KAJEN – Masyarakat Desa Curug dan sekitarnya tengah berbahagia setelah usai menggelar kegiatan kirab dan pemasangan Mustoko Masjid Jami’ At Tafakkur. Sebagai ungkapan rasa syukur, masyarakat Desa Curug menggelar kegiatan Pengajian Umum Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Tasyukuran Kirab Mustoko Masjid Jami’ At Tafakkur Desa Curug Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan pada Jum’at (21/10). Dalam kegiatan yang digelar tersebut, masyarakat turut mengundang Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Karenanya walaupun langit mendung dan hujan deras sempat mengguyur, tapi tidak menyurutkan semangat unsur forkopimcam tirto, unsur pemerintah desa, para tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga Desa Curug Tirto dan sekitarnya untuk mengikuti kegiatan tersebut dan bertemu dengan Bupati Pekalongan secara langsung.
Bupati Fadia Arafiq saat itu hadir didampingi Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho dan Kabbag Kesra Setda Kabupaten Pekalongan Subagyo.
Dalam sambutannya, bupati berharap agar Masjid Jami’ At Tafakkur yang malam itu diresmikan akan selalu ramai jama’ah, “Mudah-mudahan masjid ini menambah barokah. Jama’ahnya tambah penuh. Banyak yang sholat disini, dan melakukan kegiatan-kegiatan agama yang baik disini,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga berharap masyarakat dapat menjaga dengan baik Masjid Jami’ At Tafakkur tersebut, “Masjid di desa ini hanya ada satu. Sehingga ini memang kebanggaan kita. Sama-sama kita jaga dan sama-sama kita buat masjid ini seperti hidup,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut bupati juga menyampaikan terkait perbaikan jalan yang termasuk dalam ranah Pemerintah Kabupaten Pekalongan disekitar Desa Curug Tirto, juga meyosialisasikan terkait program kesehatan gratis cukup pakai KTP berlaku di layanan kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan, serta bantuan seragam sekolah gratis bagi murid SD atau SMP negeri dan merupakan program bagi masyarakat tidak mampu di Kabupaten Pekalongan.
Lebih lanjut, dikatakan bupati juga bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam rangka memeriahkan Hari Santri telah melakukan perjalanan ziarah ke beberapa tempat seperti Jombang, Kediri, dan Blitar. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh berbagai unsur organisasi keagamaan di Kabupaten Pekalongan. Menurut keterangan bupati, kegiatan tersebut sudah dilaksanakan sebanyak itu 2 kali dan selanjutnya pada hari Sabtu 22 Oktober 2022 juga akan dilaksanakan Apel besar Hari Santri.
Bupati berharap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Hari Santri tersebut dapat menambah rasa persatuan dan kesatuan masyarakat di Kabupaten pekalongan serta merekatkan hubungan antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan masyarakat, “Kami dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan ingin semuanya bersama-sama guyub bareng membangun Kabupaten Pekalongan ini, tidak boleh membeda-bedakan warna. Semuanya baik, semuanya rukun dan saya selaku Bupati Pekalongan, ibunya Kabupaten Pekalongan jadi saya mencintai seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakannya,” tandas bupati.
Sementara itu, Takmir Masjid Jami’ At Tafakkur Suhardi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini telah berperan bagi perkembangan dan kemajuan Masjid Jami’ At Tafakkur, serta menyampaikan tentang perjalanan Masjid Jami’ At Tafakkur hingga saat dan mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa meramaikan Masjid Jami’ At Tafakkur Desa Curug yang saat ini sudah semakin bagus dan megah.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 24 Oktober 2022
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq berkunjung sekaligus bersilaturahmi dengan Masyayikh dan sesepuh serta pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada Rabu (19/10). Kunjungan tersebut dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2022.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menyerahkan aset Tanah Pasar Banyurip kepada Pemerintah Kota Pekalongan yang dalam hal ini diwakili oleh Walikota Pekalongan H. Achmad Afzan Arslan Djunaid didampingi oleh Sekda Kota Pekalongan Sri Ruminingsih dalam kegiatan ‘Penyerahan Aset Tanah Pasar Banyurip dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan kepada Pemerintah Kota Pekalongan’ yang diselenggarakan di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (18/10).
KAJEN - Ratusan pelajar TK Negeri Pembina Kabupaten Pekalongan belajar memadamkan kebakaran, dalam Edukasi Pencegahan Kebakaran Dini bersama petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pekalongan, Sabtu (15/10).
