KAJEN – Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Ny. Widi Riswadi melantik tiga ketua TP PKK tingkat kecamatan, yaitu dari Kecamatan Sragi, Wonopringgo dan Buaran pada siang ini, Selasa (21/9/2021) di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan.
Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Ny. Widi Riswadi dalam sambutanya mengatakan bahwa pelantikan tiga ketua TP PKK dari Kecamatan Sragi, Wonopringgo dan Buaran hendaknya bisa meberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.
‘’Diharapkan dengan adanya pelantikan ini dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat. Karena sejatinya, sebagai pemimpin itu esensinya adalah tentang sejauh mana kita bermanfaat bagi masyarakat,’’ ungkap Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan.
Karena menurtunya, ketua TP PKK harus mampu memberikan dampak yang positif. Oleh karena itu, Ia berharap tiga ketua TP PKK yang dilantik pada hari ini, dapat mencurahkan segala kemampuannya untuk membangun sebuah inovasi dan kreatifitas dalam rangka mewujudkan tujuan dan fungsi pokok TP PKK.
‘’Dengan seperti itu, maka masyarakat dapat merasakan kehadiran pemimpin secara langsung dalam kehidupan mereka,’’ ujarnya.
Ny. Widi Riswadi juga menjelaskan, bahwa acara pelantikan ketua TP PKK tingkat kecamatan ini merupakan sebuah upaya TP PKK tingkat Kabupaten Pekalongan untuk menguatkan kelembagaan atau organisasi TP PKK secara berjenjang.
Karena Ia meyakini bahwa acara pelantikan ini, bisa menjadi sebuah momentum kedepannya bagi TP PKK tingkat kecamatan untuk lebih mantap lagi dalam menjalankan tugas.
‘’Pada kesempatan yang baik ini, saya selaku pribadi juga atas nama Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan mengucapkan selamat kepada Ibu Sugiarti Riyanto ketua PKK Kecamatan Sragi, Ibu Ning Fizah Makhroji ketua TP PKK Kecamatan Buaran, dan Ibu Moureta Vitria Loreent ketua TP PKK Kecamatan Wonopringgo yang baru saja kami lantik,’’ tuturnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Ny. Widi Riswadi juga menjelaskan bahwa menjadi ketua TP PKK kecamatan bukanlah sebuah pilihan, melainkan amanah. Untuk itu, Ia sangat berharap para ketua TP PKK tingkat kecamatan yang baru saja dilantik, bisa benar-benar menjalankan amanah dengan sebaik mungkin dan penuh rasa ikhlas.
‘’ Mari bersama-sama bersinergi untuk saling memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, demi terccapainya kesejahteraan masayarakat Kabupaten Pekalongan,’’ ( Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 21 September 2021
KAJEN - Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH menghadri peringatan Harlah Jam’iyyah Mudarrasatil Qur’an Lil Hafizhat (JMQH) Kabupaten Pekalongan yang ke-2 sekaligus Pengukuhan Pengurus Jam’iyyah Mudarrasatil Qur’an Lil Hafizhat (JMQH) Kabupaten Pekalongan pada Minggu (19/09/2021) pagi yang diselenggarakan di Jalan Wiroto Dadirejo Kecamatan Tirto.
KAJEN - Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H. menghadiri dan menyampaikan sambutan Bupati Pekalongan pada acara Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan Dalam Rangka Persetujuan Bersama Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2021 serta Penyampaian Rancangan KUA dan Rancangan PPAS Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022, Jum’at (17/09) pagi di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan. Rapat Paripurna ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj Hindun MH beserta para wakil ketua DPRD, perwakilan Forkopimda , para kepala OPD serta tamu undangan.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM mnyerahkan bantuan kendaraan Roda 3 Pengangkut Sampah secara simbolis kepada para penerima bantuan, Kamis (16/09) sore di Kedungwuni. Bantuan kendaraan roda 3 pengangkut sampah merupakan wujud peran serta pemerintah untuk mendukung pelaksanaan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dalam upaya untuk mengatasi permasalahan sampah terutama di wilayah permukiman.
KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE. MM, Kamis (16/09/2021) menghadiri Forum Silaturahim dengan PCNU Kabupaten Pekalongan yang digelar di Gedung PCNU Kabupaten Pekalongan di Jalan Karangdowo Kedungwuni. Acara yang dihadiri oleh para pengurus PCNU Kabupaten Pekalongan dan Tokoh NU se- Kabupaten Pekalongan tersebut berlangsung hangat.”Ini merupakan kunjungan balasan saya kepada keluarga besar Nahdlatul Ulama, Semoga silaturahim kita terus terjalin baik,” ungkapnya.
– Pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara umum sudah menunjukan pergerakan ke arah yang positif. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang mencapai 7,07 persen pada kuartal kedua, pada saat kasus Covid-19 di bawah 100 ribu. Kemudian pada awal Juli 2021 naik di atas 50 ribu sehingga perekonomian Indonesia turun.
KAJEN – Wakil Bupati Pekalongan, Riswadi, S.H, Rabu (15/09/2021) menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kab. Pekalongan, dalam rangka penyampaian pendapat Bupati atas penyampaian 2 (dua) Raperda inisiatif DPRD Kabupaten Pekalongan dan Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2021.
Riswadi menilai kegiatan silaturahim para hafizhah ini sangat baik dan merupakan bagian dari pembangunan manusia, yang mana membentuk akhlak yang baik dalam hal keagamaan
“ Prinsip kami atas nama pemerintah , melihat JMQH ini baik, ibu-ibu para hafidz ini mempunyai keinginan adanya sebuah persatuan untuk bersilaturahim antar hafidz di kabupaten Pekalongan. Maka secara pribadi kami berterimakasih atas waktu dan kegiatannya yang terus menerus akan dilakukan,” ucap Riswadi
Dalam kesempatan itu Riswadi menyampaikan bahwa harus disadari keterbatasan situasi pandemi saat ini menjadikan adanya jarak atau tidak sering bertemu. Untuk itu ia meminta kerjasama para ibu ibu hafidz turut melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya protokol kesehatan dan vaksinasi.
“ Saya mohon kepada ibu ibu hafidz ini sampaikan pesan kepada masyarakat, bahwa pandemi ini belum berakhir dan kita harus menjaga protokol kesehatan, hanya dengan protokol kesehatan yang bisa mengurangi atau menekan laju penyebaran covid sambil melakukan vaksinasi. Insyaalloh vaksin ini cara untuk menumbuhkan imunitas masyarakat supaya tidak terpapar,” pinta Riswadi
Ditambahkan pula, saat ini kabupaten Pekalongan berada di level 2 dan diperkirakan akan ke level 1. Sementara kegiatan tatap muka siswa tingkat SMP/SMA sudah dilakukan di bulan ini. Dan untuk selanjutnya harapannya di bulan November di tingkat SD dan TK pun mulai bisa dilakukan tatap muka.
“ Atas nama pemerintah, laksanakan kiat semacam ini terus menerus , gandeng masyarakat dan jangan lupa bekerjasama dengan pemerintah.Insya Alloh pemerintah akan selalu memberikan apresiasi dan bantuan yang kiranya demi kepentingan pembangunan manusia seutuhnya di kabupaten Pekalongan ,” pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 19 September 2021
Mengawali sambutannya yang dibacakan Wabup Riswadi, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota dewan yang telah mencurahkan segala perhatiannya guna membahas Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2021, sehingga pada hari ini rancangan peraturan daerah tersebut dapat disetujui bersama tepat waktu guna memenuhi amanat konstitusi.
“ Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD ini, selanjutnya akan kita sampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk mendapatkan evaluasi,” papar Bupati
Selanjutnya Bupati menyampaikan ringkasan rancangan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2021, antara lain menyangkut Pendapatan Daerah, Belanja Daerah dan Pembiayaan daerah yang terbagi atas penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan.
