KENDAL – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE MM dan Wakil Bupati H. Riswadi SH beserta isteri serta Ketua DPRD Dra Hj. Hindun, MH berziarah ke Makam Bupati Pertama Pekalongan, Pangeran Mandurorejo, di Kaliwungu, Kendal, Selasa (23/8) sore.
Bupati tampak didampingi sang suaami, Mochtarudin Ashraf Abu saat ziarah. Bupati juga didanpingi Sekda, staf Ahli Bupati,para Asisten Sekda, para Kepala OPD dan Kepala Bagian Setda Kabupaten Pekalongan serta keluarga besar Pemkab Pekalongan.
Hadir pula perwakilan dari Polres dan Kodim 0710 Pekalongan, Kejaksaan, Kepala Kankemenag, Ketua MUI Kabupaten Pekalongan, dan para kiai. Juga ahli waris dan keturunan Pangeran Mandurorejo.
Saat ziarah, bupati dan rombongan memanjatkan do’a dan melakukan tabur bunga di makam almarhum Adipati Mandurorejo.
Dalam sambutannya, Bupati Fadia Arafiq mengatakan, ziarah dilakukan secara rutin setiap tahun sebagai rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, termasuk Hari Jadi ke-400 tahun ini. “Saat Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, kami selalu hadiir bersama-sama untuk ziarah ke makam pahlawan kita, pahlawan dari Kabupaten Pekalongan,” tutur Bupati Fadia. Tahun ini merupakan kali ke-Bupati Fadia Arafiq ziarah ke makam Pangeran Mandurorejo.
Dia mengatakan, ziarah yang dilakukan sebagai wujud rasa hornat dan cinta kepada almarhum Pangeran Mandurorejo yang merupakan Bupati Pekalongan yang pertama. “Ini sebagai wujud rasa hormat, cibta kami, rasa bangga kami terhadap bupati pertama di Kabupaten pekalongan,” ungkap Fadia.
Dja berharap ziarah bisa terus dilakukan secara rutin. “Mudah-mudahan ziarah ini bisa terus kita laksanakan setap tahunnya. Dan bupati pertama kita ini lebih diketahui oleh anak cucu kita. Khususnya anak-anak Kabupaten Pekalongan agar tahh siapa bupati pertama kita,” ujarnya.
Bupati Fadia berharap bisa bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan. “Mudah-mudhaan kita yang masih hidup, pemimpin Kabupaten Pekalongan, bisa bersama-sama, guyub bareng, membangun kabupaten pekalongan menjadi lebih hebat, lebih baik, dan lebih luar biasa,” ucap dia.
Menurutnya, para pemimpin Kabupaten Pekalongan harus meneruskan cita-cita para pendahulu, para bupati sebelumnya. “Di sinilah kita yang harus meneruskan cita-cita pejuang-pejuang kita, bupati yang sebelamnya, dan kita semua adalah harapan seluruh masyarakat Kabupaten Pskalongan. “Mudah-mudahan kita diberikan kemudahan untuk bisa membangun Kabupaten Pekalongan,” harap dia.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan tali asih dari Pemkab Pekalomgan kepada ahli waris dan juru kunci makam Pangeran Mandurorejo.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 24 Agustus 2022
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE, MM membuka secara resmi Festival Budaya Djayengrono di Desa Kauman, Wiradesa, Jum’at (19/8) pagi.
Bupati menyatakan senang dan bangga dengan penyelenggaraan featival tersebut. “Saya kagum kepada anak-anak muda dan maayarakat. Ini sederhana namun menarik. Saya senang sekali, saya bahagia sekali. UMKMnya juga antusias sekali,” ungkap bupati.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE MM turut memeriahkan Senam Sehat Gembira dalam rangka Peringatan HUT ke-77 Kemerdekan RI di Kesesi, Jum’at (19/8) pagi.
Bupati turut senam sehat gembira bersama ratusan peserta. Bupati terlihat antusias mengikuti senam pagi itu. Bupati Fadia Arafiq tampak semangat dan gembira mengikuti senam.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM membuka kegiatan Lomba Dayung dalam Rangka Sedekah Laut TPI Jambean Tahun 2022 di Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto pada Kamis (18/08).
