KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM. menghadiri kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus peringatan Hari Santri Nasional yang digelar oleh masyarakat Desa Pantianom di Masjid Jami’ Al-Hidayah Desa Pantianom Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan, Rabu (26/10) malam.
Dalam sambutannya pada kegiatan tersebut Bupati Fadia menyampaikan bahwa acara tersebut sebagai momen untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah, “Acara ini sebagai pengingat hari lahir rasulullah, mengingat kebaikan-kebaikannya dan juga menunjukkan kecintaan kita kepada rasulullah. Jika kita mencintai rasulullah kita memperingati hari kelahirannya, rasulullah juga akan mencintai kita dan akan mengingat kita semua. Dan kita yang hadir di acara ini semoga mendapatkan barokah, mendapatkan support kebaikan-kebaikan rasulullah sehingga hibup kita menjadi lebih baik,” ujar Bupati.
Selain itu dalam suasana peringatan Hari Santri Nasional, kepada masyarakat dan seluruh hadirin sekalian, bupati menyampaikan bahwa Pemerintah kabupaten Pekalongan telah menunjukkan perhatian kepada para guru pesantren dengan memberikan tambahan insentif,
“Alhamdulillah Kabupaten Pekalongan tahun ini, 1000 guru pesantren sudah mendapatkan insentif dari Pemerintah kabupaten Pekalongan. Kami berharap dan titip kepada para guru pesantren di Kabupaten Pekalongan agar dapat memperhatikan dan membimbing anak-anak supaya menjadi anak yang baik,” katanya.
Majelis Wakil Cabang (MWC) Kecamatan Bojong Ustadz Haikal Hasan dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap panitia dan pengurus ranting NU Desa Pantianom yang telah bergotong royong menyelenggarakan acara Maulid Nabi Muhammad dan peringatan Hari Santri Nasional tersebut.
“Bapak/Ibu yang perlu kita pahami dan tekankan yaitu acara demi acara Maulid Nabi Muhammad yang setiap tahun kita laksanakan jangan sampai hanya sekedar acara rutinan saja tetapi agar lebih bermakna dan bermakna setiap tahunnya,” katanya.
Selain ramai dihadiri warga masyarakat, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh beberapa Kepala OPD dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Forkopimcam, Jajaran unsur pemerintah Desa Pantianom, Para Tokoh masyarakat dan Tokoh Agama dilingkungan Desa Pantianom.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 27 Oktober 2022
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM. menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Desa Wuled serta Tokoh Masyarakat Desa Wuled yang mempunyai inisiatif membangun jogging track di Desa Wuled. Bahkan sebagai wujud syukur, pemerintah Desa Wuled mengadakan kegiatan tasyukuran dan mengundang Bupati Pekalongan dalam acara yang digelar di Lapangan HW Desa Wuled Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, Rabu (26/10).
KAJEN – Pemkab Pekalongan menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 8 persen pada tahun 2023. Saat ini, angka stunting di Kabupaten Pekalongan sebesar 11,08 persen.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3A PPKB), dokter Eko Wigiantoro, M.Kes dalam sambutan pada Pembukaan Sosialisasi Gotong-royong Cegah Stunting (Gong Ceting) di Kabupaten Pekalongan yang diselenggarakan di Aula Lantai 3 Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (26/10).
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus meresmikan Masjid Jami’ Nurul Anwar Desa Wonorejo Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan pada, Selasa (25/10/2022).
Pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan rasa senangnya bisa hadir di Desa Wonorejoserta mengapresiasi kekompakan masyarakat 4 RT di Desa Wonorejo yang telah membangun mushola menjadi Masjid Jami’ Nurul Anwar yang megah dan bagus.“Mudah-mudahan dengan adanya masjid inidapat diisi dengan kegiatan-kegiatan yang positifdan dapat menjadi tempat kita meningkatkan silaturahmi yang baik disini dengan cara sholat berjamaah, mengaji bersama, dan juga bagi anak-anak agar bisa mengaji disini sehingga masjid kita ini hidup dan membawa berkah untuk Desa Wonorejo ini,” tutur Fadia.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq melantik 54 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan menjadi Pejabat Fungsional Kesehatan yang diberikan tugas tambahan sebagai Kepala Puskesmas (KaPus) dan Kepala Tata Usaha (KaTU) di 27 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di Kabupaten Pekalongan. Pelantikan dilaksanakan di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (25/10/2022)
KAJEN – Untuk mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Pekalongan khususnya pengelolaan sampah rumah tangga dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menyalurkan bantuan 21 roda 3 pengangkut sampah kepada 21 Kelompok/Desa di Kabupaten Pekalongan.
