KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE MM menyerahkan hibah 1 unit perahu karet dan 1 unit mesin tenpel perahu senilai 118 juta rupiah kepada Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Penyerahan hibah barang tersebut dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Kajen, Selasa (02/08).
Dalam wawancara pada kegiatan tersebut, Bupati Fadia menyampaikan bahwa hibah kapal yang diberikan merupakan bentuk dukungan atas kerjasama yang selama ini terjalin baik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan dengan Polres Pekalongan.
“Polres Pekalongan ini selalu menjadi yang terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat kita, baik itu saat pandemi Covid-19 maupun bencana-bencana lainnya. Oleh sebab itu, pada saat Polres minta bantuan berupa kapal ini dengan cepat kita langsung menyetujui,” ungkapnya.
Lebih lanjut, bupati berharap hibah kapal yang diberikan akan menambah semangat dan kepedulian Polres Pekalongan untuk terus membantu masyarakat di Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu Kapolres Pekalongan AKBP Dr Arief Fajar Satria, SH, SIK, MH mengucapkan terima kasih atas hibah yang diberikan serta berharap sinegritas yang baik dapat terus terjaga antara Polres Pekalongan dan Pemkab Pekalongan dalam upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Dia menuturkan bahwa hibah perahu karet dan mesin tempel perahu yang diterima Polres Pekalongan nantinya akan digunakan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat khususnya untuk proses evakuasi banjir dan korban tenggelam, “Kapal speedboat ini memiliki kapasitas 10-12 orang sehingga sangat sesuai digunakan untuk proses evakuasi saat banjir karena bisa juga digunakan untuk mengangkut banyak barang bawaan,” terangnya.
Terakhir, dia mengatakan, saat ini Polres Pekalongan hanya memiliki kapal kecil tanpa mesin yang merupakan hasil swadaya dengan kapasitas 6 penumpang serta hanya digunakan pada lokasi-lokasi sempit. Sehingga bantuan hibah kapal speedboat yang diberikan Pemkab akan sangat bermanfaat untuk proses pemberian bantuan kepada masyarakat di Kabupaten Pekalongan.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Jumat, 5 Agustus 2022
KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM melantik Ketua dan Pengurus Ikatan Wanita Pengusaha Indonesi (IWAPI) Kabupaten Pekalongan, Rabu ( 3/8), di Pendopo Bupati Pekalongan.
Dalam sambutan usai pelantikan, bupati mengucapkan selamat kepada Ketua dan Pengurus IWAPI Periode 2022-2027 yang dilantik. Bupati berharap pengurus dapat menjalankan tupoksinya dengan baik. Bupati juga berharap IWAPI tidak vakum lagi. Karena kepengurusan sebelumnya yaitu periode tahun 2001-2006 dan 2006-2011, kemudian tidak ada pergantian ketua lagi dan baru tahun 2022 ini dilantik kembali.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq membuka secara Turnamen Sepak Bola OGOS CUP I 2022 di Desa Sokosari, Kecamatan Karanganyar, Senin (01/08). Turnamen yang dijadwalkan hingga 4 September mendatang itu diikuti 32 tim sepak bola desa.
Dalam sambutan pada pembukaan kegiatan tersebut, Bupati Fadia menyampaikan apresiasinya yang mendalam kepada pihak penyelenggara yang dengan kemandiriannya dapat mengadakan kegiatan turmanen semacam itu dengan sangat rapi.
KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq SE MM, Senin (1/8) mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tingkat Kabupaten di Desa Rowoyoso, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.
BIAN yang dilaksanakan mulai 1 hingga 30 Agustus 2022 menargetkan 95% atau sebanyak 58.025 balita di Kabupaten Pekalongan mendapatkan imunisasi wajib.
KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq memuji dan mengapresiasi kekompakan Muhammadiyah dalam membantu keluarga besarnya dan masyarakat Kabupaten Pekalongan. Pujian tersebut disampaikan bupati saat menghadiri Resepsi Semarak Muktamar Muhammadiyah dan Aisiyah ke-48 di Kompleks Gedung Dakwah Muhammadiyah, Gejlik, Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (31/7).