Lomba dayung tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-400 tahun dan Hari Kemerdekaan RI Ke-77 tahun. Sedangkan sedekah laut/sedekah bumi yang juga diselenggarakan bersamaan kegiatan lomba dayung, merupakan wujud rasa syukur masyarakat di Wonokerto dan Kabupaten Pekalongan atas keberkahan yang diberikan Allah.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., melalui Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, S.Sos.,M.Si, kepada Radio Republik Indonesia (RRI) Semarang, pagi ini, Selasa (23/8/2022) melalui teleconference.‘’Tanggal 25 Agustus biasa diperingati sebagai Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Pekalongan, namun Tahun 2022 ini merupakant ahun yang istimewa karenat ahun iniKabupaten Pekalongan tepat berusia 400 tahun secara administratif,’’
Diterangkan oleh Anis bahwa momentum ini diambil berdasarkan saat Sultan Agung mengangkat BupatiPekalongan yang pertama pada tahun 1622 yaitu Pangeran Mandurorejo menjadi bupati Pekalongan pertama, sehingga ini menjadi momentum awal berdirinya Kabupaten Pekalongan, 400 tahun yang lalu,’’ ungkap Anis.
Menurut Anis, Kirab Budaya yang akan berlangsung pada tanggal 25 Agustus 2022 mendatang merupakan kirab yang sangat fenomenal karena mendapat sambutan yang sangat baik oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan dan para sesepuh, mengingat dua tahun belakangan Kabupaten Pekalongan sempat vakum tidak melaksanakan acara serupa karena adanya pandemi Covid-19.
Kirab Budaya sendiri akan diikuti oleh Bupati PekalonganFadia Arafiq, S.E.,M.M., beserta rombongan termasuk seluruh kepala OPD yang akan menaiki kereta kencana dari Pendopo lama Kabupaten Pekalongan di Jalan Nusantara Kota Pekalongan yang berjarak sekitar 26 Km dengan melewati rute yang dulu pernah dirintis oleh Bupati Amat Antono saat memindahkan Ibu Kota Kabupaten Pekalongan ke Kota Kajen.‘’Jadi rute kirabnya nanti akan dimulai dari Pendopo Nusantara, lalu melewati Kecamatan Wiradesa, Bojong, Kedungwuni, Wonopringgo, Karanganyar dan finish di Kota Kajen,’’ ujar Anis.
Lebih lanjut dijelaskan Anis bahwa untuk rangkaian acara kirab budaya diprediksi akan memakan waktu empat jam dengan titik pemberhentian atau transit di Desa JejerWayang, Kecamatan Bojong dan di Yonif 407 Wonopringgo. Di titik-titik berhentinya kirab, Bupati Pekalongan beserta rombongan akan disuguhi pertunjukan kesenian rakyat dari masyarakat setempat.sebagai wujud ‘mengayuh bagyo masyarakat,” jelas Anis.
Selain itu, Anis juga mengatakan bahwa gelar kirab budaya juga bertujuan untuk meningkatkan spirit Pemkab Pekalongan dan masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk bangkit dari keterpurukan pasca Covid-19, sebagaimana makna dari tema Hari Jadi Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 ini yaitu ‘’Kabupaten Pekalongan Setara, Bangkit, Maju Bersama’’. Oleh karena itu Anis mengajak semua pihak untuk turut serta dalam mensukseskan acara Kirab Budaya yang akan dihelat 25 Agustus 2022 tersebut. ‘’Mari kita sukseskan kegiatan ini untuk menjadikan Kabupaten Pekalongan yang lebih baik lagi, menuju Kabupaten Pekalongan Sejahtera, Adil dan Merata,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Rabu, 24 Agustus 2022
Sekda Akbar mengatakan bahwa PASER merupakan kegiatan yang idenya digagas oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
PASER merupakan kegiatan pertunjukan/pagelaran seni dan budaya yang akan rutin diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan setiap malam minggu di Boulevard untuk memberikan hiburan, sekaligus sebagai wadah bagi masyarakat dan para pelaku seni untuk mengekspresikan kecintaanya terhadap seni dan budaya lokal.
Lebih lanjut, Sekda mengatakan bahwa kegiatan PASER sejalan dengan pembangunan pemerintah daerah, “Pemerintah Kabupaten Pekalongan membangun seimbang antara pembangunan fisik berupa infrastruktur dan pusat pelayanan. Tetapi pemkab juga membangun dari sisi manusianya melalui Panggung Apresiasi Seni Rakyat ini. Jadi ini merupakan keseimbangan antara fisik dan non fisik,” jelasnya.
