KAJEN – Pendapatan Daerah Kabupaten Pekalongan pada Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon dan Prioritas Anggaran Sementara (Perubahan PPAS) Tahun 2022 turun sebesar 0,85 persen dari APBD Penetapan TA 2022. Sementara itu, belanja daerah naik sebesar 5,98 persen dari APBD Penetapan TA 2022.
Demikian antara lain struktur Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Kabupaten Pekalongan yang disampaikan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM dalam sambutan pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan dalam rangka Penandatanganan Nota Kesepakatan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Kabupaten Pekalongan TA 2022 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Jum’at (16/9).
Selain itu, komponen Pembiayaan yang terdiri dari penerimaan pembiayaan direncanakan sekitar sebesar Rp 160 Miliar atau naik sebesar Rp. 152 miliar lebih yang berasal dari pos Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) TA 2021 yang telah diaudit BPK RI dan tercantum dalam Perda No 4 Tahun 2022 tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Pekalongan TA 2021.
Namun demikian, pengeluaran pembiayaan direncanakan sebesar Rp. 5,250 Miliar, atau naik sebesar Rp. 750 juta dari Penetapn APBD TA 2022. Sehingga pembiayaan netto setelah perubahan menjadi sebesar sekitar Rp. 156 Miliar. Dikatakan, pembiayaan netto tersebut, untuk menutup defisit anggaran secara struktur yaitu selisih kurang antara pendapatan daerah dengan belanja daerah yang direncanakan.
“Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2022 ini akan menjadi acuan dan pedoman penyusunan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) bagi Perangkat Daerah serta penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 dalam rangka mengatur dan menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi kewenangan kita untuk melindungi, melayani, memberdayakan dan menyejahterakan masyarakat,” tutur bupati.
Dikatakan, Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) memuat komponen-komponen pelayanan dan tingkat pencapaian yang diharapkan pada setiap bidang kewenangan pemerintah daerah yang akan dilaksanakan dalam tahun anggaran berkenaan. Komponen dan kinerja pelayanan yang diharapkan tersebut disusun disamping berdasarkan aspirasi masyarakat juga mempertimbangkan kondisi dan kemampuan keuangan daerah. “Termasuk memperhatikan perkembangan terkini yang merupakan instruksi pemerintah dalam rangka program penanganan dampak inflasi yang diarahkan pada belanja yang diperuntukkan perlindungan sosial sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.07/2022 Tanggal 5 September 2022,” ucap bupati.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Sabtu, 17 September 2022
KAJEN – Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, SH bersama Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pekalongan dan para Kepala OPD di Kabupaten Pekalongan mencoba olahraga Woodball yang diselenggarakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pekalongan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, di Taman Depan Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, tepat pada peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) Ke-39 Tahun 2022, Jum’at (9/9).
KAJEN – Para pedagang bisa menempati kios atau loos Pasar Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, mulai minggu depan setelah launching atau peresmian yang rencananya digelar Minggu, 18 September mendatang.
Sekda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos, M.Si bersama Plt Kepala Disperindag Wahyu Kuncoro, ST, MT dan sejumlah pejabat terkait melakukan tinjauan bangunan Pasar Kedungwuni, Jum’at (9/9), untuk mengecek kesiapan launching pembukaan Pasar Kedungwuni. “Fisik bangunan sudah siap untuk dibuka dan ditempati pedagang,” tutur Sekda.
KAJEN – Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si mewakili Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) secara virtual di Ruang Rapat Bupati Pekalongan, Senin (5/9) siang.
KAJEN – Istighotsah qubro dan haul akbar serta pengajian umum dalam rangka HUT RI ke-77 dan Hari Jadi ke-400 Kabupaten Pekalongan, di Halaman Pendopo Bupati Pekalongan, Jum’at (2/9) dihadiri ribuan jamaah.
Para jamaah antusias memgikuti kegiatan yang menghadirkan Ketua PBNU KH Yahya Cholil Tsaquf sebagai penceramah. Kegiatan juga dihadiiri Sekjen PBNU KH Syaefullah Yusuf, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Sekda dan seluruh jajaran pegawai Pemkab Pekalongan, para ulama, kiai, para ustadz dan ustadzah, santri dan warga masyarakat Kabupaten Pekalongan.
