Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN - Dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang baik (good goverment), selain kesiapan infrastruktur, juga yang terpenting segera dibenahi adalah berkaitan sumber daya manusia dan data. Hal ini dungkapkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat melaunching SPBE ( Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik ) dalam rapat dinas di aula lantai I Setda , Senin ( 07/06) siang. Rapat dinas sekaligus launching SPBE dihadiri pula wakil Bupati Ir Arini Harimurti, Penjabat (Pj)Sekda Ir Bambang Irianto M Si beserta para asisten /staf ahli, para kepala OPD dan para camat.
Dijelaskan Bupati, launching SPBE ( Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik ) di kabupaten Pekalongan yang berupa banyak hal diantaranya command center, seluruh jejaring aplikasi nanti terpusat semua termasuk Pekalongan Single Data. “ Semua kita sesuaikan dengan system pemerintahan yang berbasis elektronik. Kemudian yang paling penting ujungnya adalah untuk peningkatan pelayanan public agar seluruh OPD yang terlibat di dalam pelayanan publik bisa melayani masyarakat dengan mudah, terbuka dan cepat. Prinsip, kita selenggarakan good goverment dengan piranti egov (electronic government). Ini jawaban terhadap perkembangan masyarakat, ”ujar Bupati.
Selanjutnya Bupati memaparkan 2 (dua) tugas utama yang diembankan kepadanya saat dilantik menjadi Bupati periode 2016-2021, yaitu penanggulangan rob dan penurunan angka kemiskinan. “ Alhamdulilah meskipun angka kemiskinan kita dari hampir 13 % sekarang sudah 9 %, Ini terkoreksi lagi karena pandemic. Saya kira tidak ada masalah. Penanggulangan rob masih jalan, kerjasama penanggulangan rob dengan Belanda masih jalan dan yang lebih penting skema pendanaannya sudah siap,” ucap Bupati pada rapat dinas tersebut.
Menjelang akhir masa jabatannya, Bupati berpesan agar program lama yang baik dipertahankan, dan visii misi pemimpin baru harus dikembangkan. “Apa gunanya mempertahankan pola lama yang baik, kemudian mencari program baru yang lebih baik sesuai dengan visi misinya? Ternyata gunanya adalah untuk kebaikan dan kebaikan seterusnya,” tegasnya.
Selain itu, ada program yang harus dilanjutkan, seperti penanganan rob,pengawalan pasar Wiradesa,penyelesaian pasar Kedungwuni dengan segala permasalahannya, sampai fasilitasi terhadap perguruan tinggi harus dilanjutkan. “ Kemudian hari ini sedang dikerjakan PLBK KOTAKU di Buaran senilai hampir 47 Milyar dan program-program lain baik yang menyangkut politik afirmasi kita untuk menurunkan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.
Tak lupa dalam rapat dinas tersebut Bupati berpamitan dan mengucapkan terimakasih atas kerjasama seluruh jajaran pemerintah kabupaten Pekalongan.
Senada dengan bupati, Wakil Bupati Ir Arini Harimurti juga mengucapkan terimakaish kepada rekan-rekan yang selama ini telah bekerja dengan sangat baik. Terbukti dari banyaknya indikator yang merupakan indikasi sebuah keberhasilan. Termasuk baru-baru ini penghargaan WTP yang keenam kali, maupun prestasi-prestasi yang lainnya. “ Monggo dilanjut apa yang sudah baik ini, dilanjutkan dengan mempersiapkan diri iuntuk mengikuti gaya baru,” pintanya.
Sementara itu Penjabat (Pj) Sekda Ir Bambang Irianto M.Si menerangkan rapat dinas kali ini juga akan dipaparkan kondisi situasi terakhir covid 19. “ Di kabupaten Pekalongan cukup mendapatkan apresiasi, beberapa minggu kemarin kita di posisi 2-3 terendah di Jawa Tengah. Tentu saja ini berkat kerjasama dan kerja keras, terutama kami mengapresiasi di jajaran kecamatan dengan forkopimcamnya. Yang kedua nanti akan dipaparkan oleh kepala Dinkominfo tentang Digitalisasi Pemda,” terang Sekda
Dalam paparannya, Kadinkes Setiawan Dwi Antoro SKM M Kes menyampaikan perkembangan covid 19 di kabupaten Pekalongan. “ Untuk angka kematian di kabupaten Pekalongan masih 3 terendah dari bawah. Angka kesembuhan meningkat, sampai minggu ini, 92,66%., “paparnya
Untuk pembagian zona, dijelaskan Kabupaten Pekalongan dari 19 kecamatan, saat ini zona merah tidak ada. Zona orange ada 16, zona kuning 90 dan hijau 4389. Penilaian zonasi ini sudah tingkat RT. Sebagai upaya percepatan, kedepan upaya pencegahan akan digelorakan dalam hal ini vaksinasi covid 19. Sedangkan sasaran imunisasi covid kabupaten Pekalongan total sebesar 605.921. Yang sudah dilakukan, untuk Nakes sebanyak 2814 dan yang kedua untuk pelayan public sebanyak 70.528.
