KAJEN – Dalam rangka memperingati HUT Perumda Air Minum Tirta Kajen ke-2 dan HUT Kemerdekaan RI ke-75 , Perumda Air Minum Tirta Kajen mengadakan kegiatan bakti sosial pemberian sembako kepada warga Rusunawa Kelurahan Kedungwuni Barat Kecamatan Kedungwuni, pada Rabu (12/08/20) pagi di kompleks Rusunawa Kedungwuni Barat. Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si yang sekaligus menyerahkan paket sembako kepada warga rusunawa. Turut hadir dalam bakti sosial tersebut antara lain Kepala Dinas Perkim LH, Kepala Dinas DPU Taru, Kepala Bappeda, Camat Kedungwuni seta warga rusunawa.
“ Saya melihat kondisi rusunawa ini yang dibangun 10 tahun yang lalu. Ikondisinya rusak dan kurang bagus. Insyaalloh tahun 2021 kita anggarkan 600 juta untuk perbaikan rusunawa, “ucap bupati mengawali sambutannya. Bupati mengatakan karena rusun merupakan aset milik pemerintah.maka harus dikelola dan ditata dengan baik , apalagi ada paguyuban pengelola. Hal yang terpenting utamanya adalah kebersihannya. Selain dijaga kebrsihannya, bupati juga meminta dijaga keamanannya serta antar warga hendaknya hidup rukun.
Dijelaskan bupati PDAM sekarang sudah beda, pelayanannya makin baik. “ Jumlah tanggungan rumah tangganya kita tingkatkan. Jika sebelumnya hanya 16 ribu orang, sekarang naik 20 ribu orang.yang dilayani PDAM. Selanjutnya dikatakan pula warga rusunawa mendapat paket sembako dari PDAM. “Karena ini dalam rangka ulang tahun Perumda yang ke-2, yang paling penting bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. PDAM Tirta Kajen ini kategori PDAM yang bagus, “ ujarnya
Dari kunjungannya tersebut bupati berharap rusun yang sudah 10 tahun itu nanti bisa diperbaiki dan nanti bisa ada rusun yang lain mengingat di kabupaten Pekalongan saat ini hanya ada 3 rusun, namun dua rusun yang lain diperuntukan asrama mahasiswa.
Ditambahkan pula saat ini masih dalam pandemi covid 19 untuk itu masyarakat harus hati-hati, apalagi di rusun. Bupati mengingatkan kepada pengelola rusun agar rusun disemprot supaya tidak menjadi kluster penyebaran covid 19. Kemudian jika ada warga rusun yang pergi keluar kota, apalagi ke daerah merah, agar berhati-hati dan senantiasa pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan. Sebab Kabupaten Pekalongan yang sebelumnya hanya 11 kasus positif, sekarang sudah 55 kasus namun 38 orang sudah sembuh. Sisanya dirawat di Rumah Sakit dan isolasi mandiri. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 12 Agustus 2020
KAJEN - Warga Nahdlatul Ulama (NU) harus membiasakan tradisi yang sudah dibiasakan oleh pendiri NU seperti tahlil, berzanji, dan lain sebagainya, karena sejatinya tradisi yang diberikan oleh para pendiri NU adalah yang biasa dijalankan oleh para wali songo dan meneruskan tradisi wali songo. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam kunjungannya di acara silaturahmi dan pengajian rutin ranting NU Waru Lor Kecamatan Wiradesa di Masjid Jami Nur Rohman, Senin (10/9/20) malam
KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M,Si hari ini Selasa (11/08) meresmikan Kampung Siaga Candi di Desa Pakumbulan Kecamatan Buaran di GOR Sidokaryo Desa Pakumbulan. Kegiatan ini merupakan inisiasi dari warga yang difasilitasi Kapolresta Pekalongan. Selain itu diresmikan pula balai pertanian di Desa Pakumbulan.
