KAJEN – Setelah sempat viral di media ,seorang penyandang disabilitas bernama Gading Oga Saputra yang berjualan di kompleks alun alun Kajen menarik perhatian Menteri Sosial RI Dr.Ir Tri Rismaharini ,M.T.
Dengan didampingi Dirjen rehsos , Direktur rehab sosial penyandang disabilitas dan kepala BBRVPD Cibinong, Mensos Risma mendatangi kediaman Gading di Dukuh Bubak Desa Kebonagung Kecamatan Kajen guna penyerahan bantuan layanan atensi berupa modal usaha sebesar Rp.2.000.000,- dan motor roda tiga Viar senilai Rp.17.500.000,-. pada Minggu (26/05) siang.
Rombongan Mensos diterima Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si, Pj Sekda Ir Bambang Irianto M.Si serta Kadinsos kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Mensos Risma menyampaikan Kemensos akan berusaha menolong para penyandang disabilitas karena tahun ini pihaknya akan membuat alat bantu kurang lebih 490 unit untuk mobilitas disabilitas dan nilainya kurang lebih 15 Milyar.
“Mudah-mudahan ini menyemangati saudara-saudara kita disabilitas untuk tidak putus asa dan tidak menyerah karena dibalik kekurangan yang diberikan Alloh kepada kita, Alloh pasti memberikan kelebihan ,” ucap Risma
Risma menjelaskan dirinya mengetahui Gading dari pemberitaan media. Dikatakan pula ia berterima kasih kepada Bupati Pekalongan beserta seluruh jajaran yang telah merespon.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si mengungkapkan pemerintah mengambil inisiatif kemudian melakukan pemetaan sekaligus pendampingan terhadap disabilitas dan selanjutnya akan dibantu sesuai dengan kebutuhan.
“ Gading ini kan jualan di alun-alun sini, sudah dibuatkan sepeda motor yang dobel fungsi sekaligus bisa untuk jualan.” ungkapnya
Menurut Bupati Asip tidak hanya Gading saja yang menerima bantuan. Dinas sosial sudah mempunyai data para penyandang disabilitas dari semua tuna (netra, rungu, dan sebagainya) yang nantinya akan didampingi. “Prinsip, pemerintah terus melakukan upaya untuk membantu seluruh lapisan masyarakat,”imbuhnya.(Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 16 Mei 2021
KAJEN - Momentum Hari Raya Idul Fitri 1442 H hendaknya bisa untuk terus memupuk rasa persaudaraan, rasa saling kasih sayang dalam rangka meringankan beban sesama. Hal ini diungkapkan bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat memberikan sambutan sebelum sholat Ied di Masjid Al Muhtarom Kajen, Kamis (13/05) pagi.
KAJEN – Kegiatan shalat Ied di Kabupaten Pekalongan tidak dilarang, namun semua masjid atau tempat ibadah diwajibkan untuk menerapkan standar protocol kesehatan dan ada pembatasan kapasitas jamaah di masing-masing masjid atau pembatasan tempat ibadah. Adapun untuk acara usulan dari warga masyarakat, seperti wayang kulit dan hiburan –hiburan, sementara ini masih ditunda dahulu menunggu perkembangan lebihlajut.‘’ Jadi, dari Satgas Covid-19 masih menunda kegiatan-kegiatan yang berpotensi menyebabkan kerumunan,’’ tegas Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH MSi pada saat memantau1 pos pemeriksaan atau pos pelayanan operasi ketupat candi 2021, pada Rabu (12/5/2021) malam.
KAJEN – Seminggu menjelang hari raya Idul fitri 1442 Hijriyah, Bupati Pekalongan H.Asip Khobihi, SH.M.Si., menutup acara Pengajian Jumat Pagi yang biasa dilaksanakan setiap hari Jumat selama bulan ramadhan. Acara tersebut dilaksanakan pada pagi ini, Jumat (7/5/2021) di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Menjelang hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H, Polres Pekalongan melaksanakan apel gelar pasukan operasi ketupat candi 2021 dengan tema ‘ melalui apel gelar pasukan operasi ketupat candi 2021 kita tingkatkan sinergi Polri dengan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Idul Fitri 1442 H di wilayah hukum Polres Pekalongan’. Dalam apel gelar pasukan tersebut dibacakan amanat dari Kapolri yang menekankan rasa aman bagi masyarakat dalam rangka memperingati 1 syawal 1442 H.