Para siswa TK yang terdiri dari Kelas TK A kecil, A besar dan Kelas B tersebut tampak antusias mengikuti pelatihan pemadaman kebakaran yang diselenggarakan di pool truk pemadam kebakaran DPU Taru Kabupaten Pekalongan.
KAJEN – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung III Tahun Anggaran (TA) 2022 dengan tema ‘TMMD Dedikasi Terbaik Membangun NKRI’ resmi dibuka melalui kegiatan upacara yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si. mewakili Bupati Pekalongan di Desa Pakumbulan Kecamatan Buaran, Selasa (11/10) pagi.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pekalongan untuk memberikan pendampingan serta pembinaan kepada para Camat, Kepala Desa (Kades), dan Bendahara di seluruh Kabupaten Pekalongan dalam kegiatan ‘Sosialisasi Optimalisasi Dana Desa dalam Rangka Pengendalian Inflasi dan Mitigasi Dampak Inflasi Daerah Pada Tingkat Desa Tahun 2022’ yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pekalongan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kecamatan Kajen, Rabu (12/10).
KAJEN – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar S.Sos., M.Si atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menyampaikan apresiasi atas kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Pembangunan Masjid Miftahul Huda Desa Kesesi yang diselenggarakan oleh Komunitas Pekalongan Selatan Trail Adventure (Pas Triad) dalam rangka HUT TNI Ke 77 Tahun di Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi (09/10) pagi.
Dalam sambutannya pada kegiatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada segenap panitia kegiatan Jalan Sehat dan berharap agar para peserta jalan sehat yang beruntung dapat memanfaatkan hadiahnya dengan baik, “Mudah-mudahan juga acara hari ini berjalan lancar. Kepada panitia, ini luar biasa hadiahnya hebat-hebat semuanya. Mudah-mudahan para peserta yang mengikuti acara jalan sehat ini bisa mendapatkan hadiah yang disediakan seperti hadiah umroh, motor, dan lain sebagainya. Yang mendapatkan semoga sesuai dengan apa yang diinginkan supaya benar-benar bermanfaat,” tutur bupati.
Lebih lanjut, Bupati Fadia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut termasuk dalam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka meramaikan Hari Santri nasional 2022, “Hari ini kita mengikuti rangkaian Hari Santri Kabupaten Pekalongan. Kemarin tepatnya 2 hari yang lalu kita telah mengikuti kegiatan ziarah ke Jombang, Kediri, dan Blitar. Selama saya menjabat sebagai bupati sudah 2 kali kegiatan tersebut digelar. Insya Allah kegiatan tersebut akan kita teruskan juga,” lanjutnya.
Selain itu, Bupati Fadia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah memberikan bantuan guna mendukung guru-guru pesantren di Kabupaten Pekalongan, “Kami Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah memberikan bantuan kepada 1000 guru-guru pesantren di Kabupaten Pekalongan. Ini merupakan wujud kepedulian kami kepada guru-guru pesantren serta anak-anak santri di Kabupaten pekalongan. Bantuan ini dimaksudkan agar guru-guru pesantren dapat semakin semangat mengajar dan senang sehingga insya allah anak-anakku santri semuanya akan menjadi anak-anak yang berguna khususnya untuk Kabupaten Pekalongan dan keluarga serta nusa dan bangsa,” ujar bupati.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten pekalongan KH. Muslikh Khudori dalam sambutannya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap panitia dan peserta yang telah menyukseskan kegiatan tersebut serta berharap kegiatan tersebut dapat memberi dorongan semangat, “Kami berharap mudah-mudahan kegiatan semacam ini dapat menggugah kita, semangat kita untuk selalu memperjuangkan santri-santri yang ada di seluruh nusantara ini. Mudah-mudahan kegiatan ini juga bisa memberikan manfaat kepada seluruh yang hadir atas beberapa hadiah-hadiah yang diberikan kepada pemenang atau yang beruntung pada hari ini,” ujarnya.
Dalam kegiatan Jalan sehat tersebut, Bupati Fadia berkesempatan mengundi pemenang sekaligus menyerahkan hadiah utama berupa perjalanan umroh kepada peserta jalan sehat yang beruntung. Diketahui seorang warga dari Dukuh Kaliketing Desa Kalimojosari Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan berhasil memenangkan hadiah umroh tersebut.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 24 Oktober 2022
Bupati dalam kesempatan tersebut hadir didampingi sang suami Muhtarudin Ashraff Abu, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Pekalongan seperti Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho, Kepala BPKD Kabupaten Pekalongan Casmidi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Rahardjo, Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Kholid, Kabbag Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan R. Handy Artawan, Kabbag Perekonomian Setda Kabupaten Pekalongan Toharno, Kabbag Kesra Setda Kabupaten Pekalongan Subagyo, dan Kabbag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Pekalongan Heri Pancasilardi.
Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan KH. Muhtarom, sejumlah perwakilan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pekalongan, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kabupaten Pekalongan, Pimpinan Daerah (PD) Rifaiyah Kabupaten Pekalongan, Tokoh agama dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Pekalongan, serta Pengasuh Ponpes Se-Kabupaten Pekalongan.
Diketahui, sebelum ke Ponpes Al Falah Ploso, Bupati didampingi suami beserta rombongan dari Kabupaten Pekalongan yang jumlahnya mencapai 300 orang dan menggunakan 6 armada bus tersebut telah melakukan perjalanan berziarah ke makam KH Hasyim Asy'ari di Jombang.
Dalam sambutannya di Ponpes Al Falah, Bupati Fadia menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh jajaran Masyayikh dan sesepuh Ponpes Al Falah Ploso, “Saya dan rombongan Kabupaten Pekalongan merasa senang dan bahagia karena kita bisa berkumpul bersama. Terima Kasih Pak Kyai dan Bu Nyai atas sambutannya kami merasa sangat dihargai,” ujarnya.
Lebih lanjut, bupati juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Ponpes Al Falah Ploso Kediri karena telah melahirkan banyak ulama-ulama hebat di Kabupaten Pekalongan, “Kepada Ponpes Al Falah ini saya salut. Saya memang ingin datang, ingin tahu, ingin silaturahmi karena banyak sekali tokoh Kabupaten Pekalongan, para Kyai Pekalongan lulusan dari pesantren ini,” tuturnya.
Bupati Fadia berharap kegiatan tersebut dapat memberi barokah untuk semuanya, menjadi media silaturahmi antar sesama serta bermanfaat bagi para pengasuh ponpes di Kabupaten Pekalongan agar dapat mencontoh hal-hal baik dari Ponpes Al Falah untuk diterapkan di Ponpesnya masing-masing,
“Mudah-mudahan melalui acara hari ini kita lebih mengenal satu sama lainnya, yang tadinya tidak kenal menjadi kenal, satu rombongan menjadi kenal. Insya Allah menambah tali silaturahmi kita dan juga persaudaraan kita tambah ketat, rasa persaudaraan kita akan membuat kita nanti tambah mencintai Kabupaten Pekalongan,” kata bupati
“Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk para pemilik pesantren dari Kabupaten Pekalongan agar bisa melihat yang baik-baiknya dari pesantren Al Falah ini untuk diterapkan di Kabupaten Pekalongan. Sehingga Kabupaten Pekalongan minimal tidak kalah dengan Kediri. Soal santrinya, pesantrennya, agar bisa bersama-sama membesarkan islam di bumi yang kita cintai ini,” lanjutnya.
Mewakili Pengasuh Ponpes Al Falah KH. Muhammad Abdurrahman Al Kautsar atau akrab dipanggil Gus Kautsar dalam sambutannya menyampaikan tentang sejarah dan sistem pembelajaran yang diterapkan di Ponpes Al Falah. Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini ada kurang lebih 13.000 orang santri yang sedang menuntut ilmu di Ploso.
Pengasuh Ponpes Al Falah Nyai Hj. Lailatul Badriyah Djazuli atau lebih dikenal sebagai Nyai Hj. Badriyah dalam sambutannya menambahkan dengan menyampaikan beberapa hal terkait dengan sejarah dan kegiatan belajar yang diselenggarakan Ponpes Al Falah.
Kegiatan kunjungan tersebut diakhiri dengan kegiatan ramah tamah, serta berbincang antara bupati dengan Pengasuh Ponpes Al Falah KH. Nurul Huda Djazuli.
Usai kegiatan tersebut, Bupati Pekalongan didamping suami dan seluruh rombongan dari Kabupaten Pekalongan melanjutkan perjalanan ziarah ke Makam Sang Proklamator Kemerdekaan sekaligus Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno di Blitar.
