Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN - Dalam merealisasikan visi visi menuju masyarakat kabupaten Pekalongan yang SETARA ( sejahtera adil dan merata) serta berbudaya gotong royong, di awal tahun 2022 ini Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD) kabupaten Pekalongan sebagai haluan arah pembangunan agar tepat sasaran.
“RPJMD adalah arah dan panduan pemerintah daerah dalam melaksanakan fungsi-fungsi pemerintahan di bidang pemerintahan, pembanguan, pelayanan , dan pemberdayaan masyarakat. Kurun waktunya berbanding lurus dgn masa bakti bupati/wakil Bupati, yakni 5 tahun. Kita baru menyelesaikan RPJMD tahun 2021-2026. Itu merupakan panduan dan arah dari pembangunan kabupaten Pekalongan selama kurun waktu 5 tahun,” papar Plt Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi S.sos.,M.Si saat mengisi Bincang Kota Santri RKS FM, Rabu (16/02)
Ditengah-tengah RPJMD, Pemerintah harus menentukan skala prioritas dan arah dalam jangka pendek yang disebut Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang dibuat setahun sekali. Adapun tahapan yang dilalui antara lain proses musrenbang desa/kelurahan, musrenbang kecamatan, public hearing, sampai musrenbang kabupaten.
“ Saat ini kita dalam proses menyusun RKPD tahun 2023 yang sentralnya ada di Bappeda. Dalam menyusun RPJMD, Bappeda melibatkan seluruh OPD karena RPJMD merupakan kumpulan dari Rencana Strategis ( renstra) seluruh OPD. Jadi perencanaan benar-benar berdasarkan kebutuhan dari OPD dan masyarakat, yang diwakili desa ataupun kecamatan. Dan benar-benar perencanaan yang bottom up, bukan top down,” jelas Anis.
Terkait masa pandemi, Anis memastikan pemerintah daerah tidak merubah RPJMD tapi merubah program lainnya. “ Contohnya tahun 2020 dan 2021 ada perubahan terkait strategi fiskal yang dinamai refocusing. Anggaran-anggaran untuk sektor tertentu dialihkan untuk penanganan covid. Namun ini tidak mengubah arah kebijakan . Jika tahun 2020 dan 2021 banyak sekali refocusing, diarahkan semua untuk penanganan covid, tapi tidak merubah arah secara keseluruhan dari pembangunan jangka menengah dan panjang,” ungkapnya.
Lebih lanjut Anis menjabarkan bahwa di tahun ini fokus pembangunan di kabupaten Pekalongan lebih ditekankan pada penguatan daya saing. Ada beberapa sector penguatan daya saing dalam rangka merecovery dampak covid, yaitu penguatan di sector infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Semuanya bermuara pada peningkatan daya saing. “ Sebagai bukti pada awal tahun 2022 Bupati telah melaunching program pendidikan gratis bagi warga tidak mampu di sekolah negeri. DI bidang kesehatan, untuk warga tidak mampu diberikan pengobatan gratis di pusat-pusat pelayanan kesehatan milik Pemda cukup dengan menunjukkan KTP. Disamping itu , penunggu pasien juga mendapat bantuan. Pemerintah membuat kebijakan seperti ini untuk meningkatkan daya saing , kesejahteraan dan juga merecovery dampak covid,” tandasnya.
Anis berharap adanya support dari masyarakat terhadap pemerintah dalam menjalankan fungsi-fungsinya. Fungsi kontrol sosial memegang peran penting dalam sinergitas antara masyarakat dan pemerintah daerah.
