KAJEN - Sebagai bentuk penghargaan bagi desa/kelurahan yang tepat waktu dalam pelunasan pajak, Pemerintah Kabupaten Pekalogan melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) menyelenggarakan kegiatan penyerahan hadiah Lomba Cepat Tepat Pelunasan PBB –P2 Tahun 2021 di aula lantai I setda Kabupaten Pekalongan, Kamis (04/11) pagi. Hadiah diserahkan oleh Pj Sekda Drs Budi Santoso.,M.Si kepada para pemenang lomba cepat tepat pelunasan PBB. Acara dihadiri oleh Kepala OPD terkait, para camat dan kepala desa/lurah pemenang lomba cepat tepat pelunasan PBB serta wakil pimpinan bank Jateng.
Mewakili Bupati Fadia Arafiq, Pj Sekda Budi Santoso mengatakan bahwa Bupati Pekalongan mengucapkan terima kasih kepada jajaran desa/kelurahan yang telah cepat, tepat didalam kerangka pelunasan PBB nya sekaligus selamat untuk para pemenang lomba.
Dikatakan Pj Sekda, Bupati Fadia juga menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan pelunasan PBB di lingkungan Kabupaten Pekalongan. Diantaranya tentang kemungkinan penambahan klasifikasi untuk lomba termsuk yang diatas 100 Juta. Selain itu penghargaan bagi para Camat yang bisa mendorong desanya melunasi PBB dengan cepat. Budi Santoso juga berharap Bank Jateng cabang Kajen ikut andil memberikan hadiah pada lomba ini.
“Bapak/Ibu maturnuwun, upaya yang telah dilaksanakan ini menjadikan kabupaten Pekalongan dari sisi pendapatan daerah semakin meningkat walaupun di 2 (dua) tahun terakhir ini kita mengalami pandemi sehingga terkontraksi ekonomi masyarakat kita. Maka ada warga yang sampai sekarang masih nunggak PBB nya sehingga perlu dorongan bagi para penunggak, menjadi catatan kita semua khususnya lurah/Camat bisa mendorong mereka,”papar Budi.
Dalam kesempatan itu disampaikan pula bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pekalongan mengalami penurunan yang signifikan sehingga kemampuan anggaran di Kabupaten Pekalongan untuk membangun dari sisi fisik khususnya infrastruktur juga menagalami kendala. “Inilah konsep optimalisasi pajak dan retribusi yang terus kita tingkatkan. Fungsi dari sumber daya manusia (SDM) penarik pajak menjadi kunci utama keberhasilan dari penarikan optimalisasi pajak ini. Disamping SDM para penarik tentu para pimpinannya di tingkat desa/kelurahan maupun kecamatan. Sehingga lurah/camat menjadi motor penggerak SDM penarik retribusi. Selain itu adalah sistem yang dibangun, semisal dengan model e-banking. Disamping sistemnya, tentu juga sarana prasarana yang lainnya,” ujarnya
Sementara itu Kepala Bidang Pelayanan dan Penagihan BPKD, Maria Goretti Krisnurendah dalam laporannya menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan penyerahan hadiah lomba cepat tepat pelunasan PBB tingkat Kabupaten Pekalongan tahun 2021 adalah untuk memberikan motivasi kepada petugas pemungut PBB tingkat desa/kelurahan , juga meningkatkanPendapatan Asli Daerah (PAD) melalui intensifikasi yaitu pemungutan PBB.
Peserta lomba adalah desa /Keluarahan se-Kabupaten Pekalongan, adapun waktu pelaksanaan lomba dari 26 April – 30 September 2021.
Adapun Kategori Baku PBB s/d 10 Juta, Juara I diraih desa Wonosido Lebakbarang, Juara 2 desa Depok Lebakbarang dan juara 3 Desa Mulyorejo Tirto. Untuk juara harapan I diraih desa Pecakaran Wonokerto.
Kategori Baku PBB diatas 10 Juta s/d 20 Juta, juara I diraih desa Songgodadi Petungkriyono, juara 2 desa Brengkolang Kajen, juara 3 desa Mendolo Lebakbarang. Juara harapan I diraih desa Gumelem Petungkriyono, juara harapan 2 desa Sampih Wonopringgo, juara harapan 3 desa Kutorembet Lebakbarang.
Sementara untuk kategori diatas 20 Juta s/d 30 juta, juara I diraih desa Kutorojo Kajen, juara 2 desa Mejasem Siwalan, juara 3 desa Jetaklengkong Wonopringgo. Juara harapan I desa Kemasan Bojong, juara harapan 2 desa Kaliombo Paninggaran, juara harapan 3 desa Bodas Kandangserang.