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE MM mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan doa bersama menyambut tahun baru islam 1444 hijriyah yang digagas oleh Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Pekalongan yang berlangsung meriah oleh keceriaan murid Raudhatul Athfal, Bustanul Athfal, dan Taman Athfal (RA/BA/TA) se-Kabupaten Pekalongan yang hadir di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, Jum’at (29/07) sore.
KAJEN – Wakil Bupati Pekalongan Riswadi, SH menyampaikan apresiasi terhadap Muhammadiyah atas peran sertanya dalam upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Pekalongan. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Pembukaan Pameran dalam Rangka Semarak Mukhtamar Muhammadiyah dan Aisyiyah Ke-48 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kajen, Sabtu (30/07).
IWAPI juga diharapkan bisa berkolaborasi dengan Pemkab Pekalongan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait maupun Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). “Jika pengurus dan anggotanya serta pengusaha-pengusaha Kabupaten Pekalongan berkolaborasi dengan baik, Insya Allah IWAPI akan menjadi besar,” tutur bupati.
Bupati menyatakan akan mensupport para pengusaha dengan mengikutsertakan dalam pameran di luar daerah. “Kami akan menyediakan tempatnya, silakan nanti transportasi dan akomodasi dbiayai secara mandiri, sehingga banyak yang bisa ikut pameran, tidak hanya sqtu dua orang saja seperti sebelumnya.,” ujar Fadia.
Pemkab Pekalongan juga akan mengadakan pameran Kajen Expo pada 25 hingga 31 Agustus mendatang. “Anggota IWAPI maupun pengusaha pada umumnya bisa berpartisipasi dalam pameran, ” ujar bupati.
Ketua DPD IWAPI Jawa Tengh, Hj. Ningwahyu, S.Sos dalam sambutannya menyampaikan ungkapan syukur dengan kembali aktifnya IWAPI Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, tantangan ke depan sangat banyak, terutama akibat dampak Covid-19. “Banyak pengusaha terutama UMKM yang tidak bisa bangkit. Oleh karena ituz IWAPI diharapkan dapat menghidupkan kembali UMKM dihidupkan kembali,” tutur Ningwahyu.
Dia berharap IWAPI Kabupaten Pekalongan dapat berkolaborasi dengan stakeholder yang ada dan berharap IWAPI bisa eksis, maju dan bisa memajukan para pengusaha perempuan di Kabupaten Pekalongan.
Ketua DPC IWAPI Kabupaten Pekalongan Hj. Dewi Kartika Yuniana, S.Si, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan padanya.
Dia berharap dapat menjalankan amanah dengan se baik-baiknya serta menjalankan visi misi IWAPI Kabupaten Pekalongan 5 tahun ke depan dengan penuh tanggung jawab. “IWAPI Kabupaten Pekalongan akan meningkatkan dan mengembangkan strategi digital marketing, menjalin kerjasama dan kolaborasi bisnis dengan berbagai pihak agar dapat berkontribusi dalam memulihkan perekonomian,” ungkap Dewi Sartika.
Pelantikan IWAPI Kabupaten Pekalongan dihadiri Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Pekalongan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Ketua Kadin Kabupaten Pekalongan, Ketua GOW dan para ketua Organisasi Wanita di Kabupaten Pekalongan, Ketua DPC IWAPI dari wilayah Eks Karesidenan Pekalongan dan Banyumas.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Jumat, 5 Agustus 2022
“Saya secara pribadi salut dengan anak muda Kabupaten Pekalongan yang luar biasa, yang dengan kemandiriannya mencari dana secara mandiri, untuk bisa menyelenggarakan acara ini, rapi dan bagus,” tutur bupati.
Bupati juga memberi pujian karena kegiatan turnamen yang digelar juga memberikan manfaat untuk warga masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk dapat berjualan.
Melalui kegiatan semacam itu, Dia berharap dapat menjadi inspirasi positif bagi anak-anak muda di Kabupaten Pekalongan khususnya yang mencintai sepak bola untuk dapat menunjukkan bakat-bakatnya di depan publik.
Bupati meminta masyarakat untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan tertib, “Harus berjalan dengan kondusif dan aman, tidak boleh ada keributan antar supporter tim,” Fadia menegaskan.
Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan, Mochtarudin Ashraff Abu, yang juga penggemar sepak bola dan turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi kegiatan OGOS CUP I. “Mungkin ini kelihatannya sederhana tapi saya berani bilang ini seperti mini stadion gitu, ada pintu keluarnya segala makanya saya bangga sekali,” kata Ashraff.
Dia berharap kegiatan semacam itu dapat dipertahankan dan diperbaiki pelaksanannya agar lebih baik lagi. Dia juga menyampaikan harapannya agar Kabupaten Pekalongan dapat memiliki stadion yang lebih representatif untuk mengangkat lagi sepak bola di Kabupaten Pekalongan.
Ketua Askab PSSI, Candra Saputra menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang digelar serta dukungan bagi masa depan sepak bola di Kabupaten Pekalongan. “Ini merupakan kegiatan positif supaya kita bisa memunculkan pemain-pemain sepak bola dari Kabupaten Pekalongan karena pemain di Kabupaten Pekalongan tidak kalah dengan pemain dari luar daerah, regulasi juga sudah kita batasi, pemain asing kita batasi, luar daerah kita batasi,” ungkapnya.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 3 Agustus 2022
Kegiatan BIAN terdiri atas 2 tahapan kegiatan imunisasi. Pertama yaitu pemberian Imunisasi Measles/Campak dan Rubella (MR) untuk pencegahan penyakit Campak dan Rubella dengan sasaran balita umur 9 bulan - 59 bulan dan yang kedua yaitu Imunisasi Kejar OPV, DPT-HB-Hib dan IPV, yaitu untuk pencegahan penyakit Polio, Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatisis B dan Haemophilus Influenza tipe B dengan sasaran balita umur 12 bulan hingga 59 bulan
Bupati menyampaikan, kegiatan BIAN digelar menyusul menurunnya kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan, “Selama 2 tahun ini kita tidak bisa melakukan imunisasi secara keseluruhan. Saat pandemi kemarin orang tua yang ingin vaksinasi anak harus pergi ke Puskesmas dan rumah sakit. Tapi sekarang kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan sudah 0 kasus. Semoga dapat tetap seperti itu agar semuanya bisa kembali normal,” tuturnya.
Dia meminta kepada para orang tua untuk dapat memanfaatkan situasi tersebut agar anaknya mendapatkan imunisasi di layanan kesehatan terdekat, “Vaksinasi ini gratis ya di posyandu, puskemas, serta layanan kesehatan yang ditunjuk dan ketersediaan vaksin lebih dari cukup. Jadi saya minta ibu-ibu di Kabupaten Pekalongan ini dapat memanfaatkan situasi sekarang dengan baik agar anak-anak kita di Kabupaten Pekalongan ini semuanya sehat,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia meminta kepada para lurah dan camat serta OPD terkait untuk dapat melakukan pendekatan kepada masyarakat dan melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran para orang tua tentang pentingnya imunisasi bagi balita dan utamanya adalah balita usia 1 sampai 3 tahun agar target pemerintah dapat tercapai.
“Ini kita lakukan untuk mencapai eliminasi penyakit campak dan rubella di Kabupaten Pekalongan di tahun 2023. Kemudian juga untuk mempertahankan Indonesia Bebas Polio dan mencapai Eradikasi Polio Global Tahun 2026, juga untuk mencegah terjadinya KLB penyakit difteri, untuk menutup kesenjangan imunitas terutama pada anak usia kurang dari 5 tahun (balita), serta Mencegah anak lahir cacat karena ibu hamil trimester pertama tertular oleh balita terserang penyakit rubella,” terang Bupati Fadia.
Bupati berharap kegiatan BIAN di Kabupaten Pekalongan dapat terlaksana dengan baik dan lancar serta tidak terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sedang maupun berat kepada para balita.
