KAJEN - Guna mempersiapkan menjalankan pemerintahan di era digital, Assisten 3 Kab Pekalongan yang juga Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika kab. Pekalongan H. Anis Rosidi, S.Sos.,M.Si bersama tim dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan melakukan rapat persiapan launching Jaringan Internet FO di kecamatan Lebakbarang kabupaten Pekalongan.
Rapat dipimpin langsung oleh Assisten 3 Kab Pekalongan H. Anis Rosidi, S.Sos.,M.Si di aula kecamatan Lebakbarang, kamis (14/7/2022) siang. Acara di hadiri Camat Lebak Barang Paijal Imron dan para kades se kecamatan Lebakbarang.
Asisten 3 Kab Pekalongan H. Anis Rosidi mengatakan dengan adanya Jaringan Internet Fiber Optik (FO) seharusnya dapat dimanfaatkan banyak hal. “ Contohnya sebagai sarana pengiriman data yg efektif dan efisien. Sehingga tidak ada lagi keterlambatan pengiriman data.” Katanya kepada para peserta.
Anis juga menambahkan dengan dengan selesainya gelaran FO di kec. Lebakbarang menjadikan Kec. Lebakbarang sebagai percontohan kecamatan-kecamatan lain tentang siapnya kecamatan menghadapi era pemerintahan digital. “Nanti dengan menjadikan kec. Lebakbarang ini sebagai contoh kecamatan yang lain agar bisa meniru” lanjutnya.(Dian-Kominfo)
Jumat, 15 Juli 2022
KAJEN - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan pemeriksaan / screening kesehatan berupa pemeriksaan papsmear dan sadanis, screening lanjutan Diabetes Mellitus ( pemeriksaan GDP/GDPP) dan pemeriksaan gula darah bagi para anggotanya. Kegiatan dipusatkan di aula lantai I dan Ruang Rapat Asisten 1 dan 2, Kamis (14/07/2022) pagi.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan akan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kebijakan-kebijakan keuangan daerah di Tahun 2023.
“Arah Kebijakan Keuangan Daerah Tahun 2023 antara lain, mengoptimalkan penerimaan pendapatan asli daerah, pengoptimalan sumber pendapatan lain yang sah, mengoptimalkan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), mengoprimalkan sumber pendapatan dan transfer pemerintah pusat dan provinsi, serta mengembangkan alternatif pembiayaan pembangunan selain adari APBD,” tutur Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE MM dalam sambutan pada Rapat Paripurna di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Rabu (13/07) pagi.
KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM meminta kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNas) Kabupaten Pekalongan menggali potensi zakat yang belum tersentuh. Hal itu disampaikan Bupati Fadia dalam sambutan usai Pelantikan Pimpinan BAZNas Masa Khidmat 2022-2027 di Aula Lantai 1 Setda, Selasa (12/7).
KAJEN – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar meminta agar koperasi dapat mengikuti perkembangan zaman, agar diminati generasi muda. Hal itu dikatakan Sekda dalam wawancara usai memimpin apel Hari Koperasi ke-75 di halaman Dinas Koperasi UMKM dan Naker Kabupaten Pekalongan, Selasa (12/7) pagi.
KAJEN – Mengawali Tahun Anggaran 2022 Pemerintah Kabupaten Pekalongan melakukan kegiatan penataan kembali kawasan Alun-alun Kajen, yang digadang-gadang akan menjadi icon Kabupaten Pekalongan, dengan perkiraan masa pembangunan selama dua tahun. Hal tersebut dikatakan oleh Sekda Kabupaten Pekalongan M.Yulian Akbar, S.Sos.,M.Si, yang ditemui di ruang kerjanya, pada hari ini, Selasa (12/7/2022).
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq makan bareng warga Dukuh Wonosari, Desa Kalimojosari, Kecamatan Doro, dalam acara Makan Bareng Bapak Simak Anak Putu Simbah Mantu dalam rangka Gebyar Idul Adha di desa tersebut, Minggu (10/7) malam.
Makan bareng juga diikuti ribuan warga dari 500 KK dukuh tersebut. Dalam kegiatan tersebut disajikan olahan makanan berbahan bagian kaki, kepala, ekor dan tulang kambing dan sapi. Tradisi ini merupakan acara rutin tahunan yang sudah berlangsung sejak 5 tahun terakhir yang bertujuan mempererat tali silaturahmi antarwarga Dukuh Wonosari.