Kategori diatas 30 Juta s/d 50 Juta diraih juara I desa Simego Petungkriyono, juara 2 desa Lebakbarang, juara 3 desa Sidomulyo Lebakbarang. Juara harapan I desa Proto Kedungwuni, juara harapan 2 Salakbrojo Kedungwuni, juara harapan 3 Babalan kidul Bojong.
Kategori Baku PBB diatas 50 Juta s/d 100 juta, juara I diraih desa Kempong Wiradesa, juara 2 desa Blimbingwuluh Siwalan, juara 3 desa Ponolawen Kesesi. Juara harapan I desa Legokclile Bojong, juara harapan 2 desa Bulakpelem Sragi, dan juara harapan 3 desa Sidosari Kesesi. (Dian-Kominfo)
Kamis, 4 November 2021
KAJEN – Melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pekalongan, pemkab salurkan bantuan bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan di TPI Jambean, Kecamatan Wonokerto. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., pada Rabu sore (3/11/2021). Dimana bantuan tersebut berupa life jacket, alat pendeteksi ikan, pelampung dan radio monitor. Yang akan diberikan kepada 84 orang nelayan. Selain terdapat juga bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah berupa Solar gratis untuk 261 nelayan yang masing-masing mendapat 200 liter.
KAJEN - Mengisi sambutan pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H di Masjid Desa Kulu Kecamatan Kajen, Selasa (02/11) malam, Bupati Fadia Arafiq SE.,MM berpesan agar kita semua mengikuti ajaran dan tingkah laku Rasululloh serta menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.
“Rasululloh itu seperti Al Qur’an berjalan. Mudah-mudahan kita semua bisa mengikuti semua ajaran Rosululloh, mengikuti segala tingkah lakunya, lalu kita terapkan dalam diri kita. Semoga dengan peringatan Maulid ini keimanan, rasa cinta kepada Rasul bertambah, dan akhlak kita semakin baik. ” ucap Bupati Fadia mengawali sambutannya.
KAJEN - Sebagai wadah yang menaungi para pelaku usaha UMKM, Dekranasda Kabupaten Pekalongan harus mampu menjalankan fungsinya. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM dalam sambutannya pada acara Pengukuhan pengurus Dekranasda Kabupaten Pekalongan masa bhakti 2021 – 2026 di aula Lantai I Setda, Selasa (02/11/2021) siang.
KAJEN – Memasuki bulan November, cuaca di Kabupaten Pekalongan bisa dibilang sudah cukup ekstream. Hal itu ditandai dengan curah hujan yang sudah sangat intens mengguyur sebagaian besar wilayah di Kabupaten Pekalongan.Menyikapi hal tersebut, Pemkab Pekalongan bersama Forkopimda dan BPBD Kabupaten Pekalongan lakukan Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana di Kabupaten Pekalongan, yang dilaksanakan pada pagi ini, Selasa (2/11/2021) di halaman Polres Pekalongan. Dengan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra.Hj. Hindun, MH, Polres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santosa.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, berkesempatan menghadiri acara Peresmian Gedung Baru Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kedungwuni, pada hari Jumat (29/10/2021) sore.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadia menyampaikan dalam sambutannya, bahwa Ia sangat senang gedung MWCNU Kecamatan Kedungwuni bisa jadi tepat waktu dan sangat megah. Ia berharap, dengan telah berdirinya gedung tersebut dapat menjadikan semangat baru bagi MWCNU Kecamatan Kedungwuni untuk lebih mengembangkan dan membesarkan NU utamanya di Kecamatan Kedungwuni.
KAJEN – Pada hari ini, Kamis, 28 Oktober 2021, hasil rekonstruksi ruas jalan penghubung desa Kaibahan-Watupayung-Krandon telah diresmikan oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M.Peresmian tersebut berlangsung di Balaidesa Watupayung dengan dihadiri langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, Dandim 0710 Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan, Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan Ir. Bambang Irianto, M.Si, Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, S.Sos.,M.Si., Asisten 1 Setda Kabupaten Pekalongan Totok Budimulyanto, Camat Kesesi, Kepala Desa Watupayung, Kaibahan, dan Krandon.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengungkapkan bahwa tujuan utama diadakanya penganggaran untuk bantuan tersebut adalah memotivasi para pelaku perikanan dalam meningkatkan produksi nilai perikanan, baik penangkapan, budidaya dan pengolahan hasil perikanan dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha perikanan di Kabupaten Pekalongan.
