjati – Dadirejo akan dibangun dengan lebar 3,5 meter dan panjang lintasan yaitu 700 meter.
Pihaknya juga meminta doa dan dukungan masyarakat supaya pembangunan ini dapat segera terealisasi dan selesai untuk mempermudah masyarakat mengakses jalan tersebut.
‘’ Dengan pembangunan yang akan segera dilaksanakan ini saya optimis program ini akan berhasil dan mohon dukungannya juga kepada seluruh masyarakat karena akses jalan ini merupakan kebutuhan kita bersama,’’ jelasnya.
Publisher : aris
Senin, 14 September 2020
Hal itu diungkapkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat memberikan sambutan pada acara Orientasi Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Desa/Kelurahan se-Kabupaten Pekalongan, Senin (14/09) pagi di Pendopo Rumah Dinas Bupati. Hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Ny. Munafah Asip Kholbihi, Sekda dan Kepala OPD selaku anggota pembina TP PKK Kabupaten Pekalongan, Camat selaku pembina TP PKK Kecamatan, Kepala Desa/Kelurahan selaku Pembina TP PKK Desa/Kelurahan, segenap pengurus TP PKK Kabupaten Pekalongan serta ketua TP PKK Kecamatan dan desa/kelurahan se-Kabupaten Pekalongan.
“ Hari ini kita mengikuti orientasi Tim Penggerak PKK untuk kecamatan Kandangserang, Paninggaran, Lebakbarang, Petungkriyono, Doro, Siwalan, dan Kedungwuni. Ini adalah bentuk dari evaluasi program kerja Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, yang sudah dilaksanakan 5 tahun sejak tahan 2016. Kalau evaluasi, pasti kita akan menemukan program mana yang sudah baik, kemudian program yang harus kita dinamisir kembali untuk masa yang akan datang,” ujar Bupati.
Bupati Asip menyampaikan ada program-program inovatif seperti Gema Setia dan Gentong Hebat, yang memberikan hasil (outcome) yaitu secara kuantitatif sudah bisa menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Program itu juga mendapat supporting dari beberapa CSR luar negeri.
Selain itu, TP PKK Kabupaten Pekalongan juga telah melakukan upaya agar bagaimana pengenalan market industry produk UMKM Kabupaten Pekalongan, yang berupa kebaya, selendang, kain batik, kain sarung, ikat kepala dan lainnya, meningkat omsetnya. “ Hari ini pemasaran yang dilakukan anak-anak muda kita sungguh membanggakan. Ada ratusan reseller yang omsetnya ratusan milyar. Walau situasi begini, semua masih berjalan normal, “ ungkapnya.
Yang penting lagi, menurutnya adalah mendorong yang di desa . Bupati berharap dalam perencanaan pendapatan dan belanja desa( APBDes), alokasi anggaran di fokuskan untuk pemberdayaan masyarakat melalui PKK.
“ Munculkan inovasi-inovasi sebanyak mungkin, yang ini akan menjadikan kita menjadi kabupaten yang maju. Kemudian saya berharap lagi melalui acara seperti ini PKK harus lebih konsen lagi untuk menjadi garda penggerak dalam membangun, membina dan membentuk keluarga, guna mewujudkan kesejahteraan keluarga sebagai unit kelompok terkecil dalam masyarakat, “ pintanya
Bupati juga berharap kepada seluruh Tim Penggerak PKK baik kabupaten maupun desa, untuk menjalankan tugas dengan sepenuh hati guna menggerakkan masyarakat demi terwujudnya kemajuan dan kesejahteraan di kabupaten Pekalongan.
Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Ny. Munafah Asip Kholbihi dalam kesempatan tersebut memaparkan kegiatan pertemuan hari ini merupakan program agenda akhir tahun yang rutin diselengarakan oleh Tim Penggerak PKK kabupaten Pekalongan yang dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menyatukan dan memantapkan langkah seluruh Tim Penggerak PKK se-Kabupaten Pekalongan dalam menyongsong kegiatan di tahun ke depan demi meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
Kegiatan TP PKK Kabupaten Pekalongan selama 4 tahun ini baik di tingkat kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan berjalan baik. 10 program pokok PKK telah dilaksanakan dengan baik dan terus berjalan. Dikarenakan tahun 2020 ini ada pandemic, maka kegiatan evaluasi turun langsung ke lapangan diundur pelaksanaannya pada tahun2021 mendatang.
