Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN – Pilkades Serentak yang digelar hari ini di wilayah Kabupaten Pekalongan dan kabupaten lain di seluruh Indonesia pada Rabu (23/02/2022) hari ini, diharapkan tak munculkan klaster baru Covid-19.
Demikian antara lain arahan Dirjen Bina Pemerintahan Desa yang disampaikan oleh Kasubdit Fasilitasi Administrasi Pemerintahan Desa, Ratna Andriani dalam Rapat Pemantauan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2022 di Kabupaten Pekalongan melalui Video Conference. dengan Ditjen Pemerintahan Desa Kemendagri.
Dalam arahannya, Ratna menyampaikan, bahwa pada tanggal 16 Desember 2021 Presiden Jokowi memberikan beberapa arahan, di antaranya terkait adanya virus baru Covid-19, yaitu varian Omicron, yang terdeteksi di Indonesia. “Arahan berikutnya yaitu agar kita berusaha agar tidak meluas dan jangan sampai terjadi penularan lokal. Namun demikian, hal ini tidak dapat kita hindari, karena kasus Covid-19 semakin meningkat.
Arahan ke-tiga yaitu agar mempertahankan kasus aktif agar tetap rendah. “Dengan mempertahankan kasus tetap rendah, tidak melonjak lagi kasus Covid-19,” imbuh Ratna. Arahan lainnya yaitu, agar pemerintah daerah melakukan Percepatan vaksinasi,
Terkait arahan tersebut, menurut Ratna, artinya presiden Jokowi belum mencabut Status Keadaan darurat Bencana Non Alam Corona Virus Disease 2019. Oleh karena itu, pelaksanaan Pilkades Serentak yang dilaksanakan di seluruh Indonesia, diharapkan berpedoman kepada Permendagri Nomor 72 Tahun 2020 terkait dengan Perubahan ke-2 Permendagri Nomor 112 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa Serentak.
Selain itu, juga Surat Edaran No 141/6698/SJ terkait Jumlah DPT atau pemilih maksimal 500 orang per TPS. “Dalam hal Kabupaten/Kota dengan kriteria level 4 berdasarkan PPKM dan desa yang berada pada zona merah, harus ditunda dalam hal pelaksanaan Pilkades.
Berkaitan dengan Pelaksanaan Pilkades Serentak dalam masa Pandemi Covid-19, Pemda diminta agar memperkuat koordinasi dengan Forkopimda untuk tetap menjaga protokol kesehatan, kondusifitas dan stabilitas keamanan. Pemda untuk tetap menerapkan 5M dan percepatan vaksinasi. Mendirikan gerai vaksinasi dalam rangka percepatan vaksinasi. Diharapkan tidak menimbulkan klaster baru.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra bersama Forkopimda Kabupaten Pekalongan mengikuti Video Conference dari Ruang Rapat Bupati Pekalongan.
72.376 Pemilih dalam Pilkades Serentak
Dalam konferensi tersebut, Sekda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar,S.Sos, M.Si melaporkan pelaksanaan Pilkades serentak dilaksanakan di 32 Desa dengan total 18 Kecamatan. Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau pemilih mencapai 72.376, jumlah TPS 158 unit, dan jumlah Calon ada 73 orang.
Dia mengungkapkan bahwa pelaksanaan pilkades serentak Kabupaten Pekalongan dilaksanakan dengan pembatasan jumlah pemilih maksimal 500 pemilih per TPS, mengatur waktu kedatangan pemilih serta penyediaan sarpras protokol kesehatan mengacu pada Surat Edaran Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri dalam konteks penerapan prokes saat pemungutan suara, anjuran kepada masyarakat untuk tidak berkerumun dan akan memanfaatkan live streaming saat pemungutan ketika perhitungan suara.
Selain itu, sekda juga menyampaikan terkait langkah-langkah dan upaya yang dilakukan untuk mencegah klaster Pilkades. Langkah utama yaitu melakukan percepatan vaksinasi. “Per hari ini, Rabu (23/02), capaian vaksinasi di Kabupaten Pekalongan 84,91 persen,” tutur sekda.