Untuk itu Fadia berharap bantuan yang telah diberikan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik, sehingga penghasilan nelayan dan pelaku usaha kelautan bisa maksimal.‘’Bantuan yang sudah kita berikan hari ini mungkin belum semua, tetapi saya yakin ini sudah maksimal. Dan saya berharap ini bantuannya tidak boleh diperjual belikan, melainkan dimanfaatkan dan dipergunakan dengan baik, sehingga hasilnya pun bisa maksimal,’’ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arfiq.
Selain itu, Fadia juga menyampaikan bahwa untuk memaksimalkan fungsi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jambean, pihaknya telah menganggarkan berbagai program pembangunan jalan menuju TPI Jambean supaya konsumen bisa dipermudah untuk melakukan transaksi jual beli.
Karena Ia meyakini, apabila support pemkab sudah maksimal untuk pembangunan infrastruktur penunjang kegiatan ekonomi masyarakat di daerah pesisir, maka nilai ekonomi di Kabupaten Pekalongan pun akan ikut naik.
‘’ Hal itu karena memang kondisinya sangat memprihatinkan menurut saya. Yang sudah kita lakukan yaitu pembangunan jalan arah ke TPI Jambean ini sudah dianggarkan sebesar 600 juta dan sekarang sedang dilaksanakan,’’
‘’Selain itu, Jalan Wonokerto ke perumahan nelayan telah kita anggarkan untuk pembangunan sebesar 2,3 milyar. Dan di nanti tahun 2022 saya usahakan jalan menuju ke TPI Jambean Wonokerto ini bisa dianggarkan 7 Milyar,’’ jelasnya.
Sementara itu, dalam acara tersebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan menuturkan dalam sambutannya, bahwa program bantuan bagi para nelayan dan pelaku usaha hasil laut dari Pemkab Pekalongan bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2021. Yang langsung ditujukan untuk peningkatan hasil tangkap nelayan.
‘’Sumber anggaran dari APBD Tahun Anggaran 2021 dan Hibah dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah. Yang kami tujukan kepada peserta yang kami diundang sebanyak 98 orang terdiri dari nelayan 84 orang, pembudidaya 10 orang , pengolah dan pemasar 4 orang,’’ tuturnya.
Dan Sirhan berharap, program semacam ini akan terus bisa pihaknya anggarkan di tahun-tahun berikutnya, untuk membantu nelayan dan pelaku usaha kelautan.
Selain itu, mewakili para penerima bantuan, Ketua TPI Jambean Rajan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemkab Pekalongan dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan bantuan kepada para nelayan.
Dan Ia berharap, para nelayan, pembudidaya ikan dan pelaku usaha hasil laut bisa lebih diperhatikan lagi kedepannya. ‘’Saya ucapkan terimakasih sebanyak kepada Ibu Bupati yang telah datang kesini untuk memberikan bantuan kepada kami, ditengah situasi pandemic yang menyulitkan kami ini,’’ ujarnya. (Dian-Kominfo)
Kamis, 4 November 2021
Dalam kesempatan peringatan Maulid Nabi ini Bupati juga menyampaikan pentingnya vaksin. “Level di kabupaten Pekalongan, indikatornya adalah vaksin. Kenapa Kabupaten Pekalongan kemarin sudah level 2 tapi sekarang naik ke level 3? Itu ternyata karena jumlah masyarakat yang divaksin masih sedikit,” terangnya.
Oleh karenanya, Fadia meminta warga agar segara melakukan vaksin. Karena menurutnya vaksin adalah ikhtiar maksimal menuju kehidupan normal. Terlebih jenis vaksin yang ada di Kabupaten Pekalongan termasuk vaksin yang bagus. “Vaksin yang ada ini yang paling bagus. Itu saya jamin, “ tegasnya
Ditambahkan, sebelumnya Kabupaten Pekalongan setiap minggunya hanya dapat 7 ribu vaksin, namun sekarang 185 ribu vaksin. Untuk itu Fadia berharap seluruh warga kabupaten Pekalongan memanfaatkannya dengan baik. “ Jadi kalau ibu/bapak tidak memanfaatkan dengan baik, rugi. Karena sesuai Peraturan Pemerintah,orang yang belum divaksin, jaminan kesehatan maupun sosial, tidak dapat dipergunakan. Dan anak usia 12 tahun ke atas belum divaksin tidak boleh ikut ujian sekolah. Jadi segera vaksin kalau mau kehidupan segera normal,” tandasnya.