KAJEN – Pemkab Pekalongan tahun ini kurban 3 ekor sapi dan 60 ekor kambing. Hewan kurban tersebut didistribusikan ke 19 wilayah kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Demikian disampaikan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE MM dalam sambutan pada Penyerahan Hewan Kurban di Masjid Al Muhtarom, Kajen, Minggu (10/7) pagi.
Ibu-ibu anggota DWP Kabupaten Pekalongan yang telah mendaftarkan diri mengikuti pemeriksaan / screening kesehatan ini tampak antusias dan tertib mengantri di loket pendaftaran sampai menunggu giliran diperiksa. Tampak hadir Ketua DWP Kabupaten Pekalongan , Tri Rafika Yulianti Yulian Akbar beserta segenap pengurus DWP serta ketua DWP Unsur Pelaksana Badan/Dinas/Kantor/Bagian dan Kecamatan se-Kabupaten Pekalongan, memantau jalannya kegiatan pemeriksaan kesehatan papsmear dan sadanis tersebut.
Tri Rafika Yulianti Yulian Akbar (Fika) menuturkan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan papsmear dan sadanis ini merupakan inisiasi dari DWP Kabupaten Pekalongan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan cabang Pekalongan dan Laboratorium CITO Pekalongan, dengan sasaran seluruh anggota DWP Kabupaten Pekalongan. Pihaknya mensupport seluruh anggota DWP yang mempunyai kepesertaan BPJS aktif untuk bisa mengikuti kegiatan ini. “ Harapannya, yang utama meningkatkan derajat kualitas kesehatan tentunya. Disini ada 3 (tiga) pemeriksaan yaitu papsmear, sadanis atau pemeriksaan payudara, juga pemeriksaan gula darah puasa untuk mengetahui ada tidaknya potensi diabetes,” tutur Fika saat ditemui di aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan.
Fika juga berharap kegiatan semacam ini bisa dilakukan rutin tiap tahun . “Untuk papsmear kan ada jedanya, bisa diambil 3 tahun sekali. Apabila memang ada indikasi ke arah yang positif, nanti ada tindak lanjutnya lagi,” lanjutnya
Disampaikan pula moment seperti ini jarang sehingga diharapkan seluruh anggota DWP Kabupaten Pekalongan bisa memanfaatkannya dengan baik. “ Kanker serviks kan sekarang sudah semakin banyak. Kegiatan ini untuk pencegahannya, paling tidak ibu-ibu biar tahu, saya terindikasi atau tidak,” terangnya.
Diakui, untuk menjaring partisipan dalam kegiatan tersebut tidaklah mudah. Faktor rasa takut, atau belum pernah ada pengalaman menjadi kendala. Namun demikian Fika mengajak seluruh ketua unsur pelaksana untuk memotivasi para anggotanya untuk bisa berpartisipasi mengikuti kegiatan tersebut.
Pemeriksaan Kesehatan Papsmear dan Sadanis serta pemeriksaan gula darah yang dilakukan secara gratis ini mendapat respon yang cukup bagus dari para anggota DWP Kabupaten Pekalongan, terlihat dari jumlah peserta yang mencapai hampir 325 orang. “Ke depan harapannya makin banyak peminatnya untuk papsmear terutama,” pungkas Fika. (Dian-Kominfo)
Kamis, 14 Juli 2022
Dia mengatakan, kebijakan prioritas lainnya pada ahun 2023 yang merupakan tahun kedua dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pekalongan tahun 2021-2026 meliputi beberapa kebijakan. Diantaranya yaitu, melanjutkan pembangunan infrastruktur, penurunan kemiskinan pasca pandemi Covid-19, serta pelayanan pendidikan yang inklusif berkualitas dan berbudaya unggul.
“Selain itu, juga penyediaan pelayanan kesehatan dan peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit dan puskesmas, penguatan budaya gotong royong, pengembangan produk unggulan dan potensial, peningkatan kualitas hasil pertanian dan perikanan, serta melanjutkan menjalin kerjasama dengan pemerintah pusat dan seluruh sektor pemerintahan serta masyarakat,” tutur Fadia.