“ Apa yang dilakukan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat(PPKM) mikro seperti upaya tracking, testing,rakor di tingkat kecamatan luar biasa, kami pantau. Penegakan disiplin sampai ke pelosok desa, “ tambahnya
Selanjutnya kepala Dinkominfo Anis Rosidi Ssos.,M.Si dalam rapat dinas tersebut memaparkan perihal digitalisasi pemerintahan. Digitalisasi pemerintahan selain merupakan konsekuensi IoT juga merupakan tuntutan daripada reformasi birokrasi yang dicanangkan Menpan RB. “Jadi digitalisasi pemerintahan di pemerintah daerah merupakan salah satu perwujudan reformasi birokrasi melalui akselerasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi,’ jelas Anis.
Dan menurutnya, digitalisasi pemerintahan tidak simple. Bukan hanya merubah tatap muka menjadi virtual, namun berkaitan dengan mindset pola pikir dan budaya kerja ASN. Ditambahkan pula saat ini sedang dikampanyekan oleh pemerintah pusat, yaitu literasi digital, tentang bagaimana agar seluruh masyarakat termasuk ASN, “melek” akan digital. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Senin, 7 Juni 2021
KAJEN - Upaya dan ikhtiar Pemkab guna terwunjudnya masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sejahtera, religius dan berkelanjutan berbasis potensi lokal, yang didukung penuh segenap lapisan masyarakat yang diimplementasikan melalui sejumlah program unggulan nampak hasilnya. Hasil konkret pembangunan yang telah dicapai pada 5 tahun terakhir ini antara lain pembangunan RSUD Kraton 2 di Wiradesa, Pembangunan penunjang pasar Kedungwuni, PLBK Simbangkulon Buaran, juga pengawalan pasar Wiradesa. Ada pula penanganan rob Pantura, relokasi warga Simonet, sampai fasilitasi perguruan tinggi.
KAJEN – Pemkab Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sumatera Selatan melakukan Kunjungan Studi Komparasi ke Pemkab Pekalongan, Kamis (03/06). Rombongan dari Pemkab Belitung antara lain Bupati Belitung Sahani Saleh S.Sos, Sekda MZ Hendra Caya dan beberapa kepala OPD terkait diterima Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si di ruang rapat bupati. Tampak mendapingi Bupati Pekalongan, Penjabat Sekda Ir Bambang Irianto M.Si beserta para asisten, kepala Bappeda M Yulian Akbar S Sos M.Si, kepala BPKD Casmidi SE.,M.Si, Kepala Dinkominfo Anis Rosidi S.Sos.,M.Si, serta kepala dan direktur Bank Jateng.
Kamis, 3 Juni 2021
KAJEN – Pemda Kabupaten Pekalongan menyambut baik dan menyampaikan selamat kepada seluruh jajaran pengurus Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) kabupaten Pekalongan periode 2021- 2025 yang dilantik pada Rabu (02/06/2021) di Hotel Marlin Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Penjabat Sekda (Pj) Ir Bambang Irianto M.Si mewakili bupati Pekalongan dalam sambutannya mengatakan pelantikan kepengurusan PRSI kabupaten Pekalongan ini menandakan sebuah langkah awal yang sangat baik. Selain dilantik sendiri oleh ketua PRSI Jawa Tengah, PRSI Kabupaten Pekalongan juga disantuni oleh Candra Saputra, tokoh di kabupaten Pekalongan sekaligus berkiprah di dunia olah raga.
KAJEN – Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si., berkesempatan menghadiri acara Peletakan Batu Pertama pembangunan Pondok Pesantren Pododadi yang merupakan cabang dari Ponpes Tebu Ireng XVIII, Senin (31/5/2021) yang diselenggarakan di Pododadi, Kecamatan Karanganyar. Dalam acara tersebut, Bupati Asip mengatakan pihaknya sangat menyambut baik dan mengapresiasi penuh akan pembangunan Pondok Pesantren Pododadi ini. Karena menurutnya, pembangunan pondok pesantren di Pododadi ini merupakan cita-cita yang sudah cukup lama.
