Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN – Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, SH selaku Pelaksana Harian (PLH) Bupati Pekalongan melantik dan mengambil sumpah/janji 3 pejabat fungsional di Lingkungan Pemkab Pekalongan, Rabu (6/7), di Ruang Rapat Bupati Pekalongan.
Ketiga pejabat fungsional tersebut yaitu Pradita Eko Sukrisno, SE dan Evita Kartika Jati, SE sebagai Pejabat Pengelola Pengadaan Barang Ahli Pertama serta Dra. Hartati, M.Pd sebagai Pengawas Sekolah Ahli Utama.
Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan ucapan selamat dan harapannya agar ketiga Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru saja dilantik tersebut dapat memberikan perubahan, meningkatkan prestasi kinerja serta semangat baru dalam melayani masyarakat untuk menyejahterakan dan memajukan Kabupaten Pekalongan.
“Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Fungsional (JF) hari ini merupakan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil pasal 87 bahwa setiap PNS yang diangkat menjadi pejabat fungsional wajib dilantik dan diambil sumpah/janji menurut agama atau kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ucap Riswadi.
Dia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Hartati atas Surat Keputusan (SK) Presiden yang telah diterima, “Selamat telah diangkat menjadi Pengawas Ahli Utama pada Pemerintah Kabupaten Pekalongan sesuai Surat Keputusan Presiden di Kabupaten Pekalongan dengan masa Batas Usia Pensiun yang bertambah menjadi 65 tahun,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Riswadi berpesan agar Hartati dapat meningkatkan prestasi kerja khususnya dalam dunia Pendidikan dann menciptakan inovasi-inovasi baru serta melakukan pengawasan jalannya penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Pekalongan agar lebih baik lagi.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengatakan dengan dilantiknya Pradita Eko Sukrisno dan Evita Kartika Jati kedalam jabatan Pejabat Pengelola Pengadaan Barang/ Jasa (PPBJ), maka bertambah pula jumlah fungsional personil PPBJ sehingga diharapkan kualitas PPBJ Kabupaten pekalongan akan lebih bagus dan profesional serta dapat berjalan sesuai dengan target rencana pengadaan, sesuai dengan waktu dan ketentuan yg berlaku.
Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDA Rachmawati, S.IP., MM, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Abdul Baqi, S.H, Sp.N, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Ir. Hurip Budi Riyantini, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Totok Budi Mulyanto, SE, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Wahyu Kuncoro, ST., M.T, Asisten Administrasi Umum Anis Rosidi, S.Sos., M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kholid, S.IP., MM, serta Kepala BKPSDM Wiryo Santoso, S.IP., MH.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 7 Juli 2022
KAJEN – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 H, permintaan pembuatan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan meningkat. Sebagaimana diketahui bahwa SKKH merupakan salah satu persyaratan yang diperlukan oleh pedagang hewan ternak yang akan mendagangkan hewannya ke luar kota untuk menjamin kesehatan hewan tersebut kepada pembeli.
KAJEN – Dalam rangka membangkitkan kembali semangat kepemudaan pasca pandemi Covid-19, Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan kegiatan lomba Jambore Pemuda Tingkat Kabupaten Pekalongan, yang akan dilaksanakan pada tanggal 13-14 Septermber 2022 mendatang.
KAJEN – Dalam program vaksinasi hewan ternak yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, sapi perah menjadi hewan prioritas yang akan dilakukan vaksinasi. Dimana program vaksinasi hewan ternak tersebut diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan dalam rangka mencegah penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan penyakit menular lainnya pada hewan ternak yang saat ini masih marak dan menjadi issue nasional.
KAJEN – Laboratorium (Lab) Kemiskinan sebagai inovasi Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali berkompetisi dalam ajang Finalis TOP Inovasi Pelayanan Publik Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, dan BUMD Tahun 2022 Kategori Kelompok Khusus yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB).
KAJEN – Organisasi-organisasi Kepemudaan di Kabupaten Pekalongan diharapkan dapat menciptakan dan mengembangkan program-program kepemudaan yang kreatif dan inovatif, sehingga mendukung dan mewarnai pembangunan di Kabupaten Pekalongan. Demikian dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si. dalam kegiatan pembukaan Konfercab PC IPNU Kabupaten Pekalongan di SMK MA’arif NU Kajen, Jum’at (1/7) malam.
