Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN – Dalam rangka meningkatkan hard imunity bagi aparatur negara di lingkungan pemerintahan Kabupaten Pekalongan, pemkab menyelenggarakan kegiatan vaksinasi Covid-19 lanjutan atau booster jenis Pfizer pada pagi ini, Jumat (28/1/2022) di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan.
Dimana target sasaran yang telah Dinkes Kabupaten Pekalongan canangkan untuk suntikan vaksinasi Covid-19 lanjutan tersebut adalah 950 aparatur negara.
Dikatakan Kepala Dinas Kabupaten Pekalongan Setiyawan Dwi Antoro, bahwa kegiatan vaksinasi lanjutan tersebut merupakan mandat dari surat edaran Kemenkes RI bernomor HK.02.02/II/252/2022, yang menginstruksikan seluruh dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota, dan direktur rumah sakit di Indonesia untuk segera melaksanakan vaksinasi Covid-19 lanjutan (Booster).
Menurut Wawan, hasil studi menunjukan bahwa telah terjadi penurunan antibodi pada 6 bulan setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis primer lengkap (dosis 1 dan 2), sehingga dibutuhkan pemberian dosis lanjutan atau booster untuk meningkatkan proteksi individu terutama pada kelompok masyarakat rentan.
‘’Vaksinasi booster adalah vaksinasi Covid-19 setelah seseorang mendapat vaksinasi primer dosis lengkap, yang ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan,’’ kata Wawan saat ditemui dalam acara Vaksinasi Covid-19 Lanjutan (Booster) bagi Pejabat Publik (28/1/2022).
Apalagi, lanjut Wawan, aparatur negara itu banyak berinteraksi dengan banyak orang saat melakukan kegiatan pelayanan public, sehingga menurutnya, suntikan booster ini sangat tepat diberikan.
‘’Jadi vaksinasi lanjutan hari ini diikuti oleh Kepala OPD dan jajarannya dengan target sasaran sebanyak 960 aparatur. Dan hari ini sekitar 460 an aparatur di lingkungan setda akan disuntik,’’ ungkapnya.
Adapun saat ditanya untuk efek samping sendiri, Wawan menjelaskan bahwa semua jenis vaksin Covid-19 itu terdapat efeknya. Namun, sejauh ini di Kabupaten Pekalongan efek yang timbul hanya pegal-pegal dan demam saja. Jadi tidak ada efek serius yang muncul setelah melaksanakan vaksinasi baik primer lengkap maupun vaksin lanjutan.
‘’Yang namanya vaksinasi adalah memasukan suatu zat, artinya nanti akan ada rekasi karena ini benda asing masuk ke tubuh kita. Dan efek vaksin ini tergantung dari daya tahan tubuh kita masing-masing. Seseorang reaksi vaksinnya tidak akan sama dengan orang lain,’’ jelasnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Wawan juga menghimbau untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan yang ingin mendapatkan vaksinasi Covid-19 lanjutan bisa datang ke faskes-faskes terdekat dengan syarat sudah melakukan vaksinasi primer lengkap selama 6 bulan.
‘’Dan booster ini kriterianya adalah masyarakat yang sudah menyelesaikan vaksin kedua selama enam bulan untuk dosis keduanya,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Jumat, 28 Januari 2022
KAJEN – Bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pekalongan, pemkab berkomitmen untuk senantiasa mewujudkan kondusifitas di Kabupaten Pekalongan. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, saat silaturahmi di PWI Kabupaten Pekalongan, pada hari Kamis (27/1/2022) sore.
KAJEN – Selamatan dan syukuran durian di desa Pungangan Kecamatan Doro serta peresmian Bumdes dengan produk kopi yang dipusatkan dilapangan desa Pungangan, Kamis (27/01) berlangsung meriah.
Bupati Fadia mengaku salut atas acara syukuran durian desa Pungangan Doro ini karena menurutnya acara ini bisa mengangkat durian hasil dari petani desa Pungangan menjadi lebih terkenal secara luas. “ Saya berharap para petani durian bisa berkembang. Apalagi ternyata acara festival durian seperti di Lolong, ternyata duriannya disuplai dari sini. Ini berarti petani di sini harus kita dukung dan kembangkan sehingga durian ini menjadi terkenal,” ucap Bupati Fadia.