KAJEN – Untuk meningkatkan kepastian hukum dan mewujudkan keadilan terkait pengadilan agama, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan dan Pengadilan Agama (PA) Kajen melakukan penandatanganan nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang Sinegritas Layanan Hukum Kepada Masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk Mewujudkan Keadilan.
Dalam kegiatan yang berlangsung pagi itu, Wabup Riswadi membagikan kesannya mencoba olahraga yang tergolong baru di Kabupaten Pekalongan itu, “Woodball ini ternyata asik juga untuk dimainkan. Walaupun tadi banyak yang baru pertama mencoba memukul tetapi sudah banyak yang bisa,” ujarnya.
Wabup mengungkapkan pendapatnya terkait masa depan olahraga Woodball di Kabupaten Pekalongan, “Jika ini diperkenalkan dan disosialisasikan secara berkelanjutan kepada masyarakat dan atlet-atletnya dibina langsung, saya rasa ini memiliki potensi prestasi di olahraga cabang woodball yang di KONI itu sendiri,” kata wabup.
Ketua KONI Kabupaten Pekalongan Suryan mengungkapkan bahwa kegiatan yang digelar hari itu merupakan kegiatan dalam rangka memperingati HaOrNas RI yang jatuh pada tanggal 9 September 2022.
“Kami dari KONI Kabupaten Pekalongan dalam rangka Hari Olahraga Nasional menggelar kegiatan ini untuk menyemangati semua atlet dan juga memperkenalkan olahraga woodball kepada semua pejabat daerah dan kepada masyarakat.untuk bersama-sama melakukan olahraga di Hari Olahraga Nasional ini dengan riang gembira,” katanya.
Selain itu, dikatakanya bahwa olahraga woodball adalah olahraga yang menyenangkan, “Menurut saya ini adalah olahraga yang sangat riang gembira. Artinya bisa diikuti oleh semua kalangan usia, ramah secara lingkungan, dan murah segalanya. Murah tempat, murah biaya, murah alat, jadi ini bisa menjadi olahraga publik atau olahraga masyarakat,” imbuhnya.
Dia berharap melalui kegiatan pagi itu, dapat mengenalkan olahraga woodball kepada masyarakat dan membuat masyarakat juga menjadi gemar berolahraga, “Semoga masyarakat Kabupaten Pekalongan selalu sehat. Olahraga ini juga gratis dan menyehatkan kita semua,” ujarnya.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 13 September 2022
SEMARANG – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq meraih Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2022 untuk Kategori Komitmen Penyediaan Layanan Kesehatan Gratis.
Bupati mendapatkan penghargaan atas komitmennya dalam menyediakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Dalam program ini, masyarakat cukup menunjukkan KTP Kabupaten Pekalongan untuk mendapatkan layanan kesehatan di fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Penghargaan diterima Sekda Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, pada Malam Puncak Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2022 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jum’at (9/9).
“Kami mewakili Bupati Pekalongan, Ibu Fadia Arafiq atas ide-idenya, atas program, atas eksekusi terkait program berobat gratis cukup dengan KTP. Program ini mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari Radar Semarang,” tutur Yulian Akbar dalam wawancara usai menerima penghargaan.
Menurutnya, penghargaan yang diterima, akan lebih memacu pemkab untuk bisa berbuat lebih baik lagi, mengevaluasi program yang sudah ada, dan meningkatkan jangkauan terkait program berobat gratis.
“Tentu penghargaan ini bukan tujuan utama kami. Kami ingin memastikan semua warga kita yang sakit, dilayani di fasilitas-fasilitas kesehatan kita yang ada di puskesmas dan rumah sakit. Nawaitunya tidak boleh ada orang sakit yang tidak dilayani di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Menurutnya, program kesehatan gratis, memberikan manfaat yang luar biasa. “Dan alhamdulillah anggarannya masih tercover. Kita sdh melakukan banyak koreksi selama delapan bulan terakhir. Terutama ketika program ini masih ada pembatasan-pembatasan dari sisi nominal maupun mereka pemegang kartu BPJS Non Aktif. Dikatakannya, plafon program berobat gratis maksimal Rp. 15 juta per orang.