KAJEN - Dalam rangka persiapan Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan oleh OMBUDSMAN RI Tahun 2022, seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Pekalongan diharuskan melakukan updating website. Berkaitan hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menggandeng Dinkominfo menyelenggarakan pelatihan website Puskesmas dengan menghadirkan admin 25 Puskesmas untuk dilatih tehnis pengelolaan website, Rabu (29/06/2022) di aula lantai 2 Dinkominfo.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Tokha,.S.IP., melalui Kabid Peternakan Drh. Arif Rahman mengatakan bahwa permintaan pembuatan SKKH mulai menunjukan peningkatan pada H-30 hari raya Idul Adha 1443 H. Dimana para pedagang mulai banyak yang mengunjungi kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan untuk mengurus SKKH tersebut.
‘’Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) ini merupakan syarat yang dibutuhkan oleh pedagang atau peternak yang akan mengirim hewan ternaknya ke luar kota. Jadi SKKH ini merupakan surat yang menjamin bahwa ternak yang dikirim ke luar kota itu dalam kondisi sehat.
Dan mulai H-30 Idul Adha ini sudah mulai banyak yang membuat SKKH untuk pengiriman ke luar kota,’’ ungkap Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan.
Dan secara kuantitas sendiri, lanjut Arif, untuk pedagang yang mengurus SKKH ada 15 pedagang dengan populasi sekitar 2000 an ekor sapi, dengan rute pengiriman ke daerah Jabodetabek. ‘’Populasi yang dikirim ini sekitar antara 2000 an, yang tersebar antara yang ke Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat dan ada yang ke Tangerang, Banten, Bogor, Depok, Bekasi. Jadi rata-rata adalah pengiriman ke daerah Jabodetabek ya,’’ tuturya.
Adapun persyaratan yang ditetapkan oleh Dinas Pertahanan Pangan dan Pertanian Kabpupaten Pekalongan untuk pengurusan SKKH tersebut, jelas Arif ada tiga syarat utama. Yang pertama adalah hewan diambil dari desa yang belum ditemukan kasus penularan PMK. Kedua adalah hewan ternak yang akan dikirim ke luar kota harus dikarantina di pengepul minimal selama 14 hari. Dan yang ketiga adalah hewan ternak tidak menunjukan gejala klinis mengidap PMK.
‘’Jadi yang penting gejala klinis tidak terlihat, seperti melepuh, pincang maupun demam kita anggap gejala klinis lengkap. Karena memang persyaratan untuk Rapid Test maupun PCR kita kesulitan untuk menetapkan aturan itu, karena mahal dan juga karena ketersediaan PCR maupun Rapid Test untuk PMK ini tidak mencukupi,’’ jelasnya.
Dan untuk masa berlaku SKKH ini menurut Arif adalah hanya satu hari yaitu 1x24 jam. Karena saat ini PMK bisa muncul kapan saja. Jadi menurutnya satu hari merupakan masa berlaku SKKH yang sudah efektif untuk ditetapkan.
Sementara itu, Kaslam seorang pedagang sapi asal Kabupaten Pekalongan mengungkapkan bahwa dirinya mengurus SKKH untuk keperluan pengiriman sapi ke Jakarta untuk permintaan pada hari raya Idul Adha. Dan menurutnya SKKH ini sangat penting untuk persyaratan pengiriman sapi ke luar kota apalagi saat ini masih marak ditemukan kasus PMK pada hewan ternak.
‘’Fungsi SKKH ini saat dipemotongan biasanya akan ditanyakan surat SKKH ini. Atau di jalan untuk pemeriksaan-pemeriksaan, dan menurut saya sejauh ini untuk pengurusannya cukup mudah karena datang ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan langsung dibuatkan,’’ ucap Kaslam. (Dian-Kominfo)
Rabu, 6 Juli 2022
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan Ir. Bambang Irianto melalui Kabid Kepemudaan Ari Arifiyanto, S.Si.,MAP., dalam acara dialog Bincang-bincang Radio Kota Santri, pada hari Selasa (6/7/2022) pagi. ‘’Kami menyadari setelah masa pandemi Covid-19 itu membuat semangat pemuda menjadi menurun. Untuk itu saya berharap sekali dengan adanya lomba Jambore Pemuda Tingkat Kabupaten Pekalongan ini, pemuda-pemudi di Kabupaten Pekalongan bisa kembali semangat dan bisa mengembangkan bakatnya dengan mendaftarakan diri,’’ kata Kabid Kepemudaan Dinporapar Kabupaten Pekalongan Ari Arifiyanto.