Bupati juga menyampaikan bahwa belanja di Tahun 2023 akan diarahkan antara lain pada program prioritas seperti pengalokasian anggaran pada sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur, penyediaan layanan dasar, pemenuhan program prioritas bupati dan wakil bupati, penyelesaian permasalahan dan isu strategis daerah, mendorong pemulihan dan percepatan peningkatan ekonomi daerah, pengembangan infrastruktur daerah, peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit dan puskesmas serta pemenuhan dukungan persiapan pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2024.
Terkait dengan pelaksanaan pemilu Bupati dan Wakil Bupati tahun 2024, penganggaran akan bersumber dari penyisihan atas penerimaan daerah yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Khusus (DAU) dan Dana Bagi Hasil Tahun Anggaran 2023.
“Kegiatan Pilkada serrentak berpengaruh pada besaran anggaran yang dialokasikan dalam APBD Kabupaten Pekalongan karena dalam pendanaan dilakukan secara sharing dengan Pemrov sebagaimana ketentuan Pasal 4 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2019 tentang Pendanaan Kegiatan Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota yang bersumber dari APBD,” kata Fadia.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 14 Juli 2022
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh panitia dan peserta atas terselenggaranya turnamen tersebut. “Setelah 2 tahun kita mengalami Pandemi Covid-19, kita bersama-sama memberantas yang namanya Covid hingga Alhamdulillah Kabupaten Pekalongan kasus Covid-19 sudah menurun sehingga semua acara bisa kembali berjalan,” tuturnya.
Dia berharap melalui turnamen HW Cup 2022 akan ditemukan bibit-bibit terbaik dalam bidang olahraga khususnya sepak bola di Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi salah satu aktivitas positif bagi anak-anak muda di Kabupaten Pekalongan. “Sepak bola ini adalah ajang silaturahmi yang baik untuk para pemuda dan juga rasa kebersamaanya akan meningkat,” ujar Fadia.
Bupati mengatakan, bahwa pemerintah mendukung agar olah raga di Kabupaten Pekalongan terus berkembang dan maju. “Pemkab memberikan dukungan dengan memberikan ijin serta memberikan support dari KONI dan dari saya sendiripun ada tambahan hadiah sebesar 5 juta rupiah agar anak-anak muda kita lebih bersemangat,” ungkap Fadia.
Kepada para supporter dari masing-masing tim, bupati meminta agar memberikan dukungan dengan baik serta tidak membuat keributan agar situasi selalu kondusif dan baik sehingga kegiatan turnamen semacam itu dapat terus digelar. “Kepada tim sepak bola yang nantinya menang saya harap bisa giat untuk menambah prestasi serta dapat mempertahankanya. Bagi yang belum berhasil tetap semangat,” katanya.
Sebelumnya Perwakilan PCM Muhammadiyah Pekajangan sekaligus Panitia, H. Abdul Shomad melaporkan turnamen HW CUP II 2022 diikuti oleh 32 klub sepak bola tingkat desa dan kegiatan tersebut akan diadakan secara rutin. “Acara ini akan berlangsung sampai kurang lebih 3 minggu. Mudah-mudahan acara ini bisa berlangsung lancar dan aman,” jelasnya.
Sementara itu, Askab PSSI Kabupaten Pekalongan yang diwakili kehadirannya oleh Ahmad Muzaki memberikan semangat kepada seluruh tim yang bertanding sore itu, “Selamat bertanding kepada 32 tim mudah-mudahan dapat bermain dengan sportif,” ujarnya.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 13 Juli 2022
“Pesan saya, agar Baznas bisa menggali potensi zakat untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Pekalongan. Karena menurut saya, BAZNas paling luwes, yang bisa menyentuh masyarakat sampai tingkat bawah,” tutur bupati.
Bupati juga meminta agar para Pimpinan BAZNas yang baru dilantik bisa membantu masyarakat Kabupaten Pekalongan tanpa membeda-bedakan golongan dan aliran politik. “Saya minta BASNas bisa menyentuh masyarakat tanpa melihat warna dan perbedaan. Warga yang berKTP Kabupaten Pekalongan yang memang layak kita bantu, itu wajib kita bantu,” ujar bupati.