KAJEN – Kementrian Pariwisata RI dan Komisi X DPR RI menyelenggarakan Gerakan BISA ( Bersih Indah Sehat dan Aman) di kawasan wisata Welo Asri Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan pada Sabtu- Minggu (8-9 Agustus 2020). Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si berterimakasih kepada Kemenpar dan Komisi X DPR RI yang sudah menyelenggarakan gerakan BISA di Kabupaten Pekalongan karena manfaat gerakan ini besar sekali dalam menaikkan persepsi orang terhadap destinasi wisata.
KAJEN – Menjawab tantangan perekonomian yang saat ini masih lesu karena pandemi Covid-19, Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) menjadi jawaban untuk peningkatan ekonomi di Kabupaten Pekalongan dengan basis usaha pedesaan. Hal tersebut diungkapkan bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat memberikan sambutannya pada acara Pengukuhan Asosiasi Bumdes Kabupaten Pekalongan, yang bertempat di Pendopo Bupati, Sabtu (8/8/2020).
KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si menghadiri acara pelaksanaan dan peletakan batu pertama pembangunan masjid Alimul Huda dukuh Grecek desa Sembungjambu kecamatan Bojong pada Sabtu (08/08). Dalam sambutannya bupati mengatakan masjid merupakan Baitullah (Rumah Allah) atau tempat ibadah kepada Allah, selain itu masjid adalah tempat yang berkaitan dengan kemasyarakatan karena menjadi tempat ibadah, pendidikan, dan rembugan masyarakat Sedangkan syarat masjid untuk ibadah dengan nyaman itu aman. Bupati menerangkan bahwa aman yang dimaksud itu macam-macam seperti aman dari gangguan-gangguan yang membuat negara tidak aman, termasuk aman dari penyakit-penyakit karena saat ini sedang dalam suasana pandemi, jadi untuk masyarakat yang akan keluar rumah diharap untuk tetap memakai masker dan terapkan protokol kesehatan
Rabu, 12 Agustus 2020
Bupati menyampaikan yang paling penting lagi untuk menjaga tradisi NU karena di Jawa sudah ada perubahan yang luar biasa dan harus diwaspadai agar tidak mengurangi eksistensi NU, karena saat ini sudah ada kelompok-kelompok lain yang baru-baru, dan sudah ada yang masuk di Kabupaten pekalongan bahkan sudah akan membangun Pondok Pesantren.
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga sosialisasikan program pemerintah yang ada di Kecamatan Wiradesa, yaitu proyek pembangunan rel kereta di Desa Waru Lor yang akan di bangun jalan fly over (jalan layang) supaya mempermudah perjalanan masyarakat. Yang kedua akan dilaksanakannya pembangunan pasar Wiradesa mengingat kondisi pasar Wiradesa sudah cukup tua dan menyebabkan sedikit kemacetan maka akan dimundurkan sedikit dari jalan pantura agar memperlancar arus lalu lintas.
Dikatakan pula selama kepemimpinanya yang hampir 5 tahun ini pihaknya telah membantu TPQ Madrasah Diniyah dan Pondok Pesantren yang jumlah totalnya ada 13 Milyar, kemudian Pimpinan Cabang (PC) NU Kabupaten Pekalongan juga dibantu 6 M.
