KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM mengajak para alim ulama dan tokoh masyarakat untuk bekerjasama dengan pemerintah dalam upaya menghilangkan kasus covid 19 di Kabupaten Pekalongan. Hal ini disampaikan Bupati Fadia dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren Takhfidzul Qur’an Nurul Aziz Al-Hasaniyyah Dukuh Serang Kidul Desa Tanjungsari Kecamatan Kajen , Minggu (11/07) pagi. Tampak hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren Takhfidzul Qur’an Nurul Aziz Al-Hasaniyyah, antara lain Habib Abbas bin Abubakar, H abdul Aziz, Pimpinan ponpes Nurul Aziz, KH Muhtarom serta para alim ulama dan tokoh masyarakat setempat.
Bupati Fadia yang hadir didampingi Kepala Bappeda Yulian Akbar S Sos .,M.Si dan Kabag Kesra Subagyo mengatakan dirinya sangat senang sekali bisa menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren Nurul Aziz pagi itu. “Saya senang sekali bisa hadir di pagi ini di acara peletakan batu pertama pondok pesantren karena ini adalah yang kami tunggu tunggu sebagai pemerintah kabupaten Pekalongan, dimana pendidikan terus berjalan, pendidikan akhlak kepada anak-anak kabupaten Pekalongan juga tetap berjalan, “ ucap Fadia mengawali sambutannya.
Atas nama pemerintah, Fadia menyatakan mendukung dan akan membantu dalam pelaksanaan pembangunan pondok pesantren Nurul Azis. Tidak hanya itu, atas nama pribadi ia juga akan membantu membeli tanah untuk pesantren biar agak lebih besar.
Menyinggung perkembangan kasus covid yang masih tinggi, Bupati Fadia berpesan agar semuanya taat dan mematuhi protokol kesehatan. “ Covid ini di kabupaten Pekalongan istilahnya kalau kita swab masal masih merah. Tapi Hidup harus tetap berjalan dan semua harus tetap berjalan. Ekonomi harus tetap berjalan . Pemkab Pekalongan juga harus mengikuti PPKM darurat seperti instruksi dari pemerintah pusat. Kita semua harus patuhi, apalagi sekarang ada undang-undang barunya, undang undang pidananya,” ungkap Fadia
Fadia juga berharap semua pihak bisa menjaga kesehatan dan bersama sama berupaya agar kabupaten Pekalongan nol covid. “ Saya juga berharap kepada para tokoh masyarakat dalam kesempatan ini, kalau misalnya ada di desanya yang terkena covid harap segera dilaporkan, karena kita juga menyiapkan walaupun rumah sakit sudah penuh, kita sekarang sudah membuka lagi rumah sakit baru di Kesesi dan untuk yang isolasi kita siapkan juga supaya tidak menularkan ke yang lain,” pintanya.
“Sekali lagi saya mendukung dibangunnya pesantren ini, saya akan mensupport baik dari pribadi maupun sebagai bupati, “ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 11 Juli 2021
KAJEN - Dalam rangka implementasi PPKM Darurat 2021, di wilayah Kabupaten Pekalongan dilaksanakan penyekatan secara serentak dan random swab. Hal ini sampaikan Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH saat berada di titik Nol Kajen bersama jajaran Polri/TNI yang bertugas dalam kegiatan penyekatan serentak dan random swab.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM melantik dan mengambil sumpah Jabatan Penjabat Sekretaris Daerah kabupaten Pekalongan, Drs. Budi Santoso,M.Si secara langsung di Aula Lantai I Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Rabu (07/07/2021). Acara Pelantikan dan pengambilan sumpah Jabatan Penjabat Sekretaris Daerah kabupaten Pekalongan dihadiri pula Wakil Bupati H Riswadi SH, Jajaran Forkopimda antara lain Ketua DPRD Hj Hindun MH, Kapolres Pekalongan AKBP Darno SH.,SIK, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Czi Hamonangan Lumban Toruan SH.,SIP dan Kajari Abun Hasbullah juga beberapa perwakilan OPD terkait serta disaksikan secara virtual di masing-masing OPD se-kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Wakil Bupati Pekalongan, H. Riswadi, SH, Selasa (06/07) bersama jajaran Forkopinda Kab. Pekalongan, diantaranya Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Czi Hamonangan Lumban Toruan, S.IP, Kapolres Pekalongan, AKBP Darno, SH. S.IK, Kasat intel Kejari Adi Chandra, Asisten Pemerintahan dan KesraTotok Budi Mulyanto, serta perwakilan dari Dinkes dan BPBD Kab. Pekalongan, bertemu secara langsung dengan perwakilan PT. Sandana Istana Multigas yang berlokasi di Batang guna memastikan ketersediaan stock oksigen bagi Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Kab. Pekalongan.