Ny Munafah juga memaparkan TP PKK mempunyai program-program inovasi yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya adalah program unggulan GEMA SETIA ( Gerakan masyarakat stop kematian ibu dan anak), sebagai langkah konkrit mendukung pemerintah dalam penurunan angka kematian ibu dan anak. Kemudian GENTONG HEBAT ( Gerakan gotong royong hidup bersih dan sehat) yang membawa kabupaten Pekalongan menerima penghargaan di bidang lingkungan. Ada pula GEMAS MAKIN BAIK (Gerakan menanam, makan sayur ikan dan buah anak Indonesia kreatif). Gerakan ini mengajak anak dari PAUD sampai SMP untuk gemar menanam dan makan sayur serta ikan dan buah. Selain itu ada pula pencapaian Rekor MURI perempuan berkebaya di hari Kartini tahun 2017 dan dilanjutkan di tahun berikutnya, perempuan berkebaya bersolawat dalam momen hari Ibu.
“ Kami berharap inovasi dan program yang telah berjalan ini dapat dilanjutkan pada masa yang akan datang, “ujar Ny. Munafah (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Senin, 14 September 2020
Bupati menjelaskan, “Jangan sampai ada perselisihan atau pertengkaran karena yang paling penting adalah rukun dan menjaga silaturahmi antar tetangga. Kabupaten Pekalongan akan menjadi aman jika masyarakatnya rukun tetangga.” Jelas Bupati dalam sambutannya saat menghadiri acara pengajian umum dalam rangka halal-bihalal dan menyambut tahun baru Hijriyah di Masjid Baitul Makmur Dukuh Doro Bulu, Desa Dororejo Kecamatan Doro, pada Sabtu (12/9) malam.
Bupati memaparkan bukti dari adanya rukun antar tetangga di Kabupaten Pekalongan adalah pada tahun 2015 orang miskin hampir 115000 orang tapi karena masyarakatnya rukun dan rajin bekerja maka angka kemiskinan menjadi berkurang, hingga jelang lebaran tahun ini sudah turun menjadi 84.000. “Artinya Allah memberi keanugerahan untuk warga Kabupaten Pekalongan.” tambahnya.
Dalam kesempatan ini Bupati sekaligus menyampaikan permintaan maaf apabila selama menjadi Bupati atas kesalahannya kepada masyarakat, “Pemberian tertinggi adalah memberi kata maaf, lebih penting daripada kita memberikan materi atau makanan atau barang apapun, oleh karena itu penting sekali bagi seluruh warga untuk saling memaafkan.” terangnya.
Selain itu dijelaskan pula jumlah penduduk Kabupaten Pekalongan hampir 1 juta, dalam proses mencari rezeki pasti berbeda-beda, mata pencahariannya pun berbeda sehingga dapat menyebabkan persaingan di kehidupan sehari-hari oleh karena itu perlu acara halal-bihalan .
Asal usul halal bihalal sendiri, dijelaskan Bupati bahwa pada tahun 1950 Bung Karno memanggil Ky. Wahab Hasbullah di istana, beliau bertanya bagaimana cara merukunkan penduduk bangsa, karena dulu banyak sekali pulau-pulau yang ingin pisah dari Indonesia, menghadapi permasalahan bangsa Bung Karno meminta saran kepada Ky. Wahab Hasbullah dan dibuatlah acara halal bihalal.
Kabupaten Pekalongan sendiri saat ini relatif aman, adem, ayem, dan tentrem, meski angka Covid sudah 118 tapi Bupati bersyukur karena banyak yang sudah sembuh, dan yang masih dirawat di RS tinggal 20 orang, Bupati berpesan kepada masyarakat untuk selalu memakai masker saat keluar rumah, bagi yang tidak patuh akan di denda berupa membersihkan jalan.