Pihakmya akan senantiasa memperhatikan masukan masyarakat dan menjadikannya sebagai evaluasi dengan menyesuaikan anggaran yang ada.
Mengenai upaya sosialisasi yang dilakukan terkait program tersebut, pihaknya melakukan sosialisasikan secara intens. “Syiar program ini sudah kita lakukan kepada para ASN, para camat, para lurah dan kades, dan masyarakat, baik secara langsung maupun melalui kanal-kanal informasi milik Pemkab maupun OPD terkait,” ujarnya.
Pihaknya juga akan mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk ikut mensosialisasikan sekaligus mengevaluasi program. “Ini adalah program yang merupakan ide bupati. Saya rasa ini akan menjadi program masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Alhamdulillah mendapat apresiasi dari Jawa Pos malam ini,” ungkap Sekda. Saat menghadiri Malam Anugerah Jawa Pos, Sekda didampingi Kepala Bappeda Litbang Trisno Suharsanto dan Kepala Dinas Kesehatan Setiawan Dwi Antoro.
Kegiatan juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen, Forkopimda Provinsi Jawa Tengah dan para penerima penghargaan lainnya.
Terpisah, Setiawan menjelaskan, Program Kesehatan Cukup Pakai KTP didasari Perbup Nomor 68 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Pemberian Bantuan Biaya Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat yang belum menjadi Peserta Jaminan Kesehatan Nasional.
Jaminan kesehatan dianggarkan sekitar Rp. 54 Miliar pada tahun 2022 ini.
Disebutkan, jumlah warga yang telah dibantu program pengobatan gratis cukup dengan KTP hingga Juli 2022 yaitu sebanyak 11.224 pasien rawat jalan, 1.018 pasien rawat inap, dan 486 pasien persalinan puskesmas dengan nilai total bantuan Rp. 5.696.365.267
Dalam pelaksanaan program, pihaknya mengalami kendala, antara lain, pengajuan klaim maksimal tanggal 10 bulan berikutnya, pengajuan klaim banyak yang masih terlambat. “Kendala lainnya yaitu, banyak peserta yang tidak sesuai kriteria (sudah memiliki jaminan), proses verifikasi tidak masuk kriteria,” ujarnya. Selain itu, juga ada yang membutuhkan biaya persalinan (operatif) di rumah sakit melebihi pagu dan perawatan bayi baru lahir yang memerlukan penanganan khusus (inkubator). Kendala lainnya, kata dia, tenaga verifikator yang masih kurang.
Sebelumnya, dalam malam Anugerah, Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Anugerah Jawa Pos Radar Semarang sudah digelar sebanyak 7 kalinya, termasuk diantaranya adalah pada 2 tahun masa pandemi Covid-19 yang lalu.
“Penghargaan ini dilandasi oleh keinginan untuk memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah berjasa untuk memajukan negeri ini. Khususnya di wilayah Jawa Tengah. Lebih-lebih belakangan ini, di saat kita berada dalam arus globalisasi dan digitalisasi. Informasi demikian kuatnya. Melalui berbagai saluran terutama platform media digital dan media sosial,” ungkapnya.
CEO Jawa Pos Media Leak Koestiyo mengatakan bahwa sekarang ini banyak berita heboh di berbagai media. Namun, timnya, kata dia, tetap berkomitmen independen untuk melihat dengan dalam siapa yang bekerja dengan sungguh-sungguh, dengan komitmen tinggi, dengan dedikasi sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing untuk diberikan penghargaan dengan baik.