KAJEN – Menanggapi permasalahan tentang kelangkaan oksigen di beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan, Pemkab susun langkah strategis untuk penanganan. Dikatakan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.M.M., saat memimpin acara Rapat Pemantauan Situasi Terkini Perkembangan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan, pada siang ini, Selasa (6/7/2021) yang diselenggarakan di Ruang Rapat Bupati, bahwa pihaknya akan segera membentuk satgas oksigen yang akan bertugas untuk melakukan pemantauan dan memastikan seluruh persediaan oksigen di rumah sakit, maupun puskesmas tidak mengalami kekurangan.
Apel di Pimpin oleh Kapolres Pekalongan AKBP Darno, S.H., S.I.K dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Hadir dalam Apel dan Operasi Gabungan Wakil Ketua DPRD Catur Andriansyah, S.Pd, Kajari Abun Hasbullah Syambas, SH., MH,. Pj. Sekda Budi Santoso, M, Si.
Usai melaksanakan Apel Petugas melakukan random Swab-Antigen pada warga yang melintasi kawasan Bebekan Kedungwuni dan melakukan Operasi pada wilayah kabupaten pekalongan serta melakukan random Swab-Antigen pada warga yang terjaring operasi PPKM.
Dari 132 warga yang terjaring Operasi PPKM dan dilakukan Swab-Antigen terdapat 11 orang yang dinyatakan Positif dan di bawa langsung ke RSUD Kesesi. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 9 Juli 2021
Riswadi menyampaikan, bahwa kehadirannya dalam acara tersebut merupakan undangan dari panitia pembangunan Masjid Baiturrohman, untuk memberikan semangat kepada masyarakat setempat dalam membangun masjid supaya dapat segera terealisasi.
‘’Pemerintah itu menjadi pelayan dari masyarakat maka undangan ini kami hadiri. Dengan maksud persatuan kesatruan dan semangat untuk membangun masjid ini yang saya yakini ini hasil dan segala sodakoh serta bantuan dari masyarakat yang saya yakini ini tidak akan selesai di satu sampai dua bulan,’’ ungkap Wakil Bupati Pekalongan Riswadi.
Menurut Riswadi, di tengah situasi pandemi Covid-19 yang saat ini masih saja berlangsung, menyebabkan hambatan pembangunan di Kabupaten Pekalongan di beberapa sektor, karena banyak anggaran yang harus direfokusing untuk penanggulangan Covid-19. Untuk itu, Ia berharap masyarakat Desa Winduaji, Kecamatan Paninggaran untuk bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk melakukan pembangunan di tengah keterbatasan yang ada.
‘’Dengan membangun ini semoga bisa membangun lain seperti tpq, tk atau infrastruktur yang dirasa mampu silahkan. Karena pemerintah akan bersama-sama dengan masyarakat untuk membangun Kabupaten Pekalongan secara bersama-sama,’’ jelasnya.
Selain itu, dalam kunjungannya kali ini Riswadi juga menegaskan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan juga instruksi PPKM Darurat yang berlangsung dari tanggal 3-20 Juli 2021 guna menekan angka penyebaran kasus Covid-19 yang masih cukup tinggi di Kabupaten Pekalongan.
‘’ Karena kalau ini disiplin maka Insyaallah corona akan cepat selesai. Jadi, saya mohon untuk disiplin. Dan yang terpapar untuk segera lakukan isolasi mandiri.
Kalau misal isolasi mandiri tidak disiplin, maka bawa ke rumah sakit atau puskesmas yang disediakan oleh pemerintah,’’ tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Riswadi juga berpesan kepada warga masyarakat Desa Winduaji, apabila merasakan gejala Covid-19 untuk segera melakukan isolasi mandiri dan periksa ke faskes setempat supaya dapat memperoleh penanganan sejak dini.