Untuk daerah Doro relatif aman, peserta halal bihalal acara tersebut sudah diukur suhu tubuh dan cuci tangan, secara umum Kabupaten Pekalongan saat ini masih zona oranye. (El-Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 13 September 2020
Dalam sambutannya Bupati Asip menerangkan salah satu tujuan didirikannya Jam’iyyah Nahdhatul Ulama (NU) adalah sama dengan didirikannya negara, yaitu mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya sebelum NU, lahir kelompok kajian-kajian yang bersifat kebangsaan. “ Kelompok kajian strategis inilah yang merupakan cikal bakal berdirinya Jam’iyyah Nahdhatul Ulama pada tahun 1926 yang diprakarsai oleh KH Hasyim Ashari. Artinya, untuk mendirikan sebuah organisasi besar, seperti organisasi terbesar di dunia, organisasi Islam terbesar di dunia adalah NU, “ terangnya.
Menurut data dari Kementrian Pertahanan Malaysia, lanjut Bupati, jumlah warga NU diperkirakan 100 juta. Ini artinya hampir 50% lebih penduduk Indonesia adalah berpaham Ahlussunah waljamaah bahkan organisasi terbesar di dunia. Adapun tujuan didirikannya NU, menurut Bupati, secara sosial politik ekonomi nasionalisme sama persis dengan tujuan didirikannya negara. “ Oleh karena itu struktur organisasi Pengurus Besar Nahdhatul Ulama ( PBNU) juga pararel dengan struktur negara. Dalam konteks ini ketika kita berbicara tentang kebijakan makro Pengurus Cabang NU kabupaten Pekalongan, maka kebijakan itupun akan ekiuvalen atau akan paralel dengan kebijakan pemkab Pekalongan, “ paparya.
“ Ketika kebijakan ini kita turunkan lagi ke tingkat bawah, ke tingkat ranting cabang yang hari ini kita resmikan, maka kebijakan itu tentu akan sama dan sebangun dengan kebijakan kewilayahan masing-masing,” lanjutnya.
Selanjutnya dikatakan pula bahwa NU punya riwayat menjadi organisasi yang face to face atau berhadapan secara frontal dengan pemerintah, bahkan NU selalu mendukung keberadaan pemerintaha dalam situasi sesulit apapun. “ Karena sadar betul bahwa agama dan pemerintah adalah bagaikan dua mata keping yang tidak bisa dipisahkan. Bagaimana eksistensi agama ini bisa berkembang secara baik, secara masif di tingkat masyarakat, tentu karena ditopang oleh pemerintah, “ujarnya
Dikatakan pula setiap pemimpin harus mewujudkan kemaslahatan di dunia. pemimpin yang lahir dari kalangan NU, tidak hanya berhenti untuk mewujudkan kemaslahatan dunia saja, tetapi harus bisa mewujudkan maslahat dunia untuk kepentingan maslahat akherat. Pemimpin yang lahir dari NU juga harus bertanggungjawab agar yang dipimpin mendapat jaminan selamat dunia dan akherat
Melalui musyawaroh kerja MWC ini Bupati mengajak para pengurus bersama Pemerintah membangun Bojong secara menyeluruh. “ Kalau MWC NU Bojong bareng-bareng dengan Camat, forkopincam, kita bangun Bojong untuk lebih baik lagi. Kita bangun seluruh dimensi kehidupan Bojong baik itu dimensi spiritual, pembangunan-pembangunan spiritual tidak boleh diabaikan. Karena kalau kita hanya fokus membangun sarana-sarana infrastruktural, mengabaikan pembangunan yang bersifat spiritual, ini bukan mandat dari kekuasaan yang sebenarnya,’ tegas Bupati. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 13 September 2020
Hal itu dikatakan oleh Bupati Asip Kholbihi SH.,M.Si saat menghadiri acara Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al Khoir Wal Barokah desa Dadirejo, Kecamatan Tirto pada Sabtu malam (12/9/2020).
