Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM meminta warga kabupaten Pekalongan untuk mencontoh warga Nahdlatul Ulama (NU) bahwa warga NU mentaati pemerintah. Salah satunya adalah dengan mensukseskan program vaksinasi yang saat ini sedang giat digencarkan. Karena vaksinasi merupakan ikhtiar maksimal. Hal ini disampaikannya saat menghadiri ‘ Silaturahim Bupati Pekalongan Dalam Rangka Membangun Sinergitas Pemerintah Daerah Dengan Ormas Tingkat Desa’ di Pondok Pesantren Darussalam MWC NU Karangdadap, Senin (29/11) malam.
KAJEN - Peringatan HUT ke-50 KORPRI tahun 2021 di lingkungan pemerintah kabupaten Pekalongan, Senin (29/11) berjalan dengan lancar. Pada peringatan HUT ke-50 KORPRI tahun 2021 yang dipusatkan di Aula lantai I Setda dan diikuti secara virtual di masing masing instansi pemerintah Kabupaten Pekalongan ini sekaligus dilakukan penyerahan SK pensiun PNS yg akan memasuki purna tugas dan tanda kehormatan satya lencana karya satya kepada para ASN di lingkungan pemerintah kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2021 dan HUT ke-76 PGRI ‘Bangkit Guruku, Maju Negeriku’, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pekalongan menggelar Tasyakuran di Kantor PGRI Kabupaten Pekalongan pada Kamis (25/11) pagi.
Tasyakuran peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Ke-76 PGRI tahun 2021 dengan agenda pembukaan kegiatan webinar dan penyerahan penghargaan kepada para juara lomba ini dihadiri Segenap pengurus dan anggota PGRI kabupaten Pekalongan dan dihadiri secara langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM dengan didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Totok Budi Mulyanto serta Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subagyo.
KAJEN - Mobile vaksinasi dari Provinsi Jawa Tengah kemarin (24/11/2021) hadir di Kabupaten Pekalongan, tepatnya di Kecamatan Doro. Kehadiran mobile vaksinasi ini sebagai salah satu upaya Provinsi Jateng bersinergi dengan Kabupaten Pekalongan untuk menurunkan level Kabupaten Pekalongan yang saat ini masih berada di level 3 PPKM agar bisa turun menjadi level 2.
KAJEN – Dalam rangka mengintegrasikan pengetahuan tentang pengembangan aplikasi Kajen Satu Data (KSD), Pemkab Pekalongan melalui Dinkominfo Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan acara ‘Training Of Trainer Kajen Satu Data’. Dimana acara tersebut diselenggarakan selama dua hari, yaitu pada hari Kamis dan Jumat (25-26/11/2020) di Hotel Santika Pekalongan.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M meresmikan Rumah Bersalin Puskesmas Kedungwuni 2, pada hari ini, Selasa (30/11/2021). Dalam kesempatan tersebut Bupati Fadia menginstruksikan untuk seluruh pelayan kesehatan di setiap puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.
‘’Alhamdulilah saya sangat senang sekali bahwa pada hari ini Puskesmas Kedungwuni 2 menambahkan fasilitasnya, menambahkan fungsinya, apalagi Puskesmas Kedungwuni 2 ini wilayah kerjanya sangat luas dengan jumlah masyarakatnya yang paling terbanyak di Kabupaten Pekalongan ya. Sehingga fasilitas kesehatan memang sangat diperlukan oleh masyarakat Kedungwuni dan sekitarnya,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arfiq.
Fadia menyampaikan, penambahan fasilitas berupa rumah bersalin yang dilakukan Puskesmas Kedungwuni 2 ini merupakan langkah yang tempat untuk menambah fungsinya dalam rangka peningkatan mutu layanan kesehatan dan juga dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan anak di Kedungwuni.
‘’Saya memang meminta kepada seluruh jajaran kesehatan Kabupaten Pekalongan untuk memberikan fasilitas atau pelayanan yang terbaik untuk seluruh pasien dan masyarakat Kabupaten Pekalongan,’’ ujarnya.