Lebih lanjut Ari menjelaskan bahwa untuk pendaftaran sudah mulai dibuka sejak tanggal 21 Juni 2022 sampai dengan 7 September 2022. Dengan syarat pendaftarannya yaitu warga Kabupaten Pekalongan berusia 16-30 tahun yang dibuktikan dengan KTP/ KIA.
Adapun kategori yang akan diperlombakan dalam Jambore Pemuda tersebut ada enam, yaitu bidang tari daerah, pidato Bahasa Inggris, karya tulis ilmiah pemuda, video inovasi pemuda, kaligrafi dan fotografi. ‘’Jadi Jambore Pemuda ini menyasar untuk seluruh pemuda-pemudi warga Kabupaten Pekalongan untuk kembali meningkatkan jiwa kompetisi dan semangat pemudia di Kabupaten Pekalongan,’’ ujarnya.
Menurut Ari, pihaknya sudah menyiapkan juri untuk masing- masing kategori lomba sejumlah 3 orang per kategori yang berasal dari praktisi ahli bidang tersebut. Sehingga diharapkan dengan hal tersebut, pemuda-pemudi yang terpilih menjadi juara adalah ia yang benar-benar capable di bidangnya. ‘’Karena masing-masing juara 1 pada keenam bidang lomba tersebut akan kami kirimkan ke Jambore Pemuda Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan dilaksanakan pada tangga; 21-24 November 2022 mendatang di Surakarta. Jadi kami mencari pemuda-pemudi terbaik pada masing-masing kategori yang diperlombakan,’’ tandasnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Analis Kebijakaan Ahli Muda Dinporapar Kabupaten Pekalongan Vateh Al Amien, S.Si,M.Pd, menuturkan bahwa pihaknya berharap pemuda-pemudi di Kabupaten Pekalongan bisa antusias untuk mendaftarkan dirinya ke Dinporapar Kabupaten Pekalongan supaya kegiatan Jambore Pemuda Tingkat Kabupaten Pekalongan bisa berjalan dengan sukses secara kuantitas maupun kualitas. ‘’Jadi kami benar-benar berharap pemuda bisa kembali bersemangat untuk berkompetisi melaui Jambore Kepemudaan ini. Dan ayo pemuda-pemudi Kabupaten Pekalongan jangan lupa daftarkan diri kalian untuk bergabung di Jambore Pemuda Tingkat Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 ini,’’ ucap Vateh. (Dian-Kominfo)
Rabu, 6 Juli 2022
Dikatakan Kepala bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Drh.Arif Rahman bahwa program vaksinasi hewan ternak ini akan difokuskan pada sapi perah dan dilanjutkan oleh sapi bibit. Sedangkan untuk sapi potong dan lainnya akan menyusul setelah semua sapi perah dan bibit selesai dilakukan vaksinasi.
‘’Kita memang focus pertama adalah di sapi perah, tetapi memang persyaratannya untuk vaksiansi harus sehat dan tidak untuk dijual atau dipotong di Hari Raya Idul Adha ya. Karena percuma kita sudah vaksin kemudian dijual di Idul Adha ya. Kita prioritas lakukan vaksinasi pada sapi yang dipelihara dan sapi pembibitan, kemudian nanti baru sapi potong,’’ kata Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Drh.Arif Rahman.
Arif melanjutkan, bahwa untuk program vaksinasi hewan ternak sendiri sudah berjalan selama empat hari, dengan jumlah total vaksin tersedia ada 2.002 dosis vaksin, dan telah teraplikasi sejumlah 854 dosis vaksin.
‘’Saat ini sudah kita aplikasikan 854 dosis yang tersebar di Kecamatan Paninggaran, Kandangserang, Lebakbarang, dan daerah-daerah bawah seperti Kecamatan Tirto, Wiradesa, Bojong dan Kesesi juga,’’ ujarnya.
Sementara itu, dijelaskan oleh Arif, bahwa untuk pelaksanaan vaksinasi hewan di Kabupaten Pekalongan ini masih tergolong standar selama empat hari, yaitu dengan capaian vaksinasi sekitar 200 ekor sapi per hari.
‘’ Ini menurut saya kecepatannya standar ya, karena kondisi geografis ternak-ternak kita yang posisinya ada di daerah-daerah tinggi ada yang di hutan dan sawah itu kan menyulitkan petugas untuk mengakses ke kandangnya,’’ jelas Arif.