Kepala Dinas Kesehatan Setiawan Dwi Antoro, SKM, M. Kes mengatakan, kegiatan BIAN dilaksanakan serentak diseluruh wilayah Kabupaten Pekalongan mulai 1 Agustus 2022. “Kami sudah menyiapkan sebanyak 1.648 tenaga kesehatan, 144 tenaga dokter, para medis 849, dan perawat sebanyak 625. Logistik kami pastinya siap, ada 60.000 dosis vaksin sudah lengkap di Kabupaten pekalongan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Rowoyoso, Burhan menyampaikan ucapan terima kasih atas kegiatan yang diselenggarakan di desanya tersebut, “Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami,” ujarnya.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 2 Agustus 2022
Dalam kegiatan tersebut digelar khataman Al Qur’an (khotmil qur’an), dan pertunjukan oleh para santri. Kegiatan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar, S.Sos. M.Si.
Dalam sambutannya, Sekda mengucapkan terima kasih kepada BADKO LPQ, ustadz dan ustadzah, serta santri dan wali santri yang telah menyelenggarakan kegiatan Gebyar Muharram tersebut.
Lebih lanjut, dia mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan memberikan apresiasi atas kontribusi ustadz dan ustadzah di Kabupaten Pekalongan atas jasanya dalam mencerdaskan anak-anak di Kabupaten Pekalongan.
“Pemerintah mengakui peran serta Lembaga-lembaga TPQ yang telah berkontribusi dalam rangka mencerdaskan santri-santri kita untuk mengerti dan mengetahui tentang Al-Qur’an,” ujar Akbar.
Dia juga berterima kasih kepada para wali santri karena telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di TPQ lingkungan sekitar.
Menurut Sekda, lembaga TPQ memiliki peran penting karena dapat menyentuh sektor yang tidak dapat disentuh langsung oleh Pemerintah Daerah.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan bahwa Pemkab Pekalongan selama ini telah memberikan bantuan insentif kepada ustadz dan ustadzah di Kabupaten Pekalongan walaupun jumlah bantuannya tidak banyak.
“Saat ini ada sebanyak kurang lebih 7.984 ustadz dan ustadzah di Kabupaten Pekalongan serta 1.355 Madrasah Diniyah dan TPQ. Pemkab Pekalongan memberikan insentif kepada ustadz dan ustadzah sebesar 500 ribu per tahun serta bantuan operasional kepada Madin dan TPQ. Harapannya, kemampuan fiskal dan pendapatan kita meningkat sehingga dapat memberikan insentif bantuan lebih banyak,” ungkap dia.
Dia juga menambahkan bahwa pemerintah telah berperan serta membangun 23 gedung TPQ di Tahun 2022 ini yang jumlah anggarannya mencapai 2,6 Miliyar.
Sekda Akbar pun meminta kepada wali murid para santri untuk turut serta memperhatikan kesejahteraan para ustad dan ustadzah karena menurutnya tugas tersebut adalah PR bersama.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan sekaligus Ketua BADKO LPQ Kabupaten Pekalongan Hj. Hindun, MH menyampaikan dukungannya atas kegiatan yang dilaksanakan di Kajen itu, karena menurutnya dapat mengenalkan anak-anak dengan pusat pemerintahan dan juga pemimpin Kabupaten Pekalongan.
“Hari ini semua TPQ di Kabupaten Pekalongan hadir di sini, mudah-mudahan dengan kehadiran anak-anak kita ini yang sudah membacakan Al Qur’an, khataman Al-Qur’an pada Muharram ini akan membukakan keberkahan untuk Kabupaten pekalongan,” ujar Hindun.
Dia berharap kegiatan semacam itu dapat dilaksanakan lebih baik tahun depan karena merupakan pembinaan dan harapannya dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 1 Agustus 2022
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Fadia meminta kepada Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Daerah Kabupaten Pekalongan seperti RSUD Kajen, RSUD Kesesi, dan RSUD Kraton, serta Puskesmas-puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan untuk dapat bekerja sama yang baik untuk menyukseskan program kesehatan gratis cukup pakai KTP yang merupakan program unggulan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Dia menyampaikan bahwa program unggulan pengobatan gratis cukup pakai KTP merupakan program yang sudah dikenal luas bahkan sampai ke daerah-daerah lain di Indonesia.
Dia pun menceritakan pengalamanya yang kerapkali ditanya oleh pejabat daerah lain terkait program kesehatan gratis cukup pakai KTP tersebut.