Pendapatan Daerah yang pada penetapan APBD TA 2021 direncanakan sebesar Rp. 2.240. 324.877.404,- menjadi sebesar Rp. 2.085. 531.836280,- sehingga terjadi penurunan sebesar Rp.154.793.041.124,- atau turun sebesar 6,91 % dari APBD Penetapan TA 2021. Belanja Daerah yang pada Penetapan APBD TA 2021 direncanakan sebesar Rp. 2.256.232.062.404,- menjadi sebesar Rp. 2.243.291.596.157,- sehingga terdapat penurunan sebesar Rp.12.940.466247,- atau turun sebesar 0,57 % dari APBD Penetapan TA 2021
Sementara untuk Penerimaan Pembiayaan TA 2021 setelah perubahan direncanakan sebesar Rp. 163.759.759.877,- atau naik sebesar Rp.140.852.574.877,- yang berasal dari pos Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) TA 2020 yang telah diaudit BPK RI dan tercantum dalam Peratun Derah No,1 Tahun 2021 tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kab Pek TA 2020. Pengeluaran Pembiayaan TA 2021 setelah perubahan direncanakan sebesar Rp.6.000.000.000,00 atau turun sebesar Rp.1.000.000.000,00 dari penetapan APBD TA 2021.
Dengan demikian maka pembiayaan Netto setelah perubahan menjadi sebesar Rp.157.759.759.877,-. Pembiayaan netto ini untuk menutup defisit anggaran secara struktur yaitu selisih kurang antara pendapatan daerah dengan belanja daerah yang direncanakan .
“Selanjutnya pada kesempatan ini juga kami sampaikan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022,” lanjutnya
Dijelaskan pula, secara umum kebijakan keuangan daerah Tahun Anggaran 2022 diarahkan pada beberapa hal diantaranya optimalisasi pendapatan dengan memperhatikan upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi guna mendukung kondusivitas pelaksanaan berusaha; Pengalokasian belanja dengan memprioritaskan pemenuhan belanja wajib,mengikat,dan prioritas; Penatausahaan dan pertanggungjawaban keuangan yang efisien dan akuntabel; Optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan aset untuk mendukung pendapatan; serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi pengelolaan keuangan daerah.
“ Rencana pembangunan daerah tahun 2022 juga untuk mewujudkan implementasi program unggulan kabupaten Pekalongan diantaranya; Sekolah gratis untuk masyarakat kabupaten Pekalongan, Jaminan kesehatan, pemberian bantuan sosial bagi penunggu pasien tidak mampu serta ruas tuntas jalan kabupaten,” pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 17 September 2021
Dalam sambutannya Bupati memastikan bahwa persoalan sampah menjadi perhatian utama dari Pemkab. “ Karena saya mau Pekalongan sebagai kota santri ini bersih, indah dan tidak ada pencemaran yang kita buat sendiri,” tegasnya
Ditambahkan pula, persoalan sampah di kabupaten Pekalongan masih menjadi PR yang harus disikapi dan diperhatikan. “ Dengan adanya kendaraan roda 3 pengangkut sampah ini, minimal sampah-sampah yang tadinya malas buang menjadi lebih mudah dan tidak ada pencemaran-pencemaran khususnya di desa desa yang sekarang ini kondisi lingkungannya memprihatinkan. Mudah-mudahan ini menjadi PR kita semua , pemerintah dan masyarakat kabupaten Pekalongan untuk menjaga kebersihan karena kebersihan adalah sebagian dari iman,” ujar Bupati
Selanjutnya Bupati berharap bantuan kendaraan roda 3 pengangkut sampah tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik dan ia juga berharap di tahun 2022 jumlah bantuan sepeda motor roda 3 pengangkut sampah bisa lebih banyak lagi. “ Saya minta agar dapat dimanfaatkan dengan baik dan bermanfaat dan Insyaalloh akan kita pikirkan diperbanyak lagi di 2022 agar tidak ada sampah sampah berkeliaran di kabupaten Pekalongan,” imbuhnya.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Perkim dan LH, Murdiarso,ST.,M.T dalam laporannya menyampaikan, acara penyerahan bantuan kendaraan roda 3 pengangkut sampah tahun 2021 oleh Bupati Pekalongan kepada penerima bantuan salah satunya dimaksudkan untuk menambah armada pengangkut sampah pada skala komunitas masyarakat sehingga memperlancar proses pengangkutan sampah dari sumber ke fasilitas pengelolaan sampah berikutnya.