KAJEN - Desa Wonorejo Kecamatan Kajen terpilih menjadi desa diterapkannya aplikasi sistem informasi managemen dan pelayanan desa (Simpeldesa) yang disediakan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat mengetahui informasi terbaru serta mempermudah proses administrasi dari masyarakat dan mempermudah proses pendataannya. Pemkab Pekalongan didukung Telkom melaunching aplikasi simpeldesa ‘Penerapan Digitalisasi Pembangunan Desa berbasis SDGs Desa dalam Rangka Peningkatan Pelayanan Public dan Pemulihan Ekonomi Desa Melalui Padat Karya Digital’, pada Senin (03/05) sore di Balai desa Wonorejo.
KAJEN – Guna memastikan masing-masing sekolah yang melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka di Kabupaten Pekalongan mematuhi protocol kesehatan, tim satgas Covid-19 yang pimpin Pj Sekretaris Daerah Ir. Bambang Irianto M.Si didampingi Asisten Pemerintahan Kesra Totok Budi Mulyanto SE, bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiyawan Dwi Antoro, serta Ketua tim ahli Covid-19 Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan monitoring di sejumlah sekolah pada pagi ini, Jumat (30/04/2021).
KAJEN – Marbot adalah pemangku utama di masjid, oleh karena itu posisinya sangat penting dalam mengawal masyarakat dalam melaksanakan ibadah. "Untuk itu para marbot hendaknya bisa menyampaikan kepada jamaah di masjid untuk tetap mematuhi protocol kesehatan, supaya indeks penularan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan bisa cepat menurun" Ungkap Bupati Pekalongan Asip kholbihi SH.,M.Si pada acara silaturahmi bersama Marbot se-Kabupaten Pekalongan di bulan Ramadhan ini, yang dilaksanakan pada hari Rabu (28/4/2021) kemarin, yang bertempat di Pendopo Kabupaten Pekalongan.
KAJEN – Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Pekalongan Ir Bambang Irianto M.Si beserta jajaran Pemkab, dan forkopimca Bojong menunaikan sholat Isya berjamaah dilanjut sholat taraweh di Masjid Al Huda Desa Kalipancur Kecamatan Bojong, Selasa (27/04) malam. Sholat Isya dan taraweh bersama tersebut dalam rangka silaturahmi antara jajaran Pemkab dengan waga desa Kalipancur bojong sekaligus pantauan penerapan protokol kesehatan selama pelaksanaan ibadah bulan Romadhon.
Selain itu ia juga mengingatkan bahwa saat ini kita masih berikhtiar bersama mencegah penyebaran covid 19.
"Dan yang lebih penting lagi adalah tetap bersabar menghadapi covid 19 yang Insyaalloh sebentar lagi akan bisa kita ikhtiari, agar segera hilang dari bumi Indonesia," tandasnya.
Selanjutnya Bupati menyampaikan Penyelenggaraan sholat di masjid Al Muhtarom ini menjadi contoh penyelenggaraan sholat yang sesuai dengan prokes yang ketat, seperti mengatur jarak, jamaah semua yang dites suhu ,dan para jamaah memakai masker.
Pada kesempatan ini Bupati juga berharap pelaksanaan ibadah seluruh masjid di kabupaten Pekalongan maupun yang ada di lapangan bisa menyelenggarakan sholat Ied dengan tertib dan khusuk serta sesuai prokes. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 13 Mei 2021
Dalam pemantauan tersebut, hadir Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si, Wakil Bupati Pekalongan Ir.Hj Arini Harimurti, Kapolres Pekalongan AKBP Darno, unsur dari Kodim 0710 Pekalongan dan beberapa OPD terkait.
Bupati Asip menambahkan jumlah pemudik di Kabupaten Pekalongan sebelum adanya aturan dari pemerintah pusat itu jumlahnya sekitar 15.667 orang, dengan konsentrasi banyak ada di wilayah Kecamatan Kajen, Kandangserang dan Paninggaran.