“Pemerintah dalam melaksanakan fungsi-fungsinya, yaitu pelayanan publik, pembangunan dan pemerintahan serta pemberdayaan. Dimanapun, tidak ada satu pemerintahanpun yang sanggup melaksanakan tiga fungsi itu tanpa melibatkan stakeholder dan komponen masyarakat. Oleh karena itu harapan kami dalam melaksanakan tupoksi perlu dukungan dari masyarakat kabupaten Pekalongan. Masyarakat lewat berbagai elemen, baik LSM, ormas, memiliki fungsi kontrol social. Harapan kami, mari kita tingkatkan sinergi, bersama-sama dengan Pemkab Pekalongan untuk mewujudkan visi misi pemerintah kabupaten Pekalongan. Mari kita bangun kabupaten Pekalongan melalui saran dan masukan yang bisa disampaikan lewat saluran-saluran seperti Musrenbang juga saluran-saluan resmi seperti website, instagram, laporbupati. Manfaatkan itu !,” pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Kamis, 17 Februari 2022
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM meresmikan RSUD Kesesi yang berlokasi di Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan, Kamis (10/02). Selain peresmian gedung RSUD Kesesi, dilakukan juga dan penyerahan ambulans dari Pasar Modal Indonesia.
Dalam sambutan persemian RSUD Kesesi ini Bupati Fadia Arafiq mengatakan kehadiran RSUD Kesesi melengkapi 2 (dua) RSUD yang sudah ada di Kabupaten Pekalongan, patut disyukuri dan didukung penuh karena keberadaannya sangatlah bermanfaat bagi warga masyarakat.
KAJEN – Dalam rangka memaparkan arah dan tujuan pembangunan Kabupaten Pekalongan di tahun 2023 kepada public dan menyerap aspirasi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar acara Konsultasi Publik untuk Penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pekalongan Tahun 2023.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menerima kunjungan dari Pemeintah Provinsi Sulawesi selatan, Rabu (09/02) sore di Aula lantai I Setda . Kunjungan rombongan pemerintah Provinsi Sulawesi selatan ke Kabupaten Pekongan dalam rangka belajar bagaimana mereplikasikan inovasi laboratorium kemiskinan ini diterima oleh Sekda M Yulian Akbar S Sos.,M.Si, didampingi Plt Kepala Bappeda Litbang Anis Rosidi S Sos.,M.Si serta para asisiten dan staf ahli bupati.
Banjir yang terjadi sejak Sabtu, 5 Februari 2022 pukul 21.00 WIB akibat curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Pekalongan mengakibatkan ratusan warga harus diungsikan.
Budi Rahardjo Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan kepada RKS menjelaskan, "Jumlah data pengungsi banjir Kabupaten Pekalongan hingga Senin 7 Februari 2022 sebanyak 365 orang, sedangkan untuk korban banjir Alhamdulillah nihil." Jelasnya, Selasa (8/2).
KAJEN - 32 desa di kabupaten Pekalongan akan menggelar pemilihan kepala desa serentak pada 23 Februari 2022 mendatang. Jelang pelaksanaan Pilkades serentak ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD ) Kabupaten Pekalongan mengadakan acara Rapat koordinasi pemantapan pelaksanaan pilkades serenak kabupaten Pekalongan 2022 di aula lantai I Setda dengan dihadiri Sekda M Yulian Akbar S.Sos.,M.Si, Plt Kepala Dinas PMD Toharno, tim pengendali pilkades serentak 2022, para kepala OPD terkait, para camat , serta segenap Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) dari 32 desa se-kabupaten Pekalongan.
Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar berpesan kepada Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) tentang dua hal terkait pelaksanaan pilkades yang akan segera digelar. Pertama hal yang berkaitan dengan covid 19 dan menghimbau agar tidak terjadi klaster baru dalam Pilkades serentak nanti. Dan kedua tenang kondisi alam yang terjadi di bulan Februari-Maret tahun 2022.
“ Februari- Maret ini kasus covid diprediksi akan melonjak. Per hari ini yang terkonfirmasi positif. Ada yang di rawat di Rumah Sakit, isolasi terpadu di Kesesi dan ada yang isolasi mandiri. Kita sudah antisipasi bersama Polres, wanti2-wanti betul, pilkades ini jangan sampai menimbulkan klaster baru. Kita harus pastikan pilkades aman untuk digelar. Tolong dari PPKD untuk antisipasi terkait prokes. Termasuk penting disampaikan ke masyarakat agar tidak pank tapi jangan abai pula,” papar Sekda Yulian Akbar saat memberikan arahan di aula lantai I setda, Senin ( 07/02) siang.