“Semoga apa yang dilakukan oleh Jawa Pos dapat membawa kebaikan untuk kita semua dan kemajuan untuk kita bersama. Memberikan kontribusi terbaik kepada Masyarakat dan Negeri ini,” ujarnya.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 13 September 2022
Membacakan sambutan Bupati Pekalongan, Sekda Akbar menyampaikan bahwa Raimuna memiliki arti yakni sekelompok orang yang hidup dalam suatu kekuatan dengan dijiwai daya kekuatan yang selalu memberi semangat tinggi dalam mencapai tujuan.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa para peserta Raimuna perlu menghayati maksud dan tujuan kegiatan, yaitu sebagai kawah candradimuka, atau tempat penggemblengan calon pemimpin.
“Jadikanlah kegiatan ini sebagai tempat menimba ilmu, tempat praktikum, uji keterampilan, ketangkasan, mencari pengalaman, meraih prestasi dan bersosialisasi,” pesan Sekda kepada para peserta.
Ketua Pelaksana Raicab, Lutfi Dwi Andrian melaporkan bahwa peserta kegiatan Raimuna Tahun 2022 diikuti 28 Gugus Depan yang berpangkalan di SMA/MA/SMK Se-Kwartir Cabang Kabupaten Pekalongan dan 32 orang Dewan Kerja Ranting Se-Kwartir Cabang Kabupaten Pekalongan sebagai Pimpinan Kontingen dengan total keseluruhan 527 peserta.
“Tema kegiatan ini adalah Mandiri, Terampil, Aktif, dan Sigap, serta memiliki motto Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubhaktikan,” terangnya.
Kegiatan Raicab VIII Tahun 2022 berlangsung 10-13 September 2022. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mengikuti berbagai bentuk kegiatan menarik dan menyenangkan yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar peserta serta mampu membentuk karakter para peserta agar memiliki jiwa kepemimpinan, kreatif dan inovatif.
Kegiatan meliputi Giat Umum, Giat Pinkon dan Bindamping, Giat Wawasan, Global Development Village, Giat Persaudaraan , Giat Rutin, Giat Prestasi dan Subcamp.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 12 September 2022
Sekda mengatakan, pedagang mulai bisa menempati Pasar Kedungwuni setelah menerima kunci kios atau loos hasil pengundian yang dimulai 19 September mendatang.
Pihaknya memperkirakan proses perpindahan akan selesai sampai akhir September. “Diharapkan awal Oktober seluruh pedagang sudah menempati kios maupun loos pasar,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa prioritas pedagang yang dipindahkan yaitu sebanyak 1.934 pedagang lama. “Ini Sesuai SK Bupati terkait database Pedagang Pasar Kedungwuni,” ujarnya.
Sementara itu, untuk pedagang baru, lanjutnya, menunggu hasil pengundian.
Dijelaskan, revitalisasi Pasar Kedungwuni dimulai sejak 2017 dan selesai dibangun tahun 2021. “Dan pada tahun 2022 dilengkapi utilitas pasar seperti air bersih, genset dan fasilitas lainnya, sehingga siap untuk dioperasionalkan,” ujar Sekda.
Terpisah, Plt Kepala Disperindag, Wahyu Kuncoro mengatakan, lokasi launching direncanakan di depan blok I Pasar Kedungwuni. Disebutkan, jumlah kios dan loos Pasar Kedungwuni yang terbangun sekitar 2400an kios dan loos.
“Selama direvitalisasi, para pedagang ditempatkan di pasar darurat di perbatasan Kedungwuni Timur dan Kwayangan/Prawasan, ujar Wahyu.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 12 September 2022
Rapat dipimpin Mendagri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., dan membahas beberapa hal penting terkait pengalihan anggaran subsisi BBM menjadi penebalan jaring sosial tambahan sebesar 24,17 Triliun.
Bantuan sosial yang diberikan nantinya meliputi Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar 12,40 Triliun dengan sasaran penerima sejumlah 20,65 Juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan indeks 150 ribu perbulan selama 4 bulan diberikan dua kali sebesar 300 ribu, Bantuan Subsidi Upah (BSU) 9,60 Triliun dengan sasaran 16 Juta dengan gaji maksimal 3,5 juta mendapatkan unit cost 600 ribu selama 1 bulan, serta penganggaran dukungan dari Pemerintah Daerah sebesar 2% dari Dana Transfer Umum (DTU) (DAU atau DBH) mulai bulan Oktober 2022 untuk program perlindungan sosial, penciptaan lapangan kerja, dan subsidi sektor transportasi.