Olehkarenanya Pemerintah kabupaten dalam rangka mengantisipasi efek negatif pemudik tadi adalah dengan melakukan upaya-upaya strategis. Diantaranya melakukan sampling atau pengecekan sampling dengan swab antigen. "Ada lima pemudik setidaknya yang terindikasi. Kemudian lima orang tersebut telah kita berikan perawatan dan sekarang berada di rumah masing-masing untuk melakukan isolasi mandiri di bawah pengawasan dari dinas kesehatan kita,’’ jelasnya
Ia menambahkan bahwa saat ini situasi Kamtibmas di Kabupaten Pekalongan secara umum berjalan dengan lancar, aman dan terkendali. Dan yang menjadi konsen Satgas Covid-19 saat ini adalah bagaimana cara mengantisipasi ledakan pemudik pasca pemerintah melakukan pengetatan terhadap pemudik sejak tanggal 6 Mei 2021 kemarin.
Pantauan saat ini disamping menegaskan aparat di lapangan dan semuanya sudah bekerja dengan baik dari unsur TNI/Polri kemudian dari tim Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan unsur masyarakat yang tentunya kami sangat berterimakasih . Dan semua ini kita lakukan dalam rangka mengantisipasi agar arus orang bisa lancar, tetap menggunakan protocol kesehatan yang harus dijaga sehingga penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan ini bisa kita antisipasi sedini mungkin.
Dalam kesempatan ini Bupati Asip juga berterimakasih kepada aparat keamanan dari unsur TNI, Polri dan masyarakat yang telah membantu menjaga kondusifitas selama bulan ramadhan sampai menjelang hari raya ini.
‘’ Saya ucapkan selamat hari raya idul fitri 1442 hijriyah kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan kemudian mohon maaf lahir batin dan mohon doanya agar upaya pemerintah untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 ini, sehingga tahun depan kita bisa merayakan hari raya idul fitri dengan kondisi yang normal sehingga semuanya berjalan dengan baik,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 12 Mei 2021
Dalam acara tersbut, Bupati Asip menyampaikan bahwa Ia sangat bersyukur ASN yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan bisa rutin mengikuti acara Pengajian Jumat Pagi yang dilaksanakan oleh Pemkab sejak awal Ramadhan. Karena menurutnya ‘pengajian itu penting sebagai sarana untuk mempelajari ajaran agama Islam yang terdapat dalam Al quran.
Menurut Bupati dalam mengaji pun harus teliti dan mencari guru yang benar. Karena menurutnya, agama itu tidak bisa dipelajari dengan menggunakan pendapat sendiri dan harus diajarkan oleh orang yang benar-benar paham. ‘’Jika menafsirkan agama dengan pendapat sendiri itu mesti banyak kelirunya. Dan yang benar adalah melalui rangkaian-rangkaian proses panjang, tentang siapa yang berhak menentukan hukum, kemudian kita generasi berikutnya hanya mencari referensi-referensi yang kita cari, kemudian kita sesuaikan dengan kondisi kontekstual’’ jelasnya.
Selain itu, dalam kesempatan ini Bupati Asip juga mengucapkan terimakasih kepada Ustad Abi yang telah berkenan mengisi acara Pengajian Jumat Pagi selama bulan Ramadhan di lingkungan pemerintah Kabupaten Pekalongan. ‘’Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada ustad Abi dan kita doakan beliau panjang umur, sehat selalu dan ilmunya bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan, serta terus-menerus membina generasi kita,’’ tuturnya.
Dalam kesempatan ini Bupati Asip juga menghimbau seluruh ASN yang ada di lingkungan pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk tidak mudik ke luar kota. Karena menurutnya, apabila tetap nekat melakukan mudik, ini akan memperparah penularan covid-19. Untuk itu pihaknya sangat melarang para ASN dilingkungan kerjanya untuk tidak melakukan mudik. ‘’ Dan yang paling penting kita semua yang dari luar kota untuk bisa mematuhi aturan, serta saudara-saudaranya yang ada di luar kota juga tidak boleh mudik sejak kemarin ( Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 7 Mei 2021
“Hal yang paling esensial adalah aman dari covid 19. Kita sangat kuatir karena angka pemudik sudah cukup tinggi, per hari ini di angka 7 ribu,” ucap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si usai mengikuti apel gelar pasukan operasi ketupat candi 2021 di halaman Polres Kajen, Rabu (05/05)pagi.