“Kita memang memiliki program berobat gratis cukup pakai KTP dan program ini sudah dikenal luas. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Saya berterima kasih kepada seluruh elemen pemerintahan yang terlibat dan kita harus terus menyukseskanya,” tutur Bupati Fadia.
Karenanya, dia meminta kepada Dinkes Kabupaten Pekalongan untuk dapat menempatkan personel di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan serta meminta kepada puskesmas-puskesmas di Kabupaten Pekalongan agar membentuk tim khusus untuk kemudahan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak mampu di Kabupaten Pekalongan.
“Ini agar ada kemudahan input data. Tentunya kita utamakan program tersebut untuk masyarakat yang tidak mampu,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Fadia juga meminta kepada seluruh unit layanan kesehatan milik pemkab untuk dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang diberikan. Dia mengatakan keinginannya agar rumah sakit milik pemerintah daerah dan unit layanan kesehatan puskesmas menjadi pilihan utama masyarakat Kabupaten pekalongan untuk berobat ketika sakit.
“Saya tidak ingin pelayanan kita kalah dari rumah sakit swasta karena yang saya lihat banyak masyarakat kita yang mampu, namun tidak menjadikan rumah sakit umum daerah sebagai pilihan utama ketika sakit,” ujarnya.
Terakhir, bupati juga menyampaikan menaruh perhatian kepada tenaga kesehatan di Kabupaten Pekalongan, “Kita juga harus memikirkan bagaimana agar tenaga kesehatan kita ini aman, nyaman dan dapat bekerja sepenuh hati,” ujarnya.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 1 Agustus 2022
“Secara jujur saya sebagai Bupati Pekalongan, saya mengamati. Menurut saya, Muhammadiyah merupakan barisan terdepan yang membantu Kabupaten Pekalongan. Dari membangun RLTH, yang tidak melihat warnanya apa, dibangun oleh Muhammadiyah. Mensupport di bidang kesehatan, bahkan Muhammadiyah memiliki rumah sakit sendiri di Kabupaten Pekalongan ini,” ungkap Fadia.
Lebih lanjut bupati mengatakan, di bidang Pendidikan, Muhammadiyah pun memiliki Lembaga Pendidikan, mulai Pendidikan Usia Dini, SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi, yaitu UMPP (universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan).
Dari segi UMKM, menurut Fadia, Muhammadiyah juga sangat support. “Muhammadiyah ini saling mendukung, saling membantu. Muhammmadiyah ini luar biasa. Kekompakan ini harus dijaga, persaudaraannya harus dipererat, rasa kecintaan dengan tidak membedakan warna tetap harus dipertahankan, sehingga Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan akan menjadi besar dan hebat dari yang ada sekarang ini,” ujar Bupati Fadia.
Dalam kesempatan tersebut, Fadia menyampaikan bahwa pada tahun 2022 ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyalurkan hibah sebesar Rp 500 juta kepada ormas Muhammadiyah dan menyalurkan bantuan sekitar Rp 3,6 Miliar untuk 77 masjid dan mushola di Kabupaten Pekalongan. “Saya mohon doanya supaya PAD Kabupaten Pekalongan meningkat dan Masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa lebih sejahtera, Covid-19 hilang dari Kabupaten Pekalongan, bisa pulih, dan kehidupan kita bisa hidup normal kembali,” ujar bupati.
Lebih lanjut bupati mengatakan, Tahun Baru Islam ini merupakan momen introspeksi diri. “Apakah kita sudah bermanfaat bagi orang banyak dan apakah cita-cita kita sudah berhasil kta gapai. Apa yang bermanfaat dapat kita lanjutkan, yang tidak bermanfaat kita tinggalkan,” katanya.
Bupati Fadia dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan dukungannya terhadap acara Semarak Muhammadiyah dan Aisiyah ke-48 tahun 2022. “Acaranya benar-benar semarak. Ide-ide kreatif Muhammadiyah ini benar-benar luar biasa,” ucap bupati. Semarak Muhammadiyah dimeriahkan berbagai lomba, sepeda santai dan motor santai, serta kegiatan dan donor darah. Sebelumnya ada mancing gembira dan pameran.