‘’Tolong ini harap dilaksankan dengan baik, karena per hari ini Kabupaten Pekalongan menempati rangking ketujuh dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk angka penularan virus Covid-19,’’ ungkapnya. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 8 Juli 2021
“ Kita menyadari kabupaten Pekalongan petanya merah di 19 kecamatan. Setiap hari banyak yang terpapar bahkan meninggal dan urutannya naik dari nomor 17,11 bahkan 7 se-Jawa tengah . Maka ini mengkhawatirkan. Oleh karena itu Satgas covid yang dibentuk dan Instruksi Bupati maka harus melakukan langkah yang preventif yang mana ini harus dilakukan bersama-sama oleh satgas covid,” ucap Wabup di hadapan para anggota Polri/TNI , Rabu (7/7) malam
Selain penyekatan, Riswadi menyampaikan kegiatan malam itu akan dilakukan random swab di suatu titik dan apabila sampel reaktif akan langsung dibawa untuk isolasi di Rumah Sakit Kesesi .
“ Segala sesuatunya sudah dipersiapkan , oleh karena itu hari ini tanggal 7 jelang ke-8. Harapannya, tinggal 13 hari akan turun dan turun. Semua itu dilakukan hanya dengan disiplin dan penegakan yang tegas , “ tegasnya.
Riswadi mengatakan pihaknya selalu mendukung apa yang dilakukan aparat penegak hukum. Jikalau memungkinkan diambil tindakan tegas . Jika memungkinkan, diberikan sanksi . Karena menurutnya PPKM darurat itu adalah sudah tidak bisa ditawar dan sifatnya wajib. “ Oleh karena itu saya terimakasih, untuk pelaksanaannya segera lakukan secara teknis kami serahkan kepada beliau Kapolres di dalam melakukan tindakan ini, titik titik mana yang harus dilakukan penyekatan dan random swab . Dari Dinkes sudah siap untuk melakukan swab dimana tempatnya, jika reaktif, kita bawa ke RSUD di kec amatan Kesesi,” lanjutnya.
Sementara itu Kapolres Pekalongan AKBP Darno SH.,SIK menjelaskan pihaknya akan melakukan peningkatan untuk kegiatan kaitannya PPKM darurat. “ Kalau kemarin sudah selalu kita himbau, untuk saat ini berarti kita harus beri sanksi ataupun tindakan. Saya terimakasih dari rekan-rekan TNI dan pemda yang telah mensuport, termasuk dari kejaksaan dan DPRD,” ungkap AKBP Darno
Kapolres mengatakan dari 15 Polsek, masing masing sudah berada di titik titik dimana keramaian terjadi di wilayahnya. Contohnya di Karanganyar dan Kedungwuni, kemudian di i Podo, Surabayan, Tugu duren, Bojong dan sebagainya, aparat sudah stanby dan akan melakukan penyekatan secara serentak.
“ Situasi yang kita hadapi saat ini adalah bukan baik-baik saja. Oleh karenanya ya tetep humanis dalam melaksanakan tugas, tetap kita sampaikan dan saya minta diberi sanksi dalam artian ditegur keras, tidak boleh adanya kursi atau tempat duduk, ya kita harus laksanakan. Kalau besoknya masih seperti itu, berarti nanti dari kejaksaan dan kepolisian serta pengadilan akan memberikan penegakan hukum terhadap yang punya tempat. Itu akan kita laksanakan besok. Hari ini kita lakukan teguran keras .” terang Kapolres
Selanjutnya , disampaikan pula adanya random sampling.Pihak kepolisian telah menyiapkan tenda , dan dari Dinkes akan melaksanakan rapid tes. “ Kalau ada yaang lewat nanti akan kita berhentikan dan kita cek seperti apa kesehatan mereka . Jangan sampai yang kesana kemari ini ternyata OTG, yang akhirnya akan menyebar dan terus menyebar,” ucap Kapolres
Berdasarkan data dari Dinas kesehatan , dari 203 sampling terdapat 18 orang positif covid dan langsung dibawa ke RS Kesesi untuk menjalani isolasi. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 8 Juli 2021
Dimana pada hari ini, Rabu (7/7/2021), Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., telah mengikuti wawancara dan melakukan presentasi pemaparan aplikasi Kudu Sekolah dihadapan dewan juri KIPP SINOVIK 2021, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bupati.