Sementara itu, terkait pelaksanaan Pilkades, sebelumnya telah dilakukan penguatan satgas di level kecamatan, penguatan bagi Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD), dan bintek pembinaan.
“Pembekalan P2KD sudah kami lakukan serta koordinasi secara intens dengan Forkopimda dan pihak Dinas Kesehatan bagaimana menciptakan Pilkades yang sehat, nyaman dan menyenangkan bagi semua warga di desa karena bagaimanapun pilkades ini sudah dinantikan sebagai ritual demokrasi di level lokal, “ ungkap sekda. Sekda berharap Pilkades Serentak di wilayahnya lancar baik dari sisi kamtibmas maupun dari sisi kesehatan. (Red)
Sumber :*)Tim Prokompim
Rabu, 23 Februari 2022
KAJEN - Enam ruas jalan di wilayah Kecamatan Sragi diresmikan oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE, MM pada Selasa (22/02) siang. Enam ruas jalan tersebut yaitu Ruas Jalan Kelurahan Sragi Dukuh Pesantren, Ruas Jalan Kelurahan Sragi Dukuh Jatimalang, Ruas Jalan Krasakageng – Tegalsuruh, Ruas Jalan Sragi – Ketanonageng, dan Ruas Jalan Gebangkerep – Randumuktiwaren, serta Ruas Jalan Kedungjaran – Kalijambe.
KAJEN - Kerjasama antara Pemkab Pekalongan dengan KOMPAK yang telah terjalin selama ini dinilai sangat bermanfaat bagi kemajuan Kabupaten Pekalongan. Untuk itu Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM berharap kerjasama dengan KOMPAK bisa terjalin kembali. " Saya berharap KOMPAK bisa masuk kembali ke Kabupaten Pekalongan, apakah itu dengan nama yang berbeda atau dengan inovasi lain yang berbeda. “Kami sangat menunggu program kerja samanya kembali,” harap Bupati Fadia pada acara Pelepasan Program Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK), di Aula Lantai 1 Gedung Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (22/02).
KAJEN - 73 kontestan calon kepala desa siap berlaga dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Pekalongan Tahun 2022, Rabu 23 Februari 2022. Perhelatan Pilkades serentak Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 ini dilaksanakan di 32 desa di 18 kecamatan. Hal ini seperti disampaikan Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) kabupaten Pekalongan, Toharno, dalam Bincang Kota Santri RKS FM, Selasa (22/02/2022)
KAJEN – Untuk menekan kasus Covid-19, Sekda Kabupaten Pekalongan menerbitkan Surat Edaran terkait Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di sekolah dan Pendidikan Non Formal (PNF) pada Masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 di Kabupaten Pekalongan. Surat Edaran diterbitkan menyusul munculnya klaster sekolah.
KAJEN - Dalam merealisasikan visi visi menuju masyarakat kabupaten Pekalongan yang SETARA ( sejahtera adil dan merata) serta berbudaya gotong royong, di awal tahun 2022 ini Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD) kabupaten Pekalongan sebagai haluan arah pembangunan agar tepat sasaran.
Kondisi semua ruas jalan sebelumnya rusak, sehingga Ruas Jalan Kelurahan Sragi Dukuh Pesantren diperbaiki sepanjang 516,2 meter dan lebar 3 meter. Ruas Jalan Kelurahan Sragi Dukuh Jatimalang sepanjang 442,9 meter dan lebar 3 meter. Ruas Jalan Krasakageng – Tegalsuruh sepanjang 477,3 meter dan lebar 3 meter. Ruas Jalan Sragi – Ketanonageng sepanjang 494 meter dan lebar 3 – 3,5 meter. Ruas Jalan Gebangkerep – Randumuktiwaren sepanjang 373 meter dan lebar 3 meter. Sedangkan Ruas Jalan Kedungjaran – Kalijambe sepanjang 415,3 meter dan lebar 3 meter.