Dalam rakor juga dibahas mengenai pendistribusian bantuan tersebut yang akan dilaksanakan pada rentang waktu September-Desember 2022 dan skema pengawasan dan pengamanan program yang berjalan. Selain itu juga, langkah-langkah pengendalian inflasi tingkat kab/kota, provinsi dan sampai ke pusat.
Rapat koordinasi yang digelar menghadirkan sejumlah Menteri dan Perwakilan dari kementerian dan lembaga terkait sebagai pemateri diantaranya Menteri Sosial Republik Indonesia Dr. (H.C.) Ir. Tri Rismaharini, M. T, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, Jaksa Agung Republik Indonesia Dr. ST. Burhanuddin, SH., MM., Menteri Ketenagakerjaan Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.Si., Kapolri Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh, serta Wakil menteri Keuangan RI, Prof. Suahasil Nazara, S.E., M.Sc., Ph.D.,
Sementara itu, rapat virtual di Ruang Rapat Bupati juga dihadiri oleh Kapolres Pekalongan AKBP DR. Arief Fajar Satria, S.H., S.I.K., M.H., PJs Pabung Kodim 0710 Pekalongan hadir Kapten Inf. Nurhan mewakili Dandim, perwakilan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan, Perwakilan Bappeda, Perwakilan Disperindag, Perwakilan DKPP, dan Perwakilan Kamar Dagang Indonesia Kabupaten Pekalongan.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 8 September 2022
“Kami bersalah melabeli Bupati Cup atas kegiatan ini tanpa seizin Ibu Bupati dan Pemkab Pekalongan,” ungkap Ketua Pengcab PBSI Nur Wahid dalam konferensi pers di Ruang Rapat Bupati Pekalongan, Senin (5/9).
Dia menjelaskan bahwa kegiatan murni diselenggarakan oleh PBSI Kabupaten Pekalongan. “Ibu Bupati sama sekali tidak mengetahui terkait kegiatan ini dan tidak terlibat langsung maupun tidak langsung terkait kegiatan ini,” ujarnya.
Kegiatan kata dia, bertujuan untuk untuk menggairahkan perbulutangkisan di Kabupaten Pekalongan sekaligus memeriahkan HUT RI ke-77 dan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-400.
Turnamen memberikan hadiah sebesar Rp 50 ribu kepada Juara 3 dan sempat viral karena orang tua sang atlet memposting di media sosial. “ Kami mengakui, dalam pemberian apresiasi kepada pemenang, sangatlah tidak pantas.Yang berakibat menyudutkan kredibilitas Kabupaten Pekalongan, khususnya Bupati Ibu fadia Arafiq SE MM,” ucap dia.
Oleh karena itu dia menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh jajaran Pemkab Pekalongan. “Dalam kesempatan ini dari lubuk hati yang paling dalam, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Ibu Bupati, Ibu Fadia Arafiq SE MM beserta seluruh keluarga besarnya, atas kebodohan saya dan panitia yang mengakibatkan situasi seperti ini,” ungkap dia.
Pihaknya juga memohon maaf kepada wakil bupati dan segenap unsur Forkopimda Kabupaten Pekalongan, atas kejdian tersebut. “Yang mengakibatkan terganggunya roda pemerintahan baik langsung maupun tidak langsung. Juga kepada Ketua KONI dan pengurusnya, karena kami tidak mampu menterjemahkan dengan benar semangat dan perubahan yang betul-betul baik yang dilakukan KONI termasuk terhadap bulu tangkis,” ujar dia.