Dalam kesempatan peringatan Maulid Nabi tersebut sekaligus dilakukan penyerahan santunan terhadap anak yatim oleh Bupati Pekalongan dan suami. (Dian-Kominfo)
Rabu, 3 November 2021
KAJEN – Di masa persidangan kedua tahun 2021, Komisi VIII DPR RI lakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pekalongan. Kunjungan tersebut dilaksankan pada hari ini, Rabu (3/11/2021). Yang telah diterima Bupati Pekalongsn di Aula Setda Kabupaten Pekalongan.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Sadzily menyampaikan bahwa Ia bersama rombongan datang ke Kabupaten Pekalongan bertujuan untuk silaturahmi juga yang spesifik yaitu melaksanakan pengawasan pelaksanaan program perlindungan social di Kabupaten Pekalongan berjalan dengan baik.
‘’Sengaja kami melakukan kunjungan ke Kabupaten Pekalongan ini lebih spesifik adalah untuk memastikan berbagai program kementrian social yang diberikan ke Kabupaten Pekalongan ini betul-betul bisa terealisasi dengan sebaik-baiknya,’’ ungkap Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI.
Karena menurut Ace Sadzily, pihaknya telah mendengar kabar bahwa banyak terjadi masalah di daerah lain terkait mekanisme bantuan perlindungan sosia tersebut.Untuk itu, Ia berharap di Kabupaten Tidak terjadi kendala, dan masyarakat yang membutuhkan bisa benar-benar mendapatkan bantuan.
‘’Kita tahu bahwa kementrian social ini banyak sekali programnya yang langsung berkaitan dengan masyarakat. Misalnya PKH, kami di komisi VIII telah menyetujui anggaran yang cukup besar hampir 30 Triliun anggaran untuk PKH,’’ ungkapnya.
Ace Sadzuly menyampaikan, permasalahan bantuan perlindungan social yang terjadi di daerah lain itu berupa bantuan yang tidak tepat sasaran. Hal tersebut disebabkan karena system data kependudukan atau system data terpadu kesejahteraan social yang dijadikan dasar untuk mendistribusikan bantuan tersebut masih ditemukan banyak masalah. Sehingga permaslahan bantuan yang tidak tepat sasaran tersebut terjadi.
Untuk itu, Ace Sadzuly berharap partisipasi aktif dari pemerintah daerah untuk dapat melakukan pemutakhiran data terutama pemutakhiran data dari penerima bantuan bantuan social itu. Sehingga Data Terpadu Kesejahteraan Sosial bisa betul-betul terupdate dan termutakhirkan.
‘’Karena apabila bantuan tersebut salah sasaran, itu akan menimbulkan masalah yang harus kita tanggulangi. Untuk itu saya disini juga memastikan permasalahan tersebut tidak terjadi di Kabupaten Pekalongan,’’ pungkasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, menyampaikan bahwa permasalahan bantuan perlindungan social yang tidak tepat sasaran di Kabupten Pekalongan tengah Ia tangani dengan program terobosan yang cukup ekstrem. Dimana pihaknya telah melakukan instruksi untuk Labelisasi Rumah Warga Penerima Program Bantuan Sosial dari Kemensos yang telah berjalan dengan lancar.
Menurut Fadia, intruksi untuk melabelisasi rumah warga yang menerima bantuan tersebut, bertujuan supaya masayrakat bisa sadar tentang siapa saja yang berhak mendapat bantuan. Sehingga masyarakat yang dianggap cukup mampu bisa mengundurkan diri dari program perlindungan social tersebut, dan bisa diganti dengan warga lain yang lebih berhak mendapatkan bantuan.
‘’Dari program labelisasi tersebut, di Kabupaten Pekalongan ada lebih dari 4000 an orang yang mengundurkan diri sebagai penerima PKH. Itu artinya program ini bisa dibilang cukup berhasil sebagai terobosan untuk meminimalisir salah sasaran pada program PKH,’’ jelasnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Fadia juga menyampaikan bahwa dengan jumlah warga di Kabupaten Pekalongan yang hapir tembus 1 juta orang. Dan banyak warga yang mengalami keterpurukan akibat pandemic Covid-19. Ia berharap Komisi VIII DPR RI bisa membantu Pemkab Pekalongan dalam rangka membantu masyarakat yang butuh diperhatikan dimasa sulit seperti saat ini.