Bupati berharap jalan yang dibangun pemkab bermanfaat dan meminta kepada warga masyarakat agar dapat turut menjaga ruas jalan tersebut awet sehingga bisa dinikmati untuk jangka waktu yang panjang. “Alhamdulillah Bapak Ibu sekalian sudah menikmati jalannya alus rejekinya mulus ya Bapak Ibu. Saya minta agar dijaga supaya tidak cepat rusak nggih,” ungkap Bupati.
Dalam kegiatan peresmian ruas jalan tersebut sekaligus digelar upacara pecah kendi dan tradisi udik-udikan atau tabur uang koin di setiap ruas jalan yang diresmikan, sebagai wujud syukur atas selesainya pembangunan jalan. Masyarakat tampak antusias mengikuti prosesi peresmian jalan dengan tradisi lokal tersebut, namun dengan tetap menjaga protokol kesehatan.
Peresmian jalan dihadiri Kepala DPU Taru dan Kepala OPD terkait lainnya di Lingkungan Pemkab Pekalongan, Camat dan Forkopimcam,Sragi Lurah Sragi dan Kades setempat di wilayah Kecamatan Sragi. para tokoh masyarakat dan warga sekitar. (Red)
Sumber : *)Tim Prokompim
Rabu, 23 Februari 2022
Dalam kesempatan tersebut Bupati mengucapkan terima kasih kepada pihak KOMPAK yang telah membantu masyarakat Kabupaten Pekalongan selama lima tahun terakhir. “Banyak program yang kami rasakan, kami nikmati dengan adanya KOMPAK di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Bupati juga mengapresiasi keberadaan KOMPAK di Kabupaten Pekalongan. Bupati menilai KOMPAK banyak membuat inovasi yang luar biasa, yang sifatnya menyentuh masyarakat menengah ke bawah, fokus dalam membantu pengentasan kemiskinan.
“Kami benar-benar merasakan manfaat program KOMPAK. Kabupaten Pekalongan juga banyak mendapatkan penghargaan berkat kerja sama dengan KOMPAK. Artinya program yang kita lakukan, kerja sama yang kita lakukan berhasil,” ujar bupati.
Plt. Kepala Bappeda Litbang, Anis Rosidi, menyampaikan, KOMPAK sudah secara aktif mulai tahun 2017 hingga tahun 2021 mendampingi Pemkab Pekalongan dalam rangka melaksanakan fungsi-fungsi pemerintahan baik di bidang Pemerintahan, Pembangunan maupun bidang Pelayanan Publik dengan berbagai inovasi baru. “Luar biasa kiprah KOMPAK selama lima tahun terakhir ini di Kabupaten Pekalongan. Merupakan suatu kehormatan bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendapat pendampingan dari KOMPAK,” tutur Anis.
Menurut Anis, kerja sama dengan KOMPAK merupakan salah satu bentuk empowering atau pemberdayaan. “Sebagai bentuk sinergitas antara pemerintah dengan Lembaga Swadaya Masyarakat atau Non Governmental Organization (NGO), kami sangat beruntung, karena kami mendapat banyak pembelajaran, banyak inovasi dengan keberadaan KOMPAK,” ungkap Anis.
Sementara itu Provincial Manager KOMPAK Ana Deswijaya memaparkan program kerja sama KOMPAK dengan Pemkab Pekalongan. Dalam paparannya, Ana menjelaskan fasilitas yang didanai oleh Pemerintah Australia untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mencapai target mengurangi tingkat kemiskinan dan mengatasi kesenjangan.
Dalam kesempatan siang hari itu, atas nama KOMPAK, Ana juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Bupati Pekalongan beserta jajarannya atas kerja sama dan dukungan yang diberikan kepada pihaknya selama lima tahun, sehingga menghasilkan hal-hal yang luar biasa dan bermanfaat. “Kami mendapatkan penerimaan yang hangat dan Bapak/Ibu sangat responsif dan kooperatif dalam bekerja sama,” ungkap Ana. (Red)
Sumber : *)Tim Prokompim
Rabu, 23 Februari 2022
Tidak seperti pelaksanaan Pilkades sebelumnya pada tahun 2019, Pilkades 2022 kali ini diselenggarakan pada masa pandemi covid 19 sehingga ada penanganan khusus pada Pilkades 2022 ini. Plt Dinas PMD Toharno menjelaskan pelaksanaan Pilkades 2022 harus mematuhi protokol kesehatan seperti yang dianjurkan pemerintah sehingga harapannya penyelenggaraan Pilkades serentak ini tidak menjadi klaster baru. Dan tentunya Pilkades bisa berjalan dengan lancar, aman dan sukses.
