KAJEN – Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos, M.Si mewakili Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE MM, meminta kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mengendalikan harga komoditas, terutama kebutuhan pokok, untuk menekan inflasi, menyusul kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sejak 3 September lalu.
Selain itu, sekda juga meminta kepada Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pekalongan untuk melakukan pemantauan terhadap harga-harga berbagai komoditas dan barang di sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Pekalongan.
Hal tersebut disampaikan sekda dalam pembukaan dan menjadi keynote speaker Rapat Koordinasi Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Rakorkab Regsosek) Kabupaten Pekalongan, di Hotel KHAS Pekalongan Kota Pekalongan, Selasa (20/9).
“Bagaimana TPID ini mengelola harga jangan sampai melonjak naik. Selain itu, sepuluh pasar tradisional kita, saya minta Disperindag untuk selalu pro aktif menjaga, mengecek ketersediaan dan keterjangkauan harga. Karena inflasi sudah didepan mata. Tinggal kita berusaha semaksimal mungkin agar tidak sampai stagflasi. Tiga bulan ini kita fokus,” pinta sekda.
Menurut sekda, regsosek hari itu momentumnya tepat karena dilaksanakan pada saat kenaikan harga BBM dan juga bertepatan dengan fokus Pemerintah Pusat yang berusaha untuk menekan angka inflasi yang akhir-akhir ini menghawatirkan di berbagai daerah.
“Naiknya harga BBM menyebabkan kenaikan harga berbagai macam barang. Perlu kita atur sebaik-baiknya bagaimana kita mengendalikan inflasi di level daerah,” tutur Sekda.
Sekda pun meminta kepada seluruh OPD dan camat di Kabupaten Pekalongan untuk dapat mendukung Regsosek “Regsosek perlu kita dukung karena data-datanya dapat bermanfaat untuk berbagai program kita. Kawan-kawan camat saya minta untuk dapat disosialisasikan kepada kades dan masyarakat tentang regsosek ini,” ujarnya.
Upaya antisipasi dampak kenaikan harga BBM yang dilakukan Pemkab Pekalongan, disebut
Sekda, yaitu dengan pemberian bantuan sosial (bansos) kepada para sopir angkutan umum, ojek dan nelayan di Kabupaten Pekalongan.
Dikatakannya, pemerintah pusat telah memerintahkan kepada daerah untuk mengalokasikan anggaran minimal 2% dari dana transfer umum DAU dan Dana Bagi Hasil. ”Angkanya di Kabupaten Pekalongan yaitu sekitar Rp. 4,45 Miliar. Kita akan fokuskan untuk mengantisipasi dampak kenaikan BBM maupun inflasi. Kita siapkan dan Program-program bantuan sosial kita luncurkan secara lokal,” kata sekda.
Dalam kesempatan tersebut Sekda Akbar juga menyampaikan mengenai angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan yang naik beberapa tahun kebelakang akibat pandemi Covid-19.
“Angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem kita cukup tinggi. Saya kira perlu menjadi catatan kita bersama dan kemungkian akan meningkat setelah kenaikan harga BBM. Untuk itu kepada para camat agar dapat mempersiapkan dan mengantisipasi,” ucap sekda.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Pekalongan Siti Mardiyah, M.A. dalam sambutannya menyampaikan bahwa regsosek dilaksanakan karena masih terbatasnya data sosial ekonomi yang mencakup keseluruhan penduduk, masih lemahnya kontrol terhadap standar kualitas data, serta data update program yang masih bersifat sektoral.
“Regsosek diharapkan dapat mewujudkan suatu sistem dan basis data seluruh penduduk Indonesia yang dapat menangkap dinamika perubahan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Basis data tersebut, kata dia, nantinya dapat dimanfaatkan oleh berbagai kementerian dan lembaga dalam peningkatan pelayanan publik dan pada akhirnya menjadi data rujukan program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi oleh berbagai pemangku kebijakan.
Siti mengungkapkan bahwa pendataan awal regsosek rencananya akan dilakukan selama 2 tahun yakni tahun 2022-2023, “Pendataan regsosek di Kabupaten Pekalongan akan dilaksanakan di 19 Kecamatan yang terdiri dari 285 desa dan kelurahan. Dan 5.368 satuan lingkungan setempat atau RT atau RW,” jelasnya.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 21 September 2022
KAJEN - Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang bekerjasama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pekalongan kembali adakan kegiatan Paspor Keliling (PANGLING). Kegiatan tersebut dilakasanakan di Kantor DPMPTSP Kab. Pekalongan dari 09.00 - 12.00, pada Senin (19/09).