‘’Tetapi juga pada situasi seperti ini, saya laporkan banyak sekali masyarakat kita yang harus diperhatikan. Orang yang tidak mampu yang belum dapat bantuan, karena masih banyak yang belum dapat. Sedangkan kami Pemkab Pekalongan apabila harus mengcover semua dengan situasi keuangan saat ini, akan sangat sulit buat kami. Jadi mohon sekali bantuannya,’’ katanya. (Dian-Kominfo)
Rabu, 3 November 2021
“ Saya mengucapkan selamat atas dikukuhkannya pengurus Dekranasda kabupaten Pekalongan masa bhakti 2021 -2026. Bukan hanya dikukuhkan secara seremonial saja, tapi semua harus berjalan sesuai fungsinya karena Dekranasda ini, kalau berjalan dengan baik, ekonomi kabupaten Pekalongan akan berjalan dengan baik. Karena UMKM ini dibawah Dekranasda,” tutur Fadia
Fadia berharap eksistensi Dekranasda melaui media sosial bisa mendongkrak UMKM bangkit kembali. Dan ia menegaskan dirinya akan mensupport dan mendukung penuh program Dekranasda yang berencana mengadakan pameran produk UMKM di luar kota. Menurutnya, kegiatan pameran ini dimasukkan dalam anggaran tahun 2022 mendatang.
Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah Hj Atikah Ganjar Pranowo melalui Sekretaris Dekranasda Provinsi Jawa Tengah Eko Partono juga menyampaikan ucapan selamat atas dikukuhkannya pengurus Dekranasda kabupaten Pekalongan masa bhakti 2021-2026. Atikoh berharap kepengurusan yang baru bisa lebih meningkatkan performa dan semangat Dekranasda kabupaten Pekalongan dalam mengembangkan potensi daerah khususnya kerajinan kabupaten Pekalongan agar siap bersaing di kancah Jawa tengah ,nasional maupun global.
Atikah mengatakan saat ini hampir semua orang memanfaatkan medsos termasuk Gubernur Ganjar punya yang namanya ‘Lapak Ganjar’ dan ini bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk bisa masuk dalam’ Lapak Ganjar’ ini.“ Mudah-mudahan melalui upaya-upaya yang luar biasa terjadi transaksi yang kontinyu bagi UMKM kita dan jangkauan pasarnyapun semakin luas. Dengan demikian UMKM bisa kembali bangkit berjalan berlari dan melaju kencang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan mensejahterakan masyarakat, “pungkas Atikah.
Sementara itu Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Mukhtaruddin Ashraff Abu memaparkan pihaknya akan berupaya membawa UMKM lokal ke kancah lebih luas yaitu sampai tingkat nasional bahkan go internasional. Salah satu program Dekranasda di waktu dekat ini, kata Ashraff, akan secepatnya mengadakan pameran di luar kota.
Terkait peningkatan kualitas produk UMKM, Ashraff menyampaikan pihaknya telah meninjau langsung aktifitas para pelaku UMKM.
“ Kita sudah mendatangi banyak UMKM untuk memastikan cara kerja mereka dan kita beri masukan-masukan dan kita akan bantu support dalam memperbaiki kualitas produk-produk mereka, contohnya ada produk UMKM keripik, kita bantu bagaimana kemasannya, lalu cara promosi dan pemasarannya,’ terang Ashraff
Tampak hadir pada Pengukuhan pengurus Dekranasda Kabupaten Pekalongan masa bhakti 2021 – 2026, antara lain Sekretaris Dekranasda Provinsi Jawa Tengah Eko Partono, Pj Sekda Drs Budi Santoso.,M.Si , Plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan, para kepala OPD yang hadir, para pimpinan BUMD, pimpinan Bank Jateng, Direktur PDAM, wakil dari BKK Kabupaten Pekalongan, segenap pengurus Dekranasda Kabupaten Pekalongan serta para pelaku UMKM dan tamu undangan lainnya. (Dian-Kominfo)
Selasa, 2 November 2021
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra.Hj. Hindun, MH, mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi upaya pemkab dan Forkopimda dalam rangka mengupayakan kesiapsiagaan apabila terjadi bencana di Kabupaten Pekalongan. "Hari ini saya sangat berterimakasih kepada Pak Kapolres, Pemkab Pekalongan, juga Forkopimda. Karena dengan adanya apel semacam ini saya yakin persiapan yang dilakukan dalam rangka menanggulangi bencana kalau itu terjadi ini kita sudah bersiap dari awal. Sehingga apabila nanti terjadi bencana kita benar-benar sudah bersiap," ungkap Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj. Hindun.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria mengatakan bahwa dalam rangka kesiapsiagaan bencana tersebut, pihaknya akan menerjunkan 205 personil. Yang akan ditugaskan untuk bergabung bersama tim kesiapsiagaan bencana Kabupaten Pekalongan. "Selain itu dibantu juga dari BPBD Kabupaten Pekalongan dan para relawan yang tergabung dalam tim Penanganan Penanggulangan Bencana di Kabupaten Pekalongan. Dimana mereka akan standby 24 jam seperti biasanya. Dari unsur TNI, Polri, relawan. Jadi kita akan bekerja dengan maksimal," tuturnya.