“ Kita harus melaksanakan Prokes, seperti memakai masker, cuci tangan dengan sabun dan mengantri di TPS. Setiap warga yang punya hak pilih dianjurkan datang ke TPS sesuai jadwal. Hal ini dalam rangka jaga jarak dan menghindari kerumunan. Setelah itu harus pakai sarung tangan yang telah disediakan oleh panitia dan dianjurkan membawa polpen sendiri. Ini untuk menghindari penularan covid 19 varian baru omicron. Dan setelah melaksanakan hak pilihnya mereka harus segera pulang ke rumah masing-masing,” pesannya.
Toharno berharap Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) bersatu padu melaksanakan Pilkades dengan kerjasama yang baik khususnya P2KD di lingkungan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ia meminta lokasi masuk dan keluar TPS harus terpisah. Selain itu tempat harus disterilkan/disemprot. Kedua, panitia P2KD harus sehat dan masyarakat yang punya hak pilih harus sudah divaksin. “Kalau belum vaksin segeralah vaksin terlebih dahulu ke Puskesmas. Kemudian suhu tubuh pada waktu masuk lokasi TPS juga dicek. Warga yang punya hak pilih yang datang dari luar kota juga wajib swab. Jika hasil swab positif, dia harus menjalani isolasi mandiri atau bisa kita siapkan Rumah Sakit di Kesesi untuk isolasi terpadu. Ini harus disadari semua pihak dan kita sosialisasikan agar warga masyarakat bisa memahami dan memamtuhi karena Pilkades ini jangan sampai menjadi klaster penyebar covid 19,” paparnya.
Disampaikan pula Dinas PMD menghimbau kepada seluruhwarga masyarakat yang di desanya menyelenggarakan Pilkades serentak, untuk mensukseskan hajatan Pilkades dengan penuh kedamaian, kegembiraan karena pada hakekatnya Pilkades adalah kegiatan rutin 6 tahunan setelah jabatan Kades selesai, maka diselenggarakan Pilkades kembali sebagai bentuk pemilihan pimpinan desa secara demokratis dengan azas LUBER, Langsung umum bebas dan rahasia.
Selain itu warga yang mempunyai hak pilih diharap hadir mengikuti dan melaksanakan peraturan yang sudah ditetapkan oleh panitia P2KD. “ Seluruh masyarakat diharapkan memahami bahwa PIlkades ini ibarat suatu pertandingan/kompetisi sehingga para calon kades juga harus memahami ini, mereka harus siap menang dan siap kalah. PIlkades diharapkan dapat berjalan dengan aman, damai, lancar dan sukses dan tidak meninggalkan klaster baru penyebaran covid 19,” tegasnya.
Toharno juga menyampaikan saat ini proses Pilkades serentak 2022 memasuki tahapan ke-4. Tahapan tahapan Pilkades sendiri meliputi tahap persiapan, pencalonan, tahap pencalonan ulang, penetapan pengundian nomor urut dan tanda gambar, penyampaian visi misi serta deklarasi PIlkades damai. Tahapan- tahapan tersbut telah terlaksana, termasuk tahapan kampanye. Dan tahapan terakhir, masa tenang pada 3 hari sebelum pemungutan suara yaitu tanggal 20,21 dan 22 Februari 2022.
“Tanggal 23Februari 2022 adalah tahap yang ke-5 yaitu tahapan pemungutan dan penghitungan suara Pilkades serentak di seluruh kabupaten Pekalongan. Dan tahapan berikutnya penetapan pilkades serentak , calon kepala desa terpilih untuk diusulkan penetapan sebagai kades terpilih, dan pengambilan sumpah jabatan oleh bupati Pekalongan. Berikutnya laporan pertanggungjawaban dari P2KD, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) terkait dengan penyelenggaraan Pilkades serentak,” terang Toharno. (Dian-Kominfo)
Selasa, 22 Februari 2022
Rehabilitasi atau peningkatan jalan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memperlancar arus lalu lintas perdagangan dan jasa sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM meresmikan kedua ruas jalan tersebut, Senin (21/02) siang.