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE MM membuka kegiatan Pelatihan Thematic Academy yang digelar di Hotel Grand Dian Wiradesa, Senin (19/9) pagi.
Kegiatan pembukaan tersebut diikuti oleh sejumlah guru dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan dan tenaga kesehatan (nakes) Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM me-launching pemindahan Pedagang Pasar Kedungwuni, di Pasar Kedungwuni Minggu (18/9) pagi.
Dalam sambutannya pada kegiatan tersebut, Bupati Fadia menyampaikan bahwa penempatan para pedagang lama Pasar Kedungwuni nantinya akan menggunakan skema undian. Para pedagang dapat menyaksikan pengundian kios dan loos Pasar Kedungwuni dilakukan sehingga lebih adil dan transparan.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE MM masak penthol mercon bareng artis Sarwendah dalam Karnaval SCTV di Alun-alun Kajen, Minggu (18/9) siang.
Fadia juga ditemani tiga putrinya, yaitu si bungsu Faqira Ashraf, Nazira Ashraf dan Nabira Ashraf saat memasak 1000an lebih penthol mercon siang itu. Masakan berbahan bakso sapi yang dimasak dengan bumbu pedas.
Bupati berharap dengan adanya Ratu Bali Coffee, bisa menambah semangat desa-desa lainnya di Kabupaten Pekalongan. “Bahkan bisa jadi contoh. Bagus banget ini, tempatnya asri dan nyaman, pemandangannya juga bagus. Jadi kalau kita makan di sini, hasilnya buat kita lagi, bisa mbagun desanya sendiri. Daripada lari keluar, jauh-jauh. Makan di sini, untungnya buat mbangun desa, masyarakatnya seneng dan BUMDesnya makmur,” tutur bupati dalam sambutan saat grand opening kafe tersebut.
Bupati berharap, dengan pembukaan kafetersebut, dapatbermanfaat dan membuat desa menjadi populer di Kabupaten Pekalongan.
Sebelumnya, Kades Kulu, Setyo Nimpuno, melaporkan bahwa Ratu Bali Coffee dibangun untuk mendukung potensi embung dengan teknologi geotek atau peresapanyang dibangun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2008. “Dan Alhamdulillah sampai saat ini tetap terisi air,” ujar Tyo, sapaan Setyo Nimpuno.
Pengelolaankafe, lanjut Tyo, melibatkan BUMDes dan manajemen. “Lahannya milik BUMDes, manajemennya oleh warga asli Kulu yang memiliki banyak usaha di Bali,” ujar Tyo dalam wawancara.
Lebih lanjut dikatakannya, di area Ratu Bali Coffeesudah ada lapangan moto cross standar Nasional. “Dalam waktu dekat akan dikembangkan kolam renang prestasi dan taman wisata lalu lintas.Kami akan mengkolaborasikan menjadi Kulu Center,” imbuhnya dalam
Camat Karanganyar, Budi Rahmulyo, SE, dalam sambutannya mengatakan, bahwa Desa Kulu memiliki potensi alam yang luar biasa. Menurutnya, jika sunber daya alam tersebut dikelola dengan optimal, bisa menghasilkan desa yang maju.“Dengan kerja sama yabg baik dengan pihak ke tiga, transferofknowledge, pada akhirnya nanti pihak ke tiga akan menyerahkan semua kepada pihak desa, maka desa akan menjadi semakin berdaya,” ujar Budi Rahmulyo.
Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan, Mochtarudin Ashraf Abu yang hadir dalam pembukaan kafe tersebut mengaku sangat bangga merekomendasikan Ratu Bali Coffee untuk dikunjungi. “Ini veryrecommended. Ini salah satu kafe yang bisa kita banggakan.Makanan dan penyajiannya benar-benar Bali. Kita tidak perlu jauh-jauh ke Bali, cukup datang ke Desa Kulu, sudah ada Ratu Bali Coffee,” ungkap Ashraf.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 20 September 2022
PANGLING sendiri merupakan agenda rutin yang diadakan oleh Kantor Imigrasi Pemalang. Disampaikan oleh Anas Fatoni, S.H selaku Verifikator dari Kantor Imigrasi Pemalang bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Pekalongan agar lebih dekat tanpa harus mengurus ke Kantor Imigrasi yang ada di Kabupaten Pemalang. "Tujuan dari kegiatan PANGLING ini adalah untuk mendekatkan pelayanan kita kepada masyarakat di wilayah kabupaten pekalongan", tutur Anas saat ditemui oleh tim RKS.