Oleh sebab itu, Sekda mengajak kepada seluruh masyarakat dan para pelaku seni untuk memanfaatkan ruang yang sudah diberikan, “Ayo kita manfaatkan betul-betul kegiatan ini agar bisa memberikan hiburan kepada warga kita. Manfaatnya Insya Allah akan banyak,” tuturnya.
Sekda berharap kegiatan paser kedepanya akan mendapatkan lebih banyak dukungan dari berbagai pihak utamanya dari swasta, “Mari kita kolaborasi bersama antara Pemerintah Daerah, masyarakat pecinta seni, dan pihak swasta. Saya mengajak pihak swasta untuk turut ambil bagian dalam kegiatan pentas seni ini,” kata Sekda.
Dalam kegiatan tersebut Sekda juga mengungkapkan tentang rencana revitasliasi Gedung Kesenian Kajen, “Gedung Kesenian yang cukup lama mangkrak itu akan kita revitalisasi pada tahun 2023. Harapannya untuk memberikan ruang kepada generasi muda dan masyarakat pekerja-pekerja seni untuk bisa beraktivitas dan memanfaatkanya dengan baik,” terangnya.
Pelaksana Tugas Kepala Bagian Perekonomian Sekda Kabupaten Pekalongan Selaku Panitia pada kegiatan tersebut Aditomo Herlambang, SH dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan pada malam hari itu, “Terima kasih kepada RSUD Kraton dan RSUD Kajen atas dukunganya, DKD sebagai wadah para pelaku seni di Kabupaten Pekalongan, OPD dan bagian sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik,” ujarnya.
Aditomo menandaskan bahwa PASER digelar dalam rangka memberikan hiburan kepada masyarakat dan peningkatan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat “Kegiatan ini akan memberikan hiburan kepada masyarakat agar tidak sepi dan diharapkan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Karena, lanjutnya, dengan adanya hiburan, maka akan ada konsentrasi massa, para pedagang dan pelaku UMKM lainnya mendapatkan dampak positif dari kegiatan ini, sehingga ekonomi juga akan tumbuh.)
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 22 Agustus 2022
Dalam sambutannya bupati mengatakan, Siti Fatimah Ambariyah merupakan salah satu pejuang kemerdekaan dan penyebar agama Islam di Kabupaten Pekalongan. “Waliyullah kita ini seorang pejuang Indonesia dan menyebarkan agama Islam sampai mengorbankan diri sendiri, tidak mementingkan diri sendiri, tetapi lebih bagaimana Islam ini benar-benar besar di Kabupaten Pekalongan dan bisa masuk ke semua tempat,” ujar bupati.
Dengan adanya makam Ibu Siti Ambariyah, diharapkan warga mendapatkan berkah dan desa menjadi lebih makmur. “Karena orang berdatangan dari mana-mana, desa lebih dikenal, dan ekonominya meningkat. Semoga melalui kegiatan haul ini, dapat meningkatkan keimanan kita, takwa kita bertambah dan mensyukuri apa yang diberikan Allah kepada kita,” ungkap dia.
Bupati mengingatkan bahwa semua makhluk hidup, termasuk manusia akan meninggal dunia. “Sehebat apa pun kita, sekuat apa pun kita, yang namanya orang hidup, pasti akan meninggal,” tutur bupati. Oleh karena itu, bupati mengajak kepada seluruh warga yang menghadiri haul agar berbuat baik sebanyak-banyaknya dan mensyukuri nikmat Allah. "Berbuatlah sebaik-baiknya selama hidup. Karena sehebat apa pun kita, kalau sudah dikubur, tidak bisa apa-apa, kecuali amal yang ada di samping kita,” ucap bupati.
Menurutnya, dapat membantu orang lain atau banyak orang akan menjadi kenikmatan tersendiri. “Bisa membantu orang banyak adalah kenikmatan tersendiri bagi kita semua yang masih hidup. Sehingga jika semasa hidup tidak bermanfaat, ini akan rugi sekali,” imbuhnya.
Masih dalam suasana Bulan Muharram yang suci, bupati juga mengajak warga agar meningkatkan sedekah dan meningkatkan amal ibadah dan kebaikan. “Apa yang belum kita capai harus diusahakan tercapai targetnya di tahun ini. Apa yang tidak baik yang pernah kita lakukan di tahun lalu, tinggalkan,” seru Fadia.