KAJEN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen Hari ini, Senin (24/10) melaksanakan kegiatan survei akreditasi yang dilaksanakan oleh Tim dari Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna. Dalam kegiatan tersebut Bupati Fadia Arafiq turut hadir dalam rangka memberikan dukungan atas kegiatan akreditasi yang dilaksanakan.
KAJEN – Peringatan Hari Santri Nasional 2022 di Kabupaten Pekalongan semakin semarak dan meriah dengan dilaksanakannya kegiatan Pengajian Umum dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Santri Nasional yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan di Halaman Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Pekalongan Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan, Sabtu (22/10) malam. Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Pekalongan mengundang Kiai kondang yakni K.H. Fikri Haikal MZ sebagai penceramah.
KAJEN – Terkenal dengan julukan khas sebagai Kota Santri. Kabupaten Pekalongan tak ketinggalan untuk merayakan dan memperingati Hari Santri Nasional 2022 yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2022 dengan menggelar kegiatan Apel Besar Hari Santri Nasional 2022 yang dipusatkan di Stadion Manggala Krida Kecamantan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan pada Sabtu (22/10) pagi.
“Jogging Track ini menurut saya tidak main-main. Karena tidak semua desa punya. Ini karena inisiatif yang baik dari Kepala Desa, Jajaran Pemerintah Desa, dan Tokoh Masyarakat Desa Wuled,” tutur bupati Fadia.
Lebih lanjut, Bupati sempat menyinggung terkait pemasangan lampu yang ada diarea Lapangan Baru Desa Wuled yang merupakan hasil dari Turnamen sepakbola Wuled Cup I yang pernah digelar beberapa waktu yang lalu, “Kemarin turnamen bola Desa Wuled, saya juga hadir dan saya kaget Desa Wuled bisa mendapatkan lampu,” ujar bupati.
Selain itu, Bupati juga menyampaikan pujian lainnya kepada Pemerintah Desa Wuled yang dalam kesempatan itu juga membagikan ratusan ekor ayam dan pohon nangka, kepada masyarakat “Saya lihat inisiatif baik lainnya yaitu potensi Desa Wuled hari ini juga dibagikan kepada masyarakat berupa ayam dan bibit pohon nangka. Mudah-mudahan yang kita bagikan hari ini bermanfaat dan meningkatkan ekonomi warga Desa Wuled dan juga nanti kedepannya bisa inisiatif yang lain lagi. Nanti kita bagikan lagi yang lain,” kata bupati
Sebelumnya, Kepala Desa Wuled Wasduki Djazuli dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Wuled, “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya khususnya kepada pengurus RT dan seluruh masyarakat Desa Wuled yang telah bekerjasama yang baik selama ini dalam hal menjaga dan membangun Desa Wuled yang kita cintai ini,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat Desa Wuled dapat terus menjaga kekompakan dan bersatu untuk terus melakukan pembangunan di Desa Wuled bahkan sampai generasi yang akan datang, “Saya titip kebersamaan ini kita jaga. Kebersamaan dan persatuan ini kita jaga betul-betul sampai anak cucu. Yang mananya pembangunan sepintar pintarnya lurah tanpa adanya kerjasama itu saya yakin 0 persen. Oleh karena itu saya atas nama pribadi maupun atas nama Kepala Desa banyak-banyak mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Wuled,” lanjutnya.
Kegiatan tasyukuran yang digelar sore itu terpantau ramai diikuti oleh warga masyarakat yang hadir untuk memeriahkan acara tersebut maupun yang hadir karena ingin bertemu langsung dengan Bupati Pekalongan.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diikuti oleh beberapa Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Forkopimcam Tirto, Tokoh masyarakat dan tokoh agama Desa Wuled, serta jajaran Pemerintah Desa Wuled. .