KAJEN – Majelis Ulama Indonesia (MUI ) merupakan bagian penting dari sebuah sistem kontrol terutama untuk pemberdayaan umat beragama. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat memberikan sambutan pada acara halal bihalal dengan MUI Kabupaten Pekalongan di Pondok Pesantren Baitul Muqqodas Kranji Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni, Sabtu(29/05). Hadir dan memberikan mauidhoh khasanah pada halal bihalal MUI Kabupaten Pekalongan, KH Zuhdi Hariri selaku Ketua Dewan Penasehat Kabupaten Pekalongan. Acara halal bihalal diikuti oleh segenap pengurus MUI Kabupaten dan perwakilan pengurus kecamatan se-kabupaten Pekalongan.
KAJEN – Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si., berkesempatan menghadiri acara Pelatihan dan Pengukuhan GP Ansor Pimpinan Anak Cabang Talun Masa Bakti 2021-2023, pada Jumat (28/5/2021) malam, yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna, Kecamatan Talun. Dalam kesempatan tersebut Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si., mengatakan bahwa generasi muda hari ini adalah pemimpin masa mendatang, untuk itu menurutnya, hal tersebut harus dipersiapkan mulai dari sekarang.
KAJEN - Koperasi Konsumen Umat Rejaning Karyo menyelenggarakan seminar nasional ‘Sinergi dan Kolaborasi Program Untuk Mendukung Inklusi Keuangan Bagi Pesantren’ di hotel Pesona Pekalongan pada Kamis (27/05) pagi. Seminar diisi sambutan dari Menteri BUMN Erick Thohir. Sambutan utama sekaligus membuka seminar nasional inklusi keuangan melalui Ureka Mart, Menko Perekonomian RI selaku ketua harian dewan nasional keuangan inklusif DR.Ir. Airlangga Hartarto MMT.,MBA secara virtual. Adapun bertindak sebagai moderator, DR Erdiriyo Asdep KIKS Kemenko Perekonomian
Baru-baru ini, pengakuan dan penghargaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas tata kelola keuangan juga berhasil diraih pemerintah daerah kabupaten Pekalongan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam sambutannya pada acara Rapat Paripurna DPRD kabupaten Pekalongan dalam rangka penyampaian Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabuupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2020, yang diselenggarakan di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan, Jum’at (04/06) pagi.
Disampaikan Bupati, Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 merupakan Rancangan Peraturan Daerah yang memuat Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2020 yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“ Dalam pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 telah disusun laporan pelaksanaannya secara komprehensif di dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2020 yang telah diaudit oleh BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 20 Januari smpai dengan 29 April 2021. Hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah telah diserahkan kepada Ketua DPRD dan Bupati Pekalongan pada tanggal 20 Mei 2021, dengan opini adalah ‘WAJAR TANPA PENGECUALIAN (WTP)’, yang Alhamdulilah berhasil diraih keenam kalinya secara berturut turut dengan kategori opini tertinggi dari BPK RI,” paparnya.
Lebih lanjut Bupati menegaskan prestasi tersebut merupakan pengakuan dan penghargaan dari BPK atas tata kelola keuangan yang telah dilaksanakan selama ini, dan bukan merupakan suatu hal yang kebetulan, melainkan buah dari hasil kerja keras, kerjasama dan komitmen bersama sesuai dengan tugas pokok fungsi masing-masing.
“Oleh karena itu ,kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada semua stakeholders yang telah berperan dalam upaya memperoleh opini WTP. Kami juga mengajak semua stakeholders untuk tetap bersama sama mempertahankan serta meningkatkan kualitas opini WTP pada tahun-tahun mendatang, “ tuturnya
Selanjutnya pada Rapat Paripurna Dewan tersebut Bupati menyampaikan gambaran umum mengenai Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020, antara lain perihal pendapatan, belanja dan transfer pembiayaan
Rapat Paripurna dPRD kabupaten Pekalongan dalam rangka penyampaian Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabuupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2020 dihadiri Ketua DPRD Hj Hindun MH, Wakil Bupati Pekalongan Ir Arini Harimurti, para anggota unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Agama, Pj Sekda beserta para asisten dan staf ahli, Sekretaris DPRD, para Kepala OPD, para camat se-kabupaten Pekalongan dan Ketua KPU Kabupaten Pekalongan. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 4 Juni 2021
Kunjungan studi komparasi tersebut dilakukan sehubungan dengan adanya rencana Pemkab Belitung untuk melaksanakan kegiatan kerjasama dalam bentuk penyertaan modal berupa aset Barang Milik Daerah(BMD) kepada BUMD atau pihak lainnya dalam rangka optimalisasi pemanfaatan BMD dan pendapatan daerah.