Fadia menyatakan sangat mendukung BAZNas Kabupaten Pekalongan agar lebih berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. “Saya yakin Baznas Periode 2022-2027 ini memiliki visi yang sama dengan Bupati Pekalongan. Saya mendukung BAZNas agar lebih besar dan bermanfaat bagi Kabupaten Pekalongan,” ucap Fadia.
Dalam wawancara, Bupati Fadia Arafiq berharap BAZNas bisa membantu Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam penanggulangan kemiskinan. “Baznas harus tepat sasaran, tepat fungsi, dan juga harus rapi administrasinya. Jangan ada yang menyalahgunakan aturan,” imbuhnya.
Ketua BAZNas terpilih, Kiai Muhtarom mengatakan, akan menyempurnakan program-program sebelumnya yang belum sempurna dan membantu pemkab dalam menyelesaikan masalah sosial sesuai dengan kemampuan BAZNas.
Lima pimpinan BAZNas yang dilantik siang itu yaitu, Muhtarom (Ketua), serta 4 Wakil Ketua yang terdiri dari Ahmad Musa, Machrus, Abdul Hafidz dan Nasorin.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 13 Juli 2022
Menurut Sekda, koperasi perlu belajar dari masa jayanya, di mana banyak koperasi memiliki indikator yang baik, mulai dari jumlah koperasi, koperasi yang sehat, dan kelonggaran dalam kredit. “Namun tidak mungkin kembali melihat kejayaan-kejayaan masa lalu tetapi kita juga harus belajar dari masa lalu. Kenapa mengalami kemunduran. Koperasi perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman, agar generasi muda kita lebih menyukai koperasi ke depannya, karena masa dan jamannya sudah berbeda” tutur Sekda Akbar.
Koperasi, kata dia, juga dapat mengambil peran mendukung kultur wirausaha masyarakat Kabupaten Pekalongan. Oleh karena itu, menurutnya, koperasi perlu untuk melakukan pembenahan baik itu model bisnis dari konvensional ke professional serta pembenahan regulasi yang ada.
Sekda juga berharap, koperasi dapat mengambil peran untuk ikut mensejahterakan tidak hanya anggotanya saja tetapi juga seluruh masyarakat di Kabupaten Pekalongan. Ia mengungkapkan, koperasi menghadapi tantangan yang tidak mudah untuk tetap bertahan selama masa pandemi Covid-19. Pandemi cukup berdampak pada jumlah koperasi yang tidak sehat yang memerlukan dorongan dari pemerintah. “Kita mendorong dari Dinkop UMKM dan Naker untuk memiliki program-program yang bisa membangkitkan kembali koperasi di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Kepala Dinkop UMKM dan Naker Dra. Hj. Siti Masruroh, M.Si menyebutkan data koperasi di Kabupaten Pekalongan di sistem atau aplikasi di Kementerian yang terdaftar yaitu sejumlah 634 koperasi. “Saat ini yang aktif per akhir Juni 2022 ada 151 koperasi. Aktif itu indikatornya adalah 3 tahun berturut-turut telah melaksanakan RAT.Dari 634 yang lain mungkin masih tetap aktif dan mereka tetap berkegiatan tetapi tidak melaksanakan RAT,” paparnya.
Dia juga mengatakan pihaknya terus mendorong koperasi agar bisa terus eksis dan aktif dengan melakukan pendampingan oleh penyuluh koperasi maupun melakukan kegiatan pelatihan untuk penguatan dan peningkatan sumber daya manusia koperasi serta melakukan pendampingan pertanggung jawaban dari pengurus dan pengawas koperasi kepada anggota.
Ketua Dewan Koperasi Indonesia H. Basori Anwar Kabupaten Pekalongan mengatakan mengakui dampak Pandemi Covid-19 begitu terasa untuk koperasi-koperasi yang memberikan pelayanan jasa pembiayaan dan kredit. “Koperasi di bidang perkreditan atau syariah mengalami penurunan rata-rata karena daya beli anggota menurun sehingga untuk angsuran menjadi terhambat,” tutur Basori.