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 27 Oktober 2022
“Pada tahun 2021, stunting di Kabupaten Pekalongan 13,48 persen. Alhamdulillah saat sekarang, sebagaimana laporan dari Dinkes, turun menjadi 11,08 Persen. Angka di bawah rata-rata Jawa Tengah yang angkanya 20,5 Persen. Apalagi kalau target Nasional 2024 14%, kita sudah lulus lah. Namun demikian, kita tidak boleh berleha-leha,” ungkap dokter Eko.
Oleh karena itu,menurutnya, pemkab perlu terus berupaya keras untuk menurunkan prevalensi stunting untuk mencapai target 1 digit. “Karena target Ibu Bupati, tahun 2023 diturunkan lagi 3 persen. Jadi kalau sekarang 11, turun 3 persen, jadi sekitar 8 persen. Nah itu yang kita kejar, oleh karena itu, kita bersemangat,” ujarnya.
Pemkab Pekalongan memiliki 39 desa lokus stunting. “Sepuluh lokus sudah dirampungkan Unsoed, yang 29 nya kita akan replikasi. Kita, Dinkes dan OPD terkait lainnya bisa bekerja sama agar target penurunan 3 persen di 2023 bisa tercapai,” ucap dia. .
Sebelumnya, Ketua Jurusan Ilmu Gizi FIKes Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Indah Nuraeni, S.TP, M.Sc dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Gong Ceting yang dijalankan pada tahun 2022 ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan se-Jawa Tengah dengan melibatkan 14 Pemkab dan 16 perguruan tinggi di Jateng yang idukung BKKBN dan Kemendikbud Ristek.
“Kegiatan bertujuan meningkatkan peran perguruan tinggi dalam berkolaborasi dengan pemda, khususnya Pemkab Pekalongan sebagai upaya membantu percepatan penurunan prevalensi stunting,” ujarnya.
Menurutnya, stunting merupakan permasalahan bersama yang perlu melibatkan berbagai sektor. “Kami dari Perguruan Tinggi, dari Unsoed, Fakultas Ilmu Kesehatan, menyatakan siap berkolaborasi dengan Pemkab Pekalongan dan masyarakat, untuk menanggulangi permasalahan stunting di Kabupaten Pekalongan, khususnya di sepuluh desa terpilih yang menjadi lokus stunting,” imbuhnya.
Pihaknya berharap, Kegiatan Gong Ceting bisa menjadi salah satu upaya bersama yang akan dilakukan dan sukseskan bersama-sama dengan pemkab, masyarakat desa, stakeholder terkait dan pendamping dari perguruan tinggi.
Kegiatan Gong Ceting terdiri dari Pelatihan peningkatan ketrampilan TPK dalam pendataan dan identifikasi risiko stunting, pendampingan pendataan lapangan oleh mahasiswa, analisis data, dan audit kasus stunting, pelatihan pendampingan ibu dasawisma terhadap ibu hamil dan ibu menyusui, pendampingan oleh mahasiswa dan kader kesehatan terhadap ibu hamil dan menyusui, program e-KIE (e-Komunikasi Informasi dan Edukasi) pada keluarga berisiko stunting menggunakan hasil inovasi media dari perguruan tinggi dan mitra, pendampingan pengelolaan program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), pengembangan produk pangan lokal, edukasi dan pendampingan rumah pangan lestari, serta Kampanye Gong Ceting.
Dalam kegiatan hari itu juga dilakukan pemaparan Analisis Situasi Stunting di Kabupaten Pekalongan oleh Sekretaris Dinas P3APPKB, dokter Budi Darmoyo serta Sosialisasi Kegiatan Gong Ceting oleh Erna Kusumawati S.KM M.Kes dari Jurusan Ilmi Gizi FI Kes Unsoed. Kegiatan dihadiri 125 undangan yang terdiri dari Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Pekalongan, para Jurusan Ilmu Gizi Unsoed, camat dan 10 kepala desa lokus stunting terpilih, para penyuluh KB, para tim pendamping keluarga, Ketua Tim Penggerak PKK Desa, Ketua Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).
Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan
Rabu, 26 Oktober 2022
Sementara itu, Kepala Desa Wonorejo Kecamatan Wonopringgo H. Khafif dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada segenap panitia dan juga masyarakat Desa Wonorejo, “Saya selaku Kepala Desa sekaligus pengurus Masjid Nurul Anwar mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah berhasil menyelenggarakan acara ini dan juga terima kasih kepada masyarakat Desa Wonorejo RT 10, 11, 12, 13 yang telah menyukseskan dan telah bergotong royong membangun Masjid Jami’ Nurul Anwar ini,” ujarnya.
Acara Peringatan Nabi Muhammad SAW sekaligus Peresmian Masjid Jami’ Nurul Anwar tersebut, terpantau ramai dipadati warga. Dalam kegiatan tersebut, panitia secara khusus mengundang Nyai Hj. Alfiyatul Muniroh yang merupakan Pengasuh Ponpes Baitul Makmur Bojonegoro Jawa Timur.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 26 Oktober 2022
Bupati dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan harapan agar para KaPus dan KaTU yang baru saja dikukuhkan dapat membuat Puskesmas yang dipimpinnya mendapatkan akreditasi yang baik dan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Puskesmas di Kabupaten Pekalongan adalah penyangga dari visi dan misi bupati karena kesehatan gratis cukup pakai KTP berawal dari Puskesmas,” tutur bupati.
Dalam kesempatan tersebut Bupati menyampaikan sejumlah pesan kepada para KaPus dan KaTU Puskesmas yang baru dilantik agar selalu berhati-hati dalam menjalankan tugasnya, terutama kepada pihak-pihak yang mengatasnamakan Bupati Pekalongan.
Tak lupa Fadia juga mengingatkan agar setiap Puskesmas dapat membuat tim di bagian pendaftaran untuk membantu masyarakat sekaligus melakukan proses verifikasi terhadap masyarakat tidak mampu yang ingin menggunakan layanan kesehatan gratis cukup Pakai KTP, karena masih banyak yang belum mengetahui prosedurnya dengan jelas.
Fadia juga menyampaikan keinginannya untuk mengadakan apel besar bagi staf di RSUDdan Puskesmasyang ada di Kabupaten Pekalongan. “Saya minta kepada Kepala Dinkes agar nanti kita mengadakan apel besar disetiap rumah sakit dan Puskesmas.Pada apel tersebut kita buat pakta integritas, yaitu apabila mereka memberikan pelayanan yang baik disimbolkan dengan bintang seperti di rumah sakit swasta sehingga mereka melakukan yang terbaik, yang bagus akan kita berikan reward dan harapannya pelayanan terbaik akan ada di Kabupaten Pekalongan,” kata bupati.
Kegiatan dihadiri oleh Sekda Kabupaten Pekalongan, pejabat di lingkungan Setda Kabupaten Pekalongan, beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, serta Para Kepala Rumah Sakit di Kabupaten Pekalongan.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 26 Oktober 2022
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada para penerima atau pewakilan bertempat di Kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, dan Lingkungan Hidup (Dinas Perkim dan LH) Kabupaten Pekalongan Kecamatan Kajen, Senin (24/10) siang.
Dalam sambutannya, bupati berharap agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kebersihan di tingkat desa, “Bapak/Ibu yang hari ini menerima bantuan, saya harapkan dapat memanfaatkanya dengan baik agar bisa menjadi contoh untuk desa-desa lainnya di Kabupaten Pekalongan karena adanya sampah ini, kita dan desa kita tidak akan sehat, tidak akan bisa mencapai yang namanya bersih, tidak akan bisa mencapai percontohan dan lain-lainnya kalau masih banyak sampah berserakan.” Tutur Bupati.
Dikatakan juga bahwa masalah sampah di Kabupaten Pekalongan masih merupakan PR besar bagi Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Pekalongan, karenanya dengan adanya bantuan toda 3 pengangkut sampah diharapkan masyarakat dan desa dapat lebih mandiri dalam melakukan pengelolaan sampah khususnya sampah rumah tangga.
Bupati mengatakan Pemkab Pekalongan juga akan melakukan pengecekan kepada para penerima bantuan untuk melihat efektivitas bantuan yang diberikan terhadap kebersihan lingkungan di desa-desa yang menerima bantuan tersebut, “Bapak/Ibu yang hari ini menerima bantuan, saya minta berarti nanti kita akan cek apakah desanya setelah menerima bantuan ini benar-benar bersih atau tidak. Apakah masih bermasalah atau tidak. Kalau masih bermasalah dengan sampah berarti bantuan hari ini sia-sia,” ujar bupati tegas.