Sebelumnya, Kepala Desa Bukur Teguh Jayeng Palindih dalam sambutannya menyampaikan ungkapan syukur karena dapat Kembali menyelenggarakan haul Ibu Agung Siti Fatimah Ambariyah, setelah beberapa tahun terakhir tidak dapat digelar kaena adanya Pandemi Covid-19. “Semoga Covid-19 benar-benar berlalu dari kehidupan kita. Dan semoga ada hikmah yang bisa diambil dari Pandemi Covid-19,” ungkapnya.
Dia juga berharap, dengan adanya haul, dapat memberikan kebaikan kepada seluruh warga. “Serta meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ucapnya.
Camat Bojong Farid Hakim, SP dalam sambutannya menyampaikan bahwa haul merupakan kearifan local masyarakat setempat dan bertujuan untuk mendoakan para sesepuh atau pendahulu yang memiliki jasa baik dalam pengembangan keagamaan di wilayah makam maupun Pekalongan secara umum. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat mendapatkan keberkahan. “Sebagai generasi penerus mewarisi kebaikan-kebaikan yang beliau lakukan pada masa hidupnya. Kondisi seperti ini harus kita jaga, karena merupakan bentuk penghormatan kita selaku generasi penerusnya dalam rangka pengembangan penyebaran agama Islam, terutama di wilayah kita,” ucap dia.
Dikatakannya, bahwa lokasi sudah dijadikan sebagai cagar budaya. Oleh karena itu, menurutnya, makam perlu perawatan dan pemeliharaan yang baik. “Sehingga makam beliau ini bisa dikenang banyak orang. Banyak pengunjung dari luar daerah yang datang untuk mendoakan beliau selaku penyebar agama Islam di Tanah Jawa. Sebagai tuan rumah tentunya harus lebih bisa lagi menjaga agar apa yang kita lakukan ini mendapatkan keberkahan dan ridho dari Allah Subhanahuwataala,” ujarnya.
Dia meminta agar warga dapat melanjutkan hal-hal yang berkaitan dengan kearifan lokal yang positif. “Juga kegiatan rutin pengajian dan sebagainya, agar ada keakraban, sikap toleransi, sikap saling menghargai di antara kita semua,” ungkap dia.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Minggu, 21 Agustus 2022
Dalam sambutannya, Bupati Fadia mengungkapkan kegembiaraanya dapat bertemu dan menyapa warga masyarakat Desa Pringsurat secara langsung. “Ini merupakan pertama kalinya saya ke sini. Tetapi Desa Pringsurat ini langsung membuat saya terkesan dan jatuh hati,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Fadia memuji pelaksanaan acara yang meriah dan semarak serta dipadati warga masyarakat Pringsurat dan sekitarnya. “Ini semua berkat para pemuda Desa Pringsurat yang hebat-hebat dan juga karena desa dan masyarakatnya semuanya solid, kerjasamanya baik, sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Fadia mengungkapkan harapan agar melalui rangkaian acara peringatan HUT RI Ke-77, Desa pringsurat dapat semakin kompak masyarakatnya. “Semoga dapat menambah semangat gotong-royong warga Desa Pringsurat, semakin rukun, guyub bareng, sama-sama saling membantu. Mudah-mudahan ekonominya di Desa Pringsurat juga semakin membaik,” ungkapnya.
Sebelumnya, Camat Kajen Agus Purwanto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para pemuda Desa Pringsurat dan masyarakat desa yang sudah kreatif menyelenggarakan kegiatan festival budaya dan baazar tersebut. “Pemuda itu memang harus kreatif, harus semangat, bisa menjalin kerjasama dengan semua pihak. Pemuda diharapkan menjadi ujung tombak pembangunan di masyarakat. Dan juga terima kasih kepada masyarakat Desa Pringsurat karena tentunya tanpa dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat acara ini tidak akan sukses,” ujarnya.
Sementara itu, dari pihak panitia, Suparto menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Bupati Fadia Arafiq dan seluruh masyarakat yang hadir memeriahkan acara tersebut. “Kami segenap panitia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Bupati yang sudah berkenan hadir dan kepada masyarakat yang telah mendukung acara ini sehingga acara ini sukses,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan acara malam itu tak lepas dari kekompakan dan keguyuban warga masyarakat Desa Pringsurat. “Kami sebagai panitia merasa bangga karena warga masyarakat Desa Pringsurat ini sangat semangat dalam menjunjung Persatuan dan Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya.
