Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia SE.,MM mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai praktik pendekatan kolaboratif dalam tata pemerintahan (collaborative governance) dalam penanggulangan Anak Tidak Sekolah (ATS) dalam Program KUDU Sekolah (Kembali Upayakan Dukungan Untuk Sekolah) yang diterapkan di Kabupaten Pekalongan, dalam Forum Inspirasi Nasional Kolaborasi untuk Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementrian Perencanaan Pembangunan/ Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas) RI di Jakarta, Rabu (30/3).
Fadia dan beberapa pimpinan daerah lainnya menyampaikan program masing-masing dalam sebuah fragmen. “Program kolaboratif dengan KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan) ini juga berkontribusi meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pekalongan dari 68,97 (pada tahun 2018) menjadi 70,11 (tahun 2021),” ungkap Fadia saat diundang sebagai narasumber dalam forum tersebut.
Gerakan KUDU Sekolah menjadi salah satu pemutus mata rantai kemiskinan di sektor pendidikan. Gerakan ini telah mengembalikan 1.397 anak tidak sekolah (ATS) ke sekolah.
Sebelumnya, Team Leader KOMPAK, Anna Winoto, dalam sambutannya mengatakan, pihaknya dipercaya oleh Pemerintah Australia dan Indonesia untuk mengejar sebuah mimpi, yaitu agar seluruh masyarakat bisa mendapat akses pelayanan dasar dan akses ekonomi yang sama “Kelompok miskin, kelompok difabel, ibu-ibu kepala keluarga, masyarakat di perdesaaan agar mendapat kesempatan yang sama untuk mengakses layanan dasar dan kesempatan ekonomi,” ujar Anna. Dia berharap, agar terus memperjuangan dan berbagi untuk memperluas praktik baik dari manfaat apa yang telah dikolaborasikan. KOMPAK berkolaborasi dengan 24 kabupaten di 7 Provinsi di Indonesia.
Forum Inspirasi Nasional Kolaborasi untuk Indonesia merupakan forum berbagi pengetahuan (knowledge sharing), di tingkat pusat. Forum diselenggarakan KPPN/ Bappenas sehubungan dengan masa kerja KOMPAK yang akan berakhir pada Juni 2022. Forum diselenggarakan untuk berbagi praktik baik dan pembelajaran hasil kerja KOMPAK kepada seluruh pemangku kepentingan termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, serta mitra pembangunan lainnya.
Forum inspirasi di tingkat pusat menjadi puncak rangkaian Forum Inspirasi yang telah diselenggarakan di tingkat daerah mulai Aceh, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, hingga Papua.
Tema yang diusung dalam Forum Inspirasi yaitu terkait tata kelola pemerintahan, layanan dasar, dan pengembangan ekonomi lokal. Inspirasi dari Kabupaten Pekalongan mengenai pendekatan kolaboratif dalam tata pemerintahan serta pemanfaatan alat analisa yang mempertajam penargetan program penanggulangan kemiskinan akan memberikan masukan berharga bagi kebijakan pembangunan.
Duta besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams dalam sambutannya mengaku senang dapat bergabung untuk merayakan kemitraan Australia dan Indonesia untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan dasar serta peluang ekonomi untuk kelompok rentan dan masyarakat miskin. Sejak tahun 2015, Pemerintah Australia sudah bekerja sama dengan KOMPAK . “Australia dan Indonesia memiliki visi yang sama yaitu kawasan Indo-Pacifik yang stabil, makmur dan tangguh. Dan Kemitraan kita merupakan bagian penting dari visi tersebut,” tutur Penny.
Sementara itu Menteri PPN/ Kepala Bappenas, Suharso Manoarfa, mengapresiasi Forum sebagai ajang untuk merayakan kolaborasi yang berjalan dengan sangat baik. “Harapan kami, kemitraan dan kerja sama antara Pemerintah Australia dan Indonesia yang sudah terjalin, kian solid dan kokoh di masa mendatang,” ungkap Suharso. (Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 31 Maret 2022
KAJEN - Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, SH., berharap kehadiran Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) memicu bertambahnya gerakan sosial yang dilakukan oleh para wanita di Kabupaten Pekalongan. Hal ini disampaikan Wabup Riswadi saat menghadiri acara Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) Kabupaten Pekalongan Periode 2022 - 2027, di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Wakil Bupati Pekalongan, Jl. Diponegoro I Kajen, Senin (28/3/2022) pagi.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE, MM membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2023, di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (29/3). Dalam sambutannya Bupati Fadia mengatakan Ppmbangunan di Kabupaten Pekalongan dilaksanakan berdasarkan skala prioritas terlebih, dalam situasi Pandemi Covid-19 saat ini.