Selanjutnya Yulian juga meyampaikan Pilkades serentak ini juga dilaksanakan wilayah yang terdampak bencana. Ia berharap pada saat pelaksanaan Pilkades 23 Februari 2022 mendatang tidak terjadi cuaca yang ekstrim sehingga Pilkades dapat berjalan dengan lancar.
Sementara itu Plt Kepala Dinas PMD, Toharno dalam Rakor pemantapan pelaksanaan pilkades serenak kabupaten Pekalongan tahun 2022 ini menyampaikan ada 6 tahapan pilkades serentak, yakni persiapan, pencalonan, pencalonan ulang, pemungutan suara, penetapan dan laporan pertanggungjawaban bantuan keuangan. “ Ssat ini kita sudah memasuki tahap pencalonan dan pencalonan ulang dan tanggal 14 Februari akan kita laksanakan penetapan bakal calon kepala desa menjadi calon kepala desa dan undian nomor urut serta tanda gambar dan penyampaian visi misi calon,” terang Toharno.
KAJEN – banjir yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Pekalongan mengundang keprihatinan bersama. berkaitan dengan hal itu dalam rangka memantau dan memastikan kondisi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang terdampak banjir Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE. MM melakukan kunjungan kerja ke beberapa tempat Banjir.
Fadia berpesan kepada seluruh jajaran RSUD Kesesi agar memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga masyarakat bahkan mampu bersaing dengan rumah sakit swasta dalam hal kualitas pelayanan. “ Saya pesan kepada Direktur dan jajaran RSUD Kesesi ini, sikap timgkah laku dan cara pelayanan harus seperti rumah sakit, bukan seperti Puskesmas lagi. Sehingga kita harus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Saya minta pelayanan yang terbaik dan juga fasilitas-fasilitas pun berikan yang terbaik,” pesannya.
Tak lupa Bupati Fadia mengapresiasi bantuan ambulan dari pasar modal Indonesia yang bermanfaat bagi masyarakat kabupater Pekalongan.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra Hj Hindun MH juga berharap RSUD Kesesi menjadi RSUD yang bisa memberi pelayanan terbaik di kabupaten Pekalongan. Hindun juga menyampaikan dengan support dari pihak pasar modal Indonesia berupa bantuan ambulans, masyarakat akan semakin terlayani di bidang kesehatan
“Kami DPRD senantiasa mendorong untuk kemaslahatan masyarakat dan kita mengapresiasi 3 program utama bupati/wakil bupati yaitu infastruktur, kesehatan dan pendidikan. Mudah-mudahan bisa dilanjutkan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Hindun
Sementara itu Direktur RSUD Kesesi dokter Ryan Ardanaputra dalam sambutannya mengungkapkan bahwa cikal bakal RSUD Kesesi adalah Puskesmas Kesesi I. Puskesmas Kesesi I merupakan Puskesmas rawat inap terbesar di kabupaten Pekalongan. Tahun 2018 dimulai perencanaan pembangunan Puskesmas Kesesi menjadi rintisan RSUD Kesesi. Kemudian tahun 2019 pembangunan gedung I selesai, disusul gedung II pada tahun 2020.
Direktur Pasar Modal Indonesia Urip Budi Prasetya berharap pula RSUD Kesesi dapat mendukung akses kesehatan masyarakat di kabupaten Pekalongan agar dapat menjadi lebih prima khususnya pada pandemi covid 19 saat ini.
“ Kami juga mendukung peran RSUD Kesesi melalui kegiatan CSR, dengan pemberian ambulans beserta perlengkapan penunjang dengan nilai bantuan sebesar 740 juta. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk mempercepat mobilisasi pasien dengan segala kebutuhan khususnya pasien covid 19,” ucap Urip.
Ditambahkan, secara garis besar kegiatan CSR bertujuan membantu pemerintah dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran covid 19 serta meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.