Kepada dewan juri, Fadia menyampaikan bahwa aplikasi Kudu Sekolah merupakan salah satu bentuk inovasi Kabupaten Pekalongan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan memastikan semua anak usia sekolah di Kabupaten Pekalongan dapat mengenyam pendidikan sebaik mungkin.
Karena menurutnya, aplikasi Kudu Sekolah merupakan salah inovasi pelayanan publik dari Pemerintah Kabupaten pekalongan yang berbasis e-goverment dengan dasar web dan android sehingga diharapkan dengan hal tersebut masyarakat bisa lebih mudah mengakses dan juga bisa langsung mendownload melalui playstore.
‘’ Kami meyakini aplikasi Kudu Sekolah ini merupakan aplikasi yang komplit. Karena kita disini juga sudah ada situsnya, dan saya rasa ini memang aplikasi yang sangat bagus dan akan menangani permasalahan ATS yang meliputi pendataan, reformasi dan monitoring evaluasi,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Fadia menambahkan, bahwa aplikasi Kudu Sekolah ini sangat layak masuk top 45 KIPP SINOVIK 2021 karena memiliki berbagai manfaat yang besar. Diantaranya adalah mampu mengintegrasikan berbagai sumber data ATS dan masyarakat dapat berpartisipasi untuk mengusulkan data ATS secara langsung, serta keunggulan lainnya.
‘’Aplikasi ini bekerja mulai dari pengelolaan sumber data dan usulan masyarakat. Setiap 6 bulan sekali kita akan melakukan monitoring terhadap anak-anak tersebut apakah masih sekolah apakah sudah putus sekolah kembali,’’ tandasnya.
Selain itu, dalam pemaparannya kali ini tentang aplikasi Kudu Sekolah, Fadia juga mengatakan bahwa semenjak awal diluncurkan pada bulan Mei 2019, aplikasi Kudu Sekolah ini sudah berhasil memberikan dampak positif bagi sektor pendidikan di Kabupaten Pekalongan yaitu mampu melakukan penambahan sekolah dan guru pendamping sekolah secara signifikan.
‘’Inovasi ini telah kita jamin dengan terbitnya 3 Perbup penting ini dan tersediaannya buku panduan dan tutorial aplikasi termasuk tenaga operator yang telah dilatih diseluruh desa dan kecamatan di Kabupaten Pekalongan,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 7 Juli 2021
Bupati Fadia Arafiq atas nama Bupati dan seluruh forkopimda beserta jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Pekalongan mengucapkan selamat datang kepada Drs.Budi Santoso,M.Si, Staf ahli Gubernur Jawa Tengah Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia yang mulai hari ini secara resmi dilantik sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan disamping tugas jabatan definitifnya.
Dalam kesempatan itu Bupati Fadia juga menyampaikan beberapa pesan kepada Penjabat Sekda yang baru diangkat sumpah dan dilantik tersebut. “Bahwa sesuai amanat Gubernur Jawa Tengah, saya minta saudara untuk melakukan komunikasi dan koordinasi secara intens terkait pelaksanaan pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan baik dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat maupun dengan Komisi Aparatur Sipil Negara serta stakeholder terkait sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, mengingat masa tugas saudara selaku Penjabat Sekretaris Daerah adalah 3 (tiga) bulan. Besar harapan saya sebelum masa tugas saudara berakhir sudah dapat dihasilkan Pejabat Jabatan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” pesan Fadia kepada Sekda Budi Santoso saat pelantikan
Selanjutnya berdasarkan kebijakan nasional terkait lonjakan kasus penularan covid 19 maka telah diberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Covid 19 di wilayah Jawa dan Bali, maka Fadia Arafiq selaku Bupati telah menerbitkan Instruksi Bupati Pekalongan Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat) Covid 19 di kabupaten Pekalongan. “ Untuk itu saya minta kepada Saudara untuk melakukan upaya dan tindakan lebih lanjut dengan tetap melakukan koordinasi secara komprehensif dengan stakeholder terkait, guna optimalisasi penerapan PPKM Darurat sebagai upaya menekan kasus penularan Covid 19 di kabupaten Pekalongan , sehingga kabupaten Pekalongan dapat menjadi daerah hijau/aman dari covid 19,” lanjut Fadia.