KAJEN - 27 Putra putri terbaik kabupaten Pekalongan telah tersaring dalam seleksi Paskibraka tahun 2022. Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) kabupaten Pekalongan telah menyelenggarakan seleksi Paskibraka 2022 dimulai dari tanggal 17 Februari 2022 sampai 17 Maret 2022. Dari hasil seleksi telah terpilih 27 peserta yang lolos dan 4 orang cadangan.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan membuka peluang kerja sama lebih lanjut dengan Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan. Hal itu dikatakan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM dalam sambutan pada acara Pembinaan Bupati Pekalongan di BIdang Keagamaan dan Workshop Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga di Pendopo Bupati Pekalongan, Selasa (22/3).
KAJEN - Keberadaan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) sebagai wadah organisasi perempuan se-kabupaten Pekalongan mampu menjadi pengayom, inisiator dan penggerak bagi seluruh organisasi wanita dalam mendukung visi misi Bupati Pekalongan serta tujuan pembangunan di kabupaten Pekalongan khususnya yang terkait program kerja yang langsung memberi manfaat bagi anggota GOW dan masyarakat pada umumnya. Program kerja tersebut tentunya harus selaras dengan program kerja yang disusun oleh pemerintah.
KAJEN – Kabupaten Pekalongan patut berbangga dengan prestasi para atletnya di tingkat Provinsi Jawa Tengah maupun di tingkat nasional. Sebagai bentuk apresiasi kepada para atlet berprestasi, Pemkab Pekalongan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata (DINPORAPAR) selasa lalu (22/03/2022) bertepatan dengan pembukaan POPDA (Pekan Olahraga Pelajar Daerah) memberikan uang pembinaan.
Dalam sambutannya Wakil Bupati Riswadi mengucapkan terimakasih kepada ibu-ibu yang tergabung dalam GWS sebagai organisasi wanita yang bersedia mendarmabaktikan pikiran dan tenaga untuk organisasi yang bersifat sosial.
“ibu-ibu ini nantinya diharapkan mampu untuk berkontribusi dalam membangun keluarga dan teman-temannya, yang arahnya adalah meningkattkan kesejahteraan,” katanya.
Riswadi juga menyarankan agar GWS bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan ekonomi keluarga khususnya para wanita. Salah satunya dengan mengadakan berbagai pelatihan seperti konveksi, rias pengantin atau yang lain.
“intinya kami siap diberi masukan, karena kami sadar kami tidak mampu membangun dan menjadikan Kabupaten Pekalongan ini hebat. Untuk itu kami membuka pintu seluas-luasnya untuk diberi masukan,” terangnya.
Sementara itu, Ketua GWS kabupaten Pekalongan Rohanah menuturkan, Keberadaan kaum perempuan yang terwadahi dalam GWS mempunyai peran strategis salah satunya pemberdayaan keluraga dan membantu tugas pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“para anggota yang tergabung dalam GWS Kabupaten Pekalongan telah memiliki bermacam bekal keterampilan untuk dikembangkan seperti menjahit, seni tari rias pengantin, tata boga dan lainnya,” ujarnya
Dirinya mengajak para anggota GWS Kabupaten Pekalongan yang baru dilantik agar dapat meningkatkan etos kerja dan kebersamaan sehingga bisa berkontribusi dalam masyarakat.
Pelantikan Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) Kabupaten Pekalongan dihadiri Ketua DPW GWS Provinsi Jawa Tengah, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Ny. Widi Riswadi , Perwakilan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, dan beberapa organisasi wanita. (Dian-Kominfo))
Rabu, 30 Maret 2022
“Pemkab melaksanakan kegiatan dengan mengedapankan skala prioritas, karena keuangan pemerintah sejak pandemi Covid-19 cukup memprihatinkan sehingga anggaran harus dibagi untuk berbagai program dan kegiatan sesuai skala prioritas,” kata Fadia.