KAJEN – Bencana alam berupa tanah longsor yang mengakibatkan jembatan penghubung antara Kecamatan Karanganyar dengan Kecamatan Lebakbarang putus total, Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, SH., dengan didampingi Kepala DPU TARU Kabupaten Pekalongan Bambang Irianto dan Asisten 1 Setda Kabupaten Pekalongan Totok Budimulyanto, memantau langsung evakuasi jembatan tersebut, pada sore ini, Rabu (26/1/2022).
KAJEN - Kejadian bencana alam di sebagian wilayah Kabupaten Pekalongan pada tiap tahunnya, harus dicarikan cara penyelesaiannya. Apablila daerah yang mengalami bencana alam termasuk kategori daerah dengan status darurat, maka daerah ini bisa mengajukan untuk mendapatkan bantuan khusus dari pemerintah pusat. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM saat memimpin Rapat Dinas di Taman Boulevard Rumah Dinas Jabatan Bupati Pekalongan, Rabu (26/01) pagi. Rapat Dinas dihadiri Wakil Bupati H Riswadi SH, Sekda M Yulian Akbar S.Sos, M.Si, beserta para sisten dan staf ahli bupati, para kepala OPD terkait serta para camat yang berkesempatan hadir.
KAJEN – Implementasi dari slogan pembangunan infrastruktur jalan yang dicanangkan oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., yaitu ‘’Jalan Alus Rejeki Mulus’’ tengah digencarkan diseluruh wilayah di Kabupaten Pekalongan. Hal demikian terlihat pada hari ini, Selasa (25/1/2022) siang hingga sore kemarin, dimana Bupati Pekalongan Fadia Arafiq meresmikan jalan di Desa Kulu Kecamatan Karanganyar, Desa Wangandowo Bojong, dan Desa Pecakaran serta Peresmian Ruko Pasar Desa Bebel Kecamatan Wonokerto.
KAJEN - Kamis (20/1/2022) sore, usai meninjau longsor wilayah Petungkriyono, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE.,MM didampingi Sekda HM. Yulian Akbar, S.Sos.,M.Si beserta beberapa Kepala OPD terkait melakukan peninjauan Rumah Pompa Tanggul Merican dan Sengkarang Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan.
‘’Alhamdulilah saya sangat senang sekali dan bersyukur akhirnya kita bisa berkumpul, untuk bekerjasama guna membangun dan mewujudkan kondusifitas di Kabupaten Pekalongan,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Menurut Fadia, dengan adanya acara silaturahmi ini diharapkan PWI Kabupaten Pekalongan bisa semakin bersemangat untuk selalu memberikan informasi pembangunan yang ada di Kabupaten Pekalongan kepada masyarakat.
‘’Dengan adanya PWI saya rasa pemkab sangat terbantu sekali utamanya untuk mewujudkan keterbukaan informasi public kepada masyarakat,’’ ungkap Bupati Fadia.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Fadia juga berpesan kepada anggota PWI Kabupaten Pekalongan untuk senantiasa menjaga kondusifitas utamanya dalam meredam berita-berita hoax yang tekadang meresahkan masyarakat.
‘’Wartawan harus jelas ada beritanya dan sumbernya tidak asal-asalan membuat berita yang tidak benar apalagi membuat hoax,’’ tandasnya.
Sementara itu ketua PWI Triyono menyampaikan bahwa Ia bersama para anggotanya juga akan berkomitmen menciptakan kondusifitas dan memberikan kebutuhan informasi pembangunan di Kabupaten Pekalongan dengan lebih baik lagi.
‘’Kali ini merupakan suatu kehormatan bagi PWI Kabupaten Pekalongan karena meskipun usianya di Kabupaten Pekalongan masih 4 tahun, tetapi pemkab menunjukan kepedulian kepada kita sehingga kita bisa bersama-sama bersinergi untuk mendukung Pemkab. Pekalongan"ucap Ketua PWI Kabupaten Pekalongan Triyono. (Dian-Kominfo)
Jumat, 28 Januari 2022
Sebagaimana diketahui, pasca dilantik secara resmi menjadi Bupati Pekalongan pada tahun 2021 lalu, salah satu visi misi pembangunan Bupati Fadia Arafiq adalah membangun seluruh jalan di Kabupaten Pekalongan menjadi halus dan layak, atau biasa di sebut program pembangunan ‘’Jalan Alus Rejeki Mulus’’.
