Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar S.Sos., M.Si atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menyampaikan apresiasi atas kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Pembangunan Masjid Miftahul Huda Desa Kesesi yang diselenggarakan oleh Komunitas Pekalongan Selatan Trail Adventure (Pas Triad) dalam rangka HUT TNI Ke 77 Tahun di Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi (09/10) pagi.
“Pemerintah Kabupaten Pekalongan tentunya memberikan apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan karena merupakan kegiatan yang sangat-sangat positif,” ujar sekda.
Lebih lanjut, Sekda Akbar berharap Pemkab Pekalongan dapat dilibatkan untuk berkolaborasi pada penyelenggaraan event serupa selanjutnya, “Jika kami Pemerintah Daerah diajak, nanti kami dapat melibatkan dinas teknis kami yaitu Dinporapar. Agar kegiatan ini nantinya dapat dikemas lebih menarik lagi dengan konsep sebagai wisata dan juga kita bisa melibatkan UMKM,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut sekda juga mengatakan bahwa Kabupaten Pekalongan sangat cocok untuk kegiatan Trail Adventure karena memiliki medan-medan yang menarik untuk dijelajahi.
Ketua Panitia Bakti Sosial dari Komunitas Pas Triad Ruben dalam kesempatan wawancara mengungkapkan bahwa kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitasnya itu merupakan event rutin tahunan yang sudah berjalan beberapa kali.
“Kegiatan baksos ini, kita sebenarnya sudah yang ke-6. Jadi kegiatan ini hampir tiap tahun kita laksanakan. Pada Covid kemarin pun kita laksanakan secara sederhana. Hanya saja kali ini bersamaan dengan HUT TNI Ke-77 Tahun. Ini kita gabungkan dan lokasi tahun ini di Kesesi dengan jalur baru,” terangnya.
Ruben juga menuturkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 600an peserta dari Kabupaten Pekalongan dan juga daerah lain di Jawa Tengah.
Selain baksos, dalam kegiatan pagi itu juga dilaksanakan pemberian santunan kepada anak yatim serta penyaluran dana bantuan dari Komunitas Pas Triad dan Pemkab Pekalongan untuk keperluan pembangunan Masjid Muftahul Huda hingga total dana bantuan mencapai Rp. 115 juta.
“Alhamdullah, mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat untuk pembangunan Masjid Miftahul Huda di Kecamatan Kesesi,” tutur Ruben.
Sebelumnya, Kepala Desa Kesesi Januar Iswanto dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas penyelenggaraan acara Baksos di Desa Kesesi, “Dan juga atas nama takmir Masjid Miftahul Huda kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih karena memang Masjid Miftahul Huda ini masih dalam tahap pembangunan sehingga masih banyak membutuhkan tenaga, pikiran, maupun material untuk menyukseskan pembangunan masjid ini,” ujarnya.
Ia berharap melalui kegiatan baksos di Desa Kesesi akan meningkatkan sinegritas antara Pemerintah Desa dengan Pemerintah Kecamatan dan juga Pemerintah Kabupaten, “Kami juga berharap semoga bisa terjalin silaturahmi dengan para trabaster dan harapannya kedepannya bisa lebih baik. Jangan sungkan untuk melakukan perhelatan didesa Kesesi karena Kesesi secara topografi memungkinkan untuk dilakukan event-event bahkan mungkin di skala yang lebih besar lagi,” ujarnya.
Kegiatan Bakti Sosial pagi itu juga dihadiri oleh Wakapolres Pekalongan, Perwakilan Dandim 0710 Pekalongan, dan Forkopimcam kesesi.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 13 Oktober 2022
KAJEN – Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola Satuan Karya (Saka), Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Pekalongan akan menggelar bimbingan teknis (Bintek) Pengelolaan Pangkalan Satuan Karya (Saka). Bintek akan diselenggarakan selama 4 hari, mulai Rabu hingga Sabtu, 9 hingga 12 November mendatang, di Sanggar Bhakti Pramuka Pekalongan, Desa Karangsari, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Bintek dibiayai Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah.