Ia menuturkan, koperasi di Kabupaten Pekalongan terdiri atas beberapa jenis yaitu koperasi pinjam atau perkreditan, jasa dan paling banyak Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Dia juga mengungkapkan koperasi di Kabupaten Pekalongan yang tidak dapat menyelenggarkan RAT dikarenakan memiliki kendala. “Itu menandakan bahwa yang aktif tetapi belum sehat dan belum bisa berjalan itu memang ada permasalahan baik internal maupun eksternal,” terang Basori.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 13 Juli 2022
‘’Kita targetkan dalam dua tahun, alun-alun ini kita tata untuk bisa menjadi icon Kota Kajen, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bupati Pekalongan dimana beliau ingin menampilkan dan ingin membangun semacam icon ibu kota Kabupaten Pekalongan, yang dalam hal ini adalah Alun-alun Kajen,’’ kata Sekda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar.
Menurut Yulian Akbar, kegiatan penataan Alun-alun Kajen ini dilakukan dengan dua tahapan. Tahap pertama yaitu dilakukan di tahun 2022 dan tahap kedua akan dilanjutkan di tahun 2023 mendatang, dengan total anggaran sebesar 6,8 milyar. ‘’Kita bangun pada tahun ini dengan anggaran sekitar 6,8 milyar yang akan kita lanjutkan nanti untuk tahap keduannya di tahun 2023. Dan Kita buat dua tahap di tahun 2022 dan 2023 karena mengingat keterbatasan anggaran kita,’’ ujar Yulian.
Selanjutnya, Yulian menuturkan bahwa saat ini progres pembangunan untuk penataan Alun-alun Kajen sudah pada tahapan pembuatan drainase lapangan, untuk mencegah terjadinya banjir atau genangan di lapangan pada saat musim hujan. ‘’Jadi drainase itu sangat penting ya untuk mencegah banjir di lapangan,’’ ujarnya.
Dan penataan Alun-alun Kajen yang terpenting menurut Yulian adalah akan dibangun air mancur Al-quran yang dikonsep sedemikian rupa untuk mempercantik kawasan pusat wilayah Kabupaten Pekalongan tersebut, sehingga menurutnya hal-hal yang mendukung inti dari pembangunan akan diselesaikan terlebih dahulu. ‘’Kemudian kita tata kebersihannya, dan yang paling penting nantinya itu ada icon air mancur Al-quran yang akan kita bangun pada tahun ini dengan anggaran sekitar 6,8 milyar yang akan kita lanjutkan nanti untuk tahap keduannya di tahun 2022,’’ jelasnya.
Dan dengan penataan kembali Alun-alun Kajen tersebut, menurut Yulian Akbar, kedepannya bisa meramaikan kembali Kajen sehingga bisa membangkitkan pertumbuhan ekonomi yang sempat lesu saat pandemi Covid-19.
Apalagi, lanjut Yulian Akbar, di tahun 2023 mendatang Gedung Kesenian Kabupaten Pekalongan yang berada di kawasan Alun-alun Kajen, akan kembali diaktifkan, untuk memfasilitasi anak muda dan pelaku seni untuk bisa berkereasi. Sehingga hal ini sangat berkesinambungan dengan tujuan Pemkab Pekalongan dalam rangka meramaikan kembali Kajen sebagai pusat wilayah Kabupaten Pekalongan. ‘’Revitalisasi Gedung Kesenian ini terpisah anggarannya dengan penataan alun-alun ya, karena sudah kita rencanakan di DED di angka 3,5 milyar. Yang pasti kita ingin memastikan Gedung Kesenian ini di tahun depan bisa kembali diaktifkan kembali setelah hampir 10 tahun mangkrak,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Selasa, 12 Juli 2022
Bupati dalam kegiatan tersebut mengunjungi satu per satu stan dan mencicipi makanan yang disajikan di masing-masing stan. Fadia berkomentar bahwa semua masakan yang disajikan rasanya enak dan lezat. Bupati pun tak segan-segan makan bersama warga.
Dalam sambutannya dihadapan warga yang sedang berbahagia menikmati suasana Hari Raya, Bupati Fadia menyampaikan apresiasi atas kreatifitas warga Dukuh Wonosari dalam menyelenggarakan acara tersebut, “Di Kabupaten Pekalongan ini banyak dukuh dan desa akan tetapi yang punya inisiatif seperti ini Dukuh Wonosari, Ini luar biasa,” tutur Bupati yang disambut tepuk tangan meriah dari warga.