Hadir dalam acara Peresmian RSUD Kesesi kabupaten Pekalongan tahun 2022 dan penyerahan ambulans dari Pasar Modal Indonesia, antara lain Wakil bupati H Riswadi SH, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj Hindun MH beserta unsur Forkompimda (Dandim, Kapolres, Kepala kejari), perwakilan panitia HUT ke 44 Pasar Modal Indoneisa, Kepala eksekutif pengawas pasar modal (OJK) , Kepala kantor perwakilan jawa tengah Bursa efek Indonesia, sekda M Yulian Akbar beserta jajaran, para kepala OPD terkait, kepala BPJS kabupaten Pekalongan, para camat, para kepala desa se-kecamatan Kesesi, serta para tokoh masyarakat. (Dian-Kominfo)
Kamis, 10 Februari 2022
Acara tersebut diharapkan dapat menghimpun aspirasi masyarakat sebanyak-banyaknya, sebagai bahan pertimbangan pemkab untuk mengambil kebijakan yang akan dituangkan dalan draft awal penyusunan rancangan awal RKPD Tahun 2023.
Dimana hal tersebut juga ditegaskan oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, dalam sambutannya. ‘’Memang untuk rancangan awal tahun 2023 ini, saya dengan pak sekda dan seluruh kepala OPD lebih banyak ingin mendengarkan masukan dari masyarakat Kabupaten Pekalongan. Karena untuk membangun Kabupaten Pekalongan ini saya tidak bisa sendiri, tetapi harus bersama-sama untuk membuat Kabupaten Pekalongan menjadi hebat dan luar biasa itu yang selalu saya tanamkan.,’’ ungkapnya.
Bupati Fadia juga menjelaskan, bahwa arah dan kebijakan pemkab untuk tahun 2023 masih ingin tetap mempertahankan program prioritas pemkab. Yaitu kesehatan, pendidikan dan infrastruktur. Karena menurut Fadia, di dalam tiga program prioritas pembangunan tersebutlah yang banyak terdapat pekerjaan rumah bagi pemkab yang harus segera diselesaikan selama masa jabatannya, supaya masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa hidup dengan layak.
‘’Jadi di tahun 2023, pandangan kami akan tetap focus pada program kesehatan gratis yang cukup menggunakan KTP yang sudah berjalan sejak 1 Januari lalu, pendidikan gratis sampai tingkat SMA, pemberian bantuan kepada penunggu pasien tidak mampu di rumah sakit dan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan yang disini PR nya untuk jalan rusak dan jembatan tidak layak masih cukup banyak sekali,’’ tandasnya.
Dan dengan banyaknya pekerjaan rumah pada aspek infrastruktur tersebut yang Ia titik beratkan, pihaknya berusaha terus menaikan penganggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan. Karena menurut Bupati Fadia, bagaimana masyarakat bisa hidup dengan layak apabila akses jalan dan jembatan yang sangat esensial tidak memadai.
‘’Di tahun 2021 kemarin kita telah anggarkan 55,6 milyar, dan di tahun 2022 sebesar 138, 3 milyar. Dan saya berharap untuk tahun 2023 akan meningkat untuk penganggaran infrastruktur ya,’’ ungkapnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Sekda Kabupaten Pekalongan M.Yulian Akbar, S.Sos.,M.Si, juga menyampaikan bahwa forum konsultasi public yang digelar oleh pemkab Pekalongan merupakan wadah bagi masyarakat untuk bisa menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, sehingga kebijakan yang akan diambil untuk pembangunan 2023 bisa tepat sasaran, tepat guna dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat luas.
‘’Tujuan acara hari ini adalah menyampaikan arah kebijakan dan prioritas pembangunan Kabupaten Pekalongan tahun 2023. Jadi ini adalah media konsultasi yang tentu saya kita harapkan pada petemuan hari ini muncul masukan-masukan dari bapak/ibu terkait draft rancangan awal RKPD 2023,’’ jelas Sekda Yulian Akbar.
Sekda Yulian Akbar juga menuturkan untuk seluruh OPD, untuk tetap bisa menjaga komitmen bersama mewujudkan visi misi pembangunan di Kabupaten Pekalongan yaitu membangun masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sejahtera, adil, merata dan berbudaya gotong-royong.
Sehingga menurut Yulian, perangkat daerah harus bisa memenuhi target-target pembangunan dalam dinasnya masing-masing karena hal tersebut merupakan kewajiban yang harus dijalankan untuk menyokong suksesnya pembangunan di Kabupaten Pekalongan.