Diterangkan Bupati Asip pendidikan agama, utamanya pendidikan ahli sunnah wal jamaah merupakan ilmu yang penting sebagai bekal utama generasi muda, apalagi menurutnya, pada masa sekarang dengan kemajuan tekhnologi , globalisasi terjadi begitu cepat. Jadi apabila ahli sunnah wal jamaah tidak segera ditanamkan itu akan mengubah jati diri generasi muda dalam bidang agama.
‘’Pendidikan ahli sunnah wal jamaah itu ditanamkan sejak dini terutama pada generasi muda agar generasi muda bisa memahami agama secara baik untuk bekal hidupnya,’’ terangnya.
Selain itu, Ia juga menjelaskan, apabila para generasi muda bisa bersemangat dan tekun belajar ilmu agama sekaligus ilmu lahiriyah yang menunjang kehidupannya, kesuksesan masa depan akan lebih mudah untuk digapai.
Oleh karena itu, Ia menyarankan para generasi muda harus bekerja keras, memiliki kreativitas, inovasi dan bekal ilmu agama yang mumpuni untuk menuju masa depan yang cerah.
Ditambah lagi, tuturnya, pada masa pandemic yang masih berlangsung saat ini tingkat kejenuhan anak muda tergolong cukup tinggi, untuk itu Ia berharap anak muda dapat menghadapi masa pandemic ini dengan tetap optimis.
‘’ Itulah harapan kita dan optimisme kita dalam memandang masa depan karena ke depan anak-anak kita ini yang akan menguasai ilmu agama sekaligus generasi yang mempunyai keterampilam, generasi yang punya wawasan kebangsaan yang kuat serta generasi yang mampu menjawab tantangan jaman seiring dengan eranya,’’ ungkapnya.
Bupati Asip juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendukung dan memfasilitasi setiap majelis ta’lim yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk meningkatkan nilai religiusitas masyarakatnya.
‘’Sehingga kita tidak perlu mengkhawatirkan karena itu keberadaan majelis seperti ini menjadi konsen untuk terus-menerus kita perjuangkan, dan seluruh majelis ta’lim akan kita fasilitasi. Dan ini merupakan model dakwah yang sudah diwarisi oleh para leluhur,’’ pungkasnya.(lus)
Publisher : aris
Minggu, 13 September 2020
“Kita ingat bahwa prestasi olahraga Kabupaten Pekalongan kalau dikomparasi dengan beberapa kota dan kabupaten di Jawa Tengah kurang menggembirakan oleh karena itu tugas kita semua melalui cabang olahraga, ayo kita bergerak bersama-sama agar peringkatnya agak naik supaya seluruh cabang olahraga bergeliat dan bergerak bersama meskipun dalam situasi pandemi seperti ini.” Jelas Bupati dalam sambutannya
Bupati mengucapkan terimakasih kepada PELTI dan HW serta berharap acara ini bisa bermanfaat untuk pengembangan atlet-atlet Kabupaten Pekalongan apalagi tujuannya adalah untuk melakukan semacam pra kualifikasi untuk menuju dulongmas.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada penyelenggara PELTI dan HW, dan berharap acara seperti ini bisa berkembang terus. Kepada para atlet Bupati mengucapkan selamat bertanding dan berpesan agar selalu menjaga spotrifitas.
Selain itu, melalui acara seperti ini diharapkan akan muncul petenis-petenis terbaik yang nanti akan dijadikan duta olahraga khususnya tenis untuk mewakili Kabupaten Pekalongan di event-event regional maupun nasional.
Bupati juga berharap PELTI Kabupaten Pekalongan terus mempopulerkan dan mensosialisasikan olahraga tenis ini yang sebenarnya memang sudah cukup terkenal. “Apalagi lapangan HW ini juga mendapat barokah dari jalan tol, ini kebijakan kami dulu, Alhamdulillah mendapat manfaat untuk pengembangan olahraga di Kabupaten Pekalongan.” tambahnya.