KAJEN – Wakil Bupati (Wabup)Pekalongan H. Riswadi, SHmewakili Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE, MM menyampaikan jawaban atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan,di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan, Selasa (10/4) pagi.
KAJEN – Jembatan Jagung di Desa Jagung, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan yang pondasinya ambrol akan segera diperbaiki. Demikian dinyatakan Sekda Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, saat meninjau jembatan bersama pihak Dinas PU Bina Marga dan Ciptakarya Provinsi Jawa Tengah serta Kepolisian Resort Pekalongan, Minggu (2/10).
KAJEN – Sekda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos, M.Si dan sejumlah pejabat lainnya turut memeriahkan Jalan Sehat dan Gowes Santai
bersama ribuan warga, Minggu (2/10) pagi. Kegiatan digelar Kodim 0710/Pekalongan dalam rangka HUT TNI ke-77 Tahun 2022. Start Jalan Sehat dan Gowes Santai dimulai dari Alun-alun Kajen.
KAJEN - Dalam rangka meningkatan kualitas sumber daya aparatur bidang perencanaan dan penganggaran, Pemerintah Kabupaten Pekalongan melakukan kunjungan studi komparasi ke Kabupaten Pati. Kegiatan dilakukan pada hari Jumat (30/9/2022) dan diikuti oleh seluruh Kasubag Perencanaan dan Keuangan, seluruh OPD dan Kecamatan se- Kabupaten Pekalongan.
KAJEN – Bendung Gembiro, yang terletak di perbatasan Desa Bukur, wilayah Kecamatan Bojong dan Desa Krandon Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan mensuplai kebutuhan air lahan pertanian seluas 1.393 ha di wilayah Kecamatan Sragi dan Kecamatan Kesesi. Selain itu, Bendung Gembiro juga merupakan bangunan pengendali banjir di 6 desa di wilayah Kecamatan Kesesi dan Kajen. Ke-enam desa tersebut, yaitu, Jagung, Watugajah, Langensari Kecamatan Kesesi, Kutorejo, Sangkanjoyo, dan Pekiringan Alit, Kecamatan Kajen.
Peserta kegiatan doa bersama yakni komunitas sepak bola dan suporter sepak bola yang ada di Kabupaten Pekalongan.
Dalam kesempatan wawancara seusai doa bersama, Wabup Riswadi mengungkapkan keprihatinannya atas insiden memilukan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang dimana ratusan suporter meninggal dunia.
“Kita turut prihatin dan ikut mendoakan bersama di Tugu 0 KM Kabupaten Pekalongan. Kita doakan semoga para korban masuk surga,” tuturnya.
Wabup berharap tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang menjadi tragedi yang terakhir bagi dunia persepakbolaan, “Kejadian di Kanjuruhan supaya tidak akan pernah terjadi lagi dan menyadarkan diri kita bahwa olaharaga sepak bola merupakan milik orang banyak,” katanya.
Menurut Wabup Riswadi, sepak bola merupakan olahraga yang sangat merakyat. Karenanya untuk sebuah prestasi tidak perlu ada korban jiwa.