Dijelaskan, pada tahun 2022, Pemkab Pekalongan sudah melaksanakan beberapa program yang meski masih ada kekurangannya namun nanti hal itu akan dijadikan evaluasi agar bisa lebih baik pada 2023 nanti. Program tersebut antara lain yaitu kesehatan gratis hanya dengan KTP. “Walaupun masih ada batasan-batasannya, namun menurut saya, ini merupakan hal yang luar biasa,” ujar bupati.
Program lainnya yaitu, penunggu rumah sakit pasien kurang mampu yang dirawat di Puskesmas Rawat Inap dan rumah sakit milik Pemkab Pekalongan mendapatkan bantuan sebesar Rp. 50 ribu per hari. “Ini sudah sudah berlaku per 1 Januari lalu. Kita terus evaluasi kekuarangan program ini,” imbuh bupati.
Selain itu, di bidang pendidikan, pemkab juga memberikan bantuan seragam bagi siswa di sekolah negeri dari keluarga tidak mampu. “Saya berharap program setidaknya bisa membantu anak Pekalongan bisa sekolah dan pintar semua,” ucap bupati
Terkait infrastruktur, pada tahun 2022, Pemkab Pekalongan menganggarkan peningkatan infrastruktrur jalan, jembatan dan saluran menjadi kurang lebih Rp. 130 Miliar, dari tahun 2021 yang anggarannya Rp. 50 Miliar. “Mudah-mudahan, pada 2023, bisa lebih ditingkatkan lagi anggaran untuk peningkatan infrastruktur jalan, jembatan dan saluran irigasi yang PR nya cukup banyak,” ucap bupati.
Selain itu, tahun ini, lanjut Fadia, Kabupaten Pekalongan mendapatkan bantuan dari Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp. 60,8 miliar untuk infrastruktur di Kabupaten Pekalongan. “Mudah-mudahan dari Pusat juga nanti ada bantuan dan tahun 2023 lebih banyak lagi,” harap bupati.
Dalam kesempatan tersebut Fadia juga mengatakan pihaknya akan menata lingkungan Alun-alun Kabupaten Pekalongan. “Tahun 2022 ini, Alun-alun Kajen akan ditata dan dipercantik serta akan mengusung aikon Kabupaten Pekalongan sebagai Kota Santri,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan lainnya yaitu pemkab akan mengembangkan wisata di Kota Santri, antara lain di Objek Wisata Linggo Asri, Kajen. “Kita anggarkan di Perubahan Anggaran 2022 dan jika tidak cukup, akan dilanjutkan pada tahun 2023,” terang bupati.
Rehab Pasar
Peresmian Pasar Kedungwuni dan Pasar Wiradesa saat ini masih dalam tahap pengecekan kepemilikan kios dan loosnya. Dalam waktu dekat kedua pasar tersebut akan diresmikan. Pemkab juga berencana akan merehab atau bahkan membangun kembali Pasar Kajen dan menata Pasar Sragi agar lebih nyaman bagi pedagan maupun pembeli. “Oleh karena itu, kami harap masukan dari bapak ibu semua yang hadir di Musrenbang ini,” ungkap Bupati Fadia. Bupati menyatakan akan lebih banyak mendengarkan saran dan masukan dari para peserta Musrenbang untuk menyusun rencana kerja.
Fadia juga berharap adanya pembangunan hotel, agar wilayahnya lebih ramai dan banyak dikunjungi tamu atau wisatawan sehingga perekonomian warga Kabupaten Pekalongan meningkat. “Kami juga akan memanfaatkan atau memfungsikan aset-aset milik Kabupaten Pekalongan yang mangkrak agar lebih bermanfaat,” kata Fadia .
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Dra. Hj. Hindun, MH, dalam sambutannya berharap, Musrenbang tidak hanya menjadi musyawarah pepesan kosong. “Prioritas dan arah pembangunan sesuai visi-misi bupati agar dicermati kembali. Saya tetap berpedoman pada RPJMD, pada visi-misi bupati, serta arah pembangunan tahun ke dua ini. Ini juga harus dimengerti oleh masyarakat, sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat dengan apa yang dibangun oleh pemkab dan masyarakat tidak sungkan untuk hadir dan menyampaikan masukan dalam Musrenbang,” tutur Hindun.