Anas sapaan akrabnya juga menambahkan bahwa target untuk setiap kegiatan PANGLING sekitar sepuluh pemohon. Pemohon yang datang memiliki kepentingan yang bermacam-macam, ada yang ingin membuat paspor baru, perpanjang masa berlaku paspor dan ada juga yang mengurus paspor untuk kepentingan umroh.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perijinan Maria Goretti Krisnurendah, S.E bahwa mayoritas pemohon yang datang adalah untuk mengurus paspor untuk persyaratan umroh ke tanah suci. Untuk antusias masyarakat terkait kegiatan PANGLING ini masih banyak pada bulan kemarin karena memang bulan kemarin banyak yang mengurus untuk pergi Umroh. "Untuk antusias masyarakat hari ini lebih sedikit dibanding bulan kemarin, karena memang bulan kemarin banyak yang mengurus untuk pergi umroh" Tutur Maria.
Iin Juga berharap bahwa kegiatan ini kedepannya ada waktu yang sudah ditetapkan. Misalnya di pekan ke berapa setiap bulannya, agar masyarakat bisa lebih tau terkait adanya kegiatan pembuatan paspor keliling yang diadakan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang.
Puspa salah satu warga desa Sangkanjoyo, Kecamatan Kajen mengaku senang dengan adanya program pangling yang diadakan oleh kantor imigrasi Pemalang karena pelayanannya yang ramah dan cepat. "Disini sangat mudah untuk membuat paspor atau memperbarui paspor yang sudah ada, orangnya ramah-ramah dan cepat", tutur puspa sambil tersenyum.
Sampai saat ini kegiatan paspor keliling di Kantor DPMPTSP Kab. Pekalongan sudah diadakan sebanyak tiga kali. (Dian-Kominfo)
Selasa, 20 September 2022
Pelatihan Thematic Academy merupakan kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Yogyakarta dan terdiri atas 3 pelatihan yakni Pelatihan Basic Security untuk Sektor Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Pelatihan pengenalan Coding untuk Tenaga Pendidik SD dan SMP Kabupaten Pekalongan yang digelar tanggal 19-22 September. Selain itu, juga Pelatihan Video Content Creator dengan peserta masyarakat umum yang akan digelar tanggal 22-24 September 2022.
Bupati Fadia dalam sambutannya pada kegiatan tersebut berharap agar seluruh peserta kegiatan pelatihan dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh dengan baik. “Para peserta pelatihan nantinya diharapkan dapat memberikan dampak positif untuk dirinya sendiri dan juga instansi tempatnya bekerja. Untuk para ASN yang mengikuti pelatihan juga diharapkan dapat memanfaatkan ilmunya untuk membuat konten digital seputar program kerja dinas maupun pemerintah kepada masyarakat agar masyarakat luas mengetahui,” tutur bupati.
Kepala BPSDMP Kominfo Yogyakarta Dr. Christiany Judhita, S.Sos MA menjelaskan bahwa Pelatihan Thematic Academy merupakan bagian dari program prioritas Kementerian Kominfo yakni Digital Talent Scholarship (DTS) yang telah dijalankan sejak tahun 2018.
Lebih lanjut, Christiany menuturkan alasan pemilihan sasaran pelatihan Pelatihan Thematic Academy yang merupakan guru dan nakes, “Pada masa pendemi kemarin para guru harus menggunakan aplikasi yang mudah untuk mengajar. Hal itu tidak begitu saja ditinggalkan.
Oleh karena itu, pada pelatihan ini akan diajarkan coding untuk para guru dengan mudah dan sederhana.
Sementara itu pelatihan Basic Security ini penting untuk para nakes karena keamanan data pribadi kesehatan itu kan sifatnya sangat urgent untuk setiap orang dan juga para petugas di Bidang Kesehatan,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, dia juga mengungkapkan bahwa Pelatihan Video Content Creator merupakan pelatihan yang populer diikuti oleh masyarakat di berbagai daerah dikarenakan berbagai alasan diantaranya dapat meningkatkan personal branding diri maupun usaha yang sedang dibangun agar lebih berkembang lagi dan sukses.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 20 September 2022
Pertandingan final berlangsung seru disaksikan para supporter dan penonton yang hadir secara langsung di Lapangan Sepakbola HW Wuled Kecamatan Tirto, Minggu (18/9).
