KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM melakukan kunjungan kerja sekaligus survei lokasi proyek rehabilitasi pembangunan Pasar Wiradesa, selasa (31/08) siang. Dalam kunjungannya, Bupati didampingi para kepala OPD terkait, Kapolsek Wiradesa AKP Aris Suharsono,SH, Kepala UPT Pasar Wiradesa Trisnanto serta Proyek Manager PT PP Urban ( pengembang pasar ) Bapak Mara.
Dijelaskan Bupati, pembangunan Pasar Wiradesa ada 28 rumah warga yang harus dibebaskan. Untuk itu Bu pihaknya akan menyikapi dengan cepat, dengan melakukan pendekatan kepada pemilik rumah.
“ Kita akan sikapi dengan cepat. Kita akan mengadakan pendekatan dan pembebasan lahannya,” ungkap Bupati Fadia disela-sela tinjauanya di lokasi pembangunan Pasar Wiradesa.
Bupati Fadia juga menyampaikan pembangunan pasar Wiradesa direncanakan selesai pada bulan November 2021 mendatang.
“ Kita segera persiapan pembangunan blok C dan juga persiapan perpindahan, pengecekan berapa kios yang tersedia, berapa banyak pedagang lama yang harus kita prioritaskan dan juga pembebasan lahan,”lanjutnya.
Selanjutnya Bupati berharap para pedagang segera bisa berjualan di pasar Wiradesa. Apalagi lokasi pasar milik Kabupaten Pekalongan ini berada di titik keramaian pantura, Pasar Wiradesa diharapkan terlihat rapi, indah dan bersih.
Sementara itu Proyek Manager PT PP Urban ( pengembang pasar ), Bapak Mara, dalam kesempatan itu memaparkan bahwa proyek rehabilitasi pembangunan pasar Wiradesa dilaksanakan oleh kontraktor PT PP Urban dengan nilai kontrak fisik Rp. 72.712.701.000,-. Adapun untuk pelaksanaan dimulai dari tanggal 22 Oktober 2020 sampai dengan 16 September 2021 selama 330 hari dan diperpanjang sampai bulan November 2021 dengan masa perawatan selama 365 hari. Untuk proses pembangunan pasar, sampai saat ini sudah mencapai 66 persen. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 31 Agustus 2021
KAJEN – Menyikapi pandemi Covid-19 yang belum juga mereda, dan dakwah yang harus tetap dijalankan. Kemenag dan Baznas Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan acara Rapat Koordinasi Bersama Perwakilan Da’i Se-Kabupaten Pekalongan dengan mengangkat tema ‘’Efektivitas Dakwah di Era Pandemi’’pada siang ini, Kamis (26/8/2021) yang dilaksanakan di Aula Kemenag Kabupaten Pekalongan.
KAJEN – “Terwujudnya masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera, Adil, Merata (Setara) dan Berbudaya Gotong Royong”, merupakan visi yang ingin dicapai dalam pemerintahan Kab. Pekalongan dibawah kepemimpinan Fadia Arafiq, SE. M.M dan Riswadi, S.H, Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut, Bupati mengeluarkan surat edaran Nomor 510/03272 Tahun 2021, Tentang Himbauan Penggunaan/Pembelian Produk-Produk Usaha Mikro Kecil di Kab. Pekalongan.
KAJEN – Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-399 yang jatuh tepat pada hari ini, Rabu 25 Agustus 2021 ditutup dengan Rapat Paripurna Istimewa Peringatan Hari Jadi Kab. Pekalongan ke-399 yang digelar di Gedung DPRD Kab. Pekalongan yang diantaranya mengagendakan mendengarkan sambutan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq dalam rangka peringatan Hari Jadi Kab. Pekalongan.
KAJEN - Memperingati Hari Jadi ke – 399 tepatnya pada 25 Agustus 2021, Jajaran pemkab Pekalongan menggelar Apel Hari Jadi ke-399 Kabupaten Pekalongan. Para peserta Apel mengenakan kostum kebaya dan beskap. Apel Hari Jadi ke-399 Kabupaten Pekalongan yang diselenggarakan di halaman Pendopo Bupati tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM dan dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH,Pj Sekda Drs Budi Santoso.,M.Si serta tamu lainnya.