Jadi, yang menjadi kendala dalam pelaksanaan program vaksinasi hewan ternak di Kabupaten Pekalongan saat ini menrut Arif adalah keberadaan hewan ternak yang tersebar di berbagai kecamatan dengan kondsi geografis yang berbeda-beda.
‘’Untuk kendala yang berarti ya hanya itu sulitnya medan untuk mengakses ke kandang ternak yang membuat capaian vaksinasi tidak maksimal, karena memang posisi ternak-ternak kita menyebar dengan lokasi geografis yang jauh-jauh. Jadi tergantung lokasinya mudah diakses atau tidak disini yang menjadi penentu keberhasilan program vaksinasi hewan,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Rabu, 6 Juli 2022
Awalnya kompetisi ini diikuti oleh sebanyak total 229 proposal inovasi yang memenuhi persyaratan dari berbagai Kementerian, Lembaga, Provinsi, Kabupaten dan Kota di Indonesia.
Setelah melalui proses penyaringan ketat oleh Tim Penilai Independen (TPI), saat ini hanya tersisa 99 kelompok umum dan Top 15 Kelompok khusus terbaik dimana Kabupaten Pekalongan masuk kedalam kategori kelompok khusus dengan programnya yaitu Laboratorium Kemiskinan (Jurus Jitu Penanganan Kemiskinan Berkearifan Lokal) Kabupaten Pekalongan.
Dalam tahapan seleksi selanjutnya, Kabupaten Pekalongan harus mempresentasikan dan membuat paparan tentang inovasi kemiskinan. Presentasi terkait Laboratorium Kemiskinan disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, dihadapan TPI secara virtual, di Ruang Rapat Bupati Pekalongan, Senin, (04/07). TPI terdiri dari empat panelis, yaitu Tulus Abadi, Neneng Goenadi, Harris Turino, R. Siti Zuhro dan dimoderatori oleh Eko Prasojo.
Sekda Yulian Akbar dalam kesempatan tersebut memaparkan, dalam pelaksanaanya, Laboratorium Kemiskinan memiliki anggaran khusus, database yang rapi dan terstruktur berdasarkan desa dan kecamatan. “Adapun proses kami membangun kolaborasi pentahelik dengan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Desa, Masyarakat Peduli, pengusaha, dan dunia pendidikan melalui KKN khusus maupun program tematik lainnya,” ujarnya saat penilaian presentasi dan wawancara di hadapan Tim Penilai Independen Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP SINOVIK) Tahun 2022 siang itu. Kegiatan dihadiri OPD dan stakeholders terkait.
Pihaknya juga memetakan kemiskinan masyarakat berdasarkan topografi wilayah sehingga terumuslah Laboratorium Kemiskinan. Lebih lanjut Sekda Yulian Akbar mengatakan, saat ini Laboratorium Kemiskinan telah diimplementasikan di 8 desa sejak 2018 dan telah mendapat dukungan dari Kementerian, Pemerintah Provinsi, Lembaga, serta hampir 10 Perguruan Tinggi ikut mendukung program tersebut. Oleh karenanya, dia menandaskan, pihaknya akan konsisten menjalankan Progam Lab Kemiskinan ini, bahkan di tahun 2023 nanti.
“Kami masih istiqomah, masih konsisten,terhadap program ini dan ini adalah kolaborasi seluruh elemen masyarakat baik maupun dunia usaha secara keseluruhan mendukung Laboratorium Kemiskinan,” tandasnya.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 5 Juli 2022
Salah satu tempat wisata yang menjadi pilihan adalah Wisata Ciblon Karanggondang. Nur Iman Sidik salah satu pengelola Wisata Ciblon Karanggondang menjelaskan bahwa Ciblon Karanggondang ini menyuguhkan tempat wisata air yang jernih dan masih murni belum tercemar limbah karena berasal dari aliran sungai pegunungan. Selain air yang masih jernih, suasana yang masih asri juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. "Di kita itu memang airnya masih asli dari aliran pegununungan. Berbeda dengan tempat wisata air yang biasanya dari kolam buatan atau kolam air yang tidak mengalir, selain itu suasana di sini juga masih asri", Tutur Sidik.