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM juga hadir dalam kegiatan tersebut. Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada Pakumbulan FC. “Insya Allah dengan kemenangan ini bisa menambahkan semangat berprestasi, dan yang belum menang saya yakin kalian tetap dapat menjadi juara pada kejuaraan selanjutnya. Jadi semangat, yang baik semuanya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, bupati juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang menyaksikan gelaran sepakbola untuk selalu menghormati setiap hasil pertandingan, karena menurutnya hasil menang ataupun kalah merupakan hal yang biasa dalam sebuah kompetisi, utamanya olahraga, seperti sepakbola.
“Saya minta kepada semua warga Kabupaten Pekalongan, pada pertandingan sepakbola, apapun hasilnya itu sudah biasa yang penting tidak boleh merusak persaudaraan kita,” tutur bupati.
Bupati juga menyampaikan bahwa pertandingan sepakbola dapat menjadi pemupuk rasa persaudaraan antar sesama. Masyarakat pun pastinya senang dengan kegiatan semacam itu, namun demikian masyarakat diharapkan tetap tertib, rukun dan guyub selama mengikuti pertandingan.
Melalui turnamen yang digelar, Pakumbulan FC sebagai juara berhak atas hadiah utama yakni uang sebesar 15 juta rupiah, sedangkan Persetaku – Tangkil Kulon sebagai juara kedua berhak atas hadiah uang 10 juta rupiah.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 19 September 2022
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro mengatakan, masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan selama 2 hari, dari tanggal 17 - 18 September 2022 di alun-alun Kajen ini.
"Dengan adanya YPP ini masyarakat antusias untuk mengikuti booster, Alhamdulillah target 500 peserta vaksinasi ini bisa tercapai. Dan vaksinasi di gerai ini untuk umum siapapun bisa mengikuti vaksinasi ini," jelas Setiawan.
Menurut Wawan, Kegiatan vaksinasi tersebut ada 4 tim yang bertugas untuk melayani masyarakat. Dan bagi setiap warga yang selesai vaksin, mereka diberikan bingkisan berupa sembako.
"Sembako tersebut merupakan bentuk dukungan dari YPP yang juga sedang melakukan Ulang tahun ke -32, dan berkolaborasi juga dengan pemerintah Kabupaten Pekalongan yang ulang tahun ke 400 " tuturnya.
Dia menambahkan, Antusias masyarakat untuk datang ke gerai vaksin ini sangat tinggi, sehingga target 500 peserta bisa tercapai, dikarenakan pertama, jadwal booster yang dimiliki bertepatan dengan hari digelarnya kegiatan vaksinasi. Kedua, Hiburan yang disuguhkan memiliki daya tarik masyarakat untuk datang. Ketiga, adanya bingkisan berupa sembako yang diberikan.
Sementara salah satu warga dari Kajen yang ikut vaksinasi Rizkika menuturkan, bahwa dia datang ke gerai vaksinasi dikarenakan memang kebetulan belum mendapat vaksin booster dan ingin melihat hiburan yang melibatkan para artis ibukota tersebut. (Dian-Kominfo)
Senin, 19 September 2022
Bupati mengatakan telah meminta kepada dinas terkait untuk dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya.
Dalam kesempatan tersebut bupati juga meminta kepada para pegadang Pasar Kedungwuni agar menjaga pasar Kedungwuni dengan baik.
“Pasar Kedungwuni ini kita sudah bangun 10 blok. Saya minta untuk dijaga kebersihannya, parkirnya. Bahkan kalau bisa jadikan pasar Kedungwuni ini sebagai percontohan untuk pasar-pasar lainnya. Pasar yang tempatnya bersih, rapi, megah sehingga nyaman untuk masyarakat semuanya yang berbelanja dapat merasakan manfaatnya dan para pedagang pun laris dan rejekinya lancar semua,” tutur Bupati Fadia.
Ketua APSI Kabupaten Pekalongan Mochtarudin Ashraff Abu yang juga hadir dalam kegiatan tersebut berpesan kepada para Pedagang Pasar Kedungwuni agar dapat tertib menempati lapak yang diperoleh nantinya.