Tampak hadir dalam acara peresmian pembukaan tol Bojong tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj Hindun, MH., Kajari Kabupaten Pekalongan Abun Hasbullah Syambas, Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, Direktur PT. Pemalang Batang Toll Road Supriyono, Direktur Waskita Toll Road Septian Andri Purwanto, PJ. Sekda Budi Santosa, dan para kepala OPD.
Dalam sambutanya, Fadia megatakan bahwa pembukaan gerbang exit toll Bojong merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan. Karena menurutnya, dengan dibukanya exit toll Bojong ini menjadi awal dimana pertumbuhan ekonomi akan segera dimulai.
‘’Saya yakin dengan dibukanya exit tol Bojong ini yang aksesnya langsung ke Kabupaten Pekalongan bisa meingkatkan nilai perekonomian di Kabupaten Pekalongan,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Fadia mengatakan, apabila ekonomi dapat berjalan, maka wisatanya juga akan berjalan. Karena Kabupaten Pekalongan sendiri memiliki aset-aset wisata yang luar biasa dan juga kerajinan-kerajinan serta UMKM yang juga sangat luar biasa.
Oleh karena itu, Ia menuturkan bahwa pihaknya beserta DPRD Kabupaten Pekalongan akan membahas lebih lanjut tentang rencana pembuatan sentra pusat oleh-oleh khas Kabupaten Pekalongan untuk menjadi nilai tambah destinasi para wisatawan untuk kedepannya.
‘’Dengan adanya exit tol yang keluar langsung di Kabupaten Pekalongan ini UMKM saya yakin akan meningkat penjualannya dan juga apalagi kita akan pikirkan untuk membuat pusat oleh-oleh,’’ ungkapnya.
Selain itu, dalam sambutanya tersebut, Fadia juga berpesan kepada seluruh pihak untuk membantu pengawasan pembangunan jalan layang yang akan segera direalisasikan untuk mempermudah akses jalan masyarakat dan menghindari terjadinya kecelakaan.
‘’Pembangunan jalan layang yang terhubung langsung ke Kabupaten Pekalongan ini akan segera kami realisasikan dengan bekerjasama dengan Pemkot Pekalongan,’’ tutur Fadia.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Direktur PT. Pemalang Batang Toll Road Supriyono mengatakan bahwa exit tol Bojong ini merupakan bagian dari ruas tol Pemalang-Batang Toll Road yang membentang dari Pemalang Km 307 sampai dengan Batang Km 436 sepanjang 39,2 Km. Yang terdiri dari 15 Km di Kabupaten Pemalang, 18 Km di Kabupaten Pekalongan, 6,2 Km di Kabupaten Batang dan untuk Kota Pekalongan hanya kebagian exit Setono sepanjang 3 Km.
‘’Perlu diketahui mengapa exit tol Bojong ini operasionalnya terlambat dibanding dengan ruas utamanya, karena pada saat mulai sebenarnya exit tol ini tidak ada dalam perencanaan. Jadi, perencanaan yang awal adalah exitnya di Sragi, atas permintaan bapak bupati terdahulu diminta ada exit ke arah Selatan, maka dibangunlah exit tol Bojong ini,’’ ungkap Direkur PBTR Supriyono.
Pada acara tersebut, Direktur Waskita Toll Road Septian Andri Purwanto juga turut meberikan sambutannya. Septian menuturkan bahwa Ia sangat mengapresiasi kerjasama yang telah dilakukan oleh Pemkab Pekalongan dan para steakholder yang telah sukses mewujudkan pembangunan exit toll Bojong yang secara resmi telah dibuka hari ini.
Septian juga berharap dengan telah dibukanya exit toll Bojong ini dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan secara luas. Sehingga makna dari pembangunan infrastruktur dapat terwujud.