Dalam kesempatan itu Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si memaparkan tentang potensi unggulan yang dimiliki kabupaten Pekalongan kepada Bupati Belitung dan rombongan.
‘Kabupaten Pekalongan selain dikenal batiknya, masyarakatnya sudah menuju masyarakat industry. Berikutnya adalah pertanian. Kami punya komoditas beras. Kabupaten Pekalongan juga sebagai salah satu sentra pangan di Jawa Tengah dan sudah surplus beras. Disamping batik, ada juga sarung dengan brand yang sudah melegenda, yang dipasarkan ke Sumatra bahkan diekspor ke Timur tengah. 70 persen produksi batik nasional diproduksi di kabupaten Pekalongan. Inilah keunggulan kabupaten Pekalongan sehingga kami bersukur, dari batik inilah kita sudah punya nama tinggal bagaimana kita melakukan upaya2-upaya untuk mempercepat pembangunan, “papar Bupati Asip
Sektor lain yang bisa dijadikan komparasi adalah sector pendidikan. Pemkab Pekalongan sudah berhasil menfasilitasi setidaknya 5 (lima) perguruan tinggi, 2 (dua) diantaranya perguruan tinggi negeri (Undip dan IAIN). “ Kami meyakini pertumbuhan perguruan tinggi akan menjadi salah satu kutub pertumbuhan ekonomi. Kemudian yang dari swasta juga kita dorong semua,” lanjutnya.
Bupati Asip menambahkan sebagai komparasi lain, kabupaten Pekalongan punya best practice yaitu laboratorium Kemiskinan yang mendapat peringkat 35 inovasi nasional. Laboratorium Kemiskinan adalah salah satu cara untuk bagaimana menurunkan angka kemiskinan. Upaya ini berhasil sehingga bisa direplikasi dan karenanya banyak pemerintah daerah belajar tentang laboratorium kemiskinan.
Sementara itu Bupati Belitung Sahani Saleh S.Sos dalam sambutannya mengatakan bahwa kabupaten Pekalongan dan Belitung beda kultur budaya. Salah satunya kondisi wilayah Pekalongan berupa daratan, sedangkan Belitung berupa kepulauan. Untuk itulah pihaknya tertarik melakukan kunjungan studi komparasi ke kabupaten Pekalongan.
Bupati Sahani juga menjelaskan Belitung dikenal dengan hasil perkebunan, salah satunya adalah lada. Selain itu Bangka Belitung juga dikenal dengan tambang timahnya. Potensi yang menonjol lain, disamping tambang, timah, adalah potensi kelautan. “ Keunikan dan keindahan laut maupun daratnya menjadi potensi yang menonjol saat ini. Tanahnya subur, dibawahnya ada tambang, “ ujarnya
Dikatakan pula salah satu tujuan kedatangan rombongan pemkab Belitung adalah untuk melihat sejauh mana pihaknya mengolah aset-aset untuk dikerjasamakan dengan pihak lain.
Dijadwalkan, setelah kunjungan ke kantor Bupati Pekalongan, rombongan Pemkab Belitung akan berkunjung pula ke Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pekalongan pada Jum’at 4 Juni 2021. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 3 Juni 2021
“PRSI ini tidak hanya untuk menghasilkan juara,tetapi yang lebih utama adalah mempersiapkan generasi muda yang sehat dan berakhlakul karimah. Ini luar biasa. Karena olah raga adalah bagian dari kompetisi yang membentuk watak individu,”ujar Pj Sekda.
Dan tentu saja karena ini di dunia air, menurut Pj Sekda maka tepat di kabupaten Pekalongan karena kabupaten Pekalongan merupakan wilayah penuh air. Sehingga peran PRSI ini sangat strategis dan diharapkan dengan kondisi wilayah seperti itu kepengurusan yang baru akan mampu mengangkat kabupaten Pekalongan dalam setiap kiprahnya di dunia air melalui wadah PRSI. “Sudah saatnya kabupaten Pekalongan bangkit di provinsi Jawa Tengah,’ ungkapnya.
Pj Sekda mengharapkan apa yang diprogramkan bisa dilaksanakan dengan baik. Ia berpesan bahwa kuncinya hanya satu, yaitu dengan mensolidkan kepengurusan, mengkoordinasikan seluruh stakeholder yang ada dan sering berkonsultasi dengan PRSI Jawa Tengah.
Selain itu diharapkan pula geliat dunia air khususnya renang semakin nyata dengan kepengurusan yang baru ini. Dikatakan pula beberapa lokasi kolam renang sudah luar biasa dan hal ini sudah menjadi gaya hidup menengah ke atas.
