KAJEN - Belajar ilmu agama merupakan suatu keharusan bagi kita semua. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian gedung asrama dan pengajian umum oleh H. Bahtiar Natsir Lc.,MM di International Muhammadiyah Boarding School ( IMBS )“ Miftahul Ulum” Pekajangan Kabupaten Pekalongan, Minggu (20/9). Acara ini dihadiri pula oleh Pengurus Daerah Muhammadiyah, jajaran Kemenag dan wakil forkopimda
Dikatakan Bupati, Persarikatan Muhammadiyah ini sudah hebat di semua lini, baik itu perguruan tinggi, rumah sakit, bahkan belum lama ini pihaknya meresmikan rumah yatim piatu. Bupati mengajak lembaga seperti IMBS yang sudah terkenal itu terus dikembangkan supaya Persarikatan Muhammadiyah tumbuh kembang seiring dengan perjalanan jaman.
“ Belajar itu tidak mengenal waktu, tempat dan kesempatan. Ayo kita terus belajar, apalagi mempelajari ilmu agama. Makin banyak kita mempelajari ilmu agama, semakin merasa kurang ternyata kita ini.
Tapi ketika kita semakin sedikit ilmu agamanya , kita merasa seakan pintar. Oleh karena itu belajar ilmu agama menjadi suatu keharusan kita semua, “ terang Bupati.
Pada kesempatan tersebut Bupati mengucapkan terima kasih karena berdirinya madrasah-madrasah dan pondok pesantren di Kabupaten Pekalongan yang sekarang jumlahnya hampir 100 pondok pesantren ,baik dari Nahdlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah , bisa menjadi penyeimbang.
Bupati juga ber terimakasih kepada seluruh jajaran IMBS yang sudah berikhtiar mencerdaskan anak-anak menjadi anak-anak yang soleh solehah, anak-anak yang nanti kelak akan menggantikan generasi sebelumnya menjadi pemimpin-pemimpin yang berbekal ilmu agama.
“ Di Pekajangan ini menjadi episentrum dari kemajuan pergerakan Muhammadiyah sejak dulu. Saya kira ini menjadi tantangan bagi kita semua dan saya bersyukur melihat dinamika pergerakan di Muhammadiyah, “ lanjutnya
Ditambahkan pula Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) sudah sangat terkenal, padahal baru diesnatalis satu tahun. Ini menunjukkan bahwa kerja keras, kerja cerdas, kerja kihlas persarikatan Muhammadiyah diakui oleh manusia-manusia yang ada di dunia.
“ Mudah-mudahan gedung ini selesai dan saya menghaturkan terimakasih kepada kyai Bahtiar Natsir yang sudah berkenan hadir di Kabupaten Pekalongan dan berkenan memberikan pencerahan kepada kita semua sehingga kita tergerak untuk bersama-sama bertanggungjawab membesarkan IMBS menjadi kebanggaan kita semua, “ harapnya ( Ar-Kominfo )
Publisher : aris
Minggu, 20 September 2020
KAJEN - Memperingati HUT World Cleanup Day, Bupati Pekalongan beserta Komunitas WCD ( World Cleanup Day ) Kabupaten Pekalongan, ‘Gentong Hebat’ juga seluruh warga yang terlibat, hari ini Sabtu (19/9) berpartisipasi mengikuti ‘Aksi Cleanup dan Pilah Sampah dari Rumah’ di lokasi Sungai Mrican Desa Wonokerto Kulon Kecamatan Wonokerto. Kegiatan Aksi Cleanup dan Pilah Sampah dari Rumah ini diikuti oleh 187 negara, 34 provinsi termasuk provinsi Jawa Tengah, serta 13 juta relawan.
KAJEN - KONI Kabupaten Pekalongan melaksanakan olahraga baru yaitu Petanque yang merupakan sebuah olahraga dari Prancis dan termasuk olahraga kuno yang dikembangkan di Indonesia. Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si meminta KONI bersama Pemkab menyusun regulasi tentang Perda olahraga dengan konsultannya diusulkan dari Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) supaya lebih membumi.
KAJEN – Dalam acara Pembekalan kepada Para Danramil dan Babinsa Kodim 0710/Pekalongan yang diselenggarakan di Markas Kodim 0710/Pekalongan ( Medono Kecamatan Pekalongan Barat) pada Kamis (17/9), Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si mengajak untuk melaksanakan hal-hal yang berkaitan dengan mewujudkan kebaikan di Kabupaten Pekalongan utamanya adalah menjelang Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) 9 Desember 2020 mendatang.