Oleh karena itu, menurut Bupati, daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga perlu diperketat. Dan pihaknya telah memerintahkan para camat/kepala desa agar menelisik kembali potensi para pemudik yang baru datang dari luar kota supaya tidak menimbulkan kluster baru yaitu kluster pemudik,seperti yang ditekankan Kapolri.
“Tetapi saya melihat Alhamdulilah kerjasama selama ini dengan pihak kepolisian berjalan dengan baik sehingga tentu ini berkorelasi terhadap penurunan penyebaran covid 19 di kabupaten Pekalongan,” terangnya.
Dikatakan pula Pemkab sangat apresiasi terhadap pemusnahan miras yang sudah berhasil disita oleh Polres Pekalongan.
“Alhamdulilah kita dari jajaran pemerintah sigap menaggapi keluhan-keluhan dari masyarakat. Insyaalloh Polres Pekalongan selalu siap mengayomi warga masyarakat kabupaten Pekalongan terutama untuk menjalankan 2(dua) agenda sangat penting bagi umat Islam yaitu puasa Romadhon dan Syawal 1442 H,”tandasnya.
Sementara itu Kapolres PekalonganAKBP Darno SH.,SIK menyebut pihaknya telah mendirikan pos pengamanan lebaran di 4 titik, yaitu di Siwalan, IBC, tugu Nol dan Kedungwuni. Sedangkan sebagai alternatif seandainya exit tol Bojong dibuka, pihaknya juga telah menyiapkan pospasm di exit tol Bojong.
Lebih lanjut, AKBP Darno mengungkapkan Polres Pekalongan menurunkan sekitar 320 personel , yang nanti juga akan dibantu dari TNI, Brimob dan stakeholder lain seperti dinas perhubungan, satpol PP dan Dinkes termasuk BPBD. “Jadi nanti dengan adanya kegiatan penyekatan atau pengecekan terhadap para pemudik yang ada ini tentunya akan membutuhkan banyak personel, termasuk stakeholder yang lain yang akan kita laksanakan seperti contohnya cek antigen dan lain sebagainya,” paparnya. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 5 Mei 2021
Launching ini dihadiri Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si, Kepala Dinas Kominfo Anis Rosidi SSos.,M.Si, Plt Kepala Dinas PMD PPPA PPKB Sri Yuliasih, Camat Kajen ,Kapolsek ,Danramil serta Kades Wonorejo. Sementara dari Telkom tampak hadir GM Witel Pekalongan Nanang Setyo Utomo beserta tim, juga CEO Simpeldesa Reno Sundara dan Smart City Experience Managemen Harun Triyantoro.
Launching Simpeldesa adalah salah satu upaya mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) desa. SDGs desa ini merupakan perintah dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) agar seluruh desa di dunia bisa membangun desanya dengan baik, warga masyarakat mendapat akses ke pemerintah secara baik, dari tingkat kesehatan, pendidikan, ekonomi, semuanya juga berjalan dengan baik. Maka muncullah upaya-upaya bagaimana menciptakan suprastruktur dan infrastruktur yang mendukung ke arah SDGs desa. Hal tersebut dikatakan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam sambutannya.
“Di desa-desa di kabupaten Pekalongan yang jumlahnya 273, mempunyai setidaknya empat sumber daya yang kalau dimaksimalkan maka akan menjadi kekuatan utama dalam mendukung terwujudnya SDGs desa, “ujar Bupati.
Dijelaskan, keempat sumber daya itu antara lain sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya social dan sumber daya financial. ‘Sumber daya pertama adalah sumber daya alam. Seluruh desa di kabupaten Pekalongan alamnya subur. Yang kedua, kita punya sumber daya manusia. Yang ketiga sumber daya social. Ada tatanan nilai-nilai yang ini merupakan kekuatan desa seperti gotong royong, tepo sliro. Sumber daya yang keempat, yang menurut saya menjadi daya dukung utama, yaitu sumber daya financial (keuangan), “ terangnya.