Untuk itu dari sentuhan PRSI diharapkan olah raga renang bisa berprestasi. “Jadi tidak hanya berenang untuk rekreasi , mudah-mudahan dengan diwadahi organisasi ini, akan ada pembinaan ke arah prestasi sesuai dengan apa yang diprogramkan oleh pengurusnya,” pintanya.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj Hindun MH menyampaikan pihaknya sangat berharap setelah pelantikan kepengurusan PRSI tersebut bisa mengimplementasikan apa yang menjadi program kerja dari pengurus yang baru.
Hindun berharap dengan kepengurusan yang baru bisa membawa olah raga renang di kabupaten Pekalongan menjadi bukan hanya olah raga prestasi tetapi sudah menjadi olah raga masyarakat. Masyarakat sudah sangat mencintai renang seperti dunia sepakbola. “ Tentu ini sangat kita dukung karena akan memberikan dampak positif bagi pembangunan kabupaten Pekalongan. Terutama pembangunan di bidang kesehatan. Olah raga semakin menjadikan masyarakat kita sehat lahir batin,”tandasnya.
Menurutnya, sesuai slogannya’ di air kita jaya’, ini sudah menunjukkan bahwa akan ada kejayaan bukan hanya di bumi, tapi nanti di air bahkan di udara.
Sementara itu Ketua PRSI Jawa Tengah, Hartadi Noertjojo,SE dalam kesempatan yang sama berpesan agar semuanya bersama-sama baik di Jawa Tengah maupun di kabupaten Pekalongan untuk membina olah raga bukan hanya untuk menjadi juara, tetapi bagaimana mendidik anak-anak agar mempunyai akhlak yang baik, dalam hal ini akan menjadi tunas anak bangsa yang menjanjikan untuk Indonesia ke depannya.
“ Kita sebagai seorang atlet akan mendidik anak-anak tentang bagaimana bersyukur , sabar dan telaten, menghormati orang tua serta atasan, dan hal lain yang kita sampaikan dalam proses edukasi kita, agar anak-anak menjadi anak yang membanggakan bagi orang tua,”paparnya.
Sementara Shinanta Previta Anggraeni selaku ketua PRSI Kabupaten Pekalongan sekaligus anggota DPRD Kabupaten Pekalongan menyatakan dirinya beserta seluruh pengurus akan bekerja untuk memulai mengimplementasikan program PRSI kabupaten Pekalongan dengan slogan ’Di air kita jaya’.
“ Semoga dengan kepengurusan yang baru ini PRSI kabupaten Pekalongan dapat menjadi lebih baik dalam meningkatkan dan meraih prestasi di dunia air. Mari bersama menuju kabupaten Pekalongan yang lebih maju dan mengedepankan kearifan lokal,” tutur Shinanta
Shinanta menyebut usai pelantikan akan digelar lomba renang tingkat Kabupaten Pekalongan. Dijelaskannya ajang ini ke depan selain mensosialisasikan kepengurusan PRSI yang baru, juga sekaligus untuk meyalurkan bakat para atlet, mencari dan seleksi bibit atlet renang kabupaten Pekalongan. Kemudian PRSI juga akan melakukan verifikasi klub-klub renang yang belum berbadan hukum, untuk bisa memiliki badan hukum. Selanjutnya PRSI akan memberikan beasiswa bagi atlet-atlet renang berprestasi yang mampu meraih prestasi baik di kejuaraan tingkat nasional maupun provinsi.
“ Melalui beberapa program awal tersebut, kami harapkan kedepan PRSI kabupaten Pekalongan bisa kembali menoreh prestasi baik di tingkat provinsi ataupun nasional,” paparnya.(Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 2 Juni 2021
‘’ Oleh karena itu, kami mewakili seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan masyarakat Kabupaten Pekalongan sangat menyambut baik dan mengapresiasi dan tentu mendukung apa yang akan menjadi amanah yang diberikan kepada kita,’’ ungkapnya.
Selanjutnya, Bupati Asip juga menuturkan bahwa pendirian pondok pesantren di pododadi ini, diharapkan dapat menjadi sumber keberkahan bagi sleuruh masyarakat Kabupaten Pekalongan dan khususnya warga sekitar Pododadi, Kecamatan Karanganyar.