“Begitupun ketika NU mendirikan perguruan tinggi, dulu Kabupaten Pekalongan hanya terkenal batiknya, kali ini juga terkenal perguruan tingginya karena sudah ada 8 perguruan tinggi, dan yang negeri ada 3 yaitu IAIN kemudian UNDIP, dan Politeknik Bandung yang lokasinya ada di Kajen,” tambahnya ( El-Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 11 Agustus 2020
“ Pakumbulan itu salah satu prototype kampung yang sedang mengalami transformasi dari basic pertanian ke industri. Dari Industri rumahan, sekarang cara pemasarannyapun sudah berubah, menggunakan media online. Dan omsetnya cukup besar, sebulan bisa mencapai 10 Milyar, seperti yang disampaikan H Bisri Romli Anggota DPR RI komosi X yang kebetulan membina para pengusaha di kabupaten Pekalongan,” ucap Bupati seusai peresmian kampung siaga candi di Desa Pakumbulan. Artinya, menurut bupati, terjadi proses transformasi. “ Baik dari cara pemasaran maupun cara memproduk barang dan mensinergikan kekuatan produk ini masuk ke sini semua. Jadi tidak hanya produk lokal, tapi juga bisa mengambil dari daerah sekitar,” lanjutnya Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu sentra produksi industri konveksi dan turunannya terbesar di Indonesia. Menurut bupati hal Ini peluang yang cukup bagus.
“ Yang kedua, untuk antisipasi penyebaran covid19, yang trendnya di kabupaten Pekalongan semakin naik sekarang 55 kasus. Tapi Angka kesembuhannya juga tinggi, yaitu 28. Sekarang yang dirawat tinggal 18 orang,” paparnya. Ditambahkan pula hari ini tingkat kesembuhan para penderita covid cukup signifikan. Tetapi walaupun kondisi kabupaten Pekalongan secara rata-rata masih dibawah daerah lain di Jateng, Bupati menyarankan warga tetap waspada, termasuk hari ini mendirikan kampung siaga candi dalam rangka penanggulangan covid. Kampung siaga candi dinilai sangat penting dalam rangka membentengi penyebaran covid19 terutama untuk warga Pakumbulan khususnya.
Bupati berharap dengan berdirinya kampung siaga candi ini semakin memprotek masyarakat, kemudian yang paling penting adalah sosialisasi terhadap 4 kebiasaan baru mengenai masker, distancing, cuci tangan dan pola hidup sehat. Selain itu adanya balai pertanian diharapkan bisa dijadikan sentra pemasaran produk pertanian yang ada di Pakumbulan. Juga Pakumbulan tidak hanya terkenal karena industri ATBM, batik dan konveksi saja, tapi produk pertaniannya juga bisa diangkat sehingga desa tersebut betul-betul menjadi desa yang sejahtera.
Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada Kapolresta Pekalongan AKBP Egy Andrian Suez juga Dandim 0710/Pekalongan Letkol Czi Hamonangan Lumban Toruan yang terus berupaya bersama Pemkab membangunn desa-desa di wilayah kabupaten Pekalongan menuju desa yang siaga, desa yang siap SDM nya untuk menanggulangi beberapa hal terutama dalam pandemic covid saat ini.
Anggota DPR RI Komisi X, Bisri Romli mengungkapkan dirinya sangat terharu dan kaget bahwa desa Pakumbulan ini yang nantinya mampu membawakan kecamatan Buaran menjadi luar biasa. “Di hari ke depan tinggal bagaimana pertanian menghasilkan yang mampu menekan kemiskinan. Kami, DPR RI sangat terimakasih yang hubungannya dengan ekonomi kreatif, hubungannya dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara mikro dan makro tentu ada pertumbuhan ekonomi yang sangat berarti,” ungkap Bisri.
Sementara itu Kapolresta Kota Pekalongan AKBP Egy Andrian Suez mengatakan Kampung Siaga Candi ini kolaborasi dengan TNI, Polri dan Pemkab. . Untuk implementasinya dilaksanankan langsung oleh masyarakat.” Harapan kami setelah peresmian ini bisa berjalan dengan baik dan tentu kita melihat bahwa situasi saat ini masih dalam pandemic covid dan bagaimana kita meminimalisir dan mengantisipasi supaya penyebaran ini tidak sampai di desa kita, “ pungkasnya. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 11 Agustus 2020
Senin, 10 Agustus 2020
Senin, 10 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020 kegiatan gerakan BISA di Welo Asri Kecamatan Petungkriyono secara resmi ditutup oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dan dihadiri oleh wakil dari Kementrian Pariwisata, wakil Komisi X DPR RI, Dinporapar Kabupaten Pekalongan, para peserta gerakan BISA, serta Kades setempat. Dalam sambutannya bupati mengatakan salah satu keunggulan pariwisata adalah bersih. “Kita harus bersih, sehat, seperti gerakan BISA ini. Standar bersih, indah, sehat, aman ini yang akan diterapkan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Pariwisata agar seluruh destinasi yang ada di Indonesia ini bisa menerapkan pola ini,” tutur bupati.