‘’Dan keberhasilan pembangunan infrastruktur sejatinya tidak hanya dari unsur komersial saja, tetapi yang lebih penting adalah tentang bagaimana bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Sehingga kami sangat berharap agar aset yang sudah dibangun ini bisa memberikan manfaat bagi pembangunan warga Kabupaten Pekalongan,’’ ungkap Direktur Waskita Toll Road Septian Andri Purwanto. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 27 Agustus 2021
Hal itu dikatakan Fadia, saat menghadiri pelantikan Pengurus Askab PSSI Pekalongan periode 2021-2025 yang dilantik langsung oleh perwakilan dari Asprov PSSI Jawa Tengah Dwi Purwanto.
Dalam kegiatan yang berlangsung di aula setda lantai 1, disaksikan langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dan Wakil Bupati Riswadi, Ketua DPRD Hindun dan perwakilan dari Forkopimda, Kamis (26/8/2021) sore.
Bupati Fadia menambahkan, selain itu, dari puluhan pengurus Askab PSSI Pekalongan yang dilantik, sembilan di antaranya merupakan anggota dewan. Dan juga dibantu para praktisi olahraga dan para orang-orang pintar lain yang berkomitmen memajukan sepakbola.
“saya menyambut gembira dengan dilantiknya PSSI Kabupaten Pekalongan. Dan saya berharap ke depan prestasi sepakbola di Kabupaten Pekalongan akan semakin bagus dari sebelumnya,” paparnya
Sementara, Ketua Askab PSSI Pekalongan Candra Saputra menjelaskan, di era kepemimpinannya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membagkitkan kejayaan sepak bola di Kabupaten Pekalongan.
“sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga bergengsi dan diminati masyarakat. Dengan adanya komponen masyarakat yang tergabung dalam pegurus PSSI Kabupaten Pekalongan sepakbola di kota santri akan semakin maju,” katanya.
Candra menambahkan, dalam pembinaan sepakbola, membutuhkan anggaran yang cukup besar, sehingga perlu adanya peran pemerintah daerah utamanya dalam penganggaran.
“menjalankan program kerjanya butuh dukungan dari pemerintah setempat, dalam hal ini Pemkab Pekalongan. Untuk itu kami minta kepada pemerintah daerah untuk mensupport olahraga khususnya cabang sepakbola,” pintanya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilaunching pemain pemain persekap yang nantinya akan berlaga di liga 3. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 27 Agustus 2021
Acara rapat koordinasi tersebut diikuti oleh perwakilan Da’i dari tiga ormas yaitu Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan Rifaiyah, dan juga dihadiri secara langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan H. Kasiman Mahmud Deski, dan juga ketua panitia acara dari Baznas yaitu H. Machrus.
Dalam acara tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan dalam sambutannya, bahwa Ia sangat mengapresiasi Kemenag dan Baznas yang telah menyelenggarakan acara rapat koordinasi tersebut dengan sangat rapih dan detail. Mengingat di masa pandemi saat ini, masyarakat memang perlu menerima siraman rohani untuk tetap tegar dalam menghadapi pandemi.
Fadia menambahkan, memang saat ini kegiatan keagamaan seperti pengajian dan majelis taqlim belum bisa dilaksanakan secara tatap muka. Namun, Ia berharap para Da’i dapat berinovasi dan berkreasi supaya masyarakat bisa tetap mendapatkan dakwah tanpa perlu bertemu secara langsung untuk mencegah kerumunan.
‘’Saya berharap para pendakwah bisa tetap berjuang untuk melakukan dakwah kepada masyarakat tanpa bertemu secara langsung dan tetap memperhatikan efektivitas dakwahnya. Utamanya adalah mengedukasi masyarakat yang secara moral saat ini masih terpuruk dengan adanya pandemi,’’ ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Selain itu, Fadia juga berpesan kepada para Da’i untuk bisa memasukan beberapa pointer-pointer penting dalam dakwahnya untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan supaya pandemi segera usai dan Kabupaten Pekalongan bisa segera zero Covid-19, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan seperti sedia kala termasuk kegiatan keagamaan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan H. Kasiman Mahmud Desky juga mengatakan dalam sambutannya, bahwa tujuan dilaksanakannya acara Rapat Koordinasi Bersama Perwakilan Da’i tersebut adalah untuk meningkatkan inovasi para Da’i – da’i di Kabupaten Pekalongan sehingga dakwahnya lebih efektif di masa pandemi saat ini.