Karena menurut Fadia, pihaknya mengambil kebijakan tersebut sesuai dengan keinginan masyarakat Kabupaten Pekalongan saat dirinya berdialog dengan masyarakat di masing-masing wilayah, yaitu masyarakat yang mengeluhkan masih banyaknya jalan rusak di wilayah Kabupaten Pekalongan yang menghambat aktivitas mereka.
‘’Karena jalan itu mau tempat bagus kaya apa kalau jalannya rusak ya percuma. Contohnya kalau wisata sebagus apa kalau aksesnya susah, ya sulit juga. Oleh sebab itu, program pembangunan ‘Jalan Alus Rejeki Mulus’ masuk dalam 4 program prioritas kami di tahun 2022 ini,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, saat melakukan peresmian jalan di Desa Wonopringgo.
Fadia juga menyampaikan, dengan dibangunnya poros jalan yang menghubungkan Desa Wonopringgo sampai Desa Ketitang Kidul Kecamatan Bojong, merupakan salah satu bentuk perhatian pemkab untuk mewujudkan cita-cita masyarakat Desa Wonopringgo untuk menikmati akses jalan yang halus dan memadai.
‘’Ini memang jalan poros desa adalah lima tahun belum diperbaiki. Tetapi saat ini memang mau saya ambil alih poros desa ini untuk bisa kami lakukan perbaikan supaya tidak rusak terus,’’ tandasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala DPU TARU Kabupaten Pekalongan Ir.Bambang Irianto juga menyampaikan bahwa pembangunan jalan di poros Desa Wonopringgo sampai Desa Ketitang Kidul yang saat ini diresmikan, dibangun dengan panjang lintasan 300 meter, dan total anggaran yang ditaksir capai 190 juta.
‘’Ini merupakan suatu perhatian ibu bupati, sehingga beliau berkenan untuk meresmikan. Dan harapannya, bahwa jalan ini ke barat akan kan akan tembus ke jalan provinsi yaitu lintasan Bojong sampai Kajen. Sehingga menurut saya ini sangat strategis utnuk dilanjutkan, dan ini terserah pada pak lurah untuk kebijakannya, karena sudah masuk jala desa,’’ jelas Kepala DPU TARU Kabupaten Pekalongan Ir. Bambang Irianto.
Bambang juga menyampaikan, bahwa untuk penerangan dua titik lokasi di poros jalan Desa Wonopringgo yang menjadi keluhan masyarakat, akan segera pihaknya tindak lanjuti. ‘’Jadi untuk dua titik lokasi yang belum ada penerangan di poros jalan ini akan segera kami upayakan supaya segera dipasang,’’ ungkapnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Wonopringgo Slamet Haryanto juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Pekalongan yang telah melakukan pembangunan infrastruktur jalan di Desa Wonopringgo, sehingga masyarakat bisa menikmati akses jalan yang halus.
‘’Atas nama masyarakat Wonopringgo saya mengucapkan terimakasih dengan terbangunnya jalan poros yang secara kewilayahan ada di Rowokembu tetapi penggunaannya Desa Wonopringgo,’’
‘’Jalan ini merupakan jalan terbengkalai karena selama 5 tahun belum bisa dilakukan pembangunan padahal sudah rusak. Alhamdulilah tahun ini bisa direalisasi,’’ ungkap Kepala Desa Wonopringgo Slamet Haryanto. (Dian-Kominfo)
Kamis, 27 Januari 2022
Seperti diketahui, sebelum pandemi covid 19 di kabupaten Pekalongan rutin diadakan festival durian, tepatnya Festival Durian Lolong. Namun untuk sementara kegiatan tersebut ditiadakan. “ Alangkah baiknya para petani kita ini kita support agar durian kita terkenal. Se jawa tengah saya lihat yang berani membuat festival hanya kabupaten Pekalongan. Artinya kabupaten Pekalongan duriannya memang hebat dan luar biasa. Saya mendukung sekali supaya ada festival durian. Festival durian Lolong harus tetap jalan,” pintanya.