Selain itu Plt Kepala Bappeda Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, S.Sos.,M.Si, juga menuturkan bahwa acara konsultasi public merupakan acara yang diamanatkan oleh Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, yang merupakan kegiatan lanjutan setelah diadannya Musrembang.
Menurut Anis, untuk menyusun sebuah Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pekalongan 2023. Diperlukan adanya masukan dan saran dari para tokoh masyarakat, tokoh agama dan LSM. Sehingga RKPD Kabupaten Pekalongan yang akan segera disusun tersebut bisa menjadi produk yang dihasilkan secara bersama-sama, bukan hanya dari unsur pemerintah saja melainkan masyarakat juga berperan serta.
‘’Ini untuk menghimpun aspirasi dan harapan masyarakat dengan tujuan sasaran, program dan prioritas pembangunan daerah Kabupaten Pekalongan tahun 2023 bisa tepat sasaran,’’ ungkapnya. (Dian-Kominfo)
Kamis, 10 Februari 2022
Sekda Yulian Akbar memaparkan bahwa lahirnya inovasi laboratorium kemiskinan kabupaten Pekalongan berawal dari kondisi angka kemiskinan selama kurun waktu lima tahun terakhir yang cukup tinggi menyentuh angka 13 sampai 15 persen. Padahal saat itu pemerintah daerah memiliki banyak program baik dari pemerinah pusat provinsi maupun program daerah.
Muculnya inovasi laboratorium kemiskinan membawa angin segar bagi kemajuan inovasi di kabupaten Pekalongan. Pada tahunn 2020, kata Sekda, program ini diapresiasi oleh pemerintah pusat dan masuk sebagai salah satu 45 inovasi terbaik. ‘ Tahun 2021 program ini juga menelurkan ide-ide luar biasa. Ada gerakan KUDU SEKOLAH yang mana tahun 2021 aplikasi KUDU SEKOLAH ini masuk layanan inovasi terbaik tingkat nasional,” papar Yulian.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam perjalannya inovasi Laboratorium kemiskinan di masa pandemi ( tahun 2020) justru mampu membawa angka kemiskinan ke single sigit. “ Di tahun 2020 kita di angka 9, 71 kemudian tahun 2021 naik di angka 10,19. Namun kenaikan ini relatif masih rendah,” jelas Yulian
Adapun sudut pandang kemiskinan yang dijadikan tolak ukur, Yulian mengatakan pihaknya memandang kemiskinan tidak berbasis sosial, melainkan dari sudut pandang geografis sesuai karakteristik wilayah kabupaten Pekalongan, yakni kemiskinan pesisir, kemiskinan pegunungan dan perkotaan.
‘Kami berharap dari pertemuan ini kami juga bisa belajar dari kawan-kawan Sulawesi Selatan. Kami inign belajar bagaimana pengembangan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi selatan. Seperti apa Sulawesi selatan melakukan inovasi-inovasinya,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Sulawesi Selatan, Hj Andi Mirna SH pada kunjungan ini menyampaikan ucapan terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada pihaknya untuk belajar bagaimana mereplikasi inovasi laboratorium kemiskinan.
“ Karena di masa pandemic walaupun di Sulawesi selatan, aspek investasi atau sejenisnya tidak begitu berkurang, tapi ada juga beberapa yang dirasakan masyarakat dampak dari pandemi ini. Jadi dengan adanya inovasi laboratorium kemiskinan yang akan kita replikasi nanti, walau kita ada peningkatan kemiskinan yang tidak signifikan, mudah-mudahan kita bisa contoh bagaimana menurunkan angka kemiskinan yang ada di Sulawesi Selatan, “ harap Mirna. (Dian-Kominfo)
Kamis, 10 Februari 2022
Kunjungan Wakil Ketua MPR RI tersebut disambut baik oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, dan Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., pada siang ini (8/2) di Pendopo Kabupaten Pekalongan.