Kasiman mengatakan, bahwa inovasi yang bisa dilakukan oleh para da’i adalah dengan membuat konten-konten dakwah di media sosial yang juga dapat diunggah melalui platform youtube, sehingga masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa tetap mendapatkan dakwah tanpa harus bertemu dan berkerumun .
‘’ Untuk pendakwah yang ada di kampung-kampung. Kami kan ada penyuluh honorer yang tiap kecamatan itu ada delapan orang. Dan mereka rata-rata sudah mempunyai konten begitu.
Cuma kendalanya adalah masyarakat,’’ ujar Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan H. Kasiman Mahmud Desky.
Sementara itu, ketua panitia acara Rapat Koordinasi bersama Perwakilan Da’i H. Machrus yang merupakan perwakilan dari Baznas Kabupaten Pekalongan menyampaikan bahwa acara Rapat Koordinasi bersama Perwakilan Da’i se-Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu agenda di Bulan Agustus 2021 yang dirancang oleh Baznas dalam rangka menjamin para Da’i untuk tetap menjada efektivitas dakwah di masa pandemi Covid-19.
Dikatakan Machrus, bahwa sebelumnya pihaknya telah menyelenggarakan dua acara yaitu santunan anak yatim dan acara penyaluran bantuan sembako. Untuk itu, Machrus berharap, dengan semua agenda yang telah dilaksankan tersebut Baznas bisa tetap menyelenggarakan kegiatan yang lebih bermanfaat lagi kedepannya untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan dengan bersinergi bersama pemkab dan kemenag.
‘’Kegiatan Rapat Koordinasi Da’i Se-Kabupaten Pekalongan yang dilaksanakan pada hari ini dengan tema ‘’Efektivitas Da’i Di Era Pandemi’’ Da’i perwakilan dari beberapa ormas antara lain dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan juga Rifaiyah,’’ jelas H. Machrus. (Dian-Kominfo)
Kamis, 26 Agustus 2021
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM menyerahkan 5 sertifikat secara simbolis kepada para penerima sertifikat tanah untuk rakyat program PTSL tahun2021 dengan disaksikan Asisten pemerintahan Totok Budi Mulyanto, Asisten II ,kabag Tapem, kepala kantor Pertanahan, para kepala dinas terkait, Camat beserta Muspika Kajen, kepala desa Kutorojo serta beberapa perwakilan lurah di aula Balai Desa Kutorojo.
Diungkapkan Bupati Fadia, penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat program PTSL dimaksudkan supaya kepemilikan tanah lebih jelas .“ Kita menyentuh masyarakat yang benar-benar tidak mampu untuk membuat sertifikat tanpa biaya kecuali mungkin hanya biaya patok, materai, itupun tidak lebih dari 150 ribu,” terang Fadia.
Fadia menambahkan, hal tersebut merupakan salah satu wujud perhatian Pemkab kepada warga kurang mampu agar bisa memiliki sertifikat tanah.
‘Saya ucapkan selamat kepada yang menerima bantuan. Tolong sertifikatnya dijaga dengan baik. Dan mudah-mudahan yang belum mendapat sertifikat, segera mendapatkannya,” ujarnya.
Sementara itu Kepala BPN Kabupaten Pekalongan, Abdul Ghofur ST.,M.Si dalam laporannya mengatakan Kegiatan PTSL di desa Kutorojo kecamatan Kajen merupakan kelanjutan dari PTSL tahun 2020.
“Pada kesempatan ini akan diserahkan 252 setifikat hak atas tanah sehingga sampai saat ini total sertifikat yang ada di desa Kutorojo sudah terbit sebanyak 1309 sertifikat. Yang masih tersisa tinggal 106 bidang,” jelasnya.
Tak lupa Abdul Ghofur menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemkab yang telah membantu pihaknya dan masyarakat dalam pelaksanaan PTSL sehingga program PTSL dapat berjalan lancar. Dan ia berharap sinergi seperti itu terus berlanjut sampai waktu yang akan datang.