Kabupaten Pekalongan dulu hanya punya 3 destinasi wisata yaitu pantai Depok, dan di Linggoasri. Sejak kepemimpinan Asip-Arini yang sudah berjalan 4 tahun, sekarang sudah ada 30 destinasi wisata. Di hari yang sama, menurut bupati, dari Kementrian Koperasi dan UKM juga melakukan kegiatan di Yosorejo Petungkriyono, untuk pemberdayaan UKM penunjang pariwisata.
Destinasi wisata Welo Asri adalah salah satu unggulan destinasi wisata yang ada di Kecamatan Petungkriyono. “Welo Asri sekarang sudah punya nilai ekonomi, nilai sosial budaya, sekaligus yang paling penting adalah menanamkan nilai-nilai agar kita merawat, mencintai dan menjaga lingkungan kita. Karena ini adalah warisan yang harus kita jaga sehingga nanti kita bisa mewariskan kepada generasi atau anak cucu kita” lanjutnya.
Bupati berharap kegiatan-kegiatan dari Kementrian terus masuk ke Petungkriyono, sehingga sebagai salah satu destinasi unggulan Kabupaten Pekalongan, Petungkriyono ini akan meningkat terus. “ Gerakan BISA ini hendaknya menjadi inspiring, spirit kita, karena kalau kita bersih, indah sehat dan aman maka para pelancong atau traveller akan datang,” pintanya.
Bupati juga memaparkan hal yang disampaikan Menteri Teten Masduki pada lawatannya di Kabupaten Pekalongan kemarin bahwa sekarang ada perubahan cara pandang masyarakat dunia terhadap pariwisata. Dulu orang berwissata karena plesir, tempatnya dibuat indah, nyaman supaya menarik orang. Sekarang dirubah menjadi traveller, karena traveller maka pilihan utamanya adalah gunung, sungai, laut, hutan yang masih lebat seperti Petungkriyono. “ Jadi ini menjadi pilihan idola karena perubahan cara pandang peradaban manusia akibat covid19. Hikmahnya adalah nanti Petungkriyono ini akan ramai. Tentu membawa efek orang datang, jualan, akan ada sampah-sampahnya, jangan sampai sampah ini menjadi persoalan,” tandasnya.
Selanjutnya dalam sesi wawancara bupati menambahkan pihaknya akan melaunching homestay di kawasan wisata di Kecamatan Petungkriyono. “Nanti di setiap desa rencana akan dibuatkan homestay yang berbeda dengan di tempat lain, homestaynya menyatu dengan penghuni rumah, dan non tarif. Yang penting adalah bagaimana memupuk persaudaraan antara masyarakat Petungkriyono dengan para traveller yang datang dari berbagai kota. Sehingga Petungkriyono menjadi destinasi wisata khusus karena menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal,” ucapnya
Homestay non tarif ini sedang dikonsep oleh pokdarwis dan Pemkab akan mendukung dengan standar homestay yang memadai. Diharapkan nantinya para pelancong bisa menikmati keindahan alam dan kehidupan desa bersama warga masyarakat. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 9 Agustus 2020
Menurut Bupati desa memiliki empat potensi yang menjadi sumber kekuatan. Yang pertama adalah sumber daya manusia yang betumbuh dengan baik di pedesaan. “Yang kedua adalah sumber daya alam yang tidak terelakan. ungkap bupati. Menurutnya desa-desa di Kabupeten Pekalongan memiliki potensi sumber daya alam yang apabila bisa didaya gunakan dengan baik, itu akan mendatangkan manfaat yang luar biasa bagi masyarakat. Bupati menginginkan Bumdes dapat memiliki program yang dapat mengembangkan kualitas sumber daya manusia guna mengolah sumber daya alam yang dimiliki desa. Kekuatan yang selanjutnya adalah finance atau keuangan, dimana telah diketahui bersama bahwa pemerintah pusat telah menganggarkan uang dengan jumlah yang tidak sedikit bagi masing-masing desa di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Pekalongan untuk dijadikan pemantik peningkatan ekonomi desa.