KAJEN - Dalam rangka Peringatan HUT ke-75 PMI, PMI Kabupaten Pekalongan pagi ini, Kamis (17/09) menggelar Apel Peringatan HUT PMI ke-75 di halaman balai desa Kebonagung Kecamatan Kajen. Sebelumnya, telah diadakan acara malam tirakatan di markas PMI yang diikuti para relawan PMI Kabupaten Pekalongan pada Rabu, 16 September kemarin.
KAJEN – Di tengah masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini, Desa Karangsari, Kecamatan Bojong telah berhasil menjalankan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Hal itu dibuktikan dengan telah dibagikannya sejumlah 683 sertifikat tanah milik warga maupun pemerintah desa pada pagi ini, Kamis (17/9/2020) oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dan Kepala Kantor Badan Pertanahan Negara Kabupaten Pekalongan Imawan secara simbolis.
KAJEN – Setelah TP PKK dari 7 (tujuh) kecamatan mendapatkan kesempatan mengikuti Orientasi Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Desa/Kelurahan se-Kabupaten Pekalongan pada Senin (14/09) lalu, kini giliran TP PKK dari Kecamatan Talun, Karanganyar, Kesesi, Bojong, Wonopringgo, dan Karangdadap mengikuti kegiatan serupa. Seperti hari pertama, kegiatan kali ini juga dibuka dengan sambutan dari Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si.
Bupati Asip menjelaskan sungai Mrican adalah sungai buangan yang tingkat pencemarannya (terutama pencemaran sampah rumah tangga ) paling tinggi di Kabupaten Pekalongan. Untuk itu dalam kesempatan tersebut Ia mengajak semua pihak agar sungai Mrican menjadi bersih dan sehat. ” Ayo kita bangun supaya sungai Mrican ini menjadi sungai yang besih, sehat untuk kebutuhan masyarakat. Karena kalau sungainya bersih, airnya bersih dan lingkungannya indah sehat, maka itu representasi dari kehidupan masyarakat yang sehat pula, “ ucap Bupati saat wawancara di lokasi kegiatan.
“ Saya berterimakasih kepada seluruh pihak terutama WCD Kabupaten Pekalongan yang terus bersama dengan pemerintah melakukan kolaborasi untuk melakukan edukasi kepada masyarakat agar bisa hidup sehat, memulai hidup sehat dari rumah sendiri, kemudian dari lingkungan dan seterusnya menjadi gaya hidup seluruh warga masyarakat agar Kabupaten Pekalongan resik tenan, “ pungkasnya ( Ar-Kominfo )
Publisher : aris
Sabtu, 19 September 2020
“Saya atas nama Pemkab ucapkan terimakasih kepada UMPP karena di UMPP secara academik, para atlet dan pelaku-pelaku olahraga akan berkolaborasi kepada civitas academika terutama dari program study Penjas UMPP untuk memberdayakan para atlet Kabupaten Pekalongan, ini sudah luar biasa.” Jelas Bupati saat sambutan membuka acara Invitasi Petanque UMPP Cup 2020 di Pekajangan Kedungwuni, Sabtu (19/9).
Bupati ucapkan selamat datang di Kabupaten Pekalongan dan selamat bertanding secara sportif kepada semua atlet terutama yang dari luar daerah. Bupati menjelaskan invitasi Petanque UMPP Cup 2020 adalah sarana sekaligus mempromosikan UMPP yang baru diesnatalis pertama tapi namanya sudah terkenal. Bupati juga terus mensupport agar UMPP segera melejit dan mendapat apresiasi bukan hanya dari masyarakat Kabupaten Pekalongan tapi juga dari masyarakat luar Pekalongan.
Bupati juga ucapkan terimakasih kepada KONI dan seluruh atlet yang telah bersama-sama membangun olahraga petanque ini untuk bersilaturahmi serta mengadu sportivitas, serta Bupati berharap hal ini dapat bermanfaat untuk semua pihak.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Eko selaku ketua KONI Kabupaten Pekalongan memaparkan bahwa Petanque yang ada di Kabupaten Pekalongan masih baru namun bisa menjadi tren dan menjadi kebanggaan di Kabupaten Pekalongan karena KONI Kabupaten Pekalongan memiliki 35 cabang olahraga (cabor) dan direncanakan pada tahun 2020 bisa sampai 40 cabor. Hal ini bertujuan dalam rangka menaikkan prestasi ke digit 10 besar tingkat Jawa Tengah maka cabornya paling tidak ada 40 cabor karena yang dipertandingkan nanti sekitar 54 cabor.