Disamping penyampaikan hal tersebut, wabup juga meminta kepada seluruh masyarakat pecinta bola di Kabupaten Pekalongan agar selalu menjunjung tinggi supportivitas dalam mendukung tim favoritnya, “Sepak bola sebuah permainan, menang kalah merupakan hal yang biasa. Yang terpenting menjunjung sportivitas supaya kita dapat berprestasi, “ tutur Wabup Riswadi.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH. yang juga hadir dalam kegiatan doa bersama tersebut, mengajak kepada seluruh pihak untuk dapat menjaga kerukunan dan kebersamaan agar menjadi contoh yang baik untuk masyarakat, “Ayo PSSI, KONI, dan jajaran pecinta sepak bola di Kabupaten Pekalongan, kita wujudkan bersama-sama kebersamaan dan kita beri keteladanan kepada masyarakat bahwa kita akan selalu menjaga kebersamaan di Kabupaten Pekalongan ini dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hindun juga berharap agar Pemerintah daerah dapat memperhatikan olahraga temasuk sepak bola karena menurutnya sepak bola memberikan rekreasi keolahragaan kepada masyarakat di Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Pekalongan Suryan atau akrab disapa Ryan mengatakan bahwa Tragedi Kanjuruhan menjadi catatan dan bahan evaluasi bersama, “Peristiwa tersebut menjadi bahan kita untuk intropeksi agar kedepannya tragedi tersebut tidak terulang kembali di Indonesia dan diseluruh dunia,” ucapnya.
Ryan juga menambahkan bahwa antusias suporter di Indonesia sangat luar biasa. Namun begitu dia berharap seluruh pihak kedepannya dapat menerapkan standarisasi penyelenggaraan yang lebih baik serta edukasi kepada suporter khususnya di Kabupaten Pekalongan, “Karena kompetisi di Kabupaten pekalongan dihadiri oleh ribuan suporter dan itu menjadi catatan penting agar gesekan-gesekan tidak terjadi dan kesadaran dapat lebih terbangun dengan adanya kejadian ini,” ujarnya
Ketua ASKAB PSSI Kabupaten Pekalongan Chandra Saputra mengungkapkan bahwa kejadian di Kanjuruhan membuat pihaknya mereview dan mengevaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan, “Agar keselamatan pemain dan suporter lebih dulu diutamakan dan lebih penting dalam sepak bola ada menang dan kalah semua tim harus siap,” katanya.
Ia juga menuturkan bahwa kejadian di Kanjuruhan Malang dapat menjadi momentum untuk mempersatukan seluruh suporter yang ada di Indonesia ini, “Tidak ada lagi revalitas seperti yang sudah-sudah sehingga menjadi momentum untuk bersatunya suporter di Indonesia,” tandasnya.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 13 Oktober 2022
Waka Cabang Bina Satuan, Kak Yoso dalam rapat dalam rapat koordinasi di Sanggar Bhakti Pramuka Pekalongan yang dipimpinnya, Selasa (11/10) mengatakan, kegiatan diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi antar Saka. “Selain itu kegiatan juga diharapkan dapat meningkatkan SDM pengelola atau pengurus Saka, sehingga Saka dapat menyusun program kegiatan dan mampu menggali pembiayaan kegiatan Saka, serta mampu menjalin kemitraan antara Saka,” tutur Kak Yoso
Rencana bintek tersebut dipaparkan Kapusdiklat Cabang Pramuka Kabupaten Pekalongan, Kak Ina, dalam rapat yang dihadiri 13 saka siang itu.
Kak Ina dalam rapat tersebut meminta kepada ke 13 Saka di Kwarcab Pekalongan agar dapat berpartisipasi dalam bintek. Ke-13 saka tersebut yaitu Saka Milenial (Dinkominfo Kabupaten Pekalongan) , Saka Wira Kartika, Saka Bhayangkara, Saka Wana Bhakti, Saka Widya Budaya Bhakti, Saka Bhakti Husada, Saka Kalpataru, Saka Bahari, Saka Pariwisata, Saka Adhiasta Pemilu, Saka Kencana, Saka Taruna Bumi, dan Saka Bina Sosial. Masing-masing saka diminta untuk mengirimkan 4 peserta yang terdiri dari unsur Pimpinan Saka, Pamong Saka, Instruktur Saka, dan Dewan Saka.