Ditambahkan, sumber daya manusia sebagai salah satu sumber daya utama untuk menopang pembangunan desa ini sangat menentukan.
Melalui simpeldesa ini, Bupati juga meminta Kades Wonorejo mendidik anak muda agar lebih produktif dalam penggunaan smartphone dan bisa memberikan nilai lebih. “ Saya pesen monggo kita dukung launching ini, kemudian agar dimanfaatkan sebaik-baiknya ,” pintanya
Wahyu Andi Prasetyoatmojo , kepala desa Wonorejo dalam sambutannya menyampaikan terkait simpel desa, mengacu kebijakan dari pusat bahwa prioritas dana desa tahun 2021 salah satunya adalah digitalisasi desa. “ Desa harus mandiri, siap dalam layanan, regulasi, apalagi yang berhubungan dengan SDGs pembangunan berkelanjutan, ke depannya untuk masalah data, pembangunan fisik,human progress, pembangunan manusia, sumber daya manusianya harus siap, harus kerja untuk maju bersama,” ungkap Wahyu.
Wahyu menambahkan Desa Wonorejo,dari semua pihak baik lembaga, masyarakat, semuanya membantu membangun bersama dalam sebuah aplikasi yaitu simple desa.
Sementara itu GM Witel Pekalongan Nanang Setyo Utomo berharap pihaknya bisa memberikan sumbangsih dalam aplikasi simpel desa tersebut.” Sebagaimana namanya simpel desa, harapannya kita membuat semuanya simpel. Jadi simpel informasinya, simpel pengurusan keperluan-keperluan yang berkaitan dengan desa, dan juga simpel dalam peningkatan perekonomian di desa,” tutur Nanang.
Nanang juga meminta kerjasama para pejabat, masyarakat agar aplikasi tersebut bermanfaat dan bisa dijadikan sebagai pemicu untuk meningkatkan perekonomian di masa pandemic ini. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 4 Mei 2021
Totok Budi Mulyanto, selaku tim satgas Covid-19, saat melakukan monitoring di SMK N 1 Sragi, menyampaikan bahwa intinya monitoring kali ini dilaksanakan untuk melihat apakah pendidikan tatap muka di Kabupaten Pekalongan sudah benar-benar mentaati protocol kesehatan atau belum. ‘’ Kalau protocol kesehatan itu ditaati ya kita sangat mengapresiasi tentunya kepada kepala sekolah, kepada bapak/ibu guru dan kepada anak-anak didik serta semuanya yang terlibat di sekolahan,’’ ungkapnya.
Namun, lanjut Totok, jika protocol kesehatan belum dilaksanakan dengan baik, menjadi kewajiban pihaknya untuk mengingatkan agar protocol kesehatan betul-betul ditaati, karena menurutnya protocol kesehatan merupakan harga mati. ‘’ Pendidikan tatap muka itu harga matinya adalah mentaati protocol kesehatan. Kalau sudah tidak taat protocol kesehatan ya nanti kita tinjau kembali,’’ ujarnya.
Totok menambahkan, bahwa rekomendasi pendidikan tatap muka itu diserahkan kepada satgas Covid-19 kabupaten/kota bukan dari gubernur, sehingga yang mengizinkan dan merekomendasikan adalah satgas Covid-19 kabupaten/kota. ‘’Oleh sebab itu, kami mewajibkan satgas ini untuk melihat pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka ini,’’ tuturnya.
Adapun untuk hasil dari monitoring sendiri, dijelaskan Totok bahwa secara umum pelaksanaanya sudah baik, hanya saja ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan lagi. ‘’ Hasilnya tadi di SMA 1 Kajen, SMP 1 Kajen, MTS 2 Kesesi dan ini SMK N 1 Sragi secara umum sudah baik, hanya saja seperti yang sudah saya sampaikan tadi masih ada beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan lagi dan lalu diawasi,’’ jelasnya.
Selain itu, Totok juga berpesan kepada masing-masing kepala sekolah yang telah Ia monitor untuk dapat melakukan evaluasi secara berkala, supaya perkembangan yang sekecil apapun yang berpotensi memicu penularan itu bisa segera diatasi. ‘’Termasuk juga saya berpesan kepada kepala sekolah untuk memberikan izin kepada anak didik, guru dan karyawan di sekolah apabila ada gejala flu, batuk dan suhu badan melebihi 37,3 untuk tidak masuk ke lingkungan sekolah,’’ pesannya.