Selain itu, dalam kessmpatan tersebut PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santosa juga menuturkan bahwa peralatan untuk penanganan mungkin perlu ditingkatkan lagi dan diupayakan untuk diadakan pengadaan peralatan untuk kesiapsiagaan bencana alam di Kabupaten Pekalongan. "Peralatan Early Warning System perlu dilakukan pengadaan di Kabupaten Pekalongan," ungkapnya. (Dian-Kominfo)
Selasa, 2 November 2021
‘’Sebagai warga NU dan sebagai Bupati Pekalongan, saya sangat bahagia dan senang sekali karena ini merupakan gedung kebanggaan kita bersama khususnya di Kecamatan Kedungwuni. Saya berharap dengan adanya gedung ini kita bisa sama-sama lebih memajukan NU lagi khusunya di Kecamatan Kedungwuni,’’ kata Bupati Pekalongan saat menghadiri acara Peresmian Gedung MWCNU di Kedungwuni.
Dan tidak lupa, Fadia juga mengucapkan selamat kepada MWCNU Kedungwuni yang telah sukses membangun gedung tersebut dengan sangat baik. Dan menurutnya, hal terebut sudah cukup mencerminkan bahwa pengurus dan keluarga besar NU di Kecamatan Kedungwuni sangat solid.
‘’Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada keluarga besar NU Kecamatan Kedungwuni atas diresmikannya gedung ini,’’ ucapnya.
pada kesempatan tersebut, Bupati Fadia juga menuturkan bahwa pada tanggal 21 Oktober 2021 lalu, Ia telah melaunching program ‘Kabupaten Pekalongan Bersholawat’. Dimana menurutnya, program tersebut merupakan salah satu bentuk ikhtiar dari segi spiritual supaya Kabupaten Peklongan bisa segera terbebas dari permasalahan Covid-19.
Untuk itu, atas nama Pemkab Pekalongan Ia meminta dukungan dari kelurga besar NU untuk bisa ikut mensukseskan program tersebut. ‘’ Jadi Insyaallah setiap hari Rabu wage seluruh kecamatan di Kabupaten Pekalongan, akan mengadakan sholawat,’’.
‘’Hal tersebut bertujuan supaya Allah SWT bisa mempermudah urusan kita, khusunya tentang permasalahan Covid-19, supaya di Kabupaten Pekalongan ini bisa segera zero covid.
Semua pekerjaan yang kita lakukan bisa berhasil, kita juga para pemimpinnya bisa dimudahkan oleh Allah, dan diberikan keselamatan dan kenyamanan sehingga dapat mencapai target membangun Kabupaten Pekalongan,’’ tuturnya.
Mengakhiri sambutannya, Fadia juga berpesan kepada seluruh orangtua di Kabupaten Pekalongan untuk mengijinkan dan mendukung anaknya yang berusia di atas 12 tahun untuk bisa melakukan vaksinasi Covid-19. Hal tersebut bertujuan supaya pembelajaran secara tatap muka di Kabupaten Pekalongan bisa normal seperti sedia kala.
‘’Saya akan mengeluarkan satu perintah atau aturan, bahwa anak-anak yang umur 12 tahun ke atas sebelum divaksin tidak bisa ikut sekolah tatap muka dan tidak bisa ikut ujian sekolah. Karena kalau anak-anak tidak mau divaksin, nanti mereka kena Covid-19 akan sangat bahaya. Dan ini merupakan usaha maksimal kita untuk mengentaskan permasalahan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan supaya kehidupan bisa membaik seperti semula,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Sabtu, 30 Oktober 2021
Muskab tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., Wakil Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah Edy P, Ketua PMI Kabupaten Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH, Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, Dandim 0710 Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan, Asisten 1 Totok Budimulyanto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiyawan Dwi Antoro dan relawan PMI Kabupaten Pekalongan.