“Pada tahun anggaran 2021 ini, pemkab Pekalongan melalui Dinas Perkim dan LH melaksanakan kegiatan pemberian bantuan kendaraan roda 3 pengangkut sampah sebanyak 34 unit dan diberikan kepada lembaga lembaga yang tersebar di seluruh kabupaten Pekalongan,” terang Murdiarso.
Acara Penyerahan Bantuan Kendaraan Roda 3 Pengangkut Sampah Kabupaten Pekalongan 2021 dihadiri pula Kepala DPU Taru Bambang Irianto,Kepala Dinperindagkop UKM Ir Hurip Budi Riyantini, Plt Dinas PMD P3A dan PPKB Subagyo , perwakilan anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Camat Kedungwuni, perwaakilan kepala desa/lurah serta para penerima bantuan. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 16 September 2021
Dalam sambutannya, Fadia mengungkapkan rasa bangganya menjadi bagian dari keluarga besar NU, dimana diakuinya dirinya dan keluarga besarnya merupakan orang NU. Oleh karena itu dirinya berharap NU jangan ada blok blokan, saling ada jarak, dan saling menyalahkan satu sama lain, karena NU itu milik semua orang, NU itu ada dimana mana, NU bukan milik partai tertentu saja.
Ditegaskan Fadia, bahwa meski dirinya adalah orang NU, namun dirinya juga Ibu dari Orang Kabupaten Pekalongan, jadi apapun agama dan alirannya, semuanya wajib dilindungi dan diayomi, karena semua adalah anaknya Bupati. “Kita jangan sampai mengkotak-kotakkan, kita harus saling merangkul, mari kita jaga ukhuwah Islamiyah, dan tugas kita sekarang adalah membesarkan NU agar menjadi lebih hebat lagi,” ungkap Fadia.
Pada kesempatan tersebut, Fadia mengungkapkan bahwa pihaknya siap menghibahkan tanah Pemkab untuk Nahdlatul Ulama, khususnya untuk memajukan Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan yang saat ini telah berdiri di wilayah Kecamatan Kedungwuni. “Cari tanah milik Pemkab yang berada di jalan utama, saya kasih untuk NU, saya akan hibahkan, agar NU semakin maju dan besar, agar universitasnya semakin bersinar,” ungkap Fadia.
Tak lupa Fadia meminta dukungan dari para Tokoh NU untuk mensukseskan program – program pemerintah, khususnya terkait penanganan Covid 19. Dengan dukungan dari semua lapisan masyarakat, Bupati optimis semua program pemerintah akan bisa terlaksana dengan baik, terutama dalam upaya penanganan PandemiCovid 19. “Pemkab Pekalongan bertindak sangat toleran dalam penanganan Covid dengan tujuan agar ekonomi rakyat tetap berjalan, namun kesehatan rakyat juga terjaga, oleh karena itu mari bersama kital awan covid agar kita bisa mencapai level satu, dan segera zero Covid 19,” imbau Fadia menutup sambutannya. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 16 September 2021
Hal itu disampaikan Menko Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartanto saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pekalongan, pada Kamis siang (16/9/2021) yang langsung disambut oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E., M.M di Pendopo Kabupaten Pekalongan.