Selain kegiatan kunjungan ke Ponpes Al Falah dan berziarah, Pemkab Pekalongan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional juga telah menyiapkan beberapa kegiatan menarik lainnya meliputi Jalan Sehat Hari Santri yang akan digelar pada Hari Jum’at 21 Oktober 2022, Apel Besar Hari Santri dan Pengajian Akbar Maulid Nabi dan Hari Santri pada Hari Sabtu 22 Oktober 2022, serta Karnaval Hari Santri pada Hari Minggu 23 Oktober 2022.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Jumat, 21 Oktober 2022
Dalam kegiatan penyerahan tersebut dilakukan penandatanganan berita acara antara Bupati Pekalongan dan Walikota Pekalongan, serta antara Sekda Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan. Selain itu juga dilakukan penyerahan secara langsung sertifikat Pasar Banyurip dari Pemkab Pekalongan kepada Pemkot Pekalongan.
Dalam sambutannya pada kegiatan yang digelar, Bupati Fadia mengungkapkan bahwa prosesi penyerahan tanah tersebut telah melalui proses yang panjang dan seyogyanya dilakukan pada saat pemekaran wilayah Kabupaten Pekalongan pada tahun 90-an. Akan tetapi karena berbagai kendala terkait aturan sehingga baru saat ini dapat dilaksanakan prosesi penyerahan secara resmi kepada Pemkot Pekalongan.
“Saat diminta oleh KPK untuk menyelesaikan aset pemerintah yang masih bingung antara Kota dan Kabupaten seperti ini. Dimana sertifikatnya milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan tapi pasarnya milik Kota Pekalongan. Saya meminta kepada Sekda untuk bertanya langsung terkait aturannya kepada Provinsi Jawa Tengah. Alhamdulillah jawaban dari Gubernur dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memang ini sudah bisa kita serahkan,” terang Bupati.
Lebih lanjut, Bupati mengatakan bahwa langkah yang diambil oleh Pemkab Pekalongan dalam rangka mentaati aturan, “Apakah aturannya boleh tidak, apakah aturannya yang kita lakukan sudah benar atau belum karena saya ingin melakukan segala sesuatunya kalau semuannya sesuai dengan aturan. Jika belum sesuai aturan saya minta untuk dikaji ulang sekali lagi,” ujarnya.
Bupati berharap melalui penyerahan tersebut, Pemkot Pekalongan dapat mengelola dan membangun Pasar Banyurip dengan lebih baik untuk kemakmuran dan kemajuan UMKM masyarakat luas,
“Saya titip kepada Pemkot Pekalongan supaya pasarnya dapat berkembang dengan baik, UMKM bisa berkembang dengan baik, dan juga bagi pemkot dengan adanya sertifikat, maka Pemkot Pekalongan dapat melakukan pembangunan lebih mudah. Aturan-aturannya bisa lebih mudah. Apalagi kita antara Kabupaten dan Kota Pekalongan ini hidup berdampingan dan hidup yang baik. Insya Allah segala sesuatunya kita musyawarahkan dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Walikota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen Pemkab Pekalongan dan Pemkot Pekalongan dalam upaya mentaati aturan yang berlaku.
“Alhamdulilah dengan komitmen kita bersama dengan tidak melihat untung rugi dan sebagainya. Tetapi semuanya kita lakukan semuanya untuk masyarakat seperti tentang pengelolaan dan pembangunan pasar kedepannya,” ujar Aaf sapaan akrab.
Aaf juga berharap bahwa penyerahan tersebut dapat menjadi awal sinegritas yang baik antara Pemkab Pekalongan dan Pemkot Pekalongan.
Gubernur Jawa Tengah diwakili oleh Plt. Inspektur Provinsi Jawa Tengah Dhoni Widianto menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Pemkab Pekalongan atas penyerahan tersebut,
“Kami Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi karena kalau tidak ada keikhlasan dari Bupati dan Pemerintah kabupaten Pekalongan ini tidak akan selesai dengan baik. Ini merupakan usaha dan kerja keras dari kita semua,” ujarnya.
Direktur Koordinasi Supervisi III KPK RI Brigjen Bahtiar Ujang Purnama melalui sambungan virtual Zoom juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan serta mengatakan bahwa kegiatan penyerahan tersebut bukan merupakan suatu kehilangan atau kerugian untuk Pemkab Pekalongan karena asset tersebut tetaplah milik pemerintah.