Musrenbang dihadiri Sekretaris Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Ketua DPRD Dra. H. Hindun, MH beserta unsur Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Wakil Ketua serta Ketua Komisi DPRD Kabupaten Pekalongan, Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, SH, Sekda Kabupaten PEkalongan M. Yulian Akbar, S.Sos, M.Si, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, Plt Kepala Bappeda Litbang dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Pekalongan, para camat, tokoh masyarakat dan stakeholders terkait. (Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 30 Maret 2022
Kadinporapar kabupaten Pekalongan Ir. M. Bambang Irianto M.,Si melalui kabid Kepemudaan, Ari Arfiyanto S.,Si M.A.P memaparkan ada sebanyak 171 pelajar dari 30 SMA/MA/SMK se- kabupaten Pekalongan yang mendaftar pada seleksi calon anggota Paskibraka kabupaten Pekalongan 2022. Seluruh peserta yang mendaftar diseleksi sesuai persyaratan dan ketentuan calon Paskibraka tingkat kabupaten Pekalongan tahun 2022 dengan melalui empat tahapan seleksi.
Selanjutnya Dinporapar akan mengirimkan wakil dari kabupaten Pekalongan ( 1 putra dan 1 putri) untuk mengikuti seleksi Paskibraka tingkat provinsi pada tanggal 18 dan 19 Mei 2022 mendatang.
Sementara Paskibraka tingkat kabupaten Pekalongan dijadwalkan akan intens menjalani latihan satu bulan sebelum bulan Agustus 2022. “ Latihan H – 1 bulan sebelum Agustus 2022. Juli awal kita lakukan pemanggilan ulang, lalu rapid tes dulu, biar steril sebelum intens latihan. Dan berikutnya kurang 1 minggu mereka menjalani karantina di GPU, “ Papar Ari Arfiyanto,S.Si,M.A.P saat ditemuai di ruang kerjanya, Senin (28/03/2022)
Adapun dalam kegiatan latihan, Dinporapar bekerjasama dengan TNI (Kodim 407) dan Polri ( Polres Pekalongan) serta didukung pula Dinas Kesehatan.
Ari berharap peserta yang telah lolos seleksi agar tidak lengah jelang latihan. “ kita masih akan menghadapai momen puasa, lebaran, jangan merubah bentuk, juga tetap jaga prokes,” pesannya
Ari juga menyampaikan untuk menjadi seorang Paskibraka perlu persiapan sedini mungkin, terutama saat usia SMP (kelas2 dan 3) sehingga ketika menginjak kelas 1 SMA mereka sudah matang. Artinya bukan hanya akademis saja yang dikejar tapi juga kemampuan jadi seorang Paskibraka, yaitu ketrampilan baris berbaris dan ketrampilan pendukung lainnya, seperti penguasaan bahasa asing, seni budaya dan lainnya.
“ Nilai lebih Jadi Paskibraka, selain menambah pergaulan, wawasan, juga bisa mendapat fasilitas. Yang jelas ada kebanggaan tersendiri karena tergabung komunitas purna Paskibraka se-Indonesia, yang bisa berdampak dalam melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi serta terbukanya peluang usaha,” imbuhnya. (Dian-Kominfo)
Selasa, 29 Maret 2022
Hal itu disampaikan Bupati Fadia dalam sambutan dalam kegiatan Sosialisasi Optimalisasi Zakat Infaq dan Sedekah ASN di Lingkungan Pemkab Pekalongan, di Aula Lantai 1 Gedung Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (28/3).
“Insya Allah penyaluran zakat, infaq dan sedekah melalui Baznas sesuai dengan yang memang membutuhkan,” tutur bupati.
Bupati berharap dengan terhimpunnya zakat, infaq dan sedekah dari ASN se-Kabupaten Pekalongan melalui Baznas, dapat memberikan manfaat yang lebih besar dan lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan, KH. Muhtarom, berharap penyaluran zakat, infaq dan sedekah ASN Kabupaten Pekalongan melalui Baznas bisa optimal.
“Kami berharap Baznas bisa membantu pemkab di Bidang Sosial yang belum atau tidak teranggarkan di Kabupaten Pekalongan. Semoga para mustahik yang sekarang menjadi penerima zakat, untuk ke depan bisa menjadi muzakki (orang yang wajib berzakat),” ujar Muhtarom.
Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, KH Ahmad Daroji yang turut hadir dalam kegiatan ini dalam sambutannya menegaskan bahwa Baznas bukan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan bukan pula organisasi masyarakat (ormas). “Namun Baznas adalah Badan Amil Zakatnya Pemerintah. Baznas merupakan tangan kirinya bupati. Tangan kanannya adalah APBD,” ujar Ahmad Daroji.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan alat usaha berupa gerobak untuk 88 mustahik dengan nilai keseluruhan Rp. 230 juta dan diterimakan secara simbolis kepada Mulyono, warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen. Bantuan lainnya yaitu bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) untuk 15 mustahik dengan jumlah keseluruhan Rp. 150 juta dan diterimakan secara simbolis kepada Kanan, warga Bojong.
Selain itu juga diberikan bantuan alat kesehatan kepada 11 mustahik dengan total bantuan Rp. 10.500.000 yang diterimakan simbolis kepada Karjian, warga Bojong.
Sosialisasi dihadiri Wakil Bupati Pekalongan, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, Kepala Kankemenag Kabupaten Pekalongan, Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Pekalongan dan para bendahara OPD di lingkungan Kabupaten Pekalongan, serta para penerima bantuan. (red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 29 Maret 2022
“Dari tujuh belas lapangan usaha ekonomi yang ada, sebagian besar mengalami pertumbuhan yang positif,” tutur Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM, dalam Rapat Paripurna DPRD Pekalongan dalam rangka Penyampaian Jawaban Bupati Pekalongan atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan terhadap Rancangan Perda tentang Keolahragaan dan Penyampaian LKPJ Bupati Pekalongan Tahun Anggaran 2021, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin, (28/3).
Bupati menerangkan bahwa pandemi Covid-19 memberi dampak luar biasa terhadap kondisi perekonomian global, nasional maupun regional, tak terkecuali di Kabupaten Pekalongan. Menurutnya melemahnya ekonomi Kabupaten Pekalongan di tahun 2020 lalu ditunjukkan oleh laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan tahun 2020 yang berkontraksi sebesar – 1,89 persen. Sementara itu, laju inflasi Kabupaten Pekalongan pada tahun 2021 tercatat sebesar 1,53 persen, lebih rendah dari tahun 2020 yang angkanya mencapai 2,36 persen.
Sedangkan untuk angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2021 sebesar 10,57 persen. Angka naik dibandingkan tahun 2020, yakni sebesar 10,19 persen, dengan rata-rata capaian di bawah Provinsi Jawa Tengah dan di atas Nasional.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Kabupaten Pekalongan, pada tahun 2021 yaitu sebesar 71,46 persen, mengalami kenaikan dari tahun 2020 yang sebesar 71,23 persen. Sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Pekalongan tahun 2021 sebesar 4,28 persen, mengalami penurunan yang siginifikan, dari tahun 2020 yang sebesar 6,97 persen.
“Indikator penting lainnya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang merupakan indikator untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia di bidang pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat,” kata Fadia . IPM Kabupaten Pekalongan, lanjutnya, meningkat dari 69,63 persen pada tahun 2020 menjadi 70,11 persen pada tahun 2021. (Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 29 Maret 2022
“NU di Kabupaten Pekalongan saya sarankan tidak hanya melaksanakan kegiatan keagamaan saja seperti pengajian tetapi juga sebagai tempat bagi anggotanya untuk berbagi seperti berbagi informasi terkini, infomasi kegiatan atau tips mengelola usaha, sehingga dapat menumbuhkan kesempatan-kesempatan baru bagi anggotanya untuk memulai usaha dan meningkatkan ekonomi rumah tangga serta organisasi terkait,” tutur bupati.
Bupati berharap, selain mengaji, NU bisa menyelenggarakan pelatihan-pelatihan dan kegiatan-kegiatan lainnya. “Hasilnya dapat dilaporkan ke pemkab, supaya karya ibu-ibu ini bisa dipamerkan,” ujarnya. Bupati Fadia menyatakan siap menyediakan stand atau tempat pameran hasil karya ibu-ibu fatayat dan muslimat.
Sebelumnya, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, KH. Drs. Muslikh Khudori, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Pekalongan yang telah berkolaborasi dan mendampingi kegiatan-kegiatan di PCNU.
“Adanya LKKNU ini merupakan bukti bahwa NU tidak sekedar berfikir untuk pendalaman agama, tapi lebih substansial bahwa pendalaman agama bisa berhasil manakala keluarganya sejahtera aman dan sentosa. Sejahtera adalah bangunan awal untuk kita bisa sukses di berbagai bidang, termasuk agama,” ujar Muslikh.