‘’Pertumbuhan ekonomi di Indonesia sudah positit, itu artinya sudah cukup baik. Dan kami berharap pertumbuhan ekonomi terus meningkat sampai akhir tahun nanti,’’ ungkap Menko Perekonomian RI Airlangga Hartanto.
Untuk di Kabupaten Pekalongan sendiri, Airlangga menuturkan bahwa perekonomiannya sudah cukup terkendali dengan adanya program-program bantuan usaha diberikan oleh pusat maupun Pemkab Pekalongan sendiri. ‘’Di Kabupaten Pekalongan ini juga sudah mulai terkendali. Jadi, mudah-mudahan pertumbuhan ekonomi bisa bergerak,’’ tuturnya.
Selain itu, dalam kunjungannya tersebut, Airlangga juga berkesempatan membagikan 2000 bingkisan kepada anak-anak yang terdampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Pekalongan, utamanya adalah anak yatim piatu yang ditinggal orangtuanya karena Covid-19. ‘’Saya benar-benar prihatin kepada anak-anak yang terdampak Covid-19, apalagi mereka anak –anak korban meninggal akibat Covid-19,’’ ujarnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, mengatakan bahwa atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan Ia mengucapkan terimakasih kepada Menko Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartanto yang telah melakukan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Pekalongan dan peduli kepada anak-anak terdampak Covid-19.
‘’ Di Kabupaten Pekalongan ini kan sebenarnya simbolis, dan juga sudah ada beberapa yang kita siapkan dari DPD Golkar untuk segera didistribusikan, khususnya untuk anak-anak yang terdampak Covid-19,’’ tuturnya.
Fadia juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan terus mengikuti arahan dari pemerintah pusat untuk tetap menerapkan gas dan rem dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 saat ini. ‘’Prinsip, kami Pemkab Pekalongan akan tetap melakukan balancing antara mendorong pertumbuhan ekonomi dan juga kesehatan masyarakat,’’ terangnya. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 16 September 2021
Hal itu dikatakannya saat melepas atlet dan pelatih asal Kabupaten Pekalongan yang akan berlaga di PON XX 2021, pada acara yang bertajuk ‘Pelepasan Atlet Asal Kabupaten Pekalongan Pada PON XX Papua, Ruang Apresiasi Publik Bagi Insan Olahraga Berprestasi Di Kabupaten Pekalongan’, yang bertempat di aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Kamis ( 16/09) petang.
“Kita kasih 50 juta bagi mereka yang berhasil membawa emas pada kejuaraan nasional tersebut, agar mereka lebih semangat lagi dalam bertanding, dan jika ada kesempatan, saya akan datang langsung untuk melihat dan mensupport mereka,” Kata Bupati.
Dijelaskannya, dirinya akan mensupport kegiatan olahraga, namun akan lebih memprioritaskan cabang olahraga yang bisa mendulang prestasi khususnya pada level nasional.
“Saya tidak mau memberikan sumbangan tapi tidak kelihatan hasilnya, saya akan mensupport olahraga mana yang berkembang dan bisa berlaga di tingkat nasional,” paparnya.
Fadia berharap, dengan adanya pelepasan ini akan membawa semangat atlet untuk bertanding sehingga dapat membawa piala. “Kita lepas dengan doa dan harapan agar atlet kita nanti bisa membawa hasil terbaik,” pintanya.
Hal senada juga dikatakan Plt Ketua Umum KONI Kabupaten Pekalongan Suryo Sukarno. Menurutnya momentum pelepasan ini bisa membawa semangat bagi insan olahraga di Kabupaten Pekalongan di masa mendatang bisa mengirimkan atlet lebih banyak lagi di ajang nasional maupun internasional.
“Saat ini di Kabupaten Pekalongan ada 36 cabang olahraga, dan baru bisa mengirimkan atletnya pada cabang softball dan renang pada Peparnas. Semoga ke depan akan lebih banyak lagi,” ujarnya.