Totok juga menambahkan, untuk uji coba pembelajaran tatap muka di tahap kedua di Kabupaten Pekalongan ada penambahan delapan sekolah, diantaranya adalah SMK Negeri Kedungwuni, SMA 1 Kajen, SMP 1 Kajen, SMP N 1 Bojong, SMP N Petungkriyono, SMP Negeri Lebakbarang, SMP Negeri Talun dan SMK N 1 Sragi. "Di tahap kedua ini ada penambahan delapan sekolah lagi yang melaksanakan pembelajaran tatap muka,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 30 April 2021
‘’Jamaah yang ada di masjid saya titip kepada pengurus masjid supaya saat melaksanakan sholat tarawih bisa menjalankan protocol kesehatan bisa tetap dijaga karena kecenderungannya yang sakit Covid-19 bulan-bulan ini semakin naik,’’ pesannya.
Ia menambahkan pihaknya sangat bersyukur bulan ramadhan tahun ini bisa mengadakan kembali acra silaturahmi bersama para Marbot masjid/mushola se-Kabupaten Pekalongan.
‘’Alhamdulilah saat ini kita bisa bersama-sama berkumpul dalam rangka silaturahmi di Pendopo Kabupaten Pekalongan,’’ kata Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si.
Selanjutnya, Bupati Asip mengatakan bahwa dalam kesempatan ini Ia meminta doa kepada para marbot. Diantaranya adalah supaya musibah pandemic Covid-19 bisa cepat hilang dan semoga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pekalongan bisa cepat meningkat. ‘’Karena ada musibah sehingga keadaan ekonomi kita ini tidak stabil. Dan ini saya minta do'anya ya,’’ ucapnya.
Pada kesempatan ini diserahkan bantuan kepada para marbot sebagai bentuk apresiasi atas kinerjanya mengadi untuk umat dan dengan ikhlas telah mengurus masjid. ‘Bantuan dari pemerintah ini untuk kemaslahatan marbot masjid, silahkan digunakan sebaik mungkin,’’ ungkap Bupati Asip Kholbihi. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 28 April 2021
Pada kesempatan itu Pj Sekda mewakili Bupati menyampaikan terimakasih kepada warga desa Kalipancur khususnya yang telah mematuhi protokol kesehatan selama menjalankan ibadah. Pj Sekda juga menyampaikan pesan dari Bupati, Gubernur bahkan Presiden terutama dalam menghadapi Idul fitri tahun ini, yakkni himbauan larangan mudik.
“Pemerintah mengambil kebijakan menghimbau untuk tidak melaksanakan mudik karena pengalaman tahun lalu bahwa dengan mudik ini terjadi kontak antar kota, antar provinsi yang kita tidak tahu apakah mereka ini aman dari covid 19, sehingga kasusnya meningkat.” Ungkap Pj Sekda Bambang Irianto, saat memberikan sambutan usai sholat taraweh.
Dijelaskan,hal ini bukan berarti pemerintah membatasi atau menghalangi silaturahim namun semata mata demi kebaikan semua.
“ Bupati menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi dari seluruh warga masyarakat selama ini dalam pembangunan di kabupaten Pekalongan. Alhamdulilah, berkat kerjasama kita semua kabupaten Pekalongan dalam kondisi aman, tertib dan kita semua bisa menjalankan ibadah dengan leluasa, tanpa ketakutan karena kondisi keamanan yang terjamin,” lanjutnya.
Selanjutnya Pj Sekda berharap kondisi tersebut bisa terus dipertahankan untuk menghindari ada unsur yang berusaha memecah belah bangsa. Tak lupa Pj Sekda juga berpesan kepada para lansia untuk mengikuti vaksinasi lansia. “Khususnya untuk covid 19 sekali lagi mohon untuk tetap waspada dan jangan merasa longgar. Kita tetap harus terus berusaha dan saya harapkan kebijakan pemerintah untuk menvaksinasi para lansia diikuti, Insyaalloh tidak terjadi apa-apa,” pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 28 April 2021