Selanjutnya Kepala Desa Kutorojo, Dulajat, atas nama warga Kutorojo mengucapkan terimakasih kepada Bupati yang telah berkenan hadir. Dulajat menyampaikan Desa Kutorojo terdiri 4 pedusunan yang memiliki banyak potensi wisata serta perkebunan dan wilayah dusunnya berjauhan sehingga masyarakat selalu mengharapkan adanya jalan.(Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 26 Agustus 2021
Acara Penyerahan secara simbolis dan peletakan batu pertama oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM kepada para penerima bantuan DAK Perumahan dilangsungkan di Kelurahan Mayangan Kecamatan Wiradesa pada Kamis (26/08) siang dan dihadiri oleh Wakil ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Sumar Rosul, para Asisten Bupati, kepala OPD terkait ,Plt Asisten perekonomian, para camat yang hadir dan perwakilan Muspika Wiradesa serta Pimpinan Bank Jateng Kajen. Peletakan batu pertama salah satu warga yang mendapat DAK tahun 2021 yaitu rumah Ibu Romiti rt.015/rw.005 Kelurahan Mayangan kecamatan Wiradesa
Dalam sambutannya Bupati Fadia mengungkapkan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud sodaqoh Pemkab kepada masyarakat. Untuk itu kepada para Kepala Dinas terkait, para Camat serta Lurah yang hadir, Fadia berpesan untuk selalu memberikan bantuan (bersodaqoh) kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan
‘Dengan ki ta bisa membantu masyarakat, kita mau capek,mau ngurusin, ngecek satu persatu, follow up ke Bappeda dan Bupati, itu adalah sodaqoh yang luar biasa untuk masyarakat Kabupaetn Pekalongan, “ujar Fadia
Dan kepada para penerima bantuan, Fadia berharap bantuan yang diterima bisa dimanfaatkan dengan baik. Ditambahkan pula alangkah baiknya apabila para tokoh masyarakat juga bergotong royong memberikan bantuan.
‘Mudah-mudahan rumah yang tidak layak huni menjadi layak huni sehingga mengurangi tingkat kemiskinan di kabupaten Pekalongan, “ ucapnya
Sementara itu Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Pekalongan, Ir. Trinanto Agus Maryono M.Si dalam laporannya menyampaikan acara penyerahan secara simbolis dan peletakan batu pertama oleh Bupati kepada penerima bantuan DAK Perumahan sebagai tanda dimulainya pelaksanaan fisik tahap ketiga yaitu rehabilitasi dan peningkatan RTLH menjadi RLH.
Menurut Trinanto, bantuan DAK bidang perumahan adalah fasilitasi pemerintah berupa bantuan stimulan untuk pembangunan peningkatan kualitas rumah masyarakat berpenghasilan rendah yang ada di kawasan pemukiman kumuh
‘Yang hari ini akan kita mulai peletakan batu pertama untuk tahap ketiga, total DAK sebanyak 136 unit dengan nominal Rp. 20 juta per unit,” Jelas Trinanto
Ditambahkan pula , pelaksanaan dibagi menjadi 3 tahap. Adapun perwakilan penerima DAK dari 6 kelurahan dari kecamatan Wonokerto, Wiradesa dan Buaran.
Slamet Darmaji selaku Lurah Mayangan menyampaikan bahwa Kelurahan Mayangan tahun ini mendapatkan bantuan perumahan DAK sebanyak 27 unit yang pekerjaannya dilaksanakan dalam 3 tahap.
“Saya berharap untuk tahun depan kelurahan Mayangan mendapat bantuan lagi karena masih tersisa 45 unit yang telah diusulkan ke dinas Perkim LH, “ ucap Slamet. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 26 Agustus 2021
Gerakan “NJAJAN NJO” yang digagas oleh Pemkab. Pekalongan selaras pula dengan salah satu misi Fadia – Riswadi yaitu menumbuhkembangkan UMKM sebagai basis perekonomian rakyat, disamping tindaklanjut dari Gerakan “Pekan Jajan” yang dikampanyekan oleh Pemprov. Jawa Tengah sebagai upaya membangkitkan ekonomi masyarakat khususnya UMK ditengah Pandemi Covid 19.