Dalam kunjungannya itu, Zulkifli Hasan mengatakan bahwa Ia sangat senang sekali bisa hadir di Kabupaten Pekalongan dan bertemu dengan bupati dan wakil bupati Pekalongan. Karena menurutnya, rangkaian safarinya di Jawa Tengah tersebut bertujuan untuk memberikan semangat dan dukungan kepada para pemimpin daerah untuk tetap bisa mewujudkan cita-cita terlaksananya sebuah pemerintahan, yaitu kesejahteraan rakyat di tengah pandemi Covid-19.
Karena di tengah pandemi Covid-19 ini, lanjut Zulkifli Hasan, tidak mudah menjalankan roda pemerintahan.Banyak hal yang harus di perhatikan dan diseimbangkan, antara berbagai aspek. Mulai dari ekonomi, kesehatan, social dan pendidikan.
‘’Kami tahu betul bahwa di masa ini, kita semua mengalami kesulitan. Namun, saya yakin bupati dan wakil bupati Pekalongan mampu menghadapi semua ini. Jadi tetap semangat dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat, sehingga Kabupaten Pekalongan bisa lebih maju lagi,’’ kata Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.
Sehingga Zulkifli Hasan berpesan kepada bupati dan wakil bupati Pekalongan, untuk senantiasa tetap menjaga komitmen atau visi misi awal dalam membangun Kabupaten Pekalongan. ‘’Kami ucapkan terima kasih kepada bupati dan wakil bupati Pekalongan yang telah menyambut baik kedatangan kami serombongan. Semoga bapak dan ibu bisa diberi kesehatan selalu untuk bisa memimpin di Kabupaten Pekalongan yang banyak tantangannya ini,’’ ucapnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyampaikan terima kasih kepada Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan rombongan yang mau melakukan kunjungan dalam kegiatan safarinya ke Kabupaten Pekalongan.
Menurut Bupati Fadia, dengan adanya kunjungan tersebut, diharapkan Kabupaten Pekalongan bisa lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah pusat. Sehingga setiap potensi yang ada di Kabupaten Pekalongan bisa terus berkembang pesat.
‘’Ini adalah kehormatan bagi kami, keluarga besar Kabupaten Pekalongan bapak Wakil Ketua MPR RI bisa hadir beserta rombongan kesini. Dan mudah-mudahan juga bisa membawa manfaat bagi Kabupaten Pekalongan,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. (Dian-Kominfo)
Selasa, 8 Februari 2022
Budi menjelaskan 365 orang diantaranya mengungsi di SD Purwodadi 16 orang, MI Purwodadi 18 orang, Masjid Nurul Yaqin Purwodadi 23 orang, Lokatek Siwalan 75 orang, Kantor Sukun Tirto 82 orang, Musala Al Ikhwan Pacar Tirto 68 orang, Masjid Nurul Hasan Pacar Tirto 83 orang.
Sementara itu lokasi yang terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan terjadi di 17 titik lokasi.