Untuk itu, dalam kesempatan tersebut, Ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk dapat membantu segera berdirinya Pondok Pesantren Pododadi ini. ‘’ Alhamdulilah sekarang banyak sekali pesantren-pesantren berkembang untuk mewujudkan Islam yang ditengah itu menjadi kekuatan keilmuwan juga menjadi kekuatan penopang bergeraknya perekonomian masyarakat,’’ tuturnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama Ketua Syuriah PCNU Kabupaten Pekalongan KH.Syaiful Bahri menjelaskan bahwa keberadaan pondok pesantren itu merupakan sebuah keniscayaan . Dan menurutnya, pesantren dengan Nahdlatul Ulama tidak bisa dipisah-pisah karena pesantren adalah NU kecil, dan Nahdlatul Ulama adalah pesantren besar. ‘’Tumbuh berkembangnya Nahdlatul Ulama tidak bisa dipisahkan dengan bagaimana tumbuh dan berkembangnya pondok pesantren,’’ ujarnya.
Selain itu, Ia juga berharap Pondok Pesantren Pododadi ini bisa segera hadir, supaya di Kabupaten Pekalongan ada wadah untuk membentuk anak-anak yang soleh dan soleha serta berakhlakul karimah supaya bisa mengemban tanggung jawab menjadi warga NU. ‘’Karena dengan akhlak yang baik, maka semua aspek dalam kehidupan Insyaallah akan berjalan baik juga,’’ tandasnya.
Dalam acara tersebut, Ketua Ikatan Alumni Pesantren Tebu Ireng (Ikapete) juga berkesempatan memberikan sambutan, dan beliau menyampaikan bahwa pesantren yang akan berdiri ini merupakan wadah yang sangat baik untuk kedepannya, utamanya dalam hal mengembankan misi Nahdlatul Ulama yaitu menumbuhkan ukuwah Islamiyah di Kabupaten Pekalongan. Oleh karena itu, Ia berharap baik pemerintah maupun masyarakat utamanya seluruh alumni Pondok PesantrenTebu Ireng yang ada di sekitar wilayah Pekalongan dapat mendukung niat baik tersebut.
‘’ Mudah-mudahan alumni-alumni di sekitar wilayah Pekalongan ini dapat menghidupi dan dapat melanjutkan cita-cita dari pada kiyai Hasim Ashari dimana beliau tidak mengutamakan kelompoknya melainkan beliau mengutamakan ukuwah Islamiyah.,’’ ucapnya. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Senin, 31 Mei 2021
Dalam sambutannya, Bupati Asip menerangkan bahwa kiai mengemban 2 (dua) tugas yaitu mas’ uliyah diniyah dan mas’ uliyah wathoniyah. Menurutnya, MUI maupun ulama tentu harus bersama sama mewujudkan penguatan pemahaman kebangsaan terhadap umat sekaligus terus menerus melakukan pembinaan pendidikan kepada umat agar tetap berjiwa patriotik, berjiwa Pancasila, mencintai NKRI sehingga seluruh umat masyarakat kabupaten Pekalongan terhindar dari paham-paham destruktif. “Inilah kehadiran penting MUI sehingga tentu pemerintah sangat berterimakasih atas kerjasamanya, dan fungsi inilah yang terus akan difasilitasi pemerintah supaya bisa berjalan optimal,” paparnya
Di samping mempunyai fungsi mas’uliyah diniyah dan wathoniyah, lanjut Bupati, para kiai juga punya 2 (dua) nilai besar setelah melalukan pengayaan terhadap penguasaan agama, tugas besar selanjutnya adalah melihat umat dengan pandangan kasih sayang supaya mereka selamat. “Sehingga para kiai punya jiwa melihat umat dengan pandangan kasih sayang. 2 (dua) fungsi ini juga menjadi penguatan, menjadi alasan bagi pemerintah agar terus menerus melakukan upaya-upaya sinergitas, upaya-upaya terhadap penguatan kelembagaan ulama. Ulama adalah tokoh informal yang eksistensinya nyambung langsung dengan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu Ketua MUI Kabupaten Pekalongan KH Rozikin Daman mengatakan acara halal bihalal MUI kabupaten Pekalongan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena di tahun sebelumnya diadakan di Pendopo Kabupaten Pekalongan. Namun untuk tahun ini diselenggarakan di Ponpes Baitul Muqqodas Kranji. Selain itu jumlah undangan juga dibatasi sesuai protokol kesehatan.