Bupati menegaskan keempat kekuatan desa tersebut menjadi modal besar Bumdes untuk bisa mengembangkan program-programnya untuk menjawab tantangan jaman. ‘’Empat sumber daya inilah yang menjadi sumber kekuatan panjenengan untuk bergerak lebih dinamis, lebih maju dan saya kira lebih progresif untuk menjawab tantangan jaman,’’ lanjutnya. Selain itu Bupati juga berharap dengan telah dikukuhkannya pengurus asosiasi Bumdes Kabupaten Pekalongan bisa membantu Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk meningkatkan nilai perekonomian di tengah situasi pandemi yang masih berlangsung saat ini.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama ketua asosiasi Bumdes Kabupaten Pekalongan Sutanto mengatakan bahwa Bumdes merupakan wadah yang dikelola oleh desa dan atau kerjasama antar desa untuk mengelola dan mengembangkan kegiatan dibidang ekonomi sekaligus mengembangkan orientasi pada pelayanan umum dan pembangunan sosial bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Karena menurutnya,bumdes memang dibentuk untuk menjadi sumber pengembangan potensi masing-masing desa di Kabupaten Pekalongan dengan kearifan lokal yang dimilki supaya bisa mensejahterakan masyarakat. ‘’Bumdes dibentuk, dikelola dan dikembangkan bersama dengan pemerintah dan masyarakat desa, serta disesuaikan dengan karakteristik potensi sumber daya dan budaya lokal yang dimiliki oleh masing-masing desa untuk memfasilitasi, memperkuat dan menjaga keberlangsungan usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh warga desa,’’ jelas Sutanto. (Lus-kominfo)
Publisher : aris
Sabtu, 8 Agustus 2020
Adanya pembangunan masjid di Dukuh Grecek Desa Sembungjambu tersebut menurut bupati menunjukkan perkembangan daerah tersebut sangat bagus. Bupatipun mengungkapkan mendukung pembangunan masjid dan berharap masjid tersebut nantinya bisa menjadi barokah serta manfaat, bisa meningkatkan ibadah masyarakat, dan tempat yang memberikan manfaat untuk para warga.\
Kaitannya dengan pekembangan kasus covid19 di kabupaten Pekalongan, Bupati menyampaikan pada bulan Mei-Juli jumlah pasien Covid 19 ada 11 orang, kemudian Juli-Agustus bertambah menjadi 54 orang yang terpapar Covid 19, namun yang 22 orang sudah di rawat di RS Kraton dan Wonokerto.
Bupati berpesan untuk masyarakat yang masih sehat agar tetap menjaga kebersihan. Selain itu Bupati juga berharap masyarakat Kabupaten Pekalongan aman dari bahaya ekonomi. Menurutnya kondisi ekonomi di Kabupaten Pekalongan masih stabil, oleh karena itu Bupati meminta doa kepada para masyarakat agar hal ini bisa menjadi berkah, dan anak-anak masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa menjadi anak yang sholeh dan sholehah dengan cara mendidiknya untuk sekolah dan ngaji. (El-kominfo)
Publisher : aris
Sabtu, 8 Agustus 2020