Dalam kegiatan tersebut, peserta akan mendapatkan materi, antara lain yaitu Fundamental Kepramukaan, Profil Pangkalan Saka yang Dinamis dan Produktif, Pengelolaan Pangkalan Saka, Penyusunan Program Kerja Pangkalan, Penataan Administrasi Pangkalan Saka, serta Pengembangan Pangkalan Saka. Dalam kegiatan tersebut juga akan diberikan materi Kreasi Job Creation dan Ketrampilan Vocasional serta Penilaian Pangkalan Saka Tergiat. Narasumber dalam kegiatan tersebut, lanjut Kak Ina, ditunjuk langsung oleh pihak Kwarda Jawa Tengah.
Sumber : Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan
Kamis, 13 Oktober 2022
RapatdipimpinKetua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH. Rapat dihadiri pimpinan dan anggota DPRDlainnya, unsur Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Sekda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S., Sos., M.Si, para Staff Ahli Bupati dan Asisten Sekda, serta Kepala OPD terkait di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, wabup menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang se-tinggi-tingginya kepada segenap anggota Dewan atas Pandangan Umum terhadap Raperda yang telah disampaikan sebelumnya.
“Baik yang bersifat masukan, saran maupun pertanyaan. Semua itu sebagai wujud kebersamaan dan tanggung jawab kita dalam menyusun rancangan APBD Tahun Anggaran 2023,” tuturnya.
Wabup mengatakan, berkaitan dengan pandangan umum yang disampaikan dari beberapa fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan yang berupa masukan, saran maupun himbauan, pihaknya akan memperhatikan dan menindaklanjuti sebagai bahan kajian dan pertimbangan dalam proses selanjutnya.
Dalam rapat paripurna tersebut, wabup menyampaikanjawaban-jawaban atas Pandangan Umum dari Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan meliputi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI), Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Fraksi Partai Amanat Nasional(PAN) serta Fraksi Golongan Karya (Golkar).
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 4 Oktober 2022
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, dalam wawancara usai kegiatan Forum Group Dicussion (FGD) terkait Penyesuaian Harga BBM Bersubsidi di Wilayah Kabupaten Pekalongan yang diselenggarakan di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (3/10) pagi.
Selain oleh Sekda, FGD juga dihadiri Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, serta menghadirkan narasumber dari Pertamina Tegal Darryl Gomos Otniel M, Perwakilan KCU Pos Pekalongan Riska Indah S.
Kegiatan juga diikuti sejumlah stakeholder seperti Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DPC Pekalongan, para buruh/pekerja, mahasiswa, Organisasi Angkutan Darat (Organda) maupun UMKM lingkup mikro daerah. FGD dimoderatori Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi.
“Dari kegiatan diskusi ini paling tidak adalah kita ingin mendengar apa yang diharapkan dari kelompok-kelompok yang rentan terkait dengan kenaikan BBM atau inflasi. Paling tidak memberikan mereka dapat memberikan saran, masukkan, input bagi Pemerintah daerah untuk menyusun program atau kebijakan untuk mengatasi berbagai persoalan,” tutur Sekda Yulian Akbar.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa FGD juga sebagai sarana komunikasi Pemerintah Daerah untuk menyampaikan berbagai usaha Pemkab Pekalongan dalam upaya menangani dampak inflasi di Kabupaten Pekalongan.
“Pemerintah membuka ruang disamping komunikasi-komunikasi formal melalui media musyawarah seperti musrenbang jadi khusus untuk kebijakan yang sifatnya tematik atau persoalan yang sifatnya tematik ini akan selesai kalau kita duduk bersama. Melakukan semacam diskusi bersama,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut sekda juga mengungkapkan telah meminta kepada beberapa OPD untuk melembagakan pelaksaan FGD tematik dalam rangka memfokuskan kebijakan, “.Jadi kita mendengar apa yang menjadi masukkan masyarakat,” katanya.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 4 Oktober 2022
“Hasil checking bersama-sama secara teknis, berkaitan dengan pondasi sisi timur Jembatan Jagung yang ambrol, akan segera kita perbaiki. Untuk penanganan terkait pondasinya, butuh waktu sekitar 1 bulan. Secara keseluruhan perbaikan jembatan memakan waktu sekitar 3 bulan,” tutur Sekda Yulian Akbar.