Gus Eko juga menerangkan KONI sudah koordinasi dengan Pemkab, rencananya 2021 regulasi tentang keolahragaan akan dijadikan sebuah peraturan daerah, maka atlet-atlet di Kabupaten Pekalongan yang berprestasi tidak akan ada lagi yang terlantar, dibawah KONI dan Pemkab benar-benar serius menangani atlet dan pelatih di Kabupaten Pekalongan
Gus Eko berharap semua peserta serius untuk mengikuti kegiatan tersebut, dan UMPP diharapkan bisa mengkoordinasikan dengan perguruan tinggi yang lain di Kabupaten Pekalongan
“ KONI masih punya PR ( Pekerjaan Rumah ) satu, yaitu pendirian Badan Pengembangan Organisasi Mahasiswa Indonesia (BAPOMI), karena BAPOMI Kabupaten Pekalongan belum jalan, maka proses kompetisi untuk meningkatkan prestasi belum bisa singkron, “ ujarnya
Maka UMPP yang memiliki jurusan Penjas diyakini bisa menginisiasi berdirinya BAPOMI di Kabupaten Pekalongan. “ Insya Allah saya yakin UMPP bisa menjadi pelopor keolahragaan di Kabupaten Pekalongan.” tambahnya
Selanjutnya Gus Eko berharap hal ini adalah suatu bentuk invitasi yang nanti pada tahun 2021 akan diadakan Pekan Olahraga Kabupaten Pekalongan (PORKAP), sehingga untuk warga Pekalongan diharapkan menyiapkan diri karena PORKAP akan menjadi ajang untuk persiapan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) 2022, sehingga olahraga di Kabupaten Pekalongan dapat lebih baik dan bisa meningkatkan prestasi. (El-Kominfo)
Publisher : aris
Sabtu, 19 September 2020
Dikatakan Bupati Asip sedekah merupakan wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta atas segala nikmat dan keberkahan yang diberikan kepada kita. Khusus untuk masyarakat desa Pencakaran yang pada kesempatan ini melakukan acara sedekah laut, bupati Asip sangat megapresiasi, karena menurutnya masyarakat sudah bisa mengimplementasikan tentang pentingnya sedekah.
‘’ Sodakoh itu penting, nenek moyang kita dahulu sudah mengajarkan untuk melakukan sodakoh laut yang berarti sedekahnya orang-orang yang mencari rejeki di laut,’’ kata Bupati Asip Kholbihi saat menghadiri acara sedekah laut di desa Pencakaran, Kecamatan Wonokerto (17/9).
Ia melanjutkan, masyarakat desa Pencakaran memang seharusnya bersyukur dan berterimakasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kelimpahan rezeki di laut sebagai sumber mata pencaharian. Dan Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tetap bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Sang Pencipta kepada kita semua.
Selain itu, Bupati Asip juga menjelaskan bahwa di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini, Ia mewakili Pemerintah Kabupaten Pekalongan datang ke acara Sedekah Laut ini sekaligus melakukan peninjauan kondisi masyarakat untuk menjamin masyarakat baik-baik saja.
Dan Ia juga berterimakasih kepada para nelayan dan seluruh masyarakat Pencakaran yang telah membantu pemerintah desa maupun pemerintah daerah karena telah ikut berkontribusi dalam membangun wilayah dan menjalankan aktivitas perekonomian dengan baik.
‘’ Saya berterimakasih kepada nelayan yang telah bekerjasama dnegan pemerintah desa, daerah untuk membantu jalannya perekonomian di Kabupaten Pekalongan,’’ ujarnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 18 September 2020
“Kita setidaknya sudah 6 kali pemilu pasca reformasi dan pemilukada pasca reformasi. Salah satu faktor penting dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah menjunjung tinggi aturan main, dan perlu diingat, saudara-saudara yang bekerja di level desa saya mengingatkan kembali bahwa budaya masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah budaya patronase berbeda dengan di Sumatera Utara, rata-rata patronnya adalah para kyai, tokoh agama, guru, kepala desa juga tokoh masyarakat, “ paparnya.