Dia mengatakan, sejak viralnya pemberitaan, pihaknya kami telah melakukan koordinasi dan evaluasi dengan KONI dan PBSI Kabupaten Pekalongan serta silaturahmi ke rumah atlet pemenang Juara 3 Ketegori Tunggal Putra Usia Pra Dini yang mendapatkan hadiah Rp. 50 ribu. “Yaitu Ananda Osil. Dalam sialturahmi, kami sampaikan permohonan maaf atas kejadian ini khususnya dalam pemberian apresiasi yang tidak pantas. Paada akhirnya diterima dengan baik dan lapang dada dan saling memaaafkan dan tidak mempermasalahkan lagi,” kata dia.
Pada kesempatan ini dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh atlet, orang tua atlet serta pelatih, serta seluruh awak media, pengelola sosial media, dan netizen
“Kami sampaikan terima kasih dan permohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini. Dengan pemberitaan ini, menjadikan koreksi terhadap kekurangan kami. Dan kami berjanji akan senantiasa berupaya untuk membenahi di setiap kegiatan ke depan, baik teknis pelaksanaan maupun apresiasi yang pantas demi kemajuan bulu tangjis di Kabupaten Pekalongan,” ucap dia.
Dia juga memohon dengan kerendahan hati, agar semua media dapat mengentikan pemberitaan terkait kejadian tersebut. “Kami mohon, semoga berkenan, baik di media cetak, online, sosial media, maupun media informasi lainnya. Kami merasa sangat bersalah kepada Ibu Bupati yang tidak tahu menahu tetapi mendapatkan akibat dari hal ini” ujarnya.
Konferensi Pers dihadiri Sekda Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos, M.Si Asisten Administrasi Umum Anis Rosidi, S.Sos, M.Si, Kepala Dinporapar M. Bambang Irianto, S.Sos,M.Si, Kabag Prokompim R. Handy Artawan, S.Kep, MM, Ketua KONI Kabupaten Pekalongan, Suryan, orang tua atlet, dan para awak media.
Sekda Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos, M.Si didampingi Asisten Administrasi Umum Anis Rosidi, S.Sos, M.Si, menyampaikan bahwa kejadian tersebut akam menjadi evaluasi pihaknya. “Ini menjadi evaluasi bersama seluruh kegiatan olahraga dengan kejadian viral terkait Bupati Cup. Saya minta Diporapar, ketika mengajukan, pihak lain mengajukan Bupati Cup, harus melalui proses yang benar. Harus ada SOP. Ini adalah evaluasi yang luar biasa bagi dunia olahraga Kabupaten Pekalongan. Khususnya Pencab PBSI. Kami akan koordinasi dengan Ketua KONI terkait peristiwa ini,” tutur Sekda.
Sekda mengatakan bahwa pihaknya tidak tahu mengenai turnamen bulu tangkis yang mencatut Nama Bupati Cup sebagai penghargaannya. “Beliau tidak tahu dan kami juga tidak tahu, ternyata labelingnya Bupati Cup,” ungkap Akbar.
Dia mengatakan bahwa labeling Bupati Cup ada prosedurnya. “Mengajukan sebuah label kejuaraan Bupati Cup ada prosedurnya. Ini nanti kita tertibkan kembali. Jadi Top Kegiatannya harus ada, mulai secara teknis, termasuk jumlah hadiah sebagai bagian dari Pembinaan. Saya kira 50 ribu gak usah bicara Bupati Cup, level RT saja tidak sesuai,” ujar Sekda.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 7 September 2022
Kegiatan diawali dengan pembacaan tawasul yang dipimpin KH Muhtarom. Setelah itu, dilkukan istighotsah qubro dan do’a oleh KH Zuhdi Khariri. Kegiatan juga menampilkan grup sholawat dan rebana sebelum acara dimulai.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam sambutannya mengungkapkan perasaannya dalam kegiatan tersebut. “Malam ini saya senang sekali dapat bersilaturahmi dengan Bapak/Ibu semua, khususnya para kiai dan para ustadz,” ungkap bupati.
Dalam kesempatan tersebut, bupati melaporkan kepada Ketua PBNU bahwa pihaknya mengundang minimal 5 hingga 6 ustadz dari seluruh desa di Kabupaten Pekalongan yang jumlahnya 285 desa/kelurahan. “Ini agar kita bisa bersilaturahmi. Karena kita semua yang punya Kabupaten Pekalongan,” ujar bupati.