Ia juga mengapresiasi kekompakan dan kebersamaan warga Dukuh Wonosari yang tahun ini berkurban 17 ekor sapi dan 6 ekor kambing. “Masya allah kebersamaannya, berarti hebat disini. Jika kebersamaannya hebat saya yakin tidak ada perbedaan-perbedaan warna di sini, semua guyub rukun,” ujarnya.
Bupati berharap agar kegiatan semacam itu dapat terus dilanjutkan dan dilestarikan setiap tahunnya, “Kebersamaan seperti ini harus terus dilestarikan, persaudaraannya dijaga. Insya Allah tahun depan bisa lebih baik lagi,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadia juga menghimbau kepada seluruh warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan meminta warga untuk vaksinasi dosis ke-3 atau booster.
Selain itu, dia juga menyampaikan kepada warga tentang program-program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan yang saat ini sudah berjalan dan dapat dinikmati warga masyarakat Kabupaten Pekalongan seperti program kesehatan gratis cukup pakai KTP dan melahirkan gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit (RS) milik Pemkab Pekalongan.
Sebelumnya, anggota DPRD Provinsi Jateng Dapil X, H. Sofwan Sumadi yang berkesempatan hadir dalam kegiatan tersebut, dalam sambutannya berharap kegiatan yang digelar dapat menjadikan contoh bagi daerah-daerah lain untuk kesejahteraan sesama umat Islam di Kabupaten Pekalongan.
Selain acara makan bareng, juga digelar lomba memasak antar RT yang diikuti sebanyak 9 RT di Dukuh Wonosari, “Karena di perlombakan berarti ada yang menang ada yang kalah. Untuk yang belum juara bukan berarti masakannya tidak enak, masakan ibu-ibu semuanya di sini rasanya luar biasa sekali. Mudah-mudahan bisa dikembangkan di daerah-daerah lain,” ujar Sofwan.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 11 Juli 2022
Dalam wawancara usai penyerahan hewan kurban tersebut, Bupati Fadia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan warga yang telah berkurban. “Harapannya pembagian daging kurban merata, terutama untuk warga yang kurang mampu. Bagi yang belum bisa berkurban tahun ini, saya doakan semoga dapat berkurban tahun depan ,” tutur Bupati.
Di Masjid Al Muhtarom pagi itu, diserahkan hewan kurban sebanyak 6 ekor sapi dan 3 ekor kambing kepada Takmir Masjid Baiturrohman, Desa Langkap Kedungwuni dan Masjid Al Muhtarom, Kajen. Bupati Fadia Arafiq menyerahkan hewan kurban berupa 1 ekor sapi kepada Takmir Masjid Baiturrohman, Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni.
Sementara itu, Wakil Bupati H. Riswadi SH, dan Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun MH serta Kapolres Pekalongan AKBP Dr. Arief Fajar Satria SH, SIK, MH beserta keluarga menyerahkan hewan kurban sapi kepada Takmir Masjid Al Muhtarom, Kajen.
Selain itu juga dari Bank Jateng Cabang Kajen, dan gabungan dari BPR BKK Kabupaten Pekalongan, Kospin Jasa Kajen, Dindikbud dan Dinporapar Kabupaten Pekalongan.
Selain sapi, diserahkan juga hewan kurban berupa 3 ekor kambing dari Pengadilan Agama Kabupaten Pekalongan, PDAM Tirta Kajen, dan atas nama Rahmawati binti Cashuri.
Sebelumnya, Bupati, Wakil Bupati dan unsur Forkopimda Kabupaten Pekalongan beserta keluarga melakukan Sholat Iedul Adha di Masjid Al Muhtarom. Berlaku sebagai Imam sekaligus khotib Sholat Iedul Adha di masjid tersebut yaitu Drs. KH. Muslikh Khudlori, M.Si.
Dalam khotbahnya, Muslikh Khudlori menyampaikan uraian tentang “Penguatan Jiwa Sosial”. Menurutnya, Hari Raya Iedul Adha atau Hari Raya Qurban merupakan salah satu momen untuk menguatkan jiwa sosial kita. Pada Hari Raya Qurban, umat muslim yang mampu menyembelih hewan ternak untuk dibagikan kepada fakir miskin dan semata-mata hanya mencari ridho Allah dan beribadah kepadaNya dengan meneladani pengorbanan dan keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
Sumber : Prokompim Setda Kab. Pekalongan
Minggu, 10 Juli 2022