Menurutnya, kalau seluruh jajaran bisa membangun relasi sosial yang baik dengan para patron tadi, maka hal-hal yang menyangkut tentang bagaimana menjaga stabilitas daerah bisa dilakukan dengan baik
Selama ini kondisi geo politik di Kabupaten Pekalongan berjalan dinamis, tetapi Bupati yakin dengan kerjasama yang baik seluruh jajaran, dari Kodim 0710 dan Polres Pekalongan serta Pemkab menyadarkan sepenuhnya profesionalitas kinerja dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pekalongan dan Bawaslu, Bupati yakin seluruh proses pesta demokrasi ditengah-tengah pandemi Covid 19 ini akan berjalan dengan aman, lancar dan sukses.
“Kalau kita mendekati tokoh agama maka hampir 75% persoalan sosial bisa kita selesaikan, karena budaya patheralistik ini masih terpelihara dengan baik walaupun sekarang sudah mulai bergeser karena pengaruh usaha profesional tetapi dalam keadaan tertentu mereka menjadi rujukan mencari tempat bertanya dan tempat penyejuk kepada para tokoh agama, inilah kondisi biopolitik yang ada di Kabupaten Pekalongan.” tambahnya.
Bupati bercerita bagaimana relasi sosial yang harus dibangun ternyata dari para tokoh yang dianggap sebagai patronase masyarakat Kabupaten Pekalongan, patron masyarakat ini berada di dalam sebuah usaha yang disebut dengan jaringan pesantren, rata-rata para patron Kabupaten Pekalongan adalah alumni-alumni yang tersebar di seluruh pesantren besar di Indonesia. hal ini juga memudahkan karena ketika ada hal-hal yang kurang berkenan bisa langsung dilakukan komunikasi dengan induk pendidikannya yaitu di Pesantren, hal ini lebih mudah untuk menjalin komunikasi efektif dan infentif dengan seluruh induk pesantren yang membawai para kiyai di Kabupaten Pekalongan, dan itu menjadi kekuatan Pemkab untuk melakukan komunikasi supaya baik, para kyai yang ada di kmpung-kampung dan kota-kota bisa lebih tunduk kepada patron yang diatas keuntungannya seperti itu.
Bupati juga mengucapkan terimakasih atas kerjasama selama ini yang luar biasa. Bupati merasakan netralitas TNI dan POLRI di Kabupaten Pekalongan. “Saya sebagai calon merasakan, pokoknya kita juga menjaga kehati-hatian dan profesionalitas kemudian tugas pokok dan fungsi masing-masing sudah dijalankan dengan baik, kita tidak pernah ada pembicaraan-pembicaraan menyangkut pilkada sekalipun karena saya menjunjung tinggi profesionalitas dan kinerja dari Kapolres beserta seluruh jajaran.” tegasnya
Kemudian, ditegaskan pula bahwa kebutuhan keamanan dianggap menempati posisi yang sangat strategis karena dengan aman yang dimiliki warga negara, maka warga dapat menjalankan ibadah dan pekerjaan dengan baik serta kehidupan bisa berjalan normal. ( El-Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 18 September 2020
Kamis, 17 September 2020
Acara Apel Peringatan HUT PMI ke-75 yang diselenggarakan PMI Kabupaten Pekalongan ini dipimpin langsung oleh ketua PMI Kabupaten Pekalongan yang sekaligus Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti. Usai Apel selesai, Ketua PMI didampingi Pengurus PMI memberikan secara langsung santuan kepada anak yatim dan keluarga kurang mampu di sekitar markas PMI sebagai tanda kemanusiaan.
Peringatan HUT PMI kali ini berbeda dari peringatan pada tahun-tahun sebelumnya namun Arini berharap hal ini tidak mengurangi makna. “Dalam situasi pandemi covid19 seperti saat ini , harapannya semoga tidak mengurangi makna tapi justru dengan adanya covid 19 ini menjadi momentum untuk menambah semangat , memotivasi kita semua untuk lebih giat lagi dalam melaksanakan atau membuat inovasi-inovasi agar pelayanan kita kepada masyarakat semakin baik, “ ujar Arini saat wawancara dengan awak media di Balai Desa Kebonagung .