“Karena asset tersebut kembali kepada pemerintah. Kota Pekalongan merupakan representasi dari Pemerintah bukan ke pihak swasta atau pihak yang lainnya,” ujarnya.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 19 Oktober 2022
Anak-anak yang sebagian besar didampingi orang tua/ wali masing-masing dan para guru itu dikenalkan dengan tugas pemadam kebakaran, teknik pemadaman kebakaran dini, serta alat-alat pemadam kebakaran. Anak-anak juga terlihat sangat riang gembira ketika diberi kesempatan untuk menumpang mobil pemadam kebakaran mengeliling Alun-alun Kajen.
Dalam kesempatan tersebut, para orang tua./ wali siswa dan guru juga tak ketinggalan untuk mencoba berlatih memadamkan api dengan alat sederhana berupa air dan karung goni basah maupun modern, dengan tabung APAR (alat pemadam api ringan).
Kasubag TU UPTD Pemadam Kebakaran Satpol PP Damkar Kabupaten Pekalongan, Muhtasor, mengatakan, kegiatan edukasi, sosialisasi dan simulasi pencegahan kebakaran dini yang diberikan oleh petugas pemadam kebakaran antara lain terkait teknik pemadaman dini, pengenalan alat, serta pemadaman dengan menggunakan peralatan sederhana dan modern. “Harapannya, anak-anak bisa mengetahui apa itu api dan kebakaran dan bahayanya juga dan bagaimana anak-anakku juga mempunyai daya ingat tentang teknik pemadaman api dengan menggunakan peralatan yang sederhana maupun modern,” ujar Muhtasor.
Kepala TK Negeri Pembina Kabupaten Pekalongan Suatmi menyebutkan, jumlah siswa yang mengikuti kegiatan sebanyak 125 anak didampingi orang tua/wali dan guru, dan jumlah seluruhnya sekitar 250 orang. Suatmi berharap, melalui kegiatan tersebut, anak-anak bisa mengetahui praktek, tidak hanya teori di sekolah.” Anak-anak jadi betul-betul merasakan dan praktek langsung apa yang diterangkan guru di sekolah Anak-anak jadi tahu pemadam kebakaran seperti ini, bisa juga menumbuhkan kepercayaan diri pada anak. Ada aspek pengetahuan dan ketrampilan di dalamnya. Tadi banyak anak yang berani praktek memadamkan api,” ungkap Atmi, sapaan Suatmi. Dia mengatakan, kegiatan merupakan program sekolah yang sudah diagendakan pada awal Tahun Ajaran.
Ketua IGTKI Kabupaten Pekalongan, Azir, yang juga merupakan guru Kelas B TK Pembina Kabupaten Pekalongan, mengutarakan, kegiatan merupakan kegiatan pembelajaran di luar kelas yang merupakan salah satu program tahunan.”Ini merupakan salah satu program P5, yaitu Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Di sana ada tema bernama Cinta Bumi. Dalam rangka Cinta Bumi ini, upaya penyelematannya, salah satunya adalah menyelamatkan dari kebakaran. Anak TK Negeri Pembina Kabupaten Pekalongan kami coba persiapkan untuk menjadi generasi penerus yang siap menanggulangi permasalahan dan memiliki pengetahuan, pengalaman,dan ketrampilan dalam menangani kebakaran. Agar anak-anak memiliki jiwa penolong,” terang dia.
Dia berharap dapat menerapkan Gerakan Cinta Bumi di seluruh TK di Kabupaten Pekalongan. Terkait gerakan cinta bumi, anak-anak bisa dikenalkan dengan upaya melestarikan budaya Kabupaten Pekalongan seperti kesenian sintren, cara memproduksi batik, tradisi seperti sedekah bumi, serta kuliner khas daerah. bisa kita kenalkan kepada anak. (red)
Senin, 17 Oktober 2022
Bupati dalam sambutannya pada kegiatan tersebut, menyampaikan dukungan dan memberikan semangat kepada anak-anak peserta lomba MAPSI Tingkat SD, “Anak-anakku semuanya semangat mengikuti lombanya. Apapun hasilnya kalian semuanya tetap hebat dan luar biasa karena ada ribuan anak di Kabupaten Pekalongan tetapi tidak semuanya bisa mengikuti lomba MAPSI ini. Jadi apapun hasilnya nanti kalian tetap merupakan kebanggaan,” tutur bupati.