Perbaikan bahkan sudah dimulai Minggu (2/10) dengan mendatangkan alat berat. “Pondasi jembatan kita bangun kembali. Pekerjaan memakan waktu sekitar 3 bulan dan ini harus ada koordinasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Pemali Juana dan dinas teknis, karena terkait dengan Bendung Gembiro yang baru saja kita buka dan pengairan lahan pertanian,” ujar sekda.
Kondisi jembatan, lanjut sekda, berbahaya untuk dilalui, oleh karena itu jembatan ditutup dan lalu lintas dialihkan melalui jalur alernatif. “Lalu lintas ditutup total baik untuk kendaraan besar maupun kecil, bahkan pejalan kaki. Karena jembatan berbahaya jika dilalui,” jelas sekda.
Pemkab Pekalongan, kata dia, sudah pernah mengusulkan pembangunan jembatan yang baru pada tahun 2020. “Karena setelah itu terdampak refocussing anggaran akibat Pandemi Covid-19. Harapan kami, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat merealisasikan usulan yang kami sampaikan pada Tahun 2023,” harap sekda.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Ali Huda didampingi Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pekalongan, Sumantoro, menyatakan, akan menindaklanjuti sesegera mungkin berkaitan dengan ambrolnya pondasi Jembatan Jagung.
“Jembatan merupakan kewenangan Provinsi Jawa Tengah. Mudah-mudahan pada satu bulan pertama, kami dapat menyelesaikan konstruksi bawah jembatan,” tutur Ali Huda.
Menurut Ali, penyebab ambrolnya jembatan bisa karena pembukaan Bendung Gembiro pada Sabtu (1/10) siang. “Bisa jadi berkaitan dengan pembukaan bendung. Kami menerima laporan kejadian ambrolnya pondasi Jembatan Jagung pada tanggal 1 Oktober 2022 pukul 18.30,” ujarnya.
Dikatakannya, jembatan dibangun sejak sekitar tahun 1970-an. Namun demikian, pemeliharaan rutin tetap dilakukan. Lebih lanjut dikatakannya, ada rencana penggandaan jembatan yang akan diusulkan untuk direalisasikan tahun 2023.
Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria didampingi Kasat Lantas Polres Pekalongan, AKP Fitriyanto, mengatakan, pihanya sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan kegiatan pengalihan arus lalu lintas menyusul ambrolnya pondasi Jembatan Jagung. Arus lalu lintas dari Kesesi menuju Kajen dialihkan melalui Tugu Nol Kajen – Simpang Terminal Kajen – Desa Pekiringan Alit (Kecamatan Kajen) – Kwasen (Kecamatan Kesesi) – Wonorejo – Simpang Kaibahan Ponolawen (Kesesi). “Begitu pula sebaliknya. Sinergi dengan Dishub, sudah dipasang rambu-rambu petunjuk, rambu-rambu arus serta peralatan perlengkapan infrastruktur jalan yang sudah kita survei memadai untuk kendaraan diatas 2 ton 2 sumbu bisa melewati jalur alternatif,” terang kapolres.
Dikatakannya, masyarakat pengguna jalan sudah diberikan sosialisasi. Menurutnya, memang butuh waktu yang agak panjang dan lebih memakan waktu. “Memang harus memutar terlebih dahulu, masyarakat harap bersabar, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berupaya agar jalan dapat diakses kembali.
Sementara itu, kendaraan berat yang akan menuju Kesesi maupun Kajen, lanjtnya, dialihkan melewati Sragi - Bojong. “Para pengguna jalan kami mohon untuk mematuhi rambu-rambu petunjuk yang sudah dipasang,” ujar kapolres.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 3 Oktober 2022
Dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si hadir mewakili Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE MM untuk menyaksikan kegiatan tersebut didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pekalongan Totok Budi Mulyanto, SE.