Ditambahkan, Bupati juga mensupport berdirinya Bumdes Pungangan yang meluncurkan produk kopi khas Pungangan. “ Untuk Bumdes, dari 272 desa, baru ada 191 desa yang punya Bumdes. Bumdes ini bisa membantu meningkatkan keuangan desa atau bisa membangun desa karena kalau hasilnya berlebih bisa buat membangun jalan, dan sebagainya. Jadi kita harus sama-sama mensupport Bumdes ini, agar kopinya dikenal. Saya yakin Doro ini luar biasa, durian, kopi, semuanya ada,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Mukhtaruddin Ashraff Abu (Ashraff) yang hadir mendampingi Bupati mengatakan pihaknya berharap durian Pungangan bisa terkenal sampai keluar daerah, nasional bahkan internasional. “Kabupaten Pekalongan salah satu penghasil durian yang paling banyak di Indonesia. Saya sebagai ketua Dekranasda sangat berharap, kita jangan asal jual durian, tapi kalau bisa kita jual sampai keluar. Jangan hanya fokus di kabupaten Pekalongan, tapi kita perkenalkan durian ini sampai tingkat internasional bahkan sampai Asia,” kata Ashraff.
Senada dengan Bupati, Ashraff juga berharap acara seperti Festival Durian Lolong bisa tetap diadakan tiap tahunnya karena dengan acara seperti ini berarti memberi peluang bagi para petani durian untuk memperkenalkan hasil duriannya secara luas.
Ashraff juga menyarankan warga Pungangan lebih kreatif dengan mengolah durian menjadi produk makanan lainnya. “Saya sarankan, kita cari ide, kita produksi dan bisa kita jual keluar dalam bentuk selain dari buahnya. Mungkin kita bikin kue, dodol atau sesuatu yang unik supaya durian kita ini bisa terkenal dan produk dari durian ini bisa kita jual sampai keluar. Saya harap dengan terkenalnya durian Doro, orang dari luar akan datang untuk mencari durian kita. Kalau kita sudah siap saya yakin pihak pemerintah akan bantu promosikan durian kita sampai keluar,”pungkasnya
Kepala desa Pungangan, Abdurrahman menjelaskan terselenggaranya acara selamatan dan syukuran durian di desa Pungangan Kecamatan Doro ini merupakan kerjasama petani dan seluruh masyarakat desa Pungangan. “ Harapannya hasil petani bisa dikenal luas sampai keluar desa. Selain durian, banyak potensi Desa Pungangan , salah satunya produk kopi. Acara ini sekaligus mempromosikan kopi Pungangan agar masyarakat luas juga mengetahui bahwa Pungangan juga memproduksi kopi,” tuturnya.
Acara selamatan dan syukuran durian di desa Pungangan Kecamatan Doro serta peresmian Bumdes ini dihadiri pula Camat beserta Forkompimcam Doro, anggota DPRD kabupaten Pekalognan, kepala Dinporapar, Kepala Dishub, Kepala Satpol PP, Plt PMD, Plt DKPP, perwakilan Perhutani,anggota Bapera, tokoh masyarakat/agama desa Pungangan serta tamu undangan lainnya. (Dian-Kominfo)
Kamis, 27 Januari 2022
Dalam tinjauannya itu Wakil Bupati Riswadi mengatakan bahwa langkah terdekat yang akan segera pihaknya lakukan adalah membangun jembatan darurat terlebih dahulu supaya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.
‘’Kami semua disini hadir langsung untuk memantau evakuasi tanah longsor supaya untuk sementara segera dibuat jembatan darurat untuk bisa dilalui kendaraan roda 2,’’ kata Wakil Bupati Pekalongan Riswadi.
Dan dalam dua sampai tiga hari kedepan, Riswadi berharap bahwa jembatan darurat bisa segera diganti dengan jembatan bantuan yang dapat diakses oleh kendaraan roda empat, sehingga jalur-jalur distribusi bahan makanan pokok dan pertanian dapat segera kembali dilaksanakan.
‘’Kami mengajak PU untuk segera mengambil kebijakam supaya dalam waktu 2-3 hari kedepan dapat dibuat jembatan sementara yang bisa dilalui juga oleh kendaraan beroda empat. Sehingga jalur-jalur distribusi barang bahan pokok dan bahan pertanian yang menjadi distribusi antar daerah bisa tetap berjalan,’’ jelasnya.