Dan juga, dalam rangka peningkatan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat, dikatakan Bupati Fadia, bahwa mulai awal tahun 2022 pihaknya akan mewajibkan seluruh puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk membuat Pakta Integritas pemberian pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat.
‘’Kita harus memberikan yang tebaik, agar masyarakat mau berobat ke puskesmas. Itu yang harus kita buktikan di setiap puskesmas-puskesmas. Dan saya tidak segan-segan akan memberikan sanksi apabila ada unit layanan kesehatan yang tidak memberikan layanan kesehatan yang baik. Dan sebaliknya, saya juga akan kasih reward untuk yang bisa memberikan pelayanan yang terbaik,’’ pungkasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kepala Puskesmas Keduwngwuni 2 dr.Noor Endah Hartati mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Pekalongan dan seluruh pihak yang membantu berdirinya Rumah Bersalin di Puskesmas Kedungwuni 2.
‘’Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu, khususnya Ibu Bupati Fadia dan Pak Kepala Dinas Kesehatan yang sudah menyempatkan hadir dalam acara peresmian rumah bersalin ini,’’ kata Kepala Puskesmas Kedungwuni 2 dr.Noor Endah Hartati.
Disampaikan Kepala Puskesmas Kedungwuni 2, bahwa dengan adanya penambahan fasilitas di Puskesmas Keduwuni 2 Ia berharap dapat semakin meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kedungwuni. ‘’Prinsip kami akan terus meningkatkan mutu pelayanan bagi masyarakat, tentunya juga dari dukungan semua pihak,’’tuturnya. (Dian-Kominfo)
Selasa, 30 November 2021
Silaturahim dengan Bupati Pekalongan ini dihadiri oleh para alim ulama/tokoh masyarakat antara lain KH Syaiful Bahri, KH Muslih, KH Muhtarom, Asisten dan staf ahli Bupati , kabag Kesra , Plt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pengasuh Ponpes Darussalam, pengurus ranting NU se-kecamatan Karangdadap, Camat beserta Forkopimcam Karangdadap, Kades se-kecamatan Karangdadap serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan silaturahim antara dirinya dengan warga Nahdliyin Karangdadap tersebut, Fadia menyebut bahwa dirinya adalah warga NU dan sebagai warga Nahdliyin ia mempunyai tugas membesarkan NU. Selain itu Fadia meminta agar kesempatan silaturahim ini dimanfaatkan untuk memberikan masukan dan informasi terkait kondisi jalan di kabupaten Pekalongan.
Selanjutnya Fadia juga memaparkan 3 (tiga) program dalam visi misinya yang paling utama yaitu pendidikan, kesehatan dan infrastruktur (jalan). Pada program pendidikan, Bupati Fadia memastikan bagi masyarakat kabupaten Pekalongan yang tidak mampu dari tingkat PAUD sampai SMP (negeri) bisa bersekolah gratis, termasuk daftar ulangnya juga digratiskan. Selain itu seragamnya pun disubsidi. Dan jika kondisi keuangan pemerintah daerah membaik nantinya, hal yang sama juga akandiberlakukan /merambah ke swasta dan pesantren.
Untuk program kesehatan, akan diberikan pelayanan berobat gratis (kelas 3) di seluruh Puskesmas kabupaten Pekalongan dan RSUD Kraton/Kajen yang direncanakan dimulai pada awal tahun 2022. Meski gratis, Bupati Fadia menjamin layanannya tidak asal-asalan. Tidak hanya itu, Bupati juga mengatakan bahwa untuk penunggu pasien rawat inap yang tidak mampu juga akan diberikan bantuan berupa uang Rp.50 ribu per hari.
Sementara pada program infrastruktur, Bupati berkomitmen ‘jalannya alus rejekinya mulus’. “ Saya fokus dan berusaha semaksimal mungkin agar jalan-jalan di kabupaten Pekalongan halus, dari daerah atas sampai bawah,” tegasnya.