Arini menjelaskan sebelum adanya covid 19 kegiatan dilaksanakan secara terbuka yaitu berinteraksi langsung dngan masyarakat. “ Tentu saja tahun ini lebih sederhana, tetapi tidak mengurangi makna karena juga dilakukan dengan protocol kesehatan yang teratur, “ ujarnya.
Usai pemberian santuan, seluruh pengurus, staf dan relawan PMI Kabupaten Pekalongan mengikuti peringatan HUT PMI tingkat nasional melalui daring/streaming youtube dan TV PMI di Aula UDD PMI Kabupaten Pekalongan, kemudian dilanjutkan tabur bunga ke makam Kebonagung, makam Wonopringgo dan makam Bojong. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 17 September 2020
Program PTSL sendiri merupakan program dari pemerintah yang ditujukan bagi masyarakat untuk medapatkan sertifikat tanah dan bebas dari biaya pajak pembuatan sertifikat tanah.
Desa Karangsari sendiri dianggap sebagai desa yang telah sukses menjalankan program PTSL karena dari 700 pemohon pembuatan sertifikat , 683 telah lolos. Sehingga desa Karangsari sendiri menjadi desa percontohan atas kesuksesan pembuatan sertifikat tanah dengan program PTSL.
‘’Membuat sertifikat itu tidak mudah, tetapi dengan program pemerintah ini masyarakat bisa terbantu untuk bisa mendapatkan sertifikat tanah. Inilah program pemerintah yang tujuannya untuk mempermudah warga ketika ingin mendapatkan akses tentang sertifikat,’’ Kata Bupati Asip Kholbihi saat memberikan sambutan pada acara Pembagian Sertifikat Tanah secara simbolis di Desa Karangsari, Kecamatan Bojong (17/9).
Bupati Asip juga mengatakan bahwa sertifikat tanah sendiri memiliki nilai ekonomis sebagai alat untuk mendapatkan bantuan modal usaha dari Bank. Sehingga Ia berharap dengan terbitnya sertifikat tanah ini, masyarakat bisa menggunakannya dengan sebaik mungkin.
Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk bisa menjaga sertifikat tanah yang telah diterima dengan baik, karena untuk mendapatkan sertifikat ini sendiri tidak mudah ditengah pandemi Covid-19 saat ini.
‘’ Jangan sampai hilang, disimpan baik-baik karena sertifikat itu mempunyai nilai ekonomi dan sangat penting,’’ ujarnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Pekalongan Imawan mengatakan bahwa di Desa Karangsari memiliki 1.194 bidang tanah yang ditargetkan pada tahun 2020 ini setidaknya 683 bidang tanah bisa diselesaikan untuk sertifikat tanahnya. Dari 683 bidang tanah yang dapat diselesaikan tersebut 647 merupakan tanah milik warga dan 36 merupakan tanah aset pemerintah desa.
‘’Alhamdulilah target kita untuk menyelesaikan program PTSL di desa Karangsari ini bisa berhasil dengan memenuhi target kita yaitu 683 sertifikat tanah bisa kita selesaikan,’’ kata Imawan.
Selain itu Imawan juga menjelaskan bahwa untuk program PTSL di Kabupaten Pekalongan tahun 2020 sendiri secara kuantitas memiliki target peta bidang tanah sebanyak 30.114 bidang, target sertifikat hak atas tanah sebanyak 23.295 bidang dengan lokasi kegiatan ada di 31 desa di 15 kecamatan dan semua target tersebut 100% telah berhasil dan tuntas.
‘’Sampai saat ini secara kuantitas target peta bidang tanah dan target sertifikat hak atas tanah di Kabupaten Pekalongan tahun 2020 telah tuntas 100% dan siap untuk diserahkan kepada masyarakat,’’ jelas Imawan.
Sedangkan untuk secara kualitas program PTSL sendiri, diungkapkan Imawan, BPN Kabupaten Pekalongan telah menyelesaikan 20 desa secara lengkap yang menampilkan lokasi tanah kegiatan dan keseluruhan data secara terperinci.
Pada acara ini, Kepala Desa Karangsari mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan juga BPN yang telah mendukung penuh program PTSL di desa Karangsari sehingga 683 sertifikat tanah dapat diterima pada hari ini.
‘’Pada kesempatan ini saya berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah memberikan peluang kepada desa Karangsari,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 17 September 2020
Bupati mengucapkan terimakasih atas supporting dan partisipasi seluruh tim penggerak PKK dari tingkat Desa/Kelurahan sampai tingkat Kabupaten.