Muslikh berharap agar kerja sama bisa berlanjut. “Saya pernah menggagas agar para tahfidz baik putra maupun putri sekali-kali disemarakkan di Pendopo Bupati, bersama qurro wal khufadz, untuk istighotsah, berdo’a bersama-sama, untuk pembangunan Kabupaten Pekalongan,” ungkapnya. Harapan lainnya, agar Baznas bisa membantu anak-anak kurang mampu untuk meneruskan ke pesantren.
Lebih lanjut Muslikh mengutarakan, kerja sama lainnya yang bisa dijalin yaitu dengan Lembaga Pertanian NU yang menggagas pupuk organik yang sudah diujicobakan di Purworejo dan Solo, dan hasilnya cukup baik. “Di Purworejo produksi padi organik dengan pupuk organik dari kita bahkan sudah diekspor,” katanya.
Harapan lainnya yaitu agar santri di Pondok Pesantren tidak hanya mampu mengaji, namun mempunyai ketrampilan. “Oleh karena itu, kami berharap, para santri Pondok Pesantren bisa mendapatkan pelatihan dari Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Pekalongan,” ucap Muslikh
Workshop diselenggarakan oleh Lembaga Kesejahteran Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU), salah satu lembaga yang dimiliki oleh PCNU. Workshop, sebagaimana dilaporkan oleh Ketua LKKNU, Casmidi, SE, diikuti 100 anggota fatayat. (Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Minggu, 27 Maret 2022
Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Rachmawati SIP.,MM pada acara Pembukaan Musyawarah Daerah IV Gabungan Organisasi Wanita ( GOW) Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (23/03) pagi.
Bupati menegaskan GOW harus senantiasa meningkatkan kapasitas dan kemampuannya dalam pemberdayaan anggota GOW melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan perempuan, peningkatan kemampuan perempuan, memberikan ide atau gagasan yang baik guna mendukung pelaksanaan tugas dan tanggungjawab yang diembannya.
Keterlibatan perempuan dalam segala aspek pembangunan menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pembangunan. Oleh karena itu, Bupati berharap GOW Kabupaten Pekalongan mampu menjadi penggerak keterlibatan perempuan dalam pembangunan di kabupaten Pekalongan melalui gagasan/ide cerdasnya sehingga terwujud kesetaraan dan keadilan gender di kabupaten Pekalongan.
“ Marilah kita kuatkan eksistensi dan keberadaan GOW kabupaten Pekalongan, sehingga perempuan-perempuan kabupaten Pekalongan menjadi perempuan yang mandiri, tangguh dan berkualitas, mampu bersaing dan berdaya guna bagi pembangunan kabupaten Pekalongan,” tegasnya.
Tak lupa Bupati mengucapkan terimakasih kepada pengurus GOW periode 2017-2022 yang telah melaksanakan tugas dengan baik. Dan selanjutnya pihaknya juga menyambut baik kepengurusan GOW periode tahun 2022-2027, dengan harapan terpilih pengurus yang berkualitas, berkomitmen, berdaya guna, dan juga mengabdikan diri ikhlas untuk kabupaten Pekalongan.
“ Selamat bermusyawarah, semoga Musda ini mampu memilih ketua dan kepengurusan yang bisa membawa GOW ke arah yang lebih baik, maju untuk kabupaten Pekalongan di masa yang akan datang,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua GOW Kabupaten Pekalongan periode 2017-2022 Tutik Iriyanti.,SH.,M.Si dalam sambutannya menyampaikan Musyawarah Daerah IV Gabungan Organisasi Wanita ( GOW) Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 dengan tema “ Melalui Musyawarah Daerah IV GOW kita tingkatkan kemandirian dan kualitas sumber daya anggota “ tersebut mengagendakan laporan pertanggungjawaban ketua GOW masa bakti 2017-2022, memilih dan mengesahkan ketua GOW Kabupaten Pekalongan periode 2022 -2027, serta menyusun program kerja GOW periode 5 tahun kedepan.
“ Dengan dilaksanakannya Musda ini, besar harapan kami semoga terpilih ketua dan pengurus masa bakti 5 tahun kedepan lebih maju, berdaya guna, dan berhasil guna dalam memdukung visi misi bupati Pekalongan,” ujar Tutik
Tutik menerangkan bahwa Gow Kabupaten Pekalongan terbentuk sejak 18 Desember 2002 lalu. Saat ini ada 20 organisasi perempuan yang tergabung dalam GOW Kabupaten Pekalongan , antara lain darma wanita persatuan, Bhayangkari, Persip kartika candrakirana, Aisyiyah, Muslimat NU, Fatayat NU, Nasyiatul Aisyiyah, dan organisasi-organisasi perempuan lainnya.