Gerakan NJAJAN NJO utamanya ditujukan kepada seluruh ASN di Lingkungan kantor/instansi/ lembaga pemerintah di Kab. Pekalongan dan pegawai di lingkungan BUMN/BUMD, maupun perusahaan swasta di Kab. Pekalongan. Melalui edaran tersebut Fadia menghimbau kepada seluruh unsur ASN dan Lembaga tersebut diatas agar mendukung Gerakan NJAJAN NJO, khususnya dalam hal pembelian produk kuliner milik UMK, baik untuk konsumsi pribadi/keluarga juga dalam rangka kegiatan rapat, sosialisasi, pelatihan dan sejenisnya.
Fadia juga menghimbau agar setelah membeli hasil produksi/ olahan, kuliner UMK dapat memposting kegiatan tersebut di media sosial seperti WhatsApp, Instagram,Facebook dan Twitter sebagai bentuk promosi dan kampanye Gerakan NJAJAN NJO di kab. Pekalongan, serta memanfaatkan fitur aplikasi GoShop dan GoFood sebagai salah satu media pembelian produk-produk UMK di Kab. Pekalongan. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 26 Agustus 2021
Hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Wakil Bupati Pekalongan, Para Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Pekalongan beserta Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama, unsur Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Pj. Sekretaris Daerah, dan tamu instansi terkait.
Mengawali sambutannya, Fadia mengajak seluruh komponen penyelenggara Pemerintahan dan masyarakat agar menjadikan peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke- 399 ini sebagai momentum untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri serta memantapkan kebersamaan dalam menyelenggarakan pemerintahan, pelayanan masyarakat dan pembangunan di Kabupaten Pekalongan. “Dengan kebersamaan, kerja keras, kekompakan dan partisipasi seluruh komponen masyarakat, InsyaAllah berbagai hambatan dan kendala yang terjadi dalam proses membangun Kabupaten Pekalongan dapat kita atasi bersama,” tegasnya.
Diungkapkan Fadia, pembangunan yang dilaksanakan Pemkab Pekalongan merupakan hasil dari proses pembangunan yang berkesinambungan dan hasil integrasi peran antara pemerintah (birokrasi), DPRD, sektor swasta dan masyarakat, oleh karena itu Bupati pada kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih kepada para Pimpinan Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan terdahulu, seluruh anggota legislatif, jajaran Aparatur Sipil Negara / Para Birokrat, seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, swasta serta seluruh instansi vertikal yang berada di wilayah Kabupaten Pekalongan, yang telah bekerja keras untuk kemajuan Kabupaten Pekalongan, sehingga Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan di Kabupaten Pekalongan memperoleh apresiasi dan penghargaan, diantaranya mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh BPK RI selama 5 kali berturut-turut sejak tahun 2016 hingga tahun 2021, Program Kudu Sekolah masuk Top 45 KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik), Penghargaan Kota Layak Anak Tingkat Madya dari Presiden RI tahun 2021 dan lain sebagainya
Fadia menegaskan bahwa berbagai penghagaan tersebut memberikan konsekuensi dan tanggung jawab yang lebih besar bagi dirinya dan jajarannya, untuk senantiasa meningkatkan kinerja, kebersamaan, kekompakan dan sinergitas di semua penyelenggara pemerintahan, masyarakat dan swasta. Namun disamping berbagai keberhasilan dan capaian yang telah diraih, masih banyak “pekerjaan rumah” yang harus diselesaikan bersama, yang meliputi permasalahan - permasalahan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Kondisi tersebut diakui Fadia telah memacu dan memotivasinya beserta Bapak Riswadi, SH yang belum genap seratus hari mendapatkan amanah dan mandat rakyat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, untuk lebih bekerja nyata dengan memberdayakan semua potensi yang ada demi mewujudkan Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera, Adil, Merata (Setara) dan Berbudaya Gotong Royong.