Tak lupa Bupati menyampaikan bahwa saat ini kabupaten Pekalongan berada di level 3 dan Kabupaten Pekaongan memiliki stok vaksin yang berlimpah sehingga ia meminta agar vaksin ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. “Saya meminta vaksin langsung ke pusat. Pertama turun 185 ribu vaksin, kemudian datang lagi 189 ribu vaksin. Sampai kabupaten lain pinjam kesini. Dan jenis vaksinnya pun yang paling bagus, termasuk jenis Pfizer. Maka kita orang Kabupaten Pekalongan kalau tidak mau divaksin rugi. Karena sekarang ada Peraturan Presiden, bagi yang belum divaksin tidak boleh dapat bantuan PKH, BLT, atau bantuan lainnya. Selain itu, anak usia 12 tahun ke atas yang tidak divaksin tidak boleh ikut ujian sekolah. Dan orangtua yang tidak divaksin, anaknya tidak boleh ikut ujian sekolah. Jadi ini memang sudah menjadi keharusan. Saya minta Ibu/Bapak, kita punya vaksin yang terbaik supaya bisa dimanfaatkan,” pungkas Fadia. (Dian-Kominfo)
Selasa, 30 November 2021
Dalam sambutannya Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah mengucapkan selamat kepada Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, yang telah resmi dilantik menjadi Bunda PAUD Kabupaten Pekalongan. Dan Ia berharap dengan pelantikan tersebut, PAUD di Kabupaten Pekalongan bisa menjadi lebih baik lagi.
‘’Saya ucapkan selamat kepada Ibu Fadia . Selamat berkarya, bekerja dan mengabdi untuk mewujudkan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Pekalongan ke arah yang lebih baik lagi,’’kata Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah Hj.Atiqoh Ganjar Pranowo.
Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah juga menjelaskan bahwa pendidikan anak diusia dini merupakan investasi masa depan, yang bukan hanya diperuntukan bagi individu dari orang yang bersangkutan saja. Tetapi juga untuk kebaikan bersama dalam rangka menyongsong generasi emas.
‘’Dengan hadirnya pendidikan anak diusia dini , maka mereka akan paham adanya rules. Yaitu ada tata tertib, tidak bisa seenaknya seperti di rumah, kemudian harus bersosialisasi dan menghormati guru,’’ jelasnya.
Untuk itu Ia berharap orangtua selaku kunci pendidikan pertama anak di rumah, juga dapat menssuport anak-anaknya untuk bisa menjadi anak yang mempunyai karakter, budi pekerti dan kualitas yang baik, sebagai modal menuju masa depan anak yang gemilang.
‘’Ketika anak dididik dengan suasana aman, maka dia akan belajar mempercayai orang lain. Untuk itu selaku orangtu kita harus menciptakan rasa aman anak untuk belajar ketika di rumah. Supaya tumbuh kembang mereka menjadi baik,’’ pungkasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Bunda PAUD Kabupaten Pekalongan yang baru saja dilantik Fadia Arafiq, S.E.,M.M., mengatakan dalam sambutannya bahwa Ia sangat berterimakasih kepada Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah Ny.Atiqoh Ganjar Pranowo yang telah bersedia hadir di Kabupaten Pekalongan untuk melantik Bunda PAUD dan Pokjar PAUD, serta mengikuti acara Penguatan kapasitas Bunda PAUD Kabupaten Pekalongan.
‘’Alhamdulilah pada hari ini kita semua sudah dikukuhkan langsung oleh Bunda Paud Provinsi Jawa Tengah. Artinya pengukuhan kita hari ini bukan hanya sekedar pengukuhan saja, tetapi itu artinya tanggungjawab kita itu besar terhadap Kabupaten Pekalongan dan juga tanggungjawab kita besar terhadap Allah SWT,’’ kata Bunda PAUD Kabupaten Pekalongan Fadia Arafiq.
Fadia juga menyampaikan, bahwa Ia bersama seluruh pengurus dan Bunda PAUD di semua kecamatan di Kabupaten Pekalongan memiliki visi misi yang sama yaitu menciptakan pendidikan usia dini yang berkualitas bagi anak-anak, supaya bisa menyongsong masa depan yang cerah dan membentuk SDM yang memiliki daya saing.