Dalam acara tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan dalam sambutannya bahwa pihaknya sangat mengapresiasi PMI Kabupaten Pekalongan yang telah menyelenggarakan acara Muskab ini dengan baik, dan atas nama Pemkab Pekalongan Ia mengucapkan apresiasinya atas kinerja pengurus PMI Kabupaten Pekalongan masa bakti 2016-2021 yang diketuai oleh Ir. Hj. Arini Harimurti.
Menurutnya, kinerja PMI Kabupaten Pekalongan tersebut sudah cukup baik selama kurang lebih lima tahun ini. Hal tersebut dibuktikan dengan PMI Kabupaten Pekalongan yang sampai saat ini masih solid dan tidak terpecah belah. Serta kinerja para relawan PMI yang selalu ambil bagian dalam semua permasalahan di Kabupaten Pekalongan selama ini.
‘’ Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan saya mengucapkan selamat kepada PMI Kabupaten Pekalongan bahwa Muskab hari ini Insyaallah kita akan mendapatkan hasil yang baik, hasil yang maksimal dan bermusyawarah,’’
‘’Kata-kata bermusyawarah ini penting karena PMI ini organisasi kemanusiaan. Kemanusiaan itu orang yang benar-benar mau mengabdikan diri dan berbakti untuk kemanusiaan. Dan ini tidak mudah karena PMI ini kan bukan hanya sekedar mengurusi donor darah saja, tetapi dari permasalahan lain seperti pohon tumbang saja ngurusin, ada bencana juga ngurusin,’’ ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Dalam kesempatan tersebut, Fadia juga meminta secara langsung ketua PMI Kabupaten Pekalongan yang lama Ir.Hj. Arini Harimurti untuk menjadi Ketua PMI yang baru. Karena menurutnya, kinerja beliau dianggap sangat bagus selama ini. ‘’ Dan saya juga berharap dengan adanya musyawarah ini, saya meminta langsung ibu Arini untuk menjadi Ketua PMI Kabupaten Pekalongan kembali. Supaya PMI bisa kondusif, aman dan tidak terpecah belah,’’ ujarnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Wakil Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah Edy P menyampaikan dalam sambutannya bahwa atas nama PMI Provinsi Jawa Tengah Ia mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan unsur Forkopimda yang telah mau bekerjasama dan menjalin hubungan yang harmonis dengan PMI Kabupaten Pekalongan, sehingga kegiatan operasional PMI di Kabupaten Pekalongan bisa berjalan dengan sangat baik.
‘’Saya benar-benar apresiasi bahwa hubungan antara pemerintah daerah dan PMI di Kabupaten Pekalongan ini sangat harmonis. Ini benar-benar sama seperti hubungan antara Ketua PMI Jawa Tengah dan Gubernurnya yang juga sangat baik. Hal ini sangat berpengaruh besar terhadap eksistensi kegiatan PMI dalam kegiaatan kemanusiaan,’’ ungkapnya.
Edy melanjutkan, pihaknya juga sudah mendengar langsung bahwa PMI Kabupaten Pekalongan saat ini sudah memiliki alat untuk doror plasma darah yang harganya cukup mahal, yang berasal dari Hibah daerah. Untuk itu, Edy berharap dengan hal tersebut kinerja PMI Kabupaten Pekalongan bisa semakin baik lagi.
‘’Luar biasa sekali ya, PMI Kabupaten Pekalongan menjadi 4 diantara PMI di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki alat mahal tersebut. Untuk itu saya juga mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Pekalongan atas hibah tersbut,’’ ungkapnya.
Selain itu, pada acara Muskab tersebut Ketua PMI Kabupaten Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti juga mengungkapkan bahwa mewakili pengurus PMI masa bakti 2016-2021 pihaknya mengucapkan terimakasih atas kebaikan Pemkab Pekalongan dan Forkopimda yang selama lima tahun ini telah mau bersinergi bersama PMI untuk menjalankan misi kemanusiaan.
‘’Dalam menjalankan tugas selama ini, kami pengurus PMI mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Pekalongan yang telah mendukung kinerja PMI selama ini baik moril maupun materil,’’ ungkapnya.
Arini juga mengatakan bahwa dalam kegiatan Muskab ini pihaknya akan melaporkan kegiatan pertanggung jawaban atas kinerja selama lima tahun ini. Dan menurutnya, Muskab merupakan forum terbesar PMI yang masuk dalam ADART PMI untuk dijalankan dalam lima tahu sekali.
Ia juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelenggarakan acara Muskab Thaun 2021 ini yang masih dalam situasi pandemi Covid-19. (Dian-Kominfo)
Jumat, 29 Oktober 2021
Dalam peresmian tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyampaikan bahwa rekonstruksi jalan penghubung desa Kaibahan-Watupayung-Krandon yang telah selesai dilakukan ini, memakan anggaran yang cukup fantastis yaitu hampir tembus 7 milyar.