1. Desa Purwodadi Kec. Sragi terdampak 300 rumah, 300 KK, 1500 jiwa.
2. Desa Gebangkerep Kec. Sragi terdampak 372 Rumah, 372 KK, 1588 jiwa.
3. Desa Bulakpelem Kec. Sragi terdampak 150 rumah, 150 KK, 626 jiwa.
4. Desa Pacar Kec. Tirto terdampak 227 rmh, 318 KK, 954 jiwa.
5. Desa Pandanarum Kec. Tirto terdampak 15 Rumah, 20 KK, 55 jiwa.
6. Desa Samborejo Kec. Tirto terdampak 60 rumah, 70 KK, 210 jiwa.
7. Desa Karangjompo Kec. Tirto terdampak 420 rumah, 420 KK, 1900 jiwa.
8. Desa Tegaldowo Kec. Tirto terdampak 215 Rumah, 265 KK, 1105 jiwa.
9. Desa Tanjung Kec. Tirto terdampak 20 Rumah, 25 KK, 125 jiwa.
10. Desa Jeruksari kec. Tirto terdampak 1262 rumah, 1654 KK, 5003 jiwa.
11. Desa Mejasem Kec Siwalan terdampak 530 rmh, 530 KK, 1590 jiwa.
12. Desa Wonosari Kec. Siwalan terdampak 52 rumah, 77 KK, 243 jiwa.
13. Desa Tengengwetan Kec. Siwalan terdampak 549 rmh, 644 KK, 2009 jiwa.
14. Desa Pait Kec. Siwalan terdampak 85 rumah, 85 KK, 258 jiwa.
15. Desa Depok Kec. Siwalan terdampak 121 Rumah, 136 KK, 367 jiwa.
16. Desa Blacanan kec. Siwalan, terdampak 30 rmh, 40 KK, 100 jiwa
17. Desa Yosorejo kec siwalan terdampak 20 rmh, 3p KK, 40 jiwa.
Ketinggian air berfariatif mulai dari 20 cm hingga 90 cm, hingga menyebabkan kerusakan pada jembatan glotak Desa Blimbing Wuluh Kecamatan Siwalan terputus.
BPBD terus melakukan upaya penanganan dengan berkoordinasi dengan instansi terkait yakni TNI, POLRI, DPU, kecamatan, desa, dan relawan untuk asesment lokasi banjir, dan menyiapkan tim evakuasi di lokasi banjir, serta memberikan bantuan logistik ke masyarakat terdampak dan untuk dapur umum di desa. (Dian-Kominfo)
Selasa, 8 Februari 2022
Toharno menekankan bahwa pada puncak tanggal 23 Februari nanti, tim pengendali, tim teknis panwascam, camat serta P2KD harus bisa menjaga situasi yang kondusif agar jalannya pemungutan suara bisa berjalan dengan lancar aman dan sukses. (Dian-Kominfo)
Selasa, 8 Februari 2022
Didampingi Sekda Kabupaten Pekalongan M.Yulian Akbar, S.Sos.,M.Si., Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo, A.P., dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Rachmawati, S.IP., MM, tinjau langsung lokasi banjir di Desa Pait, Kecamatan Siwalan, pada sore ini, Senin (7/2/2022).
Seperti diketahui, hujan yang mengguyur kota santri dari Minggu malam sampai Senin pagi itu membuat sejumlah kecamatan terendam banjir, seperti di Siwalan, Tirto dan Sragi.
Dan kondisi wilayah yang cukup parah terdampak adalah di Kecamatan Siwalan diantaranya Desa Pait dimana banjir merendam rumah-rumah warga dengan ketinggian kurang lebih 1 hingga 1,5 meter.
Dalam tinjauannya itu, Bupati Fadia juga turun langsung ke lokasi untuk membujuk beberapa warganya yang belum mau dievakuasi ke lokasi pengungsian. Pada saat tinjuan tersebut Bupati juga membujuk salah satu warga yang memiliki sakit stroke untuk mau dievakuasi.
Menurut Fadia, semua warga harus dipastikan dievakuasi semua tanpa terkecuali.
‘’Alhamdulilah tadi sudah kita sudah mendatangi beberapa warga yang belum mau dievakuasi ke rumahnya, dan akhirnya setelah kita datang mereka mau ikut untuk dievakuasi,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arfiq.
Fadia juga menyampaikan, untuk langkah terdekat yang akan segera Ia lakukan bersama BPBD Kabupaten Pekalongan dan Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan adalah menyiapkan semua keperluan yang dibutuhkan pengungsi di lokasi pengungsian. Karena menurutnya, keselamatan warga adalah prioritas utamanya.
Adapun untuk langkah selanjutnya, diungkapkan Fadia bahwa Ia akan segera melakukan koordinasi dengan Pemprov Jateng untuk mencari solusi supaya kedepan tidak terjadi banjir kembali. Karena menurut Fadia, banjir akibat limpasan air sungai Sragi ini , merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sehingga koordinasi merupakan esensi utama yang harus pihaknya lakukan segera.