Untuk itu, Fadia mengajak seluruh bunda PAUD yang hadir dari seluruh kecamatan untuk bisa bersinergi memperjuangkan hak anak dalam mengenyam pendidikan usia dini di Kabupaten Pekalongan.
‘’Jadi tidak anak di Kabupaten Pekalongan yang tidak bisa sekolah. Apalagi visi misi saya dengan pak wakil bupati salah satunya adalah pendidikan yang menjadi priroritas,’’tuturnya.
Selain itu, Fadia mengungkapkan bahwa selama masa kepemimpinanya kedepan, pihaknya menjamin bahwa disetiap desa yang ada di Kabupaten Pekalongan akan ada gedung PAUD. Dimana anak-anak akan bisa belajar dan bersosialisasi dengan teman-teman dan guru.
‘’Di Kabupaten Pekalongan ini ada 816 PAUD, namun masih ada satu desa yang belum ada gedung PAUD nya. Untuk itu kedepannya kami akan membangun PAUD di salah satu desa yang belum ada. Supaya semua anak di Kabupaten Pekalongan bisa mengenyam pendidikan usia dini,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Senin, 29 November 2021
Dalam sambutannya Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE,.MM mengucapkan selamat HUT ke-50 KORPRI tahun 2021 serta memberikan apresiasi kepada seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. “Selamat ulang tahun KORPRI Kabupaten Pekalongan, semoga tetap jaya, tetap bersatu dan tangguh dan kabupaten Pekalongan menjadi hebat dan luar biasa, “ ucap Fadia.
Sesuai dengan tema peringatan HUT ke-50 KORPRI tahun 2021, ‘ASN bersatu KORPRI tangguh, Indonesia tumbuh’, Bupati Fadia mengajak seluruh ASN Kabupaten Pekalongan tetap semangat, bersatu, bekerja maksimal dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat kabupaten Pekalongan. “Mudah-mudahan para anggota KORPRI tetap semangat dalam bekerja. Yang paling penting ASN bekerja dengan maksimal, berbuat yang terbaik untuk kabupaten Pekalongan dan ujungnya selesai dengan selamat, “ tuturnya.
Sementara itu Ketua KORPRI Kabupaten Pekalongan Totok Budi Mulyanto ,SE menyampaikan bahwa dalam masa pandemi ini pihaknya tidak banyak melakukan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak. Beberapa kegiatan yang dilombakan yaitu lomba yang dikirim lewat video dan bakti social. “Ada beberapa kegiatn yang dilakukan pada kesempatan HUT ke-50 KORPRI tahun 2021, antara lain lomba yang dikirim dengan video, yaitu Mars KORPRI dan pengucapan panca prasetya KORPRI. Kedua, bhakti social, yaitu percepatan vaksinasi. Capaian vaksinasi hari ini secara umum kita sudah 60,3 persen, “terangnya.
Selain vaksinasi, lanjut Totok, ada pula pemberian bantuan kepada kecamatan yang capaian vaksinnya 10 besar terbawah. Pemberian bantuan berupa bantuan telur telah diberikan kepada kecamatan kandangserang, karangdadap dan wonokerto yang capaian vaksinnya 3 besar terbawah. “ Harapannya akhir tahun 2021 kabupaten Pekalongan sudah masuk level 1 (capaiannya diatas 70 persen ). Selain itu, kita juga melakukan bakti sosial donor darah dengan jumlah pendonor sebanyak 25 orang, “imbuhnya.
Disampaikan pula sebelum acara peringatan HUT ke-50 KORPRI tahun 2021 di aula lantai I Setda ini dimulai , dilakukan tes narkoba oleh tim BNN Kabupaten Batang dan hasilnya semua yang hadir negative narkoba.
Usai memberikan sambutan peringatan HUT ke-50 KORPRI tahun 2021, Bupati Fadia Arafiq didampingi Pj Setda Budi Santoso dan ketua Korpri kabupaten Pekalongan Totok Budi Mulyanto menyerahkan hadiah lomba paduan suara mars KORPRI dan pengucapan panca prasetya KORPRI secara wisuda. Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur peringatan HUT KORPRI ke-50 tahun 2021.