Selain itu, kegiatan itu juga dihadiri oleh Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pekalongan Mirza Kholik, Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, serta Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Pekalongan Dr. H. Salman Alfarasi, S.H., M.H.
Ribuan warga Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Dandim 07/10 Pekalongan Letnan Kolonel Inf Rizki Aditya, S.Sos., M.Han dalam wawancara terkait kegiatan yang diselenggarakan mengungkapkan bahwa acara tersebut diikuti sekitar 15.000 peserta yang berasal dari Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan.
“Acara hari ini adalah jalan santai dan gowes yang diikuti oleh masyarakat Kota dan Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini dalam rangka HUT TNI yang ke 77,” ujarnya.
Rizki juga menuturkan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai hadiah menarik untuk para peserta kegiatan yang beruntung, “Kegiatan gowes dan jalan santai hadiahnya lumayan. Doorprizenya ada sepeda motor, ada sepeda juga, kemudian ada kulkas, mesin cuci dan hadiah lainnya,” tuturnya.
Lebih lanjut, dikatakannya bahwa peringatan HUT TNI tahun ini melibatkan masyarakat untuk ikut memeriahkannya. “Jadi masyarakat yang antusias menyelenggarakan berbagai lomba di berbagai daerah kota dan Kabupaten untuk merayakan HUT TNI,” terangnya.
Melalui kegiatan yang digelar, Rizki berharap TNI dapat semakin solid, “Dengan adanya kegiatan ini dan kegiatan lainnya, harapannya TNI semakin solid kemudian sinegritas TNI dengan Polri dan masyarakat semuanya dapat menyatu. Kita tidak bisa dipisahkan,” ungkap Dandim.
Selain kegiatan jalan sehat dan gowes santai, Kodim 0710/Pekalongan rencananya juga akan menyelenggarakan bebagai kegiatan menarik lainnya untuk memperingati HUT TNI Ke-77 Tahun, di antaranya Apel Kebangsaan dan Kirab Merah Putih, motorcross, trabas yang disatukan dengan pemberian bantuan kepada masyarakat, lomba burung, lomba burung dara, serta kegiatan upacara.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 3 Oktober 2022
Ikut dalam rombongan studi banding tersebut Asisten Pembangunan Ir. Wahyu Kuncoro, M.Si, Asisten Administrasi Umum Anis Rosidi, S.Sos.,M.Si, dan Kepala Bappeda Trisno Suharsanto, S.E.,M.Si.
Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kab.Pati yg diwakili Kepala Bappeda, DR. Mukhtar di Pendopo Agung Kabupaten Pati. Turut menyambut rombongan beberapa pimpinan OPD dan Kabag.
Dalam sambutan perkenalan, Asisten Administrasi Umum menyampaikan bahwa alasan memilih Kabupaten Pati sebagai lokus studi banding bidang perencanaan dan penganggaran karena Kabupaten Pati dinilai telah berhasil dalam tata kelola dan management perencanaan dan penganggaran. Hal ini terbukti Kabupaten Pati berhasil meraih penghargaan terbaik kedua Pangripta / PPD (Perencanaan Pembangunan Daerah) tingkat Propinsi Jateng.
"Terimakasih atas sambutan yang baik kepada kami rombongan dari Pemkab Pekalongan. Alasan kami memilih Kabupaten Pati sebagai lokus studi banding karena kami merasa Kabupaten Pati sangat berprestasi," ucap Asisten Administrasi Umum Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi.
Lebih lanjut Anis menambahkan bahwa dengan kegiatan ini diharapkan terjadi "transfer knolowge" terkait tata kelola perencanaan dan penganggaran dan dpt diimplementasikan di Kabupaten Pekalongan. Oleh karenanya seluruh Kasubag Perencanaan dan Penganggaran diikutsertakan dalam studi banding ini.