Dirinya juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendukung kegiatan olahraga agar olahraga di Kota Santri semakin baik dan para atletnya sejahtera.
“Pemerintah sudah memberikan banyak untuk kemajuan olahraga, meski begitu perlu tambahan support agar atlet bisa lebih berkembang lagi sehingga bisa mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Sementara itu, salah satu atlet Softball Reva Aviana mengaku sangat senang mendapat apresiasi. Hal itu menurutnya membuat semangat bertanding menjadi lebih besar.
‘Saya ikut pelatihan softball kurang lebih satu tahun, Alhamdulillah dapat terpilih mewakili Jawa Tengah dalam kegiatan PON ini. Semoga kedepan akan banyak atlet lain asal Kota Santri yang bisa ikut dalam kejuaraan nasional,” harapnya.
PON XX Papua ini rencananya akan berlangsung dari 2 Oktober hingga 15 Oktober 2021. Adapun dalam gelaran ini Kabupaten Pekalongan mengirimkan 3 atlet yakni Rena Aviana dan Maya Kurniasari pada Cabang Olahraga Softball, serta satu atlet paralimpic Fikki Arifani Saputra pada cabang olahraga renang serta satu pelatih softball yakni Cholid Chairudin. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 16 September 2021
Kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2021 tersebut direncanakan menghasilkan tiga sasaran utama pembangunan infrastruktur di Desa Bulak Pelem. Yang pertama melaksanakan pengaspalan jalan dengan panjang 740 meter yang terbagi dua segmen. Dimana segmen pertama adalah 340 meter, kemudian yang kedua adalah sepanjang 400 meter.
Kemudian yang kedua, direncanakan melakukan pembangunan turap sepanjang 390 meter. Dan yang ketiga adalah membangun jalan makadam.
Itulah ketiga program sasaran utama kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Bulakpelem yang ingin dicapai.
‘’Alhamdulilah pada hari ini, secara resmi kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2021 di Desa Bulak Pelem, Kecamatan Sragi telah kami buka dengan harapan bantuan dari unsur masyarakat dan juga pemerintah. Sehingga kegiatan tersebut berhasil mencapai tiga sasaran programnya,’’ ungkap Kasdim 0710 Pekalongan Mayor Inf Raji.
Selanjutnya, Kasdim 0710 Pekalongan juga mengatakan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Bulak Pelem tersebut, pihaknya akan menurunkan 40 personil. Dan setiap harinya yang bertugas dalam pembangunan infrastruktur tersebut ada sejumlah 80 orang, 40 dari unsur TNI dan 40 orang dari unsur masyarakat setempat.
‘’Jadi kami rencanakan turunkan sebanyak 40 personil kami untuk kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III ini untuk melakukan pembangunan di Desa Bulak Pelem dengan target satu bulan harus selesai. Karena kami tidak ingin merepotkan masyarakat dengan pekerjaan yang belum selesai,’’ ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ia juga mengucapkan apresiasi dan terimakasihnya kepada masyarakat dan unsur pemerintah Desa Bulakpelem dan Kecamatan Sragi, yang nanti akan mengerahkan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam membantu pembangunan infrastruktur desa yang telah diprogramkan.
‘’Kami sangat berterimakasih sekali kepada masyarakat dan juga perangkat Desa Bulak Pelam yang akan berpartisipasi dalam mewujudkan tiga sasaran utama pembangunan di desa ini, sehingga dapat selesai dengan tepat waktu,’’ terangnya.
Sementara itu, mewakili unsur pemkab, PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santosa mengatakan dalam acara tersebut bahwa atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Ia mengucapkan terimaksih kepada Kodim 0710 Pekalongan yang akan melaksankan program pembangunan infrastruktur di Desa Bulakpelem, Kecamatan Sragi, dengan menghasilkan sasaran utama.