Selain itu, Fadia juga meminta Penjabat Sekda yang baru untuk dapat melakukan koordinasi dengan mengawal proses yang sudah berjalan secara optimal, agar Pemkab Pekalongan segera melakukan percepatan akselerasi penataan organisasi guna optimalisasi pelayanan kepada masyarakat dan terwujudnya masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sejahtera adil dan merata dan berbudaya gotong royong yang merupakan visi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan 2021-2026.(Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 7 Juli 2021
Diungkapkan Wabup bahwa langkah tersebut diambil sebagai upaya antisipasi naiknya jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Pekalongan yang terpantau naik secara signifikan, Pemkab Pekalongan juga akan segera membuka ruang isolasi bagi pasien Covid 19 di setiap Puskesmas Rawat Inap dan di Rumah Sakit Kesesi dengan jumlah bed lebih kurang 50. “Oleh karena itu kami dengan jajaran Forkopinda hadir di PT. Sandana Istana Multigas uktuk memastikan ketersediaan oksigen,agar masyarakat yang terpapar covid mendapatkan oksigen, dan Alhamdulillah untuk Kab. Pekalongan ready,stock terjaga dan siap kirim sesuai kebutuhan ”terang Riswadi.
Dijelaskan oleh Wabup, Pemkab Pekalongan akan segera membentuk Satgas Oksigen yang bertugas memantau ketersedian dan distribusi oksigen dari PT. Sandana Istana Multigas ke Faskes di seluruh Kab. Pekalongan. Saat ini kebutuhan oksigen di Kab. Pekalongan perhari adalah 1.800 m3 dan tidak menutup kemungkinan kebutuhan tersebut akan terus naik, namun Riswadi optimis angka Covid 19 di Kab. Pekalongan akan terus turun kalau semuanya bergerak. Riswadi juga menegaskan bahwa pihaknya sangat membutuhkan dukungan dari jajaran Forkopinda. “ Kami terus saling bahu membahu bekerjasama untuk mengimplementasikan PPKM darurat ini,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Filling Station PT. Sandana Istana Multigas, Dona Galih Permana menegaskan bahwa stock oksigen untuk wilayah Pekalongan –Batang aman. Dijelaskan oleh Galih bahwa pihaknya memang belum mendapatkan pasokan liquid, namun sudah mendaparkan source dari cabang Tegal, dan sudah menyiapkan sentralisasi filling pengisian. “ Jadi kalau di Batang kosong, kami akan langsung mengisikan keTegal, sehingga stock tidak akan pernah putus dan selalu tersedia,” ujarnya.
Dijelaskan Galih, stock oksigen di Kab. Pekalongan sampai dengan hari ini masih bisa dipenuhi dengan kuota maksimal, dimana kuota maksimal produksi dibagikan PT. Sandana Istana Multigas sesuai kebutuhan kesemua Faskes yang membutuhkan, sehingga Faskes tidak sampai kehabisan oksigen. Sampai saat ini meski permintaan terus naik dari 2.000 Ton perhari menjadi 5.000 Ton perhari namun PT.Sandana Istana Multigas masih bisa memenuhi. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 7 Juli 2021
‘’Segera akan saya usulkan untuk pembentukan satgas khusus oksigen, yang mereka keliling setiap RSUD, setiap instansi maupun puskesmas yang akan kami buka dalam rangka isolasi pasien Covid-19 Kabupaten Pekalongan,’’ ujar Fadia.
Menurut Fadia, permasalahan kelangkaan oksigen ini harus segera diatasi karena permasalahan ini sangat urgent yang berkaitan dengan nyawa masyarakat. ‘’Karena oksigen menurut medis adalah pertolongan pertama terhadap pertolongan pasien Covid-19,’’ ungkapnya.