Kegiatan juga untuk mendoakan sesepuh Kabupaten Pekalongan. “400 Tahun kita merasakan nikmatnya hidup di Kabupaten Pekalongan. Ini tidak mungkin tidak ada jasa dari para sesepuh dan pejuang-pejuang kita. Oleh sebab itu, saya mintakan haul akbar, supaya kita mengenang jasa-jasa dan mendo’akan para kiai, para ulama, para pejuang dan pemimpin-pemimpin Kabupaten Pekalongan terdahulu,” ucap bupati.
Sememtara itu, KH Yahya Cholil Tsaquf dalam kesempatan tersebut menyampaikan ungkapan syukur karena bisa ikut mangayu bagyo (turut berbahagia dapat menghadiri) Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-400 tahun.
Yahya Cholil Tsaquf saat memberikan mauidhoh khasanah (pesan-pesan yang baik-red), menyampaikan mengenai sejarah Nusantara.
Menurutnya, sejak peradaban Nusantara diIslamkan skitar 400 hingga 500 tahun lalu, barokah Allah turun tidak putus-putusnya. “Bangsa yang tumbuh di Tanah Wali Songo ini dari waktu ke waktu senantiasa tumbuh menjadi bangsa yang lebih baik, mendapati kehidupan yang lebih baik dari masa ke masa dan tidak pernah jatuh ke dalam kerusakan yang habis-habisan sebagaimana banyak dialami oleh bangsa-bangsa lainnya,” kata dia.
Dikatakan, bangsa ini mengalami sejumlah era, mulai era Majapahit, Mataram Islam, era Hindia Belanda, Era Kemerdekaan, Era Orde Baru hingga era Reformasi saat ini. Bangsa Indonesia menurutnya merupakan bangsa yang diberkahi Allah SWT. “Termasuk Kabupaten Pekalongan ini, in Sya Allah adalah kabupaten yang diberkahi Allah SWT,” ungkap Yahya diamini para jamaah.
Menurutnya, kenapa barokah Allah turun kepada Bangsa Indonesia, salah satunya adalah karena bangsa ini senantiasa menghormati para ulama.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 5 September 2022
Dokumen MoU ditanda tangani Ketua Pengadilan Agama Kajen Azimar Rusydi dan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, di Rumah Dinas Bupati Pekalongan, (2/9).
Bupati Fadia mengatakan bahwa pendatanganan dilakukan untuk mempererat kerja sama di antara kedua belah pihak, sekaligus untuk menjamin masyarakat Kabupaten Pekalongan mendapatan kejelasan hukum yang berada di bawah kewenangan Pengadilan Agama Kajen.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan memikirkan bagaimana kerjasama dengan Pengadilan Agama Kajen dapat berjalan dengan baik, sehingga masyarakat bisa mendapatkan kejelasan pelayanan hukum diantaranya terkait hak asuh anak, terkait pernikahan maupun yang lainnya,” tutur bupati.
Ketua Pengadilan Agama Kajen Azimar Rusydi mengungkapkan bahwa sejatinya kerja sama antara Pemkab Pekalongan sebenarnya sudah berjalan. “Namun secara tertulis kita mantapkan sehingga dengan penandatanganan MoU ini, kerjasama dan sinegritas antara Pengadilan Agama Kajen dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan semakin meningkat terutama pelayanan-pelayanan hukum yang berkaitan dengan kewenangan Pengadilan Agama yang sudah berjalan yaitu Sidang Terpadu,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa pihaknya juga telah melakukan konsultasi dengan Pemkab Pekalongan terkait adanya dispensasi kawin dan isbat nikah.
“Kita juga akan bekerja sama dengan Kemenag. Itu sedang kita lakukan sehingga Insya Allah akan ditindaklanjuti oleh Pengadilan agama dengan Pemkab Pekalongan,” tandasnya.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Sabtu, 3 September 2022