Adapun dari hasil lomba pengucapan panca prasetya KORPRI, juara I diraih Kecamatan Wonokerto , juara II RSUD Kraton dan juara III Dinas Kelautan dan Perikanan. Sedangkan juara harapan 1 diraih Dinas social dan harapan II BPN Kabupaten Pekalongan. Untuk lomba paduan suara Mars KORPRI , juara I diraih DPU Taru, juara II Kecamatan Labakbarang dan juara III RSUD Kraton. Juara harapan 1 paduan suara Mars KORPRI adalah kecamatan Wonokerto dan harapan II sekretariat DPRD. (Dian-Kominfo)
Senin, 29 November 2021
Dikatakan oleh PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Drs. Budi Santoso, M.Si., saat menerima bantuan tersebut, bahwa bantuan berupa telur yang pemkab terima dari CPFI ini, akan didistribusikan kepada masyarakat dan akan dijadikan bahan untuk percepatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pekalongan.
‘’Dengan bantuan telur yang nantinya akan kita distribusikan pada para warga kita yang akan melakukan vaksinasi. Karena mereka kan harus meninggalkan pekerjaannya missal di ladang, di sawah untuk lakukan vaksin. Maka dengan ini bisa kita bantu dengan telur ini, sebagai ganti mereka meninggalkan waktunya untuk vaksin,’’ kata PJ Sekda Kabupaten Pekalongan dalam acara penyaluran bantuan telur oleh Charoen Pokhpand Foundation Indonesia (CPFI), di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan.
PJ Sekda menyampaikan, bahwa dengan adanya bantuan telur ini, diharapkan tingkat vaksinasi Covid-19 yang sudah meningkat di Kabupaten Pekalongan yang saat ini sudah tembus di angka 58% untuk suntikan pertama, dapat semakin meningkat lagi, sehingga Kabupaten Pekalongan bisa segera turun dari level 3.
Untuk itu, Ia mengatakan bahwa pihaknya akan segera menyalurkan bantuan telur ini kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan yang akan melakukan vaksinasi.
‘’Hari ini alhamdulilah prosentasi vaksinasi kita sudah berada diangka 58% yang dosis pertama berarti sudah aman ke level 2 nantinya. Termasuk lansia sudah di angka 44% sehingga sudah aman untuk bisa turun dari level 3,’’ ungkapnya.
Selanjutnya, PJ Sekda menuturkan bahwa bantuan untuk percepatan vaksinasi Covid-19 tersebut, juga tidak hanya diberikan oleh Charoen Pokhpand Foundation Indonesia (CPFI) saja, melainkan juga dari Bank Jateng Cabang Kajen dan PD.BPR BKK Kabupaten Pekalongan. Yang turut ambil bagian untuk mempercepat laju vaksinasi di Kabupaten Pekalongan.
Oleh karena itu, atas nama Pemkab Pekalongan, PJ Sekda Budi Santoso mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah turut andil membantu Pemkab Pekalongan untuk meningkatkan percepatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pekalongan.
Dan Ia berharap masyarakat juga dapat menyambut baik, itikad baik dari Pemkab Pekalongan dan para donatur yang telah mengupayakan program percepatan vaksinasi Covid-19 tersebut.
‘’ Ini merupakan wujud kepedulian dari para pengusaha yang ada di sekitar Jawa Tengah, maupun yang ada di Kabupaten Pekalongan. Dan saya ucapkan terimakasih untuk para donatur atas bantuan untuk percepatan vaksinasi pada hari ini,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Jumat, 26 November 2021
Dalam kesempatan tersebut Bupati Fadia membacakan pidato Mendibud Ristek Nadiem Anwar Makarim. Dalam pidatonya Nadiem menyampaikan bahwa selama hampir dua tahun terakhir, para guru terus berjuang memberikan pendidikan di tengah semua tantangan pandemi. Guru-guru ditantang untuk memanfaatkan teknologi membuat pembelajaran daring harus menarik bagi semua murid. Sementara di daerah yang sulit akses internet, banyak guru yang menantang risiko dengan mengajar dari rumah ke rumah. Guru mau tidak mau mendatangai rumah anak didiknya untuk memastikan mereka tidak ketinggalan pelajaran. Inilah bukti pandemi tidak memadamkan semangat para guru.