Dalam kesempatan tersebut bupati juga mengungkapkan harapannya agar dapat memberikan bantuan serupa kepada kelompok/desa lainnya yang membutuhkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkim dan LH Kabupaten Pekalongan Rudy Sulaiman melaporkan bahwa bantuan roda 3 pengangkut sampah diberikan kepada 21 kelompok/desa di wilayah Kabupaten pekalongan dengan total anggaran kurang lebih senilai Rp. 715 juta rupiah.
“Penyerahan bantuan hibah roda tiga merupakan wujud atau komitmen Pemkab Pekalongan khususnya Bupati untuk menyosialisasikan prinsip pengurangan sampah dari sumber sampah di tingkatan masyarakat,” terangnya.
Rudy mengatakan bahwa penyaluran bantuan tersebut juga diharapkan dapat menjadi pemicu masyarakat untuk lebih bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah yang dihasilkan.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 25 Oktober 2022
Bupati dalam sambutannya, menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim surveyor akreditasi dan juga menjelaskan bahwa RSUD Kajen merupakan salah satu rumah sakit daerah di Kabupaten Pekalongan yang memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, “Rumah sakit swasta memang dikenal memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasien. Tetapi selama ini RSUD Kajen juga telah memberikan pelayanan yang sama baiknya dengan rumah sakit swasta. RSUD Kajen tidak kalah,” ujar bupati.
Lebih lanjut, Bupati mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan sangat mendukung RSUD Kajen, “Kami Pemerintah sangat mensupport RSUD Kajen. Saya ingin rumah sakit ini yang memang letaknya ada di Kabupaten Pekalongan benar-benar bisa lebih bagus. Bahkan dapat lebih baik dari pada rumah sakit swasta” tuturnya.
Namun begitu kepada tim surveyor akreditasi, Bupati mengatakan bahwa RSUD Kajen masih memiliki sejumlah kekurangan, akan tetapi ia berjanji untuk terus melakukan pembenahan, “Saya yakin masih ada kekurangan-kekurangan karena anggaran yang terbatas dan kita juga harus selalu sesuai dengan aturan. Semuanya berbasis aturan. Namun, Saya sebagai Bupati dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tentunya akan mensupport penuh RSUD Kajen ini dan akan melakukan perbaikan apa-apa yang yang belum baik,” kata bupati.
Bupati berharap agar kegiatan akreditasi yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar dan RSUD Kajen dapat mencapai paripurna, “Saya berharap agar kita bisa mencapai paripurna dan bisa mendapatkan akreditasi dengan baik. Mudah-mudahan tim kami dari RSUD Kajen selalu mempertahankan kebaikan-kebaikan yang sudah ada dan selalu memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan ,” tandas Bupati Fadia.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Fadia Arafiq juga sempat mengungkapkan bahwa Pemkab Pekalongan berencana untuk melakukan pembangunan RSUD Kajen menjadi lebih bagus pada Tahun 2023 nanti.
Sementara itu, Surveyor Akreditasi Nina Nilawati mengungkapkan bahwa timnya telah melaksanakan kegiatan survei di RSUD Kajen selama 2 hari ini, “Yang pertama secara daring pada tanggal 20 Oktober 2022 yang meliputi dokumen. Memang untuk dokumen sudah oke, apalagi kemarin sudah survei simulasi. Kemudian tanggal 24-25 Oktober 2022 kami juga melakukan penelitian dilapangan pada hari ini dan besok,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut Nina juga membagikan kesannya terhadap RSUD Kajen yang menurutnya terlihat bersih dan telah melaksanakan sesuai dengan strandar. Namun begitu nina mengatakan bahwa pelayanan kepada pasien dan juga peningkatan kenyamanan bagi para pengunjung serta pasien rumah sakit masih dapat ditingkatkan lebih baik lagi.