Kelangkaan oksigen yang saat ini terjadi di beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 seperti RSUD Keraton dan RSUD Kajen disebabkan oleh membeludaknya pasien Covid-19 yang ada di Kabupaten Pekalongan. Sehingga saat ini, oksigen merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit-rumah sakit yang menangani pasien Covid-19.
Dan dikonfrimasi langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam rapat tersebut, bahwa akar permasalahannya selain membeludaknya pasien Covid-19, juga disebabkan oleh rumah sakit-rumah sakit besar rujukan Covid-19 yang ada di Kabupaten Pekalongan tidak memiliki tabung oksigen sentral. Sehingga oksigen tersebut harus mengambil dahulu dari suplier.
Untuk itu, Fadia mengatakan bahwa pihaknya akan memperbanyak tabung oksigen supaya pengambilan oksigen dari suplier bisa lebih cepat. ‘’ Kalo gitu tabung oksigen memang harus diperbanyak karena di masing-masing rumah sakit belum ada tabung oksigen sentral, sehingga tidak boleh ngambil oksigen terlambat, dan itu dapat membahayakan pasien,’’ jelasnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., mengatakan bahwa dalam situasi yang serba genting seperti saat ini, Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dan Forkopimda untuk bersinergi dalam penekanan kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan, sehingga menurutnya permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan Covid-19 tidak terjadi lagi.
‘’ Saya minta tolong kepada TNI dan Polri untuk mengetatkan kedisiplinan. Oleh karena itu silahkan melakukan pengetatan kedisiplinan yang penting tidak meninggalkan norma Kabupaten Pekalongan, karena kalau langsung ditutup semua juga tidak baik, jadi harus step by step,’’ ungkap Riswadi.
Selain itu, dalam rapat pemantauan Covid-19 tersebut, Kajari Kabupaten Pekalongan Abun Hasbullah Syambas, S.H.,M.Si., yang juga turut hadir mengatakan bahwa pihaknya siap bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan dan untuk menanggulangi permasalahan-permasalahan yang timbul dari adanya wabah Covid-19.
‘’ Tapi pada prinsipnya saya sebagai kepala kejaksaan dan memang peritntah dari pimpinan bahwa sinergitas apa saja yang diperlukan untuk menanggulangi masalah Covid-19 kami siap membantu,’’ ujar Kajari. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 6 Juli 2021
“Kita sudah menyiapkan lagi 1 Puskesmas rawat inap yang sebenarnya sudah bisa dinaikkan menjadi Rumah Sakit karena kapasitasnya yang besar . Kita sudah rapatkan hari ini untuk menambah tempat tidur dan membuat instalasi sendiri untuk oksigen sehingga oksigennya secara sentral . mengingat saat ini masih susah untuk mendapatkan oksigen. Jadi persiapan kita bener-bener matang untuk menangani covid ini,” ungkap Fadia saat meninjau Puskeskas Kesesi I
Fadia menjelaskan bahwa di Puskesmas Kesesi I saat ini ada 45 bed (tempat tidur) dan kemungkinan akan ditambah lagi. Selain tu semua yang diperlukan sudah disiapkan, termasuk tenaga kesehatan (nakes).
“Semua Rumah Sakit, RS Kajen, RS Kraton, RS Kesesi dan RSDC kita tambahkan nakes dan semua kebutuhan yang diperlukan kita siapkan,” paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala RSUD Kesesi dr. Ryan Ardanaputra memaparkan Puskesmas Kesesi I sudah siap dijadikan rujukan covid ringan karena bangunannya yang sudah standar Rumah Sakit dengan kapasitas 75 bed, namun yang akan difungsikan sekitar 45 bed dahulu untuk penanganan covid dan sisanya untuk penanganan pasien umum.
Terkait kekurangan, dr Ryan mengakui ada kekurangan suplai oksigen dan rencananya akan diadakan penggunaan oksigen sentral karena jalur oksigen sentralnya sudah dibuat.Selain itu juga kebutuhan nakes medis paramedis juga masih kekurangan.
“ Kebutuhan pastinya sekitar 50 lebih dari berbagai macam profesi, baik dokter,perawat, cleaning service, supir, pemulasaraan jenazah, apoteker maupun gizi, “ paparnya.(Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 6 Juli 2021