Selain itu, Riswadi juga menerangkan bahwa dalam waktu dekat Pemkab Pekalongan akan segera mengambil tindakan berupa perubahan dalam APBD untuk didahulukan penganggaran pembangunan jembatan permanen. Mengingat betapa krusialnya jembatan penghubung dua wilayah tersebut terhadap aktivitas perekonomian masyarakat.
‘’Dan pemerintah juga akan mengambil langkah untuk didahulukan membuat perubahan untuk dibuat jembatan permanen,’’ ujarnya.
Riswadi juga berharap, bencana tanah longsor tidak terjadi lagi di Kabupaten Pekalogan. Supaya masyarakat bisa aman dan dapat menjalankan aktivitas seperti biasanya. ‘’Saya sangat berharap ini bencana terakhir yang terjadi, karena kasihan masyarakat dengan adanya bencana semacam ini, aktivitas mereka menjadi terhambat,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Rabu, 26 Januari 2022
‘Di awal tahun, ada masalah yang kita hadapi adalah banjir dan tanah longsor. Dengan situasi seperti ini, menurut saya daerah kita bisa dijadikan status darurat karena hampir setiap tahunnya ada kejadian longsor, jembatan putus. Kalau memang sudah ada status darurat, kita langsung ke pusat mengajukan agar mendapat bantuan,” tutur Fadia.
Pada Rapat Dinas ini Fadia memberikan arahan agar pemkab Pekalongan memiliki alat berat excavator kecil. Sebagai antisipasi dan solusi jika ada musibah yang menimpa“ Kita baru punya 2 alat berat excavator. Sedang kita punya 4 daerah berpotensi rawan bencana alam. Sementara alat distanbykan di daerah yang paling rawan, hingga perlu penambahan Alat berat tersebut, “ tegasnya.
Terkait daerah rawan bencana, Wakil Bupati H Riswadi SH menerangkan bahwa Kabupaten Pekalongan memang ada daerah yang selalu mengalami bencana alam tiap tahunnya, yaitu di Kecamatan Lebakbarang, Kandangserang dan Petungkriyono. Menurut Riswadi, longsor terjadi karena intensitas hujan tinggi, lalu daya tampung saluran tidak mampu, akhirnya menimbulkan genangan dan longsor.
“ Kami diskusi dengan Bupati, bagaimana tahun depan di perubahan, diberi anggaran khusus untuk 3 kecamatan yang disiapkan alat berat yang sesuai dengaan infrastruktur jalan yang sama. Kerja alat berat ini 12 bulan dalam 1 tahun. Mereka walau tidak hujan, membuat ilen-ilen terus. Saya rasa itu upaya pertama,” terang Riswadi.
Kedua, Riswadi menyarankan pemberian edukasi kepada masyarakat daerah tersebut. “ Ketika Mensos berkunjung kemarin, Beliau menduga penyebab longsor karena adanya loging. ALat ukurnya adalah adanya dahan-dahan pohon yang sudah lapuh berceceran. Jadi hal ini perlu koordinasi dengan Perhutani,” jelasnya.
Dikatakan pula pihaknya mengusulkan kepada dinas terkait menganggarkan untuk tahun berikutnya minimal ekscavator dengan fisik kecil. Alasannya bisa masuk gang, terjangkau dan berkerja 12 bulan dalam 1 tahun.
Sementara itu Sekda M Yulian Akbar S.Sos,M.Si mengatakan dalam menyikapi bencana alam yang cukup intens yang terjadi tiap awal tahun, seluruh pihak telah siap siaga. “Saya kira dari BPBD, Dinsos, DPU, telah siap 24 jam dalam hal penanganan bencana,” tegas Yulian
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Rahardjo pada rapat dinas ini menyampaikan laporan evaluasi dan persiapan penanggulangan bencana longsor dan banjir di kabupaten Pekalongan. “ Kami laporkan kejadian bencana besar pada Rabu, 19 januari 2022. Penyebab bencana banjir dan longsor yaitu curah hujan yang sangat tinggi di wilayah kabupaten Pekalongan sehingga menyebabkan genangan air tebing longsor dan aliran air sungai Sengkarang meluap ke permukiman. Lokasi-lokasi yang terdampak longsor yang terparah, jalan kabupaten Doro-Petung, ada di beberapa titik dan menyebabkan beberapa jembatan perlu perbaikan. Kemudian jalan kabupaten Karanganyar Lebakbarang, lokasinya juga beberapa titik dan lumayan besar longsorannya sehingga 2 lokasi longsoran tersebut membutuhkan dukungan alat berat,” papar Budi.