“ Kita memberikan evaluasi terhadap kinerja TP PKK dari tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten. Secara umum sudah menggembirakan, karena supporting dari PKK ini dari tingkat Desa sampai Kabupaten memberikan kontribusi yang positif dan signifikan untuk progam-program unggulan (prioritas) kita seperti penurunan angka kemiskinan, peningkatan ekonomi dan pemberdayaan keluarga, “ ujar Bupati saat wawancara, Rabu (16/09) di Pendopo Rumah Dinas Bupati.
Menurutnya yang lebih penting adalah partisipasi gerakan-gerakan yang diinisiasi dari bawah, karena itu menjadi kekuatan pendukung pemerintah. Seperti ada gerakan Jum’at pagi, gema setia dan kudu sekolah, dimana semua itu adalah gerakan yang motornya adalah para ibu-ibu TP PKK.
Bupati berharap kegiatan itu membawa nilai lebih bagi pemberdayaan PKK di Kabupaten Pekalongan, minimal sebagai ajang refleksi 5 (lima) tahun kemarin apa yang sudah dilakukan dan apa yang masih kurang, untuk refresh (penyegaran kembali ) untuk program yang akan datang. Ia juga mengharapkan di era saat ini harus ada hal yang baru. Inovasi harus dimunculkan seiring dengan perubahan cara pandang masyarakat terhadap posisi pemerintah.
“ Tujuannya adalah bahwa tingkat kesejahteraan masyrakat Kab Pekalongan, setidaknya kalau diukur dari indicator makro yaitu kemiskinan, maka sebelum ada covid 19, kita masih menyisakan 84 ribu waga kabupaten Pekalongan yang miskin. Pada tahun 2015 angkanya 114 ribu ( turun dari 13 % menjadi 9%). Salah satu program kita, yaitu laboratorium kemiskinan, masuk top 45 inovasi daerah tingkat nasional,” ungkapnya
Selanjutnya Bupati juga memaparkan program-program inovasi yang didukung oleh masyarakat, salah satunya adalah program Gema Setia (Gerakan masyarakat stop kematian ibu dan anak). Program ini mendapat dukungan penuh dari CSR luar negeri Amway . Bahkan Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Ny. Munafah Asip Kholbihi menjadi Duta Amway dan diberi mandat untuk berkeliling ke seluruh Indonesia, sehingga kabupaten/kota yang ingin bekerjasama dengan Amway harus mendapat rekomendasi dari ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan.
Kemudian gerakan Gentong hebat (Gerakan gotong royong hidup bersih dan sehat). Ini merupakan gerakan dari bawah dan diinisiasi oleh masyarakat yang tujuannya mensupport agar program pemerintah berkaitan dengan angka kematian ibu dan bayi makin turun. Program ini telah berhasil dilihat secara statistic angka kematian ibu dan anak penurunannya signifikan.
Ada pula program inisiatif kerjasama dengan PT Tower Bersama Group (TBG), juga memberikan supporting kepada Kabupaten Pekalongan . Menurut Bupati bantuannya sangat manfaat karena punya konsen untuk menurunkan angka stunting pada anak dan hasilnya juga luar biasa.
“ Pada aspek lain, kita juga mendapat beberapa kejuaraan baik tingkat provinsi maupun nasional berkaitan hari lingkungan hidup, hari habitat dan penataan kumuh dari Kementrian PUPR,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, dikatakan pula Pemkab punya program inisiatif yang bekerjasama dengan PKK, yaitu program ‘kudu sekolah’, gerakan ini harus disuport penuh dengan dana desa untuk mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS)
Tim Penggerak PKK juga mensupport hal yang berkaitan dengan pemberdayaan UMKM. “ Kita pernah punya kegiatan yang masuk catatan Rekor MURI, yaitu mendatangkan 12 ribu perempuan berkebaya. Ini orangnya pakai batik kebaya dan jarik semua, sehingga pada saat itu hampir 20 ribu jarik dan kebaya diborong ibu-ibu kabupaten Pekalongan. Ini berasal dari UMKM kita, “ terangnya
Selanjutnya Bupati juga berharap agar seluruh program PKK ini didukung oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Pekalongan. (Ar-Kominfo).
Publisher : aris
Rabu, 16 September 2020