Ruas Jalan Wonosari-Tegalontar dan Pait-Tengeng Wetan sebelumnya berupa tanah berbatu dan becek, telah diperbaiki dengan konstruksi beton sepanjang 850 meter dan lebar 5 meter dengan nilai kontrak Rp. 1.999.728.000.
Ruas jalan ini cukup potensial karena merupakan jalur yang menghubungkan Kecamatan Siwalan dengan Kecamatan Sragi. Dengan rehabilitasi ruas jalan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan nilai kawasan, meningkatkan produktifitas pertanian serta mendorong investasi.
Begitu juga dengan ruas Jalan Pait - Tengeng Wetan yang sebelumnya rusak dan berlobang, telah diperbaiki dengan konstruksi aspal sepanjang 386 meter dan lebar 3 meter dengan nilai kontrak Rp. 190.630.000.
Bupati dalam sambutan saat meresmikan jalan berjanji akan terus melakukan perbaikan jalan sehingga seluruh jalan di Kabupaten Pekalongan layak. “Kita akan fokuskan pada perbaikan jalan pada tahun 2022 ini, sehingga jalannya halus, rejekinya mulus. Yang dagang lancar, pertanian lancar, dan yang kerja apa pun jadi lancar,” ungkap Bupati Fadia Arafiq.
Bupati berharap jalan yang dibangun pemkab bermanfaat dan meminta kepada warga masyarakat agar dapat turut menjaga ruas jalan tersebut awet sehingga bisa dinikmati untuk jangka waktu yang panjang.
Peresmian jalan dihadiri anggota DPRD Dapil 3 Kabupaten Pekalongan, Chandra Saputra, para kepala OPD terkait di Lingkungan Pemkab Pekalongan, Camat Siwalan, Kades Tengeng Wetan, para tokoh masyarakat dan warga sekitar. *)Tim Prokompim
Senin, 21 Februari 2022
Plt Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga berencana (PPPA PPKB) Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh M.Si menyampaikan bahwa program Bangga Kencana adalah upaya penguatan yang dikelola dan diselenggarakan dari dan untuk masyarakat dalam rangka memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk medapatkan pelayanan Keluarga Berencana menuju keluarga sejahtera.
“Program ini bagian dari upaya yang dilaksanakan BKKBN yang endingnya adalah keluarga sejahtera.Untuk tahun ini ada prioritas progam yang diemban oleh BKKBN sampai ke tingkat kabupaten yaitu upaya percepatan penurunan stunting. Ini berdasarkan PP No 72 tahun 2021 dimana BKKBN ditunjuk sebagai koordinator dalam percepatan penurunan stunting,” terang Siti Masruroh dalam dialog bincang RKS, Jumat(18/02) pagi
Seperti diketahui, masalah stunting masih menjadi PR nasional. Di Indonesia, permasalahan stunting maupun urusan tumbuh kembang anak menjadi problem yang harus diselesaikan karena berkaitan dengan penyiapan Sumber Daya Manusia dalam pembangunan bangsa. Penyebab problem tumbuh kembang anak, menurut Siti Masruroh, biasanya dimulai dari saat ibu hamil atau masa persalinan. Karena itu untuk melaksanakan upaya-upaya itu ada beberapa target intervensinya.