Festival Budaya Desa Pringsurat malam itu antara lain menampilkan pertunjukan kuda lumping serta baazar yang menjual aneka ragam produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Pekalongan.
Acara berlangsung meriah, sukses, dan berhasil menarik minat warga masyarakat Desa Pringsurat dan sekitarnya untuk menghadiri festival dan bazaar dalam rangka perayaan HUT RI Ke-77 di Desa Pringsurat.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Sabtu, 20 Agustus 2022
Lomba karnaval tersebut berlangsung meriah dengan parade busana kedaerahan, atraksi budaya, drum band, pertunjukan kuda lumping serta barongsai. Masyarakat pun tampak antusias menyaksikan lomba karnaval tersebut dan memadati sepanjang jalan menuju Pasar Wonopringgo.
Semarak kegiatan karnaval dan keunikannya tersebut mendapatkan pujian dari Bupati Fadia yang hadir untuk menyaksikan sekaligus menyapa masyarakat di wilayah Kecamatan Wonopringgo. “Para peserta karnaval tadi semuanya unik dan kreatif,” tuturnya.
Menurut bupati, kegiatan karnaval semacam itu bagus untuk diselenggarakan, karena dapat dijadikan sebagai ajang bagi desa-desa maupun kecamatan untuk menunjukkan atraksi dan ciri khas daerahnya.
Karenanya, Bupati Fadia mengungkapkan dukungannya atas kegiatan karnaval yang diselenggarakan. “Saya dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tentunya mendukung penuh, yang penting protokol kesehatan tetap dilaksanakan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadia juga menyampaikan harapan untuk Kabupaten Pekalongan pada peringatan HUT RI Ke-77 Tahun dan juga Hari Jadi Kabupaten Pekalongan Ke-400 Tahun, “Semoga Pandemi Covid-19 di Kabupaten Pekalongan segera hilang. Kabupaten Pekalongan tambah maju, sukses, jauh dari marabahaya dan semua program-programnya dapat berjalan dengan lancar,” ucapnya.
Camat Wonopringgo Tuti Haryati, S.STP., MM menerangkan bahwa kegiatan lomba karnaval yang diselenggarakan merupakan kebangkitan kegiatan kemasyarakatan di Kecamatan Wonopringgo. Hal ini sesuai dengan tema HUT RI Ke 77 Tahun yakni “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”.
“Ini merupakan salah satu kebangkitan kita setelah 2 tahun pandemi Covid-19 melanda dan tidak ada kegiatan karnaval untuk memperingati HUT RI. Hari ini kita aktifkan kembali kegiatan karnaval di masyarakat untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan masyarakat khususnya di Kecamatan Wonopringgo,” terangnya.
Dia mengatakan, peserta lomba karnaval terdiri atas para pelajar dan masyarakat desa di Kecamatan Wonopringgo, “Peserta Karnaval Kecamatan Wonopringgo ini terdiri dari 98 peserta diikuti dari seluruh pelajar mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, MA, Perguruan tinggi dan masyarakat serta 14 desa yang ada di wilayah Kecamatan Wonopringgo,” ungkapnya.
Lebih lanjut Tuti mengatakan bahwa lomba karnaval tersebut terdiri atas 2 kategori yakni kategori umum yang pesertanya dari masyarakat dan desa, serta kategori pelajar, “Untuk pemenang, nanti kita akan umumkan. Tetapi kami masih menunggu hasil penilaian dari panitia kegiatan,” tandasnya saat wawancara sesuai kegiatan lomba karnaval.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Sabtu, 20 Agustus 2022
Menurutnya, kegiatan tersebut perlu dilestarikan. “Ini yang memang harus dilestarikan. Dua tahun kemarin, karena pandemi Covid-19, kegiatan masih dibatasi. Insya allah mulai tahun ini kegiatan sudah boleh berjalan semuanya, yang penting prokesnya dijaga,” ujar bupati.
Bupati Berharap UMKM di desa Kauman dan sekitarnya bisa maju dan berkembang dengan adanya festival tersebut, sehingga ekonomi bisa pulih setelah sempat terpuruk akibat Pandemi Covid-19.