Direktur RSUD Kajen Imam Prasetyo dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa Bupati dan Pemkab Pekalongan selama ini berkomitmen untuk mendukung RSUD Kajen untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, “Kami dari RSUD Kajen selalu berupaya memberikan pelayanan yang baik, memberikan peningkatan mutu dan sarana dan prasarana yang baik kepada masyarakat. Untuk saat ini dukungan dari Bupati dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat luar biasa sekali bahkan hari ini Bupati dapat hadir untuk memberikan dukungan, kami sangat berterima kasih dan semoga dengan dukungan dari ibu bupati RSUD Kajen dapat mencapai predikat Paripurna atau bintang lima, “ tutur Imam.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 25 Oktober 2022
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam kegiatan tersebut hadir didampingi sang suami Muhtarudin Ashraff Abu. Kegiatan pengajian juga dihadiri oleh Jajaran Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, Para Pejabat dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pekalongan, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, Perwakilan PD Muhammadiyah, Perwakilan PD LDII, Perwakilan Rifa’iyah, dan ormas islam lainnya di Kabupaten Pekalongan. Selain itu, kegiatan juga dipadati oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Bupati Fadia dalam sambutannya, berharap agar kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menambah ilmu serta meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, “Mudah-mudahan di acara Maulid Nabi ini dapat menambahkan ilmu untuk kita semua, menambahkan iman dan taqwa kita. Sehingga pulang dari sini ilmu kita bertambah, taqwanya kita bertambah, kebaikan-kebaikannya kita bertambah untuk seluruh yang hadir disini,” tutur bupati.
Kepada K.H. Fikri Haikal MZ, Bupati menjelaskan bahwa julukan kota santri bukanlah sekedar slogan saja akan tetapi memang benar adanya bahwa Kabupaten Pekalongan merupakan Kabupaten yang sangat istimewa karena masyarakatnya sangat kental dengan berbagai kegiatan agama islam, “Di Kabupaten Pekalongan ini, kegiatan pengajian dan kegiatan-kegiatan agama memang luar biasa sekali disini. Orang dari daerah lain akan terkagum-kagum dengan Kabupaten Pekalongan karena pengajian sering digelar tidak hanya di tingkat kecamatan saja tapi tingkat RT juga ada dan terus menerus. Bukan hanya sekali-sekali tetapi menjadi rutinitas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Fadia juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa dalam beberapa hari terahkhir ini, Pemkab Pekalongan memang telah mengadakan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2022, “Kami mengadakan berbagai acara supaya seluruh masyarakat dan para santri tambah semangat lagi, karenanya kita sama-sama mencintai dan menghargai para santri yang ada di Kabupaten Pekalongan. Mudah-mudahan para santri kita terus semangat dan tambah banyak,” katanya.
Dalam kesempatan itu, bupati sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh para tokoh agama dan tokoh masyarakat, Ormas Islam di Kabupaten Pekalongan, seluruh santri, serta masyarakat yang telah turut serta mendukung, meramaikan dan menyukseskan jalannya rangkaian acara peringatan Hari Santri Nasional 2022 yang diselenggarakan Pemkab Pekalongan.
Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Pekalongan selaku Ketua Panitia Subagyo melaporkan bahwa Pemkab Pekalongan telah menggelar berbagai kegiatan guna memperingati Hari Santri Nasional 2022,
“Pada tanggal 18-19 telah dilaksanakan kegiatan ziarah ke makam K.H. Hasyim Asy’ari Jombang, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Kediri dan Makam Ir. Soekarno di Blitar. Kemudian hari Jum’at kemarin telah dilaksanakan acara Jalan sehat yang Alhamdulillah sangat antusias sekali dari masyarakat bahkan mencapai 10.000 lebih peserta jalan sehat dengan hadiah ada umroh, ada sepeda motor, ada sepeda gunung dan lain sebagainya. Tadi pagi juga ada apel besar hari santri yang diikuti oleh para anak pesantren, para kyai, dan lapisan masyarakat kurang lebih ada 14.000 peserta apel yang hadir. Selanjutnya, malam hari ini ada kegiatan pengajian dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri, besok masih ada acara Karnaval Hari Santri 2022,” jelasnya.