Di Jawa tengah, upaya-upaya pencegahan stunting dimulai dari perbaikan gizi masyarakat, peningkatan aksesibilitas pangan, mutu dan keamanan pangan, serta yang tidak kalah pentingnya yaitu perilaku hidup bersih dan sehat. “ Praktek kita di kabupaten, bentuknya dengan adanya Tim Pendamping Keluarga. Tim ini terdiri 3 unsur, dikoordinatori oleh tenaga kesehatan baik bidan desa, perawat, tenaga gizi. Kemudian yang kedua ada dari kader PKK, dan ketiga dari kader KB, Sub Klinik Desa( SKD) atau sub Pembina KB Desa. Mereka mendapingi ibu hamil, calon pengantin, juga pendampingan pada pasca kelahiran, juga bagi ibu-ibu yang memiliki bayi dua tahun. Tugas tim pendamping keluarga itu memberikan pendampingan,” jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan, Intevensi penurunan stunting tidak hanya tanggungjawab BKKBN atau dinas P3A PPKB tetapi jugq dinas terkait seperti DPU Taru ( menyangkut sanitasi dan penyediaan air bersih), dinkes (penigkatan ASI eksklusf, pemberian makanan tambahan pada MPASI), dinsos ( berperan pada pemberian bantuan sosial/pangan), dinas PPKB menyangkut pelayanan KB gratis.
Menyinggung pelayanan KB gratis, Siti Masruroh dalam kesempatan ini sekaligus menyampaikan di bulan Februari 2022 ini dicanangkan pelayanan serentak KB. “ Kita punya 5 mitra dalam pergerakan KB, yaitu dengan organisasi perempuan Muslimat NU (pada bulan Februari), Aisyiyah (April dan Mei), Bhayangkara (Juni/Juli), TNI (September/Oktober) dan terakhir dengan TP PPK di bulan Oktober,” paparnya.
Harapannya, di dalam pengendlian penduduk dan KB, bisa terbentuk keluarga yang sejahtera.Hal Ini harus diawali dari para remaja atau generasi muda. “ Karena itu di PPKB kita ada program ‘PIK Remaja’ (Pusat Informasi Konseling Untuk Remaja). Itu ada di tiap desa dan juga kita bermitra dengan perguruan tinggi di kabupaten Pekalongan, seperti PIK Remaja di UMPP, dan di perguruan tinggi lainnya. Selain itu ada juga Genre (Generasi Berencana). Generasi muda harus punya rencana baik pengembangan pendidikannya, karirnya juga keluarga. Kita disana siapkan modul/bahasan-bahasan termasuk ketika mereka menjadi calon pengantin, mereka telah memiliki pengetahuan yang cukup untuk membentuk keluarga. Termasuk tentang bagaimana ibu hamil tetap sehat dan pasca hamilnya jangan lupa berKB,” imbuhnya.
Ditambahkan, program-progam diatas tentunya tidak bisa jalan sendiri tetapi harus bermitra dengan seluruh stakeholder yang ada. Khusus program percepatan stunting, peran para kader di desa sangat penting dan juga keluarga yang akan mendapat pendampingan. (Dian-Kominfo)
Senin, 21 Februari 2022
Surat edaran menyebutkan antara lain, penghentian sementara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas mulai 17 hingga 23 Februari 2022 dan peserta didik melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah. Mulai 24 Februari 2022, PTM Terbatas dilaksanakan dengan jumlah peserta didik maksimal lima puluh persen dari kapasitas ruang kelas.
Per Kamis, 17 Februari 2022, jumlah Kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan sebanyak 288 kasus. Sebanyak 20 orang sembuh setelah dirawat di RSUD Kraton dan RSUD Kajen dan selebihnya isolasi mandiri.
Sebelumnya, muncul klaster sekolah, yakni di MAN 1 Pekalongan sebanyak 33 kasus dan isolasi mandiri dan telah diberikan pengobatan.
“Untuk menekan kasus Covid-19, selain menerbitkan Surat Edaran, Pemkab Pekalongan juga akan melakukan pembatasan kegiatan masyarakat dan melakukan percepatan vaksinasi,” tutur Sekda Kabupaten Pekalongan, Yulian Akbar usai menghadiri acara video conference Vaksinasi Serentak Indonesia di SDN 2 Kebonagung, Kajen, Kabupaten Pekalongan, Kamis (17/02) pagi bersamaan dengan pelaksanaan vaksinasi anak di sekolah tersebut.