Menurutnya, festival bisa dijadikan sebagai sarana bagi desa atau kecamatan untuk menampilkan potensinya dan keunggulan daerahnya. Festival, kata dia, juga bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke desa tersebut.
“Sehingga warga dari daerah lain akan berbondong-bondong ke sini. Dan juga wiradesa terkenal dengan batiknya, jika ikut dalam pameran dan dipopulerkan, orang dari daerah lain akan datang ke sini. Tinggal dikemas dengan cantik.” ucap Fadia.
Bupati juga menyampaikan agar desa bisa mengangkat potensi wisata ziarah di desa tersebut. “Makam tokoh masyarakat, alm Bapak Djayengrono dan lainnya dapat membuat wisata religinya bisa terkenal,” ujar Fadia.
Bupati dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan dukungannya terkait usulan Desa Kauman sebagai Desa Wisata. “Mudah-mudahan Desa Kauman bisa menjadi desa wisata. Saya sangat mendukung sekali.
Ketua Panitia, Eka Kustiana melaporkan rangkaian Festival Budaya Djayengrono. “Yaitu napak tilas Djayengrono, pembukaan atau opening ceremony, bazaar produk unggulan dan jajan jadul Desa Kauman, sarasehan budaya, lomba mewarnai tingkat TK se-Kabupaten Pekalongan, pentas budaya warga Desa Kauman, serta jalan sehat dan khitanan masal. Festival digelar selama 3 hari,” terang Eka.
Hadir dalam pembukaan festival tersebut, Kepala.OPD terkait, Forkopimcam Wiradesa, Lurah dan Kades se-Kecamatan Woradesa, Ibu-ibu PKK, tokoh masyarakat, para alim ulama, para kiai serta masyarakat Desa Kauman dan sekitarnya.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Sabtu, 20 Agustus 2022
Dalam kegiatan tersebut, bupati juga sekaligus membuka Lomba Senam Gemu Famire.
Dalam sambutannya, Bupati Fadia meminta kepada semua peserta senam maupun peserta lomba senam untuk selalu semangat. “Mudah-mudahan ibu-ibu yang ada di sini, terutama para pelatih senam di desanya masing-masing dan bisa membuat perempuan-perempuan di Kabupaten Pekalongan semangat terus dan sehat semua,” tutur bupati.
Bupati juga berharap lomba senam Gemu Famire berjalan lancar. “Selamat mengikuti lomba senam. Bagi yang menang harus semangat, yang kalah juga harus tetap semangat. Kita senang-senang dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan 17 Agustus,” seru bupati.
Sebelumnya, Camat Kesesi, Abdul Qoyum, SH M.AP melaporkan serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT RI ke-77, mulai dari kegiatan olah raga, karnaval, dan puncaknya akan digelar pentas seni budaya pada Sabtu (20/7) malam.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Sabtu, 20 Agustus 2022
Melalui kegiatan tersebut, bupati menyampaikan dukungan dan harapan agar kegiatan lomba dayung dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat semuanya dapat rukun mengikuti kegiatan karena merupakan ajang bersenang-senang bersama seluruh masyarakat Wonokerto, “Semoga tidak ada yang berantem ya. Semua bisa menerima kemenangan dan kekalahan karena dalam setiap lomba ada yang menang dan kalah,” ujar bupati.
Harapannya, penyelenggaraan lomba dayung dapat semakin bagus setiap tahunnya sehingga dapat menarik wisatawan untuk datang menyaksikan sehingga nantinya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di Wonokerto dan sekitarnya.
Atas kegiatan sedekah laut yang digelar, bupati menyampaikan doa agar seluruh masyarakat Kecamatan Wonokerto mendapatkan ridho Allah. “Semoga Allah memberikan nelayan kita, warga Wonokerto dan sekitarnya keberkahan, kesehatan. Lautnya tambah berlimpah ruah hasilnya sehingga kita dapat menikmatinya kita bersyukur kepada Allah,” katanya.
Kepala Desa Pecakaran, Tarjuki berharap melalui kegiatan sedekah bumi yang digelar pandemi Covid-19 yang selama 2 tahun lebih melanda di Kabupaten Pekalongan segera usai.
“Kami juga berharap dengan kegiatan ini dan kedatangan bupati ke Desa Pecakaran dapat menjadi berkah untuk warga masyarakat pecakaran dan sekitarnya,” ujarnya.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Jumat, 19 Agustus 2022