Sehingga, menurut PJ Sekda, hal tersebut dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di Desa Bulak Pelem. ‘’ Dan ini kami tentu terimakasih kepada TNI dan masyarakat khusunya pak camat dan pak lurah yang akan memfasilitasi dari masyarakatnya untuk bergotong-royong bersama TNI dalam rangka TMMD Manunggal Tahap III,’’ ungkapnya. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 15 September 2021
Pada kesempatan tersebut Riswadi yang mewakili Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE. MM menyampaikan apresiasi atas inisiatif DPRD yang telah mengajukan 2 (dua) Raperda yang telah disampaikan pada hari Jum'at, tanggal 10 September 2021, yaitu Raperda tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Raperda tentang Penanggulangan Penyakit. Hal tersebut menurut Riswadi menunjukkan kepedulian DPRD dalam upaya mewujudkan Pemerintahan Kabupaten Pekalongan yang lebih baik.
Dalam rapat tersebut disampaikan beberapa saran dan masukan Bupati guna penyempurnaan Raperda, diantaranya terkait Raperda tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dimana berdasarkan pencermatan terhadap Raperda tersebut secara garis besar belum menggambarkan dan menjawab permasalahan lingkungan hidup di Kabupaten Pekalongan.
Oleh karena itu, Bupati berharap pembahasan Raperda ini dapat disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 15 tahun 2011 tentang Tentang Pedoman Materi Muatan Rancangan Peraturan Daerah di Bidang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sehingga dapat mengakomodir kebutuhan daerah yang belum diatur dalam Raperda tersebut.
Sementara itu, terkait Raperda tentang Penanggulangan Penyakit, yang merupakan salah satu urusan wajib pemerintahan ( sesuai Pasal 12 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah). Bupati berharap, dengan disusunnya Raperda tersebut Pemerintah Daerah dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan penyakit. Diungkapkan Bupati bahwa Pandemi Covid-19 secara global belum berakhir, dan diprediksi akan menjadi endemi covid-19, oleh karena Pemkab berharap Raperda tentang Penanggulangan penyakit ini dapat menjadi regulasi yang jelas bagi daerah dalam proses pemulihan pandemi covid-19.
Lebih lanjut Bupati menyampaikan bahwa secara umum substansi yang akan diatur dalam Raperda tentang Penanggulangan Penyakit sudah mengakomodir kebutuhan daerah, namun beberapa hal penting yang belum diakomodir, seperti pengaturan mengenai penganggaran, pencegahan dan penanggulangan penyakit yang ada di rumah sakit dan spesifikasi aturan pelaksanaan dalam Peraturan Bupati. “Saya harapkan dalam pembahasan 2 Raperda ini lebih lanjut agar perpedoman pada ketentuan peraturan perundangan khususnya terkait kaidah, norma, dan batasan kewenangan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi selaku wakil Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah,' ujarnya
Tak lupa dalam kesempatan tersebut Bupati memerintahkan kepada segenap Perangkat Daerah yang melaksanakan pelayanan publik secara langsung kepada masyarakat agar secara aktif dan partisipatif terlibat di dalam pembahasan lebih lanjut serta melakukan proses konsultasi maupun pendalaman materi secara substantif, sehingga penyusunan Raperda ini benar benar dapat memenuhi amanat peraturan perundang undangan dan menjawab permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan pelayanan publik dengan mempertimbangkan spesifikasi pelayanan oleh masing masing Perangkat Daerah dan kebutuhan masyarakat.
Bupati juga menyarankan agar dalam pembahasan lebih lanjut 2 (dua) Raperda tersebut agar disertai dengan konsultasi secara komprehensif dan substantif kepada Pemerintah Provinsi dan Kantor Wilayah Hukum dan HAM Jawa Tengah agar Raperda ini benar-benar dapat disusun sesuai dengan kaidah, norma, dan kewenangan serta menjadi payung hukum yang efektif di Kabupaten Pekalongan. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 15 September 2021