Dibanding musim liburan tahun kemarin, yang pada saat itu masih dalam situasi pandemi Covid-19. Di musim liburan sekolah ini, pengunjung wisata ciblon Karanggondang bahkan meningkat sekitar 40 - 50%. Mayoritas pengunjung wisata Ciblon Karanggondang berasal dari sekitaran Kabupaten pekalongan.
Dwi Aji Ristio salah satu pengunjung menuturkan. Alasan ia memilih berwisata ke Ciblon Karanggondang karena, sungainya yang masih bersih dan suasananya yang masih asri. Disamping itu, anak-anak juga lebih suka kalau berwisata air. "Tempatnya Strategis dan juga sungainya masih bersih, disamping itu anak-anak juga suka kalo di sini", Ucap Aji
Untuk harga tiket sendiri, pengunjung tidak usah merogoh kocek yang cukup dalam. Sampai saat ini pengelola hanya meminta untuk tempat parkir saja. Belum menetapkan tarif untuk tiap pengunjung yang masuk ke tempat wisata. Untuk tarif masuk wisata Ciblon Karanggondang adalah sebagai Berikut :
Rp. 5000/Kendaraan Roda dua
Rp. 10000/Kendaraan Pribadi
Ro. 20.000/Kendaraan Rombongan
Rp. 50.000/Mini Bus
Selasa, 5 Juli 2022
Ia memaparkan jumlah penduduk usia muda di Kabupaten Pekalongan dengan rentang usia antara 16-30 tahun berada diatas 25% dari jumlah penduduk. Jika melihat topografi wilayah Kabupaten Pekalongan, jumlah tersebut merupakan pontensi yang luar biasa. Namun, menurutnya, selama ini fokus pembangunan kepemudaan di Kabupaten Pekalongan masih belum optimal. “Jadi masih berorientasi pada bantuan yang sifatnya hibah bantuan OKP,” ujarnya.
Oleh karena itu, dia berharap agar organisasi-organisasi kepemudaan di Kabupaten Pekalongan dapat memberikan lebih banyak kontribusi, “Pemerintah sangat serius membangun pemuda. Mohon nanti program-programnya yang baru silakan lebih bersinergi lagi dengan Pemerintah melalui Dinporapar,” tuturnya.
Ia juga mengatakan pihaknya terbuka menerima masukan, saran, dan ide dari para pemuda. “Mari kita sinergikan program-program kedepan, sharing bareng, sharing program, sharing ide, sharing inovasi. Pemerintah daerah dalam membangun kepemudaan ini masih perlu dukungan program inovasi saran, masukan dari teman-teman OKP Kabupaten Pekalongan,” kata Akbar.
Sekda Akbar dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan harapannya agar melalui Konfercab PC IPNU yang digelar malam itu, dapat menghasilkan ketua dan pengurus hebat yang dapat menciptakan dan mengembangkan program-program kepemudaan yang baik.
Pimpinan Cabang NU Kabupaten Pekalongan Kyai H. Muslikhu Dhori dalam sambutannya meminta agar kegiatan konfercab tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan rutin yang merupakan panggilan dari organisasi, tetapi juga sebagai sebuah sarana introspeksi dari kegiatan tahun sebelumnya, “NU ini ada dimana-mana baik daerah maupun nasional sehingga kita memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi,” ujarnya.
Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Tengah Syaiful Kamaludin yang hadir pada kegiatan tersebut mengungkapkan apresiasi kepada Pengurus PC IPNU Kabupaten Pekalongan Masa Bhakti 2020 sampai 2022 yang telah menjalankan seluruh agenda dan program-program yang diputuskan melalui rapat kerja cabang 2 tahun sebelumnya dengan baik. “Mudah-mudahan melalui konfercab ini nanti PC IPNU di Kabupaten Pekalongan mampu merumuskan satu keputusan yang bisa menjadi satu strategi agar IPNU kedepan bisa menghadirkan kegiatan-kegiatan secara inklusif sehingga ada relevansi dengan kebutuhan anggota. Kita membutuhkan inovasi-inovasi baru yang harus disajikan dalam program-program yang sesuai dengan minat dan bakat anggota di Kabupaten Pekalongan dalam rangka eksistensi,” ujarnya.