Lebih lanjut disampaikan, capaian vaksinasi di Kabupaten Pekalongan saat ini, dosis 1 yakni 84,87%, dosis 2 yakni 64,81% dan dosis 3 sebesar 2,43%. Sementara capaian vaksinasi anak, dosis 1 yakni 91,31%, dosis 2 yaitu 49,48%. Capaian vaksinasi lansia, dosis 1 sebesar 66,74%, dosis 2 yaitu 42,56%, dan dosis 3 sebesar 1,19%.
Video conference dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo. Kegiatan diikuti oleh seluruh kepala daerah di provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia yang menggelar vaksinasi serentak.
Video conference di SDN Kebonagung dihadiri juga oleh pihak Kodim 0710 pekalongan, Polres Pekalongan dan Kepala Dinas Kesehatan, Setiawan Dwi Antoro, SKM, M.Kes.
Dalam video conference tersebut, presiden menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan vaksinasi pada Kamis (17/02) pagi. “Saat ini kasus (Covid-19) sedang naik, sehingga memerlukan percepatan vaksinasi, terutama untuk lansia dan anak. Karena kunci dalam pengendalian Covid-19, terutama varian Omicron, yang pertama adalah vaksinasi (percepatan vaksinasi) baik suntikan pertama maupun ke-dua. Yang ke dua, pentingnya protokol kesehatan, utamanya pemakaian masker,” tutur Presiden Jokowi.
Dalam kegiatan tersebut, digelar dialog antara Presiden Joko Widodo dengan gubernur dan bupati/walikota terkait capaian vaksinasi di masing-masing daerah.*) Siti Kholidah, Pranata Humas Ahli Muda Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Pekalongan
Kamis, 17 Februari 2022
Pesan tersebut disampaikan Bupati Pekalongan dalam sambutan pada Pengangkatan dan Pengambilan Sumpah Janji PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Kamis (17/02) di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pekalongan.
“Saya ucapkan selamat kepada CPNS yang baru saja diangkat menjadi PNS. Saya minta agar bekerja keras, bekerja tanpa waktu dan bekerja sesuai aturan kepegawaian yang berlaku, dan jaga nama baik Korpri (Korps Pegawai Negeri Indonesia),” tutur Fadia Arafiq.
Bupati juga meminta agar mereka bekerja dengan sepenuh hati untuk mengabdikan diri secara penuh kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. “Lakukan tugas pokok fungsi (tupoksi) dengan baik untuk mewujudkan Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” ujar Fadia.
Dalam kesempatan tersebut, bupati juga berpesan agar PNS tidak terlibat dalam politik praktis.
Sebelumnya, Kepala BKPSDM Kabupaten Pekalongan, Wiryo Santoso, SIP, MH, melaporkan, CPNS yang diangkat menjadi PNS hari itu merupakan formasi CPNS tahun 2019, yang terdiri dari 84 tenaga kesehatan, 103 tenaga pendidik 210 dan 103 tenaga teknis lainnya. “Para CPNS tersebut telah memenuhi syarat untuk diangkat menjadi PNS, antara lain telah menunjukan kinerja yang baik selama masa percobaan, sehat jasmani dan rohani serta bebas Narkoba, dan lulus Pendidikan dan Pelatihan Pra Jabatan,” ujar Wiryo.
Yang dihadirkan di Aula Lantai 1 Setda sebanyak 40 orang, mewakili 20 tenaga kesehatan, 10 tenaga pendidikan, dan 10 tenaga teknis lainnya. Dalam kegiatan tersebut, juga sekaligus dilakukan penyerahan SK Pengangkatan CPNS menjadi PNS. CPNS lainnya mengikuti kegiatan secara daring.