Usai membacakan pidato Mendikbud Ristek, Bupati Fadia mengucapkan selamat hari guru untuk semua pahlawan tanpa tanda jasa di Indonesia. “ Sehebat apapun kita , tanpa bimbingan guru kita tidak akan bisa seperti ini. Guru menurut saya pelopor bangsa , “ ungkap Bupati Fadia
Lebih lanjut Fadia berpesan kepada para guru agar dalam mendidik muridnya dengan cara santun, baik dan penuh kasih sayang. “ Saat ini jamannya teknologi. Murid-murid kita dari SD sampai SMA sudah pegang HP. Saya berpesan agar hati-hati dalam bermedsos. Saya juga nitip kepada para guru menjaga nama baik guru kabupaten Pekalongan, ayo kita mengajar dengan santun, baik dan penuh kasih sayang, “ pinta fadia.
Terkait vaksinasi, dalam kesempatan itu Bupati Fadia juga menegaskan agar seluruh siswa di Kabupaten Pekalongan ( usia 12 tahun ke atas) harus divaksin. Fadia menjelaskan jika ada yang belum divaksin,tidak boleh ikut ujian dan orang tuanya belum divaksin juga tidak bisa ikut ujian. ” Ini dilakukan karena kita semua ingin hidup normal kembali. Saya inign anak-anak kembali belajar bertatap muka langsung. Ini bisa kalau semua sudah divaksin,” ujarnya.
Sementara itu Ketua PGRI Kabupaten Pekalongan Rejo Herbeno SIP MSi dalam sambutannya menyampaikan bahwa keluarga besar PGRI Kabupaten Pekalongan memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada pemerintah Kabupaten Pekalongan atas prioritas pemberian vaksin bagi para guru, pendidik serta para siswa . ‘ Prioritas pemberian vaksin di lingkungan pendidikan merupakan wujud perhatian Pemkab dan komitmennya tentang pentingnya sector pendidikan,” ungkap Rejo.
Rejo juga menyampaikan rangkaian peringatan hari guru nasional tahun 2021 dan HUT PGRI ke-76 diisi dengan lomba-lomba, ada pula kegiatan apresiasi seni budaya, olah raga serta peningkatan kompetisi. Lomba lomba telah sukses dilaksanakan secara daring.
Sebagai acara puncak peringatan hari guru nasional tahun 2021 dan HUT PGRI ke-76 Kabupaten Pekalongan, hari ini juga digelar kegiatan webinar dengan tema ’ Peran dan nilai guru penggerak dalam transformasi pendidikan Indonesia’. “ Dengan webinar ini diharapkan seluruh anggota PGRI bersama sama menyatukan diri sebagai guru penggerak untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila, “pungkasnya (Dian-Kominfo)
Kamis, 25 November 2021
Wakil Bupati Pekalongan, H. Riswadi, SH menyempatkan diri meninjau secara langsung pelaksanaan vaksinasi dengan mobile vaksinasi yang dipusatkan di Aula Kantor Kecamatan Doro. Didampingi oleh Pj Sekda, Asisten dan perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Riswadi menyapa secara langsung masyarakat yang akan divaksin.
Pada kesempatan tersebut, Riswadi mengucapkan terimakasih kepada Provinsi Jawa Tengah atas bantuannya, Riswadi berharap dengan adanya dukungan dari Mobile vaksin maka capaian vaksinasi Kabupaten Pekalongan semakin naik, khususnya vaksinasi lansia yang mematok target 40% dari total jumlah Lansia di Kabupaten Pekalongan, sedangkan vaksinasi untuk umum 70% dari jumlah penduduk, sehingga level PPKM di Kabupaten Pekalongan dapat turun menjadi level-2.”Kita sifatnya sama-sama bekerjasama untuk menurunkan level kita dari 3 ke 2, capaian vaksinasi lansia kita kemarin baru 38,9%, dan diharapkan dapat naik menjadi 40%,” ungkapnya.