GOW kabupaten Pekalongan merupakan wadah gabungan organisasi-organisasi wanita di kabupaten Pekalongan, yang tentu saja organisasi tersebut memenuhi persyaratan AD/ART GOW dan sekaligus bersedia atau mendaftarkan diri ke GOW. Sehingga belum semua organisasi perempuan di kabupaten Pekalongan tergabung di GOW.
Ketua GOW Periode 2022-2027 terpilih, Ny Tri Rafika Yulianti SH dalam kesempatan tersebut mengaku terpilihnya dirinya sebagai ketua GOW periode 2022-2017 merupakan suatu apresiasi yang tinggi. “Saya terima mandat kepercayaan ini dengan baik dengan minta dukungan, kerjsama sehingga kita dapat melaksanakan tugas dengan baik,” tutur Ny. Fika.
Ny. Fika juga berharap ke depan organisasi – organisasi yang tergabung dalam GOW kabupaten Pekalongan akan bertambah banyak. (Dian-Kominfo)
Rabu, 23 Maret 2022
Penghargaan diberikan secara langsung oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq kepada Fikki Arifani Saputra, atlet renang binaan NPCI (National Paralympic Committee Indonesia), yang telah berhasil meraih 2 medali emas dan 1 medali perak di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI 2021 di Papua pada November 2021 lalu. Serta para peraih medali di tingkat Provinsi Jawa Tengah yaitu Santi Listiani peraih medali perak Cabor atletik, Heni Maulidia peraih medali perak Cabor pentaque, Ahmad Satria peraih medali perak Cabor tenis meja, dan Isnaini peraih medali perak Cabor senam ritmik.
Wajah bahagia terpancar dari para atlet penerima penghargaan, tak terkecuali Fikki Arifani Saputra. Putra dari pasangan Arif Prasetya dan Fenny Sofyana ini memang memiliki keterbatasan fisik, namun keterbatasan yang dimiliki justru menjadi motivasi bagi Fikki untuk maju dan berprestasi. Menyandang status difabel tak membuat mahasiswa jurusan Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Surakarta ini minder, membagi waktu antara berlatih dan kuliah terus dilakoninya, hingga akhirnya usahanya berbuah prestasi.
“Alhamdulillah Kabupaten Pekalongan sangat menjunjung tinggi atlet yang berprestasi baik ditingkat daerah sampai dengan nasional, pastinya sangat bersyukur juga untuk atlet disabilitas diberikan penyamarataan dengan atlet non disabilitas, saya yakin hal ini akan sangat meningkatkan semangat atlet- atlet yang lain baik yang disabilitas maupun yang non disabilitas,” ungkap pria kelahiran 11 Januari 2001 ini.
Fikki juga berharap Pemkab Pekalongan kedepannya akan tetap memberikan penghargaan serupa kepada atlet yang berprestasi dan terus meningkatkan perhatian dan bantuan kepada para atlet, terutama atlet - atlet disabilitas.
Sementara itu, ditemui di ruang kerjanya, Kabid Olahraga DINPORAPAR Kabupaten Pekalongan, Suradi, Spd. M.Pd mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi para atlet Kabupaten Pekalongan, dan optimis kedepan Kabupaten Pekalongan dapat mencetak atlet – atlet berprestasi lebih banyak lagi.
Diungkapkan Suradi, pihaknya senantiasa berkoordinasi dan berkolaborasi dengan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) untuk membina para atlet dan memberikan dukungan penuh kepada KONI dan seluruh induk organisasi olahraga yang ada di Kabupaten Pekalongan dalam pembibitan dan pembinaan para atlet. “Dinporapar bekerjasama dengan KONI dalam melakukan pembinaan dan pembibitan atlet secara kontinyu, diantaranya dengan mendorong kemajuan kegiatan ekstrakurikuler olahraga di sekolah dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, di sekolah formal maupun sekolah non formal seperti PKBM dan SKB,” ungkap Suradi. (Dian-Kominfo)
Rabu, 23 Maret 2022