Sementara itu ketua PELTI Kabupaten Pekalongan, Ibnu menyampaikan tujuan turnamen tenis PELTI HW CUP ini adalah untuk membangun hubungan yang baik dan silaturahim antar petenis se-Kabupaten Pekalongan, mempersiapkan tim tenis dulongmas Kabupaten Pekaongan, dan memberikan wadah bagi atlet-atlet tenis muda Kabupaten Pekalongan untuk berprestasi.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan di lapangan tenis HW Pekajangan sejak jumat (11/9/20) yang diawali babak penyisihan kelompok B, kemudian dilanjut pada hari Sabtu dan Minggu (12-13 September 2020) jam 08.00 WIB-selesai, jenis pertandingan ini ganda bebas perorangan kelompok A dan kelompok B, peserta kelompok A ada 14 pasang dan kelompok B 25 pasang. Hadiah yang akan diberikan untuk juara 1,2, dan 3 untuk kategori kelompok A dab B berupa piala dan uang pembinaan.
Acara ini dihadiri oleh forkopincam Kecamatan Kedungwuni, Dinas Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, KONI Kabupaten Pekaongan, PELTI Kabupaten Pekalongan, tuan rumah guru senior tenis Kabupaten Pekalongan Ismail Wasir, dan juga para peserta PELTI HW CUP 2020 Kabupaten Pekalongan. (El-Kominfo)
Publisher : aris
Sabtu, 12 September 2020
Ia menjelaskan bahwa ilustrasi dari arti memahami perjuangan adalah ketika setiap individu dapat mengesampingkan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan umum. Oleh karena itu, menurutnya acara tasyakuran ini sangatlah tepat dilakukan sebagai forum yang mempertemukan para anggota FKPPI dengan sektor pemerintah untuk menyelaraskan program pembangunan daerah.
‘’Sudah beberapa kali saya hadir di acara FKPPI Kabupaten Pekalongan yang tentunya sebagai bentuk kepedulian, sharing dan tanggung jawab karena saya sadar bahwa para anggota FKPPI itu dilahirkan dari pejuang kusuma bangsa. Dan ini merupakan generasi muda yang spiritnya harus didukung dan semangat untuk berjuang untuk kemajuan Kabupaten Pekalongan,’’ kata Bupati Asip Kholbihi SH.,M.Si saat memberikan sambutan pada acara Tasyakuran FKPPI Kabupaten Pekalongan ke-42 yang dilaksanakan di RM Nonik,Kecamatan Bojong, pada siang ini, Sabtu (12/9/2020).
Dan dalam kesempatan kali ini, Bupati Asip Kholbihi SH.,M.Si juga memaparkan perkembangan dua indikator utama pembangunan daerah yang menurutnya sudah berkembang cukup membaik dari lima tahun belakangan ini.
Yang pertama adalah indikator ekonomi, dimana menurutnya pembangunan ekonomi di Kabupaten Pekalongan menunjukan progres baik yang dibuktikan dengan turunbya angka kemiskinan yang semula 12,57 pada tahun 2015 menjadi 9,51.
Selain itu, secara populasi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang jumlah masyarakat kurang mampu mencapai 114.000 sekarang turun menjadi 84.000.
‘’Pencapaian ini berkat usaha seluruh lapisan masyarakat yang telah berusaha untuk membangun Kabupaten Pekalongan, dan ini mencerminkan ketika makna kesejahteraan kita hadirkan bersama-sama di Kabupaten Pekalongan,’’ jelasnya.
Indikator selanjutnya adalah kesehatan yang diungkapkan oleh Bupati Asip telah menunjukkan perbaikan yang cukup baik. Pada awalnya angka kematian ibu melahirkan dan angka stunting di Kabupaten Pekalongan cukup tinggi, namun sekarang sudah berhasil ditekan dan bisa menurun.
Bupati melanjutkan, selain kedua indikator diatas, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pekalongan juga sudah mencapai 95% dan pembangunan pendidikan juga sudah memadai yang ditandai dengan telah berdirinya 8 perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan.
‘’ Sekarang Alhamdulilah sudah 95% infrastruktur kita dalam keadaan baik. Kalau masih ada ya cuma beberapa, dan akan segera diperbaiki dan Alhamdulilah selama 5 tahun ini kita sudah bisa memfasilitasi berdirinya 8 universitas di Kabupaten Pekalongan,’’ ungkapnya.
Publisher : aris
Sabtu, 12 September 2020