Selanjutnya, bupati juga menyampaikan tentang pentingnya pendidikan agama bagi anak-anak, “Pendidikan apapun, sehebat apapun anak kita, kalau pendidikan agamanya tidak kuat, itu tidak akan dapat menjadi anak yang baik seutuhnya,” ujar bupati.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta kepada guru-guru untuk dapat membentuk akhlak anak-anak di Kabupaten Pekalongan menjadi baik, “Pendidikan agama ini menurut saya adalah dasar yang paling penting dimana selain kita mengajarkan anak mengaji, mengajarkan hukum-hukum islam, yang tidak kalah penting kita ajarkan kepada anak-anak adalah akhlak yang baik kepada anak-anak kita,” katanya.
"Ini harus kita ajarkan dari tingkat dasar dan paling penting sekali, karena anak-anak kita ini adalah bakal calon pemimpin-pemimpin Kabupaten Pekalongan. Jika akhlaknya tidak baik, pendidikan agamanya tidak baik, setinggi apapun tidak akan baik. Jadi pendidikan agama ini merupakan dasar yang paling dasar untuk anak-anak kita yang harus kita berikan sejak mereka masih sangat kecil,” lanjut bupati.
Melalui lomba MAPSI tersebut, bupati berharap anak-anak Kabupaten Pekalongan dapat berprestasi mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan bahkan sampai tingkat provinsi maupun sampai tingkat nasional.
Sebelumnya, Ketua Panitia Lomba MAPSI SD H. Malikin, S.Pdi mengungkapkan bahwa kegiatan lomba MAPSI tersebut diikuti oleh 532 peserta dari 19 kecamatan di Kabupaten Pekalongan.
“Dalam kegiatan ini berbagai cabang lomba dilombakan terdiri dari Bidang Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) meliputi pengetahuan PAI dan BTQ, praktek Shalat Fardhu, adzan dan iqamah. Selain itu juga ada bidang seni meliputi Seni Hifdzil Qur’an, Seni Tilawah Qur’an, Seni Kaligrafi, Seni Khitobah, Seni Keterampilan Komputer, Seni Macapat Islami, dan Seni Rebana Klasik dan Modern,” terangnya.
Selain itu, ia juga menuturkan bahwa juara 1 pada lomba MAPSI tersebut nantinya akan menjadi wakil Kabupaten Pekalongan pada lomba tingkat provinsi.
“Juara 1 nantinya akan menjadi duta pada perlombaan Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan dilaksanakan pada Hari Jum’at sampai dengan Minggu tanggal 4-6 november 2022 di Asrama Haji Donohadun Boyolali,” ujarnya.
Dalam lomba MAPSI tersebut turut hadir, Ketua BAZNAS Kabupaten Pekalongan K.H. Muhtarom Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Kholid, S.IP., MM., Kepala Bagian Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan R. Handy Artawan, S.Kep., MM., Camat Wiradesa beserta Forkopimcam, Korwil Bidang Pendidikan se-Kabupaten Pekalongan, K3SD Se-Kabupaten Pekalongan, serta Para Kepala Sekolah Dasar Negeri dan Swasta se-Kabupaten Pekalongan.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Jumat, 14 Oktober 2022
Kegiatan upacara berlangsung dengan khikmat dan lancar diikuti oleh seluruh peserta upacara yang terdiri atas unsur TNI, Polri, PNS, Perangkat Desa Pakumbulan, Pelajar, dan komponen masyarakat Kecamatan Buaran.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir, Dandim 0710 Pekalongan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pekalongan, Kepala Bappeda Kabupaten Pekalongan, Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Wakapolres Pekalongan, dan Perwakilan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan.
Bupati Pekalongan melalui sambutan yang dibacakan sekda, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada TNI dan seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan TMMD di Desa Pakumbulan, serta mengajak seluruh elemen Pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat untuk mendukung dan bekerjasama untuk menyukseskan TMMD Sengkuyung III di Desa Pakumbulan agar berjalan dengan baik dan lancar.
“Kami ingin seluruh desa di Kabupaten Pekalongan semakin maju dan mandiri. Kehidupan rakyat Kabupaten Pekalongan semakin sejahtera, jalan dan jembatan semakin memadai sehingga aksesibilitas dan mobilitas orang dan barang dari dan ke desa semakin lancar. Sarana prasarana fasilitas umum untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat juga semakin baik,” ucap sekda.
Selain itu disampaikan pula oleh sekda bahwa Bupati Pekalongan berharap agar masyarakat Desa Pakumbulan dan Watusalam yang menjadi lokasi TMMD dapat memelihara hasil dari kegiatan TMMD Sengkuyung III dengan baik. Sehingga tujuan dan sasaran yang telah dicapai melalui kegiatan tersebut dapat berguna dan bermanfaat untuk kepentingan bersama.
Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Rizki Aditya S.Sos., M.Han. melalui wawancara singkat mengungkapkan bahwa kegiatan TMMD Sengkuyung III menyasar pembuatan turap jalan sepanjang kurang lebih 700 meter didesa Pakumbulan karena alasan memiliki struktur tanah yang kurang stabil.
“Desa Pakumbulan ini memiliki struktur tanah yang agak kurang bagus sehingga perlu dibuatkan turap agar tanah tidak longsor dan jalan tidak amblas,“ terangnya.
Dandim berharap agar kedepannya TMMD dapat membantu pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk melakukan pembangunan dengan biaya yang lebih besar sehingga dapat menjangkau daerah-daerah terpencil dan pelosok yang sulit dijangkau di Kabupaten Pekalongan.
“Dengan begitu kami berharap manfaat dari kegiatan TMMD dapat dirasakan masyarakat yang tinggal di daerah-daerah yang jauh maupun yang ada di pedalaman sekalipun,” jelasnya.
Kegiatan TMMD di Desa Pakumbulan rencananya akan dilaksanakan selama 30 hari terhitung dari tanggal 11 Oktober 2022 hingga 9 November 2022 dengan rincian kegiatan pembangunan fisik berupa 2 segmen turap jalan yang meliputi segmen I turap sepanjang 384 meter dengan tinggi 0,6 meter dan segmen II turap dengan panjang 321 meter dan tinggi 0,6 meter.
Demikian dikatakan bahwa dalam kegiatan TMMD Sengkuyung III juga akan dilaksanakan berbagai kegiatan penyuluhan yang menarik dan bermanfaat untuk masyarakat Desa Pakumbulan dan sekitarnya seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan kampanye penerimaan prajurit TNI, penyuluhan Kamtibmas, penyuluhan kesehatan, penyuluhan pertanian dan peternakan, penyuluhan UMKM, penyuluhan kebencanaan, dan penyuluhan PKK.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 13 Oktober 2022
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Pekalongan diwakili kehadiranya oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si.
Sekda mengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut digelar dalam rangka edukasi dan pembinaan kepada para camat dan kades terkait langkah apa saja yang perlu dilakukan dalam konteks pengelolaan dana desa yang baik sesuai aturan untuk menantisipasi dampak inflasi daerah pada tingkat desa di Kabupaten Pekalongan.
“Karena ada ruang melakukan perubahan APBDes yang batasnya adalah Oktober. Hari ini kami memberikan pembekalan sekaligus pendampingan dari Kejaksaan untuk paling tidak untuk memberikan pemahaman kepada para camat dan kades apa saja yang bisa dilakukan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan dalam perubahan APBDes,” jelas Sekda.
Lebih lanjut sekda mengatakan bahwa inflasi dapat menyebabkan kenaikan-kenaikan harga komoditas.
“Berdasarkan hasil pengamatan Tim Pengendalian Inflasi daerah (TPID) Kabupaten Pekalongan diketahui bahwa beberapa harga komoditas mulai naik. Namun harga komoditas secara umum masih bisa dikendalikan terutama dari sisi ketersediaan barang maupun dari sisi keterjangkauan harga,” ujar sekda.
Dikatakan juga oleh sekda, bahwa peningkatan harga komoditas dapat menyebabkan meningkatnya jumlah masyarakat miskin dan miskin ekstim di Kabupaten Pekalongan karenanya Pemkab Pekalongan berupaya untuk mengantisipasi dan menekan dampak inflasi terutama pada tingkat desa.
Diketahui bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2022, serta Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Nomor 414 / 03666 2022 tentang Pengendalian Inflasi dan Mitigasi Dampak Inflasi Daerah pada Tingkat Desa yang sebelumnya pernah dikeluarkan oleh Pemkab Pekalongan pada bulan September 2022.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Pekalongan Feni Nilasari, S.H., M.H. yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menuturkan bahwa saat ini sejumlah Kementerian, Lembaga, serta Kejaksaan telah diperintahkan langsung oleh pimpinan untuk memberikan pendampingan kepada para Kepala Daerah maupun jajaranya di tingkat kecamatan dan desa dalam upaya antisipasi dampak inflasi daerah.
“Jadi kita diminta oleh Kajati agar jajaran level yang dibawahnya ini untuk melakukan pendampingan dalam hal inflasi ini. Yang bisa kami lakukan dan berikan adalah pendampingan sesuai dengan kewenangan kami melalui Kasi Datun yang memiliki fungsi perdata dan tata usaha,” ujarnya.