Selanjutnya KH Rozikin Daman berharap kerjasama antara ulama dan pemerintah akan terus berlanjut. Dan ke depan ada ide dan inovasi yang dapat menggugah seluruh keluarga besar MUI untuk bekerja lebih baik lagi di masa yang akan datang untuk kepentingan MUI dan kepentingan umat Islam di kabupaten Pekalongan.(Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Sabtu, 29 Mei 2021
Dan Ansor, lanjut Bupati Asip, menjadi wadah untuk pengembangan kepemimpinan di Nahdlatul Ulama, yang menjawab tantangan jaman untuk mempersiapkan pemimpin di masa mendatang dengan pelatihan dan pendidikan sejak dini melalui kegiatan organisasi di Ansor. Oleh karena itu, Ia berharap pengurus Ansor yang baru dilantik ini dapat terus -menerus melakukan upaya penguatan organisasi dalam rangka meningkatkan kapasitas pribadi untuk berlatih menjadi pemimpin-pemimpin di masa mendatang. ‘’Semua pemimpin melalui proses pematangan secara pribadi maupun secara kelembagaan. Jadi pemimpin itu memang harus dipersiapkan secara benar-benar ’’. ungkapnya.
Selain itu, Bupati Asip juga menjelaskan bahwa warga Nahdlatul Ulama itu mempunyai dua tugas mulia yang diemban. Dimana menurutnya, tugas yang pertama adalah warga NU dan para kiyai dalam rangka memimpin persoalan-persoalan keagamaan yang diantaranya yaitu tafsir keagamaan yang sudah diyakini oleh warga NU sehingga ini menjadi kewajiban. Yang kedua adalah mengemban misi Nahdatul Ulama untuk membuktikan dharma baktinya kepada kejayaan bangsa dan negara. ‘’ Jadi tidak mudah menjadi NU itu, karena disamping harus kuat dalam aspek keagamaannya, juga harus paham betul tentang nilai-nilai nasionalisme,’’ paparnya.
Oleh karena itu, Bupati Asip berpesan kepada warga Nahdlatuh Ulama untuk memahami ajaran-ajaran agama Islam yang menjadi pedoman untuk menjalani kehidupan, selain itu juga bisa ikut andil dalam mempertahankan kesatuan NKRI. Karena menurutnya, keduanya merupakan tugas yang harus dilaksanakan warga NU, sehingga keduanya bisa berjalan beriringan secara paralel. ‘’ Ajaran agama yang dijadikan spirit untuk mempertahankan negara itu tidak banyak. Di beberapa negara ada yang lebih mengutamakan ajaran agamanya dan tidak berupaya menjaga keutuhan negaranya sehingga repot semua,’’ tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Bupati Asip Kholbihi juga menyerahkan beberapa hibah dana bantuan Pemkab Pekalongan yang diantaranya yaitu dana hibah bantuan sebesar Rp 100 juta untuk bantuan pembangunan gedung KSU MWC NU Desa Talun, dana hibah bantuan sebesar Rp 37 juta untuk Masjid Al-Aqso Desa Mesoji Kecamatan Talun, dan menyerahkan dana hibah bantuan Rp 4o juta untuk Masjid Jami’ Baiturohman Desa Kalirejo, Kecamatan Talun.
‘’Semoga dana hibah bantuan dari Pemkab Pekalongan ini bisa bermanfaat bagi pembangunan masjid dan pembangunan gedung MWC NU Talun sehingga aktivitas keagaan bisa berjalan dengan baik dan menjadi spirit untuk kita semua,’’. pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Sabtu, 29 Mei 2021
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH M.Si dalam sambutannya mengatakan seminar nasional yang diselenggarakan Koperasi Konsumen Umat Rejaning Karyo adalah dalam rangka memberdayakan ekonomi umat sebagai salah satu tugas bersama. “ Karena kalau umat kuat, Insyaalloh negara akan semakin kuat. Kalau umat perekonomiannya semakin baik maka indicator bahwa negara kita juga akan baik,” tutur Bupati Asip mengawali sambutannya.
Bupati menjabarkan komunitas pesantren, para kiai mengemban 2 (dua) misi khusus, yaitu mas’uliyah diniyah dan mas’uliyah wathaniyah. " Dalam konteks pengembangan misi mas’uliyah diniyah, saya kira tidak perlu kita ragukan lagi. Dedikasi, pengabdian pesantren untuk memberdayakan umat dalam rangka mengembangkan konsep beragamanya, saya kira sudah selesai. Tetapi bagaimana untuk menjawab tantangan zaman terutama kedudukan ponpes,para kiai dalam konteks mas’uliyah wathaniyah. Kompleksitas persoalan yang dihadapi bangsa menjadi tanggungjawab kita semua dari komunitas pesantren,”terang Bupati
Oleh karena itu, lanjut Bupati, Jam’iyyah al thariqoh Mu’tabarah an Nahdliyyah (Jatman) melalui prakarsa maulana Habib Lutfi hadir mendirikan koperasi umat Rejaning karyo. Dikandung maksud agar fungsi pemberdayaan umat bisa berjalan lebih efektif, sistematik, lebih menukik dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang selama ini dirasakan bersama.