Dalam sambutannya, Fadia menyampaikan bahwa Peringatan Hari Jadi ke-399 Kabupaten Pekalongan tahun ini diselenggarakan secara sederhana ditengah keprihatinan menghadapi Pandemi Covid 19. Walaupun perkembangan terakhir menunjukan gejala penurunan kasus, namun kita tidak boleh lengah dan kendor dalam upaya menekan penyebaran Covid 19 di Kabupaten Pekalongan.
Lebih lanjut Fadia mengungkapkan, sebagai bentuk komitmen dalam upaya menekan dan “memerangi” Covid 19, Pemkab. Pekalongan mengusung tema Hari Jadi tahun ini, yaitu Kita Kukuh, Kita Teguh Kita Tangguh, Corona Lumpuh. Tema tersebut mengandung makna dan harapan agar masyarakat Kabupaten Pekalongan tetap optimis, berpedoman pada prinsip prokes serta senantiasa dalam semangat kebersamaan dalam melawan Covid 19 menuju zero kasus di Kabupaten Pekalongan.” Tema tersebut juga sangat relevan dengan Tema Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia yang belum lama kita peringati, yaitu Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh,” ujarnya.
Tak lupa Fadia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mewarnai Kabupaten Pekalongan dengan mengimplementasikan dan pengembangan potensi lokal dalam setiap kegiatan serta meningkatkan kinerja agar pembangunan Kabupaten Pekalongan lebih membawa manfaat besar bagi masyarakat. “Kita harus berperan aktif, bahu-membahu dan bersinergi menghadapi tantangan yang ada dalam melaksanakan fungsi pelayanan masyarakat, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” imbaunya.
Menutup sambutannya, Fadia mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD, Seluruh anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Seluruh Kepala SKPD, ASN jajaran Pemkab Pekalongan dan Masyarakat Kabupaten Pekalongan atas partisipasi dan kinerjanya dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan daerah. “Semoga Allah SWT Tuhan YME senantiasa membimbing dan meridhoi setiap niat luhur dan upaya kita dalam mewujudkan Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera, Adil, Merata (Setara) dan Berbudaya Gotong Royong,” ungkap Bupati. (dian-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 25 Agustus 2021
Dalam sambutannya Bupati Fadia menyampaikan bahwa Peringatan Hari Jadi ke-399 Kabupaten Pekalongan tahun ini diselenggarakan secara sederhana ditengah keprihatinan menghadapi Pandemi Covid 19. Meski perkembangan terakhir menunjukan gejala penurunan kasus, namun Bupati mengingatkan agar kita tidak boleh lengah dan kendor dalam upaya menekan penyebaran Covid 19 di Kabupaten Pekalongan.
Fadia menuturkan, tema ‘Kita Kukuh, Kita Teguh, Kita Tangguh, Corona Lumpuh’ pada peringatan Hari Jadi ke – 399 kali ini mengandung makna dan harapan agar masyarakat Kabupaten Pekalongan tetap optimis, berpedoman pada prinsip Prokes serta senantiasa dalam semangat kebersamaan dalam melawan Covid 19 menuju zero kasus di Kabupaten Pekalongan. Tema tersebut juga sangat relevan dengan tema Hari Ulang Tahun ke- 76 Republik Indonesia yang belum lama diperingati, yaitu Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.
Dalam kesempatan tersebut Fadia juga menyampaikan bahwa dirinya menyadari tidak mudah mewujudkan visi misinya sebagai Bupati dan Wakil Bupati yakni mewujudkan masyarakat Kabupeten Pekalongan yang sejahtera adil merata dan berbudaya gotong royong di tengah suasana pandemi seperti sekarang ini.
“ Walaupun sudah banyak yang telah kita lakukan dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak, namun harus kita akui masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan menyangkut fungsi – fungsi pemerintahan. Oleh karena itu, saya berharap Peringatan Hari Jadi ke-399 tahun 2021 ini menjadi momentum bangkitnya spirit atau semangat baru bagi seluruh pihak di dalam organisasi Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan dalam mendukung dan mewujudkan visi misi Bupati,” ujar Fadia
Disamping itu Fadia juga berharap adanya peningkatan kinerja dari seluruh aparatur pemerintahan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 25 Agustus 2021