Kajari berharap agar kegiatan yang digelar siang itu, dapat membawa dampak yang baik untuk kemajuan Kabupaten Pekalongan dalam upaya mengantisipasi dampak inflasi daerah serta dapat membantu para Kades di Kabupaten Pekalongan dalam rangka pengelolaan dana desa.
“Dalam penggunaan dana desa terkadang para kades masih memiliki rasa ketidaktahuan atau bingung sehingga Kejaksaan melalui Kasi Datun hadir untuk membantu dan memberikan masukkan-masukkan kepada para kades,” kata Kajari.
Disamping itu, Kajari juga menuturkan bahwa pihaknya melalui Kasi Datun siap berkolaborasi dengan tim pengendalian inflasi yang dibentuk oleh Pemkab pekalongan untuk melakukan pendampingan untuk menekan berbagai permasalahan terkait dengan inflasi yang ada di Kabupaten Pekalongan.
“Permasalah-permasalahan pada level desa nantinya dapat disampaikan secara berjenjang kepada kami,” ujarnya.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 13 Oktober 2022
“Pemerintah Kabupaten Pekalongan tentunya memberikan apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan karena merupakan kegiatan yang sangat-sangat positif,” ujar sekda.
Lebih lanjut, Sekda Akbar berharap Pemkab Pekalongan dapat dilibatkan untuk berkolaborasi pada penyelenggaraan event serupa selanjutnya, “Jika kami Pemerintah Daerah diajak, nanti kami dapat melibatkan dinas teknis kami yaitu Dinporapar. Agar kegiatan ini nantinya dapat dikemas lebih menarik lagi dengan konsep sebagai wisata dan juga kita bisa melibatkan UMKM,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut sekda juga mengatakan bahwa Kabupaten Pekalongan sangat cocok untuk kegiatan Trail Adventure karena memiliki medan-medan yang menarik untuk dijelajahi.
Ketua Panitia Bakti Sosial dari Komunitas Pas Triad Ruben dalam kesempatan wawancara mengungkapkan bahwa kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitasnya itu merupakan event rutin tahunan yang sudah berjalan beberapa kali.
“Kegiatan baksos ini, kita sebenarnya sudah yang ke-6. Jadi kegiatan ini hampir tiap tahun kita laksanakan. Pada Covid kemarin pun kita laksanakan secara sederhana. Hanya saja kali ini bersamaan dengan HUT TNI Ke-77 Tahun. Ini kita gabungkan dan lokasi tahun ini di Kesesi dengan jalur baru,” terangnya.
Ruben juga menuturkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 600an peserta dari Kabupaten Pekalongan dan juga daerah lain di Jawa Tengah.
Selain baksos, dalam kegiatan pagi itu juga dilaksanakan pemberian santunan kepada anak yatim serta penyaluran dana bantuan dari Komunitas Pas Triad dan Pemkab Pekalongan untuk keperluan pembangunan Masjid Muftahul Huda hingga total dana bantuan mencapai Rp. 115 juta.
“Alhamdullah, mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat untuk pembangunan Masjid Miftahul Huda di Kecamatan Kesesi,” tutur Ruben.
Sebelumnya, Kepala Desa Kesesi Januar Iswanto dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas penyelenggaraan acara Baksos di Desa Kesesi, “Dan juga atas nama takmir Masjid Miftahul Huda kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih karena memang Masjid Miftahul Huda ini masih dalam tahap pembangunan sehingga masih banyak membutuhkan tenaga, pikiran, maupun material untuk menyukseskan pembangunan masjid ini,” ujarnya.
Ia berharap melalui kegiatan baksos di Desa Kesesi akan meningkatkan sinegritas antara Pemerintah Desa dengan Pemerintah Kecamatan dan juga Pemerintah Kabupaten, “Kami juga berharap semoga bisa terjalin silaturahmi dengan para trabaster dan harapannya kedepannya bisa lebih baik. Jangan sungkan untuk melakukan perhelatan didesa Kesesi karena Kesesi secara topografi memungkinkan untuk dilakukan event-event bahkan mungkin di skala yang lebih besar lagi,” ujarnya.
Kegiatan Bakti Sosial pagi itu juga dihadiri oleh Wakapolres Pekalongan, Perwakilan Dandim 0710 Pekalongan, dan Forkopimcam kesesi.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 13 Oktober 2022