Untuk lokasi banjir, Budi melaporkan setidaknya ada 15 desa dan kelurahan, 2135 rumah terdampak yaitu di kecamatan Wonopringgo, Kedungwuni, wonokerto dan Karangnyar. Namun air banjir malam itu segera surut, dan dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Untuk langkah awal yang sudah dilaksanakan, Budi memaparkan, pertama melakukan kordinasi dengan jajran terkait, yaitu desa/kecamatan/OPD kabupaten/Provinsi/TNI Polri, relawan untuk melakukan kerja bakti dan penanganan dengan alat berat. Kemudian melakukan evakuasi kepada masyarakat yang terdampak banjir, yaitu di kelurahan Kedungwuni timur. Kemudian melakukan gotong royong penanganan darurat tanggul di desa Pesanggrahan dan Mulyorejo. Selanjutnya pemberikan bantuan logistic kepada masyarakat terdampak.
“ Terakhir, saran untuk penanganan banjir kedepan, kegiatan normalisasi saluran drainase di pemukiman khususnya di daerah utara, normalisassi sungai dan penguatan tanggul-tanggul sungai yang sudah kritis, pembangunan rumah pompa di kecamatan Tirto dan Siwalan, penutupan sungai Meduri serta pembangunan rumah pompanya. Kemudian ada penambahan alat berat untuk penanganan longsor dan penambahan dukungan anggaran terkait penanganan bencana di OPD terkait,” pungkas Budi. (Dian-Kominfo)
Rabu, 26 Januari 2022
Dalam peresmian di desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto, masyarakat terlihat antusias masyarakat yang menyambut hangat kedatangan Bupati Pekalongan dengan beberapa kepala OPD yang mendampingi, diantaranya Kepala DPU TARU Kabupaten Pekalongan Bambang Irianto, Kepala Dishub Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro, Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, dan Asisten Pembangunan Dan Ekonomi Setda Kabupaten Pekalongan Ali Riza.
‘’Alhamdulilah pada hari ini kita sama-sama bertemu dan mengikuti acara peresmian jalan di Desa Pencakaran. Dan saya sangat terharu sekali, melihat warga Desa Pencakaran senang atas peresmian jalan ini,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Menurut Fadia, pembangunan infrastruktur khususnya jalan, yang Ia fokuskan di Kecamatan Wonokerto sudah mulai ia canangkan di tahun 2021 setelah Ia dilantik. Dan di tahun 2022 ini Ia melanjutkan untuk terus melakukan perbaikan dan pembangunan supaya masyarakat Wonokerto bisa merasakan hidup layak dengan mendapatkan akses jalan yang halus.
‘’Di tahun 2022 ini untuk Wonokerto perbaikinya agak lumayan banyak ya, dengan alokasi anggaran khusus Wonokerto yaitu 12,5 milyar. Bahkan tahun lalu saja begitu saya dilantik, kurang lebih 3,3 milyar sudah kami keluarkan untuk perbaikan disini. Jadi, kami benar-benar serius untuk membuat seluruh jalan di Wonokerto halus semua,’’ jelas Bupati Fadia.
Sementara itu, menerangkan lebih lanjut, Kepala DPU TARU Kabupaten Pekalongan Bambang Irianto mengatakan bahwa perbaikan jalan yang dilakukan di Desa Pencakaran itu sepanjang 291,5 meter dengan luas 5 meter, dan total anggaran sebesar 690 juta.