“Pasar Kedungwuni ini ada 10 blok dan sudah dibagi berdasarkan jenis-jenisnya sendiri. Saya berharap para pedagang pasar nantinya dapat tertib menempati lapaknya masing-masing dan menaati aturan yang telah dibuat agar semuanya teratur,” ujar Ashraff.
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Pasar Kedungwuni H. M. Abdul Ghoni mewakili para pedagang Pasar Kedungwuni menyampaikan ucapan terima kasihnya atas pembangunan Pasar Kedungwuni dan acara yang digelar.
”Ini merupakan hari yang bersejarah untuk APSI dan para pedagang Pasar Kedungwuni, karena akhirnya setelah 5 tahun lamanya dapat kembali berdagang dan beraktifitas di Pasar Kedungwuni yang sekarang lebih megah. Terima Kasih Pemkab Pekalongan, Ibu Bupati, dan seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan pembangunan pasar Kedungwuni dan peresmiannya hari ini,” ujarnya.
Plt Kepala Disperindag Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro, ST., MM dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan Pasar Kedungwuni telah dimulai sejak tahun 2016 hingga tahun 2021. Dimulai dengan pembangunan Blok B atau pasar unggas hingga selesai sejumlah 10 blok beserta sarana dan prasarana pendukungnya dengan total anggaran mencapai 71 Miliar rupiah.
“Berikut juga kami laporkan bahwa jumlah pedagang Pasar Kedungwuni sejumlah 1934 pedagang. Namun setelah dilakukan verifikasi dan validasi berdasarkan Surat Keputusan Bupati Pekalongan ditetapkan skala prioritas pedagang calon pemakai lapak Pasar Kedungwuni berjumlah 1912 orang pedagang dengan rincian pedagang tetap 885 orang dan pedagang eceran 1.027 orang,” papar Wahyu.
Lebih lanjut, Wahyu menuturkan bahwa pengundian lapak Pasar Kedungwuni nantinya akan dilaksanakan secara bertahap untuk masing-masing blok. Dimulai tanggal 19 sampai 28 September 2022 atau 10 hari dan dimulai dari pukul 9 pagi sampai dengan selesai.
Wahyu juga menandaskan bahwa acara launching Pasar Kedungwuni dimulai dengan kegiatan jalan sehat yang diikuti oleh para pedagang Pasar Kedungwuni dan masyarakat dengan jumlah lebih dari 2000 orang. Acara tersebut merupakan kerjasama dengan APPSI Pasar Kedungwuni dengan konsep acara ‘Dari pedagang, oleh pedagang, dan untuk pedagang’.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 19 September 2022
Di sela-sela memasak, Host Irfan Hakim bertanya kepada Bupati Fadia Arafiq. “Denger-denger Ibu Bupati suka masak juga ya,” tanya Irfan. Bupati Fadia menjawab “Ya, sedikit-sedikit, ya walaupun sebagai bupati, tapi tetap seorang ibu,” ucap Fadia.
Sarwendah juga menanyakan bagaimana cara Bupati Fadia mengatur waktu untuk kerja dan untuk keluarga. “Aku mau nanya nih. Ibu Bupati kan hobi masak juga ya, di tengah-tengah kesibukan ibu, gimana cara mengatur waktunya tuh,” tanya Wendah.
Bupati Fadia mengatakan selalu menyempatkan memasak untuk keluarga pada hari libur maupun pada hari kerja sebelum berangkat tugas. “Ketika hari libur, memang hari untuk anak, masak, ngumpul bareng keluarga. Pada hari kerja, sebelum berangkat bertugas, Saya sempatkan untuk masak, terutama untuk bekal si kecil, dia suka dibawain. Pagi tetap masak. Walaupun tidak masak semua, tapi beberapa menu khusus,” tutur bupati.
Dalam kesempatan itu, Irfan juga menanyakan ke anak-anak Fadia-Ashraf menu favorit mereka. “Eh, mau tau donk, Mama kalau masak, menu yang paling kalian suka menu apa?. Nazira dan Nabira Ashraf menjawab “Ayam goreng, bakso, dan ayam gulai,” ujar keduanya.
Irfan melanjutkan, Faqira disebut-sebut paling suka request masakan yang enak-enak. “Iya,” jawab Faqira. Kemudian Irfan pun menanyakan menu favoritnya. “Ayam goreng, bakso, dan ayam gulai,” ujar Faqira Ashraf senada dengan kakak-kakaknya.