Sementara itu Kepala Bapeda, Trisno mengatakan bahwa kegiatan selain untuk meningkatankan kualitas aparatur perencana OPD/Kecamatan sekaligus merupakan apresiasi atas kinerja aparatur perencana OPD yang selama ini telah melakukan tugas dan fungsinya dengan baik sehingga Kabupaten Pekalongan mendapat penghargaan terbaik ketiga dalam Pangripta/ PPD propinsi Jateng Tahun 2022.
Senin, 3 Oktober 2022
Bendung Gembiro, Sabtu (1/10) siang dibuka secara resmi oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE, MM. Pembukaan bendung dalam rangka pengeringan total, untuk menguras lumpur di hulu bendung dan untuk pemeliharaan pintu Bendung Gembiro, sebagaimana dilaporkan Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Murdiarso SP, MT dalam kegiatan siang itu.
Pembukaan atau Bedahan Bendung Gembiro juga menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu warga Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya untuk menangkap ribuan bahkan jutaan ikan yang hanyut pada saat bendung dibuka.
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq SE MM dalam sambutannya berharap, dengan pemeliharaan bendung yang rutin, panen di Kabupaten Pekalongan lancar dan tidak terjadi banjir.
“Mudah-mudahan lancar semua pertaniannya. Bendung berfungsi sebagai pengendali banjir 6 desa dan sawah dari beberapa wilayah kecamatan juga teraliri dari bendungan ini. Insya allah dengan hari ini akan berlimpah ruah juga ikannya,” tutur bupati.
Bupati berpesan agar warga berhati-hati saat menangkap ikan usai bendung dibuka. “Pesan saya, pada saat kita buka, pada saat kita resmikan, tolong berhati-hati, ikuti tata tertib semuanya, jangan terlalu dekat, jangan sampai memakan korban. Sehingga hari ini Insya Allah semua berjalan lancar,” ujar bupati.
Bupati dalam kesempatan tersebut juga mengucapkan Terima kasih kepada pihak Dinas PUSDA TARU Provinsi Jawa Tengah, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan semua pihak serta masyarakat atas kerja samanya, sehingga acara dapat digelar dan berjalan lancar. “Mudah-mudahan tahun depan nanti kita akan buat semarak lagi, kita buat lebih bagus lagi, supaya menjadi wisata kita, untuk mendatangkan orang-orang dari luar daerah untuk melihat acara ini,” ungkap bupati.
Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Murdiarso SP MT sebelumnya juga melaporkan bahwa Pembukaan Bendung Gembiro berdasarkan jadwal pengeringan total dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Pemali Comal Dinas PUSDA TARU Provinsi Jawa Tengah.
“Pembukaan bendung dilakukan pada Sabtu, 1 Oktober 20222 pukul 12.00 dan Penutupan bendung dijadwalkan pada Hari Rabu, 3 Oktober 2022 pukul 07.00,” kata Murdiarso.
Ribuan warga tampak antusias menghadiri Pembukaan Bendung Gembiro dan menangkap ikan di sepanjang aliran bendung. Ratusan pelaku UMKM juga tampak tak ketinggalan untuk mengambil peluang dari keramaian tersebut.
Kegiatan juga dihadiri pihak Dinas PUSDA TARU Provinsi Jawa Tengah, BBWS Pemali Juana, Balai PSDA Pemali Comal Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Sekda Kabupaten Pekalongan dan jajarannya, Pimpinan BUMN, Pimpinan Bank Jateng dan BUMD lainnya, Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan, Forkopimcam Bojong dan Kesesi, Kades dan perangkat Desa Bukur (Kecamatan Bojong) dan Krandon (Kecamatan Kesesi), para agama dan tokoh masyarakat sekitar.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 3 Oktober 2022