“ Momen ini sangat tepat karena untuk mendorong kebangkitan ekonomi umat di tengah-tengah pandemi covid 19. Kita sudah mempunyai hari kebangkitan nasional, maka seluruh keluarga besar Jatman berharap agar ada hari kebangkitan ekonomi umat,” tandasnya.
Berkaitan pada kesempatan itu diluncurkan juga Rejaning Karyo Mart Digital, Bupati menilai hal tersebut merupakan sebuah terobosan baru agar tata kelola keuangan pesantren tertata sedemikian rupa, disesuaikan dengan program pemerintah sehingga dunia pesantren dalam konteks memperkuat misi pengayaan kebangsaan termasuk di dalamnya adalah pemberdayaan ekonomi biss terus menerus berjalan dan eksis sesuai tantangan zaman.
Menteri BUMN Erick Thohir dalam sambutan yang disampaikan secara virtual mengemukakan ekosistem pesantren bisa jadi pilar penting ekonomi syariah dan juga menyeimbangkan ekonomi nasioal . “ BUMN berkomitmen untuk bahu membahu menjadi energi yang menggerakkan literasi dan inklusi keuangan dan digital secara umum,” ucap Erick Thohir.
Erik juga mengatakan pihaknya menyambut baik acara seminar nasional yang melibatkan BUMN. Menurutnya ini kesempatan BUMN berpartisipasi dalam program percontohan dengan mentransformasi warung kelontong menjadi toko retail berbasis digital. Selanjutnya dukungan akan diberikan oleh Bank Mandiri, Pertamina, Pegadaian, Jamkrindo dan Telkom lewat pelatihan, fasilitas teknologi, akses pembiayaan dan kemitraan usaha.
Erick berharap hal tersebut akan berkelanjutan agar memberi manfaat bagi umat mulai dari mencipta lapangan pekerjaan, memperluas usaha, juga SDM yang naik kelas karena melek digital, keuangan dan pengelolaan managemen yang baik dan secara konsisten dan berkelanjutan.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang hadir secara virtual menngatakan dengan percepatan inklusi keuangan maka kesejahteraan masyarakat diharapkan akan meningkat. Di sisi lain teknologi digital dapat mempercepat inklusi keuangan didukung konektifitas Bank. “ Kita mendorong para pelaku mikro ke depan bertransformasi dari sector informal ke formal,” ungkap Teten.
Berkaitan dengan digitalisasi, dikatakan Teten pihaknya nanti berkolaborasi dengan beberapa Kementrian terutama Kementerian BUMN. “ Mari kita tingkatkan inklusi keuangan terutama UMKM secara mikro yang ini literasi keuangan dengan bersinergi memberikan kabaikan regulasi pendampingan usaha serta literasi yang terarah untuk pemberdayaan UMKM,” ajaknya.
Sementara itu Menko Perekonomian RI selaku ketua harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) DR. Ir. Airlangga Hartarto MMT.,MBA menjelaskan Indonesia sebagai negara yang berpenduduk muslim berbesar di dunia memiliki posisi strategis. Dukungan yang dilakukan untuk pengembangan ekonomi syariah antara lain dengan pembangunan ekonomi dan industri berbasis halal, dan di masa pandemic ini sector halal terlihat menunjukkan kinerja lebih baik.
“Inklusi keuangan syariah akan terus didorong untuk meningkatkan literasi keuangan dan Indonesia sebagai negara muslim menunjukkan bahwa inklusi keuangan syariah masih punya ruang dan peluang untuk tumbuh lebih besar lagi. Pelaku usaha mikro kecil dan masyarakat lintas kelompok yang antara lain para santri, pelajar, mahasiswa dan para pemuda, ini merupakan sasaran strategis untuk didorong masuk dalam keuangan inklusi. Kelompok ini diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia,” jelasnya.
Airlangga juga menilai potensi ponpes sangat besar, yang mana ponpes fungsinya tidak terbatas hanya pendidikan dan dakwah, namun juga pemberdayaan sentra ekonomi bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Pada kesempatan itu dilakukan juga acara simbolis MoU dan peresmian percontohan Ureka Mart. Penyerahan simbolis awal 5 titik Ureka Mart oleh Dirut Bank Mandiri, penyerahan simbolis Ureka Mart oleh Dirut Pertamina. Penyerahan hardware 10 unit perangkat computer toko dan 1 unit computer dC Ureka Mart oleh Dirut Pegadaian. Selanjutnya penyerahan simbolis kartu santri oleh Dirut Telkom. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 27 Mei 2021