Setelah selesai memasak, Bupati dan ketiga putrinya serta Sarwendah dan para host membagi-bagikan penthol mercon kepada para penonton dan para artis. Berdasarkan testimoni penonton yang mencicipi masakan Bupati Fadia bersama Sarwendah, menyatakan bahwa penthol mercon yang dimasak mereka enak rasanya. “Enak banget. Pedasnya mantul,” ujar salah satu penonton. Penonton lainnya juga berujar senada. “Enak banget,” ungkapnya. Dara dan Mitha dari The Virgin juga memuji masakan Sarwendah dan Fadia Arafiq. “Enak banget,” ujar Dara dan Mitha kompak.
Ruben Onsu dan Irfan Hakim mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Pekalongan dan Bupati Fadia Arafiq atas diijinkannya penyelenggaraan Karnaval SCTV di Kabupaten Pekalongan.
Karnaval SCTV hari ke-2 di Alun-alun Kajen digelar 2 sesi, yakni pagi dan siang.
Sesi pagi dimulai pukul 07.00 hingga pukul 09.30 dan dimeriahkan senam bersama Unity, penampilan Lyla, Nabila dan Tri Suaka serta Abah Lala. Selain itu juga Cast sinetron Cinta Setelah Cinta, battle of mob, dan fashion show berbahan bungkus mie instan. Acara juga dimeriahkan dengan game egrang raksasa.
Sesi siang, yang dimulai pukul 14.00 hingga pukul 16.00 dimeriahkan dengan penampilan Bertrand Peto, Dadali, dan The Virgin serta Cast Sinetron Takdir Cinta Yang Kupilih.
Sumber : Tim Prokompim Kab Pekalongan
Senin, 19 September 2022
Kajen Fashion Week merupakan bagian dari acara Karnaval SCTV dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-400 Tahun Kabupaten Pekalongan.
Bupati Fadia Arafiq dalam sesi bincang singkat bersama para host acara mengungkapkan bahwa Kabupaten Pekalongan memiliki kekayaan yang menawan berupa batik.
"Selain batik, Kabupaten Pekalongan juga terkenal akan produksi jinsnya bahkan sudah mendunia," Terang Bupati.
Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Mochtarudin Ashraff Abu yang juga hadir mendampingi bupati menjelaskan bahwa batik Kabupaten Pekalongan memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan batik-batik lainnya di Indonesia yakni dari segi warna.
"Batik Kabupaten Pekalongan coraknya lebih detail, warnanya sedikit lebih terang dan mencolok, akan tetapi tetap keren," tuturnya.
Ashraff juga menambahkan bahwa batik Kabupaten Pekalongan sekarang ini tidak hanya diminati oleh para orang tua saja tetapi juga anak muda. "Dulu batik identik dengan orang-orang tua. Tetapi anak muda sekarang banyak yang memakai batik dan tetap tampil keren," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah koleksi batik pria dan wanita ditampilkan oleh para model. Bupati Fadia beserta suami, Ashraff Abu juga menjadi model dan mengenakan batik khas Kabupaten Pekalongan.
Penampilan mereka berhasil mengundang decak kagum dan pujian dari para penonton dan host yang memandu acara yakni Irfan Hakim dan Ruben Onsu.
Irfan dan Ruben bahkan memuji batik Pekalongan dengan “Koleksi Batik Pekalongan ini bagus sekali,” tutur Irfan dan disambut pujian lainya dari Ruben yang mengatakan bahwa Batik Pekalongan keren.
Acara Karnaval SCTV hari itu dimeriahkan atraksi sintren, pertunjukan musik oleh sejumlah artis Ibu Kota, diantaranya Five Minutes, Fatin Shidqia. serta penampilan dari artis Sinetron Cinta Dua Pilihan. Happy Asmara dan Hip Hop Pekalongan juga turut memeriahkan Karnaval SCTV.
Karnaval SCTV di Alun-alun Kajen dijadwalkan selama dua hari, hingga 18 September 2022.
Masyarakat Kajen dan sekitarnya dapat menyaksikan berbagai pertunjukan menarik dan menghibur yang bertabur artis-artis ternama Ibu Kota secara langsung maupun melalui layar kaca.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Minggu, 18 September 2022