‘’Seharusnya ini hal yang harus segera dilakukan pembuatan tanggul. Untuk itu kita harus segera melaporkan hal ini kepada pak gubernur. Karena ini merupakan kewenangan pemerintah provinsi,’’ jelas Bupati Fadia.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Fadia juga berpesan kepada seluruh warga yang terdampak banjir untuk selalu waspada dan menjaga kesehatan di tengah musibah banjir yang menimpa mereka. Dan jangan sungkan untuk segera melapor kepada petugas di lokasi pengungsian apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
‘’Saya berharap bapak/ibu bisa tetap menjaga kesehatan dan keselamatan. Jangan sungkan memberitahu petugas apabila ada keluhan,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Selasa, 8 Februari 2022
Acara penyerahan SK pengangkatan, penandatanganan perjanjian kerja dan pengambilan sumpah /janji PPPK Non Guru tahun 2021 Pemerintah Kabupaten Pekalongan ini diselenggarakan di aula lantai II kantor Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan dihadiri oleh Sekretaris Dinas kesehatan, para pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tenaga kesehatan serta rohaniawan yang ditunjuk dari Kemenag Kabupaten Pekalongan.
Kepala BKPSDM Kabupaten Pekalongan Wiryo Santoso S.IP MH mewakili Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM bertindak melakukan pengambilan sumpah/janji para pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.
Usai penyerahan SK pengangkatan PPPK yang dilanjutkan penandatangan dan pengambilan sumpah janji, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM dalam sambutan yang dibacakan Kepala BKPSDM Wiryo Santoso S.IP.,MH berharap kehadiran tenaga PPPK yang baru saja dilantik menjadi bagian keluarga besar ASN di Pemkab Pekalongan akan semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terutama di sector kesehatan, utamanya ditengah-tengah situasi pandemic covid yang belum berakhir ini.
“ Disamping itu saya mengajak ASN yang baru saja diambil sumpah/ janji tersebut untuk berkomitmen memegang teguh sumpah janji yang telah saudara ucapkan dan siap melaksanakan pengabdian kepada bangsa dan masyarakat khususnya kabupaten Pekalongan. Harus kita sadari kebutuhan pelayanan masyarakat senantiasa dinamis. Oleh karena itu saudara/saudari dituntut untuk adaptif terutama di tengah situasi pandemic covid sekarang ini. Situasi pandemic covid jangan dijadikan penghalang atau menurunkan kualitas pelayanan tapi hendaknya justru menjadi pemicu lahirnya gagasan dan inovasi-inovasi baru,” pesannya
Selain itui Fadia juga mengajak terutama tenaga PPPK yang baru saja dilantik untuk dapat menjalankan nilai-nilai dasar ASN yang baik yaitu ASN yang berakhlak, ‘ ASN bangga melayani bangsa’. “ Saya mengingatkan kembali bahwa nilai-nilai dasar ASN berakhlak agar dipedomani dan diamalkan dengan sebaik baiknya. Sekali lagi sy ucapkan selamat bekerja dengan sebaik baiknya, kuasai tugas pokok dan fungsi masing-masing karena masyarakat menunggu kerja, kerja, kerja saudara,” tegasnya.
“ Pada kesempatan ini kami serahkan 9 orang dari formasi non guru. Sebagaimana diketahui bersama, tahun 2021 pemerintah membuka kesempatan penerimaan pegawai, baik CPNS , PPPK kesehatan maupun PPPK guru. Untuk kabupaten Pekalongan, saat itu kita menerima alokasi formasi sebanyak 1726 yang terdiri dari 1561 tenaga guru, 20 tenaga kesehatan dan 145 CPNS,” lanjutnya.
Disampaikan, dari serangkaian proses mulai seleksi administrasi, pemberkasan dan usulan penetapan NIP pada saat ini yang telah terselesaikan adalah pengangkatan PPPK tenaga kesehatan. Adapun yang lain masih proses dalam rangkaian usulan.
Sementara itu Kepala BKPSDM Wiryo Santoso S.IP MH menambahkan poin penting terkait ASN berorientasi pada pelayanan. Wiryo menjelaskan bahwa ASN harus memahami dan mengerti kebutuhan masyarakat. Ramah,cekatan dan dapat diandalkan. Melakukan perbaikan tiada henti, akuntabel, melaksanakan tugas dengan bertanggungjawab dan berintegritas tinggi, menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertnggungjawab efektif dan efisien serta tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan. “ Dan yang penting pada situasi seperti sekarang ini ASN dituntut untuk adaptif. Cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan, terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas,” pungkas Wiryo.(Dian-Kominfo)
Senin, 31 Januari 2022