Bupati berharap Muktamar Muhammadiyah dan Aisiyah yang akan diselenggarakan November 2022 di Surakarta yang akan memilih Ketua Umum Periode 2022-2027 berjalan lancar.
Sebelumnya, Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, H. Mulyono dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan yang diselenggarakan digerakkan semata-mata oleh Allah Subhanahu wa Taala dan dengan niat beribadah kepadaNya.
Dia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Pekalongan yang telah berkenan hadir secara pribadi dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan dan meramaikan kegiatan Muktamar Muhammadiyah dan Aisiyah yang bertemakan “Memajukan Indonesia Mencerahkan Semesta” serta “Perempuan Berkemajuan Mencerahkan Peradaban Bangsa”.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 1 Agustus 2022
“Saya mengucapkan apresiasi yang besar dan salut kepada keluarga besar IGRA Kabupaten Pekalongan, karena saya lihat acara hari ini sukses, meriah, yang hadir juga semuannya senang dan semangat, karena kita sudah 2 tahun lebih Pandemi Covid-19 jadi tidak bisa mengadakan acara seperti ini,” ujar Bupati Fadia.
Dia berharap melalui kegiatan doa bersama tersebut tali silaturahmi dapat terjalin serta dapat memberikan manfaat kepada seluruh pengajar, murid-murid (RA/BA/TA), serta seluruh hadirin yang mengikuti kegiatan tersebut.
Lebih lanjut, dia berharap agar tahun baru islam ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana intropeksi diri atas segala yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya agar dapat meninggalkan keburukan dan menjadi manusia yang lebih baik.
“Mudah-mudahan di awal tahun hijriyah ini, semua yang hadir disini selalu diberikan Allah kesehatan, panjang umur, dan apapun yang dicita-citakan tercapai dengan baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Fadia berpesan kepada para pengajar untuk dapat menjaga anak-anak Kabupaten Pekalongan dengan sebaik-baiknya karena merupakan generasi masa depan Kabupaten Pekalongan.
“Karena anak-anak kita ini lebih banyak mendengar dan bercerita kepada guru-gurunya. Bahkan sering kali lebih penurut kepada gurunya. Oleh sebab itu kita yang tugasnya sebagai para pengajar harus bisa memberikan mereka ilmu supaya mereka benar-benar sesuai dengan ajaran rosul dan juga sesuai dengan ajaran agama islam,” tuturnya.
Bupati Fadia juga menginformasikan kepada pengajar bahwa tahun 2022 ini insentif untuk para pengajar naik daripada tahun sebelumnya, “Alhamdulillah, BOSDA kemarin untuk para guru-guru Kabupaten Pekalongan tahun kemarin 250 perbulan insentifnya sekarang tahun 2022 ini menjadi 300 ribu perbulan,” ungkapnya.
Dia berharap ekonomi Kabupaten Pekalongan dapat segera membaik sehingga Pemerintah kabupaten Pekalongan dapat memberikan perhatian dan bantuan lebih banyak kepada para pengajar di Kabupaten Pekalongan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan Drs. H. Sukarno, MM dalam sambutannya mengatakan selain doa bersama kegiatan sore itu juga sekaligus pemberian santunan kepada anak yatim.
Dia juga menyampaikan bahwa sampai saat ini ada 285 lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, “Lembaga tersebut meliputi Madrasah Aliyah 16, Madrasah Tsanawiyah 36, MI 124, dan RA/BA/TA sejumlah 109 lembaga. Sampai saat ini ada total 55. 207 siswa yang berada dibawah naungan lembaga-lembaga pendidikan tersebut dan khusus untuk siswa RA/BA/TA jumlahnya meliputi 8.439 siswa,” terangnya.
Sukarno juga mengatakan bahwa kegiatan yang digelar tersebut diikuti sebanyak 3 guru dan 15 orang siswa dari masing-masing RA/BA/TA se-Kabupaten Pekalongan, “Sehingga jumlahnya ada 327 orang guru dan 1635 orang siswa,” jelasnya.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 1 Agustus 2022
Dalam sambutannya pada kegiatan tersebut, Wabup Riswadi mengatakan bahwa upaya pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tidak akan berjalan dengan optimal tanpa diiringi pembangunan SDM yang mumpuni. Karenanya dia mengapresiasi peran serta Muhammadiyah dalam peningkatan SDM melalui Bidang Kesehatan dan Pendidikan.