Acara dihadiri Wakil Bupati, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, dan para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten kab Pekalongan. rohiawan, para saksi dan CPNS yang diangkat menjadi PNS.*) Siti Kholidah, Pranata Humas pada Prokompim Setda Kab. Pekalongan
Kamis, 17 Februari 2022
“RPJMD adalah arah dan panduan pemerintah daerah dalam melaksanakan fungsi-fungsi pemerintahan di bidang pemerintahan, pembanguan, pelayanan , dan pemberdayaan masyarakat. Kurun waktunya berbanding lurus dgn masa bakti bupati/wakil Bupati, yakni 5 tahun. Kita baru menyelesaikan RPJMD tahun 2021-2026. Itu merupakan panduan dan arah dari pembangunan kabupaten Pekalongan selama kurun waktu 5 tahun,” papar Plt Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi S.sos.,M.Si saat mengisi Bincang Kota Santri RKS FM, Rabu (16/02)
Ditengah-tengah RPJMD, Pemerintah harus menentukan skala prioritas dan arah dalam jangka pendek yang disebut Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang dibuat setahun sekali. Adapun tahapan yang dilalui antara lain proses musrenbang desa/kelurahan, musrenbang kecamatan, public hearing, sampai musrenbang kabupaten.
“ Saat ini kita dalam proses menyusun RKPD tahun 2023 yang sentralnya ada di Bappeda. Dalam menyusun RPJMD, Bappeda melibatkan seluruh OPD karena RPJMD merupakan kumpulan dari Rencana Strategis ( renstra) seluruh OPD. Jadi perencanaan benar-benar berdasarkan kebutuhan dari OPD dan masyarakat, yang diwakili desa ataupun kecamatan. Dan benar-benar perencanaan yang bottom up, bukan top down,” jelas Anis.
Terkait masa pandemi, Anis memastikan pemerintah daerah tidak merubah RPJMD tapi merubah program lainnya. “ Contohnya tahun 2020 dan 2021 ada perubahan terkait strategi fiskal yang dinamai refocusing. Anggaran-anggaran untuk sektor tertentu dialihkan untuk penanganan covid. Namun ini tidak mengubah arah kebijakan . Jika tahun 2020 dan 2021 banyak sekali refocusing, diarahkan semua untuk penanganan covid, tapi tidak merubah arah secara keseluruhan dari pembangunan jangka menengah dan panjang,” ungkapnya.
Lebih lanjut Anis menjabarkan bahwa di tahun ini fokus pembangunan di kabupaten Pekalongan lebih ditekankan pada penguatan daya saing. Ada beberapa sector penguatan daya saing dalam rangka merecovery dampak covid, yaitu penguatan di sector infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Semuanya bermuara pada peningkatan daya saing. “ Sebagai bukti pada awal tahun 2022 Bupati telah melaunching program pendidikan gratis bagi warga tidak mampu di sekolah negeri. DI bidang kesehatan, untuk warga tidak mampu diberikan pengobatan gratis di pusat-pusat pelayanan kesehatan milik Pemda cukup dengan menunjukkan KTP. Disamping itu , penunggu pasien juga mendapat bantuan. Pemerintah membuat kebijakan seperti ini untuk meningkatkan daya saing , kesejahteraan dan juga merecovery dampak covid,” tandasnya.
Anis berharap adanya support dari masyarakat terhadap pemerintah dalam menjalankan fungsi-fungsinya. Fungsi kontrol sosial memegang peran penting dalam sinergitas antara masyarakat dan pemerintah daerah.
“Pemerintah dalam melaksanakan fungsi-fungsinya, yaitu pelayanan publik, pembangunan dan pemerintahan serta pemberdayaan. Dimanapun, tidak ada satu pemerintahanpun yang sanggup melaksanakan tiga fungsi itu tanpa melibatkan stakeholder dan komponen masyarakat. Oleh karena itu harapan kami dalam melaksanakan tupoksi perlu dukungan dari masyarakat kabupaten Pekalongan. Masyarakat lewat berbagai elemen, baik LSM, ormas, memiliki fungsi kontrol social. Harapan kami, mari kita tingkatkan sinergi, bersama-sama dengan Pemkab Pekalongan untuk mewujudkan visi misi pemerintah kabupaten Pekalongan. Mari kita bangun kabupaten Pekalongan melalui saran dan masukan yang bisa disampaikan lewat saluran-saluran seperti Musrenbang juga saluran-saluan resmi seperti website, instagram, laporbupati. Manfaatkan itu !,” pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Kamis, 17 Februari 2022