Dimana menurut Bambang, perbaikan infrastruktur ini akan terus dilanjutkan diseluruh wilayah Wonokerto lainnya. ‘’ Untuk itu kita patut bersyukur atas kepedulian ibu bupati akan pembangunan infrastruktur, khususnya infrastruktur jalan. Dan mudah-mudahan tahun ini bisa selesai semua pembangunan di Wonokerto yang telah kita canangkan bersama,’’ kata Kepala DPU TARU Kabupaten Pekalongan Bambang Irianto.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut, mewakili seluruh masyarakat, kepala Desa Pencakaran Tarjuki mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Pekalongan yang telah melakukan perbaikan jalan di desa mereka. ‘’Atas nama pribadi dan masyarakat Desa Pencakaran saya mengucapkan terimakasih kepada Ibu Bupati Fadia Arafiq, dan juga pemkab yang berkenan melakukan perbaikan jalan di desa kami, sehingga jalan di Desa Pencakaran ini bisa halus,’’ ucap Kepala Desa Pencakaran.
Menurutnya, beberapa ruas jalan di Desa Pencakaran sebelumnya rusak yang menimbulkan ketidaknyamanan dan menjadi hambatan warga sekitar untuk melakukan aktivitas. Sehingga, lanjut Kepala Desa Pencakaran, masyarakat sangat senang dan bersyukur akan perbaikan tersebut. (Dian-Kominfo)
Rabu, 26 Januari 2022
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM beserta Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satriya SH.,SIK.,MH mendampingi Mensos meninjau lokasi banjir bandang tepatnya di Dukuh Kranji Gg.07 Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni. Tampir mendampingi pula Wakil Bupati H Riswadi SH, Dandim Letkol Czi Hamonangan Lumban Toruan S.IP, Kajari Kab.Pekalongan Abun Hasbulloh Syambas SH.,MH, Sekda M Yulian Akbar S.Sos,M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesra Totok Budi Mulyanto SE, para kepala OPD serta forkompimcam Kedungwuni.
Dalam kunjungannya Mensos Risma meninjau langsung kondisi sungai di bendungan Kletak. Dari hasil kunjungannya Mensos Risma memberikan arahan agar dilakukan normalisasi sungai Sengkarang sesuai gambar awal supaya limpahan arus sungai yang deras tidak mengenai rumah warga. “ Jangan menunggu Dinas Pekerjaan Umum dari pusat. Waktu saya menjadi Walikota Surabaya, kalau cuma seperti ini dilakukan sendiri karena banjir terjadi lantaran limpasan akibat sungai yang mengecil dan sarannya sungainya bisa diperlebar,” papar Risma.
Adapun dalam kunjungan Mensos ini dilakukan pula pembagian sembako kepada masyarakat terdampak banjir bandang sebanyak 250 paket. Pada kesempatan tersebut juga diadakan audiensi dengan warga terdampak banjir yang ada di dukuh Kranji Gg.07 Kelurahan Kedungwuni Timur dan audiensi dengan forkompimda berkaitan penanganan banjir dan antisipasinya. Selain itu pihak Kemensos menyalurkan bantuan Rp. 403.116.169 yang diterima langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM.
Dalam kunjungannya di Kecamatan Kedungwuni ini Mensos juga menyempatkan melakukan peninjauan warga yang menerima bantuan sosial yang berada di Paesan Utara Kelurahan Kedungwuni Barat.
Usai meninjau lokasi banjir di kecamatan Kedungwuni, Mensos beserta rombongan meninjau daerah longsor di kecamatan Petungkriyono. Mensos memberikan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak bencana di desa Sawangan dan desa Kayupuring Kecamatan Petungkriyono. Sama seperti kunjungannya di Kecamatan Kedungwuni, pada kunjungan di Petungkriyono ini Mensos juga melakukan audiensi dengan warga terdampak bencana yang ada di dusun Sawangan Rogo Desa Tlogopakis. (Dian-Kominfo)
Rabu, 26 Januari 2022
Hal itu guna memastikan pompa-pompa berfungsi dengan baik, guna mengatasi banjir di Kabupaten Pekalongan.
"Alhamdulillah semua pompa baik di rumah pompa Merican di Desa Wonokerto maupun rumah pompa Sengkarang di Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto berfungsi dengan baik",
"Pompa-pompa ini adalah ikhtiar kita bersama agar Kabupaten Pekalongan terhindar dari bencana banjir", kata Bupati Fadia. (Dian-Kominfo)
Jumat, 21 Januari 2022