Dalam kegiatan pengajian tersebut, K.H. Fikri Haikal MZ sebagai penceramah menyampaikan ajakan kepada Masyarakat Kabupaten Pekalongan agar menjauhi minuman keras dan narkoba. Selain itu, beliau juga menyampaikan tentang kisah-kisah Nabi Muhammad SAW, keluarga nabi, dan para sahabatnya yang dapat dijadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 24 Oktober 2022
Peserta kegiatan apel tersebut adalah perwakilan santri dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes) Di Kabupaten Pekalongan, Para Pelajar SMP, SMA, SMK, para mahasiswa, serta unsur organisasi islam seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Rifa’iyah, dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pekalongan.
Apel juga dihadiri oleh Unsur Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Para Pejabat dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan. Sementara itu, Pemimpin apel adalah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Kegiatan apel tersebut terpantau berjalan lancar dan khikmat serta seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan khusyuk dan tertib.
Dalam kesempatan apel tersebut, Bupati Fadia membacakan sambutan dari Menteri Agama Republik Indonesia yang isinya menyampaikan tema Hari Santri Nasional 2022 yakni ‘Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan’.
Melalui tema tersebut kemudian disampaikan bahwa para santri sejak era penjajahan atau era Indonesia belum merdeka, telah ikut berjuang bagi kemerdekaan bangsa dan negara. Para santri saat itu merupakan para pejuang pemberani yang ikut melawan penindasan para penjajah dibumi pertiwi Indonesia.
Hingga era sekarang, para santri telah memiliki banyak peran di masyarakat dan terlibat secara aktif didunia perpolitikan, pendidikan, sosial, ekonomi dan ilmu pengetahuan.
Para santri saat ini dipandang sebagai insan yang fleksibel dan dapat berbaur dalam segala lingkup sosial kemasyarakatan Indonesia sesuai dengan apa yang mereka inginkan dan cita-citakan. Namun begitu para santri tetap tidak meninggalkan tugas utamanya untuk menjaga agama serta menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.
Lebih lanjut, disampaikan juga ajakan agar seluruh masyarakat Indonesia dapat ikut bersuka cita merayakan Hari Santri Nasional 2022. Momentum dari santri juga diharapkan dapat menjadi momentum mengenang jasa dan mendoakan para kalangan ulama, kiai, santri yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama.
Bupati Fadia seusai memimpin kegiatan apel berbagi ucapan selamat Hari Santri untuk seluruh santri dan masyarakat di Kabupaten Pekalongan, “Saya secara pribadi dan atas nama Bupati Pekalongan mengucapkan Selamat Hari Santri kepada seluruh santri di Indonesia ini khususnya anak-anak Kabupaten Pekalongan,” ujar Bupati Fadia.
Selain itu bupati juga menyampaikan harapan untuk pesantren dan santri-santri di Kabupaten Pekalongan pada momentum Hari Santri, “Harapan kedepanya agar santri-santri di Kabupaten Pekalongan, mereka lebih semangat bersekolah dan mencontohkan perilaku yang baik. Sehingga anak-anak yang belum menjadi santri jadi ingin menjadi santri semua, karena melihat santri-santri di Kabupaten Pekalongan akhlaknya baik,” kata bupati.
“Dan pesantren-pesantren di Kabupaten Pekalongan semakin maju dan mampu bersaing dengan pesantren-pesantren di daerah/kota lainnya. Agar anak-anak santri kita yang ingin pesantren diluar kota dengan berkembangnya pondok pesantren dan bertambah canggihnya pesantren di Kabupaten Pekalongan jadi tidak perlu jauh-jauh jika ingin menuntut ilmu dipesantren,” tutur bupati.
Dalam kegiatan apel tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk perhatian dan dukungan, menyalurkan secara simbolis hibah kepada beberapa organisasi masyarakat islam di Kabupaten Pekalongan, hibah kepada 52 masjid dan 53 mushola di Kabupaten Pekalongan, Bantuan Usaha Produktif kepada 5 Ponpes yang telah memiliki kegiatan usaha, Penghargaan beasiswa kepada santri berprestasi, serta Bantuan Pembinaan bagi 300 Hafiz/Hafidza di Kabupaten Pekalongan. Hibah dan bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Fadia Arafiq kepada perwakilan atau penerima.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 24 Oktober 2022