Tak lupa Wabup juga mengungkapkan apresiasinya kepada Paguyuban Kepala Desa se- Kecamatan Doro yang telah menginisiasi terlaksananya vaksinasi berhadiah sepeda motor tersebut. Riswadi berharap hadiah yang disediakan tersebut dapat meningkatkan minat masyarakat untuk segera divaksin.
Ditambahkan Riswadi, berdasarkan pantauannya, antusias masyarakat sangat bagus, terbukti sampai sekitar jam 3 sore, tercatat tingkat kehadiran sudah mencapai 650 warga. “Ini sangat bagus dan apabila dilaksanakan disetiap kecamatan, saya optimis level kita akan cepat turun” ungkapnya. (Dian-Kominfo)
Kamis, 25 November 2021
Acara trainer tersebut, diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari masing-masing perwakilan OPD dan juga perwakilan kecamatan.
Adapun untuk hari pertama diselenggarakannya ‘Training Of Trainer Kajen Satu Data’ ini, pemateri pertama diisi oleh Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, S.Sos.M.Si., PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Drs.Budi Santoso, M.Si, dan Kepala BPS Kabupaten Pekalongan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi mengatakan bahwa aplikasi Kajen Satu Data (KSD) merupakan satu portal data hasil kerjasama antara Kabupaten Pekalongan dengan KOMPAK, yang diharapkan mampu mendukung penetapan kebijakan program, dan kegiatan pembangunan di Kabupaten Pekalongan berdasarkan pada basis data yang dapat dipertanggungjawabkan.
‘’Kajen Satu Data merupakan upaya agar pemanfaatan data tidak hanya terbatas pada penggunaan secara internal di satu instansi pemerintah, akan tetapi dapat dibagipakai antar pengguna data,’’ kata Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi saat menghadiri acara Training Of Trainer KSD di Hotel Santika, pada hari ini, Kamis (25/11/2021).
Selain itu, Anis melanjutkan bahwa pembangunan Kajen Satu Data juga diharapkan dapat mendorong pengambilan kebijakan berdasarkan data. Dan Kajen Satu Data ini menurutnya telah terlembagakan dengan diterbitkannya Peraturan Bupati Pekalongan No. 49 Tahun 2000 tentang Kajen Satu Data.
‘’Mengingat begitu pentingnya KSD tersebut bagi penentuan kebijakan pembangunan di Kabupaten Pekalongan ini, maka dengan diadakanya training ini diharapkan teknis peserta tentang penggunaan aplikasi KSD dapat meningkat,’’ jelasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Drs.Budi Santoso, M.Si. mengatakan bahwa di Kabupaten Pekalongan saat ini sangat dibutuhkan sekali adanya keterpaduan data antar sektor. Mengingat betapa besarnya pengaruh data terhadap setiap kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah, apalagi di masa pandemi saat ini semua hal yang berkaitan dengan data penduduk sangatlah memegang peranan penting dalam penentuan level wilayah terpapar Covid-19.
‘’ Kita adalah sangat sektoral sekali. Maka bagaimana berbagai sektor itu dipadukan dalam bentuk keterpaduan yang sama sumber data, yang kemudian menjadi sebuah dasar untuk memutus sebuah kebijakan yang harus presisi,’’ ungkap PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santoso.
Untuk itu, PJ Sekda berharap dengan diadakannya acara Training Of Trainer KSD yang diselenggarakan oleh Dinkominfo Kabupaten Pekalongan ini, dapat mereformasi ketidakpaduan data yang ada di Kabupaten Pekalongan, menuju Kabupaten Pekalongan satu data dengan apliaksi KSD.
‘’ Kami berharap ayo disetiap instansi kita coba bangun yang sudah ada ini untuk ditingkatkan kembali. Website ini sangat murah dan sangat gampang. Sudah dibangunkan kominfo coba diimplementasikan, dan diisi yang paling penting dari sisi itu adalah teknisi yang akan menginput data. Setiap saat juga harus mengupdate data,’’ jelasnya. (Dian-Kominfo)
Kamis, 25 November 2021