Ketua IPNU Cabang Pekalongan, Muhammad Wafiq Fahmi dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf mewakili pengurus periode tahun 2020-2022, “Kami memohon maaf selaku kepengurusan 2020 sampai 2022, tentunya masih banyak kekurangan-kekurangan yang kami lakukan serta masih banyak hal-hal yang kurang maksimal dari kami. Kami secara ke organisasian maupun secara pribadi memohon maaf sedalam-dalamnya,” ujarnya.
Dia juga meminta kepada seluruh peserta konfercab untuk mengikuti konfercab dengan hikmat serta dengan asas-asas tujuan organisasi yaitu insan IPNU menjadi insan cerdas yang dekat dengan masyarakat.
Konfercab PC IPNU Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 juga dihadiri oleh, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Ketua PC Fatayat, Ketua PC Muslimat, Ketua PC GP Ansor, Para Ketua OKP di Kabupaten Pekalongan serta tamu-tamu undangan.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 4 Juli 2022
Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi SH saat menghadiri undangan kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan perlombaan yang digelar menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa kegiatan rakyat telah dapat dibuka kembali. Kegiatan diharapkan dapat membantu upaya pemulihan ekonomi masyarakat. “Saya mengucapkan apresiasi dan semoga di HUT Bhayangkara ke-76 ini semakin solid semakin jaya dan semakin sukses dan semakin membina masyarakat berpelayanan sama dan prima,” tutur wabup.
Kepala Kepolisian Resort Pekalongan AKBP Dr. Arief Fajar Satria, SH, SIK, MH menjelaskan kegiatan lomba burung berkicau dalam rangka HUT Ke-76 Bhayangkara diikuti oleh 1000 peserta yang berasal dari Jawa Tengah maupun luar Jawa Tengah. “Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, pemulihan ekonomi masyarakat yang 2 tahun kemarin terdampak mulai tumbuh. Itu yang diharapkan,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak dan para partisipan yang telah mendukung kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Arief juga mengungkapkan pihaknya telah mempersiapkan sejumlah hadiah menarik untuk para pemenang lomba. “Untuk tiketnya kita ada beberapa tiket yaitu tiket gratis yang tadi telah kita berikan dengan hadiah Rp. 2 juta untuk Juara 1, Rp. 1 juta untuk Juara 2 dan Rp. 500 ribu untuk juara ke-3 dan nanti ada tiket premium dimana kita juga akan memberikan door prize dari Bank BRI yaitu 1 buah sepeda motor,” ungkapnya.
Sumber : Prokompim Setda Kab. Pekalongan
Sabtu, 2 Juli 2022
Pelatihan dibuka oleh Plt Kepala Dinas Kominfo Anis Rosidi S.Sos.,M.Si didampingi kepala Bidang e-government Bambang Widjanarko,S.IP serta dihadiri pula Sekretaris Dinas Kesehatan dr. Budi Darmoyo. Diharapkan setelah pelatihan ini para admin Puskesmas mendapat pengetahuan pengelolaan website.
Plt Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi S.Sos.,M.Si dalam sambutannya berharap seluruh personel di lingkup OPD Kabupaten Pekalongan mempunyai kecakapan digital. “Ini sebuah keharusan. Seluruh personel di kabupaten Pekalongan , personel OPD harus melek IT,” tegas Anis
Anis menerangkan, Puskesmas semestinya memiliki website yang memuat profil, pelayanan maupun bagaimana cara berobat dan lainnya. “Nanti akan dilatih oleh tim kami , tolong diikuti dengan seksama, semoga apa yang kita lakukan pada siang hari ini membawa kemajuan dan diridhoi Alloh SWT sebagai niat luhur kita melayani masyarakat,” harapnya.
Lebih lanjut Anis menjelaskan perlunya Puskesmas melakukan rekap jumlah pasien tiap harinya yang kemudian diakumulasi tiap bulannya. Hal tersebut untuk mengenali antara lain jumlah penyakit, pasien, juga berapa total biaya yang dikeluarkan. “Itu yang menjadi dasar pemerintah. kita bisa menentukan jumlah kematian ibu hamil di tingkat kecamatan, kita juga bisa mengenali jumlah gizi buruk,” tandasnya.
Mengakhiri sambutannya, Anis mengajak para peserta memiliki semangat kerja yang tinggi meski ditengah keterbatasan. “Mari kita kembangkan budaya kerja yang bagus yaitu resources is limited but creativity unlimited. (Sumber daya alam itu terbatas, tapi kreatifitas dari sumber daya manusia tidak terbatas). (Red)
Rabu, 29 Juni 2022