Menurut Fadia, pihaknya tidak ingin setengah-setengah dalam melakukan pembangunan jalan tersebut, karena Ia ingin masyarakat bisa menikmati fasilitas jalan yang layak sehingga mobilitas masyarakat bisa berjalan dengan baik, dan dapat menekan terjadinya kecelakaan seperti sebelumnya. ‘’ Jadi memang saya gempur habis untuk jalan harus halus semua, supaya masyarakat saya bisa menikmati kelayakan fasilitas jalan seperti yang lainnya. Dan dengan hal tersebut, semoga saja tidak ada kecelakaan lagi, tidak ada lagi namanya orang mau berdagang yang kesusahan karena jalannya rusak,’’ kata Bupati Pekalongan.
Selain itu, Fadia juga berpesan kepada masyarakat untuk bisa menjaga jalan yang sudah cukup sempurna tersebut supaya bisa tahan lama. Dan apabila ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan berpotensi akan merusak jalan diharapkan dapat melapor ke aparat setempat. ‘’Dan saya juga meminta ini nggak main-main karena anggarannya itu mencapai 7 milyar. Jadi saya meminta masyarakat untuk menjaga jalan yang sudah dibangun ini. Dan apabila ada oknum yang tidak bertanggung jawab dan berpotensi akan merusak jalan harap lapor ke aparat setempat supaya bisa ditindak tegas,’’ ujarnya.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan Ir. Bambang Irianto, M.Si., menuturkan bahwa pembangunan ruas jalan Kaibahan-Watupayung-Krandon tersebut menghabiskan anggaran sebesar 6.639.114.289 rupiah, dengan menghasilkan pembangunan rekonstruksi jalan sepanjang 3.028 meter dan lebar 4 meter. ‘’Pengerjaan jalan ini dikerjaan menggunakan dana DAK dimana persayaratan untuk DAK ini cukup rigit. Dan jalan ini dikerjaan dengan cukup paripurna. Artinya konstruksinya juga dua lapis sebagian yang tergenang juga diatasi dengan saluran. Sehingga dana tersebut bisa tuntas dari ujung ke ujung,’’ ungkapnya.
Menurut Bambang, rekonstruksi poros jalan tersebut dilakukan secara maksimal karena jalan tersebut cukup strategis. Yaitu menghubungkan ruas jalan provinsi dengan jalan lingkar dari Kesesi sampai ke Bojong yang sangat strategis untuk pengembangan wilayah. ‘’Alhamduulilah pengerjaan jalan ini bisa selesai dengan tepat waktu. Dan saya berharap jalan ini bisa menjadi berkah untuk masyarakat,’’ ujarnya.
Selain itu, pada peresmian jalan tersebut Camat Kesesi Ajit Suryo Pratondo mengucapkan terimakasih kepada Bupati Pekalongan dan jajaran Pemkab Pekalongan yang telah merekonstruksi ruas jalan Kaibahan-Watupayung-Krandon dengan sangat maksimal. Karena menurutnya, rekonstruksi jalan tersebut sudah lama diimpikan oleh masyarakat setempat, mengingat jalan yang lama banyak memakan korban kecelakaan dan menghambat mobilitas warga. ‘’Dahulu ini merupakan jalan desa, tetapi ini sudah kita usulkan dengan kesepakatan tiga kepala desa untuk menjadi jalan kabupaten, dan alhamdulilah sudah di setujui sehingga pada tahun ini bisa dilaksanakan pembangunan yang full dari ujung Kaibahan sampai ujung Krandon, Untuk itu kami mewakili masyarakat seluruhnya khusunya di Desa Kaibahan, Desa Krandon dan Desa Watupayung mengucapkan terimakasih kepada Ibu Bupati Pekalongan dan juga Pemkab Pekalongan atas pelaksanaan pembangunan jalan kabupaten ini,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Rasmun yang merupakan salah satu warga Desa Watupayung mengungkapkan rasa syukur dan senangnya atas rekonstruksi jalan tersebut. Karena menurutnya, sudah lama jalan tersebut tidak dilakukan pengaspalan. ‘’Saya sangat bersyukur jalan ini bisa dibangun dan sudah halus sekarang tidak seperti dulu yang rusak karena dilalui oleh truk-truk besar,’’ tuturnya. (Dian-Kominfo)
Kamis, 28 Oktober 2021