“Kami menyadari begitu besar kontribusi pemikiran Muhammadiyah untuk pembangunan Kabupaten Pekalongan contoh melalui majunya pendidikan Muhammadiyah di TK, SD, sampai ke Universitas,” tutur Wabup Riswadi.
Dia menambahkan bahwa pembangunan SDM yang dilaksanakan Muhammadiyah yang telah selama berlangsung puluhan tahun di Kabupaten Pekalongan menjadikan Muhammadiyah memiliki kualitas SDM yang unggul dan maju. Oleh karenanya dia berharap Muhammadiyah dapat terus menjalankan peran untuk mendukung pembangunan di kabupaten Pekalongan.
“Mari bersama-sama Pemerintah Kabupaten Pekalongan kita bangun infrastruktur sekaligus kita bangun SDM di Kabupaten Pekalongan,” ajaknya.
Lebih lanjut, dia juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Gebyar Muktamar Muhammadiyah yang rencananya akan dilaksanakan di Solo.
“Pra Muktamar Muhammadiyah di Solo nanti akan ada gebyar pasar dan pameran. . Hari ini saya lihat masyarakat ramai, saya rasa masyarakat sudah rindu karena sudah 2 tahunan vakum,” ujarnya.
Melalui kegiatan Gebyar Mukhtamar tersebut, dia berharap ekonomi masyarakat akan kembali tumbuh dan target pertumbuhan ekonomi yang direncanakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat terwujud.
Walaupun begitu, Wabup Riswadi tetap mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan walaupun kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan perhari itu tercatat 0 kasus. Tetapi masyarakat tetap di himbau untuk tetap waspada. “Masyarakat harus tetap waspada dan selalu menjaga protokol kesehatan,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Wabup Riswadi meminta Muhammadiyah untuk ikut berperan menyosialisasikan instruksi-instruksi Pemerintah kepada masyarakat serta mentaatinya dengan baik sebagai bentuk pendidikan SDM yang berkualitas.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan KH. Drs. Mulyono berharap agar kolaborasi pembangunan yang selama ini berjalan antara Muhammadiyah melalui pembangunan SDM dan Pemkab Pekalongan melalui pembangunan infrastruktur dapat terus berlanjut. “Jika kedua pihak ini saling menyatu Insya Allah akan semakin maju,” ujarnya.
Dia mengungkapkan bahwa Gebyar Muktamar merupakan rangkaian dari Muktamar yang memang sebagai ajang pemanasan untuk menyongsong suksesi pergantian kepemimpinan dari yang lama menuju ke yang baru.
“Penyegaran-penyegaran kepemimpinan diperlukan karena di belakang kami banyak pemuda-pemuda yang merupakan tunas-tunas bangsa di Kabupaten Pekalongan yang antri untuk bisa memimpin negeri ini dan memimpin Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan ,” tuturnya.
Sementara itu dari pihak panitia, Mardi Raharjo, S.Pd.I dalam sambutannya mamaparkan bahwa serangkaian kegiatan lainnya juga digelar oleh Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan dalam rangka menyemarakkan Muktamar Muhammadiyah Ke-48.
“Kegiatan lainnya seperti menyanyi, membaca Al Qur’an, gerak dan lagu oleh anak-anak BA/TA/SA. Lomba menyanyi Muktamar dan lagu nasional. Selain itu kami juga mempersiapkan pameran selama 2 hari, ada pula donor darah. Serta besok kami akan menyerahkan kursi roda sejumlah 15 yang sudah disiapkan Muhammadiyah untuk membantu Pemkab dalam upaya menangani anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus,” terang Mardi.
Dia mengatakan bahwa kegiatan-kegiatan yang digelar tersebut merupakan bagian dari peran serta Muhammadiyah dalam upaya memperhatikan masyarakat Kabupaten Pekalongan serta sebagai upaya mendukung program Pemkab